cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN SIKAP PEDULI SISWA SDN PANYAWEUYAN TERHADAP SAMPAH LINGKUNGAN Salsabila; Fransisca Iriani R. Dewi; Azkia Rahmah; Renshi Yahezkiel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34709

Abstract

ABSTRACT The issue of waste management in elementary schools remains a major concern, particularly due to the low level of awareness among students regarding proper waste sorting. Based on the results of the observation, it was found that students did not yet know the difference between organic and inorganic waste, and still mixed various types of waste in one place. This reflects a lack of basic understanding among students regarding the importance of waste sorting for maintaining cleanliness and environmental sustainability. The objective of this activity is to enhance students' awareness of waste sorting through an easy-to-understand learning approach. The activity was conducted at SDN Panyaweuyan and involved 177 students from grades 1 to 6. The methods used included initial observation, presenting material through simple socialization, educational games, quizzes, and placing labels on trash bins and attractive educational posters around the school environment. To observe changes in students' attitudes before and after the activity, measurements were taken using pre-tests and post-tests with the Littering Attitude Scale (LAS) questionnaire, which had been adapted to their age. This measurement aims to determine how much students' understanding and attitudes toward waste sorting have developed after the activity was carried out. To see how successful the waste sorting activity was in increasing students' awareness, the Abdimas implementers compared the results of the pre-test and post-test that had been conducted previously. The results indicate that the activity successfully improved students' understanding and attitudes toward waste sorting. Overall, the activity was effective in fostering the habit of sorting waste from an early age and instilling a sense of environmental responsibility among elementary school students. The activity helped create a cleaner school environment and consistently nurtured students' concern for the environment. ABSTRAK Permasalahan sampah di lingkungan sekolah dasar masih menjadi perhatian utama, terutama karena rendahnya kesadaran siswa dalam memilah sampah sesuai jenisnya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa belum mengetahui perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta masih mencampurkan berbagai jenis sampah dalam satu tempat. Hal ini mencerminkan kurangnya pemahaman dasar siswa mengenai pentingnya pemilahan sampah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sikap peduli siswa terhadap pemilahan sampah melalui pendekatan pembelajaran yang mudah dipahami. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Panyaweuyan dan melibatkan sebanyak 177 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyampaian materi melalui sosialisasi yang sederhana, permainan edukatif, kuis, serta pemasangan label pada tempat sampah dan poster edukasi yang menarik di sekitar lingkungan sekolah. Untuk melihat perubahan sikap siswa sebelum dan sesudah kegiatan, dilakukan pengukuran menggunakan pre-test dan post-test dengan kuesioner Littering Attitude Scale (LAS) yang telah disesuaikan dengan usia mereka. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman dan sikap siswa terhadap pemilahan sampah dapat berkembang setelah kegiatan dilakukan. Untuk melihat sejauh mana kegiatan pemilahan sampah berhasil meningkatkan kepedulian siswa, pelaksana Abdimas membandingkan hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan sikap peduli siswa terhadap pemilahan sampah. Secara umum, kegiatan ini berhasil dalam membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dini serta menanamkan rasa tanggung jawab lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar. Kegiatan ini membantu menciptakan suasana sekolah yang lebih bersih dan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan secara konsisten.
PELATIHAN MICROSOFT WORD DALAM MENUNJANG PEMBUATAN LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SISWA SMKN 2 JAKARTA Pamungkas, Petrus Dwi Ananto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34710

Abstract

ABSTRACT. Field Work Practice or PKL is an activity that must be followed by all students of SMKN 2 Jakarta to practice the theories that have been obtained during learning. In order for the school to know what the students have done during PKL and also to be well documented so that it can be used as a reference when evaluating PKL activities, a PKL Report needs to be made. However, there are still many PKL Reports that are not neatly arranged and seem as is. For this reason, training is carried out in compiling PKL Reports so that it is hoped that the PKL Report will be neater and in accordance with existing guidelines. In this activity, an understanding is first given in the use of the Microsoft Word application and direct practice in compiling a PKL Report in general. Direct practice via each student's laptop so that several facility settings can be immediately saved and used directly if needed. Not all facilities in the Microsoft Word application are studied in this training activity, only a few facilities related to compiling PKL Reports so that students remain focused on following this training activity until it is finished. The results of this training activity are seen in the increasing enthusiasm of students in compiling PKL Reports and many students increasingly understand the use of facilities in the Microsoft Word application that make it easier to compile PKL. Thus, this training activity can be said to have succeeded in increasing the insight, knowledge, and skills of students who took part in this training. ABSTRAK. Praktik Kerja Lapangan atau PKL merupakan suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik SMKN 2 Jakarta untuk mempraktikkan teori-teori yang sudah didapatkan selama pembelajaran. Agar pihak sekolah dapat mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan para peserta didik selama PKL dan juga agar terdokumentasi dengan baik sehingga dapat dijadikan salah satu referensi saat evaluasi kegiatan PKL maka perlu dibuatkan sebuah Laporan PKL. Tetapi masih banyak juga Laporan PKL yang kurang tersusun dengan rapi dan terkesan apa adanya. Oleh sebab ini maka dilakukan pelatihan dalam menyusun Laporan PKL sehingga diharapkan Laporan PKL menjadi lebih rapi dan sesuai dengan panduan yang ada. Dalam kegiatan ini diberikan pemahaman terlebih dahulu dalam penggunaan aplikasi Microsoft Word dan langsung praktik menyusun sebuah Laporan PKL secara umum. Praktik langsung melalui laptop masing-masing para peserta didik sehingga bisa langsung tersimpan beberapa setting fasilitas dan langsung digunakan jika dperlukan. Tidak semua fasilitas dalam aplikasi Microsoft Word dipelajari dalam kegiatan pelatihan ini, hanya beberapa fasilitas yang terkait dengan penyusunan Laporan PKL saja sehingga para peserta didik tetap fokus mengikuti kegiatan pelatihan ini hingga selesai. Adapun hasil kegiatan pelatihan ini terlihat semakin meningkatnya antusiasme para peserta didik dalam penyusunan Laporan PKL dan banyak para peserta didik yang semakin paham penggunaan fasilitas-fasilitas dalam aplikasi Microsoft Word yang memudahkan dalam penyusunan PKL. Dengan demikian kegiatan pelatihan ini dapat dikatakan berhasil menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan para peserta didik yang mengikuti pelatihan ini.
EDUKASI MENGELOLA KEINGINAN DAN KEBUTUHAN MELALUI MENABUNG PADA SISWA SDN PANYAWEUYAN Rahmah, Azkia; Iriani Roesmala Dewi, Fransisca; Salsabila; Yehezkiel, Renshi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34727

Abstract

ABSTRACT Saving activities are important to form habits in managing positive finances, it is highly recommended to be taught to children from an early age. The habit of saving for children is not only to save money, but saving also involves the process of learning to manage finances, self-control, and planning for the future. By saving children, they become more responsible and do not have a consumptive nature. The purpose of this activity is to teach 4th grade students of SDN Panyaweuyan about the importance of saving as a form of self-control and being able to distinguish between wants and needs in using their pocket money. This activity was carried out on February 24, 2025 and was attended by 32 students from grade 4 of SDN Panyaweuyan. To determine the success of this activity, the implementation team conducted measurements using a qualitative approach with random interview observation and a quantitative approach with questionnaires. Observations that have been made show that saving at school is not the desire of students, but the initiative of the students' parents. The activity began with a pre-test using the adaptation of the Brief Self-Control Scale (BSCS) measuring tool using a likert scale for 30 minutes. Next, socialization about the difference between wants and needs, followed by the game "Desire vs Need", then continued with a quiz with rewards, and finally making a dream piggy bank. After the series of activities is completed, it will be closed with a post-test to evaluate changes in students' understanding and habits. The results show that the savings program as a form of self-control still does not have a consistent impact on improving self-control scores. Saving programs as a form of self-control need to be carried out in a sustainable manner with a long-term formation strategy. Keywords: saving, self-control, wants, needs ABSTRAK Kegiatan menabung penting untuk membentuk pembiasaan dalam mengelola finansial yang positif, sangat dianjurkan untuk diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Kebiasaan menabung bagi anak tidak hanya untuk menyimpan uang, akan tetapi menabung juga melibatkan proses belajar mengelola keuangan, pengendalian diri, dan perencanaan untuk masa depan. Dengan menabung anak menjadi lebih bertanggung jawab dan tidak memiliki sifat yang konsumtif. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengajarkan siswa kelas 4 SDN Panyaweuyan tentang pentingnya menabung sebagai bentuk pengendalian diri (Self-Control) serta dapat membedakan antara keinginan (wants) dan kebutuhan (needs) dalam menggunakan uang sakunya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2025 dan diikuti oleh 32 siswa kelas 4 SDN Panyaweuyan. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan ini, tim pelaksana melakukan pengukuran menggunakan pendekatan pendekatan kualitatif dengan observasi wawancara secara acak dan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner. Observasi yang telah dilakukan menunjukan bahwa menabung di sekolah bukan keinginan dari siswa, melainkan inisiatif orang tua para siswa. Kegiatan dimulai dengan pre-test menggunakan adaptasi alat ukur Brief Self-Control Scale (BSCS) dengan menggunakan skala likert selama 30 menit. Selanjutnya sosialisasi tentang perbedaan keinginan dan kebutuhan, diikuti dengan permainan “Keinginan vs Kebutuhan”, lalu dilanjutkan dengan quiz dengan reward, dan yang terakhir membuat celengan impian. Setelah rangkaian kegiatan selesai akan ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi perubahan pemahaman dan kebiasaan siswa. Hasil menunjukan bahwa program menabung sebagai bentuk pengendalian diri masih belum memberikan dampak yang konsisten terhadap peningkatan skor pengendalian diri. Program menabung sebagai bentuk pengendalian diri perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan strategi pembentukan dalam jangka panjang. Kata kunci: menabung, pengendalian diri, keinginan, kebutuhan
PELATIHAN ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS BAGI SISWA SMA Sriwati, Sriwati; , Jennifer; Goh, Erica
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34729

Abstract

Every company is often faced with various conditions that require decision-making that can have an impact on the sustainability of its business activities. Appropriate and efficient decision-making is one of the main determining factors in the success of a business activity to survive and grow in a competitive business environment. Accurate company financial information and economic trend conditions are needed so that decisions taken are in accordance with company goals. Therefore, the ability to think critically and make decisions is needed in an uncertain and competitive business world. This ability needs to be trained from an early age in order to have a strong foundation when entering the business world. Thus, it is necessary to provide training on business decision making with relevant cost analysis to high school students so that they can understand how important decisions are made based on relevant information. This community service activity was completed in April 2025 and was attended by grade XI students of SMA Santo Kristoforus II. This training began with a presentation of material on the business decision-making process, relevant costs, types of costs based on cost behavior, and examples of the application of business decision-making that are often faced by companies. Then the community service team together with the training participants discussed the case, which had been prepared in advance, with the aim that all participants participate in the decision-making process. After participating in this training, training participants are expected to be able to analyze relevant and irrelevant costs in the business decision-making process so that the decisions taken are in accordance with the company's main objectives.
PELAKSANAAN KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN TERHADAP USAHA LARASA Ruslie, Elyvan; Utama, Louis; Nathalie, Livia; Marchia, Viella
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34733

Abstract

Increased public awareness of healthy lifestyles creates new business opportunities, especially in the traditional food sector that needs to adapt to the demands of modern consumers. Through the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) Entrepreneurship Program, students developed Larasa, a healthy market snack business that maintains traditional flavors but is hygienically processed and low in sugar. Using the Lean Canvas approach, Larasa conducted market validation through participation in three bazaar activities, including at Taman Anggrek Mall and Tarumanagara University campus. During these events, Larasa sold 705 products, indicating a positive consumer response to the concept of healthy market snacks. This endeavor not only reflects the success of the marketing and operational strategies, but also contributes to the preservation of local culture and creative economic development by the younger generation. ABSTRAK Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menciptakan peluang bisnis baru, khususnya di sektor makanan tradisional yang perlu beradaptasi dengan tuntutan konsumen modern. Melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kewirausahaan, mahasiswa mengembangkan Larasa, sebuah usaha jajanan pasar sehat yang mempertahankan cita rasa tradisional namun diolah secara higienis dan rendah gula. Menggunakan pendekatan Lean Canvas, Larasa melakukan riset pasar melalui partisipasi dalam tiga kegiatan bazar, termasuk di Mall Taman Anggrek dan kampus Universitas Tarumanagara. Selama kegiatan tersebut, Larasa berhasil menjual 705 produk, menunjukkan respons positif dari konsumen terhadap konsep jajanan pasar sehat. Usaha ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi pemasaran dan operasional, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal dan pengembangan ekonomi kreatif oleh generasi muda.
DETEKSI DINI SIMPTOM DEPRESI PADA REMAJA SMA NEGERI DI WILAYAH JAKARTA SELATAN Idulfilastri, Rita Markus; Fransiska Angelika; Anastasya Dumyanti; Siti Bahiyah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34735

Abstract

Mental health is an important aspect of supporting the development of Indonesia's human resources,especially for the young population. Currently, there are many discussions about the behavior of schoolstudents that lead to depressive disorders. This PkM aims to detect depression using the SRED-7F instrument(Emotion Regulation Strategy with Simpton Depression-7Factor). The benefit for schools is to getrecommendations for student assessment reports and at the same time get a mapping of students classifiedas depressed. PkM activities began with an application for permission to obtain student data from theEducation Office Region I, South Jakarta. Data collection was carried out on January 21 and 22, 2025 anddata from 238 students were obtained. The results showed that 18% of students indicated depression, 49%indicated but could still be overcome, and the rest (37%) did not indicate symptoms of depression. It is alsoobtained how students overcome depression, namely using adaptive emotional regulation and simultaneouslysuppressing maladaptive emotional regulation (33%); more use of adaptive emotional regulation but has notbeen able to suppress maladaptive emotional regulation (27%); more use of maladaptive emotionalregulation but has not been able to use adaptive emotional regulation effectively (22%); not effectively usingadaptive and maladaptive emotional regulation (18%). Suggestions for schools to conduct depressionassessments for students on a regular basis including conducting training to improve the ability to developemotion regulation strategies. ABSTRAKKesehatan mental merupakan aspek penting mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia, terutamabagi penduduk usia muda. Pada saat ini banyak pembahasan mengenai perilaku siswa sekolah yang mengarah padagangguan depresi. PkM ini bertujuan melakukan pendeteksian depresi menggunakan instrumen SRED-7F (StrategiRegulasi Emosi dengan Simpton Depresi-7Faktor). Manfaat bagi sekolah mendapat rekomendasi laporan asesmensiswa dan sekaligus mendapatkan pemetaan siswa tergolong depresi. Kegiatan PkM diawali dengan permohonan izinmendapatkan data siswa dari Suku Dinas Pendidikan wilayah I, Jakarta Selatan. Pengambilan data dilakukan pada21 dan 22 Januari 2025 dan diperoleh data dari 238 siswa. Hasil menunjukkan siswa terindikasi depresi sebesar18%, terindikasi tapi masih dapat diatasi sebesar 49% dan sisanya (37%) tidak terindikasi gejala depresi. Diperolehjuga cara siswa mengatasi depresi yaitu menggunakan regulasi emosi adaptif dan secara bersamaan menekanregulasi emosi maladaptif (33%); lebih banyak menggunakan regulasi emosi adapatif namun belum dapat menekanregulasi emosi maladaptif (27%); lebih banyak menggunakan regulasi emosi maladaptif tapi belum dapatmenggunakan regulasi emosi adaptif dengan efektif (22%); belum efektif menggunakan regulasi emosi adaptif danmaladaptif (18%). Saran bagi sekolah untuk melakukan asesmen deteksi dini depresi bagi siswa secara berkalatermasuk melakukan pelatihan untuk meningkat kemampuan menyusun strategi regulasi emosi.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PSIKOEDUKASI PROGRAM “AKU BISA”. Nababan, Fidiyah Anggini O.; Dewi, Fransisca Iriani R.; Celine Vandea A. Tumundo; Paula Jessica C. Sibi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34755

Abstract

Rasa percaya diri merupakan aspek psikologis penting yang mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa menghadapi hambatan dalam mengekspresikan diri, seperti rasa malu, gugup, dan kurangnya kesempatan untuk tampil. Berdasarkan pengamatan awal di SDN Maleber, ditemukan bahwa siswa kelas 5 dan 6 menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui program psikoedukasi “Aku Bisa”. Program ini mengintegrasikan pelatihan public speaking, latihan ekspresi diri, dan storytelling sebagai media intervensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan psikoedukatif dengan desain kegiatan partisipatif selama tiga hari. Sebanyak 27 siswa mengikuti kegiatan ini, dan pengukuran dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan Skala Kepercayaan Diri, serta didukung oleh pengamatan langsung dan wawancara informal. Hasil analisis data yang diperoleh dari pengukuran skala kepercayaan diri menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah program. Namun, hasil pengamatan dan wawancara informal, ditemukan adanya peningkatan pada aspek-aspek seperti keberanian berbicara, partisipasi aktif, serta antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan. Beberapa siswa yang awalnya pasif, mulai menunjukkan inisiatif untuk tampil dan berbicara di depan kelas. Kesimpulannya, program “Aku Bisa” belum mampu memberikan dampak signifikan secara keseluruhan, namun menunjukkan potensi positif dalam mendorong dimensi tertentu dari kepercayaan diri siswa. Disarankan agar program serupa dikembangkan dengan durasi yang lebih panjang, pendekatan yang lebih terstruktur, serta melibatkan dukungan dari guru dan orang tua.
SERIAL EDUKASI KELUARGA SEHAT: UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA ANAK BALITA Al Widad , Alfaniah Aufa Shidqi; Novendy, Novendy; Sherlyna, Feby; Lonan, Cantika Monica Eleanor Mutiara; Almahdin, Masali
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34756

Abstract

Pneumonia is one of the leading causes of death among children worldwide. Each year, approximately 700,000 children under the age of five die from this disease—equivalent to around 2,000 child deaths per day, or one child every 45 seconds. In Indonesia, the incidence of pneumonia in children has also been increasing annually. Data from Puskesmas Legok recorded 208 cases of pneumonia throughout 2024, with 124 cases (59.6%) occurring in children under five. A mini survey conducted in February 2025 at the same health center revealed that approximately 80% of the community still lacks sufficient knowledge about childhood pneumonia. Based on these findings, a medical outreach team from the Faculty of Medicine at Universitas Tarumanagara organized an educational program to raise awareness about pneumonia in children within the local community. The activity involved direct health education and awareness sessions for residents. The effectiveness of this initiative was evaluated by comparing the participants' knowledge before and after the session, using pre- and post-tests. A total of 24 participants took part in this health outreach activity. The average pre-test score was 76.7 points, while the post-test average increased to 90.3 points, indicating an 18% improvement. This health outreach program successfully enhanced participants’ understanding of childhood pneumonia. It is hoped that this increased awareness will also lead to earlier recognition of pneumonia symptoms by parents, allowing children to receive prompt medical attention and avoid potentially serious complications.
PENGEMBANGAN PERSONAL BRANDING REMAJA DI MEDIA SOSIAL Winduwati, Septia; Angie Lavenia; Jesselin Rahardja; Thio Audrey Fransisca Gunawan; Ryan Refael Zabdi; Wangi Puspitaningrahayu
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34773

Abstract

Pengembangan personal branding remaja di media sosial merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas diri di era digital. Media sosial telah menjadi sarana utama bagi generasi muda untuk berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membangun citra personal. Namun, kurangnya pemahaman tentang cara memanfaatkan platform digital secara efektif sering kali menyebabkan penyalahgunaan media sosial atau ketidakmampuan untuk membentuk personal branding yang kuat dan positif. SMK Kristen Pancaran Berkat Jakarta sebagai mitra kegiatan ini, memiliki perhatian yang besar terhadap perkembangan keterampilan digital siswa. Berdasarkan analisis kebutuhan, generasi muda perlu dibekali keterampilan membangun personal branding yang baik di media sosial agar dapat menghadapi tantangan dunia kerja dan memanfaatkan media digital untuk kepentingan positif. Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa mengembangkan citra diri yang konsisten, autentik, dan profesional di media sosial. Seminar ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya personal branding, strategi praktis dalam membangun dan menjaga citra di berbagai platform media sosial, serta tips dalam menjaga etika dan keamanan di dunia digital. Metode seminar dipilih karena dianggap paling efektif dalam memberikan edukasi dan pelatihan secara interaktif. Diskusi aktif dengan siswa menjadi bagian dari kegiatan ini, yang diakhiri dengan sesi praktik langsung dalam mengaplikasikan strategi personal branding di akun media sosial mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan mereka di dunia digital.
PILAHLAH SAMPAH: SOSIALISASI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI SAMPAH PADA SISWA SDN CIHERANG 01 Pertiwi , Saula Rahmadianti K.; Angeline, Mariani; Kalengkongan, Aurelia Naftali; Burnama, Bernike; Perdana, Novario Jaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34928

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekolah dasar. Praktik pembuangan sampah di SDN Ciherang 01 belum dikelola dengan baik, yang ditunjukkan dengan perilaku membuang sampah sembarangan tanpa memilah jenis-jenis sampah. Program “Ayo! Pilah Sampah” dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam memilah sampah organik, anorganik, dan B3 — agar lingkungan menjadi bersih, sehat, dan berkelanjutan. Metode yang diterapkan meliputi: (1) analisis situasi dan observasi ketersediaan tempat sampah, koordinasi jadwal pelaksanaan dengan pihak sekolah, penyusunan materi edukasi interaktif, pembuatan bingkai foto kampanye, label organik–anorganik, serta mengadaptasi The Littering Attitude Scale sebagai alat evaluasi kegiatan dalam bentuk pre-test dan post-test, (2) Pelaksanaan dimulai dengan pre-test pada 57 siswa kelas IV–V, dilanjutkan sosialisasi interaktif melalui media audiovisual, serta komitmen buang sampah pada tempatnya, kampanye berfoto bersama sampah, dan simulasi pemilahan, serta (4) Evaluasi melalui post-test dan observasi pasca-kegiatan selama tiga hari. Hasil dari program “Ayo! Pilah Sampah” menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah kegiatan. Observasi lapangan juga memperlihatkan sebagian siswa belum konsisten membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya meski sudah ada fasilitas. Dengan demikian, disarankan pendampingan berkelanjutan melalui sistem reward–punishment, penguatan budaya saling menegur dalam komunitas sekolah, integrasi materi pilah sampah ke dalam kurikulum, penyediaan fasilitas pendukung, serta melibatkan guru, petugas kebersihan, dan orang tua sebagai role model agar perilaku positif dapat terinternalisasi secara lebih kuat di SDN Ciherang 01.