cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 707 Documents
PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN WAKTU DAN PEMBAGIAN TUGAS DIVISI VOLUNTEER DEVELOPMENT KOMUNITAS BINA ANTARBUDAYA CHAPTER JAKARTA Handayani, Penny; Mokoginta, Karina Widyastuti; Larisa, Fransisca Indya; Han, Cheryl; Nainggolan, Julyanty Monalisa; Wiwanto, Raesyad Adhiatma
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34932

Abstract

The training program targeted the Volunteer Development Division of the Bina Antarbudaya Community Chapter in Jakarta. Participants included three students from various disciplines. The program focused on time management and task division skills, aiming to enhance productivity and reduce conflicts. The implementation methods included questionnaires, interviews, and problem tree formation to identify the challenges faced. Specific tools like Google Calendar and Todoist were used to aid time management. The results of the training showed an improvement in time management and task coordination skills among division members. The number of meetings held according to schedule increased, and there was a reduction in internal conflicts related to scheduling. Post-activity evaluation using Google Form indicated a high level of satisfaction among division members with the new task management system. In conclusion, the training successfully enhanced efficiency and productivity within the Volunteer Development Division of the Bina Antarbudaya Community. It is recommended to continue integrating technology and time management skills training in community development programs.
EMOTION REGULATION COMMUNITY SERVICE PROGRAM FOR COMMUNITY WORKERS AT YAYASAN QAHAL CERIA, NORTH JAKARTA: A CASE REPORT Mariana, Foo; Putri, Angesty
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.35151

Abstract

Abstract Community workers mentoring children from low-socioeconomic backgrounds often face stress, fatigue, and burnout, affecting their ability to provide consistent support. This study evaluated a culturally adapted, three-session emotional regulation (ER) programprogram for ten Indonesian community workers (aged 17–42) in an urban tutoring initiative. A mixed-methods case study design was employed, incorporating pre- and post-intervention assessments using the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), baseline measures from the Depression, Anxiety, and Stress Scales (DASS-42) and the Adverse Childhood Experiences Questionnaire (ACE-Q), as well as post-program reflective interviews. The intervention combined psychoeducation, role-play to practice cognitive Reappraisal and supportive responses, and art-based expression to externalize and label affect. Quantitative results showed significant increases in Cognitive Reappraisal (d = 1.52) and decreases in expressive suppression (d = –3.62), both with large effect sizes. Qualitative analysis identified four themes: increased emotional awareness, application of Reappraisal strategies, improved stress management and self-care, and challenges in sustaining change. Integrated findings indicated convergence between score improvements and reported experiences. Despite the small sample size, the findings underscore the importance of brief, culturally tailored interventions for non‑professional helpers. The results suggest that short, targeted ER programcan enhance adaptive emotional strategies and well-being among community workers in low-resource settings, with the potential to improve the quality and sustainability of educational and psychosocial services for vulnerable children. Keywords: emotional regulation, community workers, low socioeconomic status, cognitive reappraisal, expressive suppression
PENINGKATAN WAWASAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI SOSIALISASI KEPADA SISWA SMP NURUS SALAM DESA TAMANSARI WULUHAN JEMBER Atho'illah, Muhammad Hifni; Wahyu Dwi Anggraeni; Nia Anggraeni; Trio Alif Abawaini; Miftahul Bismi Gustrinawan; Danang Pramudya; Ahmad Sulaiman
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.35184

Abstract

Upaya peningkatan wawasan kewirausahaan melalui sosialisasi kepada siswa SMP Nurus Salam di Desa Tamansari, Wuluhan, Jember, sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini dan mengembangkan potensi diri serta lingkungan sekitar. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya pemahaman dan minat siswa terhadap kewirausahaan yang dapat menghambat pengembangan potensi ekonomi mereka di masa depan. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan metode pembelajaran yang meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta media visual seperti video dan presentasi digital yang menarik dan mudah dipahami. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep kewirausahaan, menumbuhkan minat, serta membangun keberanian mereka dalam mencoba berwirausaha. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan minat siswa terhadap kewirausahaan, serta munculnya keberanian untuk memulai usaha sendiri. Selain itu, siswa menunjukkan motivasi yang lebih tinggi untuk mengembangkan ide-ide inovatif dan kreatif dalam berwirausaha. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa sosialisasi efektif dalam menanamkan nilai dan semangat kewirausahaan di kalangan siswa SMP. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk menciptakan generasi muda yang mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan. Saran yang disampaikan meliputi perlunya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan keluarga, serta pengembangan metode pembelajaran yang lebih variatif agar semangat kewirausahaan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif jangka panjang.
PENGEMBANGAN DAN UJI COBA ALAT PRAKTIKUM DIGITAL INOVATIF BERBASIS SMARTPHONE Wahyuni, Siti; Hardyanto, Wahyu; Darsono, Teguh; Sulhadi; Akhlis, Isa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.35280

Abstract

Adanya tuntutan pelibatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi tantangan yang harus dihadapi guru. Penyelidikan ilmiah dalam pembelajaran fisika menjadi sangat penting, namun sayangnya tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Agar pembelajaran tetap terlaksana dengan baik, keadaan tersebut memaksa guru untuk aktif dan kreatif menciptakan praktikum yang inovatif dengan sumber daya yang ada. Keadaan ini dapat diatasi dengan praktikum digital, yang salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan smartphone masing-masing peserta didik. Praktikum fisika dengan smartphone dapat menjadi inovasi praktikum digital karena guru dapat merancang sendiri jenis percobaannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode Community Based Participatory Research (CBPR) pada MGMP Fisika SMA/MA Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Kegiatan berupa pelatihan terkait pengenalan set alat praktikum digital, membaca data, mengolah, memvisualisasikan dalam grafik, dan menginterpretasikannya. Aplikasi digital yang digunakan adalah Arduino Science Journal yang dapat dioperasikan dengan memanfaatkan sensor yang telah tersedia pada smartphone android. Alat praktikum yang dihasilkan berupa satu set alat papan luncur yang dapat divariasikan sudut kemiringannya, dilengkapi dengan alat peluncur berupa mobil mainan yang dimodifikasi dengan holder HP. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur percepatan, kemudian data digital dapat diolah ke dalam besaran fisis lain, seperti kecepatan dan posisi setiap saat. Pada akhir kegiatan, set alat praktikum disumbangkan kepada MGMP sebagai percontohan agar dapat diadopsi oleh pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan fasilitas laboratorium.
MERETAS KEBUNTUAN NARASI, LITERASI STORYTELLING UNTUK PRODUKSI KONTEN YANG MEMILIKI IMPACT Pandrianto, Nigar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.35289

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan generasi muda, khususnya Gen Z, yang aktif memproduksi dan membagikan konten di media sosial. Namun, sebagian besar dari mereka masih belum memiliki pemahaman memadai mengenai dasar-dasar storytelling yang efektif. Rendahnya wawasan ini menyebabkan konten yang dihasilkan cenderung reaktif, serta kurang mampu membangun relasi emosional dengan audiens. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 1 Kota Cimahi sebagai respons atas kebutuhan akan peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep storytelling dalam produksi konten, baik analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif dengan pendekatan experiential learning. Siswa dilibatkan secara aktif dalam diskusi, refleksi pengalaman pribadi, dan praktik pembuatan narasi. Materi pelatihan meliputi pemahaman dasar storytelling, struktur narasi (tokoh, alur, konflik, ending), dan fungsi storytelling dalam membangun konten yang bermakna dan berdampak. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait storytelling dan pengaplikasiannya dalam dunia digital. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi media siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan strategis yang relevan untuk menghadapi tantangan industri kreatif. Dengan pelatihan yang sesuai karakteristik Gen Z, storytelling terbukti menjadi alat penting dalam membentuk kompetensi digital dan ekspresi kreatif remaja masa. Hasil ini akan lebih optimal jika dilanjutkan dengan workshop lain yang bersifat contextualized practice dan project-base learning.
IMPLEMENTASI GREEN TECHNOLOGY UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN BISNIS UMKM Khairina Natsir
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.32823

Abstract

Implementasi Green Technology pada UMKM kuliner di Tangerang masih berada dalam tahap awal dan menghadapi berbagai tantangan. Kota Tangerang, yang dikenal dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, memiliki sektor kuliner yang beragam dan terus berkembang. Namun, sebagian besar pelaku UMKM kuliner di wilayah ini masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan. Faktor-faktor seperti minimnya pengetahuan, keterbatasan anggaran, serta rendahnya akses terhadap teknologi hijau menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di bidang kuliner di Tangerang tentang pentingnya Green Technology dalam operasional bisnis. Teknologi hijau membantu UMKM untuk lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, serta memenuhi tuntutan konsumen yang semakin peduli dengan keberlanjutan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis tentang langkah-langkah implementasi teknologi hijau, termasuk pengelolaan energi, penggunaan kemasan ramah lingkungan, dan pengelolaan limbah. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM kuliner dapat meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan di tingkat lokal. Kegiatan sudah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2024 dengan diikuti oleh sebanyak 15 orang peserta. Peserta pelatihan adalah pelaku UMKM yang mayoritas bergerak dibidang produksi dan penjualan produk kuliner dilaksanakan di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang dengan mitra peserta adalah kelompok usaha UMKM Kuliner. Pelatihan menggunakan metode Pre test/Post test, Ceramah, Focus Discusiion Group, dan studi Kasus.
MEMBANGUN LITERASI DIGITAL SISWA EDUKASI TENTANG KONTEN TANPA FILTER DI TIKTOK Renshi Yehezkiel; Fransisca Iriani R. Dewi; Azkia Rahmah; Salsabila
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.34754

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat menyebabkan penggunaan internet pada era sekarang menjadi sangat terbuka, dengan minimnya proses penyaringan terhadap konten yang beredar. Terlebih di era saat ini, di mana kepemilikan smartphone sudah menjadi hal yang umum di berbagai kalangan usia, sehingga penggunaan media sosial oleh anak-anak usia sekolah dasar semakin meningkat, terutama aplikasi TikTok yang menyajikan berbagai konten tanpa filter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak negatif yang dapat mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan karakter siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 5 SDN Panyaweuyan, Desa Ciherang mengenai bahaya serta dampak konten tanpa filter di TikTok. Metode pelaksanaan melibatkan aktivitas kegiatan edukatif berupa sosialisasi literasi digital. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi menggunakan PowerPoint disertai gambar dan ilustrasi lucu untuk menarik perhatian, serta pemutaran video berisi contoh konten positif dan negatif. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari yang melibatkan 51 siswa sebagai peserta. Di akhir sesi, siswa diberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pemahaman materi sosialisasi, dan siswa yang menjawab dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias mengikuti seluruh sesi, lebih memahami perbedaan antara konten yang layak dan tidak layak, serta pentingnya pendampingan orang tua saat menggunakan media sosial. Sebagian besar siswa mengaku belum pernah mendapat edukasi terkait hal ini. Kesimpulannya, pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran literasi digital sejak usia dini agar anak-anak lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya TikTok.
BELAJAR SEHAT DENGAN CARA MENYENANGKAN: IMPLEMENTASI KARTU SEHAT DI SEKOLAH DASAR Mariani Angeline; Saula Rahmadianti Krisma Pertiwi; Aurelia Naftali Kalengkongan; Bernike Burnama; Novario Jaya Perdana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.34767

Abstract

ABSTRACT Awareness of the importance of health from an early age is a fundamental aspect in shaping healthy lifestyle living behaviours among children. Monitoring student's health is essential as it directly affects the quality of education, development, and the future of the students. Good health enables children to learn more effectively, enhances concentration, and supports better academic archievement. Previous studies have shown that similar programs can increase the understanding of students, parents, and educators regarding the importance of periodic health check-ups. Therefore, this activity aims to help students understand the signifivance of maintaining their health from an early age, which is crucial in establishing a sustainable healty lifestyle. This study aims to improve elementary school student's health awareness through the use of a "Health Card", a simple and child-friendly health monitoring tool. The Health Card collects basic student information such as body weight and height. The activity methods used in this program include a brief introduction to health checking tools such as digital weighing scales and digital height measurement device. In addition, data collection is conducted using the Scale Development for Measuring Health Consciousness: Re-conceptualization. The participants in this activity were fourth, fifth, and sixth-grade students from SDN 01 Ciherang. With the availability of personal health identification cards, children's health information becomes more accessible and easier to monitor, enabling early prevention and intervention for potential health problems. Implementation to similar programs in other schools is expected to be a preventive measure in maintaining children's health sustainably. Keywords: students, health check-up, health awareness, medical information records, health education. ABSTRAK Kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini merupakan aspek fundamental dalam pembentukan perilaku hidup sehat pada anak. Mengawasi kesehatan siswa merupakan salah satu hal penting karena berpengaruh langsung pada kualitas pendidikan, perkembangan, dan masa depan siswa. Kesehatan anak yang baik memungkinkan untuk belajar lebih efektif, meningkatkan konsentrasi, dan meraih prestasi yang lebih baik. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa program sejenis dapat meningkatkan pemahaman siswa, orang tua, dan tenaga pendidik terhadap pentingnya pemeriksaan berkala. Maka dari itu, kegiatan ini diperlukan agar para siswa dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, hal tersebut dilakukan untuk membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan siswa sekolah dasar melalui media Kartu Sehat, alat bantu kesehatan yang sederhana dan mudah digunakan oleh anak-anak. Kartu Sehat mengumpulkan data siswa serta informasi dasar seperti berat badan dan tinggi badan siswa. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pengenalan singkat mengenai alat bantu pengecekan kesehatan yaitu timbangan digital dan pengukuran tinggi badan digital, selain itu pengambilan data menggunakan kuesioner Scale Development for Measuring Health Consciousness: Re-conceptualization. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah dasar kelas IV, V, dan VI SDN 01 Ciherang. Dengan adanya kartu identitas kesehatan, informasi kesehatan anak lebih mudah diakses dan dimonitor, sehingga memungkinkan tindakan pencegahan dan penanganan dini terhadap potensi masalah kesehatan. Implementasi program serupa di sekolah lain diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan anak secara berkelanjutan. Kata kunci: siswa, pengecekan kesehatan, kesadaran menjaga kesehatan, catatan informasi medis, edukasi kesehatan.
MENINGKATKAN DAYA TARIK PRODUK TENUN SUKARARA MELALUI INOVASI KEMASAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOKAL DI LOMBOK TENGAH Hetty Karunia Tunjungsari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.34825

Abstract

ABSTRACT This activity aims to develop an effective packaging innovation strategy to enhance the appeal and sales value of Sukarara woven products, and to identify the role of packaging innovation as a community empowerment strategy in Sukarara Village, Central Lombok. The activity methods used include situation and needs analysis, innovative packaging design, trials and evaluation, and training and mentoring. The results of the activity indicate that packaging innovation involving attractive designs, clear information, and the use of sustainable materials successfully increased product appeal and consumer value perception. In addition, this activity also serves as a community empowerment strategy through increased knowledge and skills of artisans, as well as an increase in their income. The use of digital marketing was also proven effective in expanding market reach. The conclusion of this activity is that packaging innovation is an effective strategy for increasing the competitiveness of Sukarara woven products and empowering local communities. The recommendations provided include program sustainability, marketing improvement, product development, research and development, and the involvement of government and stakeholders. Keywords: Packaging Innovation, Sukarara Weaving, Community Empowerment, Digital Marketing, MSMEs. ABSTRAK, Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan strategi inovasi kemasan yang efektif untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk tenun Sukarara, serta mengidentifikasi peran inovasi kemasan sebagai strategi pemberdayaan komunitas lokal di Desa Sukarara, Lombok Tengah. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi analisis situasi dan kebutuhan, perancangan kemasan inovatif, uji coba dan evaluasi, serta pelatihan dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kemasan yang melibatkan desain yang menarik, informasi yang jelas, dan penggunaan material berkelanjutan berhasil meningkatkan daya tarik produk dan persepsi nilai oleh konsumen. Selain itu, kegiatan ini juga berperan sebagai strategi pemberdayaan komunitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengrajin, serta peningkatan pendapatan mereka. Pemanfaatan pemasaran digital juga terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar. Kesimpulan kegiatan ini adalah bahwa inovasi kemasan merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing produk tenun Sukarara dan pemberdayaan komunitas lokal. Rekomendasi yang diberikan meliputi keberlanjutan program, peningkatan pemasaran, pengembangan produk, riset dan pengembangan, serta keterlibatan pemerintah dan stakeholder. Kata kunci: Inovasi Kemasan, Tenun Sukarara, Pemberdayaan Komunitas, Pemasaran Digital, UMKM.
DIGITALISASI INFOGRAFIS PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENDUKUNG PROKLIM RW.016 KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT Nafiah Solikhah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.34916

Abstract

Home Herbal Garden (TOGA) play a crucial role in the Community Program for Climate (Proklim). As a national program managed by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), Proklim aims to optimize community and stakeholder participation in improving climate change adaptation. As a finalist for the 2025 Jakarta Proklim, the neighborhoods of RT.001 to RT.009 RW.016 of Tomang district have currently organized green areas and established a Toga Garden at the Tomang District Office and several green areas spread across shared facilities within the Tomang District and in residents' yards. However, in some areas, information on Toga Plants is limited to name labels, making them less informative and visually appealing. The partner's challenge is the need for information on the types and benefits of each Toga plant in the form of infographics that can be accessed by residents so that access to the benefits of Toga can be widely disseminated and targeted. The solution provided is the digitization of infographics on the use of medicinal plants (Toga) in the form of Quick Response Codes (QR Codes) so that information on Toga can be digitally accessed by the public. Infographics equipped with QR codes make it easier for partners to understand the narrative, including information on the history, Latin name, origin, health benefits, and processing methods of each Toga. Keywords: Digitization, Infographics, Home Herbal Garden (Toga), Proklim, Urban Kampung Abstrak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peranan penting pada Program Komunitas untuk Iklim (Proklim). Sebagai program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Proklim bertujuan untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim. Sebagai salah satu finalis Proklim Tingkat DKI Jakarta tahun 2025, wilayah RT.001 s/d RT.009 RW.016 Kelurahan Tomang saat ini telah melakukan penataan area hijau dan pengadaan Taman Toga di Kantor Kelurahan Tomang dan beberapa titik area hijau yang tersebar di fasilitas bersama Kelurahan Tomang maupun di pekarangan rumah warga. Namun demikian, pada beberapa titik, informasi terkait dengan Tanaman Toga masih terbatas pada pelabelan nama sehingga kurang informatif dan kurang menarik secara visual. Permasalahan yang dimiliki oleh mitra yaitu diperlukan informasi tentang jenis dan manfaat dari setiap tanaman Toga dalam bentuk infografis yang dapat diakses oleh warga sehingga akses kebermanfaatan dari Toga bisa tersebar luas dan tepat sasaran. Solusi yang diberikan adalah Digitalisasi Infografis Pemanfaatan Toga dalam bentuk Quick Respon Code (QR Code) agar informasi Toga dapat diakses secara digital oleh masyarakat. Infografis yang telah dilangkapi dengan QR Code dapat mempermudah mitra dalam memahami narasi berupa informasi terkait sejarah, nama latin, asal tanaman, manfaat bagi kesehatan, dan cara pengolahan dari setiap Toga.