cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 707 Documents
MEMBANGKITKAN BUDAYA SIAP SIAGA DARURAT MELALUI PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Bernike Burnama; Aurelia Naftali Kalengkongan; Mariani Angeline; Saula Rahmadianti K. Pertiwi; Novario Jaya Perdana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.34931

Abstract

ABSTRACT First aid is the immediate assistance given to individuals who suffer from injury or sudden illness, with the aim of saving lives, preventing the condition from worsening, and accelerating recovery. The ability to provide first aid (P3K) is a crucial basic skill in responding to emergencies. However, students’ knowledge and skills in administering first aid remain limited, resulting in suboptimal emergency responses. This community service (ABDIMAS) activity was designed and implemented to provide first aid training and introduce medicinal plants to students, specifically targeting fourth and fifth graders.The program consisted of educational sessions, hands-on practice, and planting medicinal plants. The hands-on component included treating injured peers and simulating emergency scenarios. To evaluate the success of the program, interviews were conducted with nine students using nine structured questions to assess their understanding and experiences after participating in the activity.The interview results revealed that all nine students understood the basic steps of first aid and were able to identify several types of medicinal plants along with their benefits. This activity is expected to raise students’ awareness of the importance of basic health knowledge and the simple use of natural resources. It also aims to build students’ confidence in their preparedness to respond to emergencies within the school environment.Through this educational approach, students are expected to be capable of administering first aid to themselves and their peers before professional medical help arrives, while also valuing and utilizing natural resources to support health. Additionally, the activity introduced various medicinal plants that can be used as part of natural healing efforts.   ABSTRAK Pertolongan pertama merupakan bantuan segera yang diberikan kepada seseorang yang mengalami cedera atau sakit mendadak, dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kondisi memburuk, dan mempercepat pemulihan. Kemampuan memberikan pertolongan pertama (P3K) merupakan keterampilan dasar yang penting dalam menghadapi situasi darurat. Namun, pengetahuan dan keterampilan P3K pada siswa masih terbatas, sehingga respons terhadap keadaan darurat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (ABDIMAS) ini dirancang untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama serta pengenalan tanaman obat kepada siswa kelas IV dan V. Program ini mencakup kegiatan sosialisasi, praktik langsung pertolongan pertama, serta penanaman tanaman obat. Praktik dilakukan melalui simulasi dan latihan mengobati teman yang mengalami luka ringan. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui wawancara terhadap sembilan siswa dengan sembilan pertanyaan yang dirancang untuk mengukur pemahaman dan pengalaman setelah mengikuti kegiatan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa seluruh siswa memahami langkah-langkah dasar pertolongan pertama serta dapat mengenali beberapa jenis tanaman obat beserta manfaatnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pengetahuan kesehatan dasar, mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara sederhana, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan edukatif, siswa diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama kepada diri sendiri maupun teman sebaya sebelum bantuan medis datang, serta menghargai kekayaan alam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
BUDIDAYA EMPON-EMPON BAHAN BAKU MINUMAN HERBAL PRODUKSI KELOMPOK WANITA TANI MENOER Umi Murtini Murtini; Aniek Prasetyaningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35164

Abstract

Pengabdian dilakukan bersana dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Menoer. Tempat usaha mitra terletak di Kalurahan Pgerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. KWT Menoer memiliki salah satu usaha membuat minuman herbal yang berbahan baku empon-empon. Setelah mendapatkan pendampingan, maka usaha ini meningkat penjualannya. Peningkatan penjualan menyebabkan peningkatan kebutuhan bahan baku. Pada musim kemarau KWT Menoermengalami kesulitan mendapatkan bahan baku. Bila mendapatkan bahan baku biasanya dengan harga yang lebih mahal sehingga mengurangi keuntungan yang didapat, bahkan sampai merugi. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, maka pengabdian ini berupaya memecahkan masalah desulitan mendapatkan bahan baku empon-empon. Pengabdian dilakukan dengan pendampingan selama 1 tahun. Selama pendampingan dilakukan pemberian pemahaman melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, praktek dan evaluasi terhadap setiap langkah yang telah dilakukan. Evaluasi dilakukan dengan diskusi interaktif yang dipantik oleh pengabdi. Dalam diskusi tersebut mitra antusias dan berani mengevaluasi setiap tahap yang telah dilakukan Bersama pengabdi. Dari hasil evaluasi maka dapat disimpulkan bahwa pengabdian ini memberikan hasil, mitra dapat memahami dan melakukan pemilihan bibit yang baik, membuat media tanam polybag, melakukan budidaya empon-empon menggunakan bolybag serta menanami lahan kosong (walaupun kontur miring). Selain itu mitra juga dapat menglola hasil panen empon-empon dengan tepat. Dengan demikian diharapkan mitra tida akan mengalami kesulitan bahan baku lagi di saat musim kemarau. Kata kunci: KWT Menoer, Empon-empon, Minuman Herbal, Polybag
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK BERKELANJUTAN DI THE LEARNING FARM Paranita Asnur; Aisyah Aisyah; Veronika Widi Prabawasari; Dimyati Dimyati; X Furuhito; Bima Haryadi; Azaz Pradana; Budi Santosa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35461

Abstract

The mentoring activity for developing a sustainable organic farming system at The Learning Farm (TLF) aims to document potential, identify constraints, and provide strategic recommendations to strengthen organic farming practices. The program was carried out through field surveys, direct observations, interviews, and questionnaires administered to partner farmers to gather information on cultivation practices, knowledge, and their needs. The collected data were analyzed qualitatively and descriptively as the basis for formulating mentoring strategies. Survey results show that each vegetable commodity produces an average of 10–15 kg per harvest, with some reaching up to 40 kg, harvested twice a week or approximately 97 times a year. TLF has implemented organic farming through crop rotation, multiple cropping, and intercropping with perennial plants such as robusta coffee. Fertilization is carried out using solid and liquid organic fertilizers produced independently, while irrigation utilizes river water filtered with water hyacinth. The main challenges include limited capital, nutrient-poor soil conditions, high rainfall, and high labor requirements. Nevertheless, the organic farming sector contributes more than 50% of TLF’s income, surpassing the agritourism sector. The implications of this activity emphasize that organic farming is not only environmentally friendly but also economically significant. Multidisciplinary mentoring is required to strengthen farmers’ capacity, optimize cultivation systems, and support TLF as a center for education and innovation in sustainable agriculture
PENINGKATAN EFEKTIVITAS WAKTU DAN KAPASITAS PRODUKSI JAMU TRADISIONAL DI TANJUNG DUREN GROGOL JAKARTA BARAT MELALUI PENGGUNAAN MESIN SERUT DAN SPINNER: Sobron Yamin Lubis; Silvi A; Heru Budi Kusuma; Bryan Willynata; Muhammad Calvine Ferdinand; Salma Khaula Bazla
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35488

Abstract

This community service activity aims to improve the efficiency, capacity, and product quality of the traditional herbal drink business "Sri Lestari," located in Tanjung Duren, Grogol, West Jakarta. This home-based enterprise has been producing herbal drinks from natural ingredients such as ginger, lemongrass, turmeric, and lemon, but it faces several challenges including manual production processes, low production capacity, inconsistent product quality, and poor hygiene. To address these issues, the community service team introduced two appropriate technologies (AT): an electrically powered slicing machine and a spinner machine for efficient extraction of herbal juice. The implementation method involved field observation, needs analysis, technical training, and hands-on guidance for the SME partners. The results showed significant improvements: production time was reduced from 3–4 hours to approximately 20 minutes per batch; production capacity doubled from 14–15 bottles to about 30 bottles per batch; and the consistency and cleanliness of the products increased. Additionally, the SME gained greater autonomy, having learned to operate and maintain the machines independently. In conclusion, the application of appropriate technology in this activity has effectively empowered the SME, enhanced the competitiveness of "Sri Lestari" traditional herbal products, and opened wider market opportunities, including entry into modern retail channels
IMPLEMENTASI BUSINESS MODEL CANVAS UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA KRIYA Lydiawati Soelaiman; Al Fathir Rizky Pradifa; Anisa Apriliana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35521

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menyusun strategi bisnis yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi tersebut menegaskan perlunya intervensi dari perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) sebagai kerangka strategi bisnis yang sederhana namun komprehensif. Mitra PKM adalah kelompok anak muda yang mengembangkan usaha kriya berupa kerajinan tangan rajutan, seperti bunga, gantungan kunci, dan produk hias lainnya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelatihan teori, praktik penyusunan BMC, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi sembilan blok utama dalam BMC yang relevan dengan kondisi usaha mereka, meliputi segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, kemitraan utama, dan struktur biaya. Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mitra tentang pentingnya model bisnis yang terstruktur, tetapi juga mendorong kemampuan mereka dalam mengidentifikasi peluang baru, memperbaiki kelemahan, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Kegiatan PKM ini menguatkan argumen bahwa BMC merupakan instrumen yang sederhana namun komprehensif untuk membantu pelaku usaha memahami, memetakan, dan mengembangkan model bisnis sehingga dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan.
MINI SOLAR WATER HEATER SEBAGAI PEMANAS AIR BERKELANJUTAN BAGI YAYASAN ODGJ KEMAH PEDULI SAHABAT KASIH Filian Arbiyani; Christiand; Yeremia Steven Aufey; Julianus Armanda Putra Tarigas; Hadi Sutanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35534

Abstract

In daily life, the availability of hot water is essential for supporting health, comfort, and various general activities. Hot water is produced by supplying a certain amount of thermal energy to water until it reaches a desired temperature. This energy is typically derived from sources such as gas, oil, or electricity. At the Kemah Peduli Sahabat Kasih Foundation, the availability of hot water is particularly crucial, as the facility serves individuals with mental health disorders. Basic activities such as bathing, and the preparation of food and beverages, inherently require hot water. The operational funding of the facility relies heavily on donations and social contributions. Therefore, the cost of procuring fuel to ensure the continuous supply of hot water becomes a significant concern and represents a recurring expenditure that demands special attention. To alleviate the financial burden on the foundation's management, a mini solar water heater system utilizing solar energy was designed and developed for use at the Kemah Peduli Sahabat Kasih Foundation. The system primarily consists of temperature sensors, a water storage tank, solar heat-absorbing pipes, and other supporting equipment to ensure proper circulation of hot water. The system was installed at the Kemah Peduli Sahabat Kasih Foundation building located in Cisauk, Tangerang Regency, Banten. This initiative is expected to reduce the foundation’s expenses associated with water heating. Moreover, the presence of this system is anticipated to better support the daily activities of the facility’s residents. Ultimately, the developed water heating system may serve as a model for other similar applications requiring cost-effective hot water solutions.
PEMASARAN MADU MAKIN MANIS DENGAN KEAHLIAN MEDIA SOSIAL Mei Ie; Salsabilla Ayundha Martsha Buana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35617

Abstract

W Trigona Honey MSME in North Lombok is a business engaged in the cultivation of high quality trigona honey. However, there are certainly major challenges faced, namely limitations in the utilisation of digital marketing and effective business management. Currently, sales are still limited to the local market due to a lack of skills in utilising social media and digital-based marketing strategies. In fact, the development of digital technology and the increasing number of social media users in Indonesia offer great opportunities for MSMEs to expand their market reach. The Community Service Programme (PKM) conducted by the Untar PKM Team aims to help Trigona Honey W MSMEs in improving digital marketing competencies, social media management, and understanding of sustainable entrepreneurship. This activity includes workshops that discuss online marketing strategies, the use of social media platforms such as Instagram, Facebook, and Tiktok, as well as the creation of interesting content. In addition, the training also covered market analysis, business planning, financial management, and branding strategies to improve product competitiveness. The results of this activity show that participants gained new insights as well as skills that can be implemented in their businesses. With more optimal utilisation of social media and the implementation of effective marketing strategies, W Trigona Honey MSMEs are expected to increase brand awareness, reach a wider market, and strengthen their competitiveness in the honey industry.   ABSTRAK UMKM Madu Trigona W di Lombok Utara merupakan usaha yang bergerak dalam budidaya madu trigona dengan kualitas tinggi. Namun, pastinya terdapat tantangan utama yang dihadapi yaitu keterbatasan dalam pemanfaatan pemasaran digital dan manajemen bisnis yang efektif. Saat ini, penjualan masih terbatas pada pasar lokal karena kurangnya keterampilan dalam memanfaatkan media sosial dan strategi pemasaran berbasis digital. Padahal, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia menawarkan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan Tim PKM Untar ini bertujuan untuk membantu UMKM Madu Trigona W dalam meningkatkan kompetensi digital marketing, pengelolaan media sosial, serta pemahaman tentang kewirausahaan yang berkelanjutan. Kegiatan ini meliputi workshop yang membahas strategi pemasaran online, penggunaan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Tiktok, serta pembuatan konten yang menarik. Selain itu, pelatihan juga mencakup analisis pasar, perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, dan strategi branding untuk meningkatkan daya saing produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mendapatkan wawasan baru serta keterampilan yang dapat diimplementasikan dalam bisnis mereka. Dengan pemanfaatan media sosial yang lebih optimal dan penerapan strategi pemasaran yang efektif, UMKM Madu Trigona W diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memperkuat daya saingnya di industri madu.
MEMBANGUN GENERASI PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN PEMBUATAN PRAKARYA Rika Febriyani; Laila Husna Sikumbang; Anjeli Sapanora; Juselda; Mei Ie
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35618

Abstract

Sampah adalah sebuah masalah lingkungan yang makin hari makin kompleks, hal ini dikarena aktivitas manusia dan pertumbuhan penduduk yang kian hari kian banyak. Di Indonesia, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar karena minimnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya, yang menyebabkan tercampurnya sampah organik dan anorganik. Masalah tentang pengelolaan sampah, terutama di lingkungan sekolah merupakan sebuah tantangan yang serius karena berdampak pada kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekolah. Masalah ini sangat dirasakan oleh warga SDN X Ciherang, kurangnya kesadaran siswa dalam memilah sampah serta masih rendahnya pemanfaatan barang bekas menjadi barang berguna membuat proses pengelolaan sampah lebih sulit dan mencemari lingkungan sekolah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih siswa SDN X Ciherang untuk mengelola sampah dengan baik. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi siswa untuk memilah sampah dan memanfaatkan barang bekas menjadi barang bernilai, berguna dan berharga. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi mengenai jenis-jenis sampah, praktik pemilahan sampah organik dan anorganik, pendaur ulangan botol plastik bekas menjadi pot bunga dan evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner. Subjek dalam program ini adalah 59 siswa, mencakup siswa kelas 4, 5 dan 6. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan sikap siswa-siswi SDN X Ciherang sebelum dan sesudah program dilaksanakan.
MEMBANGUN CITRA DIRI POSITIF MELALUI PEMBELAJARAN TENTANG PERSONAL BRANDING UNTUK GENERASI Z Wulan Purnama Sari; Claribel Halim; Fiona CH Bernadett
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35620

Abstract

Generation Z is known as digital natives who are deeply connected to social media and information technology. Their involvement in the digital space has influenced various aspects of life, including the process of identity and self-image formation. Unlike previous generations who developed their identities through direct, face-to-face interactions, Generation Z is more heavily influenced by what they consume and present on social media. This creates its own set of challenges, such as identity crises, social anxiety, and pressure to meet digitally constructed social standards. In response to these issues, this Community Service Program (PKM) was carried out to provide education on the importance of personal branding as a strategy to build a positive and authentic self-image. The program was implemented at SMKN 1 Cimahi through three main phases: pre-implementation (audience engagement and initial survey), implementation (material delivery and interactive discussions), and post-implementation (evaluation, documentation, and publication). The interactive counseling method was chosen to encourage active student participation in understanding and practicing the concept of personal branding. Evaluation results showed an increase in participants' understanding of the importance of building an authentic self-image, as well as heightened awareness of digital literacy. This activity not only had a positive impact on the participants but also supported the school’s role in fostering student character development and readiness to face the challenges of the digital world. Moving forward, similar activities are expected to continue, with a focus on advanced digital literacy and the productive use of social media.
PELATIHAN MEMBUAT CHART OF ACCOUNTS YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BAGI SISWA SMA PROVIDENTIA: Yanti; Selvyna Thirza; Agnes Valencia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35643

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa SMA Providentia terhadap konsep dasar Chart of Account (COA), yang menghambat proses pencatatan transaksi akuntansi. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pelatihan tentang pentingnya COA dan cara penyusunannya secara efektif melalui pendekatan teori, latihan soal, diskusi interaktif, serta kuis berbasis permainan yang menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi permasalahan hingga evaluasi hasil pelatihan. Modul pelatihan yang disusun mencakup pengertian COA, manfaatnya dalam sistem informasi akuntansi, struktur akun berdasarkan standar, serta contoh aplikatif COA dalam perusahaan jasa. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi akuntansi dasar, khususnya dalam memahami logika pencatatan transaksi keuangan melalui COA, yang pada akhirnya mendukung literasi akuntansi sejak dini dan kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.