cover
Contact Name
Ira Oktaviani Rz
Contact Email
ira@pkr.ac.id
Phone
+6285265205563
Journal Mail Official
jpk@pkr.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Riau Jl. Melur No. 103, Sukajadi, Pekanbaru, Indonesia Office: (0761)36581 |Fax: (0761) 20656 | Phone: 085265205563
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
ISSN : 23028610     EISSN : 27151115     DOI : https://doi.org/10.36929/jpk.v9i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian (research article), di bidang : Ilmu Kesehatan dabn Riset Lingkungan
Articles 224 Documents
GAMBARAN SUHU BAYI BARU LAHIR 6 JAM PASCA KELAHIRAN SEBELUM DAN SESUDAH DIMANDIKAN SELAMA 5 MENIT J. M. METHA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 4 No 2 (2015): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.835 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v4i2.41

Abstract

Bayi baru lahir secara alami melakukan adaptasi suhu tubuh dari lingkungan intra ke ekstrauterin. Bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya; oleh sebab itu, waktu memandikan bayi setelah kelahiran harus diperhatikan dengan seksama untuk mencegah hipotermia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran suhu bayi baru lahir 6 jam pasca kelahiran sebelum dan sesudah dimandikan selama 5 menit. Penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional, yang dilakukan dari Januari hingga Juni 2015 di Rumah Bersalin Afiyah di Pekanbaru. Sampel dilakukan mengunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 30 bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan observasi atau pengamatan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu seluruh bayi sebelum dimandikan adalah normal dan, setelah dimandikan pada enam jam setelah kelahiran, keseluruhan 30 bayi tersebut mengalami penurun suhu 0,20C-0,50C. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa memandikan bayi seharusnya menunggu hingga tubuh bayi stabil, paling tidak pada enam jam setelah kelahiran.
GAMBARAN PERAWATAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR TERHADAP LAMANYA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI PEKANBARU J. M. METHA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 4 No 2 (2015): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.075 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v4i2.42

Abstract

Perawatan bayi baru lahir juga harus memperhatikan pencegahan infeksi, yang salah satunya adalah infeksi tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perawatan tali pusat bayi baru lahir terhadap lamanya waktu pelepasan tali pusat ditinjau dari penggunaan bahan antiseptik dan tanpa bahan antiseptik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang dilaksanakan dengan melakukan observasi langsung terhadap tali pusat bayi baru lahir. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir hidup dan normal di BPM Ernita, dengan sampel yang diambil dengan menggunakan accidental sampling terhadap 34 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tali pusat bayi yang tidak diolesi dengan antiseptik alkohol 70% menunjukkan pelepasan tali pusat yang lebih cepat dibandingkan tali pusat yang diolesi dengan alkohol 70%
ANALISIS JENIS JENIS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU TAHUN 2015 IDAYANTI IDAYANTI; Ardenny Ardenny
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.169 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.43

Abstract

Layanan Bimbingan konseling di perguruan tinggi merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia dan sangat diperlukan, mengingat problema yang dihadapi oleh mahasiswa dalam perkembangan studinya, dimana belajar di perguruan tinggi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan. Karakteristik dari studi di perguruan tinggi adalah kemandirian, baik dalam kegiatan belajar dan pemilihan program studinya maupun dalam pengelolaan dirinya sebagai mahasiswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis jenis layanan bimbingan konseling dan faktor yang mempengaruhinya di Poltekkes Kemenkes Riau tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain penelitian triangulasi methode. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 02 November s.d 08 Desember 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Riau sebanyak 614 orang dan jumlah sampel sebesar 165 orang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Analisis data kualitatif menggunakan thematic analysis. Selanjutnya, pada tahapan kedua, data kuantitatif menggunakan analisis multivariat dengan pendekatan regresi logistik. Jenis layanan bimbingan dan konseling di lingkungan Poltekkes Kemenkes Riau adalah layanan penyuluhan Faktor yang mempengaruhi layanan bimbingan konseling adalah faktor Pendidikan yang meliputi faktor demokrasi (p value 0,00), faktor perubahan sistem pendidikan ( p value 0,004 ), dan faktor perluasan progaram pendidikan (p value 0,019). Faktor sosiokultural (p value 0,004), dan faktor psikologis ( p value 0,009). Faktor dominan yang mempengaruhi layanan bimbingan konseling di lingkungan Poltekkes Kemenkes Riau adalah faktor Pendidikan yaitu faktor demokrasi dengan peluang 4,49 kali mempengaruhi layanan konseling dibandingkan dengan pendidikan tanpa demokrasi (C.I. 1,49-13,52). Sedangkan variabel yang menjadi counfounding adalah variabel perluasan program pendidikan.Disarankan kepada seluruh dosen berperan aktif dalam mendukung program bimbingan konseling di lingkungan Poltekkes Kemenkes Riau sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas layanan pendidikan.
ANALISIS KUALITATIF BORAKS PADA JAJANAN BAKSO BAKAR YANG DIJUAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN SUKAJADI KOTA PEKANBARU WINDA WULANSARI NAINGGOLAN; LILY RESTUSARI; FITRI FITRI
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.636 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.44

Abstract

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI No.033/Menkes/Per/IX/2012 bahan tambahan pangan dapat dibedakan menjadi bahan yang diizinkan dan yang tidak diizinkan. Salah satu bahan tambahan yang tidak diizinkan diantaranya adalah asam boraks dan senyawanya. Boraks merupakan bahan pembersih atau anti septik yang berfungsi untuk membantu melelehkan zat padat atau peleburan logam, namun seringkali digunakan sebagai pengenyal dan pengawet, salah satunya adalah bakso. Sifat anak-anak yang menggemari jajanan sekolah termasuk bakso bakar tanpa melihat kualitas makanan, seringkali menjadi kekhawatiran masyarakat khususnya para orangtua. Penggunaan boraks pada makanan dalam waktu yang lama akan dapat menyebabkan gangguan otak, hati, lemak dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya boraks pada jajanan bakso bakar yang dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. Jenis sampel yang diteliti adalah bakso bakar yang belum dibakar dan diberi bumbu yang diambil dari semua pedagang di sekolah dasar negeri kecamatan Sukajadi kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif. Pengujian analisa boraks dilakukan di Laboratorium Kimia Poltekkes Kemenkes Riau pada bulan April 2015 dengan menggunakan metode sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,71 % sampel yang diteliti mengandung boraks dan 14,29 % yang tidak mengandung boraks. Oleh karena itu, disarankan kepada para konsumen untuk lebih teliti dalam membeli bakso bakar yang memiliki aroma menyengat, warna yang putih pucat dan abu-abu, serta tekstur yang kenyal.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BAGI IBU HAMIL DAN KELUARGA TERHADAP PRAKTEK INISIASI MENYUSU DINI (IMD), ASI EKSLUSIF DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI SAMPAI BERUSIA 1 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG BARU KOTA PEKANBARU YESSI ALZA; ROZIANA ROZIANA; FITRIANI FITRIANI
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.534 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.45

Abstract

Edukasi dalam menyusui merupakan metoda intervensi yang paling efektif meningkatkan inisiasi menyusu dalam jangka pendek.Metode intervensi edukasi pada ibu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu, tapi juga mempengaruhi prilaku mereka dalam pemberian ASI.Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif semenjak lahir hingga berumur 6 bulan merupakan praktek pemberian ASI yang sangat penting untuk kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Disamping itu pemberian ASI Ekslusif tanpa MP ASI sampai bayi berusia 6 bulan telah terbukti dapat meningkatkan rata-rata kenaikan berat bayi lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang telah diberikan MP-ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan (modul IMD dan ASI Ekslusif) bagi ibu hamil dan keluarga terhadap praktek IMD, ASI Ekslusif dan peningkatan berat badan bayi hingga usia 1 bulan.Jenis penelitian ini quasi eksperimentaldengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian adalah ibu hamil trimester tiga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Baru Kota Pekanbaru yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan Edukasi memberikan pengaruh terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan prilaku bagi ibu hamil dan keluarga terhadap praktek IMD dan ASI eksklusif serta memberikan pengaruh terhadap peningkatan berat badan bayi.
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK UMUR 24-36 BULAN DI KOTA PEKANBARU TAHUN 2015 HAMIDAH HAMIDAH; RULLY HEVRIALNI; YAN SARTIKA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.697 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.46

Abstract

Angka kematian bayi berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan kematian balita adalah 40 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Penyakit yang diderita oleh bayi dapat disebabkan salah satunya karena rendahnya imunitas bayi. Kurangnya imunitas bayi salah satunya disebabkan oleh Cakupan ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan pada tahun 2012 berdasarkan laporan sementara hasil SDKI 2012 sebesar 42%. Pemberian ASI Eksklusif pada bayi sangat bermanfaat dalam memenuhi kecukupan gizi seorang bayi. Ketidakcukupan ASI pada umur bayi menjadi faktor anak mengalami gizi kurang bahkan buruk. Angka kejadian (prevalensi) gizi kurang di 53 kabupaten/kota di Indonesia masih di atas 40 persen dari populasi bayi/balita. Sebanyak 53 kabupaten/kota dengan masalah gizi terparah itu tersebar di hampir semua provinsi di Indonesia. Salah satu cara mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang anak balita adalah dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Tujuan penelitian adalah Untuk membuktikan pengaruh pemberian ASI Eksklusif terhadap status gizi dan perkembangan motorik kasar pada anak usia 24-36 bulan di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-36 bulan di Kota Pekanbaru, sedangkan populasi terjangkau pada penelitian ini adalah semua anak usia 24-36 bulan di 4 Puskesmas Kota Pekanbaru. Sampel penelitian adalah Seluruh anak usia 24-36 bulan pada Puskesmas Simpang Baru, Puskesmas Melur, Puskesmas RI karya Wanita dan Puskesmas Tenayan Raya yang diambil secara cluster (30%). Penelitian dilakukan pada 4 Puskesmas Kota Pekanbaru yang memiliki cakupan ASI Eksklusif terendah yaitu Puskesmas Simpang Baru, Puskesmas RI Karya Wanita, Puskesmas tenayan Raya dan Puskesmas Melur yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2015. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner KPSP untuk anak usia 24-36 bulan. Analisa data dengan menggunakan pilihan uji regresi logistic. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi pada anak usia 24-36 bulan(p value 0,01) dan terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 24-36 bulan (p value 0,03). Variabel yang paling besar dipengaruhi oleh pemberian ASI Eksklusif dibandingkan motorik kasar dengan nilai Exp (B) 9.263 Disarankan kepada pihak Puskesmas meningkatkan pengetahuan pengasuh agar menstimulasi anak pada usianya. Bagi pihak Puskesmas diharapkan melakukan penilaian tumbuh kembang dengan KPSP secara berkala sesuai dengan usia anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN IBU HAMIL DALAM MEMILIH TEMPAT BERSALIN DI PUSKESMAS BANDAR SUNGAI KABUPATEN SIAK MARDIAH MARDIAH; T. YOHANA AYU
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.742 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.47

Abstract

Tingginya Angka Kematian Ibu dan Perinatal di Indonesia masih tertinggi di ASEAN. Di Indonesia pada tahun 2007 Angka Kematian Ibu 226 /100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi sebesar 25 /1.000 kelahiran hidup. Menurut Tim Kerja dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berprilaku tertentu adalah karena adanya 4 faktor pokok, yaitu Pemikiran dan Perasaan (thoughts and feeling) dimana 4 faktor tersebut terdiri dari yang pertama pengetahuan. Pengetahuan ini diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Yang kedua adalah kepercayaan dimana kepercayaan sering diperoleh dari orang tua, kakek, atau nenek. Seseorang menerima kepercayaan itu berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Yang ketiga adalah sikap yang mengambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap objek. Yang keempat yaitu sumber- sumber daya yang termasuk didalamnya fasilitas, uang, jarak dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bandar Sungai Kabupaten Siak dengan rancangan penelitian deskriptif analitik. Populasi dan sampel adalah ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas Bandar Sungai yaitu sebanyak 98 responden. Data penelitian diambil pada bulan Januari 2014. Analisa data menggunakan uji statistic berupa Uji Kai Kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan tempat bersalin sebagian besar terdapat di rumah yaitu sebanyak 53 (54,1%). Dari kelima faktor yang diteliti terdapat tiga faktor mempengaruhi ibu dalam memilih tempat bersalin yaitu faktor pengetahuan (p = 0,046), jarak (0,001), dan kepercayaan (0,006). Sedangkan dua faktor lain seperti sikap dan pendapatan responden tidak mempengaruhi pemilihan tempat bersalin. Disarankan kepada Puskesmas Bandar Sungai Kabupaten Siak agar menyiapkan Transportasi khusus bagi ibu yang akan bersalin yang rumahnya jauh dari fasilitas kesehatan dan mampu memperbaiki mutu dalam memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bagi ibu yang melahirkan.
HUBUNGAN WATER BIRTH DAN PERSALINAN KONVENSIONAL DENGAN LAMA KALA II PRIMIGRAVIDA DI RS PMC PEKANBARU YAN SARTIKA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.519 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.48

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tahun 2007 berkisar 228/100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian ibu adalah persalinan lama karena kala II memanjang, tindakan mempercepat proses persalinan dan mengurangi nyeri persalinan salah satunya adalah dengan pemilihan metoda persalinan water birth. Rumah sakit PMC Pekanbaru merupakan satu-satunya rumah sakit yang menyediakan fasilitas persalinan water birth di pulau Sumatra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan water birth dengan lama kala II primigravida dan perbedaan lama kala II primigravida water birth dan persalinan konvensional di RS PMC Pekanbaru periode 1 Januari 2010-31 Desember 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dan desain penelitian non eksperimental dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin primigravida yang menggunakan metoda bersalin konvensional (kontrol) dan menggunakan metoda water birth (kasus). Sampel berjumlah 36 kontrol dan 36 kasus dengan menggunakan teknik sistematik random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah partograf. Data penelitian adalah data sekunder, dan dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dan penentuan odds ratio serta uji t. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ibu bersalin primigravida yang mengalami kala II lama pada water birth (kasus) sebanyak 2 orang (5,6%) lebih sedikit dari persalinan konvensional yaitu 9 orang (25%), dengan p value = 0,022 OR=0,18. Dan perbedaan lama kala II water birth rata-rata 32,28 menit sedangkan persalinan konvensional 67,78 menit, dengan p value = 0,002. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan water birth dengan lama kala II primigravida serta lama kala II primigravida water birth lebih pendek dari persalinan konvensional. Sehingga disarankan agar rumah sakit mempromosikan kepada masyarakat tentang kelebihan water birth serta diperlukan penelitian lebih lanjut tentang metoda persalinan lain yang mempengaruhi kala II.
Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng oleh Masyarakat Indonesia menjadikan minyak goreng digunakan sebagai food vehiclepada program fortifikasi vitamin A.Program tersebut dilakukan untuk mengatasi Kekurangan vitamin A (KVA). KVAsangat mempengaruhi kela LILY RESTUSARI; SRI WIDIA NINGSIH; YULIANA ARSIL
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.50

Abstract

Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng oleh Masyarakat Indonesia menjadikan minyak goreng digunakan sebagai food vehiclepada program fortifikasi vitamin A.Program tersebut dilakukan untuk mengatasi Kekurangan vitamin A (KVA). KVAsangat mempengaruhi kelangsungan hidup anak dan standar upaya penyelamatan proses kehamilan dan persalinan. Namun pemanasan yang terjadi selama proses penggorenganpada minyak dapatmerusak jumlah vitamin A yang difortifikasi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan nilai retensi vitamin A di dalam kentang yang digoreng dengan menggunakan minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan fortifikasi dengan pengaruh suhu dan waktu penggorengan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental disain rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, suhu (140dan 170oC) dan waktu penggorengan (10 dan 15 menit) tanpa pengulangan.Sampel penelitian yang digunakan adalah kentang beku, minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan fortifikasi.Nilai retensi vitamin A kentang dan minyak goreng diukur dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC).Analisis perbedaan dan interaksi variabel diolah dengan ANOVA dua arah. Berdasarkan luas area puncak vitamin A pada kromatogram sebelum dan setelah penggorengan, ditemukan kecenderungan penurunan persentase retensi vitamin A dari minyak goreng kemasan fortifikasi dibandingkan minyak goreng curah.Nilai retensi vitamin A pada kentang yang digoreng dengan minyak goreng curah adalah 217-251%,sedangkan retensivitamin A kentang yang digoreng dengan minyak goreng kemasan fortifikasi adalah 48-131%. Analisis ANOVA dua arah tanpa pengulangan untuk persen retensi vitamin A menunjukkan bahwa (p<0,05) variabel jenis minyak goreng berpengaruh secara nyata terhadap retensi vitamin A. Retensi vitamin A pada kentang goreng yang digoreng dengan minyak goreng curah jauh lebih tinggi dibanding minyak goreng kemasan fortifikasi
ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PADA KELUARGA PRA SEJAHTERA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN SRI MERANTI KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU ALKAUSYARI AZIZ; MUHARNI MUHARNI
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.962 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.51

Abstract

Kurangnya pendapatan akan mengakibatkan kurangnya kemampuan keluarga untuk menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh anggota keluarga. Kondisi ini erat kaitannya dengan ketahanan pangan rumah tangga. Secara tidak langsung, ketahanan pangan rumah tangga berhubungan dengan status gizi keluarga. Rancangan penelitian observasional dengan desain potong lintang (Cross-Sectional) yang bertujuan menganalisis ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi keluarga penerima bantuan raskin. Populasi dalam penelitian adalah seluruh keluarga penerima bantuan raskin. Sampel sebanyak 88 keluarga yang diperoleh melalui metode acak sederhana. Ketahanan pangan rumah tangga diukur dengan metode gold standar garis kemiskinan per kapita per hari. Penentuan status gizi setiap anggota keluarga dilakukan dengan indikator BB/U, BB/TB, IMT/U, dan IMT. Sebagian besar keluarga bantuan raskin tergolong kurang pangan (73,8%) dan berstatus gizi keluarga yang tergolong normal Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan persentase pengeluaran pangan sebagai indikator ketahanan pangan keluarga kurang sensitif untuk memprediksi status gizi pada keluarga berpenghasilan rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan persentase pengeluaran pangan sebagai indikator ketahanan pangan keluarga kurang sensitif untuk memprediksi status gizi pada keluarga berpenghasilan rendah.

Page 3 of 23 | Total Record : 224