Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Study of Added Value Analysis of Coffee Processing in Indonesia Ni Luh Made Indah Murdyani Dewi; I Putu Iwan Pramana Putra; I Kade Astama
Agribusiness Journal Vol 5, No 2 (2022): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.789 KB) | DOI: 10.31327/aj.v5i2.1839

Abstract

Coffee is one of the largest foreign exchange earning commodities for Indonesia. In 2021 the area of coffee plantations in Indonesia is 1,258,800 ha. This area is wider than in 2019 and 2020. Meanwhile, the total coffee production in 2021 is 774.60 tons. The five provinces in Indonesia that have the most coffee production are the provinces of South Sumatra, Lampung, North Sumatra, Aceh and Bengkulu. The highest production can encourage processing activities. Coffee processing is the process of changing form from primary form to secondary form. Coffee processing is also expected to provide added value for businesses that carry out processing activities. Value added is the added value of a commodity due to processing, transportation or storage in a production process. The various types of coffee can affect the added value for businesses in several regions in Indonesia. Therefore, it is important to do a comparative analysis of the added value of coffee processing in Indonesia to inform how much the level of added value exists in several regions in Indonesia. The data used in this study is secondary data derived from previous studies by collecting several journals used as a reference in carrying out the study. The literature study method using data collection tools to reveal various theories that are relevant to the problem being faced or researched as material for discussing the results of the study taken from various books that are considered relevant to the content of the study. Of the five value-added studies that have been reviewed, the highest value-added ratio is in the Luwak Coffee Agroindustry, Balik Bukit District, West Lampung Regency and Pulau Panggung District, Tanggamus Regency, Lampung Province, from the primary form of coffee cherries to the secondary form of civet coffee beans, namely 72.97%. This means that only Luwak Coffee Agroindustry, Balik Bukit District, West Lampung Regency and Pulau Panggung District, Tanggamus Regency, Lampung Province, has high added value because it has an added value ratio of 40%.
Pengembangan UMKM Industri Pengolahan Pasir (Produksi Batako) di Desa Muncan Kabupaten Karangasem Putu Ngurah Suyatna Yasa; Putu Indah Hapsari; I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6663

Abstract

Pertambangan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu industri pengolahan pasir (produksi batako). Desa muncan yang memiliki akses cukup dekat dengan Galian C untuk pertambangan pasir di Desa sebudi dan Desa Pura sehingga pemenuhan bahan baku pasir mudah didapat. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Made Suara spesifikasi produk adalah Penjualan Pasir dan Batako Press. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang masih harus dilengkapi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang sudah dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Pengembangan UMKM Ternak Ayam Potong Sebagai Bentuk Usaha Ekonomi Produktif di Desa Muncan Kabupaten Karangasem Putu Indah Hapsari; Putu Ngurah Suyatna Yasa; I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6670

Abstract

Kondisi pandemic covid 19 memberikan benturan salah satunya dari sektor ekonomi, UMKM menjadikan solusi untuk mendapatkan penghasilan. Peternakan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu usaha penjualan daging ayam (ayam potong). Desa muncan dengan topografi sejuk dan merupakan area pedesaan keberadaan peternakan sangat mendukung dengan situasi seperti ini. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Wayan Rudi spesifikasi produk adalah ayam potong dan ayam panggang. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang belum mencukupi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang perlu dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Ukir Kayu di Desa Batan Nyuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali I Putu Iwan Pramana Putra; Made Surya Pramana; I Made Aditya Pramartha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6866

Abstract

Usaha ukir di Desa Batan Nyuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan merupakan salah satu usaha yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Keberlangsungan usaha ukir tentu akan memberikan manfaat jangka panjang tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga kepada perekonomian di Desa Batan Nyuh, maka dari itu diperlukan pemberdayaan atau pelatihan keterampilan bagi para pelaku usaha agar mampu menjalankan bisnis secara keberlanjutan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kelompok usaha ukir dengan memberikan pelatihan pemasaran berbasis digital, pembuatan laporan keuangan sederhana serta peningatkan literasi keuangan bagi anggota kelompok usaha ukir Desa Batan Nyuh. Mitra sasaran program ini adalah anggota dari kelompok usaha ukir Desa Batan Nyuh. Metode yang digunakan adalah diskusi, pelatihan serta kuisioner. Hasil dan target luaran dari program pengabdian ini adalah program pelatihan pemasaran berbasis digital, pembuatan laporan keuangan sederhana serta peningkatan literasi keuangan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan laporan evaluasi penilaian dengan baik
The Study of Added Value Analysis of Coffee Processing in Indonesia Ni Luh Made Indah Murdyani Dewi; I Putu Iwan Pramana Putra; I Kade Astama
Agribusiness Journal Vol 5, No 2 (2022): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/aj.v5i2.1839

Abstract

Coffee is one of the largest foreign exchange earning commodities for Indonesia. In 2021 the area of coffee plantations in Indonesia is 1,258,800 ha. This area is wider than in 2019 and 2020. Meanwhile, the total coffee production in 2021 is 774.60 tons. The five provinces in Indonesia that have the most coffee production are the provinces of South Sumatra, Lampung, North Sumatra, Aceh and Bengkulu. The highest production can encourage processing activities. Coffee processing is the process of changing form from primary form to secondary form. Coffee processing is also expected to provide added value for businesses that carry out processing activities. Value added is the added value of a commodity due to processing, transportation or storage in a production process. The various types of coffee can affect the added value for businesses in several regions in Indonesia. Therefore, it is important to do a comparative analysis of the added value of coffee processing in Indonesia to inform how much the level of added value exists in several regions in Indonesia. The data used in this study is secondary data derived from previous studies by collecting several journals used as a reference in carrying out the study. The literature study method using data collection tools to reveal various theories that are relevant to the problem being faced or researched as material for discussing the results of the study taken from various books that are considered relevant to the content of the study. Of the five value-added studies that have been reviewed, the highest value-added ratio is in the Luwak Coffee Agroindustry, Balik Bukit District, West Lampung Regency and Pulau Panggung District, Tanggamus Regency, Lampung Province, from the primary form of coffee cherries to the secondary form of civet coffee beans, namely 72.97%. This means that only Luwak Coffee Agroindustry, Balik Bukit District, West Lampung Regency and Pulau Panggung District, Tanggamus Regency, Lampung Province, has high added value because it has an added value ratio of 40%.
Pengembangan UMKM Industri Pengolahan Pasir (Produksi Batako) di Desa Muncan Kabupaten Karangasem Putu Ngurah Suyatna Yasa; Putu Indah Hapsari; I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6663

Abstract

Pertambangan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu industri pengolahan pasir (produksi batako). Desa muncan yang memiliki akses cukup dekat dengan Galian C untuk pertambangan pasir di Desa sebudi dan Desa Pura sehingga pemenuhan bahan baku pasir mudah didapat. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Made Suara spesifikasi produk adalah Penjualan Pasir dan Batako Press. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang masih harus dilengkapi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang sudah dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Pengembangan UMKM Ternak Ayam Potong Sebagai Bentuk Usaha Ekonomi Produktif di Desa Muncan Kabupaten Karangasem Putu Indah Hapsari; Putu Ngurah Suyatna Yasa; I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6670

Abstract

Kondisi pandemic covid 19 memberikan benturan salah satunya dari sektor ekonomi, UMKM menjadikan solusi untuk mendapatkan penghasilan. Peternakan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu usaha penjualan daging ayam (ayam potong). Desa muncan dengan topografi sejuk dan merupakan area pedesaan keberadaan peternakan sangat mendukung dengan situasi seperti ini. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Wayan Rudi spesifikasi produk adalah ayam potong dan ayam panggang. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang belum mencukupi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang perlu dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Ukir Kayu di Desa Batan Nyuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali I Putu Iwan Pramana Putra; Made Surya Pramana; I Made Aditya Pramartha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6866

Abstract

Usaha ukir di Desa Batan Nyuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan merupakan salah satu usaha yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Keberlangsungan usaha ukir tentu akan memberikan manfaat jangka panjang tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga kepada perekonomian di Desa Batan Nyuh, maka dari itu diperlukan pemberdayaan atau pelatihan keterampilan bagi para pelaku usaha agar mampu menjalankan bisnis secara keberlanjutan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kelompok usaha ukir dengan memberikan pelatihan pemasaran berbasis digital, pembuatan laporan keuangan sederhana serta peningatkan literasi keuangan bagi anggota kelompok usaha ukir Desa Batan Nyuh. Mitra sasaran program ini adalah anggota dari kelompok usaha ukir Desa Batan Nyuh. Metode yang digunakan adalah diskusi, pelatihan serta kuisioner. Hasil dan target luaran dari program pengabdian ini adalah program pelatihan pemasaran berbasis digital, pembuatan laporan keuangan sederhana serta peningkatan literasi keuangan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan laporan evaluasi penilaian dengan baik
Pemberdayaan Kelembagaan Petani Melalui Pemasaran Digital Hasil Tani di Subak Sidakarya Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar Provinsi Bali Anak Agung Istri Krisna Gangga Dewi; I Putu Iwan Pramana Putra; Ni Luh Made Indah Murdyani Dewi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9668

Abstract

Meskipun perkembangan teknologi begitu pesat, namun anggota Subak Sidakarya belum menerapkan digital marketing, selain itu juga belum optimalnya kelembagaan petani membuat mereka kalah dalam persaingan pasar. Terdapat tiga metode yang digunakan yaitu observasi, persiapan dan pelaksanaan pengabdian Masyarakat yang berupa sebuah penyuluhan. Penyuluhan dilakukan di Balai Subak Sidakarya dengan memaparkan dua materi yaitu Kelembagaan Petani dan Digital Marketing, dengan begitu petani mengetahui dan memahami bahwa pelaksanaan kegiatan usahatani sangat penting dalam proses produksi on-farm dan off-farm dengan cara membentuk sebuah UPH agar membantu petani menambah nilai produk hasil pertaniannya. Selain itu, petani juga memahami bahwa penggunaan social media dalam kegiatan marketing sangat membantu, karena produk yang dipasarkan oleh petani dapat dipasarkan keluar daerah dan keluar negeri.
Small Entreprises Fundamental Problems in Bali Province Pardita, Dewa Putu Yudi; Laksmi, Putu Ayu Sita; Putra, I Putu Iwan Pramana; Pramana, Made Surya
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3184

Abstract

The problems faced by small businesses are closely related to a companion or facilitator in assisting. The lack of guidance makes it difficult for small businesses to develop. Based on the results of coaching and monitoring of 30 profiles of small business groups in Bali Province, there are several types of obstacles or problems that are often complained of by small business actors in the industrial sector in Bali Province, namely the low quality of human resources and the lack of entrepreneurial knowledge and competence resulting in everyday business and labor productivity. This can also be seen in the inability of business actors in terms of business management, especially in terms of recording/bookkeeping procedures. Many business actors also do not have a transparent legal entity, lack product innovation. Small businesses are considered to lack still knowledge of technology, management, information, and markets. Observing the problems faced by small businesses in the future, it is necessary to create a conducive climate, among others, by seeking peace and security in business and simplifying business licensing procedures, tax breaks, and so on. Government capital assistance needs to expand special credit with conditions that are not burdensome for small businesses to help increase their capital through the formal financial services sector, the informal financial services sector, guarantee schemes, and leasing venture capital funds. The government needs to improve training for small business actors in entrepreneurship, management, administration, and knowledge and skills in business development. Besides that, it is also necessary to apply the training results in the field to practice theory through the development of pilot partnerships.