cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
KATA PENGANTAR Vol.5 No.1 MEI 2022 Kata Pengantar Vol.5 No.1 MEI 2022
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KATA PENGANTAR Vol.5 No.1 MEI 2022
PELATIHAN PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA BAGI INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS Purnomolugi Ursila Nilamsari; Sri Hapsari Wijayanti2; Immanuel Yosua; Sharen Angel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.19376

Abstract

Individuals with special needs (IBK) are defined as people or children who have limitations in cognitive, physical, and emotional functions that hinder the individual's ability to develop, either classified as learning difficulties, ADHD, mental retardation, physical-sensory disorders, speech and language disorders, autism and emotional and behavioral disorders. This condition requires IBK to get a special intervention when looking for work. Although many IBK already has various skills, they do not yet fully have a job. Based on the preliminary studies, IBK has various skills in photography, graphic design, content writing, administration, and food, which are studied both formally and informally. The objectives of this community service activity are to (a) provide knowledge about work preparation to individuals with special needs; (b) map the potential and skills of individuals with special needs; (c) provide an overview of the readiness of participants to work formally and informally. This service program is implemented in the form of webinars and action plans using CV and psychological tests as supporting data. From the activity, which was attended by 21 participants, a mapping of four areas of the participants’ work was obtained, namely culinary with technique, writing with the teacher, graphic design, and photography with dedication. In addition, 81% of participants indicated their readiness to work. For further activities, it is recommended to invite participants to carry out real work activities and provide assistance ship, especially to the 19% less active participants.   ABSTRAK: Individu berkebutuhan khusus (IBK) adalah seseorang atau anak yang memiliki keterbatasan dalam fungsi kognitif, fisik maupun emosi yang menghalangi kemampuan individu untuk berkembang baik yang terklasifikasi dalam kesulitan belajar, ADHD, retardasi mental, gangguan fisik, sensoris, gangguan bicara dan bahasa, autisme maupun gangguan emosi dan perilaku. Kondisi IBK menyebabkan perlunya perlakuan khusus dalam mencari pekerjaan meskipun banyak IBK sudah memiliki berbagai keterampilan, tetapi belum sepenuhnya memiliki pekerjaan. Apabila ditinjau lebih lanjut IBK memiliki keterampilan di bidang fotografi, desain grafis,, content writer, administrasi, serta boga yang dipelajari baik secara formal maupun nonformal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk (a) memberikan pengetahuan mengenai persiapan bekerja kepada sejumlah individu berkebutuhan khusus; (b) melaksanakan mapping potensi dan keterampilan yang dimiliki individu berkebutuhan khusus; (c) memberikan gambaran kesiapan peserta untuk bekerja secara formal dan nonformal. Program pengabdian ini berbentuk pelatihan dan action plan dengan menggunakan optimalisasi CV serta data psikotes peserta. Dari kegiatan yang diikuti 21 peserta ini, diperoleh mapping empat bidang pekerjaan peserta, yaitu bidang pekerjaan boga dengan teknik, penulisan dengan guru,m design grafis, photography dengan service. Selain itu, 81% peserta memiliki kesiapan dalam bekerja. Pada pengabdian selanjutnya dapat mengajak peserta melakukan aktivitas bidang pekerjaan secara konkret dan memberikan pendampingan terutama kepada 19% peserta yang kurang aktif.
PROFIL SUHU DAN TEKANAN DARAH PENERIMA VAKSIN BOOSTER COVID-19 DI SENTRA VAKSIN UNTAR Chrismerry Song; Octavia Dwi Wahyuni; Twidy Tarcisia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.19464

Abstract

The SARS-CoV-2 virus has experienced thousands of mutations and has led to the emergence of new, relatively more dangerous variants. Analysis results of several patients who were hospitalized in the period January - February 2022 showed that most of the patients who died had not been fully vaccinated. Results of the study showed a decrease in antibodies 6 months after the complete primary dose of COVID-19 vaccination, so booster dose was needed to increase individual protection. The implementation of education at Universitas Tarumanagara (UNTAR), especially medical faculty, requires face-to-face hands-on learning activities so that all components involved in these activities need to get booster vaccinations for protection. UNTAR in collaboration with health institution held community service activities in the form of giving booster vaccinations to support government programs, as well as launching academic activities. Blood pressure (< 180/110 mmHg) and temperature (<37,5oC) screening are important requirements that must be considered before receiving a booster vaccine. Measurement of blood pressure and body temperature using a sphygmomanometer and digital thermometer which is calibrated before the day of implementation. The screening is carried out to prevent the occurrence of follow-up events after immunization, worsening of the recipient's health condition, and reduction of vaccine effectiveness. A total of 666 participants attended and all of them had normal temperatures with a range between 36oC to 37.1oC. A total of 148 (22.22%) participants had normal blood pressure (blood pressure <120/80 mmHg), 250 (37.54%) participants were classified as pre-hypertension (blood pressure 120/80 and <140/90 mmHg), and 268 (40.2%) participants had hypertension. The high prevalence of hypertension is hoped can be reduced by performing “PATUH“ and “CERDIK” behavior. Education was carried out by the medical team of UNTAR when the blood pressure examination was found to be ≥ 120/80 mmHg. ABSTRAK: Virus SARS-CoV-2 hingga saat ini mengalami ribuan mutasi dan menyebabkan munculnya varian baru yang relatif lebih berbahaya. Sejumlah pasien rawat inap RS pada periode Januari - Februari 2022 menunjukkan sebagian besar pasien yang meninggal belum divaksinasi lengkap. Hasil studi menunjukkan penurunan antibodi pada 6 bulan pasca vaksinasi COVID-19 dosis primer lengkap, sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan (booster) untuk meningkatkan proteksi individu. Penyelenggaraan pendidikan di Universitas Tarumanagara (UNTAR) terutama Fakultas Kedokteran memerlukan kegiatan praktik hands-on learning secara tatap muka sehingga seluruh komponen yang terlibat perlu mendapatkan vaksinasi booster untuk perlindungan. UNTAR bekerja sama dengan instansi kesehatan menyelenggarakan kegiatan PKM berupa pemberian vaksin booster sebagai upaya mendukung program pemerintah, juga melancarkan kegiatan akademik. Penapisan berupa pemeriksaan tekanan darah (< 180/110 mmHg) dan suhu tubuh (<37,5oC) merupakan syarat penting yang harus diperhatikan sebelum menerima vaksin booster. Pengukuran tekanan darah dan suhu tubuh menggunakan tensimeter dan termometer digital yang diterima sebelum hari pelaksanaan. Penapisan dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi, perburukan kondisi kesehatan penerima serta pengurangan efektivitas vaksin.  Total sebanyak 666 peserta yang hadir dan semuanya memiliki suhu normal dengan rentang suhu antara 36oC hingga 37,1oC. Sebanyak 148 (22,22%) peserta memiliki tekanan darah normal (tekanan darah <120/80 mmHg), 250 (37,54%) peserta tergolong pre-hipertensi (tekanan darah ≥120/80 dan <140/90 mmHg), dan 268 (40,2%) peserta memiliki tekanan darah tinggi/hipertensi. Tingginya angka prevalensi hipertensi diharapkan dapat diturunkan dengan melakukan perilaku “PATUH” dan “CERDIK”. Edukasi dilaksanakan oleh tim medis UNTAR saat pemeriksaan tekanan darah didapatkan ≥120/80 mmHg
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS ESD (EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT) DI DESA MANGLI Galih Istiningsih; Dwitya Sobat Adi Dharma; Sri Hartatik
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.19497

Abstract

The purpose of this service is to develop tourism potential by activating tourism awareness groups by managing waste into hydroponics and eco prints that increase sustainable economic resilience in the Mangli Tourism Village. The problem faced is that waste is increasingly piling up around the location and does not yet have a tourism development organizational structure and the limitations of residents in managing tourism. In addition, there are target problems: 1) The number of residents of Dusun Mangli, the majority of whom do not work as much as 15.9%, 2) 75% of visitors do not throw garbage in its place, and 3) the Lack of waste management. The target number is around 15 members of the Mangli Pokdarwis. Community Service is carried out in three stages, namely: a) socialization of the concept of ESD, b) the practice of assisting waste processing with eco print and hydroponics into business opportunities, c) formation of pokdarwis, and evaluation of tourism development. Assistance to tourism administrators provides education and social and economic benefits. The results of the service are taking care of licensing for pioneering tourism work programs, counseling from and teams, catfish hydroponic training, eco print batik training, focus group discussions, and the establishment of program sustainability through ecoliteracy pokdarwis in Mangli. The service outputs are 1) the concept of ESD in Mangli Tourism, 2) waste products and their marketing, and 3) the community/organizational structure of Pokdarwis for program sustainability. The conclusion of this service is the creation of the ESD-Based Mangli Village Pilot program in the form of Catfish Hydroponics and Batik Ecoprint, namely through the learning-by-doing method to improve the economy and develop community creativity in processing plastic waste and leaves and flowers in Mangli Hamlet, Kaliangkrik. ABSTRAK: Tujuan  pengabdian ini untuk pengembangan potensi wisata dengan mengaktifkan  kelompok sadar wisata dengan mengelola sampah menjadi hidroponik dan ecoprint yang meningkatkan ketahanan ekonomi berkelanjutan di Desa Wisata Mangli. Permasalahan yang dihadapi adalah sampah yang semakin menumpuk di sekitar lokasi dan belum memiliki struktur organisasi pengembangan wisata serta keterbatasan warga dalam mengelola wisata. Selain itu terdapat permasalahan sasaran 1) Jumlah warga Dusun Mangli yang mayoritas tidak bekerja sebanyak 15,9% , 2) 75% pengunjung tidak membuang sampah pada tempatnya, dan 3) Kurangnya dalam pengelolaan sampah tersebut.jumlah sasaran sekitar 15 anggota pokdarwis Mangli. Pegabdian dilaksanakan dengan tiga tahap yaitiu: a) sosialisasi konsep ESD, b)  praktik pendampingan  pengolahan sampah dengan ecoprint dan hidroponik menjadi peluang usaha, c) pembentukan pokdarwis dan evaluasi pengembangan wisata. Pendampingan  kepada pengurus wisata memberikan da,pak Pendidikan, sosial dan ekonomi.  Hasil pengabdian adalah mengurus perijinan program kerja perintisan  wisata, penyuluhan dari  dan tim, pelatihan hidroponik lele, pelatihan batik  ecoprint, focus grup discussion, terbentuknya keberlanjutan program melalui pokdarwis tali ekoliterasi di mangli. Luaran pengabdian berupa: 1) konsep ESD di Wisata Mangli, 2) produk limbah sampah dan pemasarannya, 3) komunitas/ struktur organisasi pokdarwis untuk keberlanjutan program. Kesimpulan dalam pengabdian ini adalah terciptanya program Rintisan Kampung Mangli Berbasis ESD yang berbentuk Hidroponik Lele dan Batik Ecoprint yaitu melalui metode learning by doing dengan tujuan meningkatkan perekonomian dan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam mengolah limbah plastik dan dedaunan serta bunga-bunga di Dusun Mangli, Kaliangkrik.
PEMBUATAN APLIKASI PEMESANAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH GUDEG TUNGKU DESA Dedi Trisnawarman; Muhammad Choirul Imam; Jaceline Chan; Afina Putri Dayanti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.20141

Abstract

E-commerce applications have a major role in supporting the development of Micro, Small and Medium Enterprises(MSMEs), and by 2021 there will be more than 14 million MSMEs already using e-commerce applications. MSMEGudeg Tungku Desa was established on January 5, 2021 and is located at the Villa Rizky Islami Karawaci Housing,Tangerang City. Engaged in the business of making and selling Yogyakarta's traditional food, namely gudeg. GudegTungku Desa is one of the famous gudeg legend figures, but not many people know about it. Gudeg Tungku Desacurrently does not use e-commerce applications to promote and support the transaction process, even thoughe-commerce applications can increase the ef iciency of the transaction process and also the ef ectiveness in gettingnew customers. So it needs to be fully supported so that it can develop and become the economic strength of thecommunity. The purpose of this Community Service activity is to help develop Gudeg Tungku Desa SMEs throughe-commerce applications, especially in terms of promotion and transaction processing. The method of implementingtwo activities, namely the method of designing prototyping software applications. The e-commerce application builtconsists of: Beranda (pesan sekarang, instagram), Menu (Filter, Sorting), Tentang (Video, our story), Kontak. Thee-commerce application that has been built can help users to view detailed product information, place ordersdirectly, provide input and product testimonials. From the manager's side, the application of this application can beused to help archiving and managing transactions, as well as expanding customer reach. ABSTRAK Aplikasi e-commerce memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan menengah(UMKM), dan pada tahun 2021 terdapat 14 juta lebih UMKM yang sudah menggunakan aplikasi e-commerce.UMKM Gudeg Tungku Desa berdiri sejak tanggal 05 Januari 2021 dan berlokasi di Perumahan Villa Rizky IslamiKarawaci, Kota Tangerang. Bergerak dalam bidang usaha pembuatan dan penjualan makanan tradisional khasYogyakarta, yaitu gudeg. Gudeg Tungku Desa merupakan salah satu tokoh legenda gudeg yang terkenal, namunbelum banyak orang mengetahuinya. Gudeg Tungku Desa saat ini belum menggunakan aplikasi e-commerce untukpromosi dan mendukung proses transaksi, padahal dengan aplikasi e-commerce dapat meningkatkan efisiensi prosestransaksi dan juga efektifias dalam mendapatkan pelanggan baru. Sehingga perlu didukung sepenuhnya agar dapatberkembang dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalahmembantu pengembangan UMKM Gudeg Tungku Desa melalui aplikasi e-commerce, khususnya dalam hal promosidan proses transaksi. Metode pelaksanaan dua kegiatan, yaitu metode perancangan aplikasi perangkat lunakprototyping. Aplikasi e-commerce yang dibangun terdiri dari: Beranda (pesan sekarang, instagram), Menu (Filter,Sorting), Tentang (Video, our story), Kontak. Aplikasi e-commerce yang telah dibangun dapat membantu penggunauntuk melihat informasi produk secara detail, melakukan pemesanan secara langsung, memberikan masukan dantestimoni produk. Dari sisi pengelola, penerapan aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu pengarsipan danpengelolaan transaksi, serta memperluas jangkauan pelanggan.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI CANVA KEPADA KELOMPOK SADAR WISATA DI KAMPUNG JAWI SURABAYA Deffiani Aktaviani Putri; Agam Syahreza Putra; Raden Johnny Hadi Raharjo; Nanik Hariyana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20233

Abstract

The local government of Pacar Keling Village, Tambaksari District, Surabaya City said that in the Pacar Keling Village area there is an area that has potential and is being developed into a tourist area, namely Kampung Jawi. Kampung Jawi is a village located in the RT 2 area, Pacar Keling Village, Tambaksari District, Surabaya City. To achieve this potential, the people of Kampung Jawi have formed a management group that is part of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Based on the results of the author's observation, it was found that the members of the Pokdarwis Kampung Jawi did not have sufficient ability to promote and create content for social media. Therefore, the authors chose socialization and training as a means of delivering material that aims to improve the human resource capabilities of Pokdarwis Kampung Jawi members in promoting through content creation for social media. Socialization and training to support the ability of Pokdarwis Kampung Jawi members in promoting through content creation for social media is by using the Canva application. The reason why author's chose the Canva application is because it is a free application and has features that are easier to use for beginners. The material presented during the socialization and training was how to choose the right target market, how to create promotional messages, and how to make creative and innovative promotions. The learning method used is project based learning. The results achieved from the socialization and training were Pokdarwis Kampung Jawi members were able to understand promotional materials on social media and use the Canva application to create promotional content on social media. ABSTRAK: Pemerintah Daerah Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya menyampaikan di wilayah Kelurahan Pacar Keling terdapat daerah yang memiliki potensi dan sedang diusahakan menjadi daerah wisata yaitu bernama Kampung Jawi. Kampung Jawi merupakan sebuah kampung yang berada di wilayah RT 2, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Untuk meraih potensi tersebut, masyarakat Kampung Jawi sudah membentuk manajemen pengelola yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Berdasarkan hasil pantauan penulis ditemukan kendala pada anggota Pokdarwis Kampung Jawi, yaitu belum memiliki kemampuan yang cukup dalam melakukan promosi dan membuat konten untuk sosial media. Oleh karena itu, penulis memilih sosialisasi dan pelatihan menjadi sarana penyampaian materi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dari anggota Pokdarwis Kampung Jawi dalam melakukan promosi melalui pembuatan konten untuk sosial media. Sosialisasi dan pelatihan untuk menunjang kemampuan anggota Pokdarwis Kampung Jawi dalam melakukan promosi melalui pembuatan konten untuk sosial media adalah dengan menggunakan aplikasi Canva. Alasan kenapa penulis memilih aplikasi Canva karena merupakan aplikasi gratis dan memiliki fitur yang lebih mudah digunakan bagi pemula. Materi yang akan disampaikan pada saat sosialisasi dan pelatihan adalah cara memilih target pasar yang tepat, cara membuat pesan promosi, dan cara membuat promosi yang kreatif serta inovatif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah project based learning. Hasil yang dicapai dari sosialisasi dan pelatihan adalah anggota Pokdarwis Kampung Jawi mampu memahami materi promosi di sosial media dan penggunaan aplikasi Canva untuk membuat konten promosi di sosial media
MEWUJUDKAN INTEGRATED FARMING SYSTEM PERKOTAAN DENGAN POC TURI SEBAGAI PENGINTEGRASI DI CIPINANG MELAYU JAKARTA TIMUR Darwati Susilastuti; Aditiameri; Vivi Lusia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20234

Abstract

An integrated Farming System (IFS) is an environmentally friendly agriculture that combines agricultural, fishery, livestock, and other activities with the concept of zero waste. IFS is very suitable to be applied to urban agriculture, because, with the IFS concept, you will get a friendly business environment, and efficient, does not require a large area of land, provides ecological benefits, and can prosper the manager. Residents of RW 01 Cipinang Melayu, East Jakarta already have various urban agricultural cultivation activities on the land under the Becakayu Toll Road, including vegetable cultivation with a hydroponic system, catfish and tilapia cultivation, chicken farming, pigeons, horticulture cultivation and seasonal food crops, including: are turi plants as barrier plants (fences), as well as vegetable horticulture cultivation. However, these activities are still partial, unintegrated, and unproductive in infertile landfills. Problems with partners are identified as follows: (1). Not yet understood integrated agriculture (IFS); (2). The existence of local resources of turi and other plants that have not been utilized, either as fertilizer, feed supplements, and compost; (3). There has been no attempt to turn his business into a business that produces commercial products; and (4). There is no rejuvenation/preservation of local resources of turi plants and others. The result of the PKM is that participants understand the concept of integrated agriculture by compiling an IFS map for urban agriculture RW 01, Cipinang Melayu Village which is used as a guide in modeling integrated agriculture by utilizing local Turi resources (Sesbania grandiflora, L.) as an integrator. Utilization of local turi plant resources, both as liquid organic fertilizer and as feed supplements, as well as compost has significantly increased plant productivity by increasing the yield of mustard plants by 100 percent.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBAHAN ALAMI UNTUK MENINGKATKAN WAWASAN KESEHATAN LINGKUNGAN MASYARAKAT KELURAHAN JAKASAMPURNA Dwi Atmanto; Nurul Hidayah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20239

Abstract

Natural resources in the form of plants are very abundant in Indonesia, among these plants have properties and chemical content for antiseptics, maintaining cleanliness, and preventing bacteria and viruses. Exposure to Covid-19 occurred in various countries, including Indonesia. This community service activity aims to provide knowledge about environmental health and provide skills to make hand sanitizers by utilizing local environmental plants. Education on environmental sanitation knowledge and training on making hand sanitizers from natural ingredients was addressed to 25 housewives in the Jakasampurna sub-district, West Bekasi, West Java. The method of implementing PKM is the presentation of household environmental health counseling and training on making hand sanitizers using video media. The process of making hand sanitizers is carried out by students. Implementation of activities through the online zoom program, due to pandemic conditions. Natural hand sanitizer ingredients derived from local environmental plants, namely basil, kaffir lime, aloe vera, and water. The manufacturing process begins with cleaning the material, cutting and crushing the material using a blender, filtering, then putting it in a 50 mL compressed air bottle. After listening to the presentation of the material, the participants did an independent practice consisting of 5 participants. The results of community service activities showed that participants were happy and enthusiastic about getting knowledge about environmental health and being able to make natural hand sanitizers. As many as 73.4% of participants stated that their knowledge about environmental health had increased and 86.7% of participants could practice making hand sanitizers at home. ABSTRAK: Sumber daya alam berupa tumbuhan sangat melimpah di Indonesia, di antara tumbuhan tersebut memiliki khasiat dan kandungan kimia untuk antiseptik, menjaga kebersihan, serta mencegah bakteri dan virus. Paparan Covid-19 terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dan memberikan keterampilan membuat hand sanitizer dengan memanfaatkan tanaman lingkungan setempat. Edukasi pengetahuan sanitasi lingkungan dan pelatihan pembuatan hand sanitizer dari bahan alami ditujukan kepada 25 ibu rumah tangga di kecamatan Jakasampurna, Bekasi Barat, Jawa Barat. Metode pelaksanaan PKM adalah presentasi penyuluhan kesehatan lingkungan rumah tangga dan pelatihan pembuatan hand sanitizer menggunakan media video. Proses pembuatan hand sanitizer dilakukan oleh siswa. Pelaksanaan kegiatan melalui program zoom online, karena kondisi pandemi. Bahan pembersih tangan alami yang berasal dari tumbuhan lingkungan setempat yaitu kemangi, jeruk purut, lidah buaya, dan air. Proses pembuatan dimulai dengan pembersihan bahan, pemotongan dan penghancuran bahan menggunakan blender, penyaringan, kemudian dimasukkan ke dalam botol udara bertekanan 50 mL. Usai mendengarkan pemaparan materi, para peserta melakukan praktik mandiri yang terdiri dari 25 peserta. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peserta senang dan antusias mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dan mampu terampil membuat hand sanitizer alami. Sebanyak 73,34% peserta menyatakan pengetahuannya tentang kesehatan lingkungan telah meningkat dan 76,7% peserta dapat mempraktikkan pembuatan hand sanitizer di rumah.  
APLIKASI TEKNOLOGI REACTIVE POWDER CONCRETE UNTUK MENGATASI GENANGAN AIR DI PERUMAHAN BANJAR WIJAYA TANGERANG Widodo Kushartomo; Seehan Kuo; Bramantyo Dipo Harsono
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20242

Abstract

To help the community control rainwater puddles and anticipate flooding in the RW 07 area, Cipete Village, Pinang District, Tangerang City, the Bachelor of Civil Engineering Study Program at Tarumanagara University developed Reactive Powder Concrete (RPC) lightweight concrete technology. The program is to make concrete buis that function as infiltration wells. Infiltration wells are installed at a number of points in locations where waterlogging often occurs, have a low ground level, and are close to water drains. Three locations are the main targets for installing buis concrete infiltration wells, namely in the areas of RT 005, RT 007, and RT 003. The use of lightweight concrete buis RPC as infiltration wells is intended to withstand soil pressure; buis concrete has a compressive strength of up to 12 MPa, buis concrete is not easily broken. Apart from that, the surface of the concrete buis is made of holes. The water that enters the buis can easily flow into the ground through the surface of the concrete buis. The function of the infiltration well is to maximize the absorption of rainwater into the ground through holes on the surface of the buis, so that it does not cause puddles after it rains. The installation depth of infiltration wells ranges from 1.0 m to 70 cm, with a tidal distance between wells of 2.0 m. The installation of infiltration wells from RPC lightweight concrete has a significant impact on puddles after rain in the RW 07 area. After the concrete buis was installed, the puddles receded more quickly, 2 hours after the rain stopped compared to before the infiltration well was installed. ABSTRAK: Dalam upaya membantu masyarakat mengendalikan genangan air hujan serta mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah RW 07 Kelurahan Cipete Kecamatan Pinang Kota Tangerang, Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Tarumanagara mengembangkan teknologi beton ringan Reactive Powder Concrete (RPC) untuk membuat buis beton yang berfungsi sebagai sumur resapan. Sumur resapan dipasang pada sejumlah titik di lokasi yang sering terjadi genangan air, memiliki permukaan tanah rendah, dan dekat dengan saluran pembuangan air. Terdapat 3 lokasi yang menjadi target utama pemasangan buis beton sumur resapan yaitu diwilayah RT 005, RT 007 dan RT 003. Penggunaan buis beton ringan RPC sebagai sumur resapan ditujukan untuk menahan daya desak tanah, mengingat buis beton memiliki kuat tekan mencapai 12 MPa maka buis beton tidak mudah pecah. Selain daripada itu, pada permukaan buis beton dibuat berlobang-lobang supaya air yang masuk kedalam buis mudah dialirkan kedalam tanah melalui permukaan buis beton. Fungsi dari sumur resapan tersebut adalah memaksimalkan penyerapan air hujan ke tanah melalui lobang-lobang pada permukaan buis, sehingga tidak menimbulkan genangan setelah hujan turun. Kedalaman pemasangan sumur resapan berkisar antara 1,0 m sampai dengan 70 cm dengan jarak pasang antar sumur sebesar 2,0 m. Pemasangan sumur resapan dari buis beton ringan RPC memberikan dampak yang signifikan terhadap genangan air setelah terjadinya hujan di wilayah RW 07. Setelah dipasang buis beton, genangan air lebih cepat surut 2 jam setelah hujan reda bila dibandingkan sebelum pemasangan sumur resapan.
DESAIN MEJA BERKEBUN UNTUK ANAK PENYANDANG CEREBRAL PALSY DI YAYASAN SAYAP IBU CABANG BANTEN Irene Syona Darmady; Theresia Budi Jayanti; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20278

Abstract

Humans as individuals always tend to be able to meet their needs in an effort to improve the quality of their lives. However, not every individual has this ability. In “different” conditions, basic needs fulfillment to achieve a better life becomes a big challenge for people with disabilities, especially children with cerebral palsy (CP). CP children have limitations to do basic activities (eating, walking, lying down) independently. Thus children with special needs require services from the closest people or special facilities assistance. Yayasan Sayap Ibu (YSI) Cabang Banten is an inclusive care and education facility for children with special needs. In order to develop learning and therapy programs for children with special needs, YSI built an additional non-class facility called Sensory Garden. Children can do such sensory and motoric activities; for example, planting, and recognizing the texture of natural materials in the Sensory Garden. Since Sensory Garden launched, there are no additional facilities that can support children with CP and wheelchairs doing gardening activities. YSI has limitations related to design and procurement. The gardening table became a proposal from the author to support gardening in the Sensory Garden. With the existence of a gardening table, it is expected that children with special needs such as CP can perform sensory and fine motor activities such as planting, and holding objects with the help of a table; in a way to support good posture and make it easier for companions. Qualitative methods and design methods are used to propose designs and produce gardening table prototypes ABSTRAK: Manusia sebagai seorang individu senantiasa berusaha untuk mampu memenuhi kebutuhan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Namun tidak setiap individu memiliki kemampuan tersebut. Pada kondisi yang “berbeda”, memenuhi kebutuhan guna mencapai hidup yang lebih baik menjadi suatu tantangan yang besar bagi penyandang disabilitas, khususnya anak dengan kondisi cerebral palsy (CP). Keterbatasan yang dimiliki anak CP mengakibatkan anak kesulitan melakukan aktivitas dasar (makan, berjalan, berbaring) secara mandiri sehingga digolongkan sebagai anak dengan kebutuhan khusus dan membutuhkan pelayanan dari orang terdekat maupun bantuan fasilitas khusus. Yayasan Sayap Ibu (YSI) Cabang Banten merupakan fasilitas perawatan dan pendidikan yang inklusif. Dalam rangka mengembangkan program belajar dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus YSI membangun sebuah fasilitas tambahan non kelas berupa Kebun Sensori. Aktivitas yang dilakukan anak di Kebun Sensori umumnya berupa stimulasi sensorik dan motorik, misal menanam, mengenal tekstur material alam, dsb. Sejauh Kebun Sensori dibangun belum terdapat fasilitas tambahan yang dapat menunjang; anak-anak masih melakukan aktivitas di kursi roda. Dibutuhkan sebuah alat bantu yang dapat digunakan untuk berkebun oleh anak berkursi roda, dimana YSI mengalami keterbatasan terkait desain dan pengadaan. Meja berkebun menjadi sebuah usulan dari penulis untuk menunjang aktivitas dan menjadi perangkat penunjang di Kebun Sensori. Dengan keberadaan meja berkebun diharapkan anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti CP dapat melakukan kegiatan sensorik dan motorik halus seperti menanam, memegang obyek dengan bantuan meja; guna mendukung postur yang baik dan memudahkan pendamping. Metode kualitatif dan metode tahapan perancangan digunakan untuk mengusulkan desain dan menghasilkan prototipe meja berkebun.