cover
Contact Name
Ira Oktaviani Rz
Contact Email
ira@pkr.ac.id
Phone
+6285265205563
Journal Mail Official
jpk@pkr.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Riau Jl. Melur No. 103, Sukajadi, Pekanbaru, Indonesia Office: (0761)36581 |Fax: (0761) 20656 | Phone: 085265205563
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
ISSN : 23028610     EISSN : 27151115     DOI : https://doi.org/10.36929/jpk.v9i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian (research article), di bidang : Ilmu Kesehatan dabn Riset Lingkungan
Articles 224 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN DAN PENILAIAN TEKNIK PENGGUNAAN BOLA PERSALINAN TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I PERSALINAN NORMAL DI KLINIK TAMAN SARI KOTA PEKANBARU YENI ARYANI; FATIYANI ALYENSI; ISYE FADMIYANOR
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.253 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.52

Abstract

Nyeri pada persalinan merupakan proses yang fisiologis, menghilangkan rasa nyeri ialah hal yang penting. Bukan jumlah nyeri yang dialami wanita yang perlu dipertimbangkan, akan tetapi harapan tetang cara mengatasi nyeri tersebut dapat terpenuhi (Bobak,Lowdermilk dan Jansen, 2004). King et al (2015), birth ball yaitu duduk lurus di atas bola ambil digoyangkan ke kanan dan kiri sebagai salah satu metode nonfarmakologi yang digunakan untuk mengurangi nyeri selama proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan bidan dan teknik penggunaan bola persalinan terhadap intensitas nyeri Kala I persalinan normal di Klinik Taman Sari Pekanbaru. Desain penelitian ini quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design dengan populasi bidan yang bekerja di Klinik Taman sari sebanyak 30 orang.Cara pengambilan sampel dengan mengukur pengetahuan bidan sebelum diberikan pelatihan dengan setelah diberikan pelatihan kemudian di observasi kemapuan bidan dalam menilai intensitas nyeri yang di alami oleh ibu bersalin. Penelitian dilakukan bulan September - Desember 2016. Pengolahan data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian Terdapat perbedaaan pengetahuan bidan dalam penggunaan bola persalinan kala I persalinan normal sebelum dan sesudah pelatihan dengan p value 0,001, terdapat hubungan hubungan penilaian teknik penggunaan bola persalinan dengan intensitas nyeri kala I persalinan dengan p value 0,013 dan nilai OR 8.75 yang dimana bidan yang memiliki pengetahuan tinggi tentang bola persalinan berpeluang 8.75 kali pasiennya mengalami nyeri ringan. Disarankan Mengembangkan teknik penggunaan bola persalinan sebagai salah satu teknik pengurangan rasa nyeri dalam melakukan asuhan praktik kebidanan melalui pelatihan dan seminar.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKAN DENGAN KEJADIAN PREDIABETES PADA REMAJA OBESITAS DI SMA TALUK KUANTAN YESSI ALZA; ROZIANA ROZIANA; FITRIANI FITRIANI
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.047 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.53

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan hubungan antara asupan makan dengan kejadian prediabetes pada remaja obesitas di SMA Taluk Kuantan. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional. Waktu penelitian dilakukan dari bulan April sampai Oktober 2016. Sampel penelitian berjumlah 35 orang dengan teknik accidental sampling kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian adalah rerata kadar gula darah puasa (GDP) 78,09 ml/dl. Rerata asupan Energi untuk laki-laki 62,15%, protein 77,87%, lemak 62,85%, karbohidrat 42,96%, PUFA 215,6% dan fiber 16,68%. Rerata asupan energi untuk perempuan 62,05%, protein 207,15%, lemak 72,535%, Karbohidrat 34,25%, PUFA 145,4% dan Fiber 13,915%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara zat gizi energi, protein, lemak, karbohidrat, PUFA dan serat dengan kadar gula darah dengan r 0,064, -0,025, 0,067, 0,006, 0,110, dan -0,092. Simpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikat antara asupan makan (Energi, protein, lemak, karbohidrat, PUFA dan serat) dengan kadar gula darah.
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA LANSIA POSYANDU MAWAR MERAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU TAHUN 2016 ANI LAILA; FATHUNIKMAH FATHUNIKMAH
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.668 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.55

Abstract

Peningkatan radikal bebas berasal dari berbagai sumber seperti kegiatan fisik, kimiawi dan alam. Faktor alam yang menyebabkan peningkatan radikal bebas adalah polusi, radiasi, overtraining, gaya hidup yaitu merokok, minum alkohol, makanan buruk, kurang berolahraga, efek psikologis seperti stres, emosi, berbagai penyakit, faktor lain seperti obat-obatan, terapi radiasi. Vitamin C dan E merupakan salah satu antioksidan eksogen bekerja memotong reaksi oksidasi berantai radikal bebas atau dengan cara menangkapnya Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin C dan vitamin E terhadap kadar hemoglobin petugas operator SPBU di wilayah kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan secara Quasi eksperimental dengan desain penelitian Pre test and Postet Only Design. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 24 orang pada kelompok vitamin C dan 24 orang pada kelompok vitamin E. Penelitian ini dilakukan di 5 SPBU wilayah kota Pekanbaru pada bulan September sampai dengan November 2016. Analisis data menggunakan uji T. Hasil penelitian tidak ada pengaruh pemberian vitamin C terhadap kadar hemoglobin (P = 0,203) dan ada pengaruh vitamin E terhadap kadar hemoglobin (P = 0,002). Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan pemeriksaan salah satunya kadar logam timah dalam tubuh dan variabel lainnya yang lebih bervariasi serta bagi pengelola SPBU agar lebih memperhatikan kesehatan petugas dengan memberikan antioksidan eksogen atau suplemen untuk menambah daya tahan tubuh petugas.
EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP MEMORI ANAK PENYANDANG AUTIS DI KOTA PEKANBARU TAHUN 2016 IDAYANTI IDAYANTI; DEWI SARTIKA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.702 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.57

Abstract

penyimpanan memori. Anak penyandang autis mengalami keterbatasan dalam memusatkan perhatian dan memfokuskan konsentrasi terhadap stimulus yang diterimanya, yang berakibat pada penurunan performa pendidikannya. Hasil beberapa penelitian membuktikan bahwa musik klasik Mozart memberikan banyak manfaat untuk anak penyandang autis terutama meningkatakan memori dalam proses belajar, meskipun telah tersedia beberapa terapi untuk anak penyandang autis, namun di Pekanbaru belum ada terapi musik klasik Mozart untuk meningkatkan daya ingat/memori anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap memori anak penyandang autis di kota Pekanbaru tahun 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di empat sekolah/lembaga pendidikan anak penyandang autis dengan jumlah sampel 20 anak penyandang autis. Teknik pengumpulan data ini adalah observasi. Teknik pengolahan data dengan komputerisasi dan analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui gambaran memori sebelum dan sesudah pemberian terapi musik klasik Mozart dan analisis bivariat untuk mengetahui keefektifan pemberian terapi musik klasik Mozart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik klasik Mozart efektif terhadap peningkatan memori anak penyandang autis (P value=0,016). Diharapkan kepada sekolah anak autis untuk memasukkan terapi musik klasik Mozart sebagai salah satu terapi untuk meningkatkan memori anak penyandang autis. Diharapkan juga kepada orang tua untuk memberikan terapi musik klasik Mozart kepada anaknya di rumah.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PROSES PERSALINAN KALA II DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU HERNITATI HERNITATI; MELLY MELLY; MAGDALENA MAGDALENA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.111 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.58

Abstract

Latar Belakang Penelitian, Sebagian besar ibu hamil mengalami kecemasan untuk menghadapi proses persalinan. Latihan yang dapat dilakukan ibu hamil untuk memperlancar proses persalinan seperti senam hamil, yoga hamil dan relaksasi. Salah satu latihan yang digemari ibu hamil adalah senam hamil. Senam hamil merupakan suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligamen-ligamen, serta otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan. Melalui latihan yang teratur senam hamil bertujuan untuk menjaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam mempercepat proses persalinan. Senam hamil juga dapat membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan selama kehamilan, letak janin, mengurangi sesak nafas, menguasai teknik-teknik pernafasan dalam persalinan serta memberikan kenyamanan pada ibu saat persalinan sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar (Yuliarti dalam Ekayanthi, I,G, dkk, 2014). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap proses persalinan kala II di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru. Metode penelitian ini adalah observasional (Non eksperimental) dengan rancangan Quasi Eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengikuti latihan senam hamil di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru sebanyak 32 orang. Penggunaan sampel pada penelitian ini 20 orang ibu hamil. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi dengan menggunakan lembar Partograf. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value sebesar 0.025 (p < 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh senam hamil terhadap proses persalinan kala II diPuskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru. Saran bagi tenaga kesehatan Meningkatkan pemberian pelatihan pelaksanaan senam hamil pada ibu hamil agar proses persalinan berlangsung lebih cepat dan bagi ibu Dapat menerapkan pelaksanaan senam hamil secara teratur pada kehamilan berikutnya agar proses persalinan dapat lebih cepat.
PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN BAHAN DASAR TEMPE UNTUK BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMAPULUH KOTA PEKANBARU LILY RESTUSARI; MUHARNI MUHARNI; FITRI FITRI; ALKAUSYARI AZIZ; HESTI ATASASIH
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.414 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.59

Abstract

Masalah gizi pada balita yang diatasi oleh Pemerintah Indonesia belum mampu terlaksana secara optimal atau menghilangkan angka gizi kurang pada balita. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita di Posyandu. (Sakti, 2013). Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah salah satu bentuk kelembagaan yang berperan serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pemberian makanan tambahan di posyandu sebagian besar masih dianggap lemah. Suplai budjet Posyandu untuk pengadaan makanan tambahan terbatas. Untuk itu perlu diciptakan makanan bergizi yang lebih bervariasi yang diperoleh dari bahan makanan lokal, salah satunya adalah tempe. Pengenalan penggunaan tempe kepada masyarakat terutama ibu balita dan kader posyandu akan lebih efektif bila diterapkan sebagai bahan baku atau tambahan dalam pembuatan makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat dan disukai oleh semua kelompok umur dari balita sampai dewasa diantaranya adalah brownies, donat,cake, risoles, pizza,dll. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya variasi menu untuk PMT serta memotivasi kader untuk berwirausaha dalam pemanfaatan dan pengolahan tempe. Metode yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan, pelatihan pembuatan PMT dengan bahan dasar tempe, kunjungan, supervise dan bimbingan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di posyandu wilayah kerja puskesmas Limapuluh, kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil kunjungan dari enam posyandu, posyandu tersebut sudah menunjukkan peningkatan pengetahuan akan pentingnya variasi menu dalam PMT dimana keempat posyandu sudah menerapkan pembuatan makanan tambahan dengan bahan dasar tempe. Walapun masih ada beberapa Posyandu yang belum menerapkannya. Selain itu juga belum ada satupun kader yang sudah mewujudkan dan mengembangkankan pemanfaatan tempe untuk makanan ini dalam bentuk wirausaha.
PENGARUH ISOFLAVON SARI TEMPE KENTAL MANIS TERHADAP PENINGKATAN KADAR ESTRADIOL SERUM PADA IBU PRA MENOPAUSE DI SDN DAN SMPN KECAMATAN SUKAJADI PEKANBARU TAHUN 2016 SURYATNI SURYATNI; YAN SARTIKA; MUKHAMAD ANGWAR
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.748 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.60

Abstract

Penurunan kadar estradiol pada masa pra menopouse menyebabkan berbagai perubahan pada fisik dan psikis. Perubahan yang dirasakan antara lain perubahan pola mestruasi, hot flush (rasa panas), insomnia, depresi, sakit kepala, nyeri tulang dan vagina kering. Untuk mencegah hal ini maka diupayakan aternatif lain yang lebih bersifat natural yaitu dengan memberikan isoflavon alami. Kedelai mengandung isoflavon, salah satu bahan pangan yang terbuat dari kedelai adalah tempe. Pada tempe terdapat empat jenis isoflavon yaitu daidzein, glisitein dan genistein dan antioksidan faktor II (6,7,4- trihidroksi isoflavon). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh isoflavon sari tempe kental manis terhadap peningkatan kadar estradiol serum pada ibu pra menopause di SDN dan SMPN Kecamatan Sukajadi Pekanbaru tahun 2016. Desain penelitian adalah quasy-eksperimen yang bersifat one group pretest-postest, observasional terhadap 13 orang ibu pra menopause di SDN dan SMPN Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, April – November 2016. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan kadar estradiol dilakukan dilaboratorium Awal Bross Pekanbaru dengan metode Architect Estradiol. Uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk, uji pengaruh isoflavon sari tempe kental manis terhadap peningkatan kadar estradiol dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan median kadar estradiol pada pretest adalah 24 (10-114) pg/ml dan median kadar etradiol pada postest adalah 72 (10-191) pg/ml. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian isoflavon sari tempe kental manis terhadap peningkatan kadar estradiol (p= 0,025). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin sering diberikan isoflavon sari tempe kental manis maka semakin tinggi kadar estradiol sehingga dapat mengurangi perubuhan fisik dan psikis pada ibu pra menopause .
FAKTOR RISIKO TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBAN SARI PEKANBARU TAHUN 2016 JURAIDA ROITO HARAHAP; ISROWIYATUN DAIYAH
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.236 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.61

Abstract

Stunting dapat disebabkan kemiskinan dan pola asuh atau pemberian makanan yang kurang baik dari sejak anak dilahirkan yang mengakibatkan anak menjadi pendek. Data Riskesdas 2013 menunjukan prevalensi pendek secara nasional adalah 37,2% yang terdiri dari 18,0% anak sangat pendek dan 19,2% anak pendek. Dampak dari Stunting adalah tidak hanya pada fisik yang lebih pendek, Tetapi juga pada fungsi kognitifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor Risiko terjadinya Stunting pada balita usia 25-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Pekanbaru Tahun 2016. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis observasional dengan desain cros sectional. variabel dalam penelitian ini adalah tinggi badan ibu, berat badan lahir, pemberian ASI Ekslusif, pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI), Inisiasi Menyusui Dini (IMD), lamanya pemberian ASI, Pendidikan ibu. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 25-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Umban Sari Pekanbaru tahun 2016, dilaksanakan mulai bulan April – November 2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, dengan menggunakan Uji Chi Square dan analisa multivariat dengan Uji Regresi Logistik Ganda (Multiple Regresi Logistik). Hasil penelitian ditemukan ada hubungan antara pemberian ASI < 6 bulan dan pemberian MP-ASI < 6 bulan dengan terjadinya stunting. Hasil uji Multivariat ditemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap resiko terjadinya stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Umban Sari adalah pemberian MP-ASI. Diharapkan kepada pimpinan Puskesmas Umban Sari untuk merencanakan program 1000 hari pertama kehidupan dimulai dari masa kehamilan sampai dengan masa nifas agar ibu-ibu memberikan ASI Eklusif dan pemberian MP-ASI > 6 Bulan.
HUBUNGAN PAPARAN TIMBAL AIR SUNGAI SIAK TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTERI DI PEMUKINAN PINGGIRAN SUNGAI SIAK KOTA PEKANBARU TAHUN 2016 LAILIYANA LAILIYANA; ZUCHRAH HASAN; JM. METHA; OKTA VITRIANI
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.716 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v5i2.62

Abstract

Menelusuri beberapa anak Sungai Siak di Kota Pekanbaru akan ditemukan berbagai aktivitas masyarakat perkotaan dan kegiatan industri di sepanjang alirannya. Berdasarkan penelitiantim Rona LingkunganPekanbaru sejaktahun 1996 silam, telah terjadi pencemaran timbal air sungai siak yang melebihi batas aman yaitu 0,03 mg/L (Ariful , 2004). Penelitian ini dilakukan Pada bulan Februari sampai dengan Desember 2016. Jenis Penelitian adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja puteri berusia 11 - 21 tahun yang tinggal di pemukiman pinggiran sungai Siak Kota Pekanbaru, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 96 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar logam berat timbal air sungai Siak di empat titik yang dialiri sungai Siak keseluruhannya melewati ambang batas aman bagi kesehatan penduduk yaitu Siak 1 sebesar 0,132 mg/L, Siak 2 dengan kadar 0,058 mg/L, Pelita pantai 0,086 mg/L, dan Sei Duku 0,188 mg/L. Hasil penelitian terhadap kadar hemoglobin remaja puteri didapatkan rata-rata kadar hemoglobin remaja puteri yang tidak terpapar timbal air sungai Siak sebesar 12,68 gr% dan rata-rata kadar hemoglobin remaja puteri yang terpapar timbal air sungai siak sebesar 12,11 gr%. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna rata-rata kadar hemoglobin antara remaja puteri yang terpapar dengan yang tidak terpapar timbal air sungai Siak (p=0,011).
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK BATITA DI KELURAHAN LIMBUNGAN BARU WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP KARYA WANITA KOTA PEKANBARU TAHUN 2017 Augesti Erisna; Jasmi Jasmi
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 6 No 1 (2017): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.142 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v6i1.63

Abstract

ASI eksklusif berdampak pada perkembangan motorik. ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada enam bulan pertama bahkan pada usia lebih dari enam bulan. Apabila bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif maka risikonya sangat berpengaruh pada kesehatan (kekebalan tubuh) dan tumbuh kembang bayi akan terganggu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi pemberian ASI Eksklusif, Perkembangan motorik dan hubungan pemberian ASI eksklusif dengan Perkembangan Motorik Batita. Metode Penelitian ini yaitu Deskriptif Analitik dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Limbungan Baru Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita Kota Pekanbaru pada bulan Maret - Agustus 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Batita yang terdaftar di Kelurahan Limbungan Baru Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita. Responden dalam penelitian ini berjumlah 41 Batita. Teknik pengambilan sampel secara cluster sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar Batita tidak mendapatkan ASI Eksklusif dengan presentase 53,7%, sebagian besar Batita mengalami perkembangan motorik sesuai dengan presentase 58,5% dan Sebanyak 72,7% Batita tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki perkembangan motorik yang meragukan. Hasil analisa data menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik batita (p=0,000). Diharapkan kepada Bidan di Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan tentang ASI eksklusif pada ibu menyusui dan dapat melakukan deteksi dini gangguan perkembangan.

Page 4 of 23 | Total Record : 224