Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles
186 Documents
Variation of Karonese Language in Tanah Karo
Jenheri Rejeki Tarigan;
Siti Aisyah Ginting;
Rahmad Husein
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p06
This study aims to know the Variation of Karonese Language in Tanah Karo. This study was conducted by using descriptive qualitative research. This study were done at some places in Tanah Karo. There were at Tigapanah, Tiganderket and Tigabinanga. There were 6 people taken as subject (informant) in this study. The data was collected by giving Swadesh (Phoneme and Lexical) and also by interviewed the native speaker of Karonese. The result of the study dominantly same, but there are some words are different in Phoneme based on three palces in Tanah Karo, such us: they say satu, in Tigapanah /sada/, Tiganderket /sada/ and Tigabinanga /sadæ/ and also result of the lexical are also domintaly same but there are some words are different such us; in Tigapanah people say “benar” they say “tuhu”, in Tiganderket people say “benar” they say “ tuhu” and in Tigabinanga people say “benar” they say “payo”. So, based on the swadesh (Phoneme and Lexical) and interview, this study accumulate to increase the understanding of variation of Karonese language and for present to the readers about variation of Karonese language and it caused by (1) Regional Dialect and (2) Arena or Geography.
Pengaruh Adanya Gojek Terhadap Pengemudinya di Kota Denpasar Tahun 2015-2020
Samuel Calvin Situmorang;
Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo;
Anak Agung Inten Asmiriati
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p11
Adanya gojek sangat membantu dalam kehidupan perkotaan, selain mudah dijangkau, efisiensi waktu tunggu menjadi dasar yang membuat gojek begitu banyak peminat di Kota Denpasar. Gojek tidak hanya membantu dari segi penumpang, jika dilihat dari sisi pengemudi adanya gojek menciptakan lapangan kerja baru. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji dampak yang ada semenjak gojek beroprasi di kota dari segi ekonomi dan sosial yang ditimbulkan dari sisi pengemudi. Penelitian ini banyak mengambil data melalui wawancara dengan para pengemudi. Dari hasil penelitian, adanya gojek memberi dampak kepada yang banyak 1. Secara ekonomi gojek bisa menjadi mata pencaharian karena jam kerja dan durasi bekerja yang fleksibel. Selain alasan jam kerja dan durasi bekerja yang dapat diatur sendiri, gojek juga memberi bonus-bonus atau insentif bagi pengemudi yang mampu menyelesaikan target orderan. 2. Memunculkan paguyuban atau komunitas antar sesama pengemudi yang bersifat kekeluargaan dan gotong royong. Berkat gojek, para pengemudi membuat komunitas untuk saling membantu yang bersifat kekeluargaan antar mitra pengemudi untuk saling membantu dalam pekerjaan. Tidak hanya berdampak ke para pengemudi saja, adanya gojek juga memberi dampak baik terhadap pariwisata di Kota Denpasar. Aksebilitas dan dapat menjangkau ke semua daerah di Kota Denpasar membuat pariwisata di denpasar menjadi berkembang berkat adanya gojek. Adanya gojek memberi dampak yang baik bukan hanya kepada mitranya saja tetapi juga pariwisata di Kota Denpasar.
Analisis Etnografi dalam Tradisi Kenduri Sko Masyarakat Adat Tarutung Kerinci Jambi
Priazki Hajri
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p02
Kenduri Sko merupakan tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat kerinci setiap lima tahun sekali, wujud tradisi ini yaitu membersihkan benda-benda pusaka warisan dari nenek moyang, seperti rambut leluhur, keris dan tombak, selain itu dalam tradisi ini juga bertujuan untuk pengukuhan ninik mamak dan tetua adat yang baru dan dipilih berdasarkan garis keturunan. Ritual lain yang dilakukan dalam tradisi ini yaitu pembakaran kemenyan dengan tujuan memanggil roh-roh para leluhur biasanya dilakukan pada saat kesenian silat sebagai salah satu rangkaian dari tradisi Kenduri Sko, Rangkaian selanjutnya yaitu duduk makan bersama serta membagikan makanan khas dari acara ini kepada masyarakat sekitar.
Kebudayaan Indis: Hasil Akulturasi Budaya antara Jawa dengan Kolonial Belanda
Wahyu Agil Permana;
Andini Shira Putri;
Rinaldo Adi Pratama
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p07
Indische culture is a culture that results from a combination of European (Dutch) culture and local (Javanese) culture. Starting from the arrival of the Dutch to Indonesia which resulted in a cultural contact. Caused by this cultural contact, then led to acculturation between Dutch culture and local culture resulting in a new culture called Indische culture. This article was written with the aim of finding out about how Indische culture can enter and develop in Indonesia. The method used is literature study, namely by collecting historical sources and data consisting of archives, documents, books, journals, newspapers and magazines.
Front Matter Jurnal Pustaka Vol. 23. No. 1 Februari 2023
Editorial Team Pustaka
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diplomasi Budaya Indonesia Melalui Tari Kecak Bali
Adhistira Azka Kencana
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p03
Keindahan tari kecak Bali tentu tidak diragukan lagi dalam lingkung nasional, keindahan serta keunikan dari tari kecak ini memiliki arti disetiap pemeragaan gaya tariannya. Masyarakat Bali selalu menjaga gerakan gerakan yang mengandung arti sampai pada generasi abad ini. Keberhasilannya menjaga keindahan dan keunikan tari kecak menghantarkan tari kecak dikenal dan dipertontonkan di lingkup global. Hal ini tentu mempengaruhi wajah Indonesia sebagai negara asal kebudayaan dimata dunia. Banyak usaha dari berbagai pihak untuk menjadikan tari kecak sebagai pengenalan wajah Indonesia dari sisi kebudayaan. Kekompakkan tari kecak ini lah yang menarik adanya penelitian jurnal ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa review jurnal terdahulu serta mencari database dari sumber sumber terpercaya. Tujuan dari adanya jurnal penelitian mengenai tari kecak dapat dikatakan bahwa ingin membuktikan bahwa pergerakan tari kecak dilingkup global sangat pesat dan sangat dikagumi oleh tokoh tokoh budaya dinegara lain. Untuk membuktikan hasil penelitian yang sesuai dengan kerangka tujuan maka akan dihadirkan beberapa data dan tabel yang berisi data popularitas tari kecak dikaca internasional. Hasil dari penelitian ini tari kecak dalam lingkup global mengalami perkembangan yang cukup pesat dan hal ini mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia dimata Internasional.
Pelestarian Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Reog Kendang di Tulungagung
Bina Andari Nurmaning;
Nik Haryanti
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p08
Nilai kearifan lokal tersebut hampir dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia, hanya saja dalam realitasnya sangat jarang mendapati kearifan lokal yang diberdayakan dalam keseharian sebagai akibat langsung dari era globalisasi. Adanya kaitan yang begitu besar antara kebudayaan dan masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai suatu hal yang sangat penting bagi manusia dimana masyarakat tidak dapat meninggalkan budaya yang sudah dimilikinya. Nilai kearifan lokal hampir dimiliki oleh seluruh daerah, hanya saja dalam realitasnya sangat jarang mendapati kearifan lokal yang diberdayakan dalam keseharian sebagai akibat langsung dari era globalisasi. Ragam kearifan lokal salah satunya adalah kesenian reog kendang. Pendekatan penelitian yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan yaitu: Reduksi Data (data reduction) Penyajian Data (data display) Verifikasi Data (conclusion drawing/verification). Hasil penelitiannya adalah siswa berlatih menari reog kendang untuk pelestarian nilai kearifan lokal dilakukan dengan: berlatih menari dengan rajin, berdiskusi tentang bagaimana cara agar mampu mengikuti gerakan tari dengan cepat, bermain dan bercanda dengan teman, a mudah bosan jika tidak mampu mengikuti gerakan yang dianggap sulit. Reog Kendang ini ditampilkan secara berkelompok oleh 6 orang penari yang masing-masing dari mereka membawa kendang atau dhodhog. Reog Kendang ini masih sering di tampilkan dalam acara-acara besar yang diadakan di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Selain itu tarian ini juga sering di berbagai festival budaya, baik di daerah maupun tingkat nasional. Seiring dengan perkembangan jaman tarian ini mulai terlihat banyak perubahannya, dengan penambahan berbagai variasi dari segi gerakan, kostum, musik pengiring atau penyajiannya.
Kajian Literatur: Kebudayaan dan Kearifan Lokal Suku Badui dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Anisatul Khanifah;
Sugeng Harianto
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p04
Eksistensi virus covid-19 memberikan dampak negatif yang merugikan, korban jiwa akibat virus covid-19 di indonesia menunjukkan bahwa virus covid-19 sangat berbahaya, beberapa kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah demi menekan penyebaran covid-19. Tetapi sampai saat ini masih ada kawasan dengan 11.800 penduduk dimana hanya ada dua orang yang terpapar covid-19 yaitu Suku Badui. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana suku badui dengan kebudayaan dan kearifan lokalnya mampu menghadapi pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode studi Literatur. Kajian literatur dijadikan sebagai dasar dalam membangun konsep bahasan. Data yang digunakan berasal dari data sekunder seperti jurnal, artikel, laporan penelitian, buku dan situs-situs internet terpacaya yang relevan terhadap topik bahasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Masyarakat adat badui memilki dua sisem pemerintahan yakni nasional dan adat (2) Masyarakat adat badui menyebut tetua adat suku badui dengan sebutan Pu’un, pu’un memiliki kekuasaan dan kewenangan yang sangat tinggi (3) Pu’un memberikan arahan untuk taat terhadap protokol kesehatan. Sehingga Masyarakat adat badui sangat patuh terhadap anjuran Pu’un untuk mematuhi protokol kesehatan sebagai salah satu faktor berhasilnya suku badui menghadapi covid-19
Sejarah dan Profil Wisatawan Jepang
Ida Bagus Ketut Astina
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p09
Penelitian ini membahas tentang sejarah kebudayaan dan profil wisatawan Jepang secara ringkas baik dari masa kuna sampai restorasi meiji yang membawa pembaharuan dan kemajuan bangsa Jepang untuk bersaing dengan bangsa Eropa saat itu. Bahkan masa restorasi meiji juga dianggap sebagai titik balik kehancuran Jepang karena merasa besar dan kuat melakukan resistensi terhadap bangsa Eropa. Akibat dari tindakan tersebut bangsa Jepang mengalami kehancuran sesaat namun kemudian bangkit kembali mengejar kemajuan bersanding dengan bangsa yang pernah menghancurkannya. Mempelajari kebudayaan suatu negara merupakan hal yang sangat urgen dewasa ini, mengingat perkembangan pariwisata yang memungkinkan adanya perpindahan atau pergerakan atau beperginya orang-orang ke suatu negara (daerah tujuan wisata). Jepang sebagai industri maju banyak warganya menggunakan waktu luang bepergian ke luar negeri untuk berekreasi ke berbagai tempat tujuan wisata (tourist destination). Sudah tentu Indonesia sebagai salah satu negara tujuan wisata akan memperoleh limpahan wisatawan Jepang. Melihat kecenderungan ini dalam mengantisipasi kedatangan wisatawan Jepang, perlu deketahui, dikaji, dipelajari dan dipahami tentang; Bagaimana sejarah kebudayaan dan profil wisatawan Jepang ? Dari pernyataan tersebut terdapat korelasi bahwa mampelajari kebudayaan dan profil suatu negara sangat penting artinya dalam mengantisipasi perkembangan pariwisata khususnya hubungan antar personal dengan penduduk di daerah tujuan wisata.
Analisis Peran Kesenian Reog Kendang Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Moral Pelajar di Wilayah Kabupaten Tulungagung
Sibit Werda Anugrah Kinasen;
Nadya Khusna Alfiany;
Anggoro Putranto
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i02.p03
The original Reog Kendang art comes from Tulungagung Regency which was formed based on a folk dance composition created in 1978, this dance presents the process of troop soldiers from the Kedhiri Kingdom who followed Queen Kilisuci's procession to Mount Kelud to witness the conditions that queen Kilisuci gave to Jathasura. The people of Tulungagung know this art as a simple entertainment that can be performed by six dancers simultaneously dancing and beating the dhodhog drums. Instilling moral values in a student can be done through art, especially the Reog Kendang art. This art teaches children to have courtesy, cooperation, responsibility and so on in order to create and present beautiful art.