cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 199 Documents
Gereja Ekstra Biblikal dan Tanggung Jawab dalam Menyelesaikan Amanat Agung Y. M. Imanuel Sukardi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 1 No. 2: Januari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.22

Abstract

There has emerged a kind of phenomenon of extra-biblical churches in present days. This article is a qualitative study that aimed to explain the phenomenon of the extra-biblical church. By using the descriptive analysis method on the extra-biblical church phenomenon, there are some findings concluded from this study, namely: First, the extra-biblical church is a church whose existence and legitimacy exceeds Bible standards, its pattern and behavior exceed the demands of the Bible. Secondly, the extra-biblical church legitimized by tradition, traditional and traditional forms have several deadly good traditions such as the tradition of growth not multiplication, the tradition of teaching not obedience, the tradition of service in not outreach and so on; Third, the extra-biblical church is oriented and has a mega church structure that is so complex and very expensive that it is difficult to duplicate and multiply. As a result, there is a decrease in intensity in carrying out the grand mandate. AbstrakBelakangan ini muncul semacam fenomena gereja ekstra biblikal. Ini merupakan kajian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena gereja ekstra biblikal tersebut. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif pada fenomena gereja ekstra biblikal tersebut, ada beberapa kesimpulan yang didapat dari kajian ini, yakni: Pertama, gereja ekstra biblikal adalah gereja yang eksistensi dan legitimasinya melebihi standar Alkitab, pola dan perilakunya melampaui tuntutan Alkitab. Kedua, gereja ekstra biblika dilegitimasi oleh tradisi, berpaham dan berbentuk tradisional memiliki beberapa tradisi baik yang mematikan seperti tradisi pertumbuhan bukan pelipatgandaan, tradisi pengajaran bukan ketaatan, tradisi pelayanan ke dalam bukan penjangkauan ke luar dan sebagainaya; Ketiga, gereja ekstra biblika berorentasi dan berstruktur gereja mega yag begitu rumit dan sangat mahal sehingga sulit diduplikasi dan dimultiplikasi. Akibatnya, terjadi penurunan intensitas dalam melakukan amanat agung.
Pengaruh Keteladanan Hidup Gembala Sidang terhadap Pertumbuhan Gereja Joseph Christ Santo; Dapot Tua Simanjuntak
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 1: Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.23

Abstract

Church growth is important, but not all churches experience good growth. The observation shows that one of the causes of the church not experiencing growth is the problem of the exemplary life of the pastor. This research was conducted to determine the effect of a pastor's living example on church growth. The conceptual and operational definitions of the pastor's living example are formulated based on the letter of 1 Peter, while the conceptual and operational definitions of church growth are formulated based on the growth of the early church. This research was carried out by distributing questionnaires to 125 respondents from four local churches from the Gereja Injili di Indonesia (Evangelical Church in Indonesia) in West Java Classes. With statistical calculations, the results show that there is the influence of the pastor's living example based on letter 1 Peter on the growth of the Gereja Injili di Indonesia in West Java Classes, and the effect is high. AbstrakPertumbuhan gereja adalah hal yang penting, tetapi tidak semua gereja mengalami pertumbuhan yang baik. Hasil observasi menunjukkan bahwa salah satu penyebab gereja tidak mengalami pertumbuhan adalah masalah keteladanan hidup gembala sidang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keteladanan hidup gembala sidang terhadap pertumbuhan gereja. Definisi konseptual dan operasional keteladanan hidup gembala sidang dirumuskan berdasarkan surat 1 Petrus, sedangkan definisi konseptual dan operasional pertumbuhan gereja dirumuskan berdasarkan pertumbuhan gereja mula-mula. Penelitian ini dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner atas 125 responden dari empat gereja lokal dari Gereja Injili di Indonesia Klasis Jawa Barat. Dengan perhitungan statistik diperoleh hasil bahwa ada pengaruh keteladanan hidup gembala sidang berdasarkan surat 1 Petrus terhadap pertumbuhan jemaat Gereja Injili Di Indonesia Klasis Jawa Barat, dan pengaruhnya adalah tinggi.
Implementasi Konsep Manusia Baru Menurut Kolose 3:5-17 di Jemaat GPdI Victory Surabaya Murni Hermawaty Sitanggang; Victoryza Grace Diana
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 1: Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.24

Abstract

The goal of this research is to describe Paul’s theology of new man according to Colossians 3:5-17 and the implementation toward the congregation of  The Indonesia Pentecostal Church Victory Surabaya.  This research used a qualitative method with a descriptive and exegetical approach.  A result is a new man according to Colossians 3:5-17 is a believer that has self-control, love, and always grateful. Even though not all, most of the congregation (about 76%) had been applied those indicators of the new man in their life.AbstrakPenulisan ini dilakukan untuk memaparkan teologi Paulus tentang manusia baru menurut Kolose 3:5-17 dan implementasinya terhadap jemaat GPdI Victory Surabaya.  Metode penulisan yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan eksegesis.  Dari hasil eksegesis didapati bahwa manusia baru menurut surat Kolose 3:5-17 adalah orang percaya yang memiliki penguasaan diri, hidup dalam kasih, dan senantiasa bersyukur.  Meski belum semuanya, hasil penulisan menunjukkan mayoritas jemaat GPdI Victory Surabaya atau sebesar 76% telah menerapkan indikator manusia baru tersebut dalam kehidupan mereka.
Empati dan Religiositas Sebagai Prediktor terhadap Pemaafan pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Salatiga Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 1: Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.25

Abstract

This research was conducted to find out the possibility of empathy and religiosity as a predictor of forgiveness student Sekolah Tinggi Teologi Salatiga. Sample in observational it is student Sekolah Tinggi Teologi Salatiga that total of 71 people. Three types of scale: empathy scale, religiosity scale, and forgiveness scale. All gathered data were processed and analyzed using a parallel linear regression with statistic program windows version 17.00. By a regression analyzing was obtained to usufruct that empathy and religiosity as a predictor of forgiveness the students Sekolah Tinggi Teologi Salatiga. R²=0.292, F hitung= 13.999 significant level of 0.000
Menerapkan Kesabaran Menurut Kitab Amsal dalam Mengajar Sekolah Minggu Nelly Nelly
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 1: Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.26

Abstract

The Sunday School Service is a part of church service that requires characteristics of patience in addition to the ability and expertise in teaching. Patience in teaching children is the key to being able to effectively serve as a Sunday School teacher. This article aims to describe the concept of patience in Proverbs. By using the descriptive analysis method in Proverbs, the conclusion is that as a Sunday School teacher a slow ability to anger is needed.AbstrakPelayanan Sekolah Minggu merupakan bagian pelayanan dalam gereja yang membutuhkan karakteristik sabar selain kemampuan dan keahlian dalam mengajar. Kesaabaran dalam mengajar anak-anak merupakan kunci untuk dapat melakukan pelayanan sebagai guru Sekolah Minggu secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kesabaran dalam kitab Amsal. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif pada kitab Amsal, maka diperoleh kesimpulan, bahwa sebagai seorang guru Sekolah Minggu dibutuhkan kemampuan lamban untuk marah.
Perilaku Sosialisasi Anak Ditinjau dari Latar Belakang Keluarga Rida Sinaga
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 1: Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.28

Abstract

The article entitled "The Behavior of Children Socializing Viewed by Family’s Background" focuses on the social behavior of children carried out in Integrated Bina Kasih Kindergarten in Rumah Sumbul Village, Sibolangit. The research method used a descriptive qualitative method. Data collection through observation and interviews with parents. Observation using observation sheets. Child socialization behavior observed in children based on family background, namely adjusting the place, making friends, sympathy and empathy, cooperative, and manners. While the family background is focused on parental education, employment, income, parental integrity, and a number of children. This study found that children with a good family background were found to have a tendency towards good socialization behavior and children who had a poor family background tended to have poor socialization behavior. This shows that family background has a strong relationship in the development of children's socialization behavior. The existence of parents really determines the way they treat children and that too is then embedded and developed in children.AbstrakArtikel yang berjudul ”Perilaku Sosialisasi Anak Ditanjau Dari Latar Belakang Keluarga”  fokus pada perilaku sosial anak  yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak Bina Kasih Terpadu di Desa Rumah Sumbul, Sibolangit. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara kepada orang tua. Pengamatan menggunakan lembar observasi. Perilaku sosialisasi anak yang diamati dalam diri anak berdasarkan latar belakang keluarga, yaitu penyesuaian tempat, berteman, simpati dan empati, kooperatif, dan sopan santun.  Sedangkan latar belakang keluarga difokuskan pada pendidikan orang tua, pekerjaan, penghasilan, keutuhan orang tua, dan jumlah anak. Penelitian ini menemukan bahwa anak dengan latar belakang keluarga yang baik didapati memiliki kecenderungan perilaku sosialisasi baik dan anak yang latar belakang keluarga kurang baik cenderung memiliki perilaku sosialisasi yang kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa latar belakang keluarga memiliki hubungan yang kuat dalam perkembangan perilaku sosialisasi anak. Keberadaan orang tua sangat menentukan cara mereka memperlakukan anak dan hal itu pula yang kemudian tertanam dan berkembang dalam diri anak.
Studi Evaluasi Pelaksanaan Pengajaran Alkitab di GPdI Haniel Sentani, Papua Oral Oko; Ferdie Denny Tuwo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.29

Abstract

This research aims to find out the pastor's tendency as the executor of Bible teaching, as well as the aspects that shape it. How is the compatibility of the implementation of Bible teaching in GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua with the pattern in the Bible. In this research, the analysis used is qualitative analysis. Data collection using a questionnaire, given to 100 participants. Based on the findings and analysis, most of the GPdI Haniel Sentani Papua congregations understand the shepherd's teaching patterns based on the Bible. In conclusion, the appropriateness of shepherd teaching is the same as the Bible pattern in GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua. This can be proven by increasing church growth from year to year, both in quality and quantity. Congregations increasingly love God through loyalty and obedience in teaching.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecendurungan gembala sidang sebagai pelaksana pengajaraan Alkitab, serta aspek-aspek yang membentuknya. Bagaimana kesesuaian pelaksanaan pengajaran Alkitab di GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua dengan pola dalam Alkitab. Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Pengumpulan data mengunakan angket, kepada 100 partisipan. Berdasarkan hasil penemuan dan Analisa, sebagian besar jemaat GPdI Haniel Sentani Papua memahami tentang pola pengajaran gembala yang berdasarkan Alkitab. Kesimpulannya, bahwa kesesuaian pelaksanaan pengajaran gembala sama dengan pola Alkitab di GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua. Hal ini dapat dibuktikan melalui perkembengan pertumbuhan gereja dari tahun ke tahun semakin bertambah, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Jemaat semakin mengasihi Tuhan melalui kesetiaan dan ketaatan dalam melakukan pengajaran.
Metode Penginjilan Melalui Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah Singgah Lucky Antonio
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.30

Abstract

Evangelism is always associated with the Great Commission of the Lord Jesus, in a pluralistic nation like Indonesia, where there are various ethnic groups and religions, the method of evangelism must be adapted to the cultural context and diversity. The concept of evangelism through teaching and learning activities is one way of approaching evangelism. Apart from opening service posts, this method is quite effective. The approach taken does not only emphasize spiritual matters or activities but also provides for teaching and education needs. So that the need for education, learning, and spirituality are met. AbstrakPenginjilan selalu dikaitkan dengan Amanat Agung Tuhan Yesus, di dalam bangsa yang menjemuk seperti Indonesia, di mana terdapat berbagai macam suku bangsa dan agama, metode penginjilan harus disesuaikan dengan konteks budaya dan keragaman. Konsep penginjilan melalui kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu cara pendekatan dalam melakukan penginjilan. Selain dengan pembukaan pos-pos pelayanan, cara ini cukup efektif. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menekankan pada hal atau kegiatan rohani saja, tetapi juga memberikan kebutuhan akan pengajaran dan pendidikan. Sehingga terpenuhi kebutuhan akan pendidikan, pembelajaran dan kerohanian.
Efektivitas Kepemimpinan Konsiderasi terhadap Employee Engagement di Rumah Singgah Yayasan Mahanaim Iin Tjipto Purnomo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 1 No. 2: Januari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.31

Abstract

An organization, institution, company, and even a state can be said to be successful, progressing, and developing depending on the leader. Leadership is influence, to what extent the leader influences and directs the people he leads to a place, then that's where the results will be seen. One form or style of leadership is consideration leadership in which a leader pays attention to his subordinates. Consideration style or leadership style will produce family relationships and bonds of love. Subordinates will feel different if the leader pays attention and builds family relationships.AbstrakSuatu organisasi, institusi, perusahaan bahkan negara dapat dibilang berhasil, maju dan berkembang tergantung dari pemimpinnya. Kepemimpinan adalah pengaruh, sampai sejauh mana si pemimpin membawa pengaruh dan mengarahakan orang yang dipimpinnya ke suatu tempat, maka disitulah akan terlihat hasilnya. Salah satu bentuk atau gaya kepemimpinan adalah kepemimpnan konsiderasi di mana seorang pemimpin memberi perhatian kepada bawahannya. Style atau gaya kepemimpinan konsiderasi akan menghasilkan hubungan kekeluargaan dan ikatan kasih. Bawahan akan merasakan hal yang berbeda, jika pemimpinnya menaruh perhatian dan membangun hubungan secara kekeluargaan.
Peran Gereja dalam Pembinaan Kerohanian Remaja di Gereja Pantekosta di Indonesia Kota Palangka Raya Bambang Sriyanto; Thomy Sanggam Hasiholan Sihite
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.32

Abstract

The general perception is that teenagers are a group of people who are often a bother to parents. The role of the church is very important to the formation of members of the congregation, including youth, both in worship, fellowship and service. The church environment must be a pleasant environment for adolescents, because if adolescents leave the church for various reasons, it becomes increasingly difficult to conduct spiritual formation to this group. This study uses a qualitative descriptive method by involving adolescents as respondents to find out how adolescents think about the role of the church in their spiritual formation, so that by getting data from adolescents, it can produce data analysis about whether the church has done its work and how the church can continue to conduct adolescent spiritual guidance. well. In conclusion, the church must continue to learn about what it likes, likes, and interests of adolescents, so that it can create an atmosphere and environment that brings, and invites them to love worship. Youth are accepted into fellowship in the church, get good service, so that they become part of the ministry, and can serve with responsibility.AbstrakPersepsi umum berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Peran gereja sangat penting terhadap pembinaan warga jemaatnya, termasuk remaja, baik dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan. Lingkungan gereja haruslah menjadi lingkungan yang menyenangkan untuk remaja, karena apabila remaja meninggalkan gereja oleh berbagai alasan, maka semakin sulit untuk melakukan pembinaan secara rohani kepada kelompok ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan melibatkan remaja sebagai responden untuk mengetahui begaimana pendapat remaja tentang peranan gereja terhadap pembinaan kerohanian mereka, sehingga dengan didapatkannya data dari remaja maka dapat menghasilkan analisa data tentang apakah gereja sudah melakukan tugasnya dan bagaimana gereja dapat terus melakukan pembinaan kerohanian remaja dengan baik. Kesimpulannya, gereja harus terus mempelajari tentang apa yang disukai, digemari, diminati remaja, sehingga dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang membawa, serta mengajak mereka mencintai ibadah. Remaja diterima dalam persekutuan di gereja, mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga mereka menjadi bagian dalam pelayanan, dan dapat melayani dengan tanggung jawab.