cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
ISSN : 20863772     EISSN : 26208245     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya.
Articles 83 Documents
Analisis Telemedicine dalam Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien pada Masa Pandemi Covid 19 di RS Stella Maris : Analysis Telemedicine in the Implementing Patient Safety Culture during the Covid 19 Pandemic at Stella Maris Hospital Nurul Hidayah Nur; Andi Niartiningsih; Tria Alpiana Dawa; Martina Rumbiak; Nurfitriani Nurfitriani
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.986 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i2.137

Abstract

Penerapan budaya keselamatan pasien yang baik akan mendeteksi kesalahan yang akan terjadi. Budaya keselamatan pasien akan meningkatkan kesadaran untuk mencegah error, dan melaporkan jika ada kesalahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis telemedicine dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien selama masa pandemi di RS Stella Maris. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di RS Stella Maris dengan informan sebanyak 5 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan metode triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya keselamatan pasien selama masa pandemic di RS Stella Maris cukup baik dan positif yaitu memudahkan pasien dalam memperoleh layanan kesehatan serta mengurangi adanya kecelakaan pada pasien. Hal tersebut berarti rumah sakit telah memberikan pelayanan yang aman dan sesuai aturan dengan meningkatkan hal hal kecil yang mungkin berisiko pada keselamatan pasien baik dari pihak keluarga maupun tim medis akan melakukan semua dengan baik dan benar. Disaranakan untuk manajemen rumah sakit agar meningkatkan penggunaan telemedicine pada pasien sangat memudahkan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit kecuali dalam kasus emergency sehingga akan berdampak pada peningkatan keselamatan pasien. The application of a good patient safety culture will detect errors that will occur. A patient safety culture will increase awareness to prevent errors, and report any errors. The purpose of this study is to analyze telemedicine in implementing patient safety culture during a pandemic at Stella Maris Hospital. This type of research used is qualitative. This research was conducted at Stella Maris Hospital with 5 patients as informants. Data collection was carried out by in-depth interviews and direct observation. Data were analyzed using source and technique triangulation methods. The results showed that the implementation of a patient safety culture during the pandemic at Stella Maris Hospital was quite good and positive, namely making it easier for patients to obtain health services and reducing patient accidents. This means that the hospital has provided services that are safe and according to the rules by increasing small things that may pose a risk to patient safety, both from the family and the medical team, will do everything properly and correctly. It is suggested for hospital management to increase the use of telemedicine for patients to make it easier for patients to get health services without having to come to the hospital except in emergency cases so that it will have an impact on improving patient safety.
Faktor – Faktor yang mempengaruhi Kunjungan (K1) pada Ibu Hamil: The Influence Factors of First Antenatal Care Visit (K1) to Pregnant Women Rini Damayanti; Winnie Tunggal Mutika; Dwi Puji Astuti; Nurtrisna Novriyanti
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.56 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i2.138

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan (K1) pada ibu hamil. Desain penelitian yaitu studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan 49 sampel ibu hamil yang melakukan K1. Variabel penelitian antara lain, K1, umur, paritas, dan umur kehamilan. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik praktik mandiri bidan di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu tahun 2018-2019. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil K1 tertinggi berdasarkan umur yaitu umur tidak berisiko (20-35 tahun) sebanyak 84 %, paritas kelompok multipara sebanyak 53 %, usia kehamilan kategori 0-12 minggu sebanyak 43 %. Kesimpulan : K1 akses dilakukan pada kategori umur tidak berisiko (20-35 tahun) dan kategori paritas yaitu multipara. K1 murni dilakukan pada umur kehamilan 0-12 minggu. This study aims to find influencefactor of the first antenatal care visit (K1) on pregnant women. The research method used is a descriptive study with cross-sectional approach. The sample in this study was 49 pregnant women who did K1. The variables in this study are K1, age, gestational age, and parity. We used secondary data from the medical record of the independent practice of midwives in Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu in 2018-2019. The results showed the highest K1 pregnant women based on age, age not at risk (20-35 years) as much as 84 %, parity in the multiparous group as much as 53 %, gestational age category 0-12 weeks as much as 43%. The conclusion of this study is that K1 access is carried out in the non-risk age category (20-35 years) and the parity category, namely multipara. K1 of pure was performed at 0-12 weeks of gestation.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja dengan Metode Hazard and Operability Study (Hazop) pada Proyek Pembangunan Jembatan Asa’an Pagimana: Work Accident Risk Analysis Using Hazard And Operability Study (Hazop) Method At Bridge Construction Project Asa’an Pagimana Fahrudin Lahay; Ni Kadek Armini; Dinar Mardiana; Poppy Mangundap
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.396 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i2.141

Abstract

Berbagai pekerjaan memiliki nilai risiko dan dampak yang bervariasi, termasuk pada beberapa pekerjaan proyek konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko kecelakaan pada pengerjaan proyek konstruksi Jembatan ruas Pagimana Asaan yang merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi dengan maksud mengurangi tingkat risiko kecelakaan yang terjadi. Sehingga diperlukan pendekatan yang tepat untuk mengetahui risiko kecelakaan. Hazard and Operability Study (HAZOP) adalah metode yang bisa diterapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko tertinggi terjadi pada pekerjaan awal pada kegiatan A1, A2, A4, B1, B2 dengan tingkat bahaya 10-14, sedangkan pada pekerjaan konstruksi pada kegiatan A3, A7, B5, B6, B7, B9, B10, dan pada Pekerjaan akhir pada kegiatan C11 termasuk dalam kategori risiko sedang dengan tingkat bahaya 5 - 9. Sehingga rekomendasi perbaikan lebih difokuskan pada kondisi risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan dalam penanganan dan pencegahan dilakukan berdasarkan pengawasan pelaksanaan aktifitas pekerjaan, pelatihan program K3, investigasi dan upaya pencegahan akibat kerja (PAK), identifikasi dan penilaian potensi bahaya serta risiko kerja, inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja rutin, penanganan ijin kerja aman karyawan, tahapan alat pelindung diri, dan rambu-rambu K3. Various jobs have varying risk and impact values, including on some construction project work. The purpose of this study is to analyze the risk of accidents in the construction project of the Pagimana Asa’an section bridge 2019 which is one of the construction projects that has a high risk of work accidents with the intention of reducing the level of risk of accidents that occur. So the right approach is needed to find out the risk of accidents. Hazard and Operability Study (HAZOP) is a workable method for identifying and analyzing the risk of occupational accidents. The results showed that the highest risk occurred in the initial work on activities A1, A2, A4, B1, B2 with a hazard level of 10-14, while in construction work on activities A3, A7, B5, B6, B7, B9, B10, and in the final work on activities C11 was included in the category of moderate risk with a hazard level of 5 - 9. So that the improvement recommendations are more focused on high-risk conditions. The recommendations given in handling and prevention are carried out based on supervision of the implementation of work activities, K3 program training, investigations and efforts to prevent work consequences (PAK), identification and assessment of potential hazards and occupational risks, routine occupational safety and health inspections, handling of employee safe work permits, stages of personal protective equipment, and K3 signs.
Evaluation of Heat Stress Control Worker in Kiln and Cast Shop at PT X: Evaluation of Heat Stress Control Worker in Kiln and Cast Shop at PT X Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Dewi Novita Hardiyanti; Ida Bagus Made Widiadnya
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.467 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i2.142

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sanitary manufactur yang memproduksi peralatan sanitasi. Salah satu tahapan produksinya yaitu pencetakan (casting) serta pembakaran yang suhunya dapat mencapai 20000C. Penelitian ini bertujuan untuk mengethui pengendalian heat stres yang telah dilakukan perusahaan terhadap pekerja di area Kiln dan Cast shop di PT X.  Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional, dengan unit analisis perusahaan manufacturing. Penelitian dilakukan dengan mengukur suhu lingkungan dan suhu yang diterima oleh pekerja yang berada di unit cast shop dan kiln. Hasil menunjukkan indeks WBGT in rata-rata area Kiln dan Cast Shop antara 30.710C-33.80C dengan pola kerja pekerja 50%-75% serta beban kerja yang masuk dalam katagori sedang jika dibandingkan dengan standard yang ditetapkan, kondisi ini dapat menyebabkan pekerja mengalami heat stress. Adapun rekomendasikan yang diberikan yaitu dengan penambahan titik untuk penyedian air minum, agar satus hidrasi pekerja tetap terjaga sehingga pekerja tidak mengalami heat stress selama bekerja PT X is a company engaged in the sanitary manufacturing sector that produces sanitary equipment. One of the production stages is molding (casting) and burning where the temperature can reach 20000C. This study aims to determine the control of heat stress that has been carried out by the company on workers in the Kiln and Cast shop area at PT X. This research is descriptive with a cross-sectional research design, with a manufacturing company as the unit of analysis. The research was conducted by measuring the ambient temperature and the temperature received by workers in the cast shop and kiln units. The results show that the average WBGT index in the Kiln and Cast Shop area is between 30.710C-33.80C with a work pattern of 50% -75% and the workload is in the moderate category when compared to the standards set, this condition can cause workers to experience heat stressed. The recommendations given are by adding points for the provision of drinking water, so that the hydration status of workers is maintained so that workers do not experience heat stress while working.
Pengaruh Kelelahan terhadap Keselamatan Pasien: Sistematik Review: Influence of Burnout on Patient Safety: a Systematic Review Diah Fitri Purwaningsih; Niswa Salamung; Ni Ketut Elmiyanti
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.946 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i2.143

Abstract

Latar belakang: kelelahan merupakan faktor penting dalam menunjang keselamatan pasien. Cedera yang dialami pasien yang merupakan akibat dari kesalahan dapat merugikan pasien. Tujuan : untuk mengidentifikasi pengaruh kelelahan terhadap keselamatan pasien. Metode: sistematik review kelelahan terhadap keselamatan pasien. Database yang digunakan ada lima yaitu PubMed, Science Direct, Scholar, SAGE, and ProQuest. Penelusuran artikel dengan menggunakan kata kunci kelelahan, keselamatan pasien, dan perawat, dimana peleursuran artikedimulai pada Oktober – November 2022. Hasil:  Dari 15 jurnal yang ditemukan semuanya menggunakan metode cross-sectional. Semua diterbitkan dalam bahas inggris dengan tahun publikasi yaitu tahun 2012 sampai tahun 2022. Kesimpulan adalah Kelelahan berhubungan dengan keselamatan pasien. Tingkat kelelahan dapat berasal dari faktor eksternal seperti rasio yang tidak sesuai antara perawat dan pasien, beban kerja yang tinggi, kurangnya dukungan dari pimpinan, suasana kerja yang tidak kondusif, hubungan interpersonal yang kurang baik. Kelelahan dapat dikurangi dengan mengoptimalkan dukungan atasan sehinga keselamatan pasien dapat ditingkatkan. Background: burnout is an important factor in supporting patient safety. Injuries experienced by patients which are the result of errors can be detrimental to patients. Objective: to identify the effect of burnout on patient safety. Methods: a systematic review of burnout on patient safety. There are five databases used, namely PubMed, Science Direct, Scholar, SAGE, and ProQuest. Search for articles using the keywords burnout, patient safety, and nurses, where the search for articles starts in October – November 2022. Results: of the 15 journals found all used the cross-sectional method. All were published in English with the year of publication, namely 2012 to 2022. Conclusion:  Burnout is related to patient safety. The level of burnout can come from external factors such as an inappropriate ratio between nurses and patients, high workload, lack of support from leaders, a non-conducive work atmosphere, and poor interpersonal relationships. Burnout can be reduced by optimizing superior support so that patient safety can be improved.
Determinan Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga Terkait Sanitasi Dasar: Determinants of Knowledge and Attitude of Family Heads with Basic Sanitation Parmi parmi; Lexy Kareba; Nani Astria Polontalo; Athia Kurnia Kasim; Fitri Arni HR; Desak Eka Susianawati; Saiful Ambodalle; Imelda Kantohe; Wahyu Wahyu
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.454 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i2.144

Abstract

Sebanyak dua milyar orang, baik di pedesaan maupun perkotaan saat ini belum memiliki sanitasi dasar yang memadai. Tujuh puluh persen masyarakat masih terbiasa Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Diantara negara-negara Association of southeast Asian Nations (ASEAN), Indonesia masih tertinggal dalam hal sanitasi. Cakupan sanitasi dasar di Desa Malino masih dalam kategori belum memadai, dari 4 dusun yang terdiri dari 374 Kepala Keluarga (KK) hanya 45,18% yang memnuhi kriteria seperti memiliki jamban sehat dan 41,4% yang memiliki cakupan air bersih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan cara observasional, Variabel dalam penelitian ini yaitu pengetahaun dan sikap masyarakat (kepala Keluarga) terkait sanitasi dasar. Populasi sebanyak 374 orang, sampel sebanyak 40 orang diambil secara Proporsional random sampling menggunakan rumus slovin. Penelitian ini telah di laksanan pada bulan Juli hingga Agustus 2022, di Desa Malino. Analisis data deskriptif-univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait sanitasi dasar dalam ketegori cukup, Sementara sikap masyarakat terkait sanitasi dasar dalam kategori baik. Aspek pengetahaun pada masyarakat merupakan determinan dengan kecenderungan yang lebih besar dibandingkan dengan sikap masyarakat terhadap rendahnya sanitasi dasar. Disimpulakn bahwa aspek sikap masayrakat dikatakan baik terkait dengan penerapan sanitasi dasara, sementara pengetahaun masyarakat masih dikatakan cukup dalam penerapan sanitasi dasar di lingkungan masyarakat. As many as two billion people, both in rural and urban areas, do not currently have adequate basic sanitation. Seventy percent of the people are still accustomed to open defecation. Among the Association of Southeast Asian Nations countries, Indonesia is still lagging in terms of sanitation. Basic sanitation coverage in Malino Village is still inadequate; out of 4 hamlets consisting of 374 heads of family, only 45.18% meet criteria such as having healthy latrines and 41.4% having clean water coverage. This research is descriptive-quantitative and uses an observational method. The variables in this study are the knowledge and attitudes of the community regarding basic sanitation. The population is 374 people, and a sample of 40 people is taken by proportional random sampling using the Slovin formula. This research was carried out from July to August 2022 in Malino Village. analysis of descriptive-univariate data the results showed that the community's knowledge regarding basic sanitation was in the sufficient category, while the community's attitudes regarding basic sanitation were in the good category. Aspects of knowledge in the community are a determinant with a greater tendency than people's attitudes towards the lack of basic sanitation. It is concluded that the aspect of community attitude is said to be well related to the application of basic sanitation, while the knowledge of the community is still said to be sufficient for implementing basic sanitation in the community environment.
Karakteristik Sarana Sanitasi Dasar di Desa Balayon Kec Liang Kab Banggai Kepulauan: Characteristics of Basic Sanitation Facilities in Balayon Village Liang District Banggai Islands Regency Fariza, Isyana; E, Efrila; Balebu, Dwi Wahyu
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v14i1.140

Abstract

Sanitasi yang buruk dapat menyebabkan penyakit. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh sanitasi lingkungan adalah diare. Diare merupakan penyakit endemis dengan kejadian luar biasa di Indonesia yang bisa menyerang seluruh kelompok usia. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau dekripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Waktu penelitian mulai bulan juli – agustus 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di desa Balayon yaitu sebanyak 99 kepala keluarga. Sampel dari penelitian ini sebagai populasi dari kepala keluarga di desa Balayon yang ditetapkan dengan rumus sebagai rumus solvin. Dalam penelitian ini alat untuk pengumpulan data adalah kuisioner dan cara pengumpulan dengan data primer diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dan melalui kuisioner yang berisikan daftar pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sesuai dengan tujuan penelitian yang akan disebarkan pada responden dan data sekunder diperoleh dari kantor Kepala Desa Balayon dan Polindes di Desa Balayon. Hasil penelitian menunjukan dari 82 rumah yang ada di Desa Balayon terdapat 65(86 persen) jamban yang memenuhi syarat, ada 21(25 persen) rumah yang memiliki SPAL, dan 61(74 persen) yang memiliki tempat sampah. Poor sanitation can cause disease. One of the diseases caused by environmental sanitation is diarrhea, which is an endemic disease with widespread occurrence in Indonesia that can affect all age groups. This type of research is a descriptive research method, namely a research method conducted with the main objective of making an objective description or description of a situation. The time for the research was from July to August 2022. The population in this study were all heads of families in Balayon village, namely 99 heads of families. The sample of this study is the population of the heads of families in Balayon village which is determined by the formula as the solvin formula. In this study the tool for data collection was a questionnaire and the method of collecting primary data was obtained by conducting direct interviews and through a questionnaire containing a list of questions that had been prepared according to the research objectives to be distributed to respondents and secondary data obtained from the office of the Balayon Village Head and Polindes in Balayon Village. The results showed that of the 82 houses in Balayon Village, there were 65(86 percent) latrines that met the requirements, 21(25 percent) houses had SPAL, and 61(74 percent) had trash bins.
Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Anak 6-12 Bulan di Kelurahan Gedung Johor Medan : The Relationship Between the of MP-ASI and the Nutritional Status of Children 6-12 Months in Kelurahan Gedung Johor Medan Sitorus, Friska; Anita, Surya; Bancin, Dewi R
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v14i1.149

Abstract

Asupan MP-ASI yang baik secara langsung akan mempengaruhi status gizi anak. Gizi sangat berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan berkaitan dengan kesehatan maupun kecerdasan anak. Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, pemberian MP-ASI sangat penting untuk meningkatkan energi maupun zat gizi bagi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6-24 bulan di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 42 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan dari 26 orang (61,9 persen) responden yang sesuai dalam pemberian MP-ASI, terdapat 3 orang (7,1 persen) yang mengalami gizi kurang dan 23 orang (54,8 persen) status gizinya baik. Sedangkan dari 16 orang (38,1 persen) yang tidak sesuai dalam pemberian MP-ASI, terdapat 1 orang (2,4 persen) mengalami gizi buruk, 10 orang (23,9 persen) mengalami gizi kurang dan 5 orang (11,8 persen) status gizinya baik hasil uji statistiknya p-value 0,001. Kesimpulannya adalah ada hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6-24 bulan di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan tahun 2022. Untuk itu diharapkan kepada ibu, hendaknya memberikan MP-ASI yang tepat dan benar serta sesuai dengan usianya agar terpenuhinya asupan nutrisi yang seimbang. Karena pemberian MP-ASI yang sesuai sangat berhubungan dengan status gizi anak.  Good MP-ASI intake will directly affect the nutritional status of children. Nutrition plays an important role for the growth and development of children and is related to the health and intelligence of children. After the baby is more than 6 months old, giving MP-ASI is very important to increase energy and nutrition for the baby. This study aims to determine the relationship between giving MP-ASI and the nutritional status of infants aged 6-24 months in Gedung Johor Village, Medan Johor District, Medan City in 2022. This type of research is a descriptive study with a cross-sectional design. The research sample used a total sampling technique of 42 people. Data collection used a questionnaire sheet which was analyzed using the chi-square test. The results showed that of the 26 people (61.9 percent) who were suitable for giving MP-ASI, there were 3 people (7.1 percent) who were malnourished and 23 people (54.8 percent) whose nutritional status was good. Meanwhile, out of 16 people (38.1 percent) who were not suitable for complementary feeding, 1 person (2.4 percent) experienced malnutrition, 10 people (23.9 percent) experienced malnutrition and 5 people (11.8 percent) had good nutritional status with a p-value of 0.001. The conclusion is that there is a relationship between giving MP-ASI and the nutritional status of infants aged 6-24 months in Gedung Johor Village, Medan Johor District, Medan City in 2022. For this reason, it is hoped that mothers should provide MP-ASI that is correct and correct and according to their age so that it is fulfilled. balanced nutritional intake. Because the provision of appropriate MP-ASI is closely related to the nutritional status of children
Analisis Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare di SMP Negeri di Yogyakarta: Analysis of Factors Related To The Incidence of Diarrhea at State Junior High School in Yogyakarta Amyati; Pratiwi, Rosiana
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v14i1.170

Abstract

Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit diare di dunia masih sangat tinggi terutama di negara berkembang. Diare merupakan penyebab kematian ke-4 pada golongan semua usia di Indonesia. Faktor risiko diare berkaitan dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berdasarkan data profil kesehatan Yogyakarta tahun 2021 diketahui bahwa jumlah kasus diare di Kota Yogyakarta pada perempuan sebanyak 2846 kasus (54,44 persen), jumlah penemuan kasus diare pada laki-laki sebanyak 2382 kasus (45,46 persen). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang penyakit diare dan PHBS dengan  kejadian diare pada siswa kelas IX SMP Negeri 9 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 9 Yogyakarta dan sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 66 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan metode analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah pengetahuan tentang penyakit diare dan PHBS. Variabel terikat (Dependent Variable) adalah kejadian diare. Hasil Penelitian: Responden yang tidak diare dengan pengetahuan diare kategori baik sebanyak 41(62 persen), dan sebanyak 9 (14 persen) dengan kategori tidak baik. Sedangkan yang mengalami diare dengan pengetahuan diare kategori baik sebanyak 6 (9 persen), dan 10 responden (15 persen) dengan kategori tidak baik. Responden tidak diare dengan PHBS kategori baik sebanyak 36 (55 persen), dan 14 responden (21 persen) dengan kategori tidak baik. Responden yang mengalami diare dengan PHBS kategori baik sebanyak 2 (3 persen), dan 14 responden (21 persen) dengan kategori tidak baik Hasil Uji Chi-square menunjukan ada hubungan yang signifikan antara PHBS dan pengetahuan diare dengan kejadian diare dengan nilai signifikan masing-masing 0,02 dan 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan PHBS dengan kejadian diare dengan kejadian Diare  pada siswa SMP Negeri 9 Kota Yogyakarta dengan nilai signifikan masing-masing 0,02 dan 0,001.  The morbidity and mortality rates due to diarrheal diseases in the world are still very high, especially in developing countries. Diarrhea is the 4th cause of death in all age groups in Indonesia. Risk factors for diarrhea are related to the Clean and Healthy Behavior (PHBS) program. Based on Yogyakarta's health profile data for 2021, it is known that the number of cases of diarrhea in the city of Yogyakarta in women was 2846 cases (54.44 percent), the number of cases of diarrhea found in men was 2382 cases (45.46 percent). The aim of the study was to determine the relationship between knowledge about diarrheal disease and PHBS with the incidence of diarrhea in class IX students of SMP Negeri 9 Yogyakarta. This type of research is survey research which is analytic in nature with a cross sectional approach. The population in this study were students of class IX at SMP Negeri 9 Yogyakarta and the sample in this study was 66 people. The sampling technique used in this study was purposive sampling with univariate and bivariate data analysis methods using the chi-square test. In this study, the independent variables were knowledge of diarrheal disease and PHBS. The dependent variable (Dependent Variable) is the incidence of diarrhea. Research Results: Respondents who did not have diarrhea with knowledge of diarrhea in the good category were 41 (62 percent), and as many as 9 (14 percent) in the bad category. While those who experienced diarrhea with knowledge of diarrhea in the good category were 6 (9 percent), and 10 respondents (15 percent) in the bad category. Respondents did not have diarrhea with PHBS in the good category as many as 36 (55 percent), and 14 respondents (21 percent) in the bad category. Respondents who experienced diarrhea with PHBS in the good category were 2 (3 percent), and 14 respondents (21 percent) in the bad category. Chi-square test results showed that there was a significant relationship between PHBS and knowledge of diarrhea with the incidence of diarrhea with a significant value of each 0.02 and 0.001. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and PHBS with the incidence of diarrhea in students of SMP Negeri 9 Yogyakarta City with significant values ​​of 0.02 and 0.001 respectively.
Analisis Kesehatan Udara di Rumah Sakit Umum Daerah Banggai Kabupaten Banggai Laut: Air Health Analysis at the Banggai Regional General Hospital Banggai Laut Regency Kanan, Maria; Intari, Luky Dwi; Bambang, Dwicahya
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v14i1.173

Abstract

Interaksi rumah sakit dengan manusia dan lingkungan dapat menyebabkan masalah kesehatan lingkungan yang ditandai dengan indikator menurunnya kualitas media kesehatan lingkungan di rumah sakit seperti media air, udara, pangan, sarana, bangunan serta vektor dan binatang pembawa penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran terhadap kesehatan udara dalam hal ini suhu, kelembaban, pencahayaan, dan mikrobiologi udara  dalam ruangan sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 7 Tahun 2019. Tujuan  penelitian adalah untuk menganalisis kesehatan udara di RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut yang dilakukan pada bulan Juni- Juli Tahun 2022. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi adalah semua ruangan pelayanan dan perawatan. Sampel adalah 12 ruangan pelayanan dan perawatan. Metode pengumpulan data dengan melakukan pengukuran suhu, kelembaban, pencahayaan di 12 ruangan pelayanan dan perawatan. Sedangkan untuk pengukuran kualitas mikrobiologi udara di mana sampel diambil di ruang operasi selanjutnya di bawah ke laboratorium untuk dianalisis angka kuman. Data dianalisis denganmenggunakan teknik  analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil pengukuran kesehatan udara dari 12 ruangan: parameter suhu terdapat 3 ruangan memenuhi syarat (25 persen), 9 ruangan tidak memenuhi syarat (75 persen). Parameter kelembaban 2 ruangan memenuhi syarat (16,7 persen), 10 ruangan tidak memenuhi syarat (83,3 persen). Parameter pencahayaan keseluruhan tidak memenuhi syarat (100 persen). Hasil analisis mikrobiologi udara ruang operasi memenuhi syarat (100 persen). Saran kepada direktur RSUD Banggai untuk bisa memaksimalkan sarana dan prasarana terkait suhu, kelembaban, pencahayaan di ruangan agar pasien dan pengunjung merasa nyaman berada di ruangan RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut, serta melakukan pengukuran kesehatan udara secara berkala setiap 6 bulan sekali.   Hospital interaction with humans and the environment can cause environmental health problems which are marked by indicators of decreasing quality of environmental health media in hospitals such as water, air, food, facilities, buildings and disease-carrying vectors and animals. Therefore it is necessary to measure the health of the air in this case temperature, humidity, lighting and indoor air microbiology as regulated in Permenkes No. 7 of 2019. The aims of the research was to analyze air health in the Banggai Hospital, Banggai Laut Regency which was carried out in June-July 2022. The type of research is descriptive. The population is all service and treatment rooms. Samples are 12 service and treatment rooms. The data collection method is by measuring temperature, humidity, lighting in 12 service and treatment rooms. As for the measurement of air microbiological quality, samples were taken in the operating room and then sent to the laboratory to analyze the number of germs. Data were analyzed using descriptive analysis techniques and presented in the form of tables and narratives. The results of air health measurements from 12 rooms: the temperature parameter contained 3 rooms that met the requirements (25 percent), 9 rooms that did not meet the requirements (75 percent). The humidity parameters for 2 rooms met the requirements (16.7 percent), 10 rooms did not meet the requirements (83.3 percent). The overall lighting parameters do not meet the requirements (100 percent). The results of the air microbiological analysis of the operating room met the requirements (100 percent). Advice to the director of Banggai Hospital to be able to maximize facilities and infrastructure related to temperature, humidity, lighting in the room so that patients and visitors feel comfortable in the Banggai Hospital room, Banggai Laut Regency. As well as measuring air health periodically every 6 months.