Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
420 Documents
PENURUNAN TSS AIR LIMBAH LABORATORIUM RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI
Saputra, Arie Ikhwan
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (28.672 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.638
Penanganan limbah cair Laboratorium Rumah Sakit dapat dilakukan secara biologis baik aerobik maupun anaerobik, teknik terbaru yang kini telah dikembangkan untuk pengolahan limbah cair yaitu teknik elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses koagulasi atau penggumpalan dengan tenaga listrik melalui proses elektrolisa untuk mengurangi atau menurunkan ion-ion logam dan partikel-partikel didalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh parameter tegangan, waktu kontak serta luas penampang elektroda terhadap kinerja sistem elektrokoagulasi serta menentukan kondisi operasi optimum untuk pengolahan limbah cair. Pengolahan limbah cair dilakukan secara batch, yaitu limbah ditempatkan dalam sel elektrolisa kemudian dijalankan selama waktu tertentu lalu dianalisa kadar TSS dengan memvariasikan variabel tegangan listrik, waktu kontak dan lus permukaan elektroda. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh elektrokoaglasi dalam mengolah limbah cair rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan kondisi operasi yang menghasilkan efesiensi penurunan TSS didapatkan efesiensi penurunan hingga 51% dengan variasi waktu kontak 10 menit, tegangan 24V/5A luas penampang elektroda 200 cm2.
PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI KECACINGAN PADA PEKERJA PENYADAP KARET
Gazali, M;
Marwanto, Andriana;
Rahmawati, Ullya
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.751 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.639
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan khususnya infeksi kecacingan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan mengeluarkan program unggulan yang patut diuji coba yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan STBM 5 pilar dengan kejadian penyakit kecacingan pada tenaga penyadap karet di wilayah Pustu Bukit Gadis Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma. Metode penelitian adalah cross sectional dan dilanjutkan dengan uji statistik. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan 5 variabel STBM dengan kejadian penyakit kecacingan pada tenaga penyadap karet di wilayah Pustu Bukit Gadis. Variabel dominan penyebab penyakit kecacingan yaitu pilar 1 buang air besar sembarangan, pilar 2 cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan pilar 4 tentang pengelolaan sampah rumah tanggga yang kurang baik. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi petugas kesehatan dalam melakukan pembinaan STBM di masyarakat sehingga bisa mendeklarasikan pilar 1 yaitu desa bebas dari buang air besar sembarangan.
KEBERADAAN BAKTERI ESHERICHIA COLI PADA SUMBER AIR MINUM DI DESA MAMALA MALUKU TENGAH
., Prasetyawati;
Malawat, Rizal
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.331 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.640
Penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratandapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan tersebut dapat berupa penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Penyakit menular umumnya disebabkan oleh makhluk hidup, penyakit menular yang disebarkan oleh air secara langsung di masyarakat disebut penyakit bawaan air atau water borne disease. Ini terjadi karena air merupakan media yang baik untuk berkembangbiak agent penyakit. Selain penyakit menular, penggunaan air dapat juga memicu penyakit tidak menular karena telah terkontaminasi zat-zat berbahaya atau beracun. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumber mata air yang ada di Desa Mamala dan sampel diambil sebanyak 6 sampel dari 3 sumber mata air. Hasil pemeriksaan dari semua sampel pada sumber air minum di Desa Mamala, Maluku Tengah positif mengandung bakteri Esherichia coli. Saran : diharapkan kepada masyarakat setempat agar mengkonsumsi air minum yang sudah dimasak terlebih dahulu serta lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan.
PENGARUH CANGKANG KOPI SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI
Adeko, Riang
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.744 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.641
Sumber air merupakan suatu komponen yang mutlak harus ada, karena tanpa sumber air sistem penyediaan air tidak akan berfungsi. Dengan mengetahui akan karakteristik masing-masing sumber air serta faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan air bersih. Pemakaian air bersih yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan. Kadar besi maksimum yang diperbolehkan ada di dalam air minum menurut Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 sebesar 1 mg/liter. Jenis penelitian yang akan dilakukan aujdalah semi eksperimen (pre experiment), dengan rancangan penelitian pretest-posttest with control group ,data diperoleh melalui pengujian laboratorium, dengan jumlah sampel 3 dengan varian ketebalan yang berbeda (20 cm, 30 cm, 40 cm),dianalisis dengan univariat dan penyajian distribusi frekuensi. Lokasi penelitian pada air sumur gali warga Kelurahan Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu dan diteliti di bengkel kerja (Workshop) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya penuruanan kadar besi (fe) pada air sesudah dilakukannya penyaringan menggunakan karbon aktif cangkang kopi sebesar 10% pada setiap 10 cm ketebalan. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya.
GAMBARAN KADAR KREATININ DARAH PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUANG ICCU RSUD DR. M.YUNUS PROVINSI BENGKULU
Ardiansyah, Dicky;
Farizal, Jon;
Irnameria, Dira
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.848 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.642
Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung pembuluh darah yang disebabkan karena penyempitan arteri koroner. Penyempitan pembuluh darah terjadi karena aterosklerosis atau spasme atau keduanya, sehingga dapat mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen. Menurut World Health Organizations (WHO) jumlah orang yang meninggal akibat jantung di dunia setiap tahun diperkirakan sekitar 15 juta orang, sama dengan 30% total kematian di dunia. Kreatinin merupakan hasil pemecahan kreatin fosfat otot, diproduksi oleh tubuh secara konstan tergantung massa otot dan secara normal akan dikeluarkan dari dalam pembuluh darah melalui ginjal, sehingga peningkatan kadar kreatinin dapat menunjukan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. Nilai kreatinin yang meningkat menunjukan penurunan fungsi ginjal. Penurunan fungsi ginjal akan meningkatkan faktor resiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner.Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin pada pasien penyakit jantung koroner di ruang rawat inap ICCU RSUD dr. M.Yunus Provinsi Bengkulu.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey deskriptif dengansampel sebanyak 31 orang dengan menggunakan metode Accidental sampling. Sampel diukur dengan alat Architect C4000.Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden kadar kreatinin darah normal adalah 74,19% dan sebagian kecil responden kadar kreatinin meningkat adalah 25,81% Kesimpulan : gambaran kadar kreatinin darah pada penderita penyakit jantung koroner di ruang ICCU RSUD dr. M.Yunus Provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa 74,19% pasien memiliki kadar kreatinin normal dan 25,81% pasien memiliki kadar kreatinin meningkat.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PENDERITA TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS SUKA MAKMUR DAN PUSKESMAS SEBLAT BENGKULU UTARA TAHUN 2018
Rahmadani, Elsi;
Nasuha, Ahmad Riadin;
., Midiawati
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.114 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.643
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tubercolosis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di mana ada satu juta orang meninggal karena TB. Salah satu efek yang terjadi pada pasien TB Paru adalah status gizi tidak normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Suka Makmur dan Puskesmas Seblat Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik, menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 penderita TB Paru di Puskesmas Suka Makmur dan di Puskesmas Seblat tahun 2017 sebanyak 43 sampel data yang diambil dengan total sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan analisis chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa hampir separuh responden (51,2%) memiliki pola makan buruk dan separuh responden (55,8%) memiliki status gizi normal, sedangkan menurut analisis chi-square menunjukkan bahwa p = 0,002 lebih kecil dari alpha 0, 05. Artinya ada hubungan antara pola makan dengan status gizi TB paru. Diharapkan kepada semua institusi kesehatan masyarakat dapat meningkatkan observasi dan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang TB Paru terutama pentingnya pola makan yang baik melalui peningkatan konseling gizi.
GEL LIDAH BUAYA DALAM MENGURANGI PRURITUS
Khoirini, Fatimah
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.638 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.644
Penatalaksanaan pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yaitu pengobatan segera terhadap infeksi untuk mencegah infeksi sampai ke ginjal karena pasien mengalami penurunan imunitas. Pasien GGK hampir semua memiliki gangguan dermatologis, diantaranya pruritus. Penanganan farmakologis banyak menimbulkan efek samping. Salah satu bahan alami adalah lidah buaya. Lidah buaya sebagai pelembab, antibiotik dan mengatasi rasa gatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas gel lidah buaya sebagai bahan alternatif tindakan keperawatan pada pruritus penderita GGK. Jenis penelitian ini adalah Eksperiment menggunakan pre test post test control group design, tehnik pengambilan sampel dengan random sampling. Jumlah responden 36 orang yaitu : 18 orang kelompok kontrol pemberian lotion kulit gel placebo 2 kali sehari setelah mandi selama 3 hari dan 18 orang kelompok eksperiment dengan pemberian gel lidah buaya 2 kali sehari setelah mandi selama 3 hari. Observasi menggunakan lembar observasi modifikasi Akhyani dan rumus pruritus Stahl-backdahl. Dianalisis dengan uji paired sample T-test. Hasil Uji statistik menunjukkan ada perbedaan bermakna pruritus sebelum dan sesudah pemberian gel lidah buaya dengan nilai pruritus (p=0.000). Implikasi dari penelitian ini adalah Gel lidah buaya bisa dipertimbangkan menjadi bahan alternatif tindakan keperawatan pada pruritus penderita GGK.
GO GREEN LABORATORY SEBAGAI SOLUSI MENGURANGI PENYAKIT DEGENERATIF DI DESA SUKARAJA TAHUN 2018
Sari, Gita Mawar;
Diniarti, Fiya;
Sindara, Yoka;
., wulandari;
., Prasentya;
Pasmawi, Yan
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.263 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.650
Desa Padang Pelawi merupakan salah satu Desa di Kabupaten Seluma. Kabupaten Seluma memiliki luas wilayah sekitar 1.223,74 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 297.876 jiwa, masyarakat diwilayah ini rata-rata berasal dari suku serawai, rejang, jawa, sunda, dan lembak, rata-rata mata pencharian masyarakat adalah petani, PNS, karyawan dan pedagang serta pendidikan rata-rata tamat SD/SMP. Pekarangan rumah di Desa Padang Pelawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma ini sebagian besar tidak dimanfaatakan oleh masyarakat, terlihat pada lahan pekarangan rumah cukup luas tetapi dibiarkan saja kosong dan tidak dimanfaatkan sedangkan tanaman herbal tumbuh liar di pinggir jalan, samping dan belakang rumah. Kondisi seperti ini dapat lebih parah ketika pekarangan tidak pernah dibersihkan, dibiarkan sehingga rumput liar tumbuh tinggi dan menjadi semak belukar. Berdasarkan survei awal diKecamatan Sukaraja didapatkan dari sepuluh orang, delapan orang terindikasi penyakit diabetes mellitus, asam urat dan hipertensi, wilayah ini terdapat potensi lokal yang belum disentuh dan dimanfaatkan seperti rata-rata pekarangan rumah luas, tumbuhan jenis herbal tumbuh secara liar dan tidak mendapatkan perawatan yang komphrehensif serta masyarakat didaerah ini belum menyadari pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah menjadi go green laboratory. Target dan sasaran program ialan masyarakat Desa padang pelawi dengan tujuan untuk bekerjasama mengurangi resiko penyakit degenertif melalui pemanfaatan tanaman herbal. Metode pelaksanaan dari mulai sosialisasi, penyuluhan go green Laboratory, pelatihan olahan herbal (jenis mahkota dewa), pembuatan go green laboratory. Hal ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan tanaman obat herbal untuk mendukung dan mengembangkan potensi desa melalui tanaman herbal. Tujuan jangka panjangnya yaitu dengan adanya program PKM-M ini diharapkan dapat mengurangi resiko terhindar penyakit degenerative dan menciptakan Desa mandiri dalam mengolah tanaman obat herbal. Selain itu juga mampu mengimbangi obat kebutuhan yang ada di Desa Padang pelawi baik pada masyarakat maupun lingkungan, sehingga dapat menjadikan Desa sejahtera dan makmur oleh masyarakat mandiri.
EFEKTIVITAS KONSENTRASI KLORIN TERHADAP DAYA TETAS TELUR NYAMUK AEDES AEGYPTI
Ali, Haidina;
Rahmawati, Ullya
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.963 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.655
Latar Belakang:Kandungan zat kimia dalam air juga mempengaruhi daya tetas telur Aedes aegypti, salah satunya ialah kaporit. Sebelumnya telah dilakukan penelitian bahwa kaporit pada media air dapat mengganggu proses perkembangan dan penetasan telur karena terdapat klorin dalam kaporit yang mampu mengoksidasi (membakar) telur nyamuk Aedes aegyptidengan merusak protein yang terdapat dalam telur nyamuk Aedes aegypti.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan konsentrasi klorin terhadap daya tetas telur nyamuk Aedesaegypti. Metode :Jenis penelitian ini berupa penelitiandengan metode Eksperimen. Rancangan Penelitian ini adalah post test with control only design.Analisis yang digunakan adalah uji One Way Anova dan uji Benferonny. Hasil Penelitian : Dari analisis Univariat menunjukkan bahwa kelompok control (0mg/l) memiliki jumlah kematian terbanyak dengan persentase telur nyamuk Aedes aegypti yang tidak menetas 7% dengan rata-rata 1,4 , kelompok konsentrasi 10 mg/l dengan persentase telur nyamuk Aedes aegypti yang tidak menetas 68 % dengan rata-rata 13,6, kelompok konsentrasi13 mg/ldengan persentase telur nyamuk Aedes aegypti yang tidak menetas77 %dengan rata-rata 15,4, kelompok konsentrasi 16 mg/l dengan presentasi telur nyamuk Aedes aegypti yang tidak menetas 87 % dengan rata-rata 17,4, sedangkan pada kelompok konsentrasi klorin 18 mg/l dengan persentase telur nyamuk Aedes aegypti yang tidak menetas 98% dengan rata-rata 19,6. Saran :Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat tentang salah satu solusi pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan menggunakan konsentrasi klorin yang mampu menghambat daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP SALMOENELLA TYPHI
Farizal, Jon
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.071 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v6i2.657
Latar belakang: Salah satu penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri patogen yaitu demam tifoid atau thypoid fever. Thypoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella thypi. Bakteri yang masuk dalam golongan gram negatif, bakteri tersebut menyerang usus halus dan menyebabkan penyakit endemik di indonesia (Noriko et al., 2014). Menurut Kemenkes RI (2012), kasus demam tifoid dan paratipoid yang terjadi di indonesia berada diperingkat ke-3 dengan jumlah kasus sekitar 41.000 pasien yang dirawat inap dirumah sakit selama tahun 2010 dengan kasus meninggal sebanyak 274 pasien. Alisin merupakan komponen sulfur bioaktif utama yang terkandung dalam bawang putih. Komponen ini hanya akan muncul apabila bawang putih dipotong atau dihancurkan. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui besar daya hambat ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap salmonella typhi.Metode penelitian : jenis penelitian ini menggunakan desain survei deskriftif untuk mengetahui besar daya hambat ekstrak bawang putih terhadap bakteri Salmonella thypi. Penelitian ini menggunakan bakteri Salmonella typhi yang diberi perlakuan esktrak bawang putih dengan konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%.Hasil penelitian : Konsentrasi yang terbentuk zona hambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi yaitu konsentrasi 100% dan 75% rata-rata 9,7 mm dan 8,7 mm sedangkan pada konsentrasi 50% dan 25% tidak terbentuk zona hambat. Kesimpulan : bahwa ekstrak bawang putih dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan terhadap infeksi bakteri Salmonella typhi.