Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IDENTIFIKASI DEKSAMETASON PADA JAMU PENGGEMUK BADAN YANG DIJUAL DI E-MARKETPLACE SHOPEE MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Sri Widia Ningsih; Lerny Serena Sirait; Dewi Setiyawati
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 19 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v19i1.1069

Abstract

The regulation of Indonesian Health Ministry number 007 of 2012 about traditional medicines registration explained that traditional medicines are prohibited from containing Drug Chemicals (DC). The aim of the study was to identify the DC of dexamethasone in Agency Fattening Herbs sold in Shopee e-marketplace. Dexamethasone is a corticosteroid drug used as an anti-inflammatory agent. Long-term use can cause a hormonal effect, iatrogenic chusing syndrome. This study was a qualitative descriptive using thin layer chromatography (TLC). The mobile phase used to identify dexamethasone in this study was Ethyl acetate: Toluen: Methanol (45 : 54: 1) and the solvent used was Chloroform: Methanol (9 : 1). Many of the samples tested were 3, namely X, Y and Z. The results of TLC formed purple stain spots on all three samples that were parallel to the comparison on 254 nm UV light. The price of dexamethasone comparison Rf is 0.53. The Rf value of the sample X was 0.34. The Rf value of sample Z is 0.53. The calculation results of Rf value were analyzed by SPSS with a significant value (p ≤ 0.001). The analysis was continued by the Duncan test to show groups that had differences. Of the three samples Agency Fattening Herbs tested two of them (X and Z) containing Dexamethasone whereas one (Y) does not has Dexamethasone. Keywords: Agency fattening herbs, dexamethasone, e-marketplace, thin layer chromatography
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANEMIA PADA SISWA DI SMA SWASTA PERGURUAN PANCA BUDI MEDAN TAHUN 2019 Sri Widia Ningsih; Nadroh br Sitepu; Nurul Hidayah
Jurnal Mitra Prima Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitraprima.v3i1.2087

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat telah dilakukan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa edukasi kepada remaja khususnya siswa/siswi SMA Swasta Perguruan Panca Budi Medan. Kegiatan Pengabdian ini akan difokuskan pada 2 sub-kegiatan, yaitu peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit dengan cara pemeriksaan hemoglobin darah, peningkatan edukasi hidup sehat dengan simulasi mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang benar sebagai upaya promotif dan preventif khususnya untuk individu, keluarga dan masyarakat. Materi diberikan dengan konsep Health Edutainment (edukasi kesehatan yang menghibur) dengan terlebih dahulu melakukan penggalian seberapa dalam pengetahuan siswa terkait pendeteksian dini anemia pada remaja dan Dagusibu obat yang benar dengan pengisian kuesioner. Hasil penilaian kuesioner menunjukkan ingkat pemahaman responden pre materi anemia 2 orang kurang paham, 21 orang cukup paham dan 37 orang paham. Namun post materi anemia 57 orang responden paham dan 3 orang cukup paham. Tingkat pemahaman responden pre materi Dagusibu 19 orang kurang paham, 34 orang cukup paham dan 7 orang paham. Sedangkan post materi Dagusibu 32 orang responden cukup paham dan 28 orang paham. Hasil pemeriksaan 30 responden perempuan, 15 orang berisiko anemia, 16 orang normal. Sedangkan 26 responden laki-laki memiliki nilai haemoglobin darah normal, 3 orang berisiko anemia.
Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng oleh Masyarakat Indonesia menjadikan minyak goreng digunakan sebagai food vehiclepada program fortifikasi vitamin A.Program tersebut dilakukan untuk mengatasi Kekurangan vitamin A (KVA). KVAsangat mempengaruhi kela LILY RESTUSARI; SRI WIDIA NINGSIH; YULIANA ARSIL
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v5i1.50

Abstract

Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng oleh Masyarakat Indonesia menjadikan minyak goreng digunakan sebagai food vehiclepada program fortifikasi vitamin A.Program tersebut dilakukan untuk mengatasi Kekurangan vitamin A (KVA). KVAsangat mempengaruhi kelangsungan hidup anak dan standar upaya penyelamatan proses kehamilan dan persalinan. Namun pemanasan yang terjadi selama proses penggorenganpada minyak dapatmerusak jumlah vitamin A yang difortifikasi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan nilai retensi vitamin A di dalam kentang yang digoreng dengan menggunakan minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan fortifikasi dengan pengaruh suhu dan waktu penggorengan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental disain rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, suhu (140dan 170oC) dan waktu penggorengan (10 dan 15 menit) tanpa pengulangan.Sampel penelitian yang digunakan adalah kentang beku, minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan fortifikasi.Nilai retensi vitamin A kentang dan minyak goreng diukur dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC).Analisis perbedaan dan interaksi variabel diolah dengan ANOVA dua arah. Berdasarkan luas area puncak vitamin A pada kromatogram sebelum dan setelah penggorengan, ditemukan kecenderungan penurunan persentase retensi vitamin A dari minyak goreng kemasan fortifikasi dibandingkan minyak goreng curah.Nilai retensi vitamin A pada kentang yang digoreng dengan minyak goreng curah adalah 217-251%,sedangkan retensivitamin A kentang yang digoreng dengan minyak goreng kemasan fortifikasi adalah 48-131%. Analisis ANOVA dua arah tanpa pengulangan untuk persen retensi vitamin A menunjukkan bahwa (p<0,05) variabel jenis minyak goreng berpengaruh secara nyata terhadap retensi vitamin A. Retensi vitamin A pada kentang goreng yang digoreng dengan minyak goreng curah jauh lebih tinggi dibanding minyak goreng kemasan fortifikasi
Formulation and Physical Evaluation of Green Tea Leaf Extract (Camellia Sinensis L.) As a Gel Peel Off Mask Nadroh Br. Sitepu; Sri Widia Ningsih; Masyitoh Amaliyah Harahap
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 1 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i1.15020

Abstract

Green tea contains flavonoids which are the result of metabolism of both plants which are widely distributed in plants. Catechins as the active substance in green tea leaves function as an antibacterial for Staphylococcus aureus which can inhibit the growth of acne. Gel peel off mask is a skin care preparation in the form of a gel and will dry after being applied to the skin. Peel off gel masks can be useful for repairing and treating facial skin from problems with wrinkles, aging, acne and can also be used to shrink pores. The purpose of this study was to determine the best formulation and concentration of green tea leaf extract peel-off gel masks. The research method used is an experimental method, by making a tea leaf extract formulation as a peel off gel mask. The results showed that the green tea leaf extract gel peel-off mask preparation was brown in color, had a distinctive smell, homogeneous and stable, did not irritate the volunteers' skin, and fulfilled the evaluation tests of other preparations. The preference test based on the preference parameter for texture is significant at 0.078 (sig=0.000<0.078), for color is significant at 0.05 (sig=0.000<0.05) and aroma is significant at 0.05 (sig=0.002<0.05). Green tea leaf extract with a concentration of 0.08%, 0.16% and 0.32% can be used as a gel peel off mask formulation. Future researchers are expected to be able to compare the effectiveness of peel off gel mask preparations with a variety of other types of tea and with different concentrations.Keywords: Green Tea, Mask, Peel Off
EDUKASI MANFAAT VITAMIN D DAN BERJEMUR PAGI HARI BAGI IBU RUMAH TANGGA Sri Widia Ningsih; Nita Andriani Lubis; Gabriella Septiani Nasution
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15475

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang dilakukan dengan berbagi pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap isu di lingkungan sekitar. Jurusan Teknologi Laboratorium Medis memiliki kewajiban dalam memberikan pelayanan kesehatan yang diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang pentingnya vitamin d dan berjemur pagi hari pada ibu-ibu yang tinggal di Lingkungan 2 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur. Pengabdian masyarakat ini merupakan aplikasi dari Hasil Penelitian Dosen Pemula yang berjudul Perbandingan Kandungan Vitamin D dari Ekstrak Minyak Ikan Beberapa Jenis Ikan. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi dengan pemanfaatan media booklet untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu-ibu mengenai pentingnya vitamin D dan berjemur pagi hari. Selanjutnya pemberian kuesioner mengenai pengetahuan dan perilaku ibu terhadap pentingnya vitamin D dan berjemur pagi hari dilakukan pre and post untuk melihat perbedaan pengetahuan dan perilaku ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kuesioner tingkat pengetahuan berisi 10 pertanyaan, kuesioner tingkat perilaku berisi 10 pertanyaan. Pertanyaan di dalam kuesioner ini telah di uji validitas dan reliabilitasnya dan setiap pertanyaan mempunyai nilai tertentu. Gambaran pengetahuan sesudah edukasi diberikan, dari 50 responden, 6 orang berpengetahuan kurang, 37 orang cukup dan 7 orang baik pengetahuannya terhadap pentingnya vitamin D dan berjemur di pagi hari. Tingkat perilaku responden setelah diberikan edukasi, 13 responden berperilaku cukup dan 37 responden berperilaku baik terhadap pentingnya vitamin D dan berjemur di pagi hari.
EDUKASI KESEHATAN GINJAL DAN PEMERIKSAAN KREATININ URIN PADA IBU-IBU DI KELURAHAN GLUGUR DARAT 2 MEDAN Nita Andriani Lubis; Gabriella Septiani Nasution; Sri Widia Ningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jpmki.v1i2.1124

Abstract

This activity is an implementation of the research we did before. WHO records the prevalence of chronic kidney failure worldwide at 8-16%. Kidney damage will cause an increase in urine creatinine. Community service for the Medical Laboratory Technology Study Program at the Health Polytechnic of the Ministry of Health Medan is carried out to provide health services that are implemented in the form of community service. The method of implementing the service provided is in the form of health education to increase mothers' knowledge about kidney health and urine creatinine examination. The target audience for this community service is women in Environment III, Glugur Darat 2 Village, East Medan District, totaling 40 people. The level of knowledge, attitudes and actions of respondents before (pre) intervention and after (post) intervention in kidney health education has increased. The 24-hour urine creatinine value measured in 40 respondents, the results were 1 person (3%) in the <normal group with thin BMI status, the normal group with 27 people (68%) with normal BMI status, and > normal group with 12 people (30 %) with details of 7 people with overweight BMI status and 5 people with obese BMI status. The results of statistical tests performed using the t-test BMI and 24-hour urine creatinine values ​​obtained significant values ​​(p<0.05). This shows that there is an increase in the knowledge, attitudes and actions of respondents before and after kidney health education, with BMI values ​​and 24-hour urine creatinine levels being directly proportional.
Radio Sebagai Media Komunikasi Politik Dan Penyambung Informasi Pemerintah Tahun 1945 Hingga Sekarang Sri Widia Ningsih; Laila Sari Masyhur
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr541

Abstract

Media komunikasi dan informasi semakin kompleks seiring berkembangnya zaman. Namun, ada satu media elektronik yang tidak pernah pudar dari sejarah terutama pada sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Radio sebagai alat komunikasi mampu berperan dalam mendongkrak kemerdekaan Republik Indonesia masa itu. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data kepustakaan dan dokumentasi dengan melibatkan penelitian sejarah sebagai pendukungnya. Penulis memperoleh informasi dan data secara mendalam melalui literatur sejarah, buku, jurnal, serta media yang mendukung untuk mendapatkan landasan teori mengenai radio sebagai media komunikasi pemerintah dan masyarakat. Berdasarkan catatan sejarah, proklamasi diumumkan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 melalui siaran stasiun radio pemerintah Jepang Hoso Kyoku, Yusuf Ronodipuro yang dikenal sebagai pendiri Radio Republik Indonesia (RRI) mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bebas seutuhnya dari segala penindasan dan penguasaan bangsa asing. Penulis mendapati perkembangan radio setelah kemerdekaan dimulai saat lahirnya RRI pada tanggal 11 September 1945, hingga saat ini tercatat sekitar 53 lebih jenis stasiun radio di Indonesia yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Masing-masing stasiun siaran tersebut memiliki Output nya tersediri sebagai ciri khas hingga dapat dinikmati berbagai kalangan. Kerap kali radio di jadikan media penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah melalui program-program podcast, talkshow, dsb. Radio juga membantu pemerintah dalam memberikan informasi penting kepada masyarakat terkait kebijakan-kebijakan maupun himbauan terutama di daerah-daerah terisolir yang memiliki keterbatasan akses internet dan listrik. Hal ini membuktikan bahwa radio turut mewarnai dunia perpolitikan di Indonesia, sehingga menjadi salah satu media political communicator bagi pemerintah dan rakyat.
THE EFFECT OF SERVICE QUALITY ON COMMUNITY SATISFACTION IN KUANTAN BABU VILLAGE Khaidir; Machdaliza; Supardi; heri hermanto; sri widia ningsih
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 21 No 3 (2023): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/jiana.v21i3.8286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh data primer dan sekunder. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 responden yang ditentukan menggunakan teknik accidental random sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear sederhana menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 24. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 19,796 + 0,332X, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akan diikuti oleh peningkatan kepuasan masyarakat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 63,7% menunjukkan bahwa 63,7% variasi kepuasan masyarakat dapat dijelaskan oleh variabel kualitas pelayanan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan publik sangat berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan masyarakat desa.
Peningkatan Kreativitas melalui Kegiatan Merangkai Puzzle Binatang dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Sri Widia Ningsih; Enoh; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6565

Abstract

Abstrak. Kreativitas adalah kegiatan berpikir di luar batas pemikiran normal manusia. Dari kreativitas mampu melatih mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode atapun imajenatif dan dapat memecahkan masalah, sehingga mampu melatih anak usia dini untuk meningkatkan kreativitas. Permainan Puzzle merupakan permainan yang menyusun potongan-potongan suatu gambar menjadi suatu bentuk gambar menjadi utuh.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Sejauh mana peningkatan kreativitas melalui kegiatan merangkai puzzle binatang dalam pembelajaran anak usia dini”. Metode penelitian menggunakan metode pre-exsperimental dengan sampel sebanyak 21 anak di kelas one group pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase statistik independent. Sample Test nilai signifikan post-test kreativitas untuk hasil setelah diadakan tindakan yaitu 0,108>0,04 artinya data post-test kreativitas untuk one group yaitu H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Dengan nilai rata-rata dari kelas one group Mean = 39.60, standar deviasi 2.694, standar eror mean 754. H1 : diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ketika anak menerima perlakuan di kelas eksperimen one group, kapasitas kreativitasnya meningkat dan anak menunjukkan tanda-tanda perkembangan secara mandiri. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa peningkatan kreativitas melalui kegiatan merangkai puzzle binatang dalam pembelajaran anak usia dini dapat membantu anak-anak di TK Al-Fitroh Cipaganti menjadi lebih kreatif. Abstract. Creativity is an activity of thinking beyond the limits of normal human thinking. From creativity, it is able to train the individual's mentality that gives birth to ideas, processes, methods or imagination and can solve problems, so that it can train early childhood to increase creativity. Puzzle games are games that arrange pieces of an image into a whole image. The purpose of this study was to determine "To what extent is creativity increased through animal puzzle assembly activities in early childhood learning". The research method used a pre-experimental method with a sample of 21 children in class one group pretest-posttest. Data were analyzed using SPSS 22. The results showed that the percentage of independent statistics. Sample Test significant value of post-test creativity for the results after the action was taken, namely 0.108> 0.04, meaning that the post-test creativity data for one group, namely H1 = There is a significant influence on increasing creativity in early childhood. With an average value of class one group Mean = 39.60, standard deviation 2,694, standard error mean 754. H1: accepted. Thus, it can be said that when children receive treatment in the one group experimental class, their creativity capacity increases and children show signs of independent development. Thus, it can be said that increasing creativity through animal puzzle assembly activities in early childhood learning can help children in Al-Fitroh Cipaganti Kindergarten become more creative.
PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN MELALUI INOVASI INDUSTRI FROZEN RED SUGAR ORGANIC BERBASIS NIRA SAWIT DI SIAK, RIAU Sri Widia Ningsih; Novi Savira; Heru Maulana; Erlangga Saputra
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 4 No. 1: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v4i1.8021

Abstract

Penuntasan masalah kemiskinan terlihat mengalami stagnansi, terlihat dari data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia selama lima tahun terakhir. Tentunya ini menunjukkan bahwa rencana Indonesia dalam mengurangi ketimpangan kemiskinan menuju 0% sangat terhambat, padahal untuk mewujudkan cita-cita Indonesia emas 2045, Indonesia harus mencapai tahap transformasi ekonomi. Peneliti menemukan bahwa salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah industri rumah tangga, khususnya industry kelapa sawit. Maka melalui ini, peneliti menawarkan sebuah inovasi, pengembangan produk berbahan minyak kelapa sawit yang bernama Frozen Red Sugar Organic. Tujuan penelitian ini ialah mengoptimalkan pemanfaatan pohon kelapa sawit dan meningkatkan daya saing penjualannya dengan strategi penjualan yang telah teruji dilapangan. Peneliti menggunakan metode penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, serta tiga penelitian yang sejalan yaitu Basic Research, Research and Development, dan Applied Research. Peneliti juga menggunakan Teknik Data Mining untuk mengkonsepkan strategi pemasaran yang bisa diterapkan oleh pelaku usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efesiensi dalam memproduksi Frozen Red Sugar Organic dan pengukuran biayanya sangat ramah dan potensi keuntungan dibalik pasarnya sangat menjanjikan bagi pelaku bisnis khususnya masyarakat kabupaten Siak Provinsi Riau. Kandungan produk ini yang seratus persen alami juga menawarkan potensi besar dalam Kesehatan tubuh