cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
ISSN : 20863772     EISSN : 26208245     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya.
Articles 83 Documents
Hubungan Lingkungan Kerja, Keterlibatan Kerja, Dan Beban Kerja Dengan Stres Kerja Pada Unit Office Pt X Kota Balikpapan: The Relationship of Work Environment, Work Engagement, and Work Load With Job Stress in the Office Unit of Pt X Balikpapan City Salsabil, Tarissa Zahrina; Ramdan, Iwan Muhamad; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Sultan, Muhammad; Hardianti, Dewi Novita
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v15i2.256

Abstract

Stres kerja merupakan bagian dari stres dalam kehidupan sehari-hari, dalam bekerja potensi untuk mengalami stres cukup tinggi, antara lain dapat disebabkan oleh ketegangan dalam berinteraksi dengan atasan, pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi, beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan, kondisi kerja yang tidak mendukung, persaingan yang berat dan tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja, keterlibatan kerja, dan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja unit office PT X. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kueisioner secara langsung dengan jumlah sample sebanyak 35 responden. Data diananilis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pekerja berada pada tingkat stres kerja yang normal. Terdapat hubungan antara lingkungan kerja (r= 0.506) dan beban kerja (r= 0.413 ) dengan stres kerja. Tidak ada hubungan antara keterlibatan kerja (r= 0.180) dengan stres kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara lingkungan kerja dan beban kerja terhadap stres kerja, serta tidak ada hubungan antara keterlibatan kerja terhadap stres kerja. Perusahaan diharapkan dapat mengevaluasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan kerja, mendorong keterlibatan kerja dengan memberikan otonomi yang lebih besar terhadap pekerja, dan mengevaluasi beban kerja untuk memastikan bahwa tugas-tugas didistribusikan secara adil. Work stress is part of the stress in everyday life, at work the potential for experiencing stress is quite high, among other things it can be caused by tension in interacting with superiors, work that requires high concentration, workload that is not in accordance with abilities, working conditions that are not support, tough and unhealthy competition. This research aims to determine the relationship between work environment, work involvement, and workload with work stress in PT X unit office workers. The type of research used is quantitative research with a cross-sectional research design, determining the sample in this research using the total sampling method. Data collection used a direct questionnaire with a sample size of 35 respondents. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The research results show that the average worker is at a normal level of work stress. There is a relationship between work environment (r= 0.506) and workload (r= 0.413) with work stress. There is no relationship between work involvement (r= 0.180) and work stress. The conclusion of this research is that there is a relationship between work environment and workload on work stress, and there is no relationship between work involvement and work stress. Companies are expected to thoroughly evaluate working environment conditions, encourage work engagement by providing greater autonomy to workers, and evaluate workloads to ensure that tasks are distributed fairly.
Analisis Stres Kerja terhadap Tindakan Tidak Aman di Process Plan Departement PT Citra Palu Minerals : Analysis of Work Stress on Unsafe Actions Among Workers in the Process Plan Department at PT Citra Palu Minerals Syahrir, Muhammad Sabri; Hilintang, Rendhar Putri; Putri, Amilah Eka
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v15i2.273

Abstract

Keselamatan kerja merupakan isu global yang mendesak, dengan sekitar 2,78 juta pekerja kehilangan nyawa setiap tahun akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Di Indonesia, kecelakaan kerja terus meningkat, dengan 177.000 kasus tercatat pada tahun 2020, menunjukkan adanya tantangan besar dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). PT Citra Palu Minerals mencatat 600 kejadian tindakan tidak aman sepanjang tahun 2023 PT Citra Palu Minerals mencatat 600 kejadian tindakan tidak aman, menekankan perlunya investigasi terkait faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja dan tindakan tidak aman di Process Plan Department PT Citra Palu Minerals. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 54 responden dipilih melalui teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square digunakan untuk menguji hubungan antara stres kerja dan tindakan tidak aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki hubungan signifikan dengan tindakan tidak aman, dengan p-value 0,012. Sebanyak 73,3% responden dengan tingkat stres kerja ringan lebih berisiko melakukan tindakan tidak aman, sementara pada tingkat stres kerja sedang, sebanyak 30,8% pekerja juga terlibat dalam perilaku berisiko. Kesimpulan penelitian ini adalah stres kerja berpengaruh signifikan terhadap tindakan tidak aman di PT Citra Palu Minerals. Intervensi untuk mengurangi stres kerja sangat diperlukan guna menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja.  Workplace safety is a critical global issue, with approximately 2.78 million workers dying each year due to work-related accidents and diseases. In Indonesia, workplace accidents have continued to rise, with 177,000 cases recorded in 2020, reflecting significant challenges in the implementation of Occupational Safety and Health (OSH) programs. In Central Sulawesi, PT Citra Palu Minerals reported 600 cases of unsafe actions in 2023, highlighting the need for an investigation into the factors influencing such behaviors. This study aims to analyze the relationship between work stress and unsafe actions in the Process Plan Department of PT Citra Palu Minerals. The method used is a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 54 respondents were selected through accidental sampling, and data were collected using a questionnaire. Bivariate analysis with the Chi-Square test was employed to examine the relationship between work stress and unsafe actions. The results show a significant relationship between work stress and unsafe actions, with a p-value of 0.012. Among respondents with low stress levels, 73.3% engaged in unsafe actions, while 30.8% of workers with moderate stress levels were also involved in risky behaviors. The conclusion of this study is that work stress has a significant impact on unsafe actions at PT Citra Palu Minerals. Interventions to reduce work stress are necessary to lower accident rates and improve workplace safety.
Case Series : Angka Kematian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Jenis Kelamin di Jawa Barat: Case Series: Dengue Fever Mortality Rate Based on Gender in West Java Taufik, Afifah; Hasibuan, Putri Amanda; Putri, Firly Deliana; Wulandari, Aulia; Tunggal Mutika, Winnie; Lisa, Mona
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v15i2.279

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik yang umum di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Analisis pola kejadian DBD berdasarkan jenis kelamin menjadi penting untuk untuk mendukung upaya pencegahan pencegahan dan pengendalian yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi kasus DBD berdasarkan jenis kelamin dan angka kematian di Jawa Barat selama periode 2021-2023. Dengan desain studi deskriptif case series, penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Analisis deskriptif untuk dilakukan untuk membandingkan kasus DBD antara laki-laki dan perempuan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa laki-laki memiliki risiko 1,17 kali lebih tinggi untuk terinfeksi DBD dibandingkan perempuan (OR=1,17; 95% CI: 1,09-1,25). Proporsi kasus DBD pada laki-laki menunjukkan peningkatan dari 51,4% pada di tahun 2021 menjadi 53,1% di tahun 2023, sedangkan proporsi pada perempuan cenderung menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun laki-laki memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi, angka kematian akibat DBD pada perempuan tercatat lebih besar dibandingkan dengan laki-laki selama periode penelitian. Hasil ini menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan yang mempertimbangkan aspek berbasis gender. Dinas Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan intervensi pencegahan yang lebih spesifik, terutama bagi kelompok perempuan, guna menekan angka kematian. Selain itu, masyarakat perlu didorong untuk secara rutin memberantas sarang nyamuk dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal DBD. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor biologis, sosial, dan lingkungan yang berkontribusi terhadap perbedaan risiko infeksi dan angka kematian berdasarkan jenis kelamin.  Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease common throughout Indonesia, including in West Java Province. Analysis of DHF incidence patterns by gender is essential to support more effective prevention and control efforts. This study aims to examine the prevalence of DHF cases by gender and mortality rates in West Java during the period 2021-2023. With a descriptive case series study design, this study used secondary data from the West Java Provincial Health Office. A descriptive analysis was conducted to compare DHF cases between men and women. The results of the analysis showed that men had a 1.17 times higher risk of contracting DHF than women (OR = 1.17; 95% CI: 1.09-1.25). The proportion of DHF cases in men increased from 51.4% in 2021 to 53.1% in 2023, while the proportion in women tended to fluctuate. Although men are more susceptible to infection, the mortality rate due to dengue fever in women was recorded to be greater than that of men during the study period. These results highlight the importance of a prevention approach that considers gender-based aspects. The Health Office is expected to improve education and more specific prevention interventions, especially for women, to reduce mortality rates. In addition, the community must be encouraged to routinely become members of mosquito nests and increase awareness of early symptoms of dengue fever. Further research is recommended to explore biological, social, and environmental factors contributing to differences in infection risk and mortality rates based on gender.
Penerapan Prinsip Etika pada Penggunaan Rekam Medis Elektronik : Application of Ethical Principles in the Use of Electronic Medical Records zahwa azalia; Oktavia Ramadhaningrum; Kelompok 1, Sabrina; Nazwa Prisca Alya; Kurnaesih, een
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v15i2.284

Abstract

Prinsip etika dalam penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) secara umum berfokus pada perlindungan hak pasien, kerahasiaan informasi medis, serta tanggung jawab tenaga kesehatan dalam mengelola data medis secara profesional dan aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan prinsip etika dalam penggunaan RME di Indonesia. Penerapan prinsip etika ini penting untuk menjaga kepercayaan pasien terhadap sistem kesehatan, mengingat RME menyimpan data sensitif yang harus dilindungi dari akses yang tidak sah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder yang bersumber dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen relevan yang membahas etika medis serta implementasi teknologi dalam layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun RME menawarkan efisiensi dalam pelayanan kesehatan, masih terdapat tantangan terkait kerahasiaan data pasien dan pelatihan tenaga medis yang kurang memadai dalam menerapkan etika penggunaan teknologi ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan regulasi dan sistem keamanan data perlu dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip etika yang lebih baik dalam penggunaan RME. Saran yang diberikan adalah pentingnya meningkatkan pengawasan terhadap penerapan RME, serta memperjelas kebijakan terkait hak pasien dalam pengelolaan data medis, agar teknologi ini dapat digunakan dengan aman dan bertanggung jawab. The ethical principles in the use of Electronic Medical Records (EMR) generally focus on protecting patients' rights, maintaining the confidentiality of medical information, and ensuring the responsibility of healthcare professionals in managing medical data professionally and securely. The aim of this research is to examine the application of ethical principles in the use of RME in Indonesia. The application of these ethical principles is crucial in maintaining patients' trust in the healthcare system, as EMR stores sensitive data that must be protected from unauthorized access. This research adopts a qualitative approach, gathering secondary data from scientific journals, research articles, and relevant documents discussing medical ethics and the implementation of technology in healthcare services. The findings indicate that while EMR offers efficiency in healthcare services, there are still challenges related to patient data confidentiality and insufficient training for healthcare professionals in applying ethical practices in technology use. The study concludes that strengthening regulations and data security systems is necessary to ensure better application of ethical principles in EMR use. The recommendations emphasize the importance of enhancing oversight of EMR implementation and clarifying policies regarding patient rights in the management of medical data, to ensure that this technology is used safely and responsibly.  
Dampak Kesehatan Masyarakat dari Kegiatan Pertambangan Batubara di Desa Bintang Ara Barito Selatan, Kalimantan Tengah: Public Health Impact of Coal Mining Activities in Bintang Ara Village, South Barito, Central Kalimantan Ningsih, Riyan; Rahayu, Eka Putri
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.265

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara telah menjadi usaha pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara. Namun, penggunaan sumber daya alam tanpa memperhatikan lingkungan dapat menyebabkan berbagai dampak negatif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan batubara. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan populasi seluruh masyarakat Desa Bintang Ara dan sampel sebanyak 36 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan batubara menyebabkan pencemaran udara akibat debu batubara yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan, serta pencemaran air akibat limbah pertambangan yang mengandung logam berat berbahaya. Tailing atau sisa hasil pertambangan juga berpotensi mencemari lingkungan dengan logam berat seperti kadmium, merkuri, dan timbal yang dapat menyebabkan toksisitas akut dan kronis pada manusia. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang komprehensif, termasuk riset dan survei kondisi lingkungan, evaluasi dan monitoring secara berkala, serta pengolahan limbah pertambangan dengan prosedur yang benar. Coal mining activities have become the government's effort to increase state revenue. However, the use of natural resources without paying attention to the environment can cause various negative impacts both in the short and long term. This study aims to analyze the public health impact caused by coal mining activities. The research method used was descriptive observation with the population of the entire community of Bintang Ara Village and a sample of 36 respondents using the purposive sampling technique. The results of the study show that coal mining activities cause air pollution due to coal dust which can cause respiratory disorders, as well as water pollution due to mining waste containing harmful heavy metals. Tailings or mining residues also have the potential to pollute the environment with heavy metals such as cadmium, mercury, and lead which can cause acute and chronic toxicity. To overcome these negative impacts, comprehensive environmental management efforts are needed, including research and surveys of environmental conditions, regular evaluation and monitoring and processing of mining waste using correct procedures.  
Identifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Petugas Rekam Medis Bagian Penyimpanan di UPTD Puksesmas ‘X’ Kab.Konawe: Identification of Health and Safety Work for Medical Records Staff in the Storage Section at UPTD Puksesmas ‘X’ Kab.Konawe Evayanti, Arni; Nasibah, Umu Sitti Umu; Sariyanti; Saedah, Andi Rini Indriani; Aslin, Wa Ode Nur; Histina; Solihati, Yuli; Basri, Sitti Marzuqoh Aidah; Amaliah, Nurul; Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.288

Abstract

Pelaksanaan pelayanan di Puskesmas didukung oleh unit rekam medis yang menyimpan dokumen penting, seperti data identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan jenis layanan lainnya yang telah diberikan. Namun, proses penyimpanan rekam medis berpotensi menimbulkan risiko yang dapat membahayakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) para petugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek K3 yang dialami oleh petugas rekam medis di bagian penyimpanan UPTD Puskesmas 'X', Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara terhadap petugas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai risiko yang dihadapi oleh petugas, termasuk bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Identifikasi bahaya mencakup risiko seperti tersayat kertas, terpapar penyakit infeksi, kelelahan mata, dan terjatuh saat mengambil berkas. Penelitian ini juga menemukan bahwa pelaksanaan K3 di Puskesmas belum optimal, dengan tidak adanya SOP khusus dan ketergantungan pada kesadaran individu. Disarankan untuk meningkatkan disiplin kerja dan kondisi lingkungan kerja guna meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kesehatan kerja petugas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk perbaikan sistem K3 di fasilitas kesehatan. Providing services in the Puskesmas is supported by the medical records unit. Medical records are documents that contain patient identity data, examinations, treatments, actions, and other services that have been provided to the patient. The process of storing medical records carries risks that can threaten the Occupational Health and Safety (OHS) of the staff. This study aims to identify the health and safety (K3) of medical record officers in the storage section of UPTD Puskesmas 'X' Kab. Konawe. This research was conducted using a descriptive qualitative method through observation and interviews with medical record officers. The research results show that there are various risks faced by the staff, including physical, chemical, biological, ergonomic, and psychosocial hazards. Hazard identification includes risks such as paper cuts, exposure to infectious diseases, eye strain, and falls while retrieving files. This study also found that the implementation of OHS in community health centers is not yet optimal, with the absence of specific SOPs and reliance on individual awareness. Recommended to improve work discipline and working conditions to minimize the risk of accidents and enhance the health of the staff. This research is expected to serve as a reference for improving the OHS system in healthcare facilities.
Faktor yang mempengaruhi Kesehatan Mental Ibu Hamil dan Menyusui: Factors Affecting Mental Health in Pregnant and Breastfeeding Women Lutfi Adisti; Wulandari, Aulia; Mutika, Winnie Tunggal; Rochmawati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.311

Abstract

Penyakit mental yang dialami perempuan selama kehamilan dan periode setelah melahirkan terjadi pada kisaran 10-20% di seluruh dunia. Kesehatan mental ibu yang sedang hamil dan menyusui dapat menimbulkan masalah seperti kecemasan, stres, kesulitan tidur, baby blues, dan depresi jika tidak ditangani dengan baik. Perempuan hamil yang mengalami masalah kesehatan mental dapat berdampak pada kondisi janin serta meningkatkan risiko tertentu, seperti perkembangan yang terhambat, kelahiran prematur, dan berat badan lahir yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan mental pada ibu hamil, dan menyusui. Menggunakan literature review dengan empat database, yaitu Elsevier, Pubmed, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata kunci “kesehatan mental”, “depresi”, “ibu hamil”, “ibu menyusui”, “faktor terkait”. Beberapa faktor signifikan ditemukan terkait dengan kesehatan mental pada ibu hamil dan ibu menyusui yaitu usia, paritas, pendidikan, olahraga dan kegiatan fisik, pendapatan, pekerjaan dan tingkat kecemasan. Intervensi terstruktur yang melibatkan keluarga dapat menjadi upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi stres mental pada ibu hamil dan menyusui. Mental illness in women during pregnancy and the postpartum period occurs in the range of 10-20% worldwide. The mental health of pregnant and breastfeeding mothers can lead to problems such as anxiety, stress, sleep difficulties, baby blues, and depression if not treated properly. Pregnant women who experience mental health problems can impact the condition of the fetus and increase certain risks, such as stunted development, premature birth, and low birth weight. This study aims to identify risk factors that affect mental health in pregnant, and breastfeeding mothers. Using Literature review with four databases, namely Elsivier, Pubmed, Scholar, Garuda using the keywords “mental health”, “depression”, “pregnant women”, “breastfeeding mothers”, “associated factors”. Several significant factors were found to be associated with mental health in pregnant and breastfeeding mothers: age, parity, education, exercise and physical activity, income, occupation and anxiety level. Structured interventions involving the family can be an effective preventive measure to reduce mental stress in preparation and delivery. Improve readiness of pregnant women.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Terjadinya Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi: Factors Influencing the Occurrence of Chronic Energy Deficiency in High-Risk Pregnant Women Adesty, Riana Eka Wira; Anggadita, Tania; Damayanti, Rini; Mutika, Winnie Tunggal
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.315

Abstract

Wanita hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berada dalam kondisi rentan menghadapi berbagai komplikasi serius, termasuk risiko kematian maternal secara mendadak selama masa perinatal serta meningkatnya kemungkinan bayi lahir yang mempunyai berat badan di bawah batas normal. Penelitian ini dilakukan untuk mengenali dan mengevaluasi elemen-elemen yang berhubungan dengan terjadinya KEK.melalui telaah pustaka terhadap sejumlah studi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan mengkaji enam jurnal ilmiah yang relevan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa variabel seperti tingkat pendidikan, jumlah anak yang dilahirkan (paritas), jarak kehamilan, pengetahuan gizi, penghasilan keluarga, pola konsumsi, serta indeks massa tubuh (IMT) sebelum kehamilan merupakan faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya KEK. Oleh karena itu, perhatian serius terhadap faktor-faktor tersebut sangat penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu secara menyeluruh. Pregnant women experiencing Chronic Energy Deficiency (CED) are in a vulnerable condition and face a higher risk of serious complications, including the potential for sudden maternal death during the perinatal period and an increased likelihood of delivering babies with low birth weight. This study aims to identify and analyze the factors associated with the occurrence of CED by reviewing various previous studies. The method used is a literature review by analyzing six relevant scientific journals. The findings reveal that variables such as educational level, number of children (parity), pregnancy spacing, nutritional knowledge, household income, dietary patterns, and pre-pregnancy Body Mass Index (BMI) are contributing factors to CED. Therefore, serious attention to these variables is essential to improve overall maternal health status.
Efektifitas Posyandu Remaja dalam Meningkatkan Status Kesehatan Remaja Putri di Kecamatan Luwuk Selatan: The Effectiveness of Youth Posyandu in Improving the Health Status of Adolescent Girls in South Luwuk District Ekaputri, Risky; Handayani, Lisa; Balebu, Dwi Wahyu
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.317

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti ketidakseimbangan gizi, anemia, dan penyakit tidak menular. Program Posyandu Remaja dirancang untuk mendukung kesehatan remaja melalui edukasi, pemantauan kesehatan, dan intervensi berbasis komunitas. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan status kesehatan remaja putri belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Posyandu Remaja dalam meningkatkan status kesehatan remaja putri berdasarkan indikator seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, lingkar lengan atas, tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan "one group pretest-posttest design". Sampel terdiri dari 35 remaja putri berusia 10-18 tahun yang merupakan anggota baru Posyandu Remaja di Kecamatan Luwuk Selatan. Analisis data menggunakan uji t sampel berpasangan dan uji Wilcoxon. Luaran yang akan dicapai yaitu artikel yang dipublikasi di jurnal Nasional bereputasi Sinta 1-4. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan pada rata-rata IMT (p = 0,009) dan tekanan darah sistolik (p = 0,000) setelah intervensi. Sebaliknya, tekanan darah diastolik meningkat signifikan (p = 0,000). Variabel lain seperti kadar hemoglobin, kadar glukosa darah, lingkar perut, dan lingkar lengan atas tidak menunjukkan perubahan signifikan secara statistik. Posyandu Remaja efektif dalam menurunkan IMT dan tekanan darah sistolik, tetapi kurang efektif untuk variabel lainnya. Program ini memiliki potensi untuk meningkatkan status kesehatan remaja putri, namun memerlukan penguatan dalam durasi intervensi, intensitas edukasi, dan penyesuaian program agar lebih terarah. Adolescent girls are a group that is vulnerable to various health problems, such as nutritional imbalances, anemia and non-communicable diseases. The Youth Posyandu Program is designed to support adolescent health through education, health monitoring and community-based interventions. However, its effectiveness in improving the health status of adolescent girls has not been widely studied. This study aims to analyze the effectiveness of Youth Posyandu in improving the health status of adolescent girls based on indicators such as Body Mass Index (BMI), abdominal circumference, upper arm circumference, blood pressure, hemoglobin levels and blood glucose levels. This research uses a quasi-experimental design with "one group pretest-posttest design". The sample consists of 35 young women aged 10-18 years who are new members of the Youth Posyandu in South Luwuk District. Data analysis uses the paired sample t test and the Wilcoxon test. The output to be achieved is an article published in the reputable National journal Sinta 1-4. The results of the analysis showed a significant reduction in average BMI (p = 0.009) and systolic blood pressure (p = 0.000) after the intervention. In contrast, diastolic blood pressure increased significantly (p = 0.000). Other variables such as hemoglobin levels, blood glucose levels, abdominal circumference and upper arm circumference did not show statistically significant changes. Adolescent Posyandu is effective in reducing BMI and systolic blood pressure, but less effective for other variables. This program has the potential to improve the health status of adolescent girls, but requires strengthening the duration of the intervention, intensity of education, and adjustments to the program to make it more targeted.
Menyelami Penerapan K3 di Bank Sampah: Studi Kualitatif pada Pengelolaan Sampah Komunitas di Samarinda: Exploring OSH Implementation at Bank Sampah: Qualitative Study in Community Waste Management Samarinda Paramita, Nadinda Maretta Diah; Ramdan, Iwan M.; Sultan, Muhammad; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.322

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu sebuah sistem yang bertujuan membentuk lingkungan kerja yang sehat serta aman, baik dalam sektor formal bahkan sektor informal seperti di Bank Sampah. Namun, dalam pelaksanaannya, penerapan K3 di Bank Sampah masih menghadapi beberapa kendala. Studi yang dilaksanakan ini mempunyai tujuan dalam rangka menganalisis penerapan K3 dan kendalanya di Bank Sampah Nusantara. Studi ini memanfaatkan pendekatan kualitatif memakai desain studi kasus. Dilaksanakan pengumpulan data memakai metode wawancara kepada lima orang pekerja Bank Sampah Nusantara dan observasi saat kegiatan berlangsung. Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik koding manual, dimulai dari proses reduksi data, penyusunan kode (memberi label pada data yang relevan), dan pengelompokan dalam tema (menggabungkan beberapa kode yang sama). Penyajian data dilakukan berwujud narasi deskriptif dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data, digunakan teknik validasi Member Check. Diperoleh hasil penelitian bahwa penerapan K3 di Bank Sampah Nusantara masih kurang optimal yang ditandai dengan penggunaan APD seadanya dan minimnya fasilitas K3, belum adanya SOP atau pelatihan K3, serta kurangnya kesadaran pekerja akan penerapan K3. Adanya penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya penguatan sistem K3 di sektor informal, serta mendorong perhatian dari pemerintah atau lembaga terkait untuk mendukung K3 di Bank Sampah, sehingga diharapkan penerapan K3 dapat berjalan dengan optimal. Occupational Safety and Health (OSH) is a system aimed at creating a safe and healthy work environment, both in the formal and informal sectors, including waste banks. However, in its implementation, OSH in waste banks still faces several challenges. This study aims to analyze the implementation of OSH and its obstacles at Bank Sampah Nusantara. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews with five workers at Bank Sampah Nusantara and direct observations during operational activities. The data were analyzed thematically using manual coding techniques, starting with data reduction, coding (assingning labels to relevant data), and grouping codes into themes (combining similar codes). The data were presented in descriptive narrative form, followed by the process of drawing conclusions. To ensure data validity, the member check technique was applied. The results shos that the implementation of OSH at Bank Sampah Nusantara remains suboptimal, as reflected in the limited use of personal protective equipment (PPE), inadequate safety facilities, the absence of Standard Operating Procedures (SOPs) and OSH training, and the low awareness of workers regarding OSH practices. This study highlights the importance of strengthening OSH systems in the informal sector and encourages greater attention from government or relevant institutions to support OSH efforts in waste banks so that its implementation can be carried out optimally.