BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Articles
342 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 4 (2023)"
:
342 Documents
clear
Peningkatan Pengetahuan Santriwati Dalam Rangka Implementasi PHBS Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Di Ponpes Al Hassan, Bekasi
Qurrota Aýun;
Vivit Nurholipah;
Lulu Ul Janah;
Marliza Oktapiani;
Siti Rapingah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6657
Pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang saling terkait dan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Pondok Pesantren puteri Al Hassan memiliki beberapa permasalahan diantaranya gangguan kesehatan, kebersihan diri dan belum memiliki kebiasaan penerapan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang benar. Tujuan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan penyuluhan PHBS mengenai penyakit menular dan menilai tingkat pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah pemberian materi. Jumlah santriwati yang mengikuti pengabdian masyarakat sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Tiga tahapan kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan awal dilakukan pretest dan di akhiri dengan post test berupa kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah pemberian materi PHBS terkait penyakit DBD dan cacingan. Akhir pelaksanaan kegiatan dilakukan praktik mencuci tangan dengan benar yang dipandu fasilitator. Berdasarkan hasil evalusi diketahui adanya peningkatan pengetahuan santriwati tentang PHBS sebelum dan sesudah menerima materi PHBS. Rata-rata hasil pretest pengetahuan santriwati sebesar 73% dan rata-rata hasil post test sesudah pemberian materi menjadi sebesar 93%. Terdapat peningkatan pengetahuan santriwati sebesar 20%. Kegiatan pengabdian masayarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan santriwati di Pondok Pesantren Al Hassan mengenai pencegahan penularan penyakit DBD dan cacingan.
Sosialisasi Peningkatan Literasi Keuangan Dan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Pelaku UMKM Kelurahan Sagerat Kota Bitung
Cecilia Kewo;
Rommy Motoh;
Andrew P Marunduh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6661
Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus mengalami peningkatan, karena UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian baik secara nasional dan daerah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak kendala yang dialami pelaku UMKM terkait minimnya modal, sumber daya manusia yang terbatas dalam pengelolaan keuangan, dan minimnya pemahaman literasi keuangan. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan serta pengetahuan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi pelaku UMKM. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan kuliah kerja nyata mahasiswa Universitas Negeri manado yang dilaksanakan di kelurahan Sagerat Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari tahap persiapan tahap pelaksanaan serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan wawasan peserta pelaku UMKM terhadap perencanaan dan pengelolaan keuangan, pengetahuan pembayaran transaksi online, cara memperoleh modak usaha serta penyusunan laporan keuangan secara sederhana.
Sosialisasi Kartu Tani Bagi Kelompok Tani di RW 12 Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung
Gina Indah Permata Nastia;
Tri Andi Alfianto;
Rio Panji Santoso;
Reni Puspitasari;
Muhammad Ichsan Zulfansyah;
Hafshah Rainy Purwantoro;
Ismi Octavia Rewguni;
Galang Suryaningrat
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6662
Desa Katapang memiliki keunggulan di bidang pertanian, karena memiliki lahan pertanian yang luas, yakni seluas 29,4000 Ha. Namun sayangnya, para petani di RW 12 Desa Katapang saat ini mengalami berbagai permasalahan, salah satunya adalah terhambatnya kegiatan mereka dalam aktivitas bertani akibat sulitnya akses terhadap pupuk bersubsidi dari pemerintah. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Universitas Langlangbuana berinisiatif untuk mengadakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk sosialisasi, yakni “Sosialisasi Kartu Tani bagi Kelompok Tani di RW 12 Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung”. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para petani di Desa Katapang mengenai manfaat dan penggunaan Kartu Tani, sehingga ke depannya para petani di desa tersebut dapat melaksanakan aktivitas bertani tanpa adanya hambatan aksesibilitas terhadap pupuk. Kegiatan Sosialisiasi Kartu Tani ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari dan dihadiri oleh 17 orang peserta. Adapun sasaran dari Program Sosialisasi Kartu Tani ini adalah para petani di RW 12 Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan dan pemahaman para petani mengenai Kartu Tani beserta manfaat dan cara penggunaannya. Hal ini diketahui dari skor pre-test dan post-test peserta sosialisasi.
Pengembangan UMKM Industri Pengolahan Pasir (Produksi Batako) di Desa Muncan Kabupaten Karangasem
Putu Ngurah Suyatna Yasa;
Putu Indah Hapsari;
I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6663
Pertambangan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu industri pengolahan pasir (produksi batako). Desa muncan yang memiliki akses cukup dekat dengan Galian C untuk pertambangan pasir di Desa sebudi dan Desa Pura sehingga pemenuhan bahan baku pasir mudah didapat. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Made Suara spesifikasi produk adalah Penjualan Pasir dan Batako Press. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang masih harus dilengkapi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang sudah dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Edukasi Dampak Perkawinan Anak Bagi Kesehatan di Desa Mbawi, Dompu
Nur Husnul Khatimah;
Erham Erham;
Fathurrahman Fathurrahman;
Sutriawan Sutriawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6664
Perkawinan anak masih terus terjadi di Indonesia, bahkan angkanya merupakan yang tertinggi kedua di ASEAN. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sekitar 1.220.900 anak di Indonesia mengalami perkawinan usia anak, dan ini belum termasuk praktik perkawinan anak di bawah tangan (nikah siri). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tercatat memiliki angka kasus perkawinan anak yang tinggi, dengan kabupaten Dompu menduduki urutan ketiga tertinggi di NTB. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah memberikan edukasi kesehatan kepada remaja dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dampak dari perkawinanan anak. Program kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Mbawi, Kabupaten Dompu tentang dampak buruk dari pekawinan anak, khususnya bagi remaja yang menjadi peran utama yang memberi dampak bagi kesehatan mental maupun kesehatan reproduksi remaja. Peserta kegiatan ini diikuti oleh orangtua remaja sebanyak 20 orang, remaja pria dan wanita sebanyak 30 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab langsung kepada remaja tentang dampak pernikahan anak bagi kesehatan Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa orangtua remaja dan remaja memiliki pemahaman yang baik, merespons dengan positif, dan sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini
Pemberdayaan Keluarga (Family Empowerment) Melalui Optimalisasi Buku KIA dan Aplikasi D’Risk Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sendang Laok Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan
Ika Mardiyanti;
Tri Deviasari Wulan;
Endah Budi Permana Putri;
Aisa Aliffiany;
Cindy Ayu Putri Pambayun;
Hesti Lestari Mauluddiana;
Hestitus Sholikha;
Mielysa Maulidya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6669
Desa Sendang Laok Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan termasuk salah satu daerah lokus stunting. Sosialisasi terkait stunting di lingkungan Desa Sendang Laok telah dilakukan oleh pihak puskesmas, namun pelaksanaannya belum dilakukan secara rutin dan intensif pada tingkat keluarga termasuk bagaimana cara deteksi dini serta pencegahan terkait stunting melalui penggunaan buku KIA. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menguatkan upaya pencegahan peningkatan prevalensi stunting melalui pemberdayaan keluarga (Family empowerment) dengan optimalisasi buku KIA dan aplikasi D’Risk, guna meningkatkan ketrampilan ibu hamil maupun keluarga dalam peningkatan status kesehatan dimulai dari masa kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 5 bulan dengan 50 peserta yang terdiri keluarga ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Desa Sendang Laok Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan pada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita serta pendampingan tata kelola stunting (deteksi status gizi ibu hamil melalui optimalisasi buku KIA dan aplikasi D’Risk, pengelolaan MPASI dengan bahan lokal, serta model pendampingan keluarga stunting). Pengukuran tingkat keterampilan dengan cara melakukan pre test sebelum pelatihan dan setelah pemberian pelatihan dilakukan post test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat saat pre test didapatkan 86% tingkat pengetahuan dan 90% keterampilan yang kurang sedangkan saat post test tingkat pengetahuan meningkat menjadi 84% dan keterampilannya meningkat menjadi 80%. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dalam peningkatan status kesehatan dimulai dari masa kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting.
Pengembangan UMKM Ternak Ayam Potong Sebagai Bentuk Usaha Ekonomi Produktif di Desa Muncan Kabupaten Karangasem
Putu Indah Hapsari;
Putu Ngurah Suyatna Yasa;
I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6670
Kondisi pandemic covid 19 memberikan benturan salah satunya dari sektor ekonomi, UMKM menjadikan solusi untuk mendapatkan penghasilan. Peternakan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu usaha penjualan daging ayam (ayam potong). Desa muncan dengan topografi sejuk dan merupakan area pedesaan keberadaan peternakan sangat mendukung dengan situasi seperti ini. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Wayan Rudi spesifikasi produk adalah ayam potong dan ayam panggang. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang belum mencukupi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang perlu dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak pada Ibu di Posyandu Melati 6 Desa Precet
kartika pibriyanti;
Lulu' Luthfiya;
Nur Amala;
Ayu Puspitarini;
Ririn Madyaning Yudhawati;
Hikma Syafa;
Jihan Fauziyah;
Kamilia Ramanda;
Lusiana Suryadie;
Marvela Qolbi Naura;
Nadhifa Daumi;
Ruzaina Munibah;
Sahla Rizkia;
Shalihah Sekar;
Silviana Wijayanti;
Syazda Syafa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6674
Praktik pemberian makan yang tidak benar merupakan penyebab utama awal terjadinya masalah gizi pada bayi dan balita. Strategi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI Eksklusif sejak bayi lahir sampai berusia 6 bulan, memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) mulai usia 6 bulan, dan melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Kekurangan gizi usia dini berdampak serius terhadap kualitas SDM di masa depan. Anak dapat mengalami kegagalan pertumbuhan sehingga mengakibatkan berat badan lahir rendah, pendek, kurus, serta daya tahan tubuh yang rendah serta berisiko mengalami hambatan perkembangan otak/kognitif. Tujuan kegiatan menganalisis karakteristik ibu bayi balita di Posyandu Melati 6 Desa Precet, dan menganalisis efektifitas pemberian edukasi pemberian makan bayi dan anak di Posyandu Melati 6 Desa Precet. Metode pemberian edukasi menggunakan media lembar balik. Ada 23 ibu yang terlbat dalam kegiatan. Sebelum mendapatkan edukasi ibu diukur tingkat pengetahuan dengan menjawab 15 pertanyaan terkait PMBA, dan setelah mendapat intervensi edukasi, ibu kembali diberi pertanyaan yang sama untuk mendapatkan nilai posttest. Hasil kegiatan diperoleh rerata nilai sebelum edukasi 67.7 dan meningkat menjadi 80.87 setelah mendapat edukasi. Simpulan edukasi PMBA efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada Ibu di Posyandu Melati 6 Desa Precet sebagai upaya pencegahan stunting.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT UNTUK KASUS SWAMEDIKASI
Wima Anggitasari;
Iski Weni Pebriarti;
Lindawati Setyaningrum;
Aninda Fellysia Wibowo;
Falakh Noferyana Hartania Wati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6680
Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mencegah dan mengobati bgejala maupun penyakit ringan dimana tidak memerlukan konsultasi medis dan dapat meminimalkan biaya. Dalam proses swamedikasi, masyarakat tidak bertemu langsung dengan tenaga medis. Masyarakat melakukan diagnosis terhadap penyakitnya sendiri dan memilih obat yang tepat untuk penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam dimana para santri akan tinggal dan belajar bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu mengedukasi santri di Pondok Pesantren Shofa Marwa untuk dapat melakukan proses swamedikasi dengan benar. Kegiatan ini dilakukan di Pondok Pesantren Shofa Marwa dimana dilakukan edukasi pada 20 pengurus pondok. Sebelum kegiatan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan survey untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh santri selama satu bulan terakhir. Pada pertemuan selanjutnya diberikan edukasi terkait swamedikasi pada beberapa kasus, seperti flu, batuk, demam, pusing/sakit kepala, maag/dyspepsia, nyeri dan diare. Sebelum proses edukasi dilakukan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sebelum pemberian edukasi. Setelah proses edukasi dilakukan post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sesudah pemberian edukasi. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa adanya edukasi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan terkait swamedikasi.
Peremajaan Tanaman Pada Rumah Toga di Desa Pematang Limau
Tirsa Neyatri Bandrang;
Qurrotul A’yun Fatimah Azzahro
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i4.6681
Kegiatan KKN-T merupakan program yang wajib dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat lintas sectoral. Salah satu kegiatan KKN-T yang dilaksanakan oeh mahasiswa Politeknik Seruyan yaitu peremejaan tanaman toga di rumah toga PKK kantor desa Pematang Limau. Metode yang digunakan dalam program kerja pengabdian ini menggunakan metode survey yaitu mahasiswa mencari permasalahan yang dihadapi Masyarakat desa Pemtang Limau dengan cara melakukan teknik wawancara untuk mendapatkan informasi dari permasalahan. Program kerja peremajaan budidaya tanaman rumah toga ini dilakukan dari tanggal 12 sampai 20 Agustus 2023. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu melakukan perbaikan pada rumah TOGA, membuat media tanam untuk tanaman TOGA, serta menanam tanaman TOGA. Dari hasil kegiatan KKN-T peremajaan budidaya tanaman rumah TOGA yang dilakukan mahasiswa KKN-T secara kelompok menunjukkan hasil capain kerja sama 100% terlaksana dengan baik dan mendapat antusias warga. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan peremajaan tanaman TOGA yang selama ini terabaikan oleh masyarakat sehingga banyak tanaman TOGA yang rusak dan mati. Capaian hasil kegiatan yang diharapkan dari program kerja ini adalah rumah TOGA yang telah dibuat mampu membantu masyarakat khususnya kelompok organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mengembangkan tanaman TOGA serta dapat menambah pendapatan masyarakat desa Pematang Limau