cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
ISSN : 20863772     EISSN : 26208245     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya.
Articles 83 Documents
Faktor Risiko Keluarga sebagai Prediktor Perilaku Merokok di Kalangan Pelajar: Sebuah Tinjauan Empiris di Indonesia: Family Risk Factor as Predictor of Smoking Behavior Among Students: an Empirical Study in Indonesia Lisa, Mona; Mutika, Winnie Tunggal; Muharramah, Disa Hijratul; Sulistyorini, Dwi
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.323

Abstract

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi merokok pada penduduk berusia ≥10 tahun mencapai angka 27.05%. Peningkatan yang signifikan terjadi pada kelompok usia remaja, terutama pada laki-laki yang berusia 15–19 tahun, yang mencapai angka 56,5%. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan faktor-faktor keluarga terhadap perilaku merokok pelajar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Cross-sectional. Survei meliputi kota kabupaten yang tersebar 34 provinsi dengan jumlah sampel 33,135 responden pelajar. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic ganda. Hasil Penelitian: Analisis menunjukkan 22,3% pelajar yang merokok dalam 30 hari terakhir. Setelah di adjust dengan kovariat diperoleh faktor keluarga yang berhubungan dengan perilaku merokok pada pelajar yaitu Pendidikan orang tua (AOR=1,14, 95% CI 1,05–1,19), status pekerjaan orang tua (AOR=1,14, 95% CI 1,03–1,26), Status pernikahan orang tua (AOR=1,2, 95% CI 1,08–1,31), perilaku berisiko keluarga (AOR=1,67, 95% CI 1,58–1,80), jarang ada kehangatan keluarga (AOR=1,18, 95% CI 1,20–1,26), tidak pernah merasakan kehangatan keluarga (AOR=1,41, 95% CI 1,29–1,54) dan kekerasan fisik dalam keluarga (AOR=1,43, 95% CI 1,29–1,59). Nilai R square=0.026 dimana model ini menjelaskan 2.6 % untuk mempredikasi perilaku merokok pada pelajar. Kesimpulan: Perilaku berisiko dalam keluarga memiliki kontribusi paling besar terhadap perilaku merokok pada pelajar. Perlu dilakukan intervensi berbasis keluarga yang fokus pada peningkatan kehangatan relasi keluarga, edukasi orang tua, serta pencegahan kekerasan dan perilaku berisiko dilingkungan rumah. According to the 2023 Indonesia Health Survey (IHS), the prevalence of active smokers aged ≥10 years reached 27,05%, with a significant increase among adolescents, particularly males aged 15–19 years, reaching 56.5%. This study aims to examine the association between family-related factors and smoking behaviour among students in Indonesia. This research employed an analytical Cross-sectional design using secondary data. The survey covered districts and cities across 34 provinces in Indonesia, with a total sample of 33,135 student respondents. Data were analysed using univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis using the Chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The analysis showed that 22.3% of students had smoked in the past 30 days. After adjusting for covariates, several family-related factors were significantly associated with smoking behaviour, including parental education level (AOR=1.14; 95% CI: 1.05–1.19), parental employment status (AOR=1.14; 95% CI: 1.03–1.26), parental marital status (AOR=1.20; 95% CI: 1.08–1.31), risky behaviours within the family (AOR=1.67; 95% CI: 1.58–1.80), lack of family warmth (AOR=1.18; 95% CI: 1.20–1.26), absence of family warmth (AOR: 1.41; 95% CI: 1.29–1.54), and experience of physical violence within the family (AOR: 1.43; 95% CI: 1.29–1.59). The R-square value 0f 0.026indicate that the model explain 2,6% of variance in predicting smoking behaviour among student. Risky behaviours within the family contributed the most to student smoking behaviour. Family-based interventions are necessary, focusing on strengthening familial warmth, improving parental education, and preventing violence and risky behaviors within the household environment.
Analisis Potensi Ekonomi Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologi Siswa di Yogyakarta: Analysis of the Economic Potential of Waste Management in the School Environment to Increase Students' Ecological Awareness in Yogyakarta Purnomo, Parmadi Sigit; Amyati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.333

Abstract

Kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah masih rendah, padahal siswa berperan penting sebagai agen perubahan lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, potensi ekonomi dari pengelolaan sampah, dan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa di MA Nurul Ummah Yogyakarta. Jenis dari penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Desain dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Subjek penelitian yaitu 30 siswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pengetahuan tentang pengelolaan sampah, potensi ekonomi dari pengelolaan sampah dan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah. Variabel terikat adalah kesadaran ekologi siswa. Hasil analisis data penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa(p=0,337), dan tidak terdapat hubungan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa (p=0,552). Namun, terdapat hubungan signifikan antara potensi ekonomi dari pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa (p=0,035). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan terkait potensi ekonomi dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa. Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan partisipasi siwa dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa di MA Nurul Ummah Yogyakarta.  Students' awareness of waste management is still low, even though students play an important role as agents of change in the school environment. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge about waste management, the economic potential of waste management, and student participation in waste management with students' ecological awareness at MA Nurul Ummah Yogyakarta. The type of this research is quantitative descriptive. The design in this research is cross-sectional. The research subjects were 30 students selected based on purposive sampling technique. The instrument in this research is a questionnaire. Data analysis in this study was carried out using the Chi-Square test. The independent variables in this research are knowledge about waste management, the economic potential of waste management and student participation in waste management. The dependent variable is students' ecological awareness. The results of research data analysis show that there is no significant relationship between knowledge about waste management and students' ecological awareness (p=0.337), and there is no relationship between students' participation in waste management and students' ecological awareness (p=0.552). However, there is a significant relationship between the economic potential of waste management and students' ecological awareness (p=0.035). Conclusion: There is a significant relationship between the economic potential in waste management and students' ecological awareness. There is no relationship between knowledge about waste management and student participation in waste management with students' ecological awareness at MA Nurul Ummah Yogyakarta.
Capaian Pelayanan Jiwa Orang dengan Gangguan Jiwa Berat di Puskesmas Bukit Sangkal: Achievement of Mental Health Services for Severe Mental Disorders at Bukit Sangkal Health Center Kiagus Rizki Parandani; Najmah; Risqadini Raudhatunisa; Citra Amanda Suryatina; Feby Aprilia Aisyah; Zaskia Anisa Aulia; Alzikra Arfi; Harmadi; Adhiani, Sylvia; Adhiani, ⁠Tuti Andriani
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.334

Abstract

Pelayanan kesehatan jiwa bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat merupakan prioritas dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat layanan primer. Penelitian ini bertujuan menggambarkan capaian pelayanan kesehatan jiwa terhadap ODGJ berat di Puskesmas Bukit Sangkal, Kota Palembang, tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari laporan program kesehatan jiwa puskesmas. Populasi mencakup seluruh 61 ODGJ berat yang terdaftar, dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan capaian pelayanan dari 27,87% di Januari menjadi 100% pada Oktober hingga Desember 2024. Mayoritas ODGJ berat berada pada kelompok usia produktif (18–59 tahun) dan didominasi oleh laki-laki. Kunjungan rumah dilakukan rutin tiga kali setiap bulan untuk setiap pasien. Temuan ini menunjukkan keberhasilan pendekatan layanan berbasis komunitas di Puskesmas Bukit Sangkal dalam memenuhi target SPM menurut data. Pelaksanaan kunjungan rutin mencerminkan komitmen layanan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Data ini menjadi dasar penting dalam penguatan kebijakan pelayanan kesehatan jiwa di tingkat primer. Mental health services for people with severe mental disorders (ODGJ berat) are a priority in fulfilling the Minimum Service Standards (SPM) at the primary care level. Purpose: This study aims to describe the achievement of mental health services for patients with severe mental disorders at Bukit Sangkal Health Center, Palembang City, in 2024. Methods: The method used was a quantitative descriptive study with a cross-sectional design, using secondary data from the mental health program report of the health center. The population included all 61 registered patients with severe mental disorders, using a total sampling technique. Data were analyzed descriptively through frequency and percentage distribution. Results: The results showed an increase in service coverage from 27.87% in January to 100% from October to December 2024. The majority of patiens were in the productive age group (18-59 years) and predominantly male. Home visits were conducted regulary three times per month for each patient. Conclution: These findings indicate the success of the community-based service approach at Bukit Sangkal Health Center in achieving the SPM targets based on the data. The implementation of regular visits reflects a commitment to sustainable and responsive services to patients’ needs. These data provide an important foundation for strengthening mental health service policies at the primary care level.