Jurnal Anala
Jurnal Anala is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Engineering at Dwijendra University, Denpasar, Bali, Indonesia (P-ISSN: 1907-5286; E-ISSN: 2722-5682). The aim of the journal is to publish original and high-quality articles in the field of architecture, landscape architecture, interior design, building science, building construction, civil engineering and the built environment. Jurnal Anala is published twice a year, in February and September. We accept original articles that have not been previously published elsewhere and are not currently under review for publication.
Articles
141 Documents
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA BUDUK KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
I Wayan Putra Irawan;
Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg.
Jurnal Anala Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.9.2.1159.46-54
Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat maupun cair. Pesatnya perkembangan penduduk, menyebabkan jumlah sampah hasil aktivitas penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat khususnya di Desa Buduk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Permasalahan dari penelitian ini adalah proses pengolahaan sampah di Desa Buduk mulai dengan pewadahan yang tidak tersedia, pengumpulan, pemindahan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan akhir yang dilakukan belum sesuai mekanisme. Tujuan dari penilitian adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pengolahan sampah yang ada di Desa Buduk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Teknik penelitian yang dilakukan dengan cara survei lapangan, focus group discussion yang melibatkan partisipan, wawancara terbuka, dan studi literatur. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perbekel Buduk, Ketua BUMDes Buduk Mitra Winangun dan yang terkait di desa. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan sampah di Desa tersebut masih kurang baik hal ini dikarenakan tidak adanya lahan untuk pengelolaaan sampah, fasilitas sarana dan prasarana yang masih belum memadai, dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Saran yang bisa diberikan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar, jadwal rutin gotong royong bersih desa dan memasukkan anggaran untuk pembangunan yang akan digunakan untuk tempat pengelolaan sampah.
FITUR DESAIN PADA APLIKASI ZOOM SEBAGAI PENDUKUNG KONSULTAN ARSITEKTUR DI ERA PANDEMI
Ni Kadek Yuni Utami;
Nyoman Gema Endra Persada
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.10.1.1195.1-8
Since 2020, the Covid-19 pandemic has made “work from home” regulation implemented in almost all Indonesian companies to prevent the transmission of the virus among workers. Companies including architectural consultants then use online video conference applications such as Zoom to support coordination in work in the pandemic era. Architectural consultants used into conventional methods such as direct discussions, sketches, or drawing discussion with printed documents are then required to adapt to online media. The purpose of this study is to determine the design features of the Zoom application that are able to support the productivity of architectural consulting firms. This research provides information for architecture consultants to find out the types of design features can be used during online conferences. The method in this study is a descriptive qualitative, where the researcher observes the use of the Zoom on an architectural consultant and analyzes its suitability with the needs of an architectural consultant. This research shows that design features in the Zoom application such as screen share, whiteboard and file sharing are effective to help architectural consulting firms work in the pandemic era.
KAJIAN PENERAPAN BRAND IDENTITY PADA ELEMEN DESAIN INTERIOR NOOK RESTAURANT – SEMINYAK
I Gusti Ayu Canny Utami;
Ni Wayan Ardiarani Utami
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.10.1.1196.9-15
Brand identity sebuah restaurant merupakan faktor penting yang mempengaruhi pilihan pengunjung. Perubahan gaya hidup dan cara menikmati restaurant saat ini mengakibatkan rasa makanan bukan lagi sebuah indentitas utama yang menjadi bahan pertimbangan, melainkan keseluruhan experience yang dialami panca indra selama berada di restaurant. Hal tersebut mengakibatkan semakin pesatnya pertumbuhan tematik restaurant di Seminyak yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Penelitian ini mengkaji aplikasi penerapan konsep brand identity pada elemen desain interior Nook Restaurant – Seminyak. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui analisis indikator pembentuk brand identity dan elemen desain interior. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan kajian teori. Brand identity secara fisik dan psikologis pada elemen desain interior Nook Restaurant secara efektif diterapkan secara tangible dan intangible. Secara tangible penerapan brand identity pada elemen design interior tampak pada penggunaan warna brand, bentuk furniture dan aksesoris, pemilihan texture dan material. Secara intangible, konsep natural dan nuansa ruang alami dikuatkan dengan penataan system pencahayaan dan penghawaan yang baik. Dapat disimpulkan bahwa implementasi konsep brand identity yang tepat pada elemen desain interior Nook Restaurant mampu meningkatkan brand image dan velue restaurant. Kata Kunci: Brand Identity, Elemen Desain, Interior, Restaurant
PENDEKATAN KONTEKSTUAL PESISIR PANTAI DALAN RANCANGAN ARSITEKTURAL BEACH CLUB DI PANTAI BALANGAN, BALI
I Kadek Merta Wijaya
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.10.1.1215.38-47
Beach club menjadi fasilitas wisata yang digandrungi oleh para wisatawan yang menginginkan untuk menghabiskan waktu sepanjang hari dipinggir pantai dengan berkumpul, bercengkrama, menari mengikuti alunan music, berjemur, dan menikmati miniman dan makanan. Karakter kegiatannya membutuhkan ruang terbuka dan semi terbuka untuk menikmati pesona pantai seperti teriknya matahari, deburan ombak, maupun sunset. Kondisi tersebut memerlukan rancangan fasilitas untuk mewadahi kegiatan dan juga merespons kontekstual pesisir pantai yang memiliki cuaca yang panas dan kering. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan konsep skematik rancangan beach club yang merespons kontekstual pesisir pantai. Lokus kajian berada di Pantai Balangan sebagai salah satu pantai di Bali yang memiliki pasir putih dan bertebing, memiliki hamparan laut yang biru serta keindahan sunset. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) melalui tahapan kajian terhadap karakter aktifitas dan fungsi beach club serta kondisi eksisting Pantai Balangan. Selanjutnya merumuskan konsep rancangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kontekstual Pantai Balangan. Penelitian ini menghasilkan skematik desain bentuk, material, dan sistem struktur bangunan yang mampu merespon kondisi kontekstual pantai yaitu tekanan angin, iklim panas dan kering serta aspek korosi di daerah pantai.
DESAIN PARKIR GEDUNG KULIAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Hardi Saputra Simbolon;
Petrisly Perkasa, ST., MT;
Ni Putu Diah Agustin Permanasuri, ST., M.Ars
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.10.1.1216.16-27
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan adalah salah satu program studi yang ada di Universitas Palangka Raya. Gedung Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Palangka Raya terletak di jalan B.kotin dan merupakan salah satu bangunan dengan konsep minimalis yang terhitung baru dan masih kurang sarana prasarana pendukung. Salah satu prasana yang masih kurang adalah fasilitas parkir kampus. Fasilitas parkir di kampus memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan warga kampus khususnya untuk mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi akibat dari tingginya tingkat mobiltas. Semakin banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan ke kampus, keberadaaan tempat parkir menjadi hal yang sangat penting. Fasilitas parkir pada dasarnya adalah lokasi yang ditentukan sebagai tempat pemberhentian kendaraan yang tidak bersifat sementara untuk melakukan kegiatan pada suatu kurun waktu 2021)(Dinas Perhubungan, 1996). Permasalahan parkir di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan sebagai berikut : posisi parkir kendaraan mahasiswa yang tidak teratur seperti memarkirkan kendaraan nya di bawah pohon, persis di depan gedung kuliah dan ditempat-tempat lainya yang seharusnya bukan tempat parkir, dan juga sekarang letak Jurusan Pendidikan Teknologi Kejuruan yaitu berada di Gedung Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, maka mahasiswa/dosen yang datang dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin untuk urusan di Jurusan bahkan tamu kampus akan menjadi tambahan pengguna kendaraan yang akan parkir di halaman kampus Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah desain yang mendesainkan layout parkir untuk memenuhi kriteria kampus yang tertata rapi(Sachari, 2000) Dalam melaksanakan perencanaan desain parkir, peneliti menggunakan perangkat lunak AutoCAD , SketchUp dan Lumion, untuk mempermudah perancangan parkir. Parkir didesain menggunakan konsep mendesainkan layout parkir sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, serta tamu kampus . Desain parkir menggunakan konsep pendekatan Arsitektur Dayak, serta mengandung kearifan lokal suku suku dayak, kearifan lokal tanah gambut, pohon dan tanaman endemik Kalimantan Tengah. Pola parkir yang digunakan ialah tegak lurus dengan kapasitas 149 orang/pengguna ( 96 unit motor dan 53 unit mobil serta memakai asumsi jika 1 orang/pengguna membawa kendaraannya masing-masing), dengan persentase mencapai angka 75%.
ARSITEKTUR LINGKUNGAN PADA RUMAH ADAT BALE GAJAH TUMPANG SALU DI DESA SIDATAPA
I Gede Mudita;
Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg.;
Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja, S.T., M.T.;
Frysa Wiriantari, S.T., M.T
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.10.1.1217.28-37
Desain arsitektur yang baik adalah desain yang dapat menyesuaikan dengan lingkungan di sekitarnya. Hal ini sangat terlihat pada bangunan Rumah Adat Bale Gajah Tumpang Salu di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa Sidatapa merupakan salah satu Desa Bali Aga yang ada di Bali. Bale Gajah Tumpang Salu adalah bangunan Tradisional Bali Aga yang sangat unik yaitu seluruh bagian ruang dalam satu bangunan dapat menampung aktifitas penghuni dalam berkehidupan sosial, ekonomi, spiritual, budaya, dan keamanan. Hal ini berbeda dengan konsep tata ruang bangunan tradisional Bali pada umumnya, yang terdiri dari banyak massa yang mengacu pada aturan Asta Kosala – Kosali. Bangunan Bale Gajah Tumpang Salu pada saat ini keberadaannya sudah sangat langka, sebagian besar sudah digantikan dengan bangunan rumah tinggal biasa yang lebih modern. Hal ini menjadi ancaman bagi kelestarian rumah adat asli Bali Aga di Desa Sidatapa.
SEJARAH DAN MAKNA MENJANGAN SELUANGAN
warel alit sabudi;
Dr. Ir. PG. Ery Suardana, M.Erg.;
Desak MD Sukma Widiyani, S.T, M.T.;
Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari, S.T., M.Ars.
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.10.1.1218.48-53
Bali merupakan mayoritas pemeluk Agama Hindu dimana pada jaman dahulu Hindu tidak terlepas dari kedatangan Majapahit dengan membawa pengaruh tatanan arsitektur, yaitu tatanan Kayangan Tiga dan Sanggah Pamerajan. Sanggah Pamerajan Memiliki beberapa pelinggih, salah satunya pelinggih menjangan seluang yang memiliki keunikan memiliki kepala menjangan (rusa) yang jarang masyarakat pahami makna dari Pelinggih Menjangan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, sebagai acuan riset yang memanfaatkan data berupa kata-kata tulis atau lisan dan wawancara dengan beberapa orang yang memiliki pelinggih menjangan seluang , serta studi literatur berupa buku ataupun internet sehingga data yang terkumpul akan dilakukan analisis untuk menperoleh kesimpulan yang dapat menjawab permasalahan yang ditemukan penulis. Tujuan dari penelitian adalah membahas tentang sejarah dan makna pada pelinggih menjangan seluang dengan tujuan agar masyarakat dapat memahami sejarah pelinggih menjangan seluang
PERAN ARSITEKTUR DALAM PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL ANYAR SARI PASCA KEBAKARAN DI ERA PASAR MODERN
arfendi Hambabandju;
Bayu Pratama;
Arliansyah Pratama;
Frysa Wiriantari
Jurnal Anala Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.11.1.1395.1-8
Resiliensi merupakan bentukan yang lebih baru dan kompleks dari kata keberlanjutan dimana resiliensi menekankan tidak hanya pada kontinuitas, namun juga kemampuan arsitektur tersebut untuk kembali bangkit setelah menghadapi gangguan yang merusak. Perkembangan pasar modern yang dimonopoli swasta tumbuh subur hampir diseluruh wilayah Indonesia. Pertumbuhannya yang begitu masif nyaris melumpuhkan eksistensi pasar tradisional tempat bergantung hidup kebanyakan masyarakat kelas bawah. Kondisi pasar tradisional yang bertolak belakang dengan pasar modern baik fisik maupun manajemennya adalah salah satu faktor penyebab ketertinggalannya. Namun perbaikan fisik saja seperti yang dilakukan pemerintah melalui progam revitalisasi pasar dirasa kurang berdampak signifikan. Maka diperlukan konsep baru untuk meningkatkan daya saingnya, dalam hal ini ada pasar wisata. Pengembangan pasar tradisional Anyar Sari menjadi destinasi wisata kreatif diharap mampu meningkatkan daya saing yang nantinya tidak hanya menyasar masyarakat lokal namun juga wisatawan dari luar daerah. Penerapan arsitektur tropis pada bangunan serta bentuk yang modern minimalis namun tidak meninggalkan unsur tradisi yang merupakan ciri khasnya akan menambah daya tarik pasar ini. Konsep wisata kreatif juga akan meningkatkan kualitas pengunjung pasar yang semula hanya sekedar buying product menjadi buying experince dan wawasan,. Serta melalui konsep ini pula diharapkan mampu menaikkan perekonomian masyarakat lokal melalui track-track wisata lanjutan ke daerah penghasil komoditasnya yang dimulai dari pasar Anyar Sari. Resilience is a newer and more complex form of the word sustainability where resilience emphasizes not only continuity, but also the ability of the architecture to bounce back after facing destructive disturbances. The development of the modern market monopolized private sectors, has flourished in most areas of Indonesia. It grows massively and almost takes over the existence of traditional markets where is filled most of the small medium entrepreneurs or traders. The contrast distinction in physical and management between the traditional and modern markets, are one of the factors creating the gap. However, physical improvements of market buildings done by the government through revitalization program have yet to create significant impact. Then a new strategy is needed to increase the competitiveness and decrease the gap, in this case there is a tourist market. The development of the traditional Anyar Sari market to be a creative tourist destination for local and foreign tourists are expected to increase competitiveness. Applying tropical architecture, minimalist or modern style, and considering the elements of tradition can create attractiveness of this market building. And moreover, the concept of creative tourism can add value and the quality of tourism destination for end-users not only to buy tourism product but also the experience. Through this new development of the iconic market along with creating other tourism spots and tracks inside the region can raise the economy of the local community.
KONSEP PERANCANGAN PASAR WAE KESAMBI SEBAGAI PASAR TRADISIONAL MODERN
ceminta wawan
Jurnal Anala Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.11.1.1398.9-18
Kawasan Pasar wae kesambi adalah salah satu pasar tradisional di labuan bajo kabupaten manggarai barat. Kawasan pasar ini terletak di bagian Timur kota labuan bajo. Pasar wae kesambi merupakan tempat jual beli barang ataupun jasa. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana Konsep Perancangan pasar wae kesambi di Kabupaten manggarai barat. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuisioner serta data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen, peraturan-peraturan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Sedangkan metode analisa yaitu deskriptif, pengelompokan data, analisis dan sintesis hingga menemukan solusi dari masalah yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, Konsep perancangan pasar wae kesambi membantu peneliti memberikan arahan konsep perancangan pasar wae kesambi menjadi lebih baik. Hasil analisa menunjukan bahwa konsep perancangan pasar wae kesambi meliputi tapak kawasan pasar. The Wae Kesambi Market area is one of the traditional markets in Labuan Bajo, West Manggarai Regency. This market area is located in the eastern part of the city of Labuan Bajo. Pasar Wae Kesambi is a place for buying and selling goods or services. The formulation of the problem in this paper is how is the design concept of the Wae Kesambi market in West Manggarai Regency. Methods of data collection using observation, interviews, questionnaires and secondary data obtained from documents, regulations relating to the problem to be studied. The analytical method used is descriptive analysis method, data grouping, analysis and synthesis to find solutions to existing problems. Based on the results of the research, the concept of designing the wae kesambi market helps researchers provide direction for the design concept of the wae kesambi market to be better. The results of the analysis show that the design concept for the Wae Kesambi market includes the market area footprint.
DAMPAK ARSITEKTUR TERHADAP IKLIM YANG MEMPENGARUHI KEAWETAN BAHAN BANGUNAN DI DAERAH ASAH GOBLEG DI KABUPATEN BULELENG
Chrestofer William Daniel;
Benediktus Dairo Bio;
I Wayan Gunarta
Jurnal Anala Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46650/anala.11.1.1399.19-28
Arsitektur bangunan yang menyesuaikan diri dengan alam dan iklim sangat banyak dijumpai di permukaan bumi yang tersebar di berbagai wilayah pembagian iklim. Bangunan tersebut masih tetap eksis atau bertahan hingga sekarang atau terjaga sustainabilitasnya. Salah satu indikator keberhasilan bangunan dalam menjaga keberadaannya adalah pemakaian energi yang efisien atau hemat. Masalah penelitian adalah bagaimana dan dampak apa saja yang di pengaruh iklim terhadap bangunan pada daerah Asah Gobleg di Kab. Buleleng serta bahan bangunan apa saja yang sesuai dengan iklim pada daerah Asah Gobleg di Kab. Buleleng? Metode yang digunakan adalah metode survey, interview dan studi literatur. Hasil penelitian: Desa Gobleg berada di daerah ketinggian yang berhawa dingin, sehingga bangunan di Desa Gobleg sebagian besar menggunakan atap seng dan bangunan tidak terlalu tinggi, karena difungsikan untuk menampung hawa panas yang di sebabkan oleh sinar matahari yang memantuk ke atap seng. Semua pengaruh alam baik itu iklim, radiasi matahari, kelembaban dan curah hujan adalah hal yang tidak biasa dihindari dalam dunia arsitektur hal ini akan terus terjadi namun semua ini bisa diantisipasi dengan lebih mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Building architecture that adapts to nature and climate is very much found on the surface of the earth which is scattered in various climatic division areas. The building still exists or survives today or is maintained its sustainability. One of the indicators of the success of buildings in maintaining their existence is the efficient or efficient use of energy. The research problem is b agaimana and what impacts are influenced by climate on buildings in the Asah Gobleg area in Buleleng Regency and whatbuildings are suitable for the climate in the Asah Gobleg area in Buleleng Regency? The methods used are surveys, interviews and literature studies. Research results: Gobleg Village is located in a cold altitude area, so the buildings in Gobleg Village are large in part using zinc roofs and buildings are not too high, because they are functioned to accommodate the heat caused by sunlight yang squeezing onto the zinc roof. All natural influences be it climate, solar radiation, humidity and rainfall are unusual things to avoid in the architectural world this will continue to happen but all this can be anticipated by knowing more about the causes and how to overcome them.