cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
MENDUKUNG KEGIATAN DI TAMAN KANAK-KANAK MELALUI “AYO BERBAGI DENGAN SESAMA” Kartika Nuringsih; Valentino Chandrawinata
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20414

Abstract

The Covid-19 pandemic hasn't ended yet, even the Omicron variant has followed, thus prolonging the condition of people facing economic or social problems. This situation occurs throughout Greater Jakarta so that learning is carried out with limited face-to-face activities, as well as kindergartens which are carried out by learning from home. This also happened at the Kindergarten School or RA Taufiqurrahman Depok. In a pandemic situation, the community faced obstacles, so social activities were carried out with the aim of educating children at RA Taufiqurrahman in Beji Timur Depok about the importance of sharing with others. Moreover, in the month of Ramadan, children are taught to be grateful for the blessings of Allah SWT by sharing. The school faced limitations because for almost two years the activities did not run normally. Partner problems during the pandemic were related to limitations in conducting social education for children, so collaboration with external parties was needed to organize social-themed activities. This activity aims to avoid consumerism where children are taught to save and then set aside some of their savings to help others. The activity was realized through mentoring and practice on April 12-13, 2022, attended by 25 children with the principal and 3 accompanying teachers as well as Bank BRI Agro Niaga partners who had previously partnered in community service activities. Through this activity, children get the message of the importance of sharing. Then concrete steps were taken for the children to give gifts to the orphans, parents and the poor as many as 50 gifts. Children are involved in these activities in order to experience firsthand how they can share or help others. With the support of parents, it is hoped that children will be interested in social activities in their adulthood so that they will also support the formation of the character of Indonesian children who care for others or help each other. ABSTRAK: Pandemi Covid-19 belum berakhir bahkan varian Omicron menyusul sehingga memperpanjang kondisi masyarakat menghadapi masalah ekonomi atau sosial. Situasi tersebut terjadi di seluruh Jabodetabek sehingga pembelajaran dilakukan dengan tatap muka terbatas, demikian juga taman kanak-kanak dilakukan dengan cara belajar dari rumah. Hal juga terjadi pada Sekolah Taman Kanak-Kanak atau RA Taufiqurrahman Depok. Dalam situasi pandemi masyarakat menghadapi kendala sehingga dilakukan kegiatan sosial dengan tujuan mengedukasi kepada anak-anak di RA Taufiqurrahman di Beji Timur Depok tentang pentingnya berbagi dengan sesama. Terlebih lagi di bulan bulan Ramadhan anak-anak diajarkan mensyukuri rahmat Allah SWT dengan cara berbagi. Sekolah menghadapi keterbatasan karena hampir selama dua tahun kegiatan tidak berjalan secara wajar. Permasalahan mitra selama masa pandemi berkaitan dengan keterbatasan melakukan edukasi sosial kepada anak-anak sehingga sangat memerlukan kolaborasi dengan pihak eksternal untuk menyelenggarakan kegiatan bertemakan sosial. Kegiatan ini bertujuan menghindari konsumerisme dimana anak-anak diajarkan menabung kemudian menyisihkan sebagian tabungannya untuk membantu sesama. Kegiatan direalisasikan melalui pendampingan dan praktek pada 12-13 April 2022 diikuti 25 anak-anak dengan kepala sekolah dan 3 guru pendamping serta mitra Bank BRI Agro Niaga sebelumnya sudah berpartner dalam kegiatan pengabdian. Melalui kegiatan ini anak-anak mendapatkan pesan pentingnya berbagi. Kemudian dilakukan langkah nyata anak-anak memberikan bingkisan diberikan kepada yatim-piatu, orang tua dan fakir miskin sebanyak 50 bingkisan. Anak-anak dilibatkan dalam kegiatan tersebut supaya merasakan secara langsung bagaimana dapat berbagi atau membantu orang lain. Dengan dukungan orang tua diharapkan anak-anak tertarik dengan kegiatan sosial di masa dewasanya nanti sehingga turut mendukung pembentukan karakter anak Indonesia peduli kepada sesama atau tolong menolong.
STRATEGI PENGUATAN JEJARING SOSIAL DI KAMPUNG LAMPION MALANG Intan Rahmawati; Yuna Anisa Putri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20438

Abstract

The phenomenon of environmental pollution that is still rife is a form of lack of knowledge and public awareness to behave in love for the environment. One form of environmental pollution that still occurs is the act of throwing used cooking oil carelessly even though this trivial behavior can have a prolonged effect on the lives of living things. The service team had provided counseling about making laundry soap from used cooking oil in 2021 as an effort to reduce the act of throwing used cooking oil carelessly. The service team also urges the residents of Kampung Lampion to collect available used cooking oil to collectors, but the results are still minimal. This is the background for the service team to provide socialization related to the strategy of strengthening social networks which aims to increase the action of collecting used cooking oil in Kampung Lampion Malang and provide awareness of the importance of having a social network. The socialization was attended by eight women from RW 01 Kampung Lampion. This socialization will be held on May 29, 2022 at 08.00-11.00 WIB at the RW 01 Kampung Lampion Malang hall. The socialization activity began with an opening by the service team. Then participants were asked to fill out the pre-test sheet. Next, the speaker presented material about social networking. The socialization activity was ended by filling out the post-test sheet, evaluating the activities, and taking a group photo. The post-test results showed an increase in knowledge of community service participants in Kampung Lampion by 36.43% from the calculation of the difference between the pre-test and post-test scores. This is shown by residents who have begun to understand the existence of actors in strengthening social networks and how to build relationships with these actors through waste management cooperation. ABSTRAK: Fenomena pencemaran lingkungan yang masih marak terjadi merupakan bentuk kurangnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat untuk berperilaku cinta lingkungan, Salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang masih banyak terjadi adalah aksi membuang minyak jelantah secara sembarangan padahal perilaku sepele ini dapat menimbulkan efek berkepanjangan pada kehidupan makhluk hidup. Tim pengabdian sempat memberikan penyuluhan mengenai pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah pada tahun 2021 sebagai upaya mengurangi aksi membuang minyak jelantah secara sembarangan. Tim pengabdian juga menghimbau warga Kampung Lampion untuk mengumpulkan minyak jelantah yang ada kepada pengepul namun hasilnya masih minim. Hal ini melatarbelakangi tim pengabdian untuk memberikan sosialisasi terkait strategi penguatan jejaring sosial yang bertujuan untuk meningkatkan aksi pengumpulan minyak jelantah di Kampung Lampion Malang dan memberikan kesadaran akan pentingnya dimilikinya jejaring sosial. Sosialisasi dihadiri oleh delapan orang ibu-ibu RW 01 Kampung Lampion. Sosialisasi ini dilakukan pada 29 Mei 2022 pukul 08.00-11.00 WIB di balai RW 01 Kampung Lampion Malang. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pembukaan oleh tim pengabdian. Kemudian peserta diminta untuk mengisi lembar pre-test. Selanjutnya pemateri memaparkan materi mengenai jejaring sosial. Kegiatan sosialisasi di akhiri dengan pengisian lembar post-test, evaluasi kegiatan, dan sesi foto bersama. Hasil post-test menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan pada peserta pengabdian masyarakat di Kampung Lampion sebesar 36,43% dari perhitungan selisih skor pre-test dan post-test. Hal ini ditunjukkan oleh para warga yang sudah mulai memahami adanya aktor-aktor dalam penguatan jejaring sosial serta cara dalam membangun hubungan dengan aktor tersebut melalui kerja sama pengelolaan limbah.
PENGEMBANGAN WEBSITE FUKU ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA PEMASARAN SECARA DIGITAL Lina, Ph.D.; Ferbian Loekman; Michelle Augustine
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20444

Abstract

Fuku Elektronik is an online electronics store that has been established since 2019, located in the West Jakarta area. Until now, Fuku Elektronik store operates by selling through accepting the arrival of buyers at the store, as well as selling through online media marketplaces. Along with technological developments, e-commerce has become a more efficient sales medium in the digital era. Not only that, entrepreneurs will also find it easier to market their products or services. This technological development has made Fuku Elektronik interested in marketing its products so that they can be known more widely through e-commerce applications. Previously, Fuku Elektronik had marketed its products by placing paid advertisements on the Tokopedia, Shopee, and other well-known marketplaces. However, Fuku Elektronik does not yet have its own website to provide product information, display testimonials, or make sales. The Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) team has designed and developed a website for Fuku Elektronik and conducted website usage training for the store staffs. In addition, it is hoped that with the existence of the Fuku Elektronik website, it will be easier for buyers to interact directly with Fuku Elektronik. The developed website is also used as a promotional medium for Fuku Elektronik store. Fuku Elektronik's website development applies the implementation method from the Software Development Life Cycle (SDLC) stage which starts with planning using the waterfall model method, analysis of time, costs, and resources, designing wireframes, testing the developed system, and implementing the system. The output of this PKM activity is a website for Fuku Elektronik as a media to bring Fuku Elektronik's products or services closer to buyers. The developed website has been used by Fuku Elektronik as a means of promoting their business ABSTRAK: Fuku Elektronik merupakan toko elektronik online yang berdiri sejak 2019 yang berlokasi di daerah Jakarta Barat. Hingga saat ini toko Fuku Elektronik beroperasi dengan melakukan penjualan secara fisik dengan menerima kedatangan pembeli pada toko, maupun penjualan melalui media marketplace secara online. Seiring dengan perkembangan teknologi, e-commerce telah menjadi media penjualan yang lebih efisien di era digital. Tidak hanya itu, para pengusaha juga akan dengan lebih mudah memasarkan produk atau jasanya. Perkembangan teknologi ini membuat Buku Elektronik tertarik untuk memasarkan produknya sehingga dapat dikenal lebih luas melalui aplikasi e-commerce. Sebelumnya, Fuku Elektronik telah memasarkan produknya melalui pemasangan iklan berbayar di aplikasi Tokopedia, Shopee, dan market place ternama lainnya. Namun Fuku Elektronik belum memiliki website tersendiri untuk memberikan informasi produk, menampilkan testimoni, maupun melakukan penjualan. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat (PKM) telah melakukan perancangan dan pengembangan website bagi Fuku Elektronik dan melakukan pelatihan penggunaan website kepada para staf toko Fuku Elektronik. Selain itu, diharapkan dengan keberadaan website Fuku Elektronik maka pembeli akan dimudahkan saat ingin berinteraksi langsung dengan toko Buku Elektronik. Website yang dikembangkan juga digunakan sebagai media promosi toko Fuku Elektronik. Pengembangan website Fuku Elektronik menerapkan metode pelaksanaan dari tahapan Software Development Life Cycle (SDLC) yang dimulai dari perencanaan dengan metode waterfall model, analisis terhadap waktu, biaya, dan sumber daya, perancangan wireframe, pengujian sistem yang dikembangkan, serta implementasi sistem. Produk yang dihasilkan dalam kegiatan PKM ini adalah website untuk e-commerce Fuku Elektronik sebagai sarana yang lebih mendekatkan produk atau jasa Fuku Elektronik kepada pembeli. Hasil website yang dihasilkan telah digunakan oleh Fuku Elektronik sebagai sarana promosi usaha mereka.
PEMASARAN RELASIONAL BAGI MASYARAKAT DI DESA REMBITAN DAN PEMENANG BARAT, LOMBOK-NUSA TENGGARA BARAT Alfonso Harrison; Stefanus Andriano; Adella Suwandhi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20450

Abstract

Tourism in Lombok is one of the sectors that are affected by the Covid-19 Pandemic, which shows from the drastic decreasing number of tourists visiting Lombok between 2019 and 2020. There are a few attempts made by the government to bring back tourists to Lombok and a few of these attempts succeeded to increase the number of tourists to Lombok. Not only well known for its nature, Lombok’s also well-known for its cultural tourism. One of Lombok’s cultural elements that can be developed as a tourism-supporting product is a hand-crafted woven fabric from Sasak Tribe, produced by locals in Rembitan Village, Central of Lombok and the nutritious Virgin Coconut Oil (VCO), produced by West Pemenang Village, North of Lombok. Both groups of locals have their own limitedness in knowledge and skills in marketing communications for their product. That is why Titian Foundation, a non-profit organization, helps the locals from these two villages, with the Communication Science Major of Atma Jaya Catholic University’s Community Service Team, made a training about Relational Marketing for the locals in Rembitan and West Pemenang Village, Lombok, West Nusa Tenggara. This training teaches the understanding and skills about the importance of brand management from their product and to maintain relationship with consumers in marketing communication activity. ABSTRAK: Sektor industri pariwisata di Lombok menjadi salah satu yang terdampak akibat pandemi Covid-19, hal ini dapat terlihat dari adamya penurunan kunjungan wisatawan ke Lombok yang sangat drastis antara tahun 2019 dan tahun 2020 yang lalu. Terkait kondisi ini, pemerintah melakukan berbagai upaya guna memulihkan pariwisata di Lombok dan beberapa upaya ini berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok. Selain dikenal karena wisata alamnya, Pariwisata Lombok juga dikenal dari wisata budayanya. Unsur budaya di Lombok yang dapat dikembangkan sebagai produk pendukung pariwisata adalah kerajinan kain tenun khas suku Sasak yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Rembitan-Lombok Tengah dan produk Virgin Coconut Oil (VCO) yang berkhasiat dan diproduksi oleh masyarakat Desa Pemenang Barat-Lombok Utara. Permasalahan yang ditemukan dalam kondisi target pengabdian masyarakat ini adalah kedua kelompok masyarakat di dua daerah tersebut memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan dan keterampilan melakukan aktivitas komunikasi pemasaran bagi produk yang mereka hasilkan kepada konsumennya. Sedangkan masalah yang ditemukan pada kondisi mitra yakni Titian Foundation selaku organisasi nirlaba yang memberdayakan masyarakat di kedua daerah tersebut adalah keterbatasan kemampuan mereka dalam melatih binaannya mengenai pengetahuan komunikasi pemasaran baik secara konseptual maupun praktis. Oleh karena itu, Titian Foundation berkolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta menyelenggarakan pelatihan Pemasaran Relasional bagi masyarakat di Desa Rembitan dan Desa Pemenang Barat, Lombok-Nusa Tenggara Barat. Pelatihan memberikan pemahaman dan pengetahuan serta keterampilan bagi masyarakat tentang pentingnya mengelola merek (Brand) dari produk yang mereka hasilkan dan menjalin hubungan yang baik dengan para konsumennya dalam sebuah aktivitas komunikasi pemasaran.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA BINAAN PEREMPUAN ‘MAUPE’ DALAM PENGOLAHAN UBI KAYU SEBAGAI PRODUK PANGAN LOKAL DAERAH Maisya Zahra Al Banna; Sulfaidah; Widiastini Arifuddin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20477

Abstract

Cassava is a promising commodity with a high abundance in Maros Regency. Cassava is versatile, easy to store, and delicious. Despite this, the community's demand for cassava is very low. Cassava consumption is far lower than that of other commodities such as rice, corn, and soybean. As an alternative to wheat flour, cassava starch can be processed into mocaf flour. Mocaf flour is not widely known in South Sulawesi, so it is rarely found in traditional markets. This activity aims to introduce the community to the process of processing cassava into mocaf flour, allowing the abundant cassava to be used while also opening up promising mocaf flour business opportunities. This activity involved 30 Maupe Women's Empowerment Foundation members, most of were domestic workers and farmers. This activity was carried out by providing nutritional counseling on the nutritional value of mocaf flour, training in the manufacturing of mocaf flour and processed food products, and product sensory testing. As a result of this training, participants were able to process cassava into mocaf flour and create processed foods such as mocaf noodles, meatballs, and cakes. According to the sensory test, participants expressed a preference for processed foods with a favorability rating of 82-95% ABSTRAK: Di Kabupaten Maros, ubi kayu merupakan produk komoditas yang prospektif dan memiliki kelimpahan amat tinggi. Ubi kayu memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, mudah disimpan, dan memiliki cita rasa yang enak. Meskipun demikian, permintaan ubi kayu di kalangan masyarakat amat rendah. Konsumsi ubi kayu berada jauh di bawah komoditas lain seperti beras, jagung dan kedelai. Pati ubi kayu dapat diproses menjadi tepung mocaf sebagai alternatif pengganti tepung terigu yang berasal dari gandum. Di Sulawesi Selatan sendiri, tepung mocaf belum dikenal secara luas sehingga amat jarang ditemukan di pasar tradisional. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf agar kelimpahan ubi kayu dapat dimanfaatkan sekaligus membuka peluang usaha tepung mocaf yang cukup menjanjikan. Karena itu kegiatan ini melibatkan 30 orang anggota Yayasan Pemberdayaan Perempuan Maupe, sebagian besar peserta merupakan Ibu rumah tangga dan petani. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai nilai gizi tepung mocaf, pelatihan pembuatan tepung mocaf serta produk pangan olahannya, serta pengujian sensori produk. Dari hasil pelatihan ini, peserta berhasil mengolah ubi kayu menjadi tepung mocaf serta membuat pangan olahan berupa mie, bakso dan kue berbahan dasar mocaf. Berdasarkan uji sensori, diketahui bahwa peserta menyatakan suka terhadap olahan pangan dengan persentase kesukaan 82-95%
PEMBUATAN KONTEN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI UPAYA PENGENALAN BRAND OLTARA.CO Wulan Purnama Sari; Qonitha Risky; Christine Vonny Carolina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20516

Abstract

The information eras marked by the use of the internet and its applications are very influential in the business world. Significantly, the surge in users has opened up great opportunities in the economic sector, especially in the trading business sector. This can increase business transactions and competitive economic growth, provide fast customer service and be able to access national and international markets. Applications with wide coverage that can be accessed at any time and can provide audio-visual information about motion are needed as a means of selling. The UMKM group is a group that has a big role in Indonesia's economic development. In this digital era, MSME groups must keep up with the times by conducting marketing communications through social media. One of the obstacles that the MSME group has is a lack of understanding of how to do marketing using social media, a lack of understanding of the importance of conducting marketing communications through social media makes it difficult for MSME actors to increase the attractiveness of their products. Nowadays, popular social media, as the PKM Team knows, is TikTok. With the TikTok application, it can certainly help MSMEs to attract the attention of audiences and can further develop these MSMEs through TikTok. Therefore, the PKM Team team carried out this PKM activity with the aim of helping MSME actors, in this case Oltara.co to manage social media TikTok to introduce oltara.co brand products and the PKM Team also helped oltara.co create product-related content to introduce products oltara.co widely on TikTok. The result is that the official TikTok Oltara.co gets more attention from the TikTok audience and also gets more followers, views, likes, comments, and shares than before. ABSTRAK: Era informasi dengan ditandai dengan penggunaan internet beserta aplikasinya sangat berpengaruh pada dunia usaha. Secara signifikan lonjakan penggunanya membuka peluang besar di bidang ekonomi terutama di bidang bisnis perdagangan. Hal ini dapat meningkatkan transaksi bisnis dan pertumbuhan ekonomi bersaing secara kompetitif, pelayanan   konsumen dengan cepat serta dapat mengakses pasar nasional maupun internasional. Aplikasi dengan daya sebar yang luas dan dapat diakses setiap saat serta dapat memberikan informasi secara audio visual gerak diperlukan sebagai sarana jual. Kelompok UMKM merupakan kelompok yang memiliki peran besar dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Pada era digital ini, kelompok UMKM harus mengikuti perkembangan zaman dengan melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial. Salah satu kendala yang dimiliki kelompok UMKM adalah kurangnya pemahaman tentang cara melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial, kurang pemahaman tentang pentingnya melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial membuat pelaku UMKM kesulitan untuk meningkatkan daya tarik produk nya. Di masa sekarang media sosial yang populer seperti yang Tim PKM ketahui adalah TikTok, dengan aplikasi TikTok pastinya bisa membantu pelaku UMKM untuk menarik perhatian audiences dan bisa lebih mengembangkan UMKM ini melalui TikTok. Oleh karena itu, tim Tim PKM melakukan kegiatan PKM ini dengan tujuan membantu pelaku UMKM dalam hal ini adalah Oltara.co untuk mengelola media sosial TikTok demi memperkenalkan produk brand oltara.co serta Tim PKM juga membantu oltara.co membuat konten terkait produk untuk memperkenalkan produk oltara.co secara luas di TikTok. Hasil nya TikTok resmi Oltara.co mendapat lebih banyak perhatian dari audiens TikTok serta juga lebih banyak mendapat followers, views, likes, comments, dan share daripada sebelum nya
EDUKASI ONLINE SOCIAL DISTANCING DALAM MENGATASI PENYEBARAN COVID-19 DI KADER KESEHATAN KELURAHAN GANDUL CINERE Andri Pramesyanti; Niniek Hardini; Sri Wahyuningsih; Mila Citrawati; Rahma Rufaida Susetyo; Retno Yulianti; Novri Rahmadika
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20526

Abstract

Gandul Cinere village is located on the border of South Jakarta.  Jakarta has a relatively high number of COVID-19 positive patients.  Since May 27, 2020, the Indonesian government has determined that Indonesia is entering a New Normal era.  Perceptions of the New Normal are still often debated by the public.  Many people in the community do not care about health protocols in the New Normal era and consider that the COVID-19 pandemic is no longer a threat.  Therefore, a continuous understanding of health protocols is needed.  Social distancing is part of the behavior that must be carried out in this New Normal era.  Therefore, continued knowledge provision is required in order to prevent the transmission of COVID-19, especially in the Gandul Village area, Cinere, which borders the red zone area of COVID-19. Health cadres who are the vanguard need assistance and guidance in understanding and applying social distancing in their lives.  The methods used are online counseling (online), online discussion, and online mentoring.  The activities to be carried out are the provision of knowledge about Social Distancing Behavior, the provision of knowledge on how to use the correct mouth mask, as well as the kinds of masks used for the prevention of infectious diseases, measurement of social distancing knowledge level with online questionnaires.  This activity is expected to provide benefits to the community.  There is an increase in knowledge of social distancing behavior and awareness of health cadres to implement social distancing and teach to the community in everyday life in the New Normal era ABSTRAK: Kelurahan Gandul Cinere terletak berbatasan dengan kawasan Jakarta Selatan. Jakarta memiliki angka pasien positif COVID-19 yang cukup tinggi. Sejak 27 Mei 2020, pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa Indonesia memasuki era New Normal. Persepsi tentang New Normal masih sering diperdebatkan oleh masyarakat. Banyak orang di masyarakat tidak mempedulikan protokol kesehatan di era New Normal ini dan menganggap bahwa pandemi COVID-19 sudah bukan merupakan ancaman lagi. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang berkesinambungan tentang protokol kesehatan. Social distancing merupakan bagian dari perilaku yang harus dijalankan di era New Normal ini. Pemberian pengetahuan secara berkesinambungan sangat diperlukan untuk mencegah penularan COVID-19, terutama di daerah Kelurahan Gandul, Cinere yang berbatasan dengan daerah zona merah COVID-19. Kader kesehatan yang merupakan garda terdepan perlu diberikan pendampingan dan bimbingan dalam pemahaman dan penerapan social distancing di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan berupa : penyuluhan dengan melalui daring (online), diskusi secara online dan pendampingan secara online. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pemberian pengetahuan tentang Perilaku Social Distancing, pemberian pengetahuan tentang cara pemakaian masker mulut yang benar, serta macam-macam masker yang digunakan untuk pencegahan penyakit infeksi, pengukuran tingkat pengetahuan Social Distancing dengan kuesioner secara daring. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sasaran jangka pendek yang diharapkan adalah adanya peningkatan pengetahuan perilaku social distancing dan kesadaran kader kesehatan untuk menerapkan social distancing dan mengajarkan ke masyarakat di kehidupan sehari-hari di era New Normal, adanya penurunan angka kejadian COVID-19 di Kelurahan Gandul Cinere
BAKTI SOSIAL PENYULUHAN LOW BACK PAIN UNTUK LANSIA DI PANTI WERDHA KRISTEN HANA Aretha Sarah Aribowo; Noer Saelan Tadjudin; Michael Wiyandi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20548

Abstract

Low back pain is a problem for the elderly. The prevalence of back pain is increasing. The Christian Hana Nursing Home is a partner of the Faculty of Medicine, Tarumanagara University and the elderly often complain of back pain. Based on the partners' problems, we held outreach activities about low back pain in the elderly to increase health knowledge about low back pain to prevent and reduce complaints/symptoms of this disease. The method of health service activities at the Hana Christian Nursing Home was carried out with counseling about education about low back pain and prevention. Counseling activities related to low back pain were carried out on Saturday, September 10, 2022 at the Hana Christian Home Care Multipurpose Building, Pamulang and attended by 75 participants. This counseling activity is expected to make the elderly able to implement efforts to prevent the occurrence of low back pain considering this is a disease that often occurs in the elderly and has serious complications if left unchecked. The nursing home and grandparents who live in the Christian Hana Werdha Home are satisfied and happy with the health counseling activities. The counseling participants gave a positive response to the whole health service program and were entertained and felt cared for by this health service activity ABSTRAK: Low back pain menjadi permasalahan bagi lanjut usia (lansia). Prevalensi nyeri punggung belakang (low back pain)semakin meningkat. Panti Werdha Kristen Hana merupakan mitra Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dan para lansia yang tinggal disana sering mengeluhkan nyeri punggung belakang. Berdasarkan permasalahan tersebut maka kami mengadakan kegiatan bakti sosial yaitu penyuluhan tentang low back pain pada lansia untuk menambah wawasan kesehatan mengenai low back pain untuk mencegah serta mengurangi keluhan/gejala dari penyakit ini. Metode kegiatan bakti kesehatan di Panti Werdha Kristen Hana dilakukan dengan penyuluhan tentang edukasi mengenai low back pain serta pencegahan yang dilakukan secara tatap muka dengan media powerpoint (PPT). Kegiatan penyuluhan terkait low back pain dilakukan pada hari Sabtu, 10 September 2022 di Gedung Serba Guna Panti Werdha Kristen Hana, Pamulang dan dihadiri oleh oma dan opa yang tinggal di Panti Hana yaitu sebanyak 75 peserta. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan para lansia mampu menerapkan upaya- upaya pencegahan terjadinya low back pain mengingat ini merupakan penyakit yang sering terjadi pada lansia dan memiliki komplikasi yang serius bila dibiarkan. Pihak panti, opa dan oma yang tinggal di panti Werdha Kristen Hana merasa puas dan senang atas kegiatan penyuluhan kesehatan. Peserta penyuluhan memberikan tanggapan positif terhadap keseluruhan acara bakti kesehatan dan terhibur dan merasa diperhatikan dengan berlangsungnya kegiatan bakti kesehatan ini. Peserta yang mengikuti penyuluhan kesehatan terkait low back pain dan dilatih melakukan gerakan-gerakan sebagai upaya pencegahan low back pain dapat melakukannya dengan benar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PEMBERDAYAAN IBU MELALUI PRAKTIK DUKUNGAN KELUARGA UNTUK CEGAH STUNTING Rokhaidah Rokhaidah; Lina Ayu marcelina; Lima Florensia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20835

Abstract

Depok City in August 2021 had a stunting prevalence of 3.5 percent. An important factor that affects stunting is knowledge. Good maternal knowledge can be used for stunting prevention efforts. Family support is also important to provide encouragement in the form of attention to family members and assist family members in solving health problems so that they will feel confident in dealing with problems. Partner problems are: the lack of understanding of mothers about family support in preventing stunting in children. The solution to the problems faced by partners in the Pasir Putih sub-district, Sawangan-Depok sub-district, is the Community Partnership Program (PKM) for empowering mothers through family support practices to prevent stunting by implementing health education on family support practices to prevent stunting in children. Implementation on 1-30 July 2022. The purpose of this Community Partnership Program is to increase the ability, willingness and awareness of the community in preventing stunting by recognizing stunting and through family support. Methods: Health Education using lecture and discussion methods. Results: after this PKM activity, the partners' knowledge about stunting increased with the results before the test that the mother had good knowledge of 35% to 80% at the time of the test and the practice of good family support at the time of the test increased from 83% to 94% during the test. Conclusion: Health education is very important for mothers as an effort to prevent stunting through family support. ABSTRAK: Kota Depok pada Agustus 2021 memiliki prevalensi stunting sebesar 3,5 persen, Faktor penting yang mempengaruhi stunting adalah pengetahuan. Pengetahuan ibu yang baik dapat digunakan untuk upaya pencegahan stunting. Dukungan keluarga juga menjadi penting untuk memberikan dorongan berupa perhatian ke anggota keluarga dan membantu anggota keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan sehingga akan merasa percaya diri dalam menghadapi masalah. Permasalahan mitra adalah: belum terbentuknya pemahaman ibu tentang dukungan keluarga dalam pencegahan stunting pada anak. Solusi bagi masalah yang dihadapi mitra di kelurahan Pasir Putih kecamatan Sawangan-Depok adalah dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pemberdayaan ibu melalui praktik dukungan keluarga cegah stunting dengan implementasi edukasi kesehatan tentang praktik dukungan keluarga untuk cegah stunting pada anak. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 1-30 Juli 2022. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan, kemauan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting dengan cara mengenali penyakit stunting serta melalui dukungan keluarga. Metode: Edukasi Kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil: setelah kegiatan PKM ini pengetahuan mitra tentang stunting meningkat dengan hasil sebelum tes ibu berpengetahuan baik sebanyak 35% menjadi 80% pada saat post tes dan praktik dukungan keluarga baik pada saat pretest  84% meningkat menjadi 94% saat posttest. Kesimpulan: edukasi Kesehatan sangat penting bagi ibu sebagai upaya pencegahan stunting melalui dukungan keluarga.
PENGUATAN KEPERCAYAAN DIRI PEREMPUAN PESISIR UNTUK BERPERAN DALAM PEMBANGUNAN DESA Maya Atri Komalasari; Rosiady Husaenie Sayuti; Azhari Evendi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.21170

Abstract

Gok Bay is relatively remote, isolated and unequal. Difficult access prevents women from being involved in activities related to village development so that their involvement is still minimal and limited. Community service activities are carried out by strengthening the confidence of coastal women to play a role in village development. The target of the activity was 15 women in Teluk Gok, Medang Hamlet, West Sekotong Village, West Lombok. Strengthening is carried out through various stages, namely field surveys, socialization / counseling and Focus Group Discussions (FGD) related to women's self-confidence (women's ability and capacity to be brave and confident to express opinions, have initiatives to communicate / discuss) to be involved in development processes and programs. Socialization / counseling is carried out by the community service team by delivering material with lectures and related videos related to women's self-confidence to play a role in village development. The results of the discussion or FGD show that their active role in village development has not been optimal because many have not dared to voice opinions related to development. The impact after the community service activities took place was that women began to have discussions regarding efforts they could make for the development of their living environment and were more courageous to express their opinions. It is hoped that the Government can increase community service activities that provide skills and expertise in order to increase the capacity of women in this location ABSTRAK: Teluk Gok merupakan daerah yang tergolong terpencil, terisolir dan mengalami ketimpangan. Akses yang sulit menghambat perempuan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan terkait dengan pembangunan desa sehingga  keterlibatannya masih minim dan terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  dilakukan dengan  melakukan penguatan kepercayaan diri perempuan pesisir untuk berperan dalam pembangunan desa. Sasaran kegiatan adalah 15 orang perempuan di Teluk Gok, Dusun Medang, Desa Sekotong Barat, Lombok Barat. Penguatan dilakukan melalui berbagai tahapan, yakni survei lapangan, sosialisasi/penyuluhan serta Focus Group Discussion (FGD) terkait kepercayaan diri perempuan (kemampuan dan kapasitas perempuan untuk berani dan percaya diri untuk mengemukakan pendapat, memiliki inisiatif untuk berkomunikasi/berdiskusi) hingga terlibat dalam proses dan program pembangunan. Sosialisasi/penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat  dengan penyampaian materi dengan ceramah  dan video-video terkait terkait kepercayaan diri  perempuan  untuk berperan dalam pembangunan desa. Hasil diskusi atau FGD menunjukkan bahwa peran aktif mereka dalam pembangunan desa belumlah optimal karena banyak yang belum berani menyuarakan pendapat terkait dengan pembangunan. Adanya dampak setelah berlangsungnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni para perempuan mulai melakukan diskusi terkait  upaya-upaya yang dapat mereka lakukan untuk pengembangan lingkungan tempat tinggal mereka serta lebih berani mengeluarkan pendapat. Diharapkan Pemerintah dapat memperbanyak kegiatan-kegiatan pengabdian kepada  masyarakat yang memberikan keterampilan dan keahlian dalam rangka meningkatkan kapasitas perempuan di lokasi ini.