cover
Contact Name
Juliandi Harahap
Contact Email
juliandiharahap@yahoo.com
Phone
+6285358792636
Journal Mail Official
scripta@usu.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine Universitas Sumatera Utara, Jalan dr. T. Mansur No. 5, Kampus USU, Medan 20155, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
ISSN : 20888686     EISSN : 26860864     DOI : https://doi.org/10.32734/scripta.v1i2
Core Subject : Health,
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal is a journal aimed to provide a forum for publishing scientific articles in the field of medical or health science. The main focus of SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal is tropical medicine and oncology medicine also the rest of medical fields as the additional focus. To achieve its aim, SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal publishes research articles, review articles, and case reports especially manuscript with a regional or national data to raise the interest of the reader in tropical medicine or oncology medicine as the main focus and the rest of medical fields as the addition focus.
Articles 148 Documents
Hubungan Stroke Iskemik dengan Gangguan Fungsi Kognitif di RS Universitas Sumatera Utara Ramadhani, Salsa Shafira; Hutagalung, Haflin Soraya
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i1.3373

Abstract

Background: Stroke is a major health problem worldwide, especially in Asia, which has more than 60% of the world’s population. Besides causing a health problem, stroke is also an economic and social burden in low and middle-income countries. Stroke may cause cognitive impairment, thus cognitive assessment in stroke survivors is important in addition to determine the treatment aimed at improving cognitive function following a stroke. Objectives: This study aims to determine the association between gender, age, and duration of education and cognitive impairment of post-stroke patients at Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Methods: This study is an analytical research study using a cross-sectional design with a total of 24 respondents selected by consecutive sampling. Data collection was done by using medical records and interviewing the MoCA-Ina questionnaire to respondents. Results: On the analysis of chi-square obtained, gender value p = 0.673 indicating there is no association between gender and cognitive impairment, age (p = 0.035) and duration of education (p = 0.013) indicating there is an association between age as well as the duration of education and cognitive impairment of post-ischemic stroke patients. Conclusion: There is an association between age as well as the duration of education and cognitive impairment, whereas gender does not show association with cognitive impairment in post-ischemic stroke patients. Keywords: cognitive function, ischemic stroke, MoCA-Ina, post ischemic stroke     Latar Belakang: Stroke merupakan masalah kesehatan utama di dunia terutama di Benua Asia dengan penduduk lebih dari 60% populasi dunia. Selain menimbulkan masalah kesehatan stroke juga menjadi beban ekonomi dan sosial di negara yang berpendapatan rendah dan menengah. Stroke dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif sehingga pemeriksaan fungsi kognitif pada pasien stroke merupakan hal yang penting untuk dapat menentukan penanganan selanjutnya yang bertujuan memperbaiki fungsi kognitif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis kelamin, usia dan lama pendidikan dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien pasca stroke iskemik di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain penelitian potong lintang dengan sampel penelitian pasien pasca stroke iskemik di poliklinik saraf di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dipilih dengan metode consecutive sampling sebanyak 24 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rekam medik serta wawancara menggunakan kuisioner MoCA-Ina kepada responden. Hasil: Pada analisis uji chi square didapatkan jenis kelamin (p = 0,673) tidak berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien pasca stroke, sedangkan usia (p = 0,035) dan lama pendidikan (p = 0,013) menunjukkan hubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien pasca stroke iskemik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan lama pendidikan dengan gangguan fungsi kognitif, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan adanya hubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien pasca stroke iskemik. Kata kunci: fungsi kognitif, MoCA-Ina, pasca stroke iskemik, stroke iskemik
Pengaruh Terapi Antituberkulosis Fase Intensif Terhadap Status Gizi Penderita Tuberkulosis Anak di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2018 Fadila, Yuriza; Meirina, Fathia
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3374

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is one of the 10 main causes of death from infectious diseases. Indonesia is among the 3 countries with the highest TB incidence in the world. The proportion of pediatric TB patients in North Sumatra Province is 2%. Antituberculosis therapy is a treatment used in TB patients. Successful diagnosis and treatment can prevent millions of deaths each year. Low endurance and malnutrition are factors that influence the possibility of someone becoming a TB patient. This situation can disrupt growth in children. Child growth can be monitored through nutritional status assessments. Objectives: This study aims to determine the effect of intensive phase antituberculosis therapy on the nutritional status of children with tuberculosis in Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2018. Methods: This study uses an observational analytic method using a retrospective cohort design, using secondary data derived from medical records at Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2018. Data obtained will then be processed and analyzed by the Wilcoxon test using a data processing program. The Wilcoxon test had a significant result (p = 0.001). Results: The mean increase in nutritional status after being given antituberculosis therapy in the age group of children 0-1 years and >1-5 years is a good nutritional status. The mean weight gain after being given antituberculosis therapy in the age group of children 0-1 years was 7.81 kg and >1-5 years was 15.32 kg. The pattern of a child's weight gain after reaching antituberculosis during the intensive phase has increased. Conclusion: In this study, it was found that antituberculosis therapy affected the nutritional status of children with tuberculosis during the intensive phase. Keywords: antituberculosis therapy, child growth, childhood TB, infectious disease   Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian dari golongan penyakit infeksi. Indonesia termasuk 3 negara dengan angka kejadian TB tertinggi di dunia. Proporsi pasien TB anak di Provinsi Sumatera Utara sebesar 2%. Terapi OAT merupakan tatalaksana yang digunakan pada pasien TB. Diagnosis dan pengobatan yang berhasil dapat mencegah jutaan kematian setiap tahunnya. Daya tahan tubuh yang rendah dan malnutrisi merupakan faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB. Keadaan ini dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Pertumbuhan anak dapat dipantau melalui penilaian status gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi antituberkulosis fase intensif terhadap status gizi penderita tuberkulosis anak di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan menggunakan desain kohort retrospektif, menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medik di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2018. Data yang diperoleh selanjutnya akan diolah dan dianalisis dengan uji Wilcoxon menggunakan program pengolahan data. Uji Wilcoxon memiliki hasil yang signifikan (p = 0,001). Hasil: Rerata peningkatan status gizi setelah diberikan terapi antituberkulosis pada kelompok usia anak 0-1 tahun dan > 1-5 tahun adalah berstatus gizi baik. Rerata peningkatan berat badan setelah diberikan terapi antituberkulosis pada kelompok usia anak 0-1 tahun adalah 7,81 kg dan > 1-5 tahun adalah 15,32 kg. Pola kenaikan berat badan anak setelah terapi antituberkulosis selama fase intensif mengalami peningkatan. Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan bahwa terapi antituberkulosis berpengaruh terhadap status gizi anak penderita tuberkulosis selama fase intensif. Kata Kunci: penyakit infeksi, pertumbuhan anak, TB anak, terapi OAT
Hubungan Kadar Hemoglobin Pada Ibu di Trimester III Kehamilan Dengan Kejadian Perdarahan Pascapersalinan di RSUP Haji Adam Malik Medan Paramita, Bella Fitriah; Sukatendel, Khairani
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3375

Abstract

Background: The maternal mortality rate in Indonesia in 2015 according to the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) is still high at 305 per 100,000 live births. The highest cause of maternal mortality since the last decade is due to bleeding which is 30.3% and postpartum hemorrhage is the most frequent obstetric bleeding. One of the risk factors is anemia in pregnancy. Objectives: This study aims to determine the relationship between hemoglobin levels in mothers in the third trimester of pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage in RSUD Haji Adam Malik Medan. Methods: This study was an analytical research study with a case-control design, using secondary data derived from medical records at RSUP Haji Adam Malik Medan in 2017 – 2018. The study sample was determined using a purposive sampling method of all medical record data that met the study criteria and then analyzed using the chi-square test. Results: From 36 mothers had postpartum hemorrhage (case group) was found that mothers who had experienced postpartum hemorrhage with anemia (Hb < 11 g/dl) in the third trimester of pregnancy as many as 30 people (83,3%) and which had normal Hb (Hb > 11 g/dl) in the third trimester of pregnancy as many as 6 people (16,7%). From the chi-square test had a significant result (p= 0.000; OR = 7.000). Conclusion: There is an association between hemoglobin levels in mothers in the third trimester of pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage. Keywords: hemoglobin levels, postpartum hemorrhage, vaginal delivery   Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Indoensia pada tahun 2015 masih tinggi yaitu sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu tertinggi sejak satu dekade terakhir adalah karena perdarahan yaitu sebesar 30,3% dan perdarahan pascapersalinan adalah perdarahan obstetri yang paling sering terjadi. Salah satu faktor penyebabnya adalah anemia pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin pada ibu di trimester III kehamilan dengan kejadian perdarahan pascapersalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control, menggunakan data sekunder yaitu rekam medik di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2017 – 2018. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling dari seluruh data rekam medik ibu dengan persalinan spontan pervaginam yang memenuhi kriteria penelitian lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari 36 ibu dengan persalinan spontan pervaginam yang mengalami perdarahan pascapersalinan (data kasus) ditemukan bahwa ibu dengan persalinan spontan pervaginam yang mengalami perdarahan pascapersalinan dengan kadar Hb < 11 g/dl di trimester III kehamilannya sebanyak 30 orang (83,3%) dan yang dengan kadar Hb > 11 g/dl di trimester III kehamilannya sebanyak 6 orang (16,7%). Uji chi-square menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,000; = 7,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin pada ibu di trimester III kehamilan dengan kejadian perdarahan pascapersalinan. Kata Kunci: kadar hemoglobin, perdarahan pascapersalinan, persalinan spontan pervaginam
Hubungan Pengetahuan Anak tentang Cuci Tangan dengan Kejadian Diare di Desa Panobasan Harahap, Nurul Wahida; Arto, Karina Sugih; Supriatmo; Dalimunthe, Dina Arwina
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i1.3392

Abstract

Background: Diarrhea is a condition in which feces are discharged from the bowel in loose consistency or even liquid form, and the frequency is usually more often ( usually three times or more) in one day. Non-hygienic lifestyles, such as not washing hands before consuming food and after doing activities can cause negative impact to health, particularly the occurrence of diseases that related to poor sanitation, such as diarrhea. The prevalence are more common by 10 % in rural areas compared to 7.4% in urban areas. Incidence rate in diarrhea tends to be higher in group with lower education whom work as farmer, fisherman, or labor. Objectives: This study aims to analyze the relationship of childrend`s knowledge about hand washing and diarrhea occurence. Methods: This study is an  analytic study with a cross sectional design. The data is primary data that were collected directly from respondents through questionnaire. The respondents were chosen by stratified random sampling method. Results: From data of 35 respondents, the p-value 0.005 ( p <0.05), PR value 0.364 ( 0.177 – 0.749). Conclusion: There is a significant relationship between childrend`s knowledge about hand washing with diarrhea in Panobasan village. Keywords: children's knowledge, diarrhea, hand washing     Latar Belakang: Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Kebiasaan kurang higienis berupa tidak mencuci tangan sebelum makan atau tidak mencuci tangan setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, terutama munculnya penyakit yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang rendah salah satunya yaitu diare. Prevalensi diare lebih banyak di pedesaan dibandingkan perkotaan, yaitu sebesar 10% di pedesaan dan 7,4 % di perkotaan. Diare cenderung lebih tinggi pada kelompok pendidikan rendah dan bekerja sebagai petani, nelayan dan buruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan anak tentang cuci tangan dengan kejadian diare. Metode: Penelitian ini merupakan studi penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional, metode pengumpulan data penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sampel menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan cara stratified random sampling. Hasil: Dari 135 responden, hubungan pengetahuan anak tentang cuci tangan dengan kejadian diare didapatkan hasil  dengan nilai p = 0,005 (p < 0,05), dan nilai PR = 0,364 (0,177 – 0,749). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahauan anak tentang cuci tangan dengan kejadian diare di desa Panobasan. Kata kunci: cuci tangan, diare, pengetahuan anak
Pengaruh Merokok terhadap Kadar Asam Urat pada Pria Dewasa yang Mengonsumsi Tuak di Kelurahan Sigulang-gulang Kecamatan Siantar Utara Tambunan, Novri Angelina; Nasution, Malayana Rahmita
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3404

Abstract

Background: Uric acid (UA) is a nitrogen compound (C5H4N4O3/2, 6, 8-trihydroxypurine) which is the final product of purine catabolism nucleoside adenosine and guanosine. Uric acid levels are influenced by age, purine intake, alcohol consumption, body mass index (BMI), physical activity, hypertension, heart disease, certain medications, and impaired renal function. Objectives: This study aims to determine the influence of smoking on uric acid levels in adult men who drink tuak. Methods: This study used an analytic method using a cross-sectional design. Data retrieval is performed only once for collecting primary data with measuring instruments in the form of a questionnaire and Autocheck to measure uric acid levels. The population in this study is all adult men in Sigulang–gulang, North Siantar. Consecutive sampling was used to determine the number of samples. The data obtained will then be processed and analyzed using SPSS software. Results: The results show that there are differences in uric acid levels in adult men who smoke and drink tuak compare to adult men who do not smoke and drink tuak with a significant p values (6,01±1,09 vs 7,31±1,20; p<0,001). Conclusion: This study concluded that there is an influence of smoking on uric acid levels in adult men who drink tuak. Keywords: smoking, tuak, uric acid   Latar Belakang: Asam Urat (AU) adalah senyawa nitrogenik (C5H4N4O3/2,6,8-trihidroksipurin) yang merupakan produk akhir katabolisme purin nukleosida adenosin dan guanosin. Kadar asam urat dipengaruhi oleh usia, asupan senyawa purin, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, hipertensi, penyakit jantung, obat-obatan tertentu dan gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap kadar asam urat pada pria dewasa yang mengonsumsi tuak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data dilakukan hanya satu kali untuk mengumpulkan data primer dengan alat ukur berupa kuesioner untuk mengetahui kebiasaan konsumsi tuak dan merokok dan Autocheck untuk mengukur kadar asam urat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pria dewasa di Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Data yang telah dikumpul akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar asam urat pada pria dewasa yang merokok dan mengonsumsi tuak dengan pria dewasa yang tidak merokok dan mengonsumsi tuak dengan nilai p bermakna (6,01±1,09 vs 7,31±1,20; p<0,001). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan terdapat pengaruh merokok terhadap kadar asam urat pada pria dewasa yang mengonsumsi tuak. Kata Kunci: asam urat, merokok, tuak
Hubungan Pemberian Kortikosteroid terhadap Kenaikan Berat Badan pada Anak Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Fase Induksi di RSUP Haji Adam Malik Medan Almira, Isni Dhiyah; Nafianti, Selvi
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3409

Abstract

Background: Glucocorticoid corticosteroids have vasoconstrictive, anti-proliferation, anti-inflammatory, and immunosuppressant effects through interactions with glucocorticoid receptors which have also been found in one type of leukemia, acute lymphoblastic leukemia (ALL). The most common side effect long-term use of high dose corticosteroids is increase in body weight resulting in obesity. It is one of the main problems in ALL patients, because it leads to persistent leukemia, increase of the risk of recurrence, and poor event-free survival. This has been associated with the use of glucocorticoids namely dexamethasone and prednisone in the induction phase chemotherapy process. Objectives: This study was intended to determine the association of corticosteroid administration to weight gain in children with ALL induction phase. Methods: The study was analytic-cross sectional. A total of 62 medical records of pediatric patients with ALL in Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2015-2018. The data obtained were processed using the Wilcoxon statistical test, the Mann-Whitney test, and the Spearman-Correlation Rank test. Results: Wilcoxon test showed the effect of corticosteroid administration on body weight in the sample (p = 0.001). The Mann-Whitney test showed a difference in the influence of the use of prednisone and dexamethasone on sample body weight (p = 0.001), but it was not found regarding the nutritional status of the sample (p = 0.149). The Spearman-correlation test showed that there was no association of weight gain with the total corticosteroid dose given (p = 0.251). Conclusion: There is an association of corticosteroid administration to body weight in children with ALL induction phase. There are differences in the influence of the use of prednisone and dexamethasone on body weight, while there is no such difference on nutritional status in children with ALL induction phase. There is no association of weight gain based on the total corticosteroid dose given during the induction phase in children with ALL. Keywords: acute lymphoblastic leukemia, corticosteroid, induction phase chemotherapy, weight gain   Latar Belakang: Kortikosteroid golongan glukokortikoid memiliki efek vasokontriksi, anti-proliferasi, anti-inflamasi, dan imunosupresan melalui interaksinya dengan glucocorticoid receptor yang juga telah ditemukan pada salah satu jenis leukemia yaitu leukemia limfoblastik akut (LLA). Efek samping paling sering dari penggunaan kortikosteroid jangka panjang dengan dosis tinggi adalah peningkatan berat badan berlebih yang berakibat pada obesitas. Hal ini menjadi salah satu masalah utama pada pasien LLA, karena dapat menyebabkan leukemia persisten, meningkatkan risiko kekambuhan, dan event-free survival yang buruk. Hal tersebut telah dikaitkan dengan penggunaan glukokortikoid deksametason dan prednisone dalam proses kemoterapi LLA fase induksi. Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan pemberian kortikosteroid terhadap kenaikan berat badan pada anak penderita leukemia limfoblastik akut fase induksi. Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat analitik-cross sectional. Dikumpulkan sebanyak 62 rekam medis pasien anak penderita LLA di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015-2018. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji statistik Wilcoxon, uji Mann-Whitney, dan uji Rank Spearman-Correlation. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh pemberian kortikosteroid terhadap berat badan pada sampel (p = 0,001). Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan pengaruh penggunaan prednison dan deksametason terhadap berat badan sampel (p = 0,001), tetapi tidak terhadap status gizi sampel (p = 0,149). Uji Rank Spearman-Correlation menunjukkan tidak terdapat hubungan kenaikan berat badan terhadap total dosis kortikosteroid yang diberikan (p = 0,251). Kesimpulan: Terdapat hubungan pemberian kortikosteroid terhadap berat badan anak penderita LLA fase induksi. Terdapat perbedaan pengaruh penggunaan prednison dan deksametason terhadap berat badan anak penderita LLA fase induksi, tetapi tidak terhadap status gizi. Tidak terdapat hubungan kenaikan berat badan berdasarkan total dosis kortikosteroid yang diberikan selama fase induksi pada anak penderita LLA. Kata kunci: kemoterapi fase induksi, kenaikan berat badan, kortikosteroid, leukemia limfoblastik akut
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Remaja tentang Kesehatan Reproduksi di SMK Negeri 8 Medan Nasution, Iqbal Pahlevi Adeputra; Manik, Binsyah Sari Indah Gajah
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i1.3424

Abstract

Background: Reproductive health is one of the most important things for human life, which includes a complete physical, mental, social welfare condition in all matters relating to the function and role of the reproductive system. Reproductive health education should be given since adolescence, because adolescence is a phase towards more mature reproduction. Adolescent problems related to reproductive health, often stem from a lack of information, understanding and awareness to achieve reproductive health. Objectives: This study aims to determine the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents about reproductive health at SMK Negeri 8 Medan. Methods: This study was a descriptive study with a cross sectional design. The research data is primary data, namely by filling out a questionnaire. The sample of this research is 96 people. The sample technique is stratified random sampling. Data were analyzed using the SPSS computer program using descriptive statistical tests and displaying the results in distribution and frequency tables. Results: Knowledge level of adolescents in SMK Negeri 8 Medan is good (59.4%), attitude level is good (80.2%) and behavior level is good (99%). Conclusion: The level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents about health reproduction at SMK Negeri 8 is classified as good. Keywords: adolescent, attitude, behavior, knowledge, reproductive health     Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia yaitu mencakup keadaan sejahtera baik fisik, mental, sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dari sistem reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi sebaiknya diberikan sejak remaja, karena remaja merupakan fase menuju reproduksi yang lebih matang. Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi di SMK Negeri 8 Medan. Metode: Penelitian ini adalah studi deskriptif dengan desain cross sectional. Data penelitian adalah data primer yaitu dengan pengisian kuesioner. Sampel penelitian ini berjumlah 96 orang. Teknik sampel adalah stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan program komputer SPSS menggunakan uji statistik deskriptif dan menampilkan hasil dalam tabel distribusi dan frekuensi. Hasil: Tingkat pengetahuan remaja SMK Negeri 8 Medan tergolong baik (59,4%), tingkat sikap tergolong baik (80,2%), dan tingkat perilaku tergolong baik (99%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi di SMK Negeri 8 tergolong baik. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pengetahuan, perilaku, remaja, sikap
Hubungan Riwayat Kelahiran Prematur dan BBLR dengan Gangguan Pendengaran pada Anak di RSUP Haji Adam Malik Periode 2016-2018 Gultom, Sonyalita; Rambe, Andrina Y. M.
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3451

Abstract

Background: Children with preterm labor and low birth weight history tend to suffer various health complications, from growth and development problems, inadequate organ functions, and central nervous system disturbances. Hearing impairment is the most common health problem that occurs in children with preterm labor and low birth weight history. Hearing impairment affects speech and language learning in children, since children need to comprehend various types of voices to learn speech and language thoroughly. Hearing examination is important to be done as early as possible. Hearing function can be examined as newborns reached 2 days after labor (48 hours). Hearing examination that is recommended for babies and children is Otoacoustic Emission (OAE) examination, since it is easy to conduct, no requirement for trained operator, is safe, and objectively accurate. Objectives: The purpose of this research is to determine the relationship between preterm labor and low birth weight history with hearing impairment incidence in children in the General Hospital Haji Adam Malik in 2016-2018. Methods: This study is an analytic-observational research using cross sectional design. The research data was taken from the children medical records in 2016-2018. Data is then analyzed using statistics program. Results: The result in this research showed no correlation between preterm labor (p = 0.684) and low birth weight (p = 1.000) history with hearing impairment in children. Conclusion: In conclusion, there are no correlations between preterm labor and low birth weight history with hearing impairment in children. Keywords: hearing impairment, low birth weight, otoacoustic emission, preterm labor   Latar Belakang: Anak-anak dengan riwayat prematur dan BBLR berisiko mengalami komplikasi-komplikasi kesehatan, mulai dari masalah pertumbuhan, belum sempurnanya fungsi berbagai organ, hingga permasalahan pada fungsi otak. Gangguan pendengaran merupakan komplikasi yang paling umum dijumpai pada bayi prematur dan BBLR. Gangguan pendengaran sangat berpengaruh terhadap proses belajar berbicara dan berbahasa pada anak, karena anak harus dapat mendengar dan membedakan berbagai jenis suara dengan baik untuk dapat belajar berbicara dan berbahasa. Untuk itu, pemeriksaan gangguan pendengaran harus dilakukan sedini mungkin. Pemeriksaan gangguan pendengaran dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, yaitu saat bayi memasuki usia 2 hari (48 jam). Pemeriksaan gangguan pendengaran yang umum dilakukan untuk bayi dan anak adalah OAE (Otoacoustic Emission), sebab penggunannya mudah, tidak membutuhkan tenaga terlatih, tidak invasif, dan hasilnya objektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat kelahiran prematur dan BBLR dengan gangguan pendengaran pada anak di RSUP Haji Adam Malik Periode 2016-2018. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional dan dilakukan di RSUP Haji Adam Malik. Sampel penelitian diambil dari data sekunder yang berupa rekam medis anak di RSUP Haji Adam Malik Periode 2016-2018. Data yang telah didapatkan, kemudian, diuji dengan menggunakan program komputer. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara riwayat kelahiran prematur (p = 0,684) dan BBLR (p = 1,000) dengan gangguan pendengaran pada anak. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko riwayat kelahiran prematur dan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) tidak memiliki hubungan terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada anak. Kata Kunci: BBLR, gangguan pendengaran, kelahiran prematur, otoacoustic emission
Perawatan Diagnostik dan Konservatif Hidropneumotorax karena Tuberkulosis pada Anak Laki-Laki Berusia 17 Tahun: Laporan Kasus Sebayang, Abed Nego Okthara
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i1.3527

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease of the lungs caused by Mycobacterium Tuberculosis. The prevalence of pulmonary tuberculosis in Indonesia is estimated at 420,000 every year. Pulmonary tuberculosis is transmitted from person to person through droplet infection. Complications that can occur in pulmonary tuberculosis are empyema, pleural effusion, hydropneumothorax and even fibrothorax. Case Illustration: A 17 years old boy was entered the hospital with the complaint of dyspnea. The patient appeared such indications as: pulse is 104/minute, blood pressure 119/70 mmHg, temperature 37 0C, respiratory rate is 28/minute, SpO2 is 90%. Physical examination showed tachypnea, asymmetrical chest wall movement, weak vesicular sound in the right lung, radiography examination showed right hydropneumothorax. Discussion: Pulmonary tuberculosis is a chronic infectious granulomatous disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. This disease usually attacks the lungs. In this case pulmonary tuberculosis with hydropneumothorax was found. The given treatment was water seal drainage installation, oral 4-FDC, oral acetyl cysteine and during treatment the patient is given advice to blow balloons every day. Treatment is carried out for eight days and showed a good response. Conclusion: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease of the lungs caused by Mycobacterium tuberculosis. In this case, pulmonary tuberculosis with hydropneumothorax was found. Appropriate management is needed to reduce the level of morbidity in these patients. Keywords: dyspnea, hydropneumothorax, tuberculosis     Latar Belakang: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi pada paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi TB paru di Indonesia diperkirakan 420.000 setiap tahun. Tuberkulosis paru ditularkan dari orang ke orang melalui droplet. Komplikasi yang dapat terjadi pada tuberkulosis paru adalah empyema, efusi pleura, hidropneumotoraks, dan bahkan fibrotoraks. Ilustrasi Kasus: Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan dyspnea. Pasien datang dengan indikasi seperti: denyut nadi 104 / menit, tekanan darah 119/70 mmHg, suhu 37 0C, laju pernapasan 28 / menit, SpO2 90%. Pemeriksaan fisik menunjukkan takipnea, gerakan dinding dada asimetris, suara vesikular lemah di paru kanan, pemeriksaan radiografi menunjukkan hidropneumotoraks dextra. Pembahasan: Tuberkulosis paru adalah penyakit granulomatosa menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru. Dalam kasus ini ditemukan tuberkulosis paru dengan hidropneumotoraks. Penatalaksanaan yang diberikan adalah pemasangan drainase seal air, oral 4-FDC, asetil sistein, dan selama perawatan pasien diberikan saran untuk meniup balon setiap hari. Perawatan dilakukan selama delapan hari dan menunjukkan respons yang baik. Kesimpulan: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Dalam kasus ini, ditemukan tuberkulosis paru dengan hidropneumotoraks. Manajemen yang tepat diperlukan untuk mengurangi tingkat morbiditas pada pasien ini. Kata kunci: dyspnea, hidropneumotoraks, tuberkulosis
Endovascular Aortic Repair (EVAR) Method in The Management of Abdominal Aortic Aneurysm Sebayang, Abed Nego Okthara; Hidayat, Niko Azhari
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i1.3530

Abstract

Aortic disease is a collection of diseases of the aorta, which includes aortic aneurysms; acute aortic infections consisting of aortic dissection, intramular hematoma, penetration of atherosclerotic ulcers (PAU) and traumatic injury to the aorta; pseudoaneurysm; aortic rupture; Marfan syndrome; and congenital abnormalities such as coarctation of the aorta. One of the aortic diseases that cause the death rate to increase according to the 2010 Global Burden Disease is aortic aneurysm. Abdominal aortic aneurysm (AAA) is a focal dilatation of the aortic segment. The diagnosis of AAA is done by history taking, physical examination and supporting examination. Management at AAA aims to prevent aortic wall rupture. An alternative procedure without open surgery is endovascular aortic repair (EVAR) using prostheses. It is expected that through the EVAR method, mortality and morbidity due to AAA can be reduced. Keywords: abdominal aortic aneursym, EVAR, prostheses     Penyakit aorta merupakan kumpulan penyakit pada aorta yang meliputi aneurisma aorta; sindrom aorta akut berupa diseksi aorta, hematoma intramular, penetrating atherosclerosis ulcer (PAU) dan cedera akibat trauma pada aorta; pseudoaneurysm; ruptur aorta; sindrom Marfan; serta penyakit kongenital seperti koarktasio aorta. Salah satu penyakit aorta yang menyebabkan angka kematian meningkat menurut Global Burden Disease 2010 adalah aneurisma aorta. Aneurisma aorta abdominalis (AAA) merupakan dilatasi fokal pada segmen aorta. Penegakan diagnosis AAA dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan pada AAA bertujuan untuk mencegah pecahnya dinding aorta. Prosedur alternatif tanpa pembedahan terbuka yang dijadikan pilihan adalah endovascular aortic repair (EVAR) menggunakan protesa. Diharapkan melalui metode EVAR angka mortalitas dan morbiditas akibat AAA dapat diturunkan. Kata kunci: aneurisma aorta abdominalis, EVAR, protesa

Page 3 of 15 | Total Record : 148