cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PEMBINAAN PRODUKSI DAN BISNIS TEMPE MASYARAKAT DESA CIBOGO, CISAUK-TANGERANG Tati Barus; Rory Anthony Hutagalung; Dionysius Subali; Daru Seto Bagus Anugerah; Alfonsus Samuel Satya Pradipta; Jeanette Angelia Sutrisno
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20343

Abstract

Tempe is a fermented food from Indonesia. However, certain people still have a limited understanding of tempeh as a healthy food. In addition, how to produce hygienic tempe and how the potential of tempe as a family business is still limited. Cibogo Village is a location in the District of Cisauk-Tangerang. In Cibogo there is no tempe production business, and the people's understanding of tempe food is still very limited. Therefore, this activity aims to increase public knowledge about tempe as healthy food and how to make it hygienic. This community service activity is carried out using counseling, demonstration, and mentoring methods. Monitoring was carried out to measure the success rate of participants in producing healthy tempeh. Participants' perceptions of tempeh were evaluated through a survey method, and the increase in knowledge was measured through tests (pretest and posttest). The counseling, demonstration, and mentoring results improved the participants' skills, as seen in their success in making tempeh. The survey results showed increased participants' knowledge about tempeh as a healthy food. The participants have also been able to produce healthy tempeh independently. The survey results also show that the activities carried out benefit them. The facilitator's ability to deliver the training materials was considered reasonable by the participants. Several participants are interested in increasing this activity to produce tempe for a business scale further ABSTRAK Tempe merupakan makanan fermentasi asal Indonesia. Namun, masyarakat tertentu masih terbatas pemahamannya tentang tempe sebagai makan yang sehat. Selain itu, bagaimana cara memproduksi tempe yang higienis dan bagaimana potensi tempe sebagai bisnis keluarga masih terbatas. Desa Cibogo merupakan satu lokasi yang berada di Kecamatan Cisauk-Tangerang. Di Cibogo belum ada usaha produksi tempe dan pemahaman tentang makanan tempe masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tempe sebagai makanan sehat dan cara pembuatannya higienis. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan. Monitoring dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta dalam memproduksi tempe sehat. Persepsi peserta tentang tempe diukur melalui metode survei dan peningkatan pengetahuan melalui tes (pretest dan posttest). Hasil penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan para peserta terlihat dari keberhasilan mereka dalam membuat tempe. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang tempe sebagai makanan sehat. Para peserta juga telah dapat memproduksi tempe sehat secara mandiri. Dari hasil survey juga menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat bagi mereka. kemampuan fasilitator dalam menyampaikan materi pelatihan yang dinilai baik oleh para peserta. Ada beberapa peserta yang berminat untuk meningkatkan kegiatan ini untuk lebih lanjut memproduksi tempe untuk skala bisnis
EDUKASI DAN KONSULTASI MP-ASI UNTUK PENCEGAHAN DIARE ANAK DI LINGKUNGAN PUSKESMAS KEMIRI MUKA DEPOK Muhammad Rizki Purnama; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Nur Intania Sofianita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20350

Abstract

Diarrhea is a health problem due to infection in the gastrointestinal tract, which is characterized by changes in the consistency of feces to liquid and an increase in the frequency of stool disposal more than three times a day. Breast milk positively impacts the baby's immune system so that it can reduce the possibility of infection and the incidence of diarrhea. Giving complementary feeding (MP-ASI) at an early age (< 6 months) can cause infection in the baby's digestive system and lead to diarrhea. The prevalence of diarrhea in RW 09 mothers reached 76%, the application of maternal hygiene was 76.2%, the coverage of exclusive breastfeeding was 85.7%, and early complementary feeding was 52.4%. The activity was carried out on 4 – 30 September 2021. The material provided in the education includes understanding MP-ASI, the benefits of giving MP-ASI, the principle of giving MP-ASI, the impact of giving MP-ASI early, texture, frequency, and amount of MP-ASI. Community service that has been carried out is MP-ASI education using booklets and nutrition consultations. Univariate analysis was conducted to describe the incidence of diarrhea, hygiene behavior, exclusive breastfeeding, early complementary feeding, and the characteristics of mothers and babies. Bivariate analysis to determine changes in knowledge before being given education with after being given education. Bivariate analysis was processed using the Wilcoxon test. The results of the data analysis showed that the mother's level of knowledge regarding complementary feeding increased (p=0.000). The results of the nutrition consultation were obtained; namely, the lack of variety in the provision of complementary foods, babies were only given fruit puree and instant baby porridge, lack of knowledge of complementary foods recipes, and babies' difficulty accepting new foods ABSTRAK Diare merupakan masalah kesehatan akibat infeksi pada saluran cerna yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi cair serta peningkatan frekuensi pembuangan feses lebih dari tiga kali dalam satu hari. ASI memberikan dampak positif terhadap sistem imun bayi, sehingga dapat menurunkan kemungkinan infeksi dan kejadian diare. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada usia dini (< 6 bulan) dapat menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan berujung pada kejadian diare. Prevalensi diare ibu RW 09 mencapai 76%, penerapan hygiene Ibu sebesar 76.2%, cakupan ASI eksklusif sebesar 85.7% dan pemberian MP-ASI dini sebesar 52.4%. Kegiatan dilaksanakan pada 4 – 30 September 2021. Materi yang diberikan dalam edukasi meliputi pengertian MP-ASI, Manfaat pemberian MP-ASI, Prinsip pemberian MP-ASI, Dampak pemberian MP-ASI dini, Tekstur, frekuensi dan jumlah MP-ASI. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu edukasi MP-ASI menggunakan booklet dan konsultasi gizi. Analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran kejadian diare, perilaku hygiene, pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP-ASI dini serta karakteristik Ibu dan Bayi. Analisis bivariat untuk mengetahui perubahan pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan setelah diberikan edukasi. Analisis bivariat diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan tingkat pengetahuan Ibu mengenai pemberian MP-ASI meningkat (p=0,000). Hasil konsultasi gizi diperoleh yaitu kurangnya variasi pemberian MP-ASI, bayi hanya diberi puree buah dan bubur bayi instan, kurangnya pengetahuan resep MP-ASI, bayi sulit menerima makanan baru.
PENDAMPINGAN VERIFIKASI PERENCANAAN UNIT SEKOLAH BARU UNTUK PENGADAAN SEKOLAH LUAR BIASA DI MUKOMUKO BENGKULU Dedi Hantono; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi; Yeptadian Sari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20357

Abstract

Education as the primary means of improving human intellectuality and the progress of a nation should be accessible to anyone, including children with physical and mental limitations. In certain areas in Indonesia, many areas still have difficulty accessing educational facilities for children with special needs. In general, they have large enough land but have a limited budget to build school buildings. This appalling condition has prompted the Ministry of Education and Culture to provide assistance for the construction of school buildings with special requirements in areas with limited budgets. The assistance is expected to be right on target, so the Ministry of Education and Culture requires verification before assisting. Because many regions have submitted proposals, the Ministry of Education and Culture requires a companion team from universities as a team of verifiers to assess the eligibility they receive from several regions in Indonesia. The Department of Architecture, University of Muhammadiyah Jakarta, was appointed as a team of verifiers on proposals from Tanjung Mulya Village, Mukomuko Regency, Bengkulu Province. This village has provided a plot of land for the planned construction of a school building for special needs. The community needs that. In conducting the verification, the verifier team used a survey method to see the physical and non-physical conditions of the site and the village environment to conform to the standards and regulations for the construction of schools with special needs owned by the Ministry of Education and Culture. In the final stage of verification, a conclusion and recommendation were made that Tanjung Mulya Village, located in Mukomuko Regency, was eligible to receive assistance for the construction of the New School Unit for Special Schools (USB-SLB. ABSTRAK: Pendidikan sebagai sarana utama dalam peningkatan intelektualitas manusia dan kemajuan suatu bangsa sudah seharusnya bisa diakses oleh siapa saja termasuk anak yang memiliki keterbatasan fisik dan mental. Pada beberapa daerah tertentu di Indonesia masih banyak ditemui daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses sarana pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tersebut. Pada umumnya mereka memiliki lahan yang cukup luas namun memiliki keterbatasan anggaran untuk membangun gedung sekolah. Kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut memberi dorongan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan bantuan pembangunan gedung sekolah dengan persyaratan khusus pada daerah yang memiliki keterbatasan anggaran. Bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memerlukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan. Oleh karena cukup banyak daerah yang mengajukan usulan maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memerlukan tim pendamping yang berasal dari perguruan tinggi sebagai tim verifikator untuk menilai kelayakan yang mereka terima dari beberapa daerah di Indonesia. Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta ditunjuk sebagai tim verifikator terhadap usulan yang berasal dari Desa Tanjung Mulya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Desa ini sudah menyediakan sebidang tanah untuk rencana pembangunan gedung sekolah berkebutuhan khusus yang diperlukan oleh masyarakatnya. Dalam melakukan verifikasi, tim verifikator menggunakan metode survei untuk melihat kondisi fisik dan non fisik tapak maupun lingkungan desanya untuk menyesuaikan dengan standar dan peraturan pembangunan sekolah berkebutuhan khusus yang dimiliki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahap akhir verifikasi dihasilkan suatu kesimpulan dan rekomendasi bahwa Desa Tanjung Mulya yang berada di Kabupaten Mukomuko ini layak untuk mendapat bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Luar Biasa (USB-SLB).
PENERAPAN MESIN PEMOTONG UNTUK PENINGKATAN KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUK DENDENG DAUN SINGKONG DI DESA CIANTRA CIKARANG SELATAN Budhi Martana; Fahrudin Fahrudin; Reda Rizal; Muhammad Ikhsan Amar; Nanang Nasrulloh; Henry Binsar Hamonangan Sitorus
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20547

Abstract

Partners in this joint partnership program are the Home Industry of cassava jerky which is located in Ciantra Village, South Cikarang District, Bekasi Regency. This joint partnership program activity is part of a community service program that is carried out jointly between a team of lecturers, students, and the community of small business actors in Ciantra Village. The problem faced by small businesses with cassava leaf jerky is that the process of cutting cassava leaf jerky dough is still done traditionally, so it takes a very long time, this condition causes the production process to be hampered and production capacity decreases and the quality of the product is not uniform. The solution offered to overcome the problem is to increase the quantity and quality of food product production through technological innovation of cassava leaf jerky production with the application of a cassava leaf jerky dough cutting machine. The method for implementing this community service activity is a demonstration method through a group discussion approach. The community partnership program methods carried out were initial discussions, outreach, implementation and training on the use of cutting machines. The results of the implementation of this activity partners receive assistance from a cassava leaf jerky dough cutting machine, partners are able to use and implement the use of cutting machines, and through the application of cutting machines small business actors in Ciantra Village can increase production productivity in terms of quality and quantity, specifically for products. cassava leaf jerky.   ABSTRAK: Mitra pada kegiatan program kemitraan bersama ini yaitu Industri Rumah Tangga dendeng daun singkong yang berada di Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan program kemitraan bersama ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara bersama antara tim dosen, mahasiswa, dan masyarakat pelaku usaha kecil di Desa Ciantra. Permasalahan yang dihdapi usaha kecil Dendeng Daun Singkong adalah proses pemotongan adonan dendeng daun singkong masih dilakukan secara tradisional, sehingga memerlukan waktu yang sangat lama, kondisi tersebut mengakibatkan proses produksi terhambat dan kapasitas produksi menurun serta kualitas hasil produk tidak seragam. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi produk pangan melalui inovasi teknologi produksi dendeng daun singkong dengan penerapan mesin pemotong adonan dendeng daun singkong. Metode pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode demonstrasi melalui pendekatan diskusi kelompok. Metode program kemitraan masyarakat yang dilakukan adalah diskusi awal, sosilaisasi, penerapan dan pelatihan penggunaan mesin pemotong. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini mitra mendapat bantuan mesin pemotong adonan dendeng daun singkong, mitra mampu menggunakan dan menerapkan penggunaan mesin pemotong, dan melalui penerapan mesin pemotong pelaku usaha kecil di Desa Ciantra dapat meningkatkan produktivitas produksi ditinjau dari aspek kualitas dan kuantitas, secara khusus untuk produk dendeng daun singkong
PENYULUHAN PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TERHADAP MASYARAKAT PENGGUNA LAYANAN TRANSAKSI PERDAGANGAN ELEKTRONIK (E-COMMERCE) Dixon Sanjaya; Tundjung Herning Sitabuana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20608

Abstract

Consumer protection efforts, especially in e-commerce transactions, are one of  legal goals and ideals (rechtsidee) contained in the Preamble to the 1945 Constitution. APJII data shows that as many as 21.26%, internet users use online shopping media, this number being third largest after social media at 89.15% and online chatting media at 73.86%. However, the use of e-commerce services still raises risks such as vulnerability to personal data theft, delivery of inappropriate goods, fraud, improper refunds, unbalanced standard agreements, and unfair dispute resolution for the community. This is in line with the high number of complaints received by Ministry of Trade, recorded throughout the 2021 period as many as 9,393 complaints and this number increased 10 times compared to 2020 as many as 931 complaints. This is the basis for conducting socialization related to legal protection for consumers who use e-commerce services. This community service activity was carried out with the stages of survey, lecture, and Q&A to the community RT 001/RW 006, Srengseng, Kembangan, West Jakarta City. The results that can be achieved in this community service are increasing public understanding and knowledge about consumer rights, forms of legal protection for consumers, efforts that can be taken by the community when they are disadvantaged from e-commerce, and efforts that can be made as smart consumers in conducting e-commerce. As recommendation, government needs to provide digitally integrated public reporting and complaint services to make it efficient and simplify flow of bureaucracy and carry out socialization activities on consumer protection consistently. ABSTRAK: Upaya perlindungan konsumen khususnya dalam transaksi perdagangan elektronik merupakan salah satu tujuan dan cita hukum (rechtsidee) yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Data APJII menunjukan bahwa sebanyak 21,26%, pengguna internet menggunakan media belanja daring, jumlah ini menjadi terbanyak ketiga setelah media sosial sebesar 89,15% dan media percakapan daring sebesar 73,86%. Meski demikian, pemanfatan layanan perdagangan elektronik masih memunculkan risiko seperti kerawanan pencurian data pribadi, pengiriman barang yang tidak sesuai, penipuan, pengembalian dana tidak semestinya, Perjanjian baku yang tidak berimbang, dan penyelesaian sengketa yang tidak adil bagi masyarakat. Kondisi ini linear dengan tingginya jumlah pengaduan yang diterima Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan tercatat sepanjang periode 2021 sebanyak 9.393 pengaduan dan jumlah ini naik 10 kali lipat dibandingkan tahun 2020 sebanyak 931 aduan. Kegiatan PKM dilaksanakan kepada masyarakat RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat karena berdasarkan hasil survei ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perlindungan hukum dan cara memperolehnya serta tidak sedikit yang pernah menjadi korban dari penggunaan layanan perdagangan elektronik. Pelaksanan PKM didahului dengan survei, ceramah, dan Q&A. Hasil yang dapat dicapai dalam PKM ini ialah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai hak-hak konsumen, bentuk perlindungan hukum bagi konsumen, upaya yang dapat ditempuh masyarakat ketika dirugikan dari transaksi perdagangan elektronik, dan upaya yang dapat dilakukan sebagai konsumen cerdas dalam melakukan perdagangan secara elektronik. Sebagai rekomendasi, pemerintah perlu menyediakan layanan pelaporan dan pengaduan masyarakat yang terintegrasi secara digital agar efisien dan mempermudah alur birokrasi serta melakukan kegiatan sosialisasi perlindungan konsumen secara konsisten
PELATIHAN ANALISIS HASIL UJI KENYAMANAN PENGGUNA KAKI PALSU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX MINUTE WALK TEST METHOD Agustinus Purna Irawan; Dwinita Laksmidewi; Antonius Singgih Setiawan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20642

Abstract

Gait analysis aims to obtain data and information related to the use of the prosthesis by respondents, in order to obtain data on walking speed (m/s), stride length (cm), number of steps per minute, total stride length per one walking cycle, the total distance traveled over a certain period of time, the energy required to walk and any abnormalities that may occur during the analysis process. This activity is closely related to the ease of using the prosthesis, security and safety, and comfort when walking with the help of the prosthesis. Analysis of the walking pattern was carried out by means of the respondent walking normally for 6 minutes using a prosthesis prototype (Six Minute Walk Test Method). This training is given to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) which are partners in community service activities. MSME partners produce prosthetic limbs by applying appropriate technology that has been developed by the Research Team. The results of the training show that MSMEs Partners can carry out their own convenience test well. The results obtained are MSMEs Partners can measure the comfort of prosthetic users with the criteria that have been generated from the development of appropriate technology produced by the Research Team   ABSTRAK: Analisis pola jalan atau Gait Analysis bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan penggunaan prosthesis oleh responden, sehingga diperoleh data kecepatan jalan (m/s), panjang langkah (cm), jumlah langkah per menit, panjang langkah total per satu siklus berjalan, jarak tempuh total selama kurun waktu tertentu, energi yang diperlukan untuk berjalan dan kelainan yang mungkin terjadi selama proses analisis. Semua yang dilakukan sangat berkaitan dengan kemudahan dalam menggunakan prosthesis, keamanan dan keselamatan, serta kenyamanan saat berjalan dengan bantuan prosthesis. Analisis pola jalan dilakukan dengan cara responden berjalan normal selama 6 (enam) menit menggunakan prototipe prosthesis atau disebut dengan metode Six Minute Walk Test Method. Pelatihan ini diberikan kepada UMKM Mitra yang memproduksi kaki palsu dengan menerapkan teknologi tepat guna yang telah dikembangkan oleh Tim Peneliti. Pelatihan dilaksanakan di tempat UMKM Mitra untuk semua karyawannya. Hasil Pelatihan menunjukan bahwa UMKM Mitra dapat melaksanakan sendiri uji kenyamanan dengan baik. Hasil yang diperoleh adalah UMKM Mitra dapat melakukan pengukuran kenyamanan pengguna kaki palsu dengan kriteria yang telah dihasilkan dari pengembangan teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh Tim Peneliti.
PENCEGAHAN KEMUNCULAN RADIKALISME DI ERA POST-TRUTH MELALUI SOSIALISASI LITERASI MEDIA DI DESA PESANTREN KEDIRI Nurul Dwi Lestari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20754

Abstract

Social media is a new phenomenon that is followed by modern society. The public needs to know that behind the freedom of social media as a means of self-expression of opinion, there are various domains of rules and ethics that must be met. The purpose of this community service is to describe the implementation of community service activities to prevent the emergence of radicalism in the post-truth era through media literacy socialization in the Pesantren Village, Kediri City. The specific objectives of this study are to describe: (1) the public's view of radicalism in the post-truth era, and (2) the implementation of media literacy socialization to prevent radicalism in the post-truth era. This community service method uses the Participatory Action Research (PAR) method by involving community participation to encourage better action. Media literacy socialization in the Pesantren Village, Kediri City discussed four efforts to prevent radicalism due to hoax news, including (1) reopening the village library equipped with facilities for accessing the internet wisely, (2) creating discussion groups on social media as a means of communication that " anti-hoax” and gathering facilities, (3) holding seminars or workshops to share with the public about updated information on technological developments, (4) supporting the need to develop education and learning programs for honesty, tolerance, and staying away from extreme attitudes. The results of this community service activity show that the community is starting to understand the importance of media literacy, namely having critical thinking power and being good at making the right decisions in responding to the dissemination of information on social media ABSTRAK: Media sosial menjadi fenomena baru yang digandrungi masyarakat modern. Masyarakat perlu mengetahui di balik kebebasan bermedia sosial sebagai alat ekspresi diri dalam berpendapat, terdapat berbagai ranah aturan serta etika yang harus dipenuhi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka mencegah kemunculan radikalisme di post-truth era melalui sosialisasi literasi media di Desa Pesantren Kota Kediri. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) pandangan masyarakat terhadap radikalisme di post-truth era, dan (2) pelaksanaan sosialisasi literasi media untuk mencegah radikalisme di post-truth era. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk mendorong terjadinya aksi yang lebih baik. Sosialisasi literasi media di Desa Pesantren, Kota Kediri membahas empat upaya mencegah radikalisme akibat berita hoax, mencakup (1) membuka kembali perpustakaan desa dengan dilengkapi sarana mengakses internet secara bijak, (2) membuat grup-grup diskusi di media sosial sebagai sarana komunikasi yang “anti hoax” dan sarana silaturahmi, (3) menyelenggarakan seminar atau workshop untuk berbagi kepada masyarakat mengenai informasi perkembangan teknologi yang update, (4) mendukung perlunya dikembangkan program pendidikan dan pembelajaran sikap jujur, toleransi, dan menjauhi sikap ekstrem. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya literasi media yaitu memiliki daya pikir kritis serta pandai mengambil keputusan yang tepat dalam menyikapi penyebaran informasi di media sosial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS GREEN ECONOMY PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI POC BAGI DESA SIMPANGAN CIKARANG UTARA Tatik Juwariyah; Mitha Puspitasari; Sri Sulasmingsih; Mayanda M Santoni; Agus Maulana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20400

Abstract

North Cikarang Simpangan Village community is an urban community that inhabits densely populated areas. In RT 02/RW014, an average of 200-400 kilograms of organic waste is produced every day. Of course, this is very worrying if the waste is not managed and utilized in a new product. This article describes education to Simpangan Village residents regarding how to process household organic waste into liquid organic fertilizer (POC). Education is carried out in two stages, first starting with counseling regarding the importance of managing waste by sorting the types of waste into three types of waste, namely plastic waste or cans, paper waste, and organic waste. Based on data collection, 85% of the participants succeeded in practicing waste sorting. The second stage is training on how to produce POC without using an EM4 bio activator but utilizing local microorganisms. In this training, there were six groups of residents who practiced POC production methods with an average POC harvesting time of 13 days. The POC raw materials used are varied or come from various organic wastes such as vegetables, rice washing water, fruit skins, tempeh mushrooms, shrimp paste, shrimp heads, and brown sugar. The POC products were then tested for the content of four nutrients, namely C-organic, nitrogen, phosphorus, and potassium. Overall, the results of the nutrient content test are still far from the POC standard that is worth selling. However, from the results of the application of POC to plants, there was a significant effect in fertilizing plants. Based on the results of the monitoring and evaluation questionnaire related to the implementation of this educational activity, an average score of almost 100% of the residents was satisfied. Globally, the results of this activity can help solve environmental problems by educating the public on the importance of a sustainable ecosystem ABSTRAK: Masyarakat Desa Simpangan Cikarang Utara merupakan masyarakat urban yang mendiami wilayah padat penduduk. Di RT 02/RW 014 rata-rata dihasilkan sampah organik sekitar 200 – 400 kilogram setiap harinya. Tentu hal ini sangat memprihatinkan jika limbah tersebut tidak dikelola dan dimanfaatkan menjadi suatu produk baru. Artikel ini menjelaskan edukasi kepada warga Desa Simpangan terkait cara pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Edukasi dilakukan melalui dua tahap, pertama dimulai dengan penyuluhan terkait pentingnya mengelola sampah dengan memilah jenis sampah menjadi tiga jenis sampah yaitu sampah plastik atau kaleng, sampah kertas dan sampah organik. Berdasarkan pengambilan data diperoleh 85% peserta berhasil mempraktekkan pemilahan sampah. Tahap kedua adalah pelatihan cara memproduksi POC tanpa menggunakan bioaktivator EM4 tetapi memanfaatkan mikroorganisme lokal. Pada pelatihan ini terdapat enam kelompok warga yang mempraktikkan cara produksi POC dengan hasil rata-rata waktu pemanenan POC selama 13 hari. Bahan baku POC yang digunakan beraneka ragam atau berasal dari berbagai sampah organik seperti sayuran, air cucian beras, kulit buah-buahan, jamur tempe, terasi, kepala udang, dan gula merah. Produk POC selanjutnya diuji kandungan empat unsur hara yaitu C-organik, nitrogen, fosfor, dan kalium. Secara keseluruhan hasil uji kandungan unsur hara masih jauh dari standar POC yang layak jual. Namun demikian, dari hasil pengaplikasian POC ke tanaman terdapat pengaruh signifikan dalam menyuburkan tanaman.  Berdasarkan hasil kuesioner monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan edukasi ini diperoleh nilai rata-rata hampir 100 % warga puas. Secara global hasil kegiatan ini dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya ekosistem berkelanjutan (sustainable ecosystem).
MENINGKATKAN PENGETAHUAN KECAKAPAN HIDUP DAN KESADARAN HUKUM SISWA SMA DAN SMK DI DKI JAKARTA Murniati Agustian; Weny Savitry S Pandia; Feronica; Zahrasari Lukita Dewi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20401

Abstract

The problem of violence against women and children is an important issue that requires serious handling in both prevention and treatment. During the COVID-19 pandemic, violence against women and children is increasing. Various short-term and long-term negative impacts that include physical and psychological and even mental safety require serious handling and prevention efforts. One of the programs of Pos SAPA Unika Atma Jaya is the prevention of violence through increasing knowledge regarding matters that constitute acts of violence, the rule of law that protects a person from acts of violence, as well as life skills and efforts to love oneself. Therefore, training activities were carried out for high school and vocational students aimed at preventing the problem of violence against women and children. The PkM activity method starts from training preparation by making an e-flayer. The online training was conducted for two days with 50 high school/vocational students participating, and the last was a focus group discussion (FGD) with 10 participants. After the activity, pretest and posttest analyzes were carried out and follow-up plans, as well as FGD data processing. The results of data processing showed an increase in knowledge scores regarding life skills, legal awareness, and efforts to love oneself. From the results of the FGD it was seen that the students had seen and experienced violent behavior, but now they have knowledge about forms of violence and things that need to be done to prevent violence ABSTRAK: Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi isu penting yang memerlukan penanganan serius dalam pencegahan maupun penanganannya. Di masa pandemi Covid 19, kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat. Berbagai dampak negatif jangka pendek maupun jangka panjang yang meliputi fisik dan psikis bahkan keselamatan jiwa memerlukan penanganan dan upaya-upaya pencegahan yang serius. Salah satu program Pos SAPA Unika Atma Jaya adalah pencegahan kekerasan melalui peningkatan pengetahuan terkait hal-hal yang merupakan tindak kekerasan, aturan hukum yang melindungi seseorang dari tindak kekerasan, serta kecakapan hidup dan upaya mencintai diri sendiri. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pelatihan kepada siswa SMA dan SMK yang bertujuan mencegah permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Metode kegiatan PkM dimulai dari persiapan pelatihan dengan membuat e-flayer. Pelatihan secara daring dilakukan selama dua hari dengan partisipan 50 siswa SMA/SMK,  terakhir melakukan focus group discussion (FGD) pada 10 partisipan.. Setelah kegiatan berlangsung, dilakukan analisis pretest dan posttest dan rencana tindak lanjut, serta pengolahan data FGD.  Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan mengenai kecakapan hidup, kesadaran hukum, dan upaya mencintai diri sendiri. Dari hasil FGD terlihat bahwa para siswa pernah melihat dan mengalami perilaku kekerasan, namun kini mereka telah memiliki pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kekerasan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kekerasan
IMPLEMENTASI SOCIAL MEDIA MARKETING PADA PEMASARAN PRODUK HASBRO MELALUI PROGRAM MBKM DI PT MITRA ADIPERKASA TBK Rafaela Winata; Keni Keni
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20473

Abstract

Covid-19 pandemic had caused PT Mitra Adiperkasa Tbk a decline in sales because consumers were unable to purchase at the retail stores. The pandemic also affected the sales of Hasbro (a business line of PT Mitra Adiperkasa) and disrupted its marketing activities on toy products. In selling toy products for children, the purchasing power belongs to children who see the toys at retail stores. Meanwhile, consumer trends in using social media and the desire of Hasbro to optimize marketing activity on social media encouraged the author to implement social media marketing for Hasbro products through Instagram. This activity aims to increase brand awareness and purchase decisions of children and parents towards Hasbro products. This activity was initiated on February 7, 2022 and ended on July 17, 2022, and the activity consisted of managing Hasbro’s social media account, which is Instagram account @hasbroactiveid. We managed the account by planning the marketing content that would be uploaded to social media. The contents were in the form of Instagram story, reel, and post which contained promotional, education, interaction, holiday celebration, event announcement, campaign, lifestyle image, and Instagram live. Based on the marketing content created, the results of social media marketing are an increase in total accounts reached, impressions, accounts engaged, content interactions, and followers. The progress implies the development of Hasbro in marketing its products digitally, thereby this activity is expected to assist Hasbro in maximizing the use of social media and determining the marketing strategy in order to achieve marketing goals. Hasbro can optimize its social media by improving the contents’ quality and expand its marketing activity by using other social media ABSTRAK: Pandemi Covid-19 membuat PT Mitra Adiperkasa Tbk mengalami penurunan penjualan karena konsumen tidak dapat membeli barang secara langsung di gerai. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap penjualan produk Hasbro (salah satu lini bisnis PT Mitra Adiperkasa) dan menghambat kegiatan pemasaran produk mainan anak. Dalam menjual produk mainan anak, kekuatan pembelian berada pada anak yang melihat langsung produk mainan saat mengunjungi gerai. Sementara itu, tren konsumen dalam menggunakan media sosial dan keinginan mitra untuk mengoptimalkan pemasaran di media sosial, mendorong penulis untuk mengimplementasikan social media marketing pada pemasaran produk Hasbro melalui Instagram. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness dan purchase decision anak dan orang tua terhadap produk Hasbro. Kegiatan ini dilaksanakan sejak 7 Februari 2022 sampai dengan 17 Juli 2022, dimana kegiatan PKM yang dilakukan berupa mengelola media sosial Hasbro, yaitu akun Instagram @hasbroactiveid. Pengelolaan yang dilakukan berupa perencanaan konten pemasaran yang akan diunggah ke media sosial Hasbro.  Konten dibuat dalam bentuk Instagram story, reel, dan post yang terdiri dari konten promosi, edukasi, interaksi, perayaan hari besar, pengumuman event, campaign, lifestyle image, dan Instagram live. Berdasarkan konten pemasaran yang dibuat, hasil dari kegiatan social media marketing yang dilakukan berupa meningkatnya total accounts reached, impressions, account engaged, content interactions, dan jumlah followers. Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan bagi Hasbro dalam memasarkan produknya secara digital, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu mitra untuk memaksimalkan penggunaan media sosial dan menentukan strategi pemasaran yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan pemasaran. Hasbro dapat mengoptimalkan penggunaan media sosial tersebut dengan meningkatkan kualitas konten dan memperluas kegiatan pemasaran dengan menggunakan media sosial lain