cover
Contact Name
Dwi Anggorowati Rahayu
Contact Email
dwirahayu@unesa.ac.id
Phone
+6281235407983
Journal Mail Official
jrba@unesa.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Surabaya Jalan Ketintang Gedung C3 Lantai 2 Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya
ISSN : -     EISSN : 26559927     DOI : 10.26740/jrba
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya is a peer-reviewed journal that strives to provide scientific information on the research results which focused on biological science (Ecology, Animal and Botanical Systematics, Microbiology, Zoology, Botany, Biotechnology, and Genetics and Evolution) and biological education (Innovation of Biology Learning, Assessment and Evaluation in Biology, and Media of Biology)
Articles 125 Documents
Aklimatisasi Tanaman Hasil Eksplorasi Tahura R. Soerjo dan Pulau Yamdena di Kebun Raya Purwodadi Apriyono Rahadiantoro; Nita Dwi Indahsari
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p87-91

Abstract

Kebun Raya Purwodadi sebagai lembaga konservasi exsitu yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan terutama dataran rendah kering kembali mengirimkan tim eksplorasi di beberapa kawasan hutan di Indonesia. Tanaman hasil eksplorasi tersebut sebelum menjadi tanaman koleksi membutuhkan proses adaptasi terhadap kondisi lingkungan baru yang dikenal dengan istilah aklimatisasi tanaman. Proses tersebut dapat berlangsung lama dan menjadi salah satu tahapan yang kritis dalam konservasi tumbuhan dikarenakan adanya tingkat kelangsungan hidup tanaman. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat ketinggian hidup tanaman dari Tahura R. Soerjo dan Pulau Yamdena serta mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kelangsungan hidup tanaman di kedua lokasi tersebut berbeda. Tanaman Tahura R. Soerjo memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan Pulau Yamdena. Berdasarkan analisis, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup tanaman pada kedua lokasi tersebut lebih dikarenakan oleh kondisi iklim mikro lokasi asal dibandingkan zona ketinggiannya. Sedangkan untuk jenis material tanaman masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Struktur Komunitas Ordo Anura di Lokasi Wisata Bedengan Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang Sandra Rafika Devi; Luhur Septiadi; Muhammad Prayogi Erfanda; Berry Fakhry Hanifa; Dinda Tinalanisari Firizki; Qoyin Nadhori
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p71-79

Abstract

Amfibi (Ordo Anura) merupakan bagian dari komponen ekosistem yang memiliki peranan sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Ordo Anura di Lokasi Wisata Bedengan daerah Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan purposive sampling melalui  jalur akuatik yang dibagi menjadi 2 zona yaitu 300×5 meter di bagian atas jembatan dan 300×5 meter di bagian bawah jembatan. Penelitian dilakukan sebelum musim penghujan, penghujan awal, dan penghujan, pada bulan Oktober-Desember 2018. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kepadatan dan kepadatan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaempat famili yang berhasil diidentifikasi yang meliputi Famili Ranidae, Bufonidae, Microhylidae, dan Megophrydae.  Perhitungan indeks keanekaragaman di Bedengan menunjukkan nilai yang rendah yakni sebesar 0,96. Kepadatan dan kepadatan relatif mengalami kenaikan dimulai dari sebelum penghujan, penghujan awal dan pada saat musim penghujan, akan tetapi keanekaragaman mengalami fluktuasi.
Produksi Inokulum Vesikular Arbuskular Mikoriza pada Inang Sorghum bicolor (L.) Moench dengan Variasi Jenis Inokulum dan Pupuk NPK Nisa Raudatul Auli; Rina Sri Kasiamdari
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p80-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi antara jenis inokulum Vesikular Arbuskular Mikoriza (VAM), kandungan NPK, dan umur tanaman yang paling efektif dalam produksi inokulum. Tanaman inang menggunakan Sorghum bicolor yang merupakan anggota dari famili Poaceae yang memiliki sistem perakaran yang luas, jumlah akar banyak, dan tumbuh dengan cepat sehingga berpotensi sebagai inang VAM yang kompatibel. Penelitian ini menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktorial 2x2x2 meliputi jenis mikoriza yang digunakan yaitu Glomus aggregatum (G) dan campuran Glomus aggregatum dan Gigaspora margarita (C). Konsentrasi NPK, yaitu NPK grower 15-9-20 (P9) dan Growmore 20-20-20 (P20). Umur tanaman 6 minggu dan 9 minggu. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi tinggi tanaman, berat kering batang dan akar, persen kolonisasi dan jumlah spora VAM. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil, tanaman dengan inokulum campuran VAM dengan P20 menghasilkan tinggi tanaman dan berat kering batang dan akar tertinggi. Inokulum campuran mempunyai persen kolonisasi dengan nilai yang paling tinggi, sedangkan inokulum tunggal (Glomus aggregatum) dengan P rendah menghasilkan produksi spora paling tinggi. Inokulum campuran VAM dan P9 lebih baik dalam produksi inokulum, baik berupa akar terkolonisasi maupun spora.
Optimasi Waktu Induksi dalam Mengekspresikan Gen Proinsulin secara Intraseluler Menggunakan Inang Pichia pastoris Efrida Martius; Febraska Laoditta; Dewi Yustika Sofia; Anis Herliyanti Mahsunah
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p26-35

Abstract

Gen proinsulin telah berhasil diinsersi pada galur Pichia pastoris X33, GS115 dan KM71H pada penelitian sebelumnya, namun masih memerlukan optimasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ekspresi galur P. pastoris dan waktu induksi yang optimal dalam mengekspresikan proinsulin. Ekspresi proinsulin dilakukan pada suhu 20 °C selama 120 jam untuk pemilihan galur terbaik. Variasi lama induksi yang digunakan adalah 0, 24, 48, 72, 96, 120 dan 144 jam untuk mengetahui waktu induksi optimal. Kultur kemudian dilisis, dielektroforesis menggunakan Tricine SDS PAGE dan divisualisasikan dengan pewarnaan perak. Berdasarkan ketebalan pita yang terbentuk pada gel elektroforesis, galur X33-X2 menghasilkan proinsulin terbanyak dibandingkan GS115-G11 dan KM71H-K4.. Ekspresi proinsulin optimal pada 120 jam dan mengalami penurunan proinsulin pada waktu induksi 144 jam akibat akumulasi metanol. Galur X33-X2 merupakan inang terbaik dan waktu induksi 120 jam merupakan waktu induksi optimal dalam mengekspresikan proinsulin secara intraseluler. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan produksi insulin di Indonesia.
Difference of Red Blood Cell Count (RBC) Levels in Diabetes Mellitus Type II with Ulcers and without Ulcers Miftahul Mushlih
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p6-10

Abstract

Type II diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder that has potential causing ulcer complications. Ulcers occur due to peripheral vascular abnormalities and trauma. The occurrence of ulcers allows differences in the hematology characteristics in sufferers. This study aimed to determine the comparison of the blood picture between T2DM with ulcers and T2DM without ulcers. This was analytical descriptive research using 29 samples (10 T2DM samples with ulcers and 19 T2DM samples without ulcers). A complete blood test was performed using Sysmex Kx-21N hematology analyzer. Data were analyzed using Independent T-test and Mann-Whitney U depends on the normality. Normality was done using Shapiro Wilk (Confident Level: 95%). The results of this study indicated that Red blood cell count (RBC) and Hemoglobin Count (HGB) differ significantly between T2DM with ulcers and T2DM without ulcers (p: 0.012 and 0.006). The identification of HGB levels was highly recommended to get proper treatment in T2DM.
Karakterisasi Enzim Amilase dari Bakteri Bacillus megaterium pada Variasi Suhu, pH dan Konsentrasi Substrat Dina Istia'nah; Ulfah Utami; Ahmad Barizi
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p11-17

Abstract

Bacillus megaterium merupakan salah satu mikroorganisme potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase. Karakterisasi enzim amilase dapat membantu mengetahui kondisi optimum enzim saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik enzim amilase yang dihasilkan oleh Bacillus megaterium pada variasi suhu, pH dan konsentrasi substrat. Karakterisasi enzim ditentukan dengan menguji aktivitas enzim pada 3 variasi yakni variasi suhu dengan menggunakan pH netral, variasi pH yang dilakukan pada kondisi suhu optimum hasil perlakuan sebelumnya dan variasi konsentrasi substrat YPSs yang dilakukan pada kondisi suhu dan pH optimum hasil perlakuan sebelumnya. Data aktivitas enzim amilase dianalisis secara deskriptif dengan menentukan nilai aktivitas enzim amilase tertinggi pada setiap perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bacillus megaterium mampu menghasilkan enzim amilase. Indeks Aktivitas Amilase (IAA) Bacillus megaterium sebesar 2,35 mm. Secara kuantitatif aktivitas enzim amilase ditentukan dengan metode DNS yang untuk mengukur kadar gula reduksi yang diproduksi oleh mikrob dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Ekstrak kasar enzim amilase yang diproduksi oleh Bacillus megaterium memiliki karakteristik pada suhu 37oC dengan aktivitas enzim sebesar 1,279 U/mL, sedangkan karakteristik pH berada pada pH 5,0 dengan aktivitas enzim sebesar 1,241 U/mL dan karakteristik konsentrasi substrat berada pada konsentrasi 1,50% dengan aktivitas enzim sebesar 0,548 U/mL.
Antibacterial Activity of Beluntas (Pluchea indica L.) Leaves Extract using Different Extraction Methods Kinanti Ayu Puji Lestari; Putri Priliawati Pranoto; Sofiyah Sofiyah; Majidah Musyirah; Faizatin Isnaini Pratiwi
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n2.p49-54

Abstract

Escherichia coli and Bacillus subtilis are bacteria that cause disease in the digestive tract. Pluchea indica L. had the pharmacological activity of antiseptic power against bacteria that cause digestive tract infections because of contained antibacterial compounds. The study on the comparison of extraction methods will enable the public to choose a better extraction method to use as an antibacterial agent. This study aimed to identify the content of antibacterial compounds in Pluche indica L. and to determine the antibacterial ability of Pluche indica L. extract using maceration, percolation, and soxhletation methods. The results showed that Pluchea indica L. contains flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The highest diameter inhibition of Escherichia coli and Bacillus subtilis was obtained from Pluchea indica L. leaves extract extracted by using the Soxhletation method.
Uji Antagonisme Beberapa Fungi Endofit pada Tanaman Kentang terhadap Fusarium oxysporum secara In Vitro Izzatinnisa' Izzatinnisa'; Ulfah Utami; Ahmad Mujahidin
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p18-25

Abstract

Pemanfaatan fungi endofit merupakan salah satu alternatif untuk mengendalikan Fusarium oxysporum pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antagonisme fungi endofit hasil isolasi dari tanaman kentang terhadap F. oxysporum secara in vitro. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dan eksperimen. Fungi endofit dan F. oxysporum diisolasi dengan metode direct platting, selanjutnya dilakukan pemurnian dan identifikasi fungi. Fungi endofit yang terpilih, dilakukan uji antagonisme terhadap F. oxysporum secara in vitro dengan metode dual culture. Persentase hambatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan empat isolat fungi endofit berhasil diisolasi dari jaringan daun tanaman kentang yaitu Mucor sp.1, Mucor sp.2, Neoscytalidium sp., dan Aspergillus sp. Fungi patogen hasil isolasi yaitu F. oxysporum. Uji antagonisme dengan metode dual culture menunjukkan semua fungi endofit mampu menghambat pertumbuhan F. oxysporum pada tanaman kentang dengan persentase hambatan yang bervariasi, yaitu Neoscytalidium sp. (73,09%), Mucor sp.2 (70,88%), Mucor sp.1 (59,84%) dan Aspergillus sp. (66,06%). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari perlakuan yang diberikan (p=0,001). Dengan demikian, fungi endofit hasil isolasi memiliki potensi dalam menghambat fungi patogen tanaman kentang.
Effectiveness of Apu-Organic Liquid Fertilizer (Pistia stratiotes L.) on Ipomoea reptans Poir. Growth Ambar Pratiwi; Arni Isma Nurrohmi
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n2.p55-63

Abstract

Fertilization uses organic fertilizers made of Apu-apu (Pistia stratiotes L.) can support nutrient availability there by increasing soil fertility. P. stratiotes L. contains nutrients but in elemental form that is not yet available. So far, the abundance of P. stratiotes L. has not been utilized properly by the society, hence that research is needed to make liquid organic fertilizer P. stratiotes L. by fermentation. The purpose of this study was to determine the increase in the growth of Ipomoea reptans Poir. by giving apu-apu liquid organic fertilizer and determine the optimum concentration of liquid organic fertilizer for apu-apu for the growth of ground water spinach. This research was conducted at the Kemusuh Green House, Banyurejo, Tempel, Sleman. The independent variable used was the POC concentration of Apu-apu plants with five replications and six levels of treatment (K = 0%, P1 = 4%, P2 = 8%, P3 = 12%, P4 = 16% and P5 = 20%). The data obtained were analyzed using ANOVA followed by the Duncan Test. Apu-apu liquid organic fertilizer contains elements C (4.6%), N (0.07%), P (0.09%) and K (0.07%). The application of liquid organic fertilizer made from apu-apu has an effect on the growth of water spinach on the parameters of the number of leaves, leaves width, fresh weight and chlorophyll content. The conclusion obtained from the results of this study is that the application of liquid organic fertilizer apu-apu provides an increase in the growth of ground water spinach.
Komunitas Bivalvia yang Berasosiasi dengan Kerang Lentera (Brachiopoda: Lingulata) di Zona Intertidal Selat Madura Rakmawati Rakmawati; Reni Ambarwati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p36-41

Abstract

Kerang lentera merupakan salah satu makrobentos penyusun ekosistem intertidal berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas bivalvia yang yang berasosiasi dengan kerang lentera di zona intertidal Selat Madura. Sampling dengan menggunakan metode simple random sampling pada lima lokasi yang telah ditentukan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Kwanyar-Bangkalan, dan Kabupaten Pamekasan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai 15 spesies anggota kelas Bivalvia yang memiliki ko-eksistensi dan berasosiasi dengan kerang lentera (Brachiopoda) yang berasal dari famili Arcidae, Veneridae, Solenidae, Cardiidae, Lucinidae, Lasaeidae, Laternulidae, Mactridae, dan Tellinidae. Koreamya sp. merupakan spesies yang berasosiasi komensalisme dengan kerang lentera (Brachiopoda: Lingulata).

Page 7 of 13 | Total Record : 125