cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
ISSN : 20863772     EISSN : 26208245     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya.
Articles 94 Documents
Faktor Risiko Keluarga sebagai Prediktor Perilaku Merokok di Kalangan Pelajar: Sebuah Tinjauan Empiris di Indonesia: Family Risk Factor as Predictor of Smoking Behavior Among Students: an Empirical Study in Indonesia Lisa, Mona; Mutika, Winnie Tunggal; Muharramah, Disa Hijratul; Sulistyorini, Dwi
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.323

Abstract

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi merokok pada penduduk berusia ≥10 tahun mencapai angka 27.05%. Peningkatan yang signifikan terjadi pada kelompok usia remaja, terutama pada laki-laki yang berusia 15–19 tahun, yang mencapai angka 56,5%. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan faktor-faktor keluarga terhadap perilaku merokok pelajar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Cross-sectional. Survei meliputi kota kabupaten yang tersebar 34 provinsi dengan jumlah sampel 33,135 responden pelajar. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic ganda. Hasil Penelitian: Analisis menunjukkan 22,3% pelajar yang merokok dalam 30 hari terakhir. Setelah di adjust dengan kovariat diperoleh faktor keluarga yang berhubungan dengan perilaku merokok pada pelajar yaitu Pendidikan orang tua (AOR=1,14, 95% CI 1,05–1,19), status pekerjaan orang tua (AOR=1,14, 95% CI 1,03–1,26), Status pernikahan orang tua (AOR=1,2, 95% CI 1,08–1,31), perilaku berisiko keluarga (AOR=1,67, 95% CI 1,58–1,80), jarang ada kehangatan keluarga (AOR=1,18, 95% CI 1,20–1,26), tidak pernah merasakan kehangatan keluarga (AOR=1,41, 95% CI 1,29–1,54) dan kekerasan fisik dalam keluarga (AOR=1,43, 95% CI 1,29–1,59). Nilai R square=0.026 dimana model ini menjelaskan 2.6 % untuk mempredikasi perilaku merokok pada pelajar. Kesimpulan: Perilaku berisiko dalam keluarga memiliki kontribusi paling besar terhadap perilaku merokok pada pelajar. Perlu dilakukan intervensi berbasis keluarga yang fokus pada peningkatan kehangatan relasi keluarga, edukasi orang tua, serta pencegahan kekerasan dan perilaku berisiko dilingkungan rumah. According to the 2023 Indonesia Health Survey (IHS), the prevalence of active smokers aged ≥10 years reached 27,05%, with a significant increase among adolescents, particularly males aged 15–19 years, reaching 56.5%. This study aims to examine the association between family-related factors and smoking behaviour among students in Indonesia. This research employed an analytical Cross-sectional design using secondary data. The survey covered districts and cities across 34 provinces in Indonesia, with a total sample of 33,135 student respondents. Data were analysed using univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis using the Chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The analysis showed that 22.3% of students had smoked in the past 30 days. After adjusting for covariates, several family-related factors were significantly associated with smoking behaviour, including parental education level (AOR=1.14; 95% CI: 1.05–1.19), parental employment status (AOR=1.14; 95% CI: 1.03–1.26), parental marital status (AOR=1.20; 95% CI: 1.08–1.31), risky behaviours within the family (AOR=1.67; 95% CI: 1.58–1.80), lack of family warmth (AOR=1.18; 95% CI: 1.20–1.26), absence of family warmth (AOR: 1.41; 95% CI: 1.29–1.54), and experience of physical violence within the family (AOR: 1.43; 95% CI: 1.29–1.59). The R-square value 0f 0.026indicate that the model explain 2,6% of variance in predicting smoking behaviour among student. Risky behaviours within the family contributed the most to student smoking behaviour. Family-based interventions are necessary, focusing on strengthening familial warmth, improving parental education, and preventing violence and risky behaviors within the household environment.
Analisis Potensi Ekonomi Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologi Siswa di Yogyakarta: Analysis of the Economic Potential of Waste Management in the School Environment to Increase Students' Ecological Awareness in Yogyakarta Purnomo, Parmadi Sigit; Amyati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.333

Abstract

Kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah masih rendah, padahal siswa berperan penting sebagai agen perubahan lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, potensi ekonomi dari pengelolaan sampah, dan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa di MA Nurul Ummah Yogyakarta. Jenis dari penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Desain dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Subjek penelitian yaitu 30 siswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pengetahuan tentang pengelolaan sampah, potensi ekonomi dari pengelolaan sampah dan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah. Variabel terikat adalah kesadaran ekologi siswa. Hasil analisis data penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa(p=0,337), dan tidak terdapat hubungan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa (p=0,552). Namun, terdapat hubungan signifikan antara potensi ekonomi dari pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa (p=0,035). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan terkait potensi ekonomi dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa. Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan partisipasi siwa dalam pengelolaan sampah dengan kesadaran ekologi siswa di MA Nurul Ummah Yogyakarta.  Students' awareness of waste management is still low, even though students play an important role as agents of change in the school environment. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge about waste management, the economic potential of waste management, and student participation in waste management with students' ecological awareness at MA Nurul Ummah Yogyakarta. The type of this research is quantitative descriptive. The design in this research is cross-sectional. The research subjects were 30 students selected based on purposive sampling technique. The instrument in this research is a questionnaire. Data analysis in this study was carried out using the Chi-Square test. The independent variables in this research are knowledge about waste management, the economic potential of waste management and student participation in waste management. The dependent variable is students' ecological awareness. The results of research data analysis show that there is no significant relationship between knowledge about waste management and students' ecological awareness (p=0.337), and there is no relationship between students' participation in waste management and students' ecological awareness (p=0.552). However, there is a significant relationship between the economic potential of waste management and students' ecological awareness (p=0.035). Conclusion: There is a significant relationship between the economic potential in waste management and students' ecological awareness. There is no relationship between knowledge about waste management and student participation in waste management with students' ecological awareness at MA Nurul Ummah Yogyakarta.
Capaian Pelayanan Jiwa Orang dengan Gangguan Jiwa Berat di Puskesmas Bukit Sangkal: Achievement of Mental Health Services for Severe Mental Disorders at Bukit Sangkal Health Center Kiagus Rizki Parandani; Najmah; Risqadini Raudhatunisa; Citra Amanda Suryatina; Feby Aprilia Aisyah; Zaskia Anisa Aulia; Alzikra Arfi; Harmadi; Adhiani, Sylvia; Adhiani, ⁠Tuti Andriani
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.334

Abstract

Pelayanan kesehatan jiwa bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat merupakan prioritas dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat layanan primer. Penelitian ini bertujuan menggambarkan capaian pelayanan kesehatan jiwa terhadap ODGJ berat di Puskesmas Bukit Sangkal, Kota Palembang, tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari laporan program kesehatan jiwa puskesmas. Populasi mencakup seluruh 61 ODGJ berat yang terdaftar, dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan capaian pelayanan dari 27,87% di Januari menjadi 100% pada Oktober hingga Desember 2024. Mayoritas ODGJ berat berada pada kelompok usia produktif (18–59 tahun) dan didominasi oleh laki-laki. Kunjungan rumah dilakukan rutin tiga kali setiap bulan untuk setiap pasien. Temuan ini menunjukkan keberhasilan pendekatan layanan berbasis komunitas di Puskesmas Bukit Sangkal dalam memenuhi target SPM menurut data. Pelaksanaan kunjungan rutin mencerminkan komitmen layanan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Data ini menjadi dasar penting dalam penguatan kebijakan pelayanan kesehatan jiwa di tingkat primer. Mental health services for people with severe mental disorders (ODGJ berat) are a priority in fulfilling the Minimum Service Standards (SPM) at the primary care level. Purpose: This study aims to describe the achievement of mental health services for patients with severe mental disorders at Bukit Sangkal Health Center, Palembang City, in 2024. Methods: The method used was a quantitative descriptive study with a cross-sectional design, using secondary data from the mental health program report of the health center. The population included all 61 registered patients with severe mental disorders, using a total sampling technique. Data were analyzed descriptively through frequency and percentage distribution. Results: The results showed an increase in service coverage from 27.87% in January to 100% from October to December 2024. The majority of patiens were in the productive age group (18-59 years) and predominantly male. Home visits were conducted regulary three times per month for each patient. Conclution: These findings indicate the success of the community-based service approach at Bukit Sangkal Health Center in achieving the SPM targets based on the data. The implementation of regular visits reflects a commitment to sustainable and responsive services to patients’ needs. These data provide an important foundation for strengthening mental health service policies at the primary care level.
Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil di Puskesmas Talise Kota Palu: Risk Factors Associated with Hypertension in Pregnant Women at Talise Health Center, Palu City Dela, Brigita; Sofyan, Asrawati; Sabir, Muhammad; Anggara, Ary; Alvino, Guntur
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.354

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik hampir mencapai atau lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik hampir mencapai atau lebih dari 90 mmHg Hipertensi bisa terjadi di berbagai tahap kehidupan, termasuk selama kehamilan. Hipertensi dalam kehamilan termasuk dalam faktor utama penyebab morbiditas dan mortalitas untuk ibu ataupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan adalah cohort retrospektif dengan populasi Wanita hamil di wilayah kerja puskesmas Talise Kota Palu dan Sampel sebanyak 91 sampel menggunakan Teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia ibu hamil, paritas ibu hamil tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan. Namun riwayat hipertensi pada ibu hamil memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan. untuk mengatasi hipertensi dalam kehamilan perlu dilakukan pemantauan ibu hamil yang memiliki Riwayat hipertensi dan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan kontrol Kesehatan bagi ibu hamil. Hypertension is a condition in which systolic blood pressure almost reaches or more than 140 mmHg and diastolic blood pressure almost reaches or more than 90 mmHg Hypertension can occur at various stages of life, including during pregnancy. hypertension in pregnancy is included in the main factors causing morbidity and mortality for the mother or fetus. this study aims to determine the risk factors associated with the incidence of hypertension in pregnancy in pregnant women. the research method used was retrospective cohort with a population of pregnant women in the working area of the Talise Health Center, Palu City and a sample of 90 samples using Purposive sampling technique. The results showed that the age of pregnant women, parity history of pregnant women did not have a significant relationship with the incidence of hypertension in pregnancy. However, the history of hypertension in pregnant women has a significant relationship with the incidence of hypertension in pregnancy. to overcome hypertension in pregnancy, it is necessary to monitor pregnant women who have a history of hypertension and counseling about the importance of regular blood pressure checks and health control for pregnant women.  
Analisis Spasial Persebaran Kepadatan Penduduk, Usia Produktif, dan Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik Tahun 2021-2023: Spatial Analysis of Population Density, Productive Age, and HIV/AIDS Cases in Gresik Regency from 2021 to 2023 Lareina, Aldila; Rahman, Firman Suryadi
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.368

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dengan tren kasus yang selalu meningkat, terutama di wilayah Indonesia. Tahun 2021, tercatat 42.652 kasus HIV/AIDS, sedangkan pada tahun 2022 tercatat 62.296 kasus HIV/AIDS, dan tahun 2023 tercatat 73.709 kasus HIV/AIDS. Faktor demografi seperti kepadatan penduduk serta usia produktif berpotensi memengaruhi distribusi kasus HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi spasial HIV/AIDS di Kabupaten Gresik tahun 2021-2023 serta menganalisis keterkaitan kasus dengan kepadatan penduduk serta usia produktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional ekologi dengan menggunakan data sekunder Dinas Kesehatan serta BPS Kabupaten Gresik. Variabel dependen adalah jumlah kasus HIV/AIDS, sedangkan variabel independennya meliputi kepadatan penduduk (jiwa/km2) dan jumlah usia produktif (15-49 tahun). Analisis spasial dilakukan dengan aplikasi QGIS untuk membuat peta tematik serta interpretasi hubungan spasial antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa adanya tren peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik sebesar 104 kasus pada tahun 2021, 142 kasus pada tahun 2022, dan 158 kasus pada tahun 2023 dengan konsentrasi di Kecamatan Cerme, Manyar, dan Kebomas. Kasus lebih banyak ditemukan di wilayah dengan jumlah usia produktif besar, tetapi kepadatan penduduk tinggi tidak selalu berkorelasi dengan jumlah kasus, sebagaimana terlihat di Kecamatan Gresik. Temuan ini menggarisbawahi bahwa pemetaan berbasis SIG dapat digunakan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi. HIV/AIDS remains a public health issue with an increasing trend in cases, especially in Indonesia. In 2021, there were 42,652 HIV/AIDS cases, while in 2022 there were 62,296 cases, and in 2023 there were 73,709 cases. Demographic factors such as population density and the proportion of individuals in productive age groups have the potential to influence the distribution of HIV/AIDS cases. This study aimed to map the spatial distribution of HIV/AIDS in Gresik Regency from 2021 to 2023 and analyze the relationship between case distribution, population density, and productive age. The method used in this study was an ecological observational design using secondary data from the Gresik Regency Health Office and the Statistics Agency. The dependent variable was the number of HIV/AIDS cases, while the independent variables included population density (people/km²) and the number of people of productive age (15–49 years). Spatial analysis was performed using QGIS to create thematic maps and interpret spatial relationships between variables. The results showed an increasing trend in HIV/AIDS cases in Gresik Regency, with 104 cases in 2021, 142 cases in 2022, and 158 cases in 2023, concentrated in the Cerme, Manyar, and Kebomas subdistricts. More cases were found in areas with a larger productive-age population, although high population density did not consistently correspond to higher case numbers, as observed in the Gresik subdistrict. These findings demonstrate that GIS-based mapping is useful for identifying priority areas for intervention.
Analisis Risiko Kerja Petugas Rekam Medis Menggunakan Severity Assessment di Kota Gorontalo: Work Risk Management Analysis in the Medical Records Unit Using Hospital Severity Assessment in Gorontalo City Daud, Ayudhita Cahyani; Handayani, Lilis; Mantu, Ferawati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.374

Abstract

Severity assessment digunakan untuk menentukan tingkat keparahan risiko, variabel yang digunakan untuk menilai keparahan adalah dampak risiko dan probabilitas. Kualitas pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) memiliki hubungan penting dengan sistem tenaga kerja dan sumber daya manusia di Rumah Sakit. Pelaksanaan penyimpanan rekam medis sangat diperhatikan untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman untuk rekam medis dan bagi petugas yang sedang bekerja. Proses penyimpanan rekam medis mempunyai risiko-risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja pada petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko kerja di Unit Rekam Medis menggunakan Severity Assessment Rumah Sakit di Kota Gorontalo, pada penelitian ini dilakukan 2 tahapan yaitu penilaian dampak risiko dan probabilitas risiko kerja. Jenis penelitian ini penelitian kantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan severity assessment. Penelitian ini dilakukan di RSUD Otanaha, RSIA Sitti Khadijah, dan RS Multazam, Hasil penelitian berdasarkan penilaian severity assessment di RSUD Otanaha yang sebagai Rumah Sakit Pemerintah, RSIA Sitti Khadijah sebagai Rumah Sakit Khusus, dan RS Multazam sebagai Rumah Sakit Swasta bahwa dapat di simpulkan risiko kerja di unit rekam medis di temukan risiko yang paling tinggi yaitu pada RSIA Sitti Khadijah dengan penilaian rata-rata > 4 atau berada pada risiko paling tinggi atau risiko extrim. Oleh karena itu di sarankan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan pengendalian risiko dengan metode eliminasi, substitusi, dan penggunaan Alat Pelindung Diri. Severity assessment is applied to determine the level of risk severity by evaluating two key variables: risk impact and probability. Ensuring the quality of healthcare services requires hospitals to maintain safe, effective, and well-managed work environments. Occupational health and safety (OHS) management systems hold a critical role in supporting workforce performance and human resources, including within medical record units. Proper implementation of medical record storage is essential to create safe and comfortable conditions for both the records and the personnel handling them. However, the storage process poses several potential hazards that may compromise workers’ health and safety. This study aims to analyze occupational risk management in the Medical Record Unit using a severity assessment approach in selected hospitals in Gorontalo City. A quantitative cross-sectional design was employed, consisting of two stages: assessment of risk impact and assessment of risk probability. The study was conducted at Otanaha Regional General Hospital, Sitti Khadijah Mother and Child Hospital, and Multazam Hospital. The results show that among the three hospitals—representing government, specialized, and private healthcare facilities—the highest level of occupational risk was identified at Sitti Khadijah Mother and Child Hospital, with an average severity score > 4, classified as an extreme risk. Accordingly, hospitals are advised to strengthen risk control measures through elimination, substitution, and consistent use of personal protective equipment.  
Kelelahan Sosial dan Risiko Kecelakaan Kerja pada Anak Buah Kapal di Sektor Maritim: Social Fatigue and Occupational Accident Risk among Ship Crews in the Maritime Transport Sector Rahmadini, Nikita; Febriyanto, Kresna
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.385

Abstract

Anak buah kapal (ABK) pada sektor transportasi maritim terpapar beban kerja fisik dan psikososial yang tinggi, yang berpotensi menimbulkan kelelahan sosial serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kelelahan sosial dengan kejadian kecelakaan kerja pada ABK di salah satu pelabuhan penyeberangan di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik accidental sampling pada 136 ABK (n = 136) yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden. Kelelahan sosial diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dikategorikan menjadi rendah dan tinggi berdasarkan nilai median. Kecelakaan kerja diidentifikasi berdasarkan riwayat kecelakaan selama bekerja dan diklasifikasikan menjadi pernah dan tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan korelasi Spearman Rank pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 71,3% responden berada pada kategori kelelahan sosial tinggi dan 67,6% pernah mengalami kecelakaan kerja. Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kelelahan sosial dan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,061). Temuan ini mengindikasikan bahwa kelelahan sosial pada ABK cukup tinggi, tetapi tidak berasosiasi secara signifikan dengan kecelakaan kerja, sehingga tetap perlu dikelola melalui penguatan dukungan psikososial dan perbaikan kondisi kerja di kapal. Ship crews in the maritime transport sector are exposed to physical and psychosocial job demands that may lead to social fatigue and increase the risk of work accidents. This study aimed to analyse the association between social fatigue and work accidents among ship crews at a ferry port in East Kalimantan, Indonesia. A quantitative study with a cross-sectional design and an accidental sampling technique was conducted involving 136 crew members (n = 136) who met the inclusion criteria and provided informed consent. Social fatigue was measured using a structured, validated, and reliable questionnaire and categorised as low or high based on the median score. Work accidents were identified from self-reported accident history while working on board and classified as ever or never experienced. Data were analysed using univariate procedures and bivariate tests (Chi-square and Spearman Rank correlation) with a significance level of α = 0.05. The results showed that 71.3% of respondents experienced high social fatigue and 67.6% had experienced at least one work accident. However, no statistically significant association was found between social fatigue and work accidents (p = 0.061). These findings indicate that social fatigue among ship crews is relatively high but not significantly associated with work accidents, and should be addressed through psychosocial support and improved working conditions on board.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Banjir di SDN 1 Tugu Kebumen: The Relationship Between Knowledge and Attitudes and Flood Preparedness Among Students at SDN 1 Tugu Kebumen Redha, Pratiwi Soni; Kristanti, Melly; Rahmawati, Desie
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.386

Abstract

Angka kejadian hidrometrologi termasuk banjir termasuk tinggi yang dapat dipengaruhi oleh Banjir yang terjadi dikarenakan curah hujan, kondisi topografi daerah, kurangnya tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Maka diperlukan peran siswa terkait peningkatanpengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Siswa Umur 10-12 Tahun terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir di SDN 1 Tugu Kebumen. Jenis dari penelitian   ini yaitu deskriptif kuantitatif.  Desain dalam  penelitian  ini  yaitu cross-sectional.  Subjek  penelitian yaitu 70  siswa yang  dipilih berdasarkan teknik purposive  sampling. Instrumen dalam  penelitian  ini  yaitu kuesioner. Analisis data menggunakan regresi logistic dengan tingkat kepercayaan 95% p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap anak SD setelah dikontrol dengan pengetahuan terhadap kesiapsiagaan <0,001 PR 8,51 95% CI (1,95-11,45). Sikap anak Sekolah Dasar mempengaruhi kesiapsiagaan mereka dalam kebencanaan, selain itu, pengetahuan juga perlu di tingkatkan agar dapat memperbaiki sikap anak SD dalam kesiapsiagaan bencana selama di sekolah. Adanya kerjasama sekolah dengan pihak Badan penanggulangan Bencana Daerah setempat atau pihak volunteer untuk melakukan penanggulangan bencana. The incidence of hydrometeorological disasters, including flooding, is relatively high. Flood events may be influenced by factors such as rainfall intensity, regional topographic conditions, and the lack of preparedness among students in facing flood disasters. Therefore, it is necessary to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding flood preparedness. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes of students aged 10–12 years and their preparedness for flood disasters at SDN 1 Tugu, Kebumen. This research employed a quantitative descriptive approach with a cross-sectional study design. The study involved 70 students selected through purposive sampling. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using logistic regression with a 95% confidence level and a significance value of p < 0.05. The results showed a significant association between students’ attitudes—after being controlled for knowledge—and their flood preparedness (p < 0.001; PR = 8.51; 95% CI: 1.95–11.45). The attitudes of elementary school students were found to influence their disaster preparedness, and improving students’ knowledge is essential to enhance their attitudes toward disaster preparedness in the school setting. Collaboration between schools and the local Regional Disaster Management Agency or volunteer organizations is recommended to strengthen disaster preparedness efforts. 
Praktik Etnomedisin dalam Tradisi Pengobatan Masyarakat Suku Terasing di Kabupaten Banggai: Ethnomedicinal Practices in the Healing Traditions of Isolated tribal Communities in Banggai Regency Otoluwa, Anang Samudera; Syahrir, Muhammad; Tongko, Mirawati; Kanan, Maria
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.388

Abstract

Etnomedisin dipahami sebagai bidang kajian kesehatan yang menggunakan pendekatan budaya untuk memahami jenis-jenis penyakit, ragam ramuan tradisional, teknik peracikan, metode pengobatan, serta menelaah berbagai tumbuhan, hewan, atau bahan alam lain yang memiliki potensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan eksplorasi mendalam mengenai pemanfaatan etnomedisin dalam praktik pengobatan tradisional pada masyarakat suku terasing dalam menangani berbagai penyakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi untuk mengungkap pengetahuan lokal terkait etnomedisin. Data dialasis dengan menggunakan ukuran Fidelity Level (FL) atau tingkat fidelitas.  Hasil penelitian ini mendapatkan 11 spesies tumbuhan obat dan 63 ramuan.  Hasil Fidelitas berdasarkan jumlah sitasi ditemukan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu yang paling utama berupa daun 40,0% lalu akar 14,3% dan rimpang bijih,7,9`% sedangkan bagian tumbuhan yang lain seperti buah, batang, kulit batang, getah, umbi, air buah dan rimpangi dibawah 10 %. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu yang paling utama berupa daun 40,0% lalu akar 14,3% dan rimpang bijih,7,9`% sedangkan bagian tumbuhan yang lain seperti buah, batang, kulit batang, getah, umbi, air buah dan rimpangi dibawah 10 %. Cara penggunaannya yang terbanyak yaitu diminum (82,5%), ditempelkan 11,1%, dipijat/dihirup/ditetes 3,2% serta dikumur 1,6%. Penelitian ini merekomendasikan alternatif pengobatan tradisionil berbasis alam mupun kearifan lokal untuk pengembangan ilmu kesehatan kedepannya, namun tentunya dibutuhkan pengembangan uji efikasi maupun toksisitas untuk mendukung proses saintifikasi terhadap tumbuhan alam yang diyakini oleh masyarakat sebagai media obat. Ethnomedicine is a field of health studies that applies a cultural approach to understand disease classifications, traditional remedies, formulation techniques, and the use of plant, animal, or other natural materials with medicinal potential. This study aims to conduct an in-depth exploration of ethnomedicine utilization in traditional healing practices among an isolated indigenous tribe in treating various diseases. A qualitative exploratory design with an ethnographic approach was employed to reveal local knowledge related to ethnomedicine. Data were analyzed using the Fidelity Level (FL) to measure citation fidelity. The results identified 11 species of medicinal plants and 63 traditional remedy formulations. Fidelity analysis based on citation frequency showed that the most commonly used plant parts were leaves (40.0%), followed by roots (14.3%), and rhizomes (7.9%), while other parts such as fruit, stems, bark, sap, tubers, and plant water were cited at less than 10%. The dominant method of application was oral consumption (drinking) (82.5%), followed by topical pasting (11.1%), inhalation/massage/drops (3.2%), and gargling (1.6%). This study recommends nature-based traditional medicine and local wisdom as alternative pathways for future health science development. However, further efficacy and toxicity testing are required to support the scientific validation (scientification) and standardization of natural medicinal resources used by the community.
Perilaku Seksual Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan dengan Riwayat Penyakit Menular Seksual di Kabupaten Banggai: Sexual Behavior of Docker with Sexual Infected History in Banggai Regency Sombeng, Supardi; Herawati, Herawati; Sakati, Sandi Novryanto; Dwicahya, Bambang; Kanan, Maria; Ramli, Ramli
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.12

Abstract

Perilaku seksual dapat beresiko terjadinya Penyakit menular seksual (PMS) bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral, maupun anal. Kasus Penyakit Menular Seksual yang ditemukan pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan yang pernah menderita yaitu sebanyak 24 orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku seksual Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan yang pernah menderita penyakit menular seksual di Kabupaten Banggai. Lokasi penelitian dilakukan di kabupaten Banggai pada tahun 2016. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan direkam. Jumlah informan 17 orang, yang tidak bersedia diwawancara sebanyak 6 orang dan 1 orang telah meninggal dunia informan kunci sebanyak 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan sudah melakukan perilaku seksual yang beresiko yaitu perilaku seksual yang dilakukan secara berganti-gantian pasangan serta tidak menggunakan alat kontrasepsi dan terakhir kali informan melakukan hubungan seksual dengan wanita yang beresiko yaitu wanita pekerja seksual. Masyarakat diperlukan mendapatkan infomasi tentang perilaku-perilaku seksual yang beresiko pada kesehatan terutama tentang kesehatan reproduksi, sehingga kedepanyya mereka tidak akan mendapatkan penyakit yang dapat merugikan diri mereka sendiri. Sexual behavior can be at risk of sexually transmitted diseases (STDs) when having sexual intercourse by changing partners via vaginal, oral, or anal. Cases of sexually transmitted diseases were found in Port Loading and Unloading Workers who had suffered as many as 24 people. The purpose of this study was to determine the sexual behavior of Port Load Unloading Workers who had suffered from sexually transmitted diseases in Banggai District. The research location was conducted in Banggai district in 2016. The research was conducted in October-November 2016. This study used a qualitative method with in-depth interviews and recorded approaches. There were 17 informants, 6 of whom were unwilling to be interviewed and 2 of them had died as key informants. The results showed that the informants had carried out at risk sexual behavior that is sexual behavior that was carried out alternately-changing partners and did not use contraception and the last time the informant had sexual relations with women who were at risk namely women who were sex workers. Communities are required to get information about sexual behaviors that pose a risk to health, especially about reproductive health, so that in the future they will not get diseases that can harm themselves.

Page 9 of 10 | Total Record : 94