cover
Contact Name
Dwi Anggorowati Rahayu
Contact Email
dwirahayu@unesa.ac.id
Phone
+6281235407983
Journal Mail Official
jrba@unesa.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Surabaya Jalan Ketintang Gedung C3 Lantai 2 Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya
ISSN : -     EISSN : 26559927     DOI : 10.26740/jrba
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya is a peer-reviewed journal that strives to provide scientific information on the research results which focused on biological science (Ecology, Animal and Botanical Systematics, Microbiology, Zoology, Botany, Biotechnology, and Genetics and Evolution) and biological education (Innovation of Biology Learning, Assessment and Evaluation in Biology, and Media of Biology)
Articles 126 Documents
Pemberian EM4 (Effective Microorganisme 4) Hasil Kultur dalam Media yang Berbeda pada Pakan untuk Budi daya Lele (Clarias sp.) Mohhamad Yunus Anis; Dyah Hariani
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p1-8

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak diminati di Indonesia dan terjadi peningkatan produksinya setiap tahun. Untuk itu, terus dipacu peningkatan produksi ikan lele. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ikan lele yaitu melalui pemberian EM4 (Effective microorganism 4) pada pakan. EM4 yang digunakan berisi Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae. EM4 dikultur dalam media yang dibuat dari molase, bekatul, susu sapi, buah nanas, kunyit putih, temulawak, jahe merah dan air kelapa. EM4 hasil kultur dalam media disebut sebagai fermentor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian EM4 hasil kultur dalam media yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan spesifik/spesific growth rate (SGR), rasio konversi pakan/feed conversion ratio (FCR) dan tingkat kelangsungan hidup/survival rate (SR) benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas A (pakan komersial), B (pakan+10% EM4), C (pakan+10% fermentor 1), D (pakan+10% fermentor 2) dan E (pakan+10% fermentor 3), setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pakan difermentasi selama 1-3 hari sebelum pakan diberikan kepada benih ikan lele ukuran panjang 7-9 cm. Data dianalisis menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EM4 hasil kultur dalam media yang berbeda pada pakan berpengaruh secara signifikan terhadap SGR, FCR dan SR benih ikan lele (P<0,05). Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan E (pakan+10% fermentor 3) dengan nilai SGR sebesar 5,91±0,04%, FCR sebesar 0,88±0,045 dan SR sebesar 73,50±1,91%.
Pengembangan LKPD Berbasis Search, Solve, Create and Share (SSCS) untuk Melatih Keterampilan Proses Sains pada Materi Arthropoda Kelas X SMA Amanda Ivana Sanchia; Ulfi Faizah
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p9-17

Abstract

Keterampilan proses sains dapat dilatihkan dengan menerapkan konsep biologi yang berorientasi pada pendekatan saintifik untuk mengembangkan kompetensi ilmiah. Pada proses pembelajaran Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) sangat penting guna menunjang aktivitas pembelajaran peserta didik. Arthropoda merupakan kelompok hewan invertebrata yang sering dijumpai di sekitar kita dan merupakan salah satu materi yang dipelajari di Biologi kelas X. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan LKPD berbasis Search, Solve, Create and Share (SSCS) pada materi Arthropoda yang layak secara teoretis yang ditinjau dari hasil validitas dan layak secara empiris yang ditinjau dari aktivitas peserta didik, hasil belajar peserta didik, dan respons peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model 4D (define, design, develop, disseminate). Tahap pengembangan dilaksanakan di Jurusan Biologi selanjutnya diujicobakan kepada 20 peserta didik MAN Sidoarjo dengan rancangan one group pre test-post test. Variabel penelitian ini meliputi validitas, kepraktisan ditinjau dari aktivitas peserta didik dan respons peserta didik, dan keefektifan ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik dianalisis menggunakan gain score. Penelitian pengembangan LKPD berbasis SSCS berdasarkan aspek validitas memperoleh modus dengan kategori sangat valid. Penilaian berdasarkan aktivitas peserta didik memperoleh nilai 96.66% dengan kategori praktis artinya hampir semua peserta didik melakukan kegiatan pada LKPD berbasis SSCS dan respons peserta didik memperoleh nilai 96.95% dengan kategori sangat praktis. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis SSCS materi Arthropoda untuk melatihkan keterampilan proses layak secara teoretis dan empiris.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Burung di Kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya Kabupaten Kediri Jawa Timur Eka Yosida Wulandari; Sunu Kuntjoro
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p18-25

Abstract

Cagar Alam Besowo Gadungan yang terletak di Kabupaten Kediri merupakan salah satu dari delapan belas wilayah cagar alam yang ada di provinsi Jawa Timur. Cagar alam ini termasuk dalam kawasan konservasi dengan tipe ekosistem hutan hujan tropis daratan rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat keanekaragaman, menganalisis kelimpahan jenis burung dan mengevaluasi daya dukung lingkungan di kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah jalur transek dengan menentukan lima stasiun pengamatan. Pengambilan data dilakukan enam kali pada bulan Maret 2018 serta dua kali pengamatan yaitu pagi dan sore pukul 07.00-10.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB. Burung yang dijumpai diidenitifikasi berdasarkan ciri morfologi dan jumlah. Berdasarkan ciri dan jumlah akan dihitung menggunakan indeks keanekragaman Shannon-Wienner dan kelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan terdapat 38 jenis burung dengan indeks keanekeragaman 2,64 kategori sedang. Jenis yang paling melimpah adalah Collocalia linchi (38,20%), Pycnonotus aurigaster (10,11%) dan Pericrocotus cinnamomeus (5,62%). Vegetasi yang mendukung keberadaan burung pada kawasan ini adalah Albizia chinensis, Aleurites moluccanus, Alstonia scholaris, Altingia excelsa, Coffea arabica, Hopea odorata, Ficus annulata, Ficus benjamina dan Pinus merkusii. Faktor fisik yang mendukung kehadiran burung pada pagi hari hingga sore hari suhu rata-rata 25,9-28,9ºC; kecerahan sebesar 1833,77-2279,68 Lux dan kelembaban udara 56,23-60,97%.
Aktivitas Sellulolitik Fungi Indigenus pada Fermetoge: Pakan Fermentasi Hewan Ruminansia Terbuat dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Tongkol Jagung (Zea mays) Isnawati Isnawati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p26-31

Abstract

Eceng gondok dan tongkol jagung tergolong bahan bersellulosa. Pada campuran kedua bahan itu terdapat mikroba indigenus. Tujuan pertama riset ini untuk mengetahui aktivitas sellulolitik fungi indigenus yang terdapat pada fermetoge, pakan fermentasi dari campuran eceng gondok dan tongkol jagung. Eceng gondok dipotong dan tongkol jagung dihancurkan sampai berukuran sekitar 1-2 cm, dikukus, dan difermentasi secara alamiah menggunakan mikroorganisme indigenus. Mikroorganisme tersebut diisolasi dari pakan tersebut setiap hari selama 15 hari selama fermentasi berlangsung. Selanjutnya,isolate yang diperoleh dimurnikan, dikarakterisasi, dan diidentifikasi. Terdapat 10 fungi indigenus dalam pakan. Berdasarkan observasi karakteristik mikroskopik dan makroskopik fungi-fungi tersebut meliputi  Aspergillus sp1, Rhizopus sp1, Aspergillus terreus, Mucor sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus niger, Trichoderma sp1, Aspergillus flavus, Aspergillus sp3, dan Penicillium sp1. Uji aktivitas sellulolitik pada medium spesifik CMC memaparkan bahwa Mucor Sp1, Rhizopus sp1 dan Trichoderma sp1 adalah tiga fungi dengan aktivitas sellulolitik tinggi, karena membentuk zona halo yang luas pada permukaan media setelah diwarnai dengan Congo red 2%.
The Students Worksheet Development on Fungi Based on The Plus KWLs Strategy to Train the Metacognitive Skills Indrie Dwi Andarwati; Endang Susantini; Ahmad Basri
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p32-39

Abstract

The objective of this research was to produce worksheet of fungi material based on Plus KWLs strategy to train the metacognitive skills seen at the effectiveness. The type of this research was a development with a 3D research design that was shortened into define, design and development. The subjects of this study were students of class X MIA 1. Instruments used in this study was test. Based on the effectiveness of worksheet based on Plus KWLs strategy was obtained from pre and posttest result which have been tested from the positive value sensitivity. This worksheet can be used to train the metacognitive skills by very good criteria that were determining the level of confidence and score. It can be concluded that the worksheet based Plus KWL ˜s is very effective to train metacognitive skills
Training Students Attitudes in Environmental Science Course Through Lesson Study Fida Rahmadiarti; Sunu Kuntjoro; Widowati Budijastuti
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p40-46

Abstract

The core competences of Environmental Sciences are to communicate and to understand the concepts of natural resources and environment, to solve related problems, and to have an environmental awareness. An effective effort is needed to train the environmental awareness. The purposes of this research were to evaluate how to train the attitudes of biology education study program students in the second semester who were taking the environment knowledge lecture. This research was quantitative and qualitative interpretation research by observing the learning process of Biology education students through lesson study. The research stages consisted of plan, do, and see in two cycles. The collected data included the results of observation on the learning process by the observer, the lecturers assessment related to the skills and attitudes during the learning process, and the students self-assessment on their attitudes. The data were analyzed descriptively. The research revealed that the students learned actively, they cooperated within groups, the class cleanliness was an indicator of attitude to environmental awareness because the lecturers always reminded the students related to the indicators of keeping the environment clean and treating garbage, the learning resources used challenged the students to work and discuss. The students attitudes towards environmental awareness are categorized as good-very good, the results of the lecturers assessment of the attitudes are categorized as good, and results of the students presentation skills are categorized as good-very good.
Prevalensi Kejadian Aglutinasi Spermatozoa Rattus norvegicus Strain Wistar Albino yang Diberi Paparan Antibiotik Kanamycin Muhammad Saka Abeiasa
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p1-5

Abstract

Kelompok antibiotik dari golongan aminoglikosida seperti kanamycin dan gentamycin menyebabkan kesalahan penerjemahan dan efek inhibisi pada proses translokasi t-RNA dan m-RNA bakteri. Dilaporkan bahwa toksisitas kanamycin dapat meningkat seiring dengan peningkatan dosis yang diterima. Hal ini dapat berakibat penurunan jumlah dan kecacatan spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antibiotik kanamycin terhadap prevalensi kejadian aglutinasi spermatozoa. Jumlah aglutinasi spermatozoa dihitung menggunakan agglutination grade WHO. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan model post-test-only control group design dengan variabel independen yaitu kanamycin dosis bertingkat dan variabel dependen yaitu jumlah aglutinasi spermatozoa. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan  dilanjutkan dengan  uji lanjut Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kanamycin dosis bertingkat berpengaruh terhadap prevalensi kejadian aglutinasi spermatozoa. Peningkatan jumlah aglutinasi seiring dengan peningkatan dosis yang diterima.
Jenis-jenis Gulma Pada Kebun Tebu di Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur: Kelompok Eudikotiledon Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p47-53

Abstract

Agroekosistem perkebunan tebu tidak akan pernah lepas dari kehadiran gulma sebagaimana telah dipaparkan oleh Backer dalam Atlas of 220 weeds of sugarcane fields in Java pada tahun 1973. Hingga saat ini, informasi mengenai gulma-gulma di perkebunan tebu belum terhimpun secara utuh sedangkan kehadiran gulma-gulma terkini semakin banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi jenis-jenis gulma perkebunan tebu di lima desa yang terletak di Kecamatan Asembagus dilakukan menggunakan metode jelajah. Sebanyak 97 jenis gulma kebun tebu yang termasuk ke dalam 27 suku ditemukan di Kecamatan Asembagus. Sepuluh jenis di antaranya belum dicatat oleh Backer sebagai gulma pada kebun tebu.
Keanekaragaman Burung di Kawasan Hutan Mangrove Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Muhammad Musthofa Mubarrok; Reni Ambarwati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p54-63

Abstract

Kawasan hutan Mangrove Banyuurip Ujungpangkah Gresik memiliki potensi dalam mendukung keanekaragaman burung, namun terjadi penurunan dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung, menganalisis keanekaragaman dan kemelimpahan burung serta mendeskripsikan daya dukung lingkungan terhadap keanekaragaman burung di kawasan hutan mangrove Banyuurip. Sampling menggunakan pendekatan birdwatching dengan metode jelajah dengan berjalan sesuai jalur transek yang telah ditentukan sepanjang ± 150 meter yang terbagi menjadi tiga titik pengamatan. Keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kemelimpahan dianalisis berdasarkan kemelimpahan relatif, dan daya dukung lingkungan dianalisis berdasarkan vegetasi dan faktor fisik lingkungan yang meliputi suhu dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Hutan Mangrove Banyuurip terdapat 35 jenis burung yang termasuk 20 famili dan delapan ordo, yaitu Anseriformes, Apodiformes, Charadriiformes, Ciconiiformes, Columbiformes, Coraciiformes, Passeriformes, dan Piciformes dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,3 yang termasuk dalam kategori sedang. Jenis burung yang paling melimpah adalah kuntul kecil (Egretta garzetta) sebesar 39,25%, blekok sawah (Ardeola speciosa) sebesar 14%, dan walet linci (Collocalia linchi) sebesar 7,8%. Selain itu, diketahui tujuh jenis vegetasi yang dominan dimanfaatkan dan mendukung keberadaan burung, yaitu Avicennia marina, Azadirachata indica, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Calotropis gigantea, Morinda citrifolia, dan Pluchea indica. Kawasan hutan mangrove Banyuurip dapat mendukung kehidupan burung, bahkan di kawasan ini ditemukan enam jenis burung dalam status dilindungi.
Perbandingan Morfologi Adipose-Derived Stem Cells asal Donor Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Medium Mengandung Platelet-Rich Plasma dan Fetal Bovine Serum Karina Karina; Imam Rosadi; Siti Sobariah; Iis Rosliana; Komang A Wahyuningsih; Tias Widyastuti; Irsyah Afini
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p64-70

Abstract

Salah satu terapi luka pada diabetes melitus tipe 2 adalah terapi sel punca. Lingkungan mikro bagi sel termasuk sel punca, dapat rusak akibat komplikasi dari diabetes. Lingkungan mikro yang rusak tersebut dapat menyebabkan penuaan (senescent) dini pada sel punca. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh morfologi adipose-derived stem cells (ADSCs) dari donor diabetes mellitus tipe 2 dalam medium yang mengandung platelet-rich plasma (PRP). Tahapan studi yang dilakukan yaitu menghitung variasi densitas awal ADSCs. Densitas awal untuk kultur ADSCs adalah 5,000; 10,000; dan 20,000 sel pada setiap kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa morfologi ADSCs dalam medium PRP umumnya lebih kecil dibandingkan morfologi ADSCs dalam medium FBS pada berbagai jumlah densitas awal ADSCs yang dikultur. Morfologi ADSCs kelompok PRP didapatkan semakin kecil luas morfologinya pada densitas kultur awal sel yang besar (20,000 = 0,014 mm2; 10,000 = 0,016 mm2; 5,000 = 0,018 mm2) begitu juga kelompok FBS (20,000 = 0,032 mm2; 10,000 = 0,032 mm2; 5,000 = 0,036 mm2). Luas ukuran ADSCs yang dikultur menggunakan FBS jauh lebih besar dibandingkan PRP dan berbeda bermakna pada densitas jumlah sel awal yang dikultur sebanyak 20,000 sel (p <0,05). Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa morfologi ADSCs yang dikultur dengan kerapatan densitas 20,000 sel dalam medium PRP memiliki ukuran sel yang lebih kecil secara signifikan dibandingkan medium FBS.

Page 6 of 13 | Total Record : 126