cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA KEDAI KOPIKIPLI DENGAN MATRIKS QSPM Rousilita Suhendah; Michele Tjen; Devina Saputra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20498

Abstract

The phenomenon of the emergence of coffee shops in big cities and small towns occurs because of changes in people's eating and drinking patterns. Changes in eating and drinking patterns were originally at home and now turning outside the home. The easy entry barrier to business makes the coffee shop competition very tight. Kipli coffee shop carries a concept of a traditional coffee shop and feels the impact. That 30 percent decrease in sales was by the owner of this coffee shop, making the owner of the KopiKipli shop feel the need for a business development strategy. The use of digital technology that has not been optimal has made the marketing of food and beverage products yet to show results. Therefore, based on a survey conducted by the PKM team, the PKM team held business development training using the QSPM method. This QSPM method is a business development strategy derived from internal and external factors in the Kipli coffee shop business. The community service team held business development training with Kipli coffee shop owners. The three strategies are resulted it and implemented by the Kipli coffee shop. The three strategies are improving brand image, improving product quality and consistency of food-beverage taste, and expanding marketing using social media. The strategy to improve the brand image is targeting the right target consumers and the brand image of KopiKipli itself. Improving the quality of food and beverage products is carried out by maintaining the quality of the raw materials used and the taste of food products that have won customers' hearts. Social media will be used optimally as a medium of communication and marketing of food and beverage products. ABSTRAK: Fenomena munculnya kedai kopi di kota besar dan kota kecil terjadi karena perubahan pola makan dan minum masyarakat.  Perubahan pola makan dan minum  yang semula di rumah saat ini berubah menjadi di luar rumah. Entry barrier yang mudah untuk masuk ke jenis usaha ini, membuat terjadinya persaingan usaha kedai kopi yang amat ketat. Kedai kopiKipli sebagai salah satu UMKM yang mengusung konsep kedai kopi tradisional merasakan dampaknya. Terjadi penurunan penjualan sebesar 30% yang dirasakan oleh pemilik kedai kopi ini, membuat pemilik kedai KopiKipli merasakan perlunya ada strategi pengembangan usaha. Pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal membuat pemasaran produk makanan dan minuman belum menunjukkan hasilnya. Oleh karena itu berdasarkan survey yang dilakukan oleh tim PKM , maka tim PKM mengadakan pelatihan pengembangan usaha dengan metode QSPM. Metode QSPM ini adalah suatu strategi pengembangan usaha yang dipilih dari berbagai strategi yang diturunkan dari faktor internal dan eksternal yang ada pada usaha kedai kopiKipli. Kegiatan pelatihan pengembangan usaha yang dilakukan oleh tim PKM bersama dengan pemilik kedai kopiKipli menghasilkan tiga strategi yang dapat diimplementasikan oleh kedai kopiKipli. Ketiga strategi itu adalah meningkatkan brand image, meningkatkan kualitas produk makanan-minuman serta konsistensi rasa dan memperluas pemasaran dengan menggunakan media sosial. Strategi meningkatkan brand image dilakukan dengan membidik target konsumen yang tepat, dan citra image kopiKipli itu sendiri. Peningkatan kualitas produk makanan dan minuman dilakukan dengan menjaga kualitas bahan baku yang digunakan serta mempertahankan rasa produk makanan  yang sudah mendapatkan hati pelanggan. Media sosial akan dioptimalkan sebagai media komunikasi dan pemasaran produk makanan dan minuman.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 4-6 TENTANG PHBS DAN PUGS MELALUI MEDIA ULAR TANGGA Nadine Nadine; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Aprilian Tri Wbowo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20531

Abstract

Clean and Healthy Behavior (PHBS) and General Guidelines for Balanced Nutrition (PUGS) can be the foundationfor healthy behavior for students, teachers and the community in the school environment. One of the right strategies to improve public health status is to empower students, teachers, and the school community to play an active role in creating healthy schools and individuals through PHBS and PUGS. The purpose of this activity is to improve clean and healthy living behavior and guided by balanced nutrition through knowledge, attitudes and actions. The method used is through a game of snakes and ladders which contains PUGS and PHBS. The material provided in education includes the meaning and content of PUGS and PHBS, PUGS and PHBS for school children, the benefits of a balanced nutritious diet, the functions of nutrients, the impact of an unbalanced diet, and tips on safe snacks for school children. The results after the intervention showed an increase in the percentage of children's knowledge about PUGS and PHBS from 53% to 100% (p=0.000). It is recommended that this snake and ladder game be carried out routinely and develop variations, along with a regular monitoring system and long-term goals in order to increase the knowledge and health status of school children and their environment. ABSTRAK: Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) dapat menjadi pondasi perilaku sehat bagi siswa, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah. PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan. Salah satu strategi yang tepat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ialah dengan memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar berperan aktif mewujudkan sekolah dan individu yang sehat melalui PHBS dan PUGS. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih sehat dan berpedoman gizi seimbang melalui pengetahuan, sikap dan tindakan. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan menggunakan permainan ular tangga yang berisikan PUGS dan PHBS. Materi yang diberikan dalam edukasi meliputi teori PUGS dan PHBS, PUGS dan PHBS untuk anak sekolah, manfaat pola makan bergizi seimbang, fungsi zat gizi, dampak pola makan tidak seimbang, serta tips jajanan yang aman untuk anak sekolah. Hasil setelah intervensi menunjukkan peningkatan persentase pengetahuan anak tentang PUGS dan PHBS masing-masing dari 20% dan 93.3% menjadi 100% (p=0,000). Disarankan permainan ular tangga ini dilakukan secara rutin dan dilakukan pengembangan variasi, beserta sistem monitoring secara berkala dan bertujuan jangka panjang agar dapat meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan anak sekolah beserta lingkungannya.
PENERAPAN APLIKASI MoKAS DAN P2UKS TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI SEKOLAH DEPOK Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini; Ruth M Bunga Wadu
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20640

Abstract

School-age children are an age group that is susceptible to disease, especially the incidence of infection. The problems found in SD X Sawangan, Depok, were conveyed that students often experience symptoms related to infections such as coughs, colds, and diarrhea which can harm children, in addition to health it also has an impact on children's learning backward because they cannot participate in learning at school. The purpose of this activity is to make efforts to prevent and control infection by using the School Children's Health Mobile Application (MoKAS) and to increase the role of school health efforts (P2UKS). This activity is held in August 2022. This activity is carried out for 5th-grade elementary school children who are in charge of UKS at the elementary school Holy Faithful Obedient Depok. The method of implementing this activity is socialization and counseling about infection prevention and control efforts as well as good UKS management in supporting the improvement of health services in schools, conducting training on how to check children's health when using the MoKAS Application, and assisting the UKS Responsible Person using the MoKAS Application. The results of this activity illustrate a change in student knowledge before and after socialization, counseling, and demonstrations so that students who have good knowledge about Covid-19 prevention have increased from 75% to 96.7%. Most students have good infection prevention and control skills with a total of 29 students (96.66%), the ability to carry out a good student health check with a total of 26 students (86.66%), the ability to use the application of MoKAS in infection prevention and control. good with the number of 28 students (93.33%). This activity suggests that schools continue to support infection prevention and control efforts using the MoKAS application and increase the role of school health efforts in supporting the improvement of the health of school residents. ABSTRAK: Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan terjadi penyakit, terutama kejadian infeksi. Masalah yang ditemukan di SD X Sawangan depok disampaikan bahwa siswa sering mengalami gejala yang berhubungan dengan infeksi seperti batuk, pilek, dan diare yang dapat merugikan anak, selain dalam kesehatannya, juga berdampak pada ketertinggalan dalam pembelajaran di sekolah karena tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. Tujuan PKM ini adalah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan penggunaan Aplikasi Mobile Kesehatan Anak Sekolah (MoKAS) dan peningkatan peran usaha Kesehatan sekolah (P2UKS).  Kegiatan ini dilakukan pada Bulan Agustus 2022. Kegiatan ini dilakukan pada anak kelas 5 di SD Holy Faithful Obedient Depok. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi dan penyuluhan tentang upaya PPI serta manajemen UKS yang baik dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Sekolah, melakukan pelatihan cara memeriksa kesehatan anak sekaligus menggunakan Aplikasi MoKAS, serta pendampingan Penanggung jawab UKS dalam Penggunaan Aplikasi MoKAS. Hasil PKM ini menggambarkan adanya perubahan pada pengetahuan siswa saat sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi, penyuluhan serta demonstrasi dengan hasil siswa yang memiliki pengetahuan baik terhadap PPI memiliki peningkatan sebesar 75% menjadi 96,7%. Mayoritas siswa memiliki kemampuan melakukan PPI yang baik dengan jumlah 29 siswa (96,66%), Kemampuan melakukan pemeriksaan kesehatan siswa yang baik dengan jumlah 26 siswa (86,66%), kemampuan menggunakan Aplikasi MoKAS dalam PPI yang baik dengan jumlah 28 siswa (93,33%). Kegiatan ini menyarankan supaya sekolah tetap mendukung upaya PPI menggunakan aplikasi MoKAS dan meningkatkan peran usaha Kesehatan sekolah dalam mendukung peningkatan Kesehatan warga sekolah
REMAJA DAN MEDIA SOSIAL DI SMA “X” BEKASI Daru Seto Bagus Anugrah; Adeline Mayvie Wijanarko; Fernando Elbert; Weny Savitry S. Pandia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.21078

Abstract

Penggunaan gawai di kalangan remaja tidak dapat dihindari. Di masa pandemi remaja menggunakan gawai untuk bersekolah daring, mencari referensi, dan juga mengekspresikan diri. Fitur media sosial yang ada dalam gawai menjadi sarana bagi remaja untuk bersosialisasi. Di satu sisi banyak sekali manfaat penggunaan gawai, namun di sisi lain remaja pengguna gawai dianggap tidak dapat mengontrol diri dalam menggunakan gawai sehingga menghabiskan waktu berlebihan dengan gawainya. Media sosial dalam gawai dianggap menjadi jembatan untuk perilaku seksual berisiko, penggunaan zat terlarang, hingga gangguan kesehatan mental. Padahal penggunaan gawai dan media sosial dapat memberikan banyak manfaat asalkan para remaja mengetahui cara penggunaannya secara bijak. Penggunaan gawai khususnya media sosial secara bijak perlu dipahami agar para remaja memperoleh banyak manfaat dalam penggunaan teknologi. Kegiatan edukasi yang diselenggarakan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) dan SMA “X” Bekasi sebagai mitra untuk meningkatkan pengetahuan penggunaan gawai secara bijak khususnya media sosial, perlu dilakukan. Berdasarkan analisis kebutuhan dari guru dan siswa, dilakukan kegiatan webinar yang bertujuan membekali para siswa mengenai pengetahuan penggunaan media sosial secara bijak dan manfaat penggunaan media sosial yang tepat. Dengan demikian para siswa SMA “X” Bekasi memperoleh manfaat yang luas dari penggunaan media sosial. Pre-test dan post-test yang dilakukan untuk mengetahui dampak dari kegiatan webinar menunjukkan perbedaan signifikan pada pengetahuan siswa dalam penggunaan media sosial. Setelah webinar para siswa membuat rencana tindak lanjut, dan guru melakukan pendampingan kepada para siswa selama dua bulan. Evaluasi menunjukkan ada perubahan perilaku penggunaan gawai dari para siswa sebagai dampak kegiatan yang dilakukan.
PENCAHAYAAN UNTUK TANGGA SEDERHANA MENUJU AREA WISATA POS MATI DESA GIRITENGAH KECAMATAN BOROBUDUR Endah Setyaningsih; Titin Fatimah; Fransiska Iriani Roesmala Dewi; Yohannes Calvinus; Asrullah Ahmad3; Bayu Ade Pramudia; Luthfi arifandi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22486

Abstract

Giritengah Village is located at the southern tip of Borobudur District, about 5 km to the southwest from Borobudur Temple. This village has a background in the Menoreh hills and has unspoiled natural conditions. In accordance with its natural conditions, the community seeks to optimize it to become a tourist destination village. Giritengah village tourism destinations are natural tourism, cultural tourism, and educational tourism. One of the natural tourist attractions is the Pos Mati, which is a place that offers interesting views from the top of the hill, and you can enjoy the sunrise. The journey to reach the top of the Pos Mati is done by walking through a simple stair which is still in the form of dirt. Meanwhile tourists must travel starting in the early hours of the morning with with road conditions that are still dark. This is the problem of the partners. As a solution, install LED lights on these simple stairs. The methode of implementing community service (PKM) is in the form of a science and technology solution, namely the application of LED lighting technology for outdoor lighting. The result of the PKM activity was the installation of a filament bulb LED lamp as lighting for the simple staircase area. Tourists who leave in the early hours of the morning when it is pitch dark, heading to the Pos Mati to enjoy the sunrise, are helped by the lighting. Lighting with illuminance of 2-5 lux can identify parts of the stairs, so that it is expected to increase security and avoid accidents. So, the lighting makes the tourists more comfortable visually. With good management and a comfortable area, tourists will not mind being charged a fee when they come to the Pos Mati. Part of this levy fee is used to reimburse the cost of PLN'selectricity, which currently draws its power from one of the residents' houses. ABSTRAK :  Desa Giritengah terletak di ujung selatan Kecamatan Borobudur, berjarak sekitar 5 km ke arah barat daya dari CandiB orobudur. Desa ini berlatar belakang perbukitan Menoreh dan memiliki kondisi alam yang masih alami. Sesuaik kondisi alamnya masyarakat berupaya mengoptimalkan untuk menjadi desa tujuan wisata. Destinasi wisata desa Giritengah adalah wisata alam, wisata budaya, dan wisata edukasi. Salah satu tempat wisata alam adalah Pos Mati,yaitu tempat yang menyajikan pemandangan menarik dari atas bukit dan dapat menikmati sunrise. Perjalanan untuk mencapai puncak Pos Mati dilakukan dengan jalan kaki melewati tangga sederhana yang masih berupa tanah.Sementara itu wisatawan harus melakukan perjalanan pada dini hari dengan kondisi jalan yang masih gelap. Hal inilah yang menjadi permasalahan dari pihak mitra. Sebagai solusinya dilakukan pemasangan lampu LED di tangga sederhana tersebut. Metode pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat berupa solusi Ipteks, yaitu penerapan teknologi lampu LED untuk pencahayaan luar ruang. Hasil dari kegiatan PKM adalah terpasangnya lampu LED filament bulb sebagai pencahayaan untuk area tangga sederhana. Wisatawan yang berangkat pada dini hari saat kondisi gelap gulita, menuju Pos Mati untuk menikmati sunrise, terbantu dengan adanya pencahayaan. Pencahayaan dengan iluminansi sebesar 2-5 lux, mampu untuk mengenali bagian-bagian tangga, sehingga diharapkan dapat meningkatan keamanan dan terhindar dari kecelakaan. Jadi adanya pencahayaan membuat para wisatawan lebih nyaman secara visual. Dengan adanya pengelolaan yang baik dan area yang nyaman, maka wisatawan tidak akan keberatan jika akan dikenai retribusi pada saat datang ke Pos Mati. Biaya retribusi ini sebagian dipakai untuk penggantian biaya listrik PLN, yang saat ini pengambilan dayanya dari salah satu rumah warga.    
PENDAMPINGAN PENERAPAN DIGITAL MARKETING DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN UMKM WONG HAYYU CRAFT DI KELURAHAN KAUMAN BLITAR Irfan Wahyu Jatmiko; Ferdy Irwansyah; Zeinnisa Inggit Raytasyah; Muhammad Ahmi Husein; Ira Wikartika
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.22576

Abstract

Blitar City is one of the cities in East Java Province, famous for its outstanding creative economic potential. In theKelurahan in Blitar City, namely Kauman Village, there are micro, small, and medium enterprises (MSMEs) thathave the potential to be developed. In this community service activity, the author partners with MSMEs, which areengaged in the business of producing hand-knitted crafts. In the pandemic conditions two years ago, MSME "WongHayyu Craft" felt the impact so that the income generated decreased. MSME "Wong Hayyu Craft,” a partner of thiscommunity service implementation program, has been established for seven years. However, MSME owners in theirbusiness activities have struggled in doing marketing; MSME owners do marketing that is still minimal andconventional. Therefore, SMEs "Wong Hayyu Craft" need to be provided with assistance and training on theimportance of implementing digital marketing in running their business so that marketing is carried out better andexpands target consumers. The training method was of line by inviting participants to the home of MSME ownerWong Hayyu Craft," and the training process took the form of direct discussion and question and answer. Inaddition, the author assists MSMEs “Wong Hayyu Craft” in making Google Maps, Instagram, and Shopee and howto manage these digital media optimally. From the results obtained from this community service activity, MSMEsmust adapt to technological advances to develop their business and compete and survive in the current digitalizationera. ABSTRAK: Kota Blitar adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan potensi ekonomikreatifnya yang melimpah. Pada Kelurahan yang terdapat di Kota Blitar yaitu Kelurahan Kauman, di sana terdapatusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Pada kegiatan pengabdianmasyarakat ini penulis bermitra dengan UMKM yang bergerak dalam bidang usaha produksi kerajinan rajut tangan.Pada kondisi pandemi yang terjadi dua tahun lalu UMKM “Wong Hayyu Craft” merasakan dampak tersebutsehingga pendapatan yang dihasilkan mengalami penurunan. UMKM “Wong Hayyu Craft” yang menjadi mitra dariprogram pelaksanaan pengabdian masyarakat ini sudah berdiri selama 7 tahun. Akan tetapi pemilik UMKM dalamkegiatan usahanya memiliki kendala dalam melaksanakan pemasaran, pemilik UMKM melakukan pemasaran yangmasih minim serta konvensional. Maka dari itu UMKM “Wong Hayyu Craft” perlu diberikan pendampingan sertapelatihan tentang pentingnya penerapan digital marketing dalam menjalankan usahanya agar pemasaran yangdilakukan menjadi lebih baik serta memperluas target konsumen. Metode pelaksanaan pelatihan dilaksanakan secaraluring dengan mengundang partisipan dirumah pemilik UMKM Wong Hayyu Craft” dan proses pelatihan berbentukdiskusi dan tanya jawab langsung. Selain itu penulis memberikan bantuan untuk UMKM ”Wong Hayyu Craft”berupa pembuatan Google Maps, Instagram, dan Shopee serta cara mengelola media digital tersebut dengan optimal.Dari hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah UMKM harus beradaptasi dengankemajuan teknologi agar mampu mengembangkan usahanya serta mampu bersaing dan bertahan di era digitalisasipada saat ini.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN GANTUNGAN SELANG AIR MINIMALIS I Wayan Sukania; Lamto Widodo; Lithrone Laricha S; Jennifer Juyanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.22577

Abstract

Knowledge and skills in product design and manufacture are still very minimal experienced by most of the students of the Non-Formal Pasraman Kertajaya Tangerang. This is because all students come from general schools. The pasraman curriculum only emphasizes increasing knowledge and insight into attitudes and noble character. The practice given is about dancing skills, making worship facilities and skills in chanting holy songs and similar skills. Discussions with students and teachers produce data on students' needs to increase knowledge, insight and skills, especially designing and manufacturing products through basic welding techniques. Welding skills are needed as a provision for entrepreneurship in the field of welding. The implementation of PKM is carried out in 2 stages, namely the debriefing stage and the practical stage in the welding workshop. The debriefing produces various minimalist water hose hanger concepts according to the specified criteria. The practice is carried out in groups to realize the existing designs. Practical activities provide experience measuring materials, cutting, sanding, grinding, rolling, welding, and painting and teamwork. The output of the training resulted in a minimalist hose hanger concept and prototype. Debriefing and practice can increase market research knowledge by 80%, increase 70% in understanding human factors and increase 90% in understanding the stages of product design. Field practice increases experience working in groups by 50% and the ability to use welding shop equipment increases by 50%. All participants were satisfied with the instructor's guide and training materials. In general, skills training activities are called successful. ABSTRAK: Pengetahuan dan keterampilan perancangan dan pembuatan produk masih sangat minim dialami sebagian besar siswa Pasraman Non Formal Kertajaya Tangerang. Hal ini karena seluruh siswa berasal dari sekolah umum. Kurikulum pasraman hanya menekankan pada peningkatan ilmu dan wawasan sikap dan budi pekerti luhur. Praktik yang diberikan seputar keterampilan menari, membuat sarana ibadah dan keterampilan melantunkan kidung suci dan keterampilan sejenis. Diskusi dengan siswa dan guru menghasilkan data kebutuhan siswa untuk peningkatan ilmu, wawasan dan keterampilan khususnya perancangan dan pembuatan produk melalui teknik pengelasan dasar. Keterampilan mengelas diperlukan sebagai bekal berwirausaha bidang pengelasan. Pelaksanaan PKM dilakukan 2 tahap yaitu tahap pembekalan dan tahap praktik di bengkel las. Pembekalan menghasilkan berbagai konsep gantungan selang air minimalis sesuai kriteria yang ditentukan. Praktik dilaksanakan secara berkelompok mewujudkan desain yang telah ada. Kegiatan praktik memberikan pengalaman mengukur bahan, memotong, mengamplas, menggerinda, mengerol, mengelas, dan mengecat dan kerja tim. Luaran pelatihan menghasilkan konsep dan prototipe gantungan selang minimalis. Pembekalan dan praktik mampu menambah pengetahuan riset pasar sebesar 80%, peningkatan 70% pada pemahaman faktor manusia dan peningkatan 90% pada pemahaman tahapan perancangan produk. Praktik lapangan menambah pengalaman bekerja berkelompok sebesar 50% dan kemampuan menggunakan peralatan bengkel las meningkat sebesar 50%. Semua peserta puas dengan panduan instruktur dan materi pelatihan. Secara umum kegiatan pelatihan keterampilan disebut berhasil
PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (ALAT PENGERING DAN VACUUM SEALER) BAGI PENGRAJIN BAWANG GORENG DI KOTA MATSUM MEDAN Sobron Lubis; Steven Darmawan; Silvi Ariyanti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.22578

Abstract

Fried onions are a compliment that is almost always present in food, has a fragrant aroma and a savory but slightly bitter taste but many people like it. Therefore, many housewives make this fried onion business, but in general, the manufacturing process is still done traditionally starting from peeling the skin, slicing, frying, slicing, and wrapping. A housewife who is in this fried onion business, Herni Susanti has been doing this business since 2019 but still uses the manual method. In her daily life, the processing of fried onions involves mothers who are around the house. Because this business is still new and started with a business capital that is not that big, the problem that arises in increasing production capacity is processing time, especially in the case of drying fried onions which is still done conventionally by drying on paper. Besides that, the packaging used still uses plastic tied with rubber, so the products produced are not neat and the storage time is limited. The results of discussions with business owners/partners show that there is a great desire to increase production capacity by speeding up drying time, and neater and more attractive packaging in line with the increasing market demand. Based on this, this activity was carried out by providing appropriate technology training, namely onion slicing machines and vacuum sealers. Training is carried out in theory and practice in using tools and handing over tools to Partners. The results achieved were that the draining time for fried onions was shorter, namely 30 seconds, and fried onions which were stored in a vacuum-sealed plastic wrap so that fried onions could be stored longer. The use of a slicing machine can shorten the drying process of fried onions and a vacuum sealer machine can wrap deep-fried onions. vacuum and tight packaging. Training and application of appropriate technology provide significant benefits to partners in efforts to increase production capacity and shorten processing time. ABSTRAK: Bawang goreng merupakan pelengkap yang hampir selalu ada pada makanan, memiliki aroma yang harum dan cita rasa yang gurih namun sedikit pahit tetapi banyak disukai. Oleh karena itu, banyak para ibu-ibu membuat usaha bawang goreng ini, namun umumnya proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional mulai dari pengelupasan kulit, pengirisan, penggorengan, penirisan, dan pembungkusan. Seorang ibu rumah tangga yang menggeluti usaha bawang goreng ini yaitu Herni Susanti, sudah melakukan usaha ini sejak tahun 2019 namun masih menggunakan metode tradisional tersebut, dalam kesehariannya untuk pengolahan bawang goreng ini melibatkan ibu-ibu yang berada di sekitar perumahan. Karena usaha ini masih baru dan dimulai dengan modal usaha yang tidak begitu besar, maka persoalan yang muncul dalam meningkatkan kapasitas produksi adalah waktu proses, terutamanya dalam hal pengeringan bawang goreng yang masih dilakukan secara konvensional dengan mengeringkan di atas kertas. Di samping itu kemasan yang digunakan masih menggunakan plastik yang diikat dengan karet, sehingga waktu penyimpanan produk terbatas. Hasil diskusi dengan pemilik usaha /mitra bahwa terdapat keinginan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan mempercepat waktu pengeringan, kemasan yang lebih rapi dan menarik. Berdasarkan hal tersebut kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan teknologi tepat guna yaitu mesin peniris bawang dan vacuum sealer. Pelatihan dilakukan secara teori dan praktik penggunaan alat serta penyerahaan alat kepada Mitra. Hasil yang dicapai adalah waktu penirisan bawang goreng lebih singkat yaitu 30 detik dan bawang goreng yang disimpan dalam plastik pembungkus vacuum dalam keadaan tertutup rapat sehingga bawang goreng dapat disimpan lebih lama.Pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna memberi manfaat yang berarti kepada mitra dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dan mempersingkat waktu proses.
MEMBANGUN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA UNTUK MEMBANGUN KELUARGA YANG BAHAGIA Rasji; Rahaditya; Agung Valerama
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.22579

Abstract

Indonesia has a population of 273.87 million, which places Indonesia as the country with the fourth largest population in the world. According to statistical data, the population of Indonesia who is married is 133.03 million jirwa and the divorced is 11.47%. Divorce shows the failure of a married couple in maintaining their marriage. This has an impact on the loss of happiness of the marriage partner and their offspring. Meanwhile the Marriage Law mandates that marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman to become husband and wife. The goal is for the married couple to become a happy and eternal family. This problem needs to be overcome by building legal awareness of marriage partners, so that marriage partners can build happy families. This problem has been given a solution through the implementation of community service activities (PKM). PKM is carried out using the method of lectures, guidance, and discussions between service providers and PKM partners. The devotee provided material related to marriage and efforts to build a happy family, which was followed by legal guidance, and interactive discussions with PKM partners. This activity has succeeded in equipping partners with an understanding of the law of marriage, the purpose of marriage, and how to overcome domestic problems, as well as building legal awareness of partners to maintain the integrity of their households and form a happy family forever. The implementation of PKM in Langut Village, Loh Beneficial District, Indramayu Regency has succeeded in instilling and increasing awareness of the village community about marriage law and the importance of building a happy family. The village community already has good knowledge of marriage law, has a good understanding of the legal aspects and benefits of marriage law, has a legal attitude in accordance with marriage law, and is able to behave legally according to marriage law. This awareness of the law of marriage is a provision for the village community to maintain the integrity of the household and build a happy family ABSTRAK: Indonesia memiliki penduduk sebanyak 273,87 juta jiwa, yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Menurut data statistik, penduduk Indonesia yang berstatus menikah sebanyak 133,03 juta jiwa dan yang bercerai sebanyak 11,47%. Perceraian menunjukan kegagalan pasangan suami istri dalam mempertahankan perkawinannya. Hal ini berdampak pada hilangnya kebahagian pasangan nikah beserta keturunannya. Sementara itu undang-undang perkawinan mengamanatkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita menjadi suami dan istri. Tujuannya adalah agar pasangan nikah tersebut menjadi keluarga yang bahagia dan kekal. Permasalahan ini perlu diatasi dengan membangun kesadaran hukum pasangan nikah, agar pasangan nikah mampu membangun keluarga yang bahagia. Permasalahan ini telah diberikan solusinya melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). PKM dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, bimbingan, dan diskusi antara pengabdi dengan mitra PKM. Pengabdi memberikan materi yang berkaitan dengan perkawinan dan upaya membangun keluarga bahagia, yang dilanjutkan dengan bimbingan hukum, dan diskusi interaktif dengan mitra PKM. Kegiatan ini telah berhasil membekali pemahaman mitra tentang hukum perkawinan, tujuan perkawinan, dan cara mengatasi permasalahan rumah tangga, serta membangun kesadaran hukum mitra untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya dan membentuk keluarga yang bahagia selamanya. Pelaksanaan PKM di Desa Langut Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu telah berhasil menanamkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat desa tentang hukum perkawinan dan pentingnya membangun keluarga bahagia. Masyarakat desa telah memiliki pengetahuan hukum perkawinan yang baik, memiliki pemahaman aspek hukum dan manfaat hukum perkawinan dengan baik, memiliki sikap hukum sesuai dengan hukum perkawinan, serta mampu berperilaku hukum sesuai dengan hukum perkawinan
PENERAPAN KRITERIA SINDROM KERENTAAN PADA LANSIA DI SENTRA VAKSINASI COVID-19 DOSIS LANJUTAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Marcella Erwina Rumawas; Noer Saelan Tadjuddin; Shirly Gunawan; Zita Atzmardina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20393

Abstract

The advanced dose of COVID-19 vaccination aims to maintain the level of immunity and extend the period of protection against SARS-CoV-2 virus infection, given especially to vulnerable groups of people, one of which is the elderly. Currently, the number of elderly people receiving COVID-19 vaccination is still inadequate, partly due to public misinformation regarding the side effects of post-vaccination in the elderly. It has been known that vaccination in the elderly must be carried out with extra care because of the frailty of the elderly.  Therefore, to ensure that vaccination for the elderly is effective and optimal, the feasibility of receiving a COVID-19 vaccination needs to be determined through screening for frailty syndromes. The advanced-dose COVID-19 Vaccination Center at Tarumanagara University, in partnership with the Grogol Petamburan District Health Center, West Jakarta, was held on February 2-4, 2022. Besides the general criteria for vaccination, which included history of diseases and the results of measuring body temperature and blood pressure, the medical team from the Faculty of Medicine Tarumanagara University applied the criteria for frailty syndrome to the elderly, namely difficulty climbing 10 stairs or walking 100-200 meters, often feeling tired, have at least 5 of 11 chronic diseases and experienced significant weight loss in the past year. Elderly was not eligible to receive COVID-19 vaccine if there were >2 conditions of vulnerability were found.  Of the 45 elderly who took part in the activity, none had a frailty condition >2, so a further dose of COVID-19 vaccination could be given. ABSTRAK: Vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan terhadap infeksi virus SARS-CoV-2, diberikan terutama pada kelompok masyarakat rentan, salah satunya adalah lansia. Saat ini jumlah lansia yang menerima vaksinasi COVID-19 belum memadai, diantaranya disebabkan media informasi publik mengenai efek samping pasca vaksinasi pada lansia.  Telah diketahui bahwa vaksinasi pada lansia harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena adanya kondisi kerentaan (frailty) pada lansia.  Sebab itu, untuk memastikan pemberian vaksinasi pada lansia efektif dan optimal, kelayakan menerima vaksinasi COVID-19 perlu ditentukan melalui penapisan sindrom kerentaan.  Sentra Vaksinasi   COVID-19 dosis lanjutan di Universitas Tarumanagara, bermitra dengan Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, diselenggarakan pada tanggal 2-4 Februari 2022. Selain kriteria umum layak vaksinasi yang mencakup hasil pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah serta riwayat penyakit, tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara menerapkan kriteria sindrom kerentaan pada sasaran lansia, yaitu kesulitan naik 10 anak tangga, kesulitan berjalan 100-200 meter, sering merasa kelelahan, memiliki minimal 5 dari 11 penyakit kronik dan mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir.  Jika didapatkan >2 kondisi kerentaan, maka lansia belum layak divaksinasi COVID-19. Dari 45 lansia yang menghadiri kegiatan tersebut, tidak didapatkan lansia dengan kondisi renta >2 sehingga dinyatakan layak diberikan vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan.