cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
SISTEM PENJURNALAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA – PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BAGI SMA RICI JAKARTA Hendro Lukman; Michelle Lie; Ashley Euginia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22575

Abstract

Studying accounting will be more effective followed by a lot of exercises and discussing cases that provide a complete picture of what happened from the records made of the transactions made. Every accounting record requires a place or recording medium called journals and ledgers. The journal is the first recording of transactions that at the end of accounting will be summarized into the general ledger. Because recording transactions in the journal is very important and crucial. The Accounting Laboratory was held at SMA Rici Jakarta as a Community Service Activity, and had a purpose as a debriefing or enrichment to face the final school exam. This class is given specifically for students of grade 12 majoring in Social Studies. In this Community Service activity, a special discussion on Accounting Journal Systems for service companies.   Accounting journal system is the most important step of the entire accounting process.  The method used is by discussing brief theories, exercises and cases. As the results,  this study was taken into consideration to be quite satisfactory based on the  answers of  the quiz  at the class, and the outcomes of the evaluation using the electronic form. The implication of this subject  is for students to have skill of accountancy, especially journaling, for the organizing school to get added value for the students, and for Universitas Tarumanagara as a marketing tool, apart from being a the university's contribution to society ABSTRAK: Belajar akuntansi akan lebih efektif bila diikuti dengan latihan yang banyak dan membahas kasus berkesinambungan sehingga memberikan gambaran utuh apa yang terjadi dari pencatatan transaksi. Setiap pencatatan akuntansi memerlukan media pencatatan yang disebut buku jurnal dan buku besar. Jurnal merupakan tempat pencatatan pertama dari setiap transaksi, dan pada akhir periode akan diringkas ke dalam buku besar. Oleh karena pencatatan transaksi pada buku jurnal sangat penting dan krusial. Mempelajari ilmu akuntansi harus diikuti dengan latihan yang intensif dan adanya soal kasus yang berkesinambungan serta kebutuhan akan praktik akuntansi. Pada Laboratorium Praktik Akuntansi yang dilaksanakan di SMA Rici Jakarta sebagai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mempunyai tujuan sebagai pembekalan atau pengayaan menghadapi ujian akhir sekolah.  Kegiatan ini diberikan khusus bagi siswa/i kelas 12 Jurusan IPS. Pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini, pembahasan khusus pada Sistem Penjurnalan Akuntansi untuk Perusahaan Jasa. Sistem Penjurnalan Akuntansi merupakan langkah awal dari proses akuntansi secara menyeluruh.   Metode yang digunakan dengan membahas singkat teori, latihan soal dan kasus. Hasil pembelajaran ini  dinilai cukup memuaskan siswa/i berdasarkan dari jawaban kuis yang diberikan pada akhir pertemuan, dan kuesioner elektronik  yang terkumpul, kegiatan ini memiliki manfaat meningkatkan keterampilan pencatatan  akuntansi, khususnya membuat jurnal,   mitra memperoleh nilai tambah  dan bagi perguruan tinggi sebagai media pemasaran atau promosi, selain sebagai bukti partisipasi kepada masyarakat
PENGEMBANGAN KEMASAN AYAM GEYBOK JARWO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK UMKM LOKAL Septihani Michella Wijaya; Chiara Rizka Yukianti; frangky selamat; Chairy
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22654

Abstract

The UMKM partners are Ayam Geybok Bang Jarwo, Tanjung Gedong branch, which provides chicken with a special sauce. This partner has branches in Tanjung Duren and Poris. The packaging for Ayam Geybok Bang Jarwo is currently in the development stage in stages so that it can advance its business and increase sales. One of the challenges faced by the UMKM Ayam Geybok Bang Jarwo is the product packaging which is still not suitable so it makes the food smell bad due to spilled oil when it is packaged. This, of course, makes the Bang Jarwo Geybok Chicken inferior to its competitors who already use better packaging. Partners want to learn how to develop good packaging and will make consumers interested in buying Ayam Geybok Bang Jarwo food. With the development of this packaging, partners want to study the development of packaging that will be an attraction for consumers but still maintain and not change the quality of the food. Consumers are very concerned about visualization and color, as well as the shape of the packaging, so it needs to be made attractive. However, the partners' lack of understanding of packaging development will become an obstacle for Ayam Geybok Bang Jarwo. This PKM helps partners focus on a hygienic and safe packaging process up to the consumer. The method used is by interviewing about the design of the current packaging, how to market and sell the product, the target market of the Ayam Geybok Bang Jarwo partners, the sales they get, and the partners of the Ayam Geybok Bang Jarwo Tanjung Duren and Poris branches. From the results of the interviews, it is known that partners have made digital sales through online food delivery. The result of this PKM activity is to make packaging for partners. ABSTRAK: Mitra UMKM adalah Ayam Geybok Bang Jarwo cabang Tanjung Gedong yang menyediakan ayam dengan sambel khas. Mitra ini memiliki cabang cabang di Tanjung Duren dan Poris. Kemasan Ayam Geybok Bang Jarwo saat ini sedang pada tahap pengembangan secara bertahap sehingga dapat memajukan bisnisnya dan meningkatkan penjualan. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM Ayam Geybok Bang Jarwo adalah kemasan produknya yang masih belum sesuai, sehingga membuat makanan menjadi bau dikarenakan minyak yang tumpah pada saat di kemas. Hal ini tentu saja membuat Ayam Geybok Bang Jarwo kalah dengan pesaingnya yang sudah menggunakan kemasan yang lebih baik. Mitra ingin mempelajari cara pengembangan kemasan yang baik dan akan membuat konsumen berminat untuk membeli makanan Ayam Geybok Bang Jarwo. Dengan adanya pengembangan kemasan ini mitra ingin mempelajari pengembangan kemasan yang akan menjadi daya tarik bagi konsumen tetapi tetap menjaga serta tidak mengubah kualitas dari makanan. Konsumen sangat memperhatikan visualisasi dan warna, serta bentuk dari kemasan, sehingga perlu dibuat menarik. Namun, kurangnya pemahaman mitra terhadap pengembangan kemasan akan menjadi penghambat bagi Ayam Geybok Bang Jarwo PKM ini membantu mitra fokus pada proses pengemasan yang higenis dan aman sampai kepada konmen. Metoda yang dipakai adalah dengan wawancara tentang desain pada kemasan saat ini, cara memasarkan dan menjual produk, target pasar dari mitra Ayam Geybok Bang Jarwo, penjualan yang didapat, serta mitra Ayam Geybok Bang Jarwo cabang Tanjung Duren dan Poris. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa mitra sudah melakukan penjualan secara digital melalui online food delivery.  Hasil dari kegiatan PKM ini adalah membuat kemasan untuk mitra  
SOSIALIASI “WATER AWARENESS” USAHA LAUNDRY BOY DI BEJI TIMUR, DEPOK Edalmen; Kartika Nuringsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22688

Abstract

Along with the development of the entrepreneurial sector, including the laundry business and environmental changes, it demands awareness of environmental sustainability among business actors. Knowledge of this aspect is still relatively new so that the understanding of business actors is still limited. Based on this consideration, a socialization activity was initiated regarding awareness of water management with Laundry Boy's business partners in the Beji Timur Village, Depok. This business is still new so there are still many limitations including those related to this information. The laundry business has a lot to do with the use of clean water and disposal of used laundry water directly into ditches or rivers, so it needs to be supported by an awareness of keeping clean water. There are five indicators used for outreach including: trust in water supply, knowledge of water quality, quality of water obtained, knowledge of water pollution, and awareness of water sustainability. The approach is carried out by way of outreach, evaluation and reminding of the impact on business continuity. This activity is the pilot for a clean water-saving behavior campaign for micro and small businesses. Through this socialization, it is hoped that business actors can understand and disseminate it to consumers so that the responsibilities of business actors and consumers are formed in protecting the environment. The formation of this awareness as added value to consumers. It is possible to carry out further activities for other business groups that use a lot of clean water, for example car washing or motorbike washing. In addition, educational activities can be carried out for children through schools. With the formation of awareness of environmental sustainability among entrepreneurs as a form of contribution in carrying out sustainable development ABSTRAK: Seiring dengan perkembangan sektor kewirausahaan diantaranya usaha laundry serta terjadi perubahan lingkungan menuntut adanya kesadaran terhadap kelestarian lingkungan di kalangan pelaku usaha. Pengetahuan tentang aspek ini masih relatif baru sehingga pemahaman pelaku usaha masih terbatas. Atas pertimbangan tersebut dirintis kegiatan sosialisasi tentang kesadaran tata kelola air dengan mitra usaha Laundry Boy di Kelurahan Beji Timur Depok. Usaha ini masih baru sehingga masih banyak keterbatasan diantaranya berkaitan dengan informasi tersebut. Usaha laundry banyak berhubungan dengan penggunaan air bersih serta pembuangan air bekas cucian secara langsung ke selokan atau sungai sehingga perlu didukung oleh kesadaran menjaga air bersih. Terdapat lima indikator digunakan untuk sosialisasi meliputi: kepercayaan pada pasokan air, pengetahuan kualitas air, kualitas air yang didapatkan, pengetahuan terhadap pencemaran air, dan kesadaran pada keberlanjutan air. Pendekatan dilakukan dengan cara sosialisasi, dilakukan evaluasi serta mengingatkan dampaknya pada keberlangsungan usaha. Kegiatan ini sebagai rintisan kampanye perilaku hemat air bersih pada usaha mikro dan kecil. Melalui sosialisasi ini diharapkan pelaku usaha dapat memahami serta menyebarluaskan kepada konsumen sehingga terbentuk tanggung jawab pelaku usaha dan konsumen dalam mempertahankan lingkungan hidup. Terbentuknya kesadaran ini sebagai nilai tambah kepada konsumen. Kegiatan selanjutnya memungkinkan dilakukan kepada kelompok usaha lain yang banyak menggunakan air bersih misalnya jasa cuci mobil atau cuci motor. Selain itu dapat dilakukan kegiatan edukasi kepada anak-anak melalui sekolah. Dengan terbentuknya kesadaran terhadap kelestarian lingkungan di kalangan wirausaha sebagai bentuk kontribusi dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan
PELATIHAN BISNIS ONLINE BAGI WARGA RW 010 KELURAHAN WIJAYA KUSUMA GROGOL PETAMBURAN JAKARTA BARAT Endang Djuana; Rosalia H. Subrata; Ferrianto Gozali; Dorina Hetharia; Richard Rambung; Wahyu Fadli Satrya; Kuat Rahardjo TS; Muchamad Fachri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22692

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a huge impact on the economic and social sectors in the world, including Indonesia. The first impact is the weakening of household consumption or the weakening of people's purchasing power. The second impact is that the COVID-19 pandemic has created uncertainty about when it will end. These two impacts cause the community's investment ability to also weaken and have implications for the cessation of a business which results in the dismissal of several employees or layoffs so that alternative sources of income are needed to support family life. This is the rationale for the Community Service (PkM) activity of the Electrical Engineering and Industrial Engineering Study Program during the COVID-19 Pandemic entitled Training on Starting an Online Business for the Community RW 010 Wijaya Kusuma Village, Grogol Petamburan District, West Jakarta. This training aims to provide understanding for people who want to switch to online business processes and provide opportunities for people who want to start an online business. Participants benefit by gaining knowledge on how to start an online business with the steps, so that participants can start trying to do business online. This can also be seen from the results of the questionnaire, as many as 30.8% of participants felt the benefits of this training both by giving a satisfaction score = 4 (from a scale of 5) and 69.2% of participants responded that the benefits of this training were very good by giving a score of 5 on the satisfaction scale. ABSTRAK: Pandemi COVID-19 memberi dampak sangat besar pada sektor ekonomi dan sosial di dunia, termasuk Indonesia. Dampak yang pertama adalah melemahnya konsumsi rumah tangga atau melemahnya daya beli masyarakat. Dampak kedua adalah bahwa pandemi COVID-19 ini menimbulkan adanya ketidakpastian kapan akan berakhir. Kedua dampak ini menyebabkan kemampuan investasi masyarakat juga ikut melemah dan berimplikasi terhadap berhentinya sebuah usaha yang mengakibatkan pemberhentian beberapa karyawan alias Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sehingga diperlukan alternatif sumber penghasilan untuk menopang kehidupan keluarga. Hal ini yang menjadi dasar pemikiran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi (Prodi) Teknik Elektro dan Teknik Industri dalam masa Pandemi COVID-19 ini berjudul Pelatihan Memulai Bisnis Online Bagi Masyarakat RW 010 Kelurahan Wijaya Kusuma Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman bagi masyarakat yang hendak beralih ke proses bisnis ataupun pemasaran secara online serta memberikan peluang bagi masyarakat yang hendak memulai usaha secara online. Peserta mendapatkan manfaat dengan memperoleh pengetahuan mengenai cara memulai usaha secara online dengan langkah-langkahnya, sehingga peserta dapat mulai mencoba melakukan usaha secara online. Hal ini juga terlihat dari hasil evaluasi, sebanyak 30,8% peserta merasakan bahwa pelatihan ini baik dengan memberi nilai kepuasan 4 (dari maksimal 5 pada skala kepuasan) dan 69,2% peserta memberikan respon bahwa pelatihan ini sangat baik dengan memberi nilai kepuasan 5
PENGETAHUAN SAYUR DAN BUAH PADA ANAK SEKOLAH DI KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK Alicia Dwi Permata Putri; Iin Fatmawati; Indah Rozalina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22707

Abstract

The average consumption of vegetables and fruit in Indonesia is considerably low, which induces several nutritional problems, especially in children. As a result, school-age children are vulnerable to health problems, especially nutritional problems—for instance, the high consumption of energy-dense food but low fibre. According to Riskesdas 2018, children aged > 5 years in Indonesia have the most dominant consumption of vegetables and fruit; 71.73% for < 5 servings a day of vegetables and fruit per week and the remaining 2.28% for > 5 servings a day per week consumption. Several factors influence the consumption of vegetables and fruit, such as children's knowledge, family or environmental support, food availability, socioeconomic status, and preferences. Therefore, appropriate education for the community—especially school children, is necessary to help increase vegetable and fruit consumption prevalence in Indonesia. The activity was performed to provide education to students of Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khoiriyah, in Sawangan-Depok City. The activity was conducted from September 1st to 3rd, 2021. The learning material includes the definition of vegetables and fruit, the benefits of vegetables and fruit, the impact of not consuming vegetables and fruit, the types of vegetables and fruit, and the recommended portion each day. The results of the univariate analysis showed a picture of students' knowledge changes before and after being given an education. In addition, bivariate analysis using the Wilcoxon test was conducted to determine the effect of education on students' knowledge of vegetables and fruits. The analysis showed an increase in students' knowledge (p = 0.000). To sum up, the provision of education in the form of counselling significantly increases students' knowledge. ABSTRAK: Rata-rata konsumsi sayur dan buah di Indonesia masih rendah, kondisi ini dapat menyebabkan munculnya masalah gizi pada anak. Anak usia sekolah adalah kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan terutama masalah gizi. Salah satu masalah yang cenderung tinggi adalah konsumsi makan tinggi energi namun rendah serat. Menurut Riskesdas tahun 2018, anak usia >5 tahun di Indonesia memiliki angka konsumsi sayur dan buah paling dominan yaitu <5 porsi per hari dalam seminggu sebesar 71,73%, sedangkan >5 porsi per hari konsumsi sayur dan buah hanya sebesar 2.28%. Faktor yang mempengaruhi konsumsi dari sayur dan buah ada berbagai macam, yaitu pengetahuan anak, dukungan keluarga atau lingkungan, ketersediaan pangan, sosial ekonomi dan atau preferensi anak akan sayur dan buah itu sendiri. Diperlukan pemberian edukasi yang tepat bagi masyarakat terutama anak sekolah agar dapat membantu meningkatkan prevalensi konsumsi sayur dan buah di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pemberian edukasi kepada 30 orang siswa sekolah dasar kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khoiriyah, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 – 3 September 2021. Materi yang diberikan mengenai definisi sayur dan buah, manfaat sayur dan buah, dampak tidak mengkonsumsi sayur dan buah, dan jenis-jenis sayur dan buah, serta porsi yang dianjurkan setiap harinya. Hasil analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran perubahan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan mengenai sayur dan buah siswa. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon..Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada siswa (p = 0,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dalam bentuk penyuluhan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa
EDUKASI EKSISTENSI DAN KEBERLANJUTAN KAWASAN BERSEJARAH UNTUK GENERASI Z Nafiah Solikhah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22713

Abstract

The Old City of Jakarta has a strong significance for the long history of the development of the City of Jakarta. Generation Z, which will later hold the continuity of the nation's culture, needs to understand the importance of the existence and sustainability of historic areas. The activity partners were 7 (seven) people (aged 16-22 years) At-Taufiq Tanjung Gedong Mosque youth, West Jakarta. Generation Z is a generation that has characteristics close to technology, makes more use of interacting through social media, actively expresses itself, and moves quickly (fast switcher) so learning media with an innovative approach are needed for generation Z. As a response to problems that partners have, then the implementing team provides activity solutions with critical thinking and creative thinking approaches in the form of educational activities on the existence and sustainability of historic areas for partners. The approach is qualitative, where data is obtained through empirical experience and questionnaires analyzed descriptively. The qualitative approach applied is the Experiential Learning Discovery Journey in 3 (three) stages, namely the experience stage through the delivery of the material as part of the introduction, the observation stage with a visit to the Kota Tua Jakarta area, and the reflection stage through a reflection instrument. Based on the results of the activity, it is known that partners have had theoretical experience about the existence and benefits of historical areas obtained from the school. The community service activities (PkM) that have been carried out provide new experiences in the creative process to understand the PkM topic, namely the existence and sustainability of historic areas for generation Z. Keywords: historic area education; Experiential Learning Discovery Journey; generation z Abstrak Kota Tua Jakarta memiliki signifikansi kuat bagi sejarah panjang perkembangan Kota Jakarta. Generasi Z yang nanti akan memegang keberlanjutan budaya bangsa, perlu memahami pentingnya eksistensi dan keberlanjutan dari kawasan bersejarah. Mitra kegiatan adalah 7 (tujuh) orang (berusia 16-22 tahun) Remaja Masjid At-Taufiq Tanjung Gedong, Jakarta Barat. Generasi Z merupakan generasi yang memiliki karakteristik dekat dengan teknologi, lebih memanfaatkan berinteraksi melalui media sosial, aktif mengekspresikan diri, dan cepat berpindah (fast switcher) sehingga diperlukan media pembelajaran dengan pendekatan yang inovatif bagi kalangan generasi Z. Sebagai respon dari permasalahan yang dimiliki mitra, maka tim pelaksana memberikan solusi kegiatan dengan pendekatan critical thinking dan creative thinking berupa kegiatan edukasi eksistensi dan keberlanjutan kawasan bersejarah bagi mitra. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dimana data diperoleh melalui pengalaman empiris dan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Pendekatan kualitatif yang diterapkan yaitu Experiential Learning Discovery Journey dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap pengalaman melalui penyampaian materi sebagai bagian dari pengenalan, tahap observasi dengan kunjungan ke Kawasan Kota Tua Jakarta, dan tahap refleksi melalui instrumen refleksi. Berdasarkan hasil kegiatan, diketahui bahwa mitra telah memiliki pengalaman teoretis tentang eksistensi dan manfaat kawasan bersejarah yang diperoleh dari bangku sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang telah dilakukan memberikan pengalaman baru dalam proses kreatif untuk memahami topik PkM yaitu eksistensi dan keberlanjutan kawasan bersejarah bagi generasi Z.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN INSTAGRAM MITRA KEBAB MONSTER DI KEMANGGISAN, DKI JAKARTA Michelle Augustine; Fajar Saputra; Kevin Adhi Dhamma Setiawan; Akbar Bimadi; Vindi Jessika Sampe; Hetty Karunia Tunjungsari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22640

Abstract

Kebab Monster is a dish partner that was established in 2015 in Kemanggisan, West Jakarta, and specializes in the form of kebabs. This partner has a center located in Kemanggisan, West Jakarta, and has branches spread across the Greater Jakarta area. One of the branches is the Kebab Monster branch next to the UNTAR campus. There are 2 variants of the kebab: monster and super monster, both are unique. Nevertheless, there are ups and downs that prevent all businesses from running smoothly. Decreased sales from the Kebab Monster partner branch next to the UNTAR campus, necessitates promotion on social media. Marketing by promoting on social media can have a significant impact on sales in the digital era. Also, using the current social media platforms that provide paid advertising services to promote products to social media users, the most prominent is Instagram. Promotion through social media can be considered effective because people nowadays stick around social media. The number of audiences reached by social media promotions is higher than promotions through brochures and cheaper than promotions from TV platforms. Therefore, the Community Service (PKM) team can assist the Kebab Monster branch next to the UNTAR campus through marketing using the promotion method from the Instagram application. The promotion method used is the design development through the descriptive observation, which later will be uploaded to the Instagram application feeds. The Instagram feed posts for the Kebab Monster branch next to the UNTAR campus which will be the output of this Community Service activity. ABSTRAK: Kebab Monster merupakan mitra makanan yang berdiri sejak 2015 di Kemanggisan, Jakarta Barat yang menyediakan makanan berupa kebab. Mitra ini memiliki pusat yang berada di Kemanggisan, Jakarta Barat, hingga sekarang memiliki cabang yang tersebar di daerah Jabodetabek. Salah satu cabang dari mitra ini adalah Kebab Monster cabang sebelah kampus UNTAR. Keunikan dari Kebab Monster ini adalah dengan adanya 2 varian kebab yaitu monster dan super monster. Namun, tidak semua bisnis mitra dapat berjalan mulus, tentu saja adanya lika-liku yang dihadapi. Penurunan penjualan dari mitra Kebab Monster cabang sebelah kampus UNTAR, yang membuatnya membutuhkan promosi di media sosial. Melakukan pemasaran dengan cara promosi di media sosial dapat berdampak besar pada penjualan di era digital ini. Selain itu, dengan adanya platform media sosial saat ini yang menyediakan layanan iklan berbayar untuk mempromosikan produk kepada pengguna media sosial tersebut, salah satunya adalah Instagram. Promosi melalui media sosial dapat dikatakan efektif dikarenakan masyarakat sekarang ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melihat media sosial. Jumlah audiens yang dicapai dengan promosi melalui media sosial lebih banyak dibandingkan dengan promosi melalui brosur dan lebih murah dibandingkan dengan promosi dari platform TV. Maka dari itu, dengan adanya tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dapat membantu mitra Kebab Monster cabang sebelah kampus UNTAR melalui pemasaran menggunakan metode promosi dari aplikasi Instagram. Metode promosi yang dilakukan adalah pengembangan desain melalui pengamatan secara deskriptif yang nantinya akan dimasukkan pada feeds aplikasi Instagram. Posting-an feeds Instagram Kebab Monster cabang sebelah kampus UNTAR yang akan menjadi keluaran dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.
PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI NIRLABA BAGI UNIT PENGELOLA ZAKAT, INFAQ, DAN SEDEKAH (ZIS) Maya Syafriana Effendi; Hamka Halkam; Asri Warnanti; M. Iman Nugroho; Venus F Firdaus
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.23266

Abstract

With 230 million Muslims, or 87% of Indonesia's overall 270 million population in 2020, the country has the ability to collect IDR 327 trillion in zakat annually. From IDR 327 trillion in potential zakat, only IDR 17 trillion in zakat have been collected as of 2021. Even yet, it only represents 5% of the community's potential for zakat. This demonstrates that the amount of zakat money that can be raised from the community has not been used to its fullest potential. How to strengthen the ability of zakat management institutions or organizations to manage zakat in a professional and transparent manner is one of the primary issues encountered in zakat management. Organizational leadership, managerial abilities, organizational management systems, human resource capacity, technology utilization, financial reporting and reporting, and the institution's reputation are all still issues that zakat management institutions or organizations must deal with. The goal of putting this community service project into action is to give the zakat management institution or organization information and knowledge pertaining to issues of management, finance, accounting, and developing an organizational image. A workshop is used to carry out this act of community service. The activity's findings and recommendations include the need to improve the managerial skills of the Zakat Management Unit managers, enhance their capability to make financial management more transparent and responsible, and enhance the Zakat Management Unit's reputation and credibility. In order to achieve the goals of zakat management, the Zakat Management Unit must be competent, transparent, and accountable ABSTRAK: Dengan penduduk muslim sebanyak 230 juta jiwa atau 87% dari total 270 juta jiwa populasi Indonesia pada tahun 2020, Indonesia memiliki potensi untuk mengumpulkan zakat Rp327 triliun per tahun. Pada tahun 2021, zakat yang berhasil dikumpulkan hanya sebesar Rp17 triliun dari Rp327 triliun potensi zakat yang dimiliki. Jumlah masih sangat kecil, hanya 5% dari total potensi zakat yang ada di masyarakat. Hal ini menggambarkan bahwa potensi dana zakat yang dapat dikumpulkan dari masyarakat belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu masalah utama yang dihadapi dalam pengelolaan zakat adalah bagaimana meningkatkan kapasitas lembaga atau organisasi pengelola zakat dalam mengelola zakat agar lebih profesional dan transparan. Lembaga atau organisasi pengelola zakat masih menghadapi masalah yang berkaitan dengan kepemimpinan organisasi, managerial skill, sistem manajemen organisasi, kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki, pemanfaatan teknologi, pembuatan dan pelaporan laporan keuangan, dan citra lembaga. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan berkaitan dengan aspek manajemen, keuangan, akuntansi, dan membangun citra organisasi kepada lembaga atau organisasi pengelola zakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop. Hasil dan kesimpulan kegiatan ini, antara lain: perlunya peningkatan kemampuan manajerial pengelola Unit Pengelola Zakat, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel, dan membangun citra serta kredibilitas Unit Pengelola Zakat. Dibutuhkan adanya profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas Unit Pengelola Zakat guna mewujudkan tujuan pengelolaan zakat
EDUKASI MENGENAI AKTIVITAS FISIK UNTUK KENDALIKAN OBESITAS PADA PRA-LANSIA DAN LANSIA DENGAN MEDIA BOOKLET Lusiani Arfini; Utami Wahyuningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.23276

Abstract

Obesity is one of the nutritional problems in Indonesia. The prevalence of central obesity for the elderly in Indonesia is 18.8% in the 55-64 year age group, 23.1% in the 65-74 age group, 18.9% in the 65-74 age group, and the >75 year age group. 15.8%. This community service aims to reduce the prevalence of obesity through increasing pre-elderly and elderly knowledge about physical activity. The activity was carried out offline after routine elderly gymnastics activities on Friday morning at UPTD Cinere Health Center. The series of community service activities include opening, filling out pre-tests, giving booklets and material presentations, discussions, filling out post-tests and media feasibility tests, closing, and giving thanks. The results of the educational program intervention, the level of knowledge of the pre-elderly and the elderly regarding the knowledge of physical activity to control obesity increased based on the Wilcoxon test (p=0.000). and good (46.7%%) and after intervention (post-test): less (0%), sufficient (0%), and good (100%). The content validity test results using the Content Validity Ratio which includes coloring, typeface, font size, and pictures on the booklet are said to be valid because all items reach the critical value with 30 validators, namely 0.333. From that result, the media is said to be valid as an intervention medium in terms of presentation as material that can be implemented in people's daily lives, especially pre-elderly and elderly people in the UPTD Cinere Health Center ABSTRAK: Masalah gizi di Indonesia yang menjadi salah satu perhatian yaitu obesitas. Prevalensi obesitas sentral untuk lansia di Indonesia yaitu pada kelompok usia 55-64 tahun sebesar 18,8%, kelompok usia 65-74 sebesar 23,1%, kelompok usia 65-74 sebesar 18,9%, dan kelompok usia >75 tahun sebesar 15,8%. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan prevalensi obesitas melalui peningkatan pengetahuan pra-lansia dan lansia mengenai aktivitas fisik. Kegiatan dilakukan secara luring setelah kegiatan senam lansia rutin hari Jumat pagi di UPTD Puskesmas Cinere. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pembukaan, pengisian pre-test, pemberian booklet dan pemaparan materi, tanya jawab, pengisian post-test dan uji kelayakan media, penutup, dan pemberian tanda terima kasih. Berdasarkan hasil intervensi program edukasi, tingkat pengetahuan pra-lansia dan lansia mengenai pengetahuan aktivitas fisik untuk mengendalikan obesitas meningkat dari nilai pre-test ke post-test berdasarkan uji Wilcoxon (p=0.000). Pengetahuan pra-lansia dan lansia mengenai aktivitas fisik pada pre-test: kurang (33,3%), cukup (20%) dan baik (46,7%%). Pengetahuan mengenai aktivitas fisik setelah intervensi (post-test): kurang (0%), cukup (0%) dan baik (100%). Hasil uji validitas konten menggunakan Content Validity Ratio yang meliputi pewarnaan, jenis huruf, ukuran huruf, dan gambar pada booklet dikatakan valid karena seluruh item memenuhi nilai kritis dengan validator berjumlah 30 orang yaitu 0,333 sehingga media dikatakan valid dari segi tampilan penyajian materi yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat khususnya pra-lansia dan lansia di wilayah UPTD Kecamatan Cinere. Media booklet ini dapat dijadikan salah satu media yang dapay meningkatkan pengetahuan para pra lansia dan lansia sehingga pada akhirnya bisa menurunkan angka prevalensi obesitas.
REDESAIN MASJID AL- MUHAJIRIN DENGAN KONSEP GREEN SEBAGAI FASILITAS IBADAH DAN PENDIDIKAN Samsu Hendra Siwi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.23239

Abstract

The location of the Al-Muhajirin mosque is in the Pulo Sirih Housing area as a social facility for the surrounding community. This mosque is a Muslim worship facility in the neighborhood of RT 01 RW 13, Pekayon Jaya Village, South Bekasi District. was founded in 1989. This mosque is on land + 671.5 m2. This mosque has never been renovated. The mosque building is 105 m2, with TPA and an ablution place. Partners (Management of the Suluk Mimbar Abadi Foundation) submitted a request for assistance to Tarumanagara University to assist with mosque design drawings as a service to the community through PKM. Some of the things that Mitra wants related to the design of the mosque later are as follows: the building can become an icon in the area; the building and its environment use tropical and modern architectural concepts; the need for space that can accommodate religious, social, and economic activities. The design method used by infill is because the partners want the old building to be maintained by providing novelty to several parts and developments. The green concept is a solution for saving energy with maximum natural ventilation and natural lighting. Besides that, the mosque is an education center, so this new design has the concept of environmental education by accommodating programs that are environmentally sound and food security by utilizing the rooftop as a roof garden. The design results from this PKM answer the needs of partners in the development of mosques with green and old-new concepts and the development of educational places   ABSTRAK: Lokasi masjid Al-Muhajirin berada di dalam satu wilayah Perumahan Pulo Sirih sebagai fasilitas sosial bagi masyarakat sekelilingnya.  Masjid ini merupakan fasilitas ibadah umat muslim di lingkungan RT 01 RW 13, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.  didirikan pada tahun 1989. Masjid ini berada di tanah + 671,5 m2. Masjid ini belum pernah mengalami renovasi. Bangunan masjid seluas 105 m2, TPA dan tempat wudhu. Mitra (Pengurus Yayasan Suluk Mimbar Abadi) pengajuan permintaan bantuan kepada Universitas Tarumanagara untuk memberikan bantuan gambar desain masjid sebagai sebuah pelayanan kepada masyarakat melalui PKM. Beberapa hal yang diinginkan Mitra yang terkait dengan desain masjid nantinya adalah sebagai berikut: bangunan bisa sebagai ikon di daerahnya; bangunan dan lingkungannya memakai konsep arsitektur tropis dan modern; kebutuhan ruang yang dapat menampung kegiatan ibadah, sosial dan ekonomi. Metoda desain yang dipakai infill karena mitra menginginkan bangunan lama tetap dipertahankan dengan memberikan kebaruan pada beberapa bagian dan pengembangan. adalah Konsep green menjadi solusi untuk hemat energi dengan desain pengudaraan alam dan pencahayaan alam yang maksimal. Di samping itu masjid sebagai pusat pendidikan maka desain baru ini berkonsep pendidikan cinta lingkungan dengan mewadahi program yang berwawasan lingkungan dan ketahanan pangan dengan pemanfaatan rooftop sebagai roof garden. Hasil desain dari PKM ini menjawab kebutuhan mitra dalam pengembangan masjid dengan konsep green dan lama-baru dan sebagai pengembangan tempat pendidikan.