Journal of Midwifery
The Journal of Midwifery is a peer reviewed free open access Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu, Bengkulu, Indonesia. Midwifery publishes the latest peer reviewed international research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families. The journals publications support midwives and maternity care providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available evidence. Midwifery provides an international, interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Midwifery articles cover the cultural, clinical, psycho social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems. This professional journal provides a venue for the publication of research relevant to midwifery and reproductive health practice by specialists and researchers in various disciplines including midwifery, reproductive health, maternal and child health, obstetrics and gynecology, sexual health promotion, womens health and nursing. It publishes quantitative and qualitative original articles, review articles, short communications, case reports and letters to the editor in a broad range of clinical and interdisciplinary topics including sexual and reproductive health, maternal and child health, safe pregnancy and normal childbirth, adolescent health, family planning, menopause, screening of gynecological cancers, infertility holistic care, womens mental health, psychosocial and ethical aspects of womens health, counseling and educational interventions in reproductive health and midwifery, womens empowerment and reproductive rights. The journal welcomes the highest quality scholarly research that employs rigorous methodology. Midwifery is a leading international journal in midwifery and maternal health and employs a double blind peer review process.
Articles
218 Documents
KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP DETEKSI DINI RISIKO PADA IBU HAMIL: TINJAUAN SISTEMATIK LITERARUR
ENDERIA SARI;
SURYO EDIYONO
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10368
Deteksi dini risiko kehamilan merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya komplikasi yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu. Peran keluarga, terutama suami dan anggota keluarga dekat, menjadi faktor penentu dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap tanda bahaya serta mendorong pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Literatur review ini bertujuan menganalisis bentuk kontribusi keluarga terhadap deteksi dini risiko pada ibu hamil melalui penelitian-penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Tinjauan dilakukan secara naratif melalui pencarian artikel pada PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi berupa penelitian yang membahas dukungan keluarga, perilaku kesehatan ibu hamil, dan deteksi dini risiko kehamilan. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik. Hasil review menunjukkan bahwa dukungan keluarga dalam bentuk dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental, serta dukungan dalam pengambilan keputusan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya kehamilan, melakukan pemeriksaan antenatal secara teratur, dan mencari pertolongan kesehatan lebih cepat saat terjadi risiko. Keterlibatan aktif suami terbukti meningkatkan kepatuhan ibu dalam pemantauan kehamilan dan mempercepat deteksi masalah. Sebaliknya, rendahnya dukungan keluarga berdampak pada rendahnya kewaspadaan, keterlambatan mencari pertolongan, dan meningkatnya risiko komplikasi. Temuan ini menegaskan pentingnya program edukasi berbasis keluarga serta strategi pemberdayaan keluarga untuk memperkuat peran mereka dalam deteksi dini risiko kehamilan. Kesimpulan: Kontribusi keluarga merupakan komponen penting dalam keberhasilan deteksi dini risiko kehamilan. Upaya peningkatan keterlibatan keluarga, terutama suami, perlu diintegrasikan ke dalam program pelayanan antenatal. Kata Kunci: dukungan keluarga, deteksi dini, risiko kehamilan, ibu hamil, keterlibatan suami, kesehatan maternal.
MODEL PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IBU PASCA BERSALIN: TINJAUAN SISTEMATIK LITERATUR
POPY APRIYANTI;
SURYO EDIYONO
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10374
Kesehatan ibu pasca bersalin sangat dipengaruhi oleh dukungan dan keterlibatan keluarga, terutama dalam menjalankan perawatan nifas, dukungan emosional, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Namun, model pemberdayaan keluarga yang paling efektif masih bervariasi di berbagai negara dan konteks budaya. Penelitian ini menyajikan Systematic Literature Review (SLR) mengenai model pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kesehatan ibu pasca bersalin. Metode PRISMA digunakan untuk menyeleksi 28 artikel dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Hasil menunjukkan bahwa intervensi edukasi, pendampingan berbasis keluarga, dan model promosi kesehatan berbasis teori (Health Belief Model, Family-Centered Care, dan Community Empowerment) merupakan pendekatan paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan perawatan nifas, kesejahteraan mental, dan keterlibatan keluarga. Kajian ini menegaskan bahwa pemberdayaan keluarga adalah komponen kunci dalam upaya menurunkan risiko komplikasi pasca bersalin serta meningkatkan kualitas hidup ibu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA MENGHADAPI PERSALINAN DI PMB “O” KOTA BENGKULU
PUTRI YULIA ADRIANINGSIH;
SRI MULYATI;
ADE ZAYU CEMPAKA SARI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10375
Pendahuluan: Kecemasan pada kehamilan umumnya terjadi pada trimester III kehamilan, dipicu oleh perubahan fisik dan psikologis serta kekhawatiran terkait persalinan dan kesehatan janin. Data kecemasan di Indonesia menunjukkan sebanyak 43,8% sampai 59% ibu hamil primigravida memiliki tingkat kecemasan sedang. Dampak buruk dari kecemasan mengakibatkan kontraksi rahim, peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan perkembangan preeklamsi pada kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor (usia, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan) dengan tingkat kecemasan ibu primigravida ketika menghadapi persalinan di PMB “O” kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 74 ibu primigravida TM 3 yang ikut pemeriksaan antenatal care (ANC) di PMB “O” Kota Bengkulu yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan 23% responden mengalami kecemasan berat dan 30% mengalami kecemasan sedang. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ibu primigravida pada usia <20 dan >35 tahun sebanyak 20% memiIiki tingkat kecemasan berat. Pada usia 20-35 tahun sebanyak 46% tidak cemas dan cemas ringan. Hasil uji statistik didapatkan p.value 0,000. Primigravida berpendidikan rendah 11% memiliki tingkat kecemasan berat. Pada tingkat pendidikan tinggi 34% tidak cemas dan cemas ringan, dengan p.value 0,241. Primigravida dengan pengetahuan kurang 8% memiliki tingkat kecemasan yang bera, pengetahuan baik 11% memiliki tingkat kecemasan sedang dan pengetahuan cukup 35% berada di kategori tidak cemas dan cemas ringan, p value sebesar 0,021. Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kecemasan maka pemberian informasi (penyuluhan) kesehatan mengenai kehamilan dan utamakan kepada ibu primigravida, dan dapat dijadikan sebagai acuan dasar bagi instansi kesehatan agar lebih memperhatikan aspek psikologis ibu primigravida.
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN KESIAPAN PERSALINAN: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL
SYAMI YULIANTI;
SURYO EDIYONO
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10376
Pendahuluan: Kearifan lokal merupakan elemen penting dalam praktik kehamilan dan persalinan di berbagai daerah Indonesia. Praktik budaya yang melekat pada masyarakat memiliki dampak protektif maupun risiko terhadap kesehatan ibu dan bayi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menyusun model pemberdayaan ibu hamil berbasis kearifan lokal melalui studi literatur nasional serta menunjukkan relevansinya bagi pengembangan intervensi di Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif melalui analisis artikel nasional dan internasional tahun 2019–2024 terkait budaya kehamilan, pemberdayaan ibu hamil, dan kesiapan persalinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) kearifan lokal berpengaruh besar terhadap perilaku kesehatan maternal; (2) program pemberdayaan ibu hamil yang melibatkan keluarga, komunitas, dan tokoh adat terbukti meningkatkan kesiapan persalinan; dan (3) integrasi budaya dalam Kelas Ibu Hamil dan layanan kebidanan meningkatkan efektivitas edukasi. Studi ini menghasilkan model konseptual pemberdayaan ibu hamil berbasis kearifan lokal yang dapat diadaptasi di Bengkulu dan provinsi lainnya sebagai upaya meningkatkan kesiapan persalinan dan menurunkan risiko komplikasi maternal.
PENGARUH EDUKASI IMUNISASI DASAR LENGKAP TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DESA KUMANTAN WILAYAH PUSKESMAS BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR
DEFI ARIYANI;
FATMA NADIA;
FAJAR SARI TANBERIKA;
WIRA EKDENI AIFA
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10466
Pendahuluan: Imunisasi dasar lengkap adalah imunisasi yang diberikan pada anak sebelum berusia 1 tahun yang terdiri dari imunisasi HB 0, imunisasi BCG, imunisasi DPT-HB-HIB, imunisasi polio, imunisasi IPV dan imunisasi campak. Imunisasi dasar lengkap dapat melindungi anak dari wabah penyakit, kecacatan dan kematian (Syukri, 2021). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Imunisasi dasar lengkap terhadap Pengetahuan Ibu Balita di wilayah Puskesmas Bangkinang Kab.Kampar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimental. Desain yang digunakan berbentuk one group pretest-posttest desaign. One group pretest-posttest desaign adalah desain pre eksperimental yang terdapat pre test (tes sebelum diberi treatment) dan post test (tes sesudah diberi treatment) dalam satu kelompok.Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi umur responden adalah umur 26-30 tahun sebesar 9 (50%), frekuensi Pendidikan responden SMA sebesar 7 (39%), frekuensi Pekerjaan responden adalah Wiraswasta sebesar 9 (50%). Berdasarkan dari hasil analisis uji t-independent, pada kategori pengetahuan diperoleh nilai correlation (0,351 > 0,05) dan nilai ρ value sebesar 0,000 hal ini berarti bahwa ρ value < dari 0,05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan/kuat dan positif antara pengukuran pre pengetahuan (sebelum diberi edukasi ) dan pengukuran post pengetahuan (setelah diberi edukasi) di Desa Kumantan Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan antara fakta dan teori terdapat kesamaan yaitu bahwa pendidikan kesehatan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap tingkat pengetahuan seseorang untuk itu ibu diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan dalam memberikan imunisasi dasar lengkap.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE DAN JUS KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 BANGKINANG KOTA
ZELVA YENA;
FATMA NADIA;
LISVIA ROSE;
MEIRITA HERAWATI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10471
Pendahuluan: Masa remaja antara usia 10-19 tahun, ialah masa transisi yang dialami seseorang dengan adanya perubahan fisik maupun psikis. Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, mental, dan aktivitas sehingga, kebutuhan makanan yang mengandung zat-zat gizi menjadi cukup besar (Martini, 2015). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Tablet Fe dan Jus Kurma terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin di SMAN 1 Bangkinang Kota. Metode: Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Pre-Experimental design dengan rancangan pre-post test control group design. Jenis penelitian dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok Kontrol. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian frekuensi umur responden pada kelompok intervensi adalah umur 15 tahun sebesar 6 (75%) dan kelompok Kontrol adalah umur 15 tahun sebesar 5 (62,5%), frekuensi Haemoglobin responden pada kelompok Intervensi pada Pre Test adalah Anemia sebesar 4 (50%) pada Post Test adalah Tidak Anemia sebesar 8 (100%), frekuensi Haemoglobin responden pada kelompok Kontrol pada Pre Test adalah Anemia sebesar 3 (37,5%) pada Post Test adalah Tidak Anemia sebesar 8 (100%). Berdasarkan dari hasil analisis uji t-independent diperoleh nilai correlation (0,951 > 0,05) dan nilai ρ value sebesar 0,000 hal ini berarti bahwa ρ value < dari 0,05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan/kuat antara pengukuran pre test (sebelum diberikan Jus Kurma dan Tablet Fe) dan pengukuran post test (setelah diberikan Jus Kurma dan Tablet Fe) dan nilai correlation (0,854 > 0,05) dan nilai ρ value sebesar 0,001 hal ini berarti bahwa ρ value < dari 0,05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan/kuat antara pengukuran pre test (sebelum diberikan Tablet Fe) dan pengukuran post test (setelah diberikan Tablet Fe). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan antara fakta dan teori terdapat kesamaan yaitu bahwa mengkonsumsi jus kurma dan tablet Fe 1 kali seminggu dapat meningkatkankan kadar hemoglobin remaja.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
RERI ANGGRAINI;
JUMITA JUMITA;
LEZI YOVITA SARI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10835
Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, hingga kematian ibu. Status gizi dan pola makan yang tidak adekuat merupakan faktor utama yang memengaruhi kejadian KEK. Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah kerja yang masih menunjukkan angka kejadian KEK pada ibu hamil yang cukup tinggi. Metode: Skripsi ini berjudul “Hubungan Status Gizi dan Pola Makan dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan pola makan ibu hamil dengan kejadian KEK Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 ibu hamil yang dipilih dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran status gizi berdasarkan LILA). Analisis data menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian KEK (p = 0,001), serta hubungan yang sangat signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK (p = 0,001). Secara simultan, hasil analisis menunjukkan bahwa status gizi dan pola makan bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian KEK, dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai R square sebesar 0,805 mengindikasikan bahwa 80,5% variasi kejadian KEK pada ibu hamil dapat dijelaskan oleh faktor status gizi dan pola makan, sedangkan sisanya sebesar 19,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti kondisi sosial ekonomi, edukasi gizi, dan akses layanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA BENGKULU
YULAN OKTA SARI;
LEZI YOVITA SARI;
YATRI HILINTI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v13i2.10838
Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi pada wanita usia subur (WUS). Ketidakcukupan pengetahuan terkait IMS berpotensi menurunkan kualitas perilaku pencegahan, sehingga meningkatkan risiko penularan pada kelompok ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan IMS pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi seluruh Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 97 responden yang akan diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai α = 0,05.. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap pencegahan IMS yang positif. Uji bivariat menghasilkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan Sikap pencegahan IMS pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan IMS. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki responden, semakin positif sikap pencegahan yang dilakukan. Edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan upaya pencegahan IMS pada masyarakat.