cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Contact Email
jurnalanala@gmail.com
Phone
+6285738776698
Journal Mail Official
jurnalanala@undwi.ac.id
Editorial Address
JALAN KAMBOJA NO 17, DENPASAR - BALI
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Anala
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19075286     EISSN : 27225682     DOI : 10.46650
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Anala is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Engineering at Dwijendra University, Denpasar, Bali, Indonesia (P-ISSN: 1907-5286; E-ISSN: 2722-5682). The aim of the journal is to publish original and high-quality articles in the field of architecture, landscape architecture, interior design, building science, building construction, civil engineering and the built environment. Jurnal Anala is published twice a year, in February and September. We accept original articles that have not been previously published elsewhere and are not currently under review for publication.
Articles 141 Documents
Penataan Kawasan Wisata Pantai Berbasis Komunitas Nelayan di Pantai Bintang Kabupaten Lombok Utara Pascaghana Jayatri; Zaedar Gazalba, ST., MT.; Giska Ayu Pradana Putri Kamase, ST.; Fauza Hastati, ST., MT.; Aldhi Nugraha Anantama, S. Arch., M.Arch.
Jurnal Anala Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.11.2.1457.1-12

Abstract

The arrangement of coastal areas as tourist attractions in Medana Village, Tanjung subdistrict, North Lombok Regency has been massively developed in line with the economic revival of North Lombok after the devastating earthquake in 2018 and Covid-19 in 2020. Bintang Beach is one of the tourist destinations. Local mainstays along the Medane coastal area with infrastructure built in 2016 were also affected by the earthquake, it is necessary to reorganize the area so that it becomes vital again and can be integrated with the coastal area to the north and fishermen's settlements to the south. The problems studied in this research are direction and concept of structuring coastal areas based on fishing communities, as well as the design of structuring models that can be applied as a basic reference for restructuring areas in future development. The method used is Qualitative Descriptive with primary data collection techniques using direct site surveys, and secondary data in the form of related policy references. Analysis is carried out by exploring the potential of the area through a tourism component approach, and SWOT analysis to project facility needs and tourism sustainability strategies. The concept results obtained were 8 regional planning concepts. The model design a regional master plan with a fishing community-based approach.
Pendampingan Masyarakat Dalam Perancangan Pasar Di Desa Pejeng Kaja Sebagai Penunjang Desa Wisata Pande Putu Dwi Novigga Artha; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Anala Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.11.2.1458.40-50

Abstract

Desa Pejeng Kaja terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar merupakan sebuah desa yang kaya akan potensi alam dan peninggalan cagar budaya. Melihat bagaimana potensi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali, dan adanya kebijakan pembangunan pariwisata berbasis desa, Desa Pejeng Kaja melalui pemerintahan desa berupaya mengarahkan pengembangan desa menjadi sebuah destinasi wisata dengan mengembangkan titik-titik potensi wisata alam & budaya yang ada di wilayah Desa. Berdasarkan hasil analisis studi kelayakan tahun 2022 desa Pejeng Kaja memiliki 9 subak dan banyak pura cagar budaya. Sehingga dalam perancangan masterplan terdapat beberapa fasilitas yang diusulkan antara lain jalan tani, pengembangan pura dan revitalisasi pasar. Berdasarkan urgensi pengadaan maka dipilihlah pengadaan pasar menjadi fokus pengabdian tahun 2023. Pasar merupakan tempat berputarnya roda ekonomi, standar kesejahteraan dan sekaligus menjadi identitas kawasan. Revitalisasi pasar Desa Pejeng Kaja akan mejadi pasar masyarakat sekaligus pasar kerajinan dan oleh oleh sehinga diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dengan pengelolaan menjadi bagian dari Bundes. Luaran dari pengabdian ini adalah gamabr konsep Pasar di Desa Pejeng Kaja dan Penyuluhan terkiat Strategi Perningkatan Ekonomi Pelaku UMKM melalui Pembukaan Pasar Rakyat. Tujuan dari pengabdian ini selain memberikan fasilitas juga memberikan edukasi terkait pengembangan desa menjadi desa wisata yang mandiri
PUSAT PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KESENIAN TRADISIONAL LOMBOK DI PRAYA Ari Hidayat; Made Mariada Rijasa; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
Jurnal Anala Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1474.1-13

Abstract

Secara umum, kebudayaan NTB terdiri dari tiga suku asli utama, yakni suku sasak di Lombok, suku Mbojo di Bima dan Dompu, suku Samawa di Sumbawa. Kebudayaan suku sasak di Lombok mengalami penurunan minat generasi muda untuk menekuni kesenian tradisional. Untuk menyokong pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional maka dibutuhkan gedung Pusat Pelestarian dan Pengembangan Kesenian Tradisional Lombok di Praya, karena jarangnya pertunjukan menyebabkan tradisi Lombok ini berangsur-angsur dilupakan sehingga kepandaian-kepandaian teknik tradisionil yang merupakan salah satu ciri kepribadian setempat, juga terdampak. Agar bisa merangkum kebudayaan Lombok, dan dapat mempermudah akses wisatawan untuk melihat sekaligus mengenal kebudayaan Lombok. Fasilitas ini juga bertujuan untuk memberi informasi sekaligus pengembangan, pelestarian dan juga memperkenalkan kebudayaan Lombok sesuai dengan aspek kebudayaan Lombok meliputi keseniaan serta bangunan adat Lombok merupakan bagian dari wujud kebudayaan. Melalui metode desktiptif pada studi kasus di taman budaya NTB. Kata kunci: Pusat Kesenian, Kesenian tradisional Lombok, Neo Vernakular
NILAI MULTIKULTURAL DAN TERITORIAL TERHADAP KEBERADAAN GEREJA KATOLIK DI DESA ADAT CEMAGI, MENGWI, BADUNG, BALI Made Prarabda Karma
Jurnal Anala Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1502.27-34

Abstract

Desa Adat Cemagi merupakan sebuah desa yang berlandaskan Hindu Bali. Desa ini memiliki keunikan yakni di wilayah dalam desa (karang desa) terdapat rumah ibadah non Hindu yaitu Gereja. Hal ini tentu menghasilkan berbagai pertanyaan, seperti bagaiman latar belakang keberadaan Gereja dan bagaimana hubungan antar masyarakat yang memiliki perbedaan budaya tersebut. Tujuan tulisan ini adalah untuk memahami keberagaman budaya pada latar desa yang secara karakteristik bersifat homogen (Hindu Bali). Hasil yang diperoleh yakni multikultural yang terjalin karena adanya aktivitas pada suatu ruang tertentu. Di ruang tersebut, interaksi antar manusia dan budaya terjalin dengan baik serta adanya kesadaran antar individu berkenaan dengan teritori (batas) zona yang bisa dimasuki antar budaya tersebut. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan paradigma naturalistik
A KAJIAN LOKASI UNTUK OCEANARIUM DI SURABAYA: KESEIMBANGAN ANTARA WISATA, PENDIDIKAN DAN RISET: - Sidi Ahyar Wiraguna Wiraguna
Jurnal Anala Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1508.35-45

Abstract

This research examines the siting factors of an oceanarium in Surabaya, Indonesia. The research stems from the need to explore the optimal location for an oceanarium, taking into account the main objectives and functions of the development. The research aims to determine the most suitable location for an oceanarium, with recreation, education, conservation and research being the main considerations. The methodology involved a qualitative analysis of location factors, including accessibility, availability of natural resources, and environmental and socio-economic impacts. The discussion in this study emphasizes the importance of choosing a location that not only supports the oceanarium's objectives but also takes into account the availability of quality seawater resources. The ideal location recommended is an area adjacent to a clean source of seawater and protected from contamination, such as a location away from a river mouth. In addition, the location should be easily accessible to visitors and support recreation, education, conservation and research activities. The conclusion of this study shows that the best location for oceanarium development in Surabaya is the coastal area that fulfills these criteria, namely Kenjeran Lama beach and Ria Kenjeran Beach. This location stands out as the most strategic location in terms of access and travel time. These locations not only support the sustainability of the oceanarium in terms of ecology but also provide added value in terms of economy, education, recreation and research. This research provides valuable guidance for future oceanarium development, both in Surabaya and other locations in Indonesia.
MITIGASI RISIKO PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG LOBBY DAN RENOVASI FASAD TK DWIJENDRA DENPASAR Ni Putu Yunita Laura Vianthi; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja; Desak Made Sukma Widiyani; Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Jurnal Anala Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1522.46-56

Abstract

This article discusses risk mitigation in the construction project of the lobby building and facade renovation of TK Dwijendra Denpasar. In this project, risk identification is crucial to understand the potential risks of each activity and then analyze the impact on the continuity of the construction project. The author successfully identified as many as 81 risks from 11 possible risk sources in this project. To reduce the negative impact of the identified risks, the author suggests several risk mitigation strategies, such as retaining risk, reducing risk, transferring risk, and avoiding risk. These strategies can help manage uncertainties related to potential hazards in construction projects.
ARSITEKTUR BALI AGA DESA TENGANAN I Made Agus Eka Mahardika; Putu Gde Ery Suardana; I Ketut Adhimastra
Jurnal Anala Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1523.57-68

Abstract

Desa Tenganan merupakan salah satu desa dari sepuluh desa Bali Aga . Bali Aga adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Bentuk dan besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat dengan mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang. Tujuan penelitian ini tidak lain adalah untuk mencari bagaimana sejarah Arsitektur dari Desa Tenganan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data. Lokasi perumahan ini terletak di daerah pegunungan yang membentang membujur di tengah-tengah Bali. Bentuk fisik perumahan Bali Aga dicirikan dengan adanya jalan utama berbentuk linear yang berfungsi sebagai ruang terbuka milik komunitas dan sekaligus sebagai sumbu utama desa. Pola pemukiman Desa Tenganan masih dipertahankan hingga saat ini dan menjadi suatu objek wisata budaya tradisional yang menarik untuk di kunjungi di Pulau Bali
SKATEPARK DI KOTA TABANAN DENGAN KONSEP DASAR PERANCANGAN BRAVE AND DYNAMIC SOLIDARITY I Gusti Ngurah Agung Suardiarta; Made Mariada Rijasa; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
Jurnal Anala Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.2.1575.1-11

Abstract

Kabupaten Tabanan memiliki peminat olahraga Skateboard yang cukup tinggi namun hal ini belum diimbangi dengan fasilitas yang layak untuk bermain Skateboard sehingga para skater Tabanan masih kesulitan mencari arena untuk berlatih dan bertanding. Hal ini dapat diamati dari banyaknya skater yang terpaksa memanfaatkan fasilitas umum sebagai arena bermain skateboard seperti area parkir, kantor – kantor pemerintah, jalanan, sekolah dan gedung – gedung olahraga yang tidak memiliki fasilitas yang sesuai. Hal ini juga dianggap akan mengganggu serta berbahaya bagi pengguna lainnya dan tentunya akan merusak fasilitas umum, sehingga kemudian memunculkan anggapan skateboard adalah kegiatan dengan citra negatif. Dengan adanya perancangan skatepark ini diharapkan dapat mewadahi serta memfasilitasi segala aktivitas para skater dan kebutuhan seperti skatepark indoor- outdoor yang berstandar internasional, skateshop, hingga tempat penyelenggaraan event yang menarik perhatian pengunjung. Konsep dasar yang dipilih yaitu brave and dynamic solidarity didukung dengan tema dekonstruksi akan memunculkan bentuk bangunan yang berbeda dan dinamis serta menggabungkan arsitektur lokal dengan material dan ukuran yang berbeda. Selain itu, dengan adanya skatepark ini juga diharapkan dapat memberikan sarana/ wadah yang nyaman dan aman bagi para skater untuk mengembangkan serta mengasah skill/ kemampuan mereka serta menjadi salah satu aspek dalam penyelesaian permasalahan kota yang ada di Kabupaten Tabanan, Bali.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN AGROWISATA TAMAN UPAKARA DAN USADHA DI DESA BANJAR ANYAR, KEDIRI, TABANAN I Gede Esa Darma Santika; Putu Gde Ery Suardana; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja
Jurnal Anala Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.2.1576.12-19

Abstract

Planning and design of Upakara and Usada Park Agrotourism aims to create a tourist attraction that focuses on the preservation of upakara and usada plantations and is able to provide education to the public about the importance of protecting the environment, so the focus point in this research is finding interesting themes and design concepts that inspire People's interest in visiting agro-tourism objects and increasing their interest in paying more attention to the environment. The method used in the research is the primary data collection method which is carried out by means of interviews and secondary which is carried out by means of literature study. Then SWOT analysis is used to explore the potential of the research object in order to obtain design concepts and themes. The results of this analysis produce a conclusion on the design theme which is the final goal of this research.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT INDUSTRI KREATIF DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PENDEKATAN DESAIN KONTEMPORER I Wayan Ariawan; I Ketut Adhimastra; Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Jurnal Anala Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.2.1577.20-27

Abstract

Structural development in the economy is not only about the use of natural resources but has now spread to the use of human resources. In the 1990s the internet entered Indonesia and until now in 2024, the internet has changed a lot in the way people communicate, even changing the way people trade and work. Countries in the world are competing to dominate international markets by developing technology and developing human resources. Under the leadership of the 7th President of the Republic of Indonesia, Indonesia is targeted to become a developed country in 2045. To support the ideals of the Indonesian state, human resources need to be prepared and trained to compete with countries in the world. Indonesia needs to develop a creative industry sector that utilizes skills, creativity and talent. The creative industry has a positive impact on cultural, social and educational preservation. Preparations need to be planned from the village level to the national level. Every region in Indonesia needs to have a creative industry center to support and stimulate the creativity of the country's creative children. This research will plan a creative industry center in Badung Regency, Bali Province. Badung Regency is the district that has the highest tourism visits. According to the creative economy agency, in 2021 there are 17 creative industry sub-sectors. Of the 17 existing sub-sectors, the creative center will facilitate 4 sub-sectors starting from applications, visual communication design, photography and advertising which will be planned to create an ecosystem that will collaborate with MSMEs. is in Badung Regency. The creative center will be planned with the aim of being a gathering place for startup players, as a place for education and recreation. The creative center in Badung Regency is planned in the form of a building which will be planned to facilitate the activities of 4 subsectors and MSMEs. The creative center building needs to be designed to be more developed in line with current design developments. The contemporary design concept is a concept that will be applied to creative industrial building planning because contemporary design is an architectural style that has developed according to the times