cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 302 Documents
PREFERENSI MAHASISWA DALAM BERWISATA: STUDI KASUS MAHASISWA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO (STIPRAM), YOGYAKARTA Ahmad, Halim; Sigarete, Bayu Grendo
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v12i1.495

Abstract

Students are one of the important entities in the tourism market structure in Indonesia. Statistics show that the largest portion of tourist market in Indonesia based on employment status is students, where the university students are included in this category. Students potential market is represent the future of tourism market. This fact indicated how importance the knowledge about the student preferences in the tourism management, to create the better plan for capturing more tourists from this segment.
MODAL SOSIAL PRAMUWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI BENGKULU TAHUN 2023 Widiyarti, Diyas; Pribowo, Muhamad Galy Njoman Ari
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v17i3.316

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modal sosial pramuwisata yang akan digunakan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Bengkulu pada tahun 2023. Ini disebabkan oleh penurunan jumlah wisatawan yang disebabkan oleh wabah COVID-19 pada tahun 2019, yang menghentikan perekonomian sektor pariwisata selama tiga tahun. Namun, dengan pidato Presiden RI Bapak Joko Widodo yang mengklarifikasi penghapusan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022 tentang pemberdayaan sektor pariwisata, Metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan wawancara, fokus diskusi grup (FGD), dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa komponen modal sosial menjadi penting yakni pramuwisata melakukan kolaborasi antar assosiasi atau himpunan dan komunitas diantaranya Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPI), Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI), Asosiasi Pelaku Perjalanan Indonesia (ASITA), Himpunan Pemandu Wisata Indonesia (HPI), Bengkulu Heritage Society (BHS), Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, dalam menggiatkan kegiatan pendampingan kepada desa wisata di Provinsi Bengkulu, melakukan promosi objek wisata dalam media sosial dan secara langsung, dan mengedepankan pedoman oprasional bekerja yang sesuai kepada standar kompetensi kerja nasional dalam mendukung sumber daya manusia yang tersertifikasi. Kesimpulannya modal sosial yang meliputi aspek kepercayaan (trust), jaringan (networking) dan norma (norm) sebagai wujud yang menjelaskan bahwa dinamika isu kepariwisataan membutuhkan respon berkolaborasi atau bersinergi serta membutuhkan visi dan misi yang sama dalam meningkatkan kunjungan wisata oleh seluruh steakholder pramuwisata di seluruh Indonesia dan khususnya di Provinsi Bengkulu tahun 2023 secara berkelanjutan. AbstractThe purpose of this study is to determine the social capital of tour guides in increasing tourist visits in Bengkulu Province in 2023, the impact of tourists who decreased due to the covid-19 outbreak in 2019 caused a vacuum in the economy in the tourism industry for three years running, but with the government's decision through the speech of the President of the Republic of Indonesia. Mr. Joko widodo explained the abolition of the Minister of Home Affairs Instruction Number 50 and 51 of 2022 concerning the imposition of restrictions on community activities in the 2019 corona virus disease conditions in the Java and Bali Regions, has been enforced as before, this is an opportunity as well as a challenge in increasing aspects of tourist visits in various tourist destinations, especially in Bengkulu Province. The research method is descriptive qualitative, with data collection such as focus group discussions (FGDs), interviews and documentation.  The results of the study explain that the social capital aspect is important, namely the tour guides collaborate between associations or associations and communities including the Indonesian Tourism Players Association (ASPI), the Indonesian Republican Hotel Association (PHRI), the Indonesian Travelers Association (ASITA), the Indonesian Tour Guide Association (HPI), the Bengkulu Heritage Society (BHS), The Bengkulu Provincial Tourism Office and the Bengkulu City Tourism Office, in intensifying mentoring activities to tourist villages in Bengkulu Province, promoting tourist attractions on social media and in person, and prioritizing work operational guidelines in accordance with national work competency standards in supporting certified human resources. In conclusion, social capital which includes aspects of trust, networking and norms as a form that explains that the dynamics of tourism issues require a collaborative or synergized response and require the same vision and mission in increasing tourist visits by all tour guide stakeholders throughout Indonesia and especially in Bengkulu Province in 2023 on an ongoing basis.
PENGELOLAAN GOA TANDING SEBAGAI EKOWISATA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Damiasih, Damiasih; Yunita, Ria Eka
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v11i3.488

Abstract

This research use qualitative method this discuss also about new tourism destination at Gunungkidul named Goa Tanding. Goa Tanding located at Bejiharjo Tourism Village, Gelaran II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul regency, Yogyakarta. Goa Tanding is the one and only destination the underground rivers that use inflatable boat to down the underground river in Goa. Management in Goa Tanding as new destination it can be said already at the maximum. Management in Goa Tanding fight as tourism object implementing ecotourism applied so that tourism is able to limit of tourist and the benefit of applied ecotourism so that tourism is not damage and staff safe. The role of local communities who have not been fullest in the management of Goa Tanding so not many communities are working together, but isn’t resolved by holding of dissemination of Pokdarwis to manage the new tourist held by Dinas Pariwisata Gunungkidul regency.
BAHASA INDONESIA DALAM KUALITAS LAYANAN PARIWISATA DI CANDI PRAMBANAN Musdhalifah, Agita; Firdaus, Mochammad Akmal Thoriq; Shadrina, Najwa Nur; Zahidah, Naura Mahira; Afifah, Sophia; Rizkyanfi, Mochammad Whilky
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v18i1.502

Abstract

AbstractTourist satisfaction is the main key to the running of a tourism industry, providing a memorable and unforgettable experience. One way to get tourist satisfaction is to provide all the information that tourists want clearly, and easily understood. In Indonesia itself, Indonesian is the national language that is often used and understood by all Indonesian people. For this reason, the author conducted a study that discussed the effect of Indonesian on customer satisfaction. In this study the authors used a qualitative approach, using secondary data sources. The data collection process is carried out through document analysis, literature, then archived, and collecting data information that is already available which is continuous with the phenomenon under study. So that the author can conclude that, tourist satisfaction is the main key to the running of a tourism industry, providing a memorable and unforgettable experience. One way to get tourist satisfaction is to provide all the information that tourists want clearly, and easily understood. In Indonesia itself, Indonesian is a national language that is often used and understood by all Indonesian people.Keywords: Bahasa; Tourism Services Quality; Prambanan TempleAbstrakKepuasan wisatawan merupakan kunci utama dari berjalannya sebuah industri pariwisata, memberikan sebuah pengalaman yang berkesan dan tidak dapat dilupakan. Salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan wisatawan adalah dengan memberikan segala informasi yang wisatawan ingin secara jelas, dan mudah dipahami. Di indonesia sendiri, Bahasa Indonesia menjadi Bahasa nasional yang kerap digunakan dan dimengerti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Atas hal tersebut, makapenulis melakukan sebuah penelitian yang membahas mengenai pengaruh Bahasa Indonesia terhadap kepuasan pelanggan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan sumber data sekunder. Proses pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, literatur, kemudian di arsipkan, serta mengumpulkan informasi data yang sudah tersedia yang berkesinambungan dengan fenomena yang diteliti. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa, kepuasan wisatawan merupakan kunci utama dari berjalannya sebuah industri pariwisata, memberikan sebuah pengalaman yang berkesan dan tidak dapat dilupakan. Salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan wisatawan adalah dengan memberikan segala informasi yang wisatawan ingin secara jelas, dan mudah dipahami. Di indonesia sendiri, Bahasa Indonesia menjadi bahasanasional yang kerap digunakan dan dimengerti oleh seluruh masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Bahasa Indonesia; Kualitas Pelayanan Pariwisata; Candi Prambanan
ANALYSIS OF THE ROLE OF TOURISM MANAGERS IN CREATING SUSTAINABLE TOURISM IN THE MONKEY FOREST AREA, UBUD, BALI Insiyah, Lutfiyatul; Meinanda, Erina; Wardani, Heny Ayu; Utami, Shellafie Werdhiningtyas; Andreansyah, Nauval Kaka; Sitohang, Lidya Lestari
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v18i1.321

Abstract

AbstractThe Monkey Forest area in Ubud, Bali, is popular throughout the world because of its biodiversity and culture. Tourism managers play a key role in realizing sustainable tourism. This study aims to understand the role of tourism managers in achieving sustainable tourism. This study uses a qualitative approach with data collection techniques of observation, interviews, literature study and documentation. The research took place in the period of July – December 2023. The data was collected in the mid of November 2023 under a three days fieldwork in Ubud area. Purposive sampling was used to select the key informants. Data were processed using the Miles and Huberman analysis model, with data reduction and identification of main themes to understand the role of tourism managers in achieving sustainable tourism in the Monkey Forest area. Three themes appear in the analysis include the tourism managers as the service provider, the challenges they face, and  their efforts to overcome these challenges. The results suggest that the managers actively support the sustainable tourism practices. However, to obtain a comprehensive overview of sustainable development actors, further research on other tourism stakeholders is needed. AbstrakKawasan Monkey Forest di Ubud, Bali, populer di seluruh dunia karena keberagaman hayati dan budayanya. Pengelola wisata memainkan peran kunci dalam mewujudkan wisata yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk memahami peran, tantangan, dan upaya pengelola wisata di Kawasan Monkey Forest dalam mencapai wisata berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi di Monkey Forest. Penelitian ini berlangsung pada Juli – Desember 2023 dan pengumpulan data dilakukan dalam agenda tiga hari fieldwork di pertengahan November 2023. Purposive sampling digunakan untuk memilih narasumber. Data diolah menggunakan model analisis Miles and Huberman, dengan reduksi data dan identifikasi tema utama untuk memahami peran pengelola wisata dalam mencapai wisata berkelanjutan di kawasan Monkey Forest. Tiga tema yang muncul dalam analisis tersebut antara lain pengelola pariwisata sebagai penyedia jasa, tantangan yang dihadapi, dan upaya mengatasi tantangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola berperan aktif dalam mendukung pembangunan wisata berkelanjtutan. Namun demikian, untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaku pembangunan berkelanjutan, diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap peran stakeholder pariwisata lainnya.Kata Kunci: Pengelola Pariwisata; Pariwisata Berkelanjutan; Monkey Forest
KAJIAN DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA WAY BELERANG TERHADAP ASPEK EKONOMI, SOSIAL BUDAYA DAN LINGKUNGAN FISIK DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Novalia, Novalia; Yusup, Muhammad; Utama, A Riva Prasetyo; Asmaria, Asmaria; Pradana, Kenny Candra
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v18i1.508

Abstract

AbstractWay Belerang Baths is one of the unique tourist attractions by providing a relaxation experience that comes from natural sulfur resources. This bath is located in the middle of South Lampung Regency. The existence of this tourist attraction can have a significant impact on various aspects. Therefore, the purpose of this study was to determine the impact of Way Belerang tourism development on South Lampung Regency's PAD, socio-cultural aspects, and physical environmental aspects. The method used in this study is mix-methods. This study was conducted using the Purposive Sampling technique based on the Cochran formula on all visitors to the Way Belerang Kalianda South Lampung tourist attraction, resulting in a sample of 96 people. The data collection techniques used were observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis used in this study were quantitative analysis and qualitative analysis. This study used simple linear regression analysis to see the economic impact of Way Belerang Baths tourism development on South Lampung Regency's PAD, and qualitative analysis to analyze socio-cultural aspects and the physical environment. Based on the research that has been carried out, it is known that Way Belerang Tourism levies do not have a significant effect on South Lampung Regency's PAD. Furthermore, Way Belerang Tourism Development has positive and negative impacts on social and physical environmental aspects.Keywords: Economy; Physical Environment; Local Original Income; Socio-Culture; Way BelerangAbstrakPemandian Way Belerang merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keunikan dengan memberikan pengalaman relaksasi yang berasal dari sumber daya alam belerang. Pemandian ini berlokasi di tengah-tengah Kabupaten Lampung Selatan. Adanya objek wisata ini memberikan dapat dampak yang signifikan dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengembangan pariwisata Way Belerang terhadap PAD Kabupaten Lampung Selatan, aspek sosial budaya, dan aspek lingkungan fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix-methods. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling berdasarkan rumus Cochran pada seluruh pengunjung wisata Way Belerang Kalianda Lampung Selatan, menghasilkan sampel sebanyak 96 orang. Teknik poengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk melihat dampak ekonomi pengembangan wisata Pemandian Way Belerang terhadap PAD Kabupaten Lampung Selatan, dan analisis kualitatif untuk menganalisis aspek sosial budaya dan lingkungan fisik. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, diketahui bahwa retribusi Pariwisata Way Belerang tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya, Pengembangan Pariwisata Way Belerang berdampak positif dan negatif terhadap aspek sosial budaya dan lingkungan fisik.Kata Kunci: Ekonomi; Lingkungan Fisik; Pendapatan Asli Daerah; Sosial; Way Belerang
KAJIAN DAYA TARIK WISATA DALAM PENGEMBANGAN PANTAI SADRANAN DI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Syamsu, Moch. Nur; Apriliana, Sifa Wulan; Amirrulloh, Amri; Sarbini, Sarbini; Suswanto, Suswanto; Syaifulloh, Muhammad
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v18i1.372

Abstract

AbstractSadranan Beach is one of the marine tourism destinations in Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta by utilizing the coastal and marine nature as its main activities. Sadranan Beach offers marine tourism attractions in the form of small waves, white sand, snorkeling, canoeing, camping ground and sunset. The author conducted direct research at Sadranan Beach on October 23, 2022 with the aim of finding out the strategies carried out by Sadranan Beach in developing and managing tourism potential so that the sustainability of marine tourism at Sadranan Beach continues. The writing of this research aims to determine the potential, development efforts and role of government, industry, and society in Sadranan Beach. This research is to use qualitative methods using data collection techniques based on observation, interviews, documentation, and case studies. From the research results it can be seen that contributions from the government, industry and society can help increase the potential of Sadranan Beach. The importance of managing tourist objects in order to create conditions that are safe and comfortable. Availability of attractions, accessibility, amenities, and adequate supporting facilities to meet the needs of tourist activities in traveling. Creativity and innovation in promoting tourist attractions are also urgently needed to expand the market so as to attract tourists to visit.AbstrakPantai Sadranan merupakan salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan memanfaatkan alam pesisir maupun laut sebagai aktivitas utamanya. Pantai Sadranan menyuguhkan daya tarik wisata bahari berupa ombak kecil, pasir putih, snorkeling, prau kano, camping ground dan sunset. Penulis melakukan penelitian langsung di Pantai Sadranan pada tanggal 23 Oktober 2022 dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan Pantai Sadranan dalam mengembangkan dan mengelola potensi wisata agar keberlanjutan wisata bahari di Pantai Sadranan tetap terlaksana. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, upaya pengembangan dan peran pemerintah, industri, dan masyarakat di Pantai Sadranan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kasus. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi dari pemerintah, industri, dan masyarakat dapat membantu meningkatkan potensi Pantai Sadranan. Pentingnya pengelolaan objek wisata agar tercipta kondisi yang aman dan nyaman. Ketersediaan atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan fasilitas pendukung yang memadai agar tercukupinya kebutuhan kegiatan wisatawan dalam berwisata. Kreativitas dan inovasi dalam mempromosikan tempat wisata juga sangat dibutuhkan untuk memperluas pasar sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.
PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA PEMANDU WISATA DAN WISATAWAN JEPANG DI CANDI PRAMBANAN (KAJIAN ANALISIS PRAGMATIK) Atiqah, Annisaa Nurul; Salindri, Yerika Ayu
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v12i1.496

Abstract

The world of tourism is synonymous with services and services. One of service is tour guide. Tour guides are considered as the main actors in the world of tourism. Service actors interact directly with tourists to explain and provide assistance. Prambanan temple is the largest Hindu temple in Indonesia that holds much history. Therefore tour guide is the first source of information for foreign, especially Japanese. As a provision to communicate with Japanese tourists, need to understand the principle of language politeness in science pragmatic to support the success of communicating. This research uses descriptive qualitative method.
IMPLEMENTASI PARIWISATA ALTERNATIF PADA DESA WISATA KUMANDANG KUTAWARU BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM Ashartono, Rakhmat; Hayatri, Maria Ana Sila; Setiyawan, Tony
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v17i3.261

Abstract

AbstrakDesa Wisata Kumandang Wisata Kutawaru merupakan sebuah desa wisata yang kaya akan potensi wisata di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Desa wisata yang memiliki banyak potensi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan pariwisata sebagai pengelola desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat sebagai pariwisata alternatif di Kabupaten Cilacap pada masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pada metode ini, sebuah penelitian dilakukan dengan melihat beberapa aspek dari subjek, objek dan kondisi yang telah didapatkan dan melibatkan sebuah pemikiran yang digunakan sebagai saran data. Hasil dari penelitian tersebut, kesimpulannya adalah Desa Wisata Kumandang Wisata Kutawaru memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sebagai wisata alternatif di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Namun, strategi dan perencanaan manajemen yang dilakukan dalam mengembangkan dan mempromosikan Kampung Wisata Kumandang Wisata Kutawaru belum maksimal, masih banyak faktor yang harus ditingkatkan terutama sumber daya manusia, target pasar dan penggunaan teknologi.AbstractKumandang Tourism Village Kutawaru Tourism is a tourist village that is rich in tourism potential in Cilacap Regency, Central Java Province. A tourist village with a lot of potential can be utilized optimally by all tourism stakeholders as tourism village managers. This study aims to determine the implementation of the concept of community based tourism or community-based tourism as alternative tourism in Cilacap Regency during the Covid-19 Pandemic.The research method used by the author in this study is a qualitative descriptive method. In this method, a research is carried out by looking at several aspects of the subject, object and condition that have been obtained and involves a thought that is used as a data suggestion. The results of the study, the conclution is Kumandang Wisata Kutawaru Tourism Village has a lot of potential that can be used as alternative tourism in Cilacap Regency, Central Java Province. However, the strategy and management planning carried out in developing and promoting the Kumandang Wisata Kutawaru Tourism Village has not been maximized, there are still many factors that must be improved, especially human resources, target markets and the use of technology.
PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA DENGAN PENGUATAN KARAKTER SEBAGAI KAMPUNG KONSERVASI Deskarina, Rekta
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v11i3.489

Abstract

Batik Tourist Village of Kauman has been established by the government to be the region with the priority of conservation handling in Surakarta. Kauman has great potentials such as cultural and architectural potential. As a cultural-based tourism village, its development is targeted in accordance with potential and characteristic that can be developed as interesting attraction without ignoring tradition and local culture values. This reseach aims to analyze the problems found in kauman and how to strengthen the character of kauman as a conservation area. The concept of area organizing on Batik Tourist Village of Kauman must not only be able to give spirit to the area (visitable) but also able to serve visitors and comfortable to visit (livable and walkable). The organizing guidance of Batik Tourist Village of Kauman is conducted by strengthening tourist attraction and the organizing of supporting facilities (access and amenity). This organizing guidance must not only be able to utilize the cultural heritage as tourist attraction but also be able give protection to the cultural heritage.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue