cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 727 Documents
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI DASAR METODE PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK USAHA FUWA CHEESECAKE Terran Danendra Immanuel; Agustin Ekadjaja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.36186

Abstract

Perkembangan sektor kuliner di Indonesia semakin pesat seiring dengan meningkatnya tren konsumsi modern dan perubahan gaya hidup masyarakat. Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berinovasi dalam menciptakan produk, tetapi juga mampu mengelola biaya secara efektif guna menjaga keberlanjutan usaha. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk praktik kewirausahaan melalui usaha Fuwa Cheesecake, yang menghadirkan produk cheesecake dengan berbagai varian rasa menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan biaya produksi sebagai dasar dalam penetapan harga jual produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan cost-based pricing melalui metode markup pricing, dengan menghitung total biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada setiap varian. Perhitungan dilakukan terhadap empat varian produk, yaitu Blueberry, Strawberry, Salted Caramel, dan Chocolate Mousse, yang menunjukkan adanya perbedaan biaya produksi akibat variasi bahan dan teknik pengolahan. Fuwa Cheesecake menetapkan persentase markup sebesar 80% untuk varian Blueberry dan Strawberry yang menggunakan topping berbasis pudding Nutrijell dengan proses sederhana, serta 120% untuk varian Salted Caramel dan Chocolate Mousse yang memerlukan bahan premium serta teknik pengolahan lebih kompleks seperti karamelisasi dan pencairan cokelat. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dan tanggapan konsumen, produk dinilai memiliki kualitas rasa yang sepadan dengan harga jual yang ditetapkan, di mana cita rasa lembut dan tekstur creamy menjadi daya tarik utama yang memperkuat nilai produk. Dengan demikian, penerapan perhitungan biaya produksi yang rinci dan akurat menjadi landasan penting dalam penetapan harga jual, sehingga usaha dapat bersaing secara adil di pasar sekaligus memastikan keberlanjutan profitabilitas.
PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUANG EKSPRESI DAN HARAPAN BAGI ANGGOTA YAYASAN KASIH ANAK KANKER INDONESIA : Riris Loisa; Alvianna Rickyatdmadjaja; Christian Pelenkahu; Ribka Magdalena; Viana Patricia Ang; Yashinta Kanahaya Ratri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.36283

Abstract

Communication is a fundamental aspect of daily life, serving as a medium to express thoughts, seek solutions, and engage in self-reflection. However, children living with cancer often face challenges in maintaining communication with the outside environment due to prolonged medical treatments and their vulnerable physical condition. Initial observations revealed that their daily activities are mostly confined to the Foundation and Hospital, limiting opportunities to interact with peers and society. This situation creates a gap in social experiences compared to other children of the same age and may lead to difficulties when reintegrating into the community. To address this issue, the Community Service Team from the Faculty of Communication, Universitas Tarumanagara, implemented a program in collaboration with the Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia (Indonesian Children’s Cancer Foundation). The solution offered was the application of therapeutic communication approach, a communication process designed to support physical, mental, and emotional recovery. Activities were carefully designed to avoid exhausting the children, including self-introduction, thematic games, self-expression sessions, and sharing circles. These activities emphasized both interpersonal communication and self-talk, providing children with new experiences like those of their peers outside the Foundation. Evaluation of the program showed highly positive responses from the children, who were able to participate in almost all activities enthusiastically. The Foundation’s management also expressed appreciation for the program’s impact. This initiative aligns with SDG 3: Good. Health and well-being, as it aims to build self-confidence, provide entertainment, and create positive experiences for children whose activities are limited by their health conditions.   ABSTRAK Komunikasi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan sehari-hari yang berfungsi sebagai sarana untuk mencurahkan pikiran, mencari solusi, hingga media introspeksi diri. Namun, anak-anak yang mengalami kanker sering menghadapi masalah kurangnya komunikasi dengan lingkungan di luar proses pengobatan yang mereka jalani dalam jangka waktu relatif panjang. Berdasarkan hasil survei awal, diketahui bahwa aktivitas mereka sebagian besar terbatas pada Yayasan dan Rumah Sakit, sehingga jarang berinteraksi dengan masyarakat luas. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesenjangan pengalaman sosial dibandingkan anak-anak seusia mereka, serta dapat menimbulkan kesulitan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara menawarkan solusi melalui penerapan elemen Komunikasi Terapeutik, yaitu proses komunikasi yang berfokus pada pemulihan fisik, mental, dan emosional pasien. Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia ditetapkan sebagai mitra dalam pelaksanaan program ini. Kegiatan dirancang agar tidak menguras tenaga anak-anak, meliputi perkenalan diri, permainan tematik, sesi ekspresi diri, serta sharing circle. Seluruh aktivitas menekankan pentingnya komunikasi dengan sesama maupun komunikasi dengan diri sendiri, sehingga anak-anak memperoleh pengalaman baru yang menyerupai interaksi sosial anak-anak pada umumnya. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengikuti hampir seluruh rangkaian acara dengan baik, serta memberikan respon positif yang tercermin dari antusiasme mereka. Pengurus Yayasan juga memberikan apresiasi atas manfaat kegiatan ini. Program ini selaras dengan SDG 3: Kesehatan dan kesejahteraan yang baik, karena bertujuan membangun kepercayaan diri, menghibur, dan memberikan pengalaman positif bagi anak-anak dengan keterbatasan aktivitas akibat kondisi kesehatan mereka.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DI KOTA YOGYAKARTA Doddy Salman
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.36325

Abstract

Permasalahan sampah menjadi isu serius di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Kota Yogyakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan ini belum terselesaikan secara menyeluruh, seiring dengan terus meningkatnya volume timbulan sampah, khususnya jenis organik, yang menimbulkan tantangan besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta (2024), rata-rata produksi sampah harian mencapai sekitar 600 ton, dengan 60 persen di antaranya merupakan sampah organik. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah memperburuk kondisi tersebut, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kondisi itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme kepada warga RW 11, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, sebagai langkah konkret dalam mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Kegiatan ini memiliki kekhasan dibandingkan program sejenis karena dilaksanakan di Kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai destinasi wisata nasional namun tengah menghadapi persoalan pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui empat tahap utama: sosialisasi, pengenalan teori, praktik pembuatan eco enzyme, serta diskusi dan evaluasi. Keempat tahapan tersebut saling melengkapi, membangun kesadaran, memperkuat pemahaman, melatih keterampilan, serta memastikan keberlanjutan penerapan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan persepsi peserta bahwa sampah organik bukan lagi masalah, melainkan sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan. Antusiasme, kerja sama kelompok, dan komitmen peserta untuk menularkan pengetahuan ini mencerminkan potensi besar replikasi program di wilayah lain.
STRATEGI LITERASI DIGITAL: TRANSFORMASI PERAN DARI PENGGUNA KE KREATOR KONTEN MEDIA SOSIAL Siti Nurannisaa Parama Bekti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.36353

Abstract

Social media has become an integral part of adolescents’ lives, including junior high school students. However, many students still use social media merely as a form of entertainment, without recognizing its potential as a medium for digital literacy development, self-expression, and education. Digital literacy equips students with the ability to understand technology, build communities, enhance engagement, and create opportunities for creativity and economic participation. This community service program was designed to equip junior high school students with creative digital literacy skills, enabling to transform from users into creators through practice-based training. The implementation employed an experiential learning approach, in which students were directly involved in the planning and production of digital content. The training was conducted in a single intensive session integrating three core materials: content planning based on content pillars, basic photography techniques using smartphones, and short video production through simple mobile applications. Throughout the activity, students were encouraged to actively take on the roles of designers and creative content talents, developing themes relevant to their school environment and positive values. Through this program, students are not only trained technically, but also equipped with the knowledge to become designers and productive digital talents.The results show that 76.5% of students exhibited a shift in mindset, placing greater value on the process behind content creation and showing a greater willingness to compromise on time or energy to achieve better outcomes. The evaluation of the students' work indicates their ability to produce simple content that combines inspirational messages with well-executed visual techniques. Presentations displayed a variety of creativity, ranging from educational themes to light entertainment relevant to school life. This program can serve as a model to strengthen students' literacy, fostering a productive digital character.   ABSTRAK Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja, termasuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, sebagian siswa masih menggunakan media sosial hanya sebagai sarana hiburan tanpa memahami potensi positif sebagai media pengembangan literasi digital, ekspresi, dan edukasi. Literasi digital membantu siswa memahami cara penggunaan teknologi, membangun komunitas, meningkatkan keterlibatan, menciptakan peluang kreasi, dan ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk membekali siswa SMP dengan kemampuan literasi digital kreatif dari pengguna menjadi kreator melalui pelatihan berbasis praktik. Metode pengabdian menggunakan pendekatan experiential learning, siswa terlibat langsung dalam proses perencanaan dan produksi konten digital. Pelatihan dilakukan dalam satu kali pertemuan intensif, dengan integrasi tiga materi utama: perencanaan konten berbasis content pillar, teknik fotografi dasar menggunakan ponsel, dan pembuatan video pendek dengan aplikasi mobile sederhana. Dalam pelaksanaan kegiatan, siswa didorong untuk aktif berperan sebagai desainer dan talent kreator konten, dengan tema yang relevan dengan lingkungan sekolah dan nilai-nilai positif. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dilatih secara teknis, namun pengetahuan sebagai desainer, digital talent yang produktif. Hasil menunjukkan 76.5% memiliki perubahan pola pikir yang lebih menghargai proses di balik pembuatan konten, dan lebih siap untuk berkompromi dengan waktu atau energi demi mencapai hasil yang lebih baik. Hasil evaluasi karya yang dibuat siswa menunjukkan kemampuan memproduksi konten sederhana yang memadukan pesan inspiratif dengan teknik visual yang rapi. Presentasi memperlihatkan variasi kreativitas, mulai dari konten bertema edukasi hingga hiburan ringan yang relevan dengan kehidupan sekolah. Kegiatan dapat menjadi model guna memperkuat literasi siswa untuk memperkuat karakter digital yang produktif.
Cover Vol. 8, No. 2, Agustus 2025 Cover Vol. 8, No. 2, Agustus 2025
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol. 8, No. 2, Agustus 2025
Daftar Isi Vol. 8, No. 3, November 2025 Daftar Isi Vol. 8, No. 3, November 2025
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 8, No. 3, November 2025
Daftar Isi Vol. 8, No. 2, Agustus 2025 Daftar Isi Vol. 8, No. 2, Agustus 2025
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 8, No. 2, Agustus 2025
Cover Vol. 8, No. 3, November 2025 Cover Vol. 8, No. 3, November 2025
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol. 8, No. 3, November 2025
EFEKTIVITAS MEDIA ILUSTRASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL BARONG DAN RANGDA DALAM MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA SISWA SMA Ismanto, Adi; Hung, Jennifer; Vanesa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35882

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan keberlanjutan dari dua tahap sebelumnya yang telah menghasilkan modifikasi visualisasi karakter Barong sebagai maskot festival SMA serta produksi topeng Barong untuk mendukung penyelenggaraan festival. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada penguatan pemahaman siswa mengenai kisah filosofis Barong yang melambangkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Selama ini, keterbatasan siswa terletak pada pemahaman narasi, di mana maskot dan topeng Barong hanya dipahami sebatas simbol visual tanpa makna budaya yang menyeluruh. Kegiatan ini ilustrasi pertarungan abadi kebaikan dan kejahatan berbasis kearifan lokal sebagai media informasi budaya nusantara untuk siswa SMA ini bertujuan menghadirkan ilustrasi grafis berbasis kearifan lokal dilengkapi dengan narasi singkat sebagai sarana edukasi budaya. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan pengumpulan data literatur mengenai kisah Barong, modifikasi visual cerita, pembuatan sketsa, pemindahan ke media watercolor paper ukuran A2, pewarnaan menggunakan campuran cat air, akrilik, dan tinta, serta digitalisasi ilustrasi dengan penambahan judul dan narasi. Hasil karya berupa ilustrasi poster grafis kemudian dipresentasikan kepada siswa SMA dengan menggunakan instrumen evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Selain itu, observasi keterampilan dan angket sikap digunakan untuk mengetahui dampak kegiatan terhadap aspek sikap kebudayaan, dan rasa keterikatan terhadap identitas Nusantara. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (51% menjadi 89%), keterampilan (44% menjadi 87%), dan sikap budaya (67% menjadi 93%). Siswa tidak hanya memahami simbolisme Barong dan Rangda, tetapi juga menunjukkan rasa bangga, keterikatan budaya, dan keterlibatan dalam proses kreatif. Ilustrasi terbukti menjadi media edukasi yang efektif, komunikatif, dan relevan untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
PENGARUH STRATEGI PROMOSI DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA SANDO SAN GO Tjakrakusuma, Vincentia Evita; Vidyarto Nugroho
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.36852

Abstract

Analysis of the Impact of Promotion Strategies on the Business Revenue of Sando San Go. This analysis aims to examine how promotion strategies affect the revenue of Sando San Go, with the goal of expanding its sales network and increasing thenumber of target customers in the culinary market. Promotionstrategy is one of the most important elements in marketing a product, as it can influence consumer decisions and have adirect impact on business revenue. In today’s fully digital era,innovation plays an essential role for business owners. Aside from improving unique flavors, it's also important to attract customer interest, which in turn influences the sales and income of Sando San Go. Promotion strategies such as using social media to create and share engaging content, offering discounts in exchange for following all of the business's social media accounts, and introducing new and unique flavors thatare not yet available in the market all these approaches can help boost product sales and business income. These digital promotional strategies were applied in this Student Creativity Program (PKM) by promoting eye-catching flyers through Instagram, WhatsApp, and other social media platforms, along with using engaging captions to attract potential customers. In addition, content such as appealing product photos was also created. The results of this PKM activity helped improve and develop business skills and provided valuable lessons, including how to handle the ups and downs of running a business. Sando San Go also became more widely known and popular across Indonesia. This analysis also indicates thateffective and creative promotional efforts, even with arelatively small budget and a simple production process, can be key factors in developing and growing micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the culinary market.   ABSTRAK Analisis pengaruh strategi promosi terhadap pendapatan usaha Sando San Go bertujuan untuk memperluas jaringan penjualan serta memperbanyak target pembeli Sando San Go di pasar kuliner. Strategi promosi adalah salah satu kunci penting dalam pemasaran produk usaha yang di jual serta dapat memengaruhi keputusan konsumen dan akan berdampak pada pendapatan usaha. Dalam kondisi dunia di era yang sudah serba digital ini menambah suatu keinovasian bagi para penjual, selain meningkatkan cita rasa yang unik juga meningkatkan ketertarikan para target untuk membeli produk usaha Sando San Go yang akan mempengaruhi pendapatan usaha. Strategi promosi seperti penggunaan media sosial sebagai wadah untuk membuat serta menyebarkan konten untuk menarik para target, pemberian diskon dengan cara mengikuti semua platform media sosial usaha, promosi dengan menghadirkan cita rasa yang baru dan unik serta belum dijual di kalangan pasar mana pun yang dapat meningkatkan pendapatan suatu produk usaha. Strategi promosi digital di atas tersebut digunakan sebagai metode pelaksanaan PKM ini dengan mempromosikan flyer yang dibuat semenarik mungkin melalui Instagram, WhatsApp dan media sosial lainnya beserta kata-kata yang menarik para target pembeli Sando San Go, dan pembuatan konten seperti foto produk yang eye catching. Hasil dari melakukan kegiatan PKM ini telah mengasah serta menambah skill dalam berbisnis kemudian dapat memberi banyak pelajaran seperti mengatasi suka dan duka dalam berjualan seperti apa dan juga Sando San Go telah dikenal banyak orang secara luas dan banyak digemari di Indonesia. Analisis ini juga mengindikasikan juga bahwa promosi yang efektif serta kreatif dengan modal yang relatif kecil dan dengan proses produk yang sederhana dapat menjadi faktor kunci dalam mengembangkan, meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar kuliner.