cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
IMPLEMENTATION OF E-CARDS FOR BUDDHIST CLERKS IN IMPROVING SERVICE EFFECTIVENESS AND BUDGET EFFICIENCY AT THE DIRECTORATE GENERAL (DITJEN) OF BUDDHIST COMMUNITY GUIDANCE (BIMAS) Sobiyanto; Jansen Wiratama; Heru Soetanto Putra; Daril Willianson Hakim; Herman; Sobita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34757

Abstract

The rapid development of technology today has had a major impact on various aspects of human life. One sector that has greatly benefited from this progress is the business world and companies. Technology not only facilitates access to information and communication, but also significantly increases efficiency and effectiveness in various company operational processes. The institutional section of the DITJEN BIMAS Buddha prints Buddhist clergy cards using a desktop information system so that card applications take time and card printing requires a budget for PVC cards and ink every year. The Director General as the highest leader in the DITJEN BIMAS Buddha instructed to carry out effectiveness and efficiency in printing the Buddhist clergy cards. To overcome this problem, a web-based clergy e-card information system is proposed that can upload documents online and produce clergy cards in the form of files with the extension .pdf. With this card, applicants can upload files online and print cards independently so that the institutional section of the DITJEN BIMAS Buddha does not need to budget for printing the clergy cards. The implementation results show that the Buddhist clergy e-card information system is able to provide solutions in carrying out budget effectiveness and efficiency in the institutional section. From the survey results, it can be seen that 100% of respondents strongly agree that this system can increase effectiveness and make budget costs more efficient. The final part of the survey, 100% of the institutional section strongly agrees with the implementation of the clergy e-card information system.
PENGADAAN DAN PENATAAN TAMAN TOGA UNTUK MENDUKUNG PROKLIM RW.016 KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT Solikhah, Nafiah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34917

Abstract

As a city formed from an agglomeration of urban villages, Jakarta requires a holistic urban management strategy. On the other hand, environmental issues related to global warming and the impact of the greenhouse effect are also challenges that must be faced. In response to these two problems, which are also felt by other regions in Indonesia, the Climate Village Program (Proklim) was introduced, a national-scale program managed by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) to optimize community participation and other stakeholders in strengthening adaptive capacity to the effects of climate change. In 2025, the area of ​​RT.001 to RT.009 RW.16 Tomang Village successfully entered the assessment of the Climate Village Program (Proklim) at the DKI Jakarta level. Based on initial discussions between Partners and the Untar Team, one of the Proklim assessment criteria is the need for regional collaboration with University partners. The problem faced by partners is the lack of green open space, so it is necessary to restore the village road shoulder area and alleys according to their ecological function, especially to support Proklim. Therefore, to support Proklim, particularly in the RT 001 to RT 009 RW 16 area of ​​Tomang Village, the implementation team provided a solution for the procurement and arrangement of a Home Herbal Garden (Toga). The method used was participatory, where the proposing team acted as facilitators for partners. Partners became the main actors in developing Proklim's flagship program, particularly the management of the Toga Garden. This community service activity is a concrete form of Untar's participation in the surrounding community as well as an implementation of the impactful campus program. Keywords: Home Herbal Garden (Toga), Proklim, Urban Village, Community Empowerment Abstrak Sebagai kota yang terbentuk dari aglomerasi kampung kota, Jakarta memerlukan strategi pengelolaan kota yang holistik. Di sisi lain, masalah lingkungan yang berkaitan dengan pemanasan global dan dampak dari efek rumah kaca juga merupakan tantangan yang harus dihadapi. Sebagai respons terhadap kedua masalah ini yang juga dirasakan oleh daerah lain di Indonesia, diperkenalkan Program Kampung Iklim (Proklim) yang merupakan program berskala nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya dalam menguatkan kapasitas adaptasi terhadap pengaruh perubahan iklim. Pada tahun 2025, wilayah RT.001 s/d RT.009 RW.16 Kelurahan Tomang berhasil masuk dalam penilaian Program Kampung lklim (Proklim) Tingkat DKI Jakarta. Berdasarkan diskusi awal Mitra dengan Tim Untar, salah satu kriteria penilaian Proklim adalah diperlukannya kerja sama wilayah dengan mitra Perguruan Tinggi. Permasalahan yang dimiliki oleh mitra yaitu masih kekurangan ruang terbuka hijau sehingga perlu mengembalikan area bahu jalan kampung dan gang sesuai fungsi ekologis terutama untuk menunjang Proklim. Oleh karena itu, untuk mendukung Proklim khususnya di wilayah RT 001 s/d RT 009 RW 16 Kelurahan Tomang, Tim pelaksana memberi solusi pengadaan dan penataan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga). Metode yang digunakan adalah partisipatif dimana tim pengusul menjadi fasilitator bagi mitra. Mitra menjadi pelaku utama dalam menyusun program unggulan Proklim, terutama tata kelola Taman Toga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk konkret dari peran serta Untar dalam komunitas di sekitarnya sekaligus sebagai implementasi program kampus berdampak.
PEMANFAATAN MEJA PAYUNG PANEL SURYA UNTUK KEBUTUHAN LISTRIK DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KOLAM PANCING DI DESA SIDOPEKSO Karim, Abdul; Sulistiyanto; M. Mahbubi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.35029

Abstract

Sidopekso Village, Kraksaan District, Probolinggo Regency, has potential in the fisheries sector, one of which is through the Podho Joyo Fishing Pond business. However, this business faces constraints such as limited electricity, high operational costs, and suboptimal business management. To address these challenges, the Nurul Jadid University community service team implemented a program using the Solar Panel Umbrella Table as a renewable energy source and supporting technology for fishing pond management. The program implementation method includes five stages: (1) outreach to partners regarding the benefits of renewable energy and digital technology; (2) training on solar power plant (PLTS) use, water quality monitoring, and digital marketing; (3) technology implementation through the installation of the Solar Panel Umbrella Table, installation of water quality sensors, and implementation of digital marketing strategies; (4) mentoring and evaluation of implementation effectiveness; and (5) a sustainability program through continued training and the development of standard operating procedures. The program results show that the Solar Panel Umbrella Table can supply daily electricity needs for lighting, aeration, and water filtration with operational cost savings of approximately 40%. Water quality sensors help managers monitor pond conditions in real time, ensuring fish health. Management has begun using digital record-keeping and social media promotions, resulting in a 20% increase in visitor numbers within the first month. In conclusion, the implementation of renewable energy technology and digitalization of business management has successfully improved Podho Joyo Fishing Pond's energy efficiency, productivity, and competitiveness. This program can serve as a model for developing fisheries businesses based on clean energy and appropriate technology, supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) in the areas of energy, economics, and innovation.
MODIFIKASI GAMBAR KARAKTER CERITA RAKYAT FABEL NUSANTARA UNTUK PEKAN MEMBACA DI SEKOLAH DASAR Ismanto, Adi; Felix, Vincentius; Hung, Jennifer; Vanesa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34465

Abstract

Cerita rakyat fabel terdapat di semua negara dunia, begitu juga dengan Indonesia dan menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian anak untuk mempelajari karakter atau sifat baik dan buruk perilaku manusia dengan perumpamaan dari karakter hewan. Melalui cerita fabel, anak dapat mengembangkan imajinasi dan meningkatkan literasi terutama di tingkatan Sekolah Dasar. Modifikasi cerita dan bentuk visualisasi karakter dari cerita fabel melalui media gambar dapat menjadi salah satu solusi untuk memudahkan penyampaian pesan, moral, mempermudah imajinasi dan memperkuat daya ingat anak terhadap makna dan inti dari cerita tersebut. Sekolah Dasar Tara Salvia melalui program edukasi non formal selalu mengadakan kegiatan pekan membaca (Book Week) di akhir pembelajaran formal berkolaborasi dengan orang tua dan pihak lain. Metoda modifikasi gambar karakter cerita fabel ini akan dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu diawali dengan pemahaman cerita fabel nusantara Sura dan Baya yang diarahkan oleh pihak sekolah. Kemudian, kegiatan akan dilanjutkan dengan metode eksplorasi kualitatif berupa referensi dan ide gambar berupa sketsa-sketsa ide visualisasi karakter serta menambahkan beberapa visual gambar kekinian untuk membuat cerita menjadi menarik. Eksplorasi ini diimplementasikan sebagai bentuk gambar karakter hewan dari cerita rakyat fabel Nusantara Sura dan Baya dipadukan dengan cerita superhero yang anak-anak ketahui, sehingga menampilkan karya yang menarik, interaktif dan unik untuk bercerita. Setelah itu dilanjutkan dengan bercerita menggunakan media modifikasi gambar karakter cerita fabel Nusantara di sekolah. Berdasarkan umpan balik kuesioner, dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa tertarik untuk mendengarkan, serta memilih perlengkapan fase “Endgame” (50%), dilanjutkan karakter fabel Baya (33,3%) dan Sura (12,5%) sebagai perlengkapan yang paling bagus dan menarik.
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGASUHAN DI PANTI ASUHAN X TANGERANG SELATAN Sibuea, Rahel; Gading, Yoanita Maria Putri Sekar; Wijaya, Theresa Nadine; Agoes Dariyo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pengasuhan berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama bagi anak-anak di panti asuhan. Di Panti Asuhan X, terdapat lima orang pengasuh anak usia sekolah, yang mengasuh 22 anak sekolah mulai dari TK hingga SMP. Namun, para pengasuh belum menunjukkan praktik pengasuhan yang optimal. Hal ini tercermin dari kesulitan anak-anak dalam mengatur emosi, perilaku, serta motivasi belajar rendah. Oleh karena itu, program psikoedukasi diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan agar perkembangan anak-anak di Panti Asuhan X lebih optimal. Program psikoedukasi berlangsung dari bulan Februari hingga Mei 2025, mencakup analisis masalah hingga evaluasi, dengan total enam sesi psikoedukasi yang dilaksanakan seminggu sekali dari bulan Maret hingga Mei. Materi psikoedukasi berbasis teori psikologi yang membahas pola asuh dan perkembangan anak, dengan fokus pada manajemen konflik, karakter anak, minat baca dan belajar, serta pengelolaan stres bagi pengasuh. Data dikumpulkan melalui metode pre-test dan post-test yang meliputi observasi natural, wawancara individu, serta kuesioner berbasis alat ukur Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Hasil program menunjukkan adanya peningkatan skor pola asuh otoritatif dari 47,33 pada pre-test menjadi 51,33 pada post-test serta perubahan positif pada pemahaman dan praktik pengasuhan. Melalui program psikoedukasi, terjadi perubahan pendekatan pengasuhan yang membuat anak-anak menjadi lebih terbuka, lebih mampu mengikuti arahan, serta mempererat kedekatan emosional dengan pengasuh. Temuan ini menunjukkan bahwa program psikoedukasi dapat meningkatkan kualitas pengasuhan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
DIGITAL STRATEGI TOURISM BRANDING “DESA CUMI” DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS WISATA EDUKASI DI PABEAN UDIK, INDRAMAYU Waluyo, Mohammad Rachman; Henry Binsar Hamonangan Sitorus; Nur Fajriah; Santika Sari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34724

Abstract

Desa Pabean Udik di Kecamatan Indramayu merupakan salah satu desa dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Permasalahan yang dihadapi masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan, budaya konsumtif, dan ketergantungan pada pinjaman informal. Menanggapi kondisi tersebut, program Percepatan Pembangunan Desa Indramayu (PPDI) dilaksanakan dengan pendekatan pengembangan desa wisata edukatif berbasis digital branding. Tujuan program ini adalah untuk memperkuat daya saing wilayah melalui integrasi potensi lokal dengan teknologi komunikasi, serta mendukung pencapaian SDGs poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Kegiatan difokuskan pada penataan kawasan Taman Cumi yang sebelumnya kurang tertata, melalui lima tahapan strategis: sosialisasi, penetapan lokasi, pembuatan desain, pelaksanaan pembangunan fisik instalasi taman hingga sarana edukasi, dan promosi berbasis digital melalui media sosial, YouTube, dan integrasi dengan website desa. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen lintas program studi yang turut mendampingi masyarakat secara langsung. Pendekatan bottom-up diterapkan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengembangan melibatkan inisiatif dan kebutuhan warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan estetika kawasan, partisipasi aktif masyarakat, hingga dimanfaatkannya taman sebagai ruang edukatif oleh lembaga PAUD setempat. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar dengan menjadikan taman sebagai area interaksi sosial dan ekonomi. Kesimpulannya, pendekatan kolaboratif berbasis partisipasi dan teknologi digital terbukti efektif dalam menanggulangi permasalahan struktural dan memberdayakan potensi lokal secara berkelanjutan.
WORKSHOP PERSIAPAN UJI KOMPETENSI PROFESI HUMAS BERTARAF NASIONAL Pribadi, Muhammad Adi; Ilhan Noor Hafizh Adijaya; Bianca Michelle William; Bella Putri Wijaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34546

Abstract

Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Tim Untar (Universitas Tarumanagara) di Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengikuti uji kompetensi PR yang diselenggarakan oleh LSPPRI atas nama BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). PKM dengan tema ini penting untuk dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam mendorong Masyarakat yang memiliki keterampilan bekerja untuk mendapatkan sertifikat profesi dari BNSP. Kegiatan PKM Untar menjadi bagian penting untuk mendorong para profesi humas untuk memiliki sertifikat profesi Humas. Keberadaan PKM Untar memberikan kesempatan pada Masyarakat untuk mengetahui dan mengikuti program sertifikat profesi Humas. Para peserta workshop adalah personil humas dari beberapa BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang mendaftarkan diri mereka melalui Forum Humas Badan Usaha Milik Negara (FH BUMN), untuk mengikuti uji kompetensi PR di LSPPRI. Sebagai LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), LSPPRI mendapatkan ijin dari BNSP (Badan Nasional Sertifkasi Profesi) untuk menyelenggarakan uji kompetensi, membuat sertifikat profesi PR dan membuat materi uji kompetensi atas nama BNSP. Tim PKM Untar berperan untuk memberikan edukasi terkait proses pelaksanaan uji kompetensi PR, menentukan skema yang tepat, dan strategi penyusunan portofolio. Ketua Tim PKM Untar mendapatkan undangan dari pimpinan dari LSPPRI untuk menjadi mentor pelatihan karena memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai asesor di bidang humas. Permasalahan LSPPRI adalah mencari pembicara yang kompeten dalam workshop karena asesor lain tidak bersedia untuk jadi pembicara, kecuali ketua tim PKM Untar. Permasalahan lainnya adalah para calon peserta tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam uji kompetensi PR sehingga mereka perlu dibimbing dalam workshop, agar mereka memiliki kesempatan yang besar dalam memperoleh nilai K (Kompeten) dari asesor. Pelaksanaan workshop dilakukan secara daring, pada tanggal 30 Januari 2025. Metodologi pelaksanaan PKM adalah dengan pendekata kualitatif dimana ketua PKM menyampaikan materi menggunakan ppt melalui media zoom. Setelah satu jam presentasi, para peserta diberikan keleluasaan untuk bertanya setelah materi disampaikan kepada mereka kemudian Pemateri menjawab pertanyaan dari para calon peserta uji kompetensi. Metode pengajaran seperti ini akan memberikan kemudahan bagi calon asesi untuk mencerna materi yang telah diterimanya sehingga memperbesar kemungkinan bagi mereka untuk mendapatkan nilai K dalam uji kompetensi. Keberhasilan PKM diukur dari Tingkat pemahaman peserta dalam kegiatan workshop. Hal ini bisa dilihat dari kepuasan peserta atas pertanyaan yang di jawab pemateri dan 95 persen peserta mendapatkan nilai K, saat mengikuti uji kompetensi PR, 13 Februari 2025 Kata kunci: Untar, Pengabdian Kepada Masyarakat, Public Relations
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA PADA TOKO SAM MART DI JAKARTA BARAT Ruslim, Herman; Jessica Maria Kusuma M; Angelica Cipto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34695

Abstract

Pembuatan laporan keuangan memang sangat penting untuk keberlangsungan suatu usaha. Laporan keuangan tidak hanya memberikan gambaran tentang kesehatan finansial usaha, tetapi juga memberikan pemahaman yang jelas tentang kinerja yang tercapai selama periode tertentu. Salah satu komponen utama dari laporan keuangan adalah laporan laba rugi, yang menunjukkan apakah perusahaan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dalam periode tersebut. Laporan laba rugi mencatat dua hal utama: (1) pendapatan: Semua penerimaan atau penghasilan yang diperoleh dari kegiatan usaha, seperti penjualan produk atau jasa, (2) Beban: Semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjalankan operasional usaha, seperti biaya bahan baku, upah karyawan, sewa, dan biaya lainnya. Dari pendapatan dan beban ini, dapat dihitung laba atau rugi bersih. Jika pendapatan lebih besar dari beban, maka perusahaan memperoleh laba bersih. Sebaliknya, jika beban lebih besar dari pendapatan, perusahaan mengalami kerugian bersih. Laporan laba rugi ini juga berperan dalam membantu perusahaan mengetahui besarnya laba atau rugi yang harus dilaporkan untuk kepentingan perpajakan. Dengan laporan yang akurat, perusahaan bisa mematuhi kewajiban pajaknya dengan benar. Selain itu, laporan laba rugi yang jelas dan terstruktur juga membantu pengelola usaha dalam mengambil keputusan strategis untuk perbaikan dan pengembangan usaha ke depan. Program PKM ini berupa pelatihan pembuatan laporan laba rugi pada toko Sam Mart di Jakarta Barat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu toko untuk mengatasi masalah yang selama ini terjadi, yaitu pelaporan pajak. Melalui pencatatan yang baik dan tepat maka pada akhirnya dapat merapikan keuangan toko ini serta dapat diketahui besarnya laba/rugi yang merupakan indikator perhitungan pajak usaha.
PEMBINAAN GENERASI MUDA PEDULI LINGKUNGAN MELALUI GERAKAN LAUDATO SI’ INDONESIA Saptadi, Norbertus Tri Suswanto; Grace Theresia Pontoh
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34703

Abstract

Developing a young generation who cares about the environment is both a challenge and a necessity in the modern era. The Indonesian Laudato Si' movement is present as a concrete form of internalizing integral ecological values as stated in the encyclical Laudato Si' by Pope Francis. PkM aims to form a young generation of churches who have environmental awareness, provide a theological understanding of human responsibility towards the natural world, train the young generation to take an active role in environmental conservation, and instill Christian values in protecting and caring for the environment. The PkM method consists of preparation and coordination, socializing the Laudato Si' Movement, building ecological awareness, practicing waste management, cleaning the surrounding environment, and distributing questionnaires. Community service activities in an effort to develop young people who care about the environment through assessment through questionnaire results in the form of "knowing about the Laudato Si movement" by 52 (74.4%) participants, "strongly agree with the Laudato Si movement" by 60 (86.6%) participants, "agree with Laudato Si' as a Christian Leadership Guide for Environmental Sustainability" by 52 (73.6%) participants, "agree to develop a young generation of the Church who cares about the environment" by 53 (75.2%) participants, and "Agree with the implementation of the Laudato Si' Movement" by 54 (76.0%) participants. The leading suggestions that can be given based on the results of the highest scores in distributing questionnaires to participants as follow-up actions or real actions from Laudato Si' activities are "taking part in environmental activities" at 71.4% and "cleaning beaches and rivers" at 35.7%
PELATIHAN DASAR AKRUAL (ACCRUAL BASIS) DALAM AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA BAGI SISWA/I SMAN 2 JAKARTA Wirianata, Henny; Alberto, Metio; Rusi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34704

Abstract

Dalam kegiatan bisnis tradisional, pemilik perusahaan melakukan pencatatan bisnisnya berdasarkan masuk dan keluarnya kas atau dikenal dengan dasar kas. Dalam kegiatan bisnis masa kini, pemilik perusahaan dituntut untuk mencatat transaksi bisnisnya dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis) karena dapat memberikan gambaran keuangan perusahaan dengan lebih akurat dan komprehensif. Berdasarkan hasil observasi ke SMA Negeri 2 Jakarta, Tim PKM Untar mendapati bahwa pihak sekolah memberikan pelajaran akuntansi hanya kepada peserta didik kelas XII. Oleh karena itu, Tim PKM Untar memberikan solusi dengan melakukan pelatihan dasar akrual dalam akuntansi perusahaan jasa bagi siswa/i SMAN 2 di kelas XI. Pelaksanaan pelatihan secara langsung (luring) dilakukan pada hari Rabu, 12 Maret 2025, pukul 13.00 – 15.00 WIB. Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias dengan aktif mengerjakan soal latihan serta terlibat dalam diskusi saat pembahasan materi. Dalam kegiatan pelatihan ini juga terlihat bahwa partisipasi peserta dalam mengerjakan soal latihan, menjawab kuis, dan mengisi kuesioner evaluasi dapat melatih pengembangan sikap mandiri, percaya diri, berpikir kritis, ketelitian, dan jujur. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan dan hasil kuesioner dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi siswa/i dan meningkatkan pemahaman mereka mengenai konsep dasar akrual dalam akuntansi perusahaan jasa.