cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi15@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
bernas@unma.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/editorialteam
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2716442X     EISSN : 27219135     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/jb
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023)" : 248 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO SCREEN RECORDER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA GURU PKN SMP NEGERI 1 MUARO JAMBI TAHUN 2022 Tohap Pandapotan Simaremare; Heri Usmanto; Irwan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.878 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3390

Abstract

Abstrak: Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para guru pendidikan kewarganegaraan di SMP Negeri 1 muaro Jambi, masalah yang dihadapi dapat diidentifikasikan sebagai berikut. Sesuai dengan permasalahan yang ada di analisi situasi diatas, makan dapat dismpulkan bahwa permasalahan yang mendasar adalah: (1) Kurangnya kreafitas para guru disekolah terutama dalam mengembangkan media pembelajaran yang interktif. (2) Kurangnya kemauan para guru untuk bersungguh-sungguh dalam membuat media pembelajaran, karena para guru hanyak menggunakan media tradisonal saja. (3) Guru-guru belum memhami secara keseluruhan dalam merumuskan dalam membuat media pembelajaran Video Screen Recorder. tujuan agar dapat membantu para guru yang mendapatkan kesulitan dalam membuat dan merancang alat pembelajaran terutama dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik sehingga dapat membantu siswa dan siswi dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan guru diberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran ini diharapkan dapat meingkatkan semangat dalam melakukan kegiatan belajar mengajar baik pembelajaran daring atau luring. Dalam kegaiatan ini tim pengabdian memberikan pelatihan kepada guru PPKn di SMP Negeri 1 muaro Jambi cara membuat media pembelajaran Video Screen Recorder yang nantinya media ini dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar para siswa dan siswi di sekolah tersebut. Metode kegiatan ini adalah melakukan persiapan, kemudian pelaksanaan, penyajian materi, penugasan praktik serta reflesi beserta evaluasi kegaiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah guru mampu membuat media pembelajaran video Screen record setelah mengikuti rangkaian kegaiatan dalam pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian selama dua kari kegiatan. Keywords: Video Scren Record, Media dan Pembelajaran
A SOCIALIZATION OF THE UTILIZATION OF EGG SHELL WASTE AS LIQUID ORGANIC FERTILIZER (POC) IN TAWANG VILLAGE Eunike Friska Defvi; Odilia Tiara Febrianti; Nur’aini Oktaviyanti; Danar Susilo Wijayanto; Anis Rahmanuri; Dinda Pradani Widiarti; Diva Nanda Permana Putra; Muhammad Ilham Nurrahman; Novi Susilawati; Salma Tyas Ayu Dian Kusuma; Alif Adityas Irfansyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.729 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3410

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk penerapan kegiatan pengabdian masyarakat yang juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2022, Kelompok 49 ditempatkan di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Hasil survei ditemukan bahwa bahwa kurang adanya inisiatif masyarakat untuk mengolah ulang limbah rumah tangga, salah satunya adalah limbah cangkang telur. Kendala utama yang ditemui adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terkait bagaimana cara pengolahan limbah cangkang telur menjadi barang yang lebih bermanfaat. Oleh karena itu, diadakan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Melalui Program KKN Tematik Mahasiswa UNS. Tujuan sosialisasi ini adalah masyarakat Desa Tawang mampu memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai bahan dasar POC dan mengurangi penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.. Hasil dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah masyarakat Desa Tawang dapat mengolah limbah cangkang telur menjadi barang yang dapat digunakan sebagai POC. The Student Study Service (KKN) is a form of implementing community service activities which are also part of the implementation of The Three Pillars of Higher Education. At the Sebelas Maret University (UNS) Thematic Community Service Program in 2022, Group 49 was placed in Tawang Village, Weru District, Sukoharjo Regency. The survey results found that there was a lack of community initiative to recycle household waste, one of which was egg shell waste. The main obstacle encountered was the lack of public knowledge regarding how to process eggshell waste into more useful goods. Therefore, a socialization on the Utilization of Egg Shell Waste as Liquid Organic Fertilizer (POC) was held through the UNS Student Thematic Community Service Program. The purpose of this socialization is that the people of Tawang Village are able to utilize eggshell waste as a basic ingredient of liquid organic fertilizer and reduce the accumulation of waste in the community. The result of this socialization is that the people of Tawang Village can process eggshell waste into goods that can be used as POC.
EDUKASI GIZI MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA DAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA KUPANG Asweros Umbu Zogara; Meirina Sulastri Loaloka; Maria F Vinsensia DP Kewa Niron
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.093 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3515

Abstract

Masa tumbuh kembang yang cepat perlu didukung dengan status gizi yang baik. Akan tetapi masalah gizi pada siswa sekolah dasar masih cukup banyak Masalah gizi pada siswa sekolah dasar bukan hanya terbatas pada masalah kurang gizi, tetapi juga masalah kelebihan gizi (overweight dan obesitas). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada siswa sekolah dasar, yaitu melakukan pendidikan gizi. Harapan dari upaya ini adalah orang dapat memahami pentingnya makanan dan gizi, sehingga mau bersikap dan bertindak mengikuti norma-norma gizi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2022 di SD Inpres Oebufu, Kota Kupang. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dan siswa di SD Inpres Oebufu dengan total peserta 40 orang. Edukasi gizi ini dilaksanakan dalam beberapa metode, yaitu ceramah dan pemutaran film. Hasil perhitungan pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dan orang tua terhadap seluruh materi penyuluhan yang diberikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 47, sedangkan nilai rata-rata post test sebesar 77,25.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DALAM PENINGKATAN JENIS USAHA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SENI KREATIF Nurul Maulida Alwi; Zulkarnain Anu; Arwildayanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.349 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3548

Abstract

Setiap desa memiliki banyak sumber daya yang dapat diberdayakan dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas sebagai bentuk kepedulian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat desa dapat memanfaatkan berbagai jenis bentuk usaha kreatif yang memiliki nilai seni dan tidak memerlukan modal yang banyak sehingga strategi berwirausaha dapat menguntungkan masyarakat desa dalam perekonomian. Ibu-ibu PKK di Desa Huntu Barat, Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango juga aktif dalam membuat program jenis usaha khususnya dibidang pertanian, maka dari itu perlu dilakukan penambahan jenis usaha yang mengikuti model dan pendekatan bisnis kewirausahaan seni kreatif ini agar dapat bermanfaat sebagai pilihan berwirausaha di masa depan misalnya pembuatan macramé dan pernak-pernik dari kain perca. Hasil pengabdian yaitu (1) Meningkatnya pemahaman ibu-ibu PKK tentang pentingnya peningkatan jenis usaha untuk perekonomian desa (2) Meningkatnya keterampilan pembuatan seni kreatif dalam bentuk pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan Ibu-ibu PKK.
Peningkatan Kapasitas Sivitas Akademika dalam Menghadapi Bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul Danardono Danardono; Afif Ari Wibowo; Dewi Novita Sari; Ecky Safira Maharani; Kartika Cindi Wulandari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.967 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3556

Abstract

SMK Negeri 1 Tanjungsari merupakan sekolah yang terletak pada Wilayah Kepesisiran Gunungkidul. Wilayah Kepesisiran Gunungkidul merupakan bagian dari pesisir selatan Jawa yang sangat rawan terhadap bencana tsunami. Keberadaan zona penunjaman samudera di sisi selatan Gunungkidul menyebabkan wilayah ini sering terjadi gempabumi yang dapat memicu tsunami. Hal ini menyebabkan perlunya upaya untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika SMK Negeri 1 Tanjungsari dalam menghadapi bencana tsunami. Berdasarkan pada masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan tujuan (1) memberikan pelatihan kepada siswa dan guru dalam kesiapsiagaan dan pemetaan bencana; (2) meningkatkan pemahaman sivitas akademika utamanya siswa terkait bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM yaitu pelatihan yang didalamnya terdapat pemberian materi dan tutorial terkait pemahaman kebencanaan dan pemetaan kebencanaan di wilayah pesisir. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 1 Tanjungsari dan diikuti oleh 31 peserta. Hasil kegiatan dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait kebencanaan dan pemetaan kebencanaan yang dapat dilihat dari meningkatnya nilai hasil evaluasi sebesar 20%. Respon terhadap kegiatan PkM ini sangatlah baik dari peserta maupun mitra sekolah dimana peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Mitra sekolah meminta untuk dilaksanakan kegiatan lanjutan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan guru dalam pemetaan kelautan.
PEMBENTUKAN PEER GROUP EDUCATOR PEDULI STUNTING PADA SISWA SMA NEGERI 1 INDRAPURI DAN SMAN 1 MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Iin Fitrianiar; Eva Purwita; Yusnaini; Kartinazahri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.767 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3590

Abstract

Salah satu permasalahan gizi yang harus diselesaikan yaitu stunting. Tahun 2018, angka stunting mencapai 30,8 persen, turun menjadi 27,7 persen pada tahun 2019, kemudian turun Kembali menjadi 24,4 persen pada tahun 2021. Secara umum penurunan angka kejadian stunting ini menjadi tren yang positif, namun tetap masih merupakan masalah yang harus ditanggulangi. Remaja adalah salah satu sasaran utama upaya pencegahan stunting. Para remaja kelak akan mengambil peran sebagai orangtua. Oleh karena itu, penting mengajak para remaja agar lebih aktif berkontribusi dalam pencegahan stunting.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi Kesehatan gizi remaja dan upaya pencegahan stunting melalui pembentukan peer group konseling.Metode yang dilakukan pada tahap pelaksanaan dengan melakukan penjaringan siswa anggota Peer Group di SMA 1 Montasik dan SMA 1 Indrapuri,pelaksanaan pendidikan kesehatan meliputi pre test, pembentukan peer group edukasi, melatih anggota peer group mengenai stunting dan cara penggunaan media lembar balik,kemudian dilanjutkan dengan post test, selanjutnya dilakukan pendampingan kepada masing- masing peer group pada saat praktek edukasi, dilanjutkan dengan evaluasi.Hasil dari post test kepada anggota peer group, pengetahuan peserta tentang pencegahan stunting seluruh nya berpengetahuan baik, dan berdasarkan hasilk observasi pada saat pendampingan praktik edukasi sebagian besar terampil dalam melakukan edukasi dan penggunaan media lembar balik.
PENINGKATAN KAPASITAS ALUMNI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES ACEH DALAM WIRAUSAHA BABY SPA Yusnaini Yusnaini; Kartinazahri Kartinazahri; Eva Purwita; Iin Fitraniar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4421.222 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3597

Abstract

Paradigma pelayanan kebidanan telah mengalami pergeseran, dari asuhan kebidanan konvensional menjadi asuhan kebidanan yang mengkombinasikan pelayanan kebidanan konvensional dan komplementer. Baby SPA merupakan salah satu jenis pelayanan komplementer yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat, karena pada umumnya masyarakat sudah banyak mengetahui bahwa Baby SPA bertujuan agar setiap bayi tetap mendapat kan sentuhan dan pijatan agar mendapat jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi (Bounding Attachment). Terlepas dari manfaat Baby SPA, saat ini kita berada pada era 4.0 dimana lulusan kebidanan akan memiliki banyak competitor dalam mendapatkan pekerjaan, sehingga mengharuskan mereka pandai melihat situasi pasar dengan menciptakan lapangan kerja mandiri. Berdasarkan data Tracer Study Tahun 2020, hanya 29,8% alumni yang sudah mendapatkan pekerjaan baik di instansi pemerintah daerah maupun swasta dan tidak semua mendapatkan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dan alumni Jurusan Kebidanan dalam wirausaha Baby SPA melalui pelatihan. Metode yang dilakukan pada tahap pelaksanaan adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan serta penyusunan strategi pemasaran dalam mengelola wirausaha Baby SPA. Hasil dari peningkatan kapasitas ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dan alumni tentang Baby SPA serta sistem pengelolaan kewirausahaan.
Vaksinasi Meningitis pada Jamaah Umroh di Kantor Kesehatan Pelabuhan Ambon Elpira Asmin; Astina Astina
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.159 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3605

Abstract

The number of pilgrims at the time of the Umrah pilgrimage is very large from various countries, so there is a risk of spreading meningitis. So that a government regulation regarding meningitis vaccination is enforced for Hajj pilgrims who want to go for Hajj in Saudi Arabia. The purpose of this activity is to prevent the pilgrims from getting meningitis. The methods used are health screening, vaccination injection, data validation by KKP. The results of this examination are pilgrims whose istithaah status is declared sick but are allowed to go for Umrah. However, assistance is needed such as drug assistance so that the health of Hajj/Umrah pilgrims is guaranteed by Law No. 8 of 2019 concerning the implementation of Hajj and Umrah.
Pengelolaan Laboratorium Bagi Guru-Guru Fisika dan Perancangan Laboratorium Percontohan di SMAN 2 Harau Dedi Mardiansyah; Afdhal Muttaqin; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Astuti; Sri Handani; Harmadi; Dahyunir Dahlan; Zulfi; Rahmad Rasyid; Marzuki; Mohammad Ali Shafii; Arif Budiman; Elvaswer; Mora; Wildian
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.253 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3632

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana dan prasarana pembelajaran fisika di sekolah untuk menarik pembelajaran dan mendorong motivasi siswa dalam belajar fisika. Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium biasanya dalam bentuk praktikum atau demonstrasi. Laboratorium harus dikelola dan direncanakan dengan baik agar fungsinya optimal sebagai sarana pembelajaran fisika. Hasil observasi di beberapa SMA yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota ditemukan permasalahan bahwa laboratorium tidak dikelola dengan baik sehingga keberadaanya tidak efektif. Siswa jarang diajak praktikum di laboratorium. Alat-alat praktikum yang sudah diperoleh dari Dinas Pendidikan jarang digunakan untuk kegiatan praktikum, sehingga banyak alat yang sudah rusak karena jarang dipakai. Penataan alat dan fasilitas di laboratorium cukup memprihatinkan, tidak tertata dengan rapi dan tidak di inventaris dengan baik. Guru fisika kesulitan dalam mengadakan praktikum karena tidak adanya modul praktikum/buku petunjuk praktikum. Oleh karena itu kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium kini dilaksanakan di ruang kelas dengan peralatan yang seadanya. Ini menyebabkan keberadaan laboratorium fisika tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika bagi guru-guru MGMP fisika yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar para guru fisika mampu mengelola laboratorium dengan baik sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum maupun proses pembelajaran. Rencana kegiatan PKM antara lain 1) Memberikan sosialisasi pengelolaan laboratorium, 2) Melakukan pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Melakukan diskusi pembuatan alat-alat praktikum dari peralatan sederhana, 4) Melakukan diskusi pembuatan modul praktikum/ buku petunjuk praktikum, dan 5) Melakukan monitoring awal dan lanjutan terhadap laboratorium dibeberapa sekolah yang berada di Kebupaten Lima Puluh Kota.
PENERAPAN HIDUP SEHAT DALAM MENCEGAH GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA MASYARAKAT Farahdina Bachtiar; Agustiyawan Agustiyawan; Rena Mailani; Sigit Rachmad; Imam Susetyo; Adelia Nurfayza; Padila Febiyahna
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.089 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3633

Abstract

Gangguan muskuloskeletal atau yang dikenal dengan Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari bagi individu dan masyarakat. Gangguan muskuloskeletal merupakan sekumpulan gejala atau cedera yang menyebabkan masalah pada sistem gerak (otot, tendon, ligamen, saraf, tulang, dan sebagainya). Kondisi ini sering terjadi pada perempuan (ibu rumah tangga) yang melakukan kegiatan domestik seperti mencuci, memasak, menyapu, dan lain-lain. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya perempuan mengenai penerapan hidup sehat sebagai upaya preventif terjadinya gangguan muskuloskeletal. Kegiatan dilakukan di Desa Sasak, Kelurahan Limo, Jawa Barat. Tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan, dan tahap akhir. Adapun bentuk kegiatan yag dilaksanakan berupa senam bersama, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian edukasi melalui penyuluhan kesehatan. Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 24 orang. Adapun nilai rata-rata tekanan darah peserta PKM sebesar 127,50/85,27 mmHg. Usia rata-rata yaitu 56 tahun (SD=9,45). Status kesehatan masyarakat sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa peserta PKM yang berada pada kategori pre-hipertensi (31,8%) dan hipertensi (27,3%). Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Page 1 of 25 | Total Record : 248