cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 707 Documents
SOCIAL MEDIA ADVERTISING UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS RESTORAN SATE DOMBA BOY CABANG PANTAI INDAH SELATAN Tommy Setiawan Ruslim; Arvina Robert; Gloria Sara Sopakoly; Cynthia Harianti Tanuraharja; Dewi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35647

Abstract

Dewasa ini, kita dapat menyaksikan bahwa semakin banyak masyarakat yang berani membuka bisnis di sekitar kita. Hal ini tidak terlepas dengan adanya jiwa kewirausahaan yang semakin berkembang. Meningkatnya kelahiran berbagai jenis usaha rintisan, membuat persaingan diantara sesama pemilik bisnis semakin meningkat, sehingga penting bagi pemilik bisnis untuk dapat memperhatikan sisi pemasarannya. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam strategi pemasaran bisnis, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, tidak semua pelaku UMKM mampu memanfaatkan peluang ini secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di UMKM Sate Domba Boy, Cabang Pantai Indah Selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan brand awareness melalui penerapan strategi digital marketing khususnya social media advertising. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan analisis kebutuhan dan penyusunan materi pelatihan, sedangkan pada tahap pelaksanaan dilakukan penyuluhan secara luring yang membahas strategi pemasaran melalui media sosial, pembuatan konten yang menarik, serta pentingnya konsistensi dalam promosi digital. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab dan diskusi terbuka untuk mendalami permasalahan yang dihadapi mitra. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mitra terhadap pentingnya promosi digital, serta mendorong penerapan strategi pemasaran yang lebih efektif dan terstruktur. Dengan pendekatan ini, UMKM mitra diharapkan dapat memperkuat daya saing dan menjangkau lebih banyak konsumen melalui pemanfaatan media sosial.
PENDAMPINGAN PEMETAAN JARINGAN INFRASTRUKTUR DAN OPTIMALISASI TATA RUANG KAWASAN THE LEARNING FARM SEBAGAI PUSAT EDU-AGROWISATA Nurina Yasin; Lia Rosmala Schiffer; Veronika Widi Prabawasari; Haryono Putro; Agus Suparman; Wahyu Prakosa; Doddy Ari Suryanto; Didiek Pramono; Thomas Yuni Gunarto; Lilik Setiawan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35653

Abstract

Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan produktivitas dan regenerasi petani, sehingga model Edu- Agrowisata menjadi solusi strategis untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan edukasi. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan tata ruang dan infrastruktur dasar yang responsif terhadap kondisi topografi curam di kawasan The Learning Farm (TLF), Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan teknis eksperimental melalui pemetaan udara menggunakan drone DJI Mavic 2 Pro yang diolah dengan aplikasi DroneDeploy dan ArcGIS untuk menghasilkan peta Digital Elevation Model (DEM). Hasil analisis spasial menunjukkan kawasan seluas 2,4 hektar ini memiliki rentang elevasi 846 hingga 870 mdpl dengan perbedaan ketinggian ekstrem sebesar 24 meter. Kondisi morfologi tersebut diarahkan pada zonasi lahan yang menempatkan bangunan pada area stabil di dataran tinggi dan lahan pertanian pada area produktif di lereng. Infrastruktur air bersih dirancang menggunakan sistem gravitasi (Gravity-Fed System) dengan menempatkan tandon utama pada elevasi tertinggi (±868 mdpl) guna mencapai efisiensi energi dan biaya operasional. Selain itu, sistem drainase jalan diintegrasikan dengan badan air alami untuk mengendalikan limpasan air dan memitigasi risiko erosi serta banjir. Simpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi TLF menjadi pusat Edu-Agrowisata berkelanjutan didukung oleh manajemen utilitas yang menghormati karakteristik alami lahan. Perencanaan ini menjamin keseimbangan antara efisiensi operasional pertanian, konservasi lingkungan, dan kenyamanan fasilitas edukasi.  ABSTRACT Indonesia's agricultural sector faces productivity and regeneration challenges, making the Edu-Agrotourism model a strategic solution to provide economic and educational value. This study aims to develop spatial planning and basic infrastructure designs responsive to the steep topographic conditions of The Learning Farm (TLF) in Cianjur Regency. The method employed a participatory and technical experimental approach using aerial mapping via a DJI Mavic 2 Pro drone, processed with DroneDeploy and ArcGIS to generate Digital Elevation Model (DEM) maps. Spatial analysis reveals that the 2.4-hectare area has an elevation range of 846 to 870 masl with an extreme height difference of 24 meters. These morphological conditions dictate land zoning that places buildings on stable ground in the highlands and agricultural activities in productive sloped areas. Clean water infrastructure is designed as a Gravity-Fed System, positioning the main reservoir at the highest elevation (±868 masl) to achieve energy and operational cost efficiency. Furthermore, the roadside drainage system is integrated with natural water bodies to control runoff and mitigate erosion and flooding risks. The study concludes that TLF's transformation into a sustainable Edu-Agrotourism center is supported by utility management that respects the natural characteristics of the land. This planning ensures a balance between agricultural operational efficiency, environmental conservation, and the comfort of educational facilities.      
PEMANFAATAN GOOGLE FORMS DAN GOOGLE SHEETS DALAM STOCK OPNAME Henny Wirianata; Annastasha Geraldine; Cordelia Stella Chandra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35654

Abstract

Secara konvensional, stock opname dilakukan oleh perusahaan secara manual namun memiliki beberapa kelemahan. Saat ini, hasil perhitungan fisik dan data persediaan perusahaan dapat disimpan dalam jaringan internet atau clouds. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah memanfaatkan Google Forms dan Google Sheets. PT. Epic Gaya Pratama belum memiliki manajemen persediaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan pengendalian atas persediaan barang yang dibeli dan dijual. Kegiatan stock opname di perusahaan selama ini dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang lama sehingga data persediaan tidak ter-update secara tepat waktu. Tim PKM Untar membantu PT. Epic Gaya Pratama dalam memanfaatkan penggunaan Google Forms dan Google Sheets untuk stock opname. Dalam kegiatan PKM kali ini metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan melakukan studi pustaka dan observasi ke pihak mitra secara langsung dan terbuka. Kegiatan PKM dilaksanakan selama bulan April dan Mei 2025 dalam beberapa kali kunjungan ke pihak mitra, yaitu dengan mendatangi lokasi Brand Outlet atau Department Store di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta. Berdasarkan hasil observasi dan kegiatan PKM, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Google Forms dan Google Sheets dapat meningkatkan manajemen persediaan di pihak mitra. Dengan menggunakan Google Form dan Google Sheet maka jumlah persediaan pihak mitra dapat ter-update dengan lebih cepat dan tepat waktu. Pemilik perusahaan dapat memantau ketersediaan barang secara real-time karena informasi persediaan tersimpan di clouds dan dapat diakses kapanpun oleh pemilik. Pemilik pun dapat melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan.
PENINGKATAN KREATIVITAS GURU MELALUI PELATIHAN KARYA SENI PAPER QUILLING DI SDN X CIPUTAT TANGERANG SELATAN Heru Budi Kusuma; Melissa Thanos; Luisa Octania Sutanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35669

Abstract

Paper Quilling training for teachers at SDN Serua 3 Ciputat, South Tangerang, was conducted in response to the limited availability of creative learning media in elementary schools and the lack of educators with an arts background. This situation tends to make arts and crafts lessons monotonous and less able to maximize student creativity. The Paper Quilling technique—the art of rolling and shaping paper into decorative works—was chosen as an alternative solution due to its simplicity, cost-effectiveness, and effectiveness in developing creativity and fine motor skills. Key issues identified included low use of art media in the learning process, teachers' lack of understanding of Paper Quilling techniques, and limited training focused on practical skills. The training used a participatory approach, encompassing material delivery, demonstrations of basic techniques, hands-on practice, and evaluation of the work. The training results showed that the teachers were able to master basic Paper Quilling techniques and began integrating them into classroom art lessons. Furthermore, the training improved teachers' creativity, precision, and fine motor skills, which have the potential to be passed on to students. In conclusion, Paper Quilling training has proven to be an effective tool for enhancing teacher creativity and enriching art teaching methods at the elementary school level. It is recommended that this activity be followed up with further training and mentoring in implementing the training results so that its benefits can be felt sustainably and measurably.   ABSTRAK Pelatihan seni Paper Quilling untuk para guru di SDN Serua 3 Ciputat, Tangerang Selatan dilaksanakan sebagai respons terhadap keterbatasan media pembelajaran kreatif di sekolah dasar serta minimnya tenaga pendidik yang memiliki latar belakang seni. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran seni dan keterampilan cenderung monoton dan kurang mampu merangsang kreativitas siswa secara maksimal. Teknik Paper Quilling—yaitu seni menggulung dan membentuk kertas menjadi karya dekoratif—dipilih sebagai solusi alternatif karena sifatnya yang sederhana, hemat biaya, dan efektif dalam mengembangkan kreativitas serta keterampilan motorik halus. Beberapa masalah utama yang ditemukan antara lain rendahnya penggunaan media seni dalam proses belajar, kurangnya pemahaman guru terhadap teknik Paper Quilling, serta terbatasnya pelatihan yang berfokus pada keterampilan praktis. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, mencakup penyampaian materi, demonstrasi teknik dasar, praktik langsung, dan evaluasi hasil karya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para guru mampu menguasai teknik dasar Paper Quilling dan mulai mengintegrasikannya dalam pembelajaran seni di kelas. Selain itu, pelatihan ini turut meningkatkan kreativitas, ketelitian, dan keterampilan motorik halus guru, yang berpotensi ditularkan kepada siswa. Sebagai kesimpulan, pelatihan Paper Quilling terbukti menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kreativitas guru dan memperkaya metode pembelajaran seni di tingkat sekolah dasar. Disarankan agar kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan serta pendampingan dalam penerapan hasil pelatihan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan terukur.
PEMBUATAN APLIKASI PENJUALAN UNTUK TOKO TIO BAGS: Kelvin Wijaya; Teny Handhayani; Irvan Lewenusa; Agus Budi Dharmawan; Desi Arisandi; Wasino; Jeanny Pragantha
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35670

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah Indonesia memperkuat sektor ini melalui program UMKM Go Digital dan UMKM Go Global, yang mendorong para wirausahawan untuk mengadopsi teknologi digital, khususnya platform e-commerce, untuk pemasaran, transaksi, dan manajemen bisnis. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan tingginya biaya pengembangan aplikasi telah menghambat adopsi digital oleh UKM. Untuk mengatasi tantangan ini, Program Pengabdian Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk mendukung UKM dengan mengembangkan aplikasi penjualan berbasis web untuk toko Tio Bags di Jakarta. Proyek ini menerapkan metode waterfall, yang meliputi fase analisis, desain, implementasi, pengujian, deployment, dan pemeliharaan, dengan menggunakan Visual Studio Code, XAMPP, dan MySQL sebagai alat utama. Sistem ini dirancang untuk tiga jenis pengguna yaitu administrator, pemilik toko, dan pelanggan dengan fungsi untuk mengelola pesanan, penjualan, dan data produk. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan secara efektif mengotomatisasi proses pencatatan transaksi dan manajemen data. Inisiatif PKM ini berhasil mencapai tujuannya dengan menyediakan solusi teknologi informasi praktis yang meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan kontribusi akademis untuk mendukung transformasi digital UKM di Indonesia.
BANTUAN DESAIN GAPURA DENGAN IDENTITAS LOKAL PADA KELURAHAN SUKAJADI KECAMATAN TALANG KELAPA Debby Sinta Devi; Fathoni Usman; Ratih Baniva; Sumi Amariena Hamim; Marguan Fauzi; Denie Chandra; Febryandi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35673

Abstract

This community service activity was carried out in Sukajadi Village, Talang Kelapa Subdistrict, Banyuasin Regency, with the aim of designing and planning a gate that could represent the local identity of the area. As an architectural element, the gate not only functions as an entrance, but also as a symbol of culture, history, and local wisdom values of the community. The main challenge faced by Sukajadi Village is the absence of a gate that represents the local identity and cultural character of the local community. Through a participatory approach, this activity involved the community, the subdistrict government, and academics in all stages of implementation, from field surveys, interviews with community leaders, focus group discussions, inventory of local potential, to technical design using AutoCAD and SketchUp software. The result of this activity was a modern minimalist gate design with a harmonious blue and cream color composition, complete with the government and university logos as symbols of collaboration. The total planned construction budget of IDR 17,106,814.00 was prepared transparently and agreed upon by all stakeholders. Based on the satisfaction survey results, 100% of respondents expressed satisfaction with the quality of the design and the collaborative process. This activity demonstrates that community service based on participation can strengthen local identity, increase community ownership, and serve as a model for collaboration between academics and residents in sustainable development based on local wisdom.
BANTUAN PEMBUATAN PETA KELURAHAN SUKAJADI KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN Ratih Baniva; Febryandi; Debby Sinta Devi; Andre Wibowo; Sumi Amariena Hamim; Luki Sanjaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35681

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, dengan tujuan membantu pemerintah kelurahan dalam menyediakan peta wilayah yang akurat dan terkini. Kelurahan Sukajadi mengalami perkembangan pesat dalam penggunaan lahan dari sektor agraris menuju kawasan semi-perkotaan, namun belum memiliki peta yang menggambarkan kondisi tata ruang secara lengkap. Kondisi ini menyulitkan pihak kelurahan dalam, mengidentifikasi sebaran fasilitas umum. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data lapangan, pengolahan data spasial dan atribut, serta analisis dan pembuatan peta tematik serta penyerahan peta Kelurahan Sukajadi. Data diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat, sedangkan proses pemetaan dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS versi 3.40.7 Bratislava. Hasil kegiatan berupa peta digital dan peta Kelurahan Sukajadi yang dicetak dan diserahkan kepada Kelurahan Sukajadi. Pada peta menampilkan batas wilayah, jaringan jalan, sungai, permukiman, serta lokasi fasilitas umum dan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa permukiman penduduk lebih padat di bagian selatan dan barat, sedangkan fasilitas umum terpusat di area tengah kelurahan. Kelurahan Sukajadi memiliki sejumlah fasilitas penting, meliputi 8 masjid, 3 sekolah dasar, 1 sekolah menengah atas, 2 kantor pemerintahan, empang, 2 industri batu bata dan permukiman penduduk. Dari penyerahan peta Kelurahan Sukajadi diharapkan dapat memberikan informasi atau alat bantu dalam pengelolaan tata ruang.
PELATIHAN JURNAL UMUM DAN BUKU BESAR PERUSAHAAN JASA Henny Henny; Julio Cruise; Devilia Tanuwijaya; Belicia Rafaela Iskandar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35909

Abstract

Financial literacy is an essential competence that supports individuals in adapting to rapidly changing economic conditions. However, a considerable number of high school students still struggle to comprehend accounting practices conceptually and practically, particularly in recording financial transactions within service-based businesses. In response to this issue, a community service program was initiated by a team from Universitas Tarumanagara to strengthen students’ understanding of general journal preparation and the posting of balances to the general ledger. The program implemented a participatory education approach, supported by interactive group discussions that encouraged students to actively engage in case-based simulations and guided practice. Learning materials were presented through visual modules and structured exercises tailored to the literacy level of the participants, enabling them to construct knowledge through practical experience. To measure learning outcomes, pre-test and post-test assessments were administered as indicators of improvement in conceptual comprehension and procedural accuracy. The results revealed noticeable progress among most students, reflected in increased scores and improved precision in recording, classifying, and transferring account balances. In addition, students demonstrated a more positive attitude toward financial transparency and accuracy. Overall, this activity successfully enhanced practical accounting literacy among participants while serving as a concrete implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the area of community service. The outcomes of this program highlight the importance of integrating interactive learning strategies to bridge the gap between theoretical instruction and real-world application, preparing students for academic progression as well as future employment challenges.   ABSTRAK Literasi keuangan merupakan kemampuan penting yang dibutuhkan individu untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi yang kompetitif. Namun demikian, masih banyak siswa sekolah menengah yang mengalami kesulitan dalam memahami proses akuntansi secara praktis, khususnya terkait pencatatan transaksi pada perusahaan jasa. Menyikapi kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penyusunan jurnal umum serta proses pemindahan saldo akun pada buku besar. Pelatihan ini menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif yang dikombinasikan dengan diskusi kelompok interaktif, sehingga peserta dapat terlibat langsung melalui simulasi kasus dan latihan pencatatan. Materi pembelajaran disusun secara aplikatif melalui modul visual dan contoh transaksi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Untuk melihat efektivitas pembelajaran, diberikan tes awal dan tes akhir sebagai indikator peningkatan pengetahuan konseptual dan kemampuan praktik penjurnalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan ketelitian dalam mencatat transaksi, menggolongkan akun, serta memindahkan saldo ke buku besar secara sistematis. Selain itu, peserta juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penerapan transparansi dan akurasi keuangan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat literasi keuangan praktis pada siswa serta menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran interaktif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, mempersiapkan siswa untuk kemajuan akademis serta tantangan pekerjaan di masa depan.
PEMBELAJARAN DIGITAL STORYTELLING DALAM KONTEN MEDIA SOSIAL UNTUK GENERASI MUDA Lydia Irena; Eldiani Febyola; Michelle Augustine; Alexandra Carolina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35954

Abstract

Indonesian teenagers currently dominate internet and social media users, with penetration rates nearly equal: 97.17% in the 19–34 age group and 99.16% in the 13–18 age group. The most frequently accessed apps include Tiktok, YouTube, Whatsapp, Instagram, and Facebook, with Tiktok leading the way in terms of monthly usage duration. Social media now serves not only as a means of communication but also as a Platform for self-expression, entertainment, and a space for creating economic opportunities. The development of social media has made the younger generation both users and producers of digital content. However, many of them do not yet understand the importance of storytelling in creating inspiring, educational, and character-building content. As a result, the content produced is often instantaneous, shallow, and even has the potential to have negative impacts. Various studies confirm that the application of digital storytelling can improve message quality, deepen communication meaning, build a positive image of the younger generation, and strengthen digital literacy. Through the integration of text, audio, visuals, and video, digital storytelling has been shown to foster learning motivation, collaboration skills, and critical and creative thinking skills. Furthermore, authentic narratives that are close to the audience's experiences strengthen trust, create emotional bonds, and help teenagers explore their identity. At the same time, SMA Santa Maria 1 Cirebon's partner also experienced limited technical skills in content production with digital storytelling and expert guidance. Therefore, the solution offered is a Student Creativity Program (PKM) titled "Digital Storytelling Learning in Social Media Content for the Younger Generation," which aligns with Tarumanagara University's PKM roadmap, namely "Building Public Awareness Towards an Information Society." The PKM was conducted through seminars and Workshops on social media content creation, emphasizing the concept of digital storytelling. The results of the activity indicate that senior high school students were able to understand the fundamental concepts of digital storytelling effectively when the learning process was delivered in an interactive and application-oriented manner. Students recognized that storytelling enhances the appeal of content. This activity also contributed to the improvement of students’ media literacy and their readiness to engage with the digitally driven creative economy.   ABSTRAK Remaja Indonesia saat ini menempati posisi sebagai pengguna internet dan media sosial paling dominan, dengan tingkat penetrasi hampir merata, yakni 97,17% pada kelompok usia 19–34 tahun dan 99,16% pada kelompok usia 13–18 tahun. Aplikasi yang paling banyak diakses meliputi Tiktok, YouTube, Whatsapp, Instagram, dan Facebook, dengan Tiktok menempati urutan pertama dari sisi durasi penggunaan bulanan. Media sosial kini berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan juga wadah ekspresi diri, hiburan, sekaligus ruang penciptaan peluang ekonomi. Perkembangan media sosial telah menjadikan generasi muda sebagai pengguna sekaligus produsen konten digital. Namun, banyak di antara mereka yang belum memahami pentingnya narasi (storytelling) dalam membangun konten yang inspiratif, edukatif, dan berkarakter. Akibatnya, konten yang diproduksi sering bersifat instan, dangkal, bahkan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Berbagai studi menegaskan bahwa penerapan digital storytelling mampu meningkatkan kualitas pesan, memperdalam makna komunikasi, membangun citra positif generasi muda, serta memperkuat literasi digital. Melalui integrasi teks, audio, visual, dan video, digital storytelling terbukti menumbuhkan motivasi belajar, kemampuan kolaborasi, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Lebih jauh, narasi yang autentik dan dekat dengan pengalaman audiens memperkuat kepercayaan, menciptakan ikatan emosional, sekaligus membantu remaja mengeksplorasi identitas diri. Bersamaan dengan itu, mitra SMA Santa Maria 1 Cirebon juga mengalami keterbatasan keterampilan teknis produksi konten dengan digital storytelling dan pendampingan ahli. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah PKM bertajuk “Pembelajaran Digital Storytelling dalam Konten Media Sosial untuk Generasi Muda,” yang sejalan dengan dengan roadmap PKM Universitas Tarumanagara, yaitu "Membangun Kesadaran Publik Menuju Masyarakat Informasi". PKM dilakukan dengan metode seminar dan Workshop pembuatan konten media sosial dengan mengedepankan konsep digital storytelling. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa SMA mampu memahami konsep dasar digital storytelling dengan baik ketika pembelajaran dikemas secara interaktif dan aplikatif. Siswa memahami bahwa storytelling memperkuat daya tarik konten. Kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan literasi media dan kesiapan siswa menghadapi era ekonomi kreatif berbasis digital.
PELATIHAN LITERASI MEDIA DAN KEUANGAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SD NEGERI DI TIGARAKSA BANTEN Lisa Esti Puji Hartanti; Rosdiana Sijabat; Paskalia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35958

Abstract

Significant advancements in technology have necessitated that the educational sector perpetually enhance its competencies, particularly among teaching professionals. Teachers are regarded as role models for students and are expected to develop their competencies in the digital domain. Digital literacy is defined as the ability to use digital technologies to access information, communicate, and solve problems. The necessary skills include the use of computers or digital device and the internet, as well as the participation in online communication. To enhance digital literacy, a collaborative effort has been initiated by a team of lecturers and students from the Faculty of Business and Communication Sciences, Atma Jaya Catholic University of Indonesia. This initiative involves the provision of training on digital literacy to 38 teachers at public elementary schools in Tigaraksa, Banten. The digital literacy training component of the activities encompasses both media literacy and digital financial literacy. The digital media literacy training encompasses education on the subject of fake news, the process of fact-checking, and the practice of critical reading. The digital financial literacy training programme encompasses the fundamental principles of the subject, the various categories of digital financial crime, and the methodologies employed to anticipate such criminal activities. The PKM method is implemented by providing materials, facilitating discussions, and organising practice sessions, in addition to conducting surveys before and after the training period. The activity encompasses the stages of preparation, implementation, support, monitoring, and evaluation. The outcome of this activity is that participants have expanded their knowledge of digital media and finance literacy, especially those with large knowledge gaps regarding fact-checking platforms (M = -1.69) and ways to combat digital financial crime (M = -1.51). Furthermore, recommendations for the future of the programs include the expansion of topics where there are significant gaps and the implementation of regular, continuous training. This pedagogical approach is designed to facilitate the acquisition of knowledge and the reception of guidance by the participants. It is hoped that participants will apply the knowledge they have acquired and that there will be room for discussion as a form of monitoring.   ABSTRAK Perkembangan teknologi yang masif, membuat dunia pendidikan perlu untuk terus meningkatkan kemampuan, khususnya bagi pengajar atau guru. Guru sebagai role model peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi diri dalam dunia digital. Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah. Keterampilan yang perlu dimiliki adalah menggunakan komputer atau perangkat digital, internet, dan berpartisipasi dalam komunikasi online. Maka, untuk meningkatkan kemampuan literasi digital, tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya memberikan edukasi berupa pelatihan literasi digital kepada 38 Guru Sekolah Dasar Negeri di Tigaraksa, Banten. Edukasi literasi digital yang diberikan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah literasi media dan keuangan digital. Pelatihan literasi media digital meliputi, pengetahuan tentang hoaks, cek facta, dan membaca kritis. Pelatihan literasi keuangan digital meliputi, pengetahuan dasar, jenis kejahatan keuangan digital dan cara mengantisipasinya. Metode pelaksanaan PKM dengan memberikan materi, diskusi, praktik, serta memberikan survei sebelum dan setelah pelatihan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari PKM ini adalah para peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait literasi media dan keuangan digital, khususnya yang memiliki gap besar adalah platform cek fakta (M = -1,69) dan cara mengatasi kejahatan keuangan digital (M = -1,51). Lalu, saran untuk PKM selanjutnya dapat memperdalam topik tersebut, serta, melaksanakan pelatihan tidak hanya dalam satu waktu, tetapi berjangka dan berkelanjutan. Sehingga, peserta mendapatkan pengetahuan dan juga pemantauan. Maka, harapannya peserta menerapkan pengetahuan yang didapat dan ada ruang untuk diskusi sebagai bentuk monitoring.