cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Kesalahan Gramatikal Karena Pengaruh Bahasa Ibu dalam Tulisan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Yana Qomariana; Ida Ayu Made Puspani; Ni Ketut Sri Rahayuni
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.371 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p09

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa asing atau bahasa kedua seringkali dijumpai kesulitan yang dilakukan oleh pembelajar. Kesulitan tersebut antara lain disebabkan oleh adanya perbedaan antara bahasa asing yang dipelajari (L2) dengan bahasa ibu pembelajar (L1). Terdapat kesalahan pembelajar yang dipengaruhi oleh L1. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa terjadi pada bidang fonologi, kosa kata, dan tata bahasa (Breadsmore, 1982). Perbedaan ini menyebabkan kesalahan-kesalahan dalam penggunaan L2 oleh pembelajar. Hal ini menunjukkan pengaruh dari L1 terhadap pemerolehan L2 (Ellis in Bhela, 1999). Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh bahasa ibu terhadap bahasa Inggris mahasiswa program studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, bahasa Bali dianggap sebagai bahasa Ibu mahasiswa. Kedua bahasa akan dibandingkan untuk menganalisa perbedaan dan persamaan diantara keduanya. Responden dalam penelitian adalah mahasiswa semester dua Program Studi Sastra Inggris yang akan dianalisa kemampuan menulisnya dalam Bahasa Inggris. Tulisan mahasiswa kemudian akan dianalisa berdasarkan kesalahan yang ditemukan, khususnya dalam hal morfologi dan sintaksis. Selanjutnya, kesalahan-kesalahan tersebut dianalisa berdasarkan perbedaan antara L1 dan L2 yang menyebabkan terjadinya kesalahan.
Kesantunan Berbahasa yang Tercermin dalam Aimai Hy?gen Ni Made Andry Anita Dewi; Ni Putu Luhur Wedayanti
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.311 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p05

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu topik kebahasaan yang cukup banyak dikaji dalam penelitian. Kesantunan berbahasa dalam beberapa tahun belakangan ini tidak hanya berfokus pada masalah linguistik, akan tetapi juga dapat dikaitkan dengan budaya masyarakat penutur bahasa yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah aimai hy?gen (ungkapan ambiguitas). Aimai hy?gen merupakan salah satu konsep berkomunikasi yang masih digunakan oleh penutur masyarakat Jepang. Konsep aimai hy?gen ini berfokus pada gaya bahasa yang digunakan melalui makna-makna yang tidak jelas atau tidak pasti oleh karena terlalu banyaknya makna yang dimiliki oleh ungkapan tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghindari penggunaan ungkapan yang lugas, tegas, dan jelas. Berdasarkan fenomena tersebut, maka beberapa aimai hy?gen yang dikaitkan dengan prinsip kesantunan Leech dibahas dalam makalah ini.
Teks Verbal dan Visual Media Kampanye Pilgub Bali Admin Jurnal Pustaka
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.668 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p10

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks verbal dan visual yang digunakan oleh kandidat gubernur ketika pemilihan gubernur (pilgub) Bali lalu. Sebagian suatu bentuk komunikasi, teks verbal dan visual pada media kampanye pilgub Bali tentunya mengandung makna dan pesan tertentu. Hal tersebut tidak lepas dari perencaan dan pembuatan suatu media kampanye yang serupa dengan media iklan. Media seperti itu mempunyai pesan dan makna tertentu yang disampaikan kepada para pembaca atau yang melihatnya. Apalagi media kampanye yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan, pandangan, serta mengajak seseorang untuk memilih, sudah tentu memiliki pesan dan makna khusus. Sumber data yang digunakan pada artikel ini adalah media kampanye luar ruang selama pelaksanaan masa sosialisasi dan masa kampanye pilgub Bali. Sumber data diambil dari media kampanye kedua kandidat gubernur Bali yang dipasang di seluruh kabupatan/kota di Bali. Data yang digunakan adalan teks verbal dan teks visual pada media – media tersebut. Hanya tiga data yang dianalisa untuk artikel ini. Metode dokumentasi diaplikasikan untuk pengumpulan data dengan teknik perekaman, pembacaan secara rinci, pemilahan, dan pengklasifikasian. Sedangkan metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data berdasarkan teori – teori kajian wacana. Simpulan yang diperoleh adalah teks verbal atau teks tulis media kampanye berisikan paparan informasi dan gagasan. Selain itu, pilihan kosakata mengacu pada bentuk pencitraan diri kandidat gubernur. Pada kesempatan yang sama, daya ilokusi yang dimunculkan lebih dominan pada model asertif. Sementara itu, teks visual mempunyai kecenderungan pemilihan pewarnaan, gambar kandidat, maupun logo – logo seperti partai politik tetap memberikan kontribusi pada keberlangsungan komunikasi melalui media kampanye.
Nilai Heroisme pada Tarian Caci Masyarakat Manggarai Sebagai Refleksi Karakter Bangsa Elsita Lisnawati Guntar; Yuliana Jetia Moon; Ambros Leonangung Edu
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.674 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p01

Abstract

Caci adalah sebuah tarian heroik karena berbentuk “perang” atau tanding di antara pria-pria pemberani dan perkasa. Para pria petarung dengan gagah masuk ke arena diiringi deru musik gong dan gendang menambah semangat untuk beradu. Dua pria saling berhadapan, yang satu sebagai penyerang (paki) dengan cambuk keras dengan ujungnya yang kecil dan tajam, sambil melenggak-lenggok (kelong) mencari siasat untuk memukul lawan (ta’ang) berperisai lengkap. Daerah kepala adalah incaran utama diserang. Fokus penelitian ini adalah menganalisis nilai heroisme pada tarian caci. Akan tetapi, heroisme yang dikaji hanya dari konten lagu-lagu caci yang berisi syair-syair keberanian. Dalam usaha merampungkan penelitian ini, peneliti memadukan penelitian kepustakaan dan lapangan. Adapun kandungan nilai heroisme yang ditemukan dalam tarian dan nyanyian caci yang atraktif dan ekspresif tersebut ialah nilai keberanian, prestasi, ketekunan, kesetiaan, kejujuran dan sportivitas, dan menghormati adat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tarian caci masyarakat manggarai Manggarai kaya akan makna dan memiliki kandungan nilai heroisme yang sangat tinggi.
Riak Gelombang Resiliensi Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam Balutan Aspek Budaya Bali Bambang Dharwiyanto Putro
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.676 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p06

Abstract

Keluarga yang memiliki anggota keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengalami beban berat dan berbagai macam bentuk stres yang mengakibatkan kondisi ini sulit untuk dihadapi. Hal ini dipengaruhi oleh isolasi sosial, stigmatisasi dan beban psikologis serta beban ekonomi yang makin meningkat. Namun disisi lain keluarga tetap berharap penderita dapat sembuh total. Pribadi yang mampu bertahan dalam kondisi sulit tersebut disebut dengan pribadi yang memiliki resiliensi. Resiliensi dilihat sebagai kualitas pribadi yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan, baik internal maupun eksternal, tetapi juga pada akhirnya mereka dapat menjadi lebih kuat dari pada sebelumnya. Di Bali menurut kepercayaan orang Bali yang beragama Hindu terdapat suatu konsep bahwa sehat sakit terjadi bila tidak ada keseimbangan ketiga unsur yaitu Buana Alit, Buana Agung dan Sang Hyang Widhi Wasa sebagai faktor sekala atau niskala yang dapat menimbulkan gengguan pada manusia. Kepercayaan ini yang menyebabkan penderita atau keluarga akan mengunjungi dukun atau balian untuk mendapatkan petunjuk atau pengobatan. Begitu pun setelah penderita keluar dari rumah sakit, sebagian besar penderita berobat ke dokter dan balian dan ada yang lebih sering ke balian saja atau dokter saja. Jika mereka kambuh maka sebagian besar datang ke balian. Balian mampu mempengaruhi pasien dan keluarganya dan kebanyakan percaya dengan yang dinyatakan balian. Terlihat bahwa peranan budaya Bali khususnya yang ada kaitannya dengan terjadinya gangguan jiwa perlu mendapat perhatian khusus. Penulisan artikel ini ingin menunjukkan rekomendasi untuk perawatan potensial yang dapat menolong dalam tahap penyembuhan atau pemulihan paling tidak sebagai tambahan pengalaman.
Penggunaan Anggah Ungguhing Basa Bali: Sebuah Kesantunan dan Penanda Kelas Sosial Masyarakat Bali I Nyoman Duana Sutika
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.825 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p02

Abstract

Balinese language with its leveling still intensively used by the Balinese people. Anggah-ungguhing basa (the languages levels) mostly used in the traditional event, and in special events, such as a workshop, conference, and seminars. It also used when the Balinese communicate with elder and strangers. Generally for most Balinese language regarded as the mother language, especially those who live in rural areas.Since the lack of young generation interest, the use of Balinese language levels has decreased.Intead of complicated language levels in Balinese, the young Balinese prefer to use Indonesian, as its more practical and easier.On the other hand, the Balinese language levels, contain a value of modesty, courtesy, and manners, also be a symbol of social class in Balinese society. Communication is arranged based on a social class using fine andcoarse language.
Wacana Anti Imperialisme dalam Cerpen Kyuuchou No Negai Karya Kobayashi Takiji Ni Luh Putu Ari Sulatri; Silvia Damayanti
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.332 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p07

Abstract

Wacana anti imperialisme menjadi salah satu tema yang diangkat dalam karya sastra oleh sastrawan yang berafiliasi dengan kesusastraan proletar di Jepang, termasuk Kobayashi Takiji. Di dalam cerpen Kyuuchou no Negai, disajikan narasi sebagai bentuk pandangan dunia pengarang dari Kobayashi Takiji terkait dengan wacana anti imperialisme. Guna mengkaji wacana anti imperialisme dalam cerpen Kyuuchou no Negai pada tahap pengumpulan data diterapkan metode kajian pustaka, pada tahap analisis data diterapkan metode analisis isi, dan pada tahap penyajian hasil analisis data diterapkan metode informal. Hasil analisis menunjukan bahwa ideologi anti imperialisme disajikan dalam wacana 1) biaya perang yang tinggi menciptakan kemelaratan bagi masyarakat Jepang; 2) masyarakat dituntut mendukung imperialisme sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat; 3) imperialisme bertentangan dengan nilai kemanusian; dan 4) imperialisme Jepang dapat memicu revolusi di dalam negeri.
Jejak Politik dan Perjuangan Bung Karno I Ketut Darma Laksana
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.587 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p03

Abstract

Understanding of Soekarno / Bung Karno must be done thoroughly. This political figure and independence proclamator has established himself as a respected person in the world. That is why, as many as twenty-six titles of Doctoral Causa were awarded to Bung Karno who came from renowned universities in the world. However, behind all that, during the occupation, Bung Karno went in and out of prison. Still as a detainee at Sukamiskin Prison (1926), Sukarno underwent a trial by filing a plea titled Indonesia Menggugat in Lanraad Building, Bandung. The interesting thing in his plea was that the target was not only directed at the judges who were convening it, but also outside parties, especially the Dutch who were perpetrators of imperialism. He reminded the Netherlands that he was not a rebel, but someone who wanted to claim his right to independence. Prison, seizing independence, the PRRI-Permesta rebellion, liberation of West Irian, confrontation with Malaysia, and the rebellion of the G 30 S / PKI, are historical facts that characterize his struggle. To reveal all this, the data of this paper comes from various sources, which are generally understood by the public, especially the educated. Thus, methodologically, this paper is a historical retrospection, looking back at the traces of politics and the struggle of Bung Karno.
Kebertahanan Subak di Desa Kedewatan Ubud, di Tengah-Tengah Arus Pariwisata Global I Ketut Setiawan
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.98 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p08

Abstract

Pertanian sebagai kebudayaan sesungguhnya masih sangat berperan dalam mendukung pengembangan pariwisata, baik dari tata nilai, religiusitas, maupun lingkungannya. Lebih-lebih Ubud merupakan kawasan pariwisata yang sangat terkenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ironisnya, sebagai daerah tujuan wisata populer, lahan pertanian rentan terhadap tekanan akibat pariwisata itu sendiri. Kenyataannya terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian yang difasilitasi oleh kebijakan pemerintah setempat. Selain itu, sumberdaya manusia yang semakin meningkat serta perkembangan industri yang terkait dengan pariwisata, semakin mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian, khususnya sawah, menjadi lahan non pertanian untuk sarana dan prasarana pendukung pariwisata, seperti hotel, restoran, villa, toko cendramata, dan sebagainya. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan cultural studies. Sebagai alat analisis dalam rangka mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam penelitian ini digunakan dua teori, yaitu teori hegemoni dan teori praktik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Proses alih fungsi lahan persawahan di Desa Kedewatan, Ubud, terjadi melalui hegemoni dan negosiasi. Alih fungsi lahan persawahan tersebut merupakan bentuk hegemoni pengusaha (pemodal), penguasa (pemerintah) dan para petani itu sendiri, karena menganggap pariwisata memberi kesejahteraan lebih dibandingkan dengan bekerja sebagai petani. Ideologi yang bekerja di balik terjadinya alih fungsi lahan persawahan adalah ideologi ekonomi kapitalis dan gaya hidup. Alih fungsi lahan persawahan berdampak terhadap hilangnya infrastruktur sistem irigasi yang dikelola oleh organisasi subak, struktur sosial, kelembagaan, dan moral ekonomi petani.
Pola Deskripsi pada Istilah Budaya Bali dalam Teks Berbahasa Inggris Ni Ketut Alit Ida Setianingsih
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.168 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p04

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pola deskripsi yang digunakan pada penggunaan istilah budaya Bali dalam teks berbahasa Inggris. Teks bermuatan budaya menjadi salah satu tantangan dalam komunikasi. Hal itu mengingat pemahaman budaya turut berperan dalam kelancaran komunikasi. Sehingga memahami budaya menjadi keharusan untuk mempermudah komunikasi antar dua penutur berbeda. Dalam hal ini, teks – teks berbahasa Inggris yang memaparkan mengenai budaya Bali mempunyai tantangan tersendiri. Memberikan pemahaman makna terhadap suatu istilah budaya Bali terhadap pembaca dengan latar budaya yang sangat berbeda. Untuk itu, penambahan informasi dilakukan oleh penulis dan salah satunya dengan menggunakan pola deskripsi. Pola deskripsi memberikan peluang pemahaman yang lebih komprehensif terhadap istilah – istilah budaya yang tidak terdapat kesepadanannya pada budaya lainnya. Sumber data yang digunakan adalah media online dan data yang diambil merupakan teks – teks berisikan istilah budaya Bali yang berbahasa Inggris. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan menerapkan teknik membaca rinci, pencatatan, dan pemilahan data. Sedangkan metode deskriptif kualitatif diaplikasikan untuk menjelaskan pola deskripsi yang terhadap pada penjelasan istilah budaya Bali dalam teks Bahasa Inggris. Simpulan yang diperoleh adalah pola deskripsi menjadi pilihan untuk menjelaskan makna suatu istilah budaya Bali. Dalam upaya menjelaskan makna tersebut, penulis menggunakan pola deskripsi berupa deskripsi bentuk, deskripsi fungsi, maupun kombinasi keduanya. Hanya pada istilah budaya Bali di media online berbahasa Inggris, pola deskripsi bentuk lebih cenderung dominan untuk menjelaskan makna suatu istilah budaya Bali.

Page 1 of 1 | Total Record : 10