cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 198 Documents
Konsistensi dan Resiliensi Pelayanan Penggembalaan pada Era Digital Joni Manumpak Parulian Gultom; Martina Novalina; Andries Yosua
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.129

Abstract

The task of shepherding has always faced growth challenges and obstacles to this day. The level of spiritual community and the arrival of souls is decreasing among the younger generation, and the emergence of the hybrid medium as a system born in the digital era is another challenge. Pastoral relationships and stewardship particularly with this digital native tend to widen and lose their essential value. How can shepherding be consistent and sustainable in this digital age? Such a strategy is the solution? The purposes of this study are to describe the steps of grazing consistency and resilience; redefine the duties and responsibilities of a shepherd according to biblical standards; provide practical steps in pastoral care in the digital age. The method used is descriptive qualitative. The result is a contribution to church pastors to continue to be motivated and persist in their calling for service; to spiritual practitioners to be able to work together with pastoral teams to serve souls, and to be a source of reference for pioneering pastoralists and prospective pastors in later. AbstrakTugas penggembalaan selalu mengalami tantangan dan hambatan yang besar sampai hari ini. Tingkat komunitas rohani dan kedatangan jiwa menurun diantara generasi muda serta munculnya hybrid medium sebagai sistem yang lahir dari era digital menjadi tantangan lainnya. Hubungan dan penatalayanan gembala khususnya dengan native digital cenderung melebar dan kehilangan nilai yang esensial. Bagaimanakah penggembalaan tetap konsisten dan bertahan dalam era digital ini? Strategi seperti yang menjadi solusi? Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk menjelaskan langkah konsistensi dan resiliensi penggembalaan; menggambarkan kembali tugas dan tanggung jawab dari seorang gembala menurut standar Alkitab; memberikan langkah praktis dalam pelayanan penggembalaan di era digital. Metode yang digunakan dengan kualitatif deskriptif. Hasilnya berupa kontribusi kepada para gembala gereja untuk terus termotivasi dan bertahan dalam panggilan pelayanan; kepada praktisi rohani untuk dapat bekerja-sama dengan team penggembalaan melayani jiwa jiwa; menjadi sumber referensi bagi penggembalaan perintisan dan calon calon pendeta dalam di kemudian hari.
Pandangan Pejabat GBI Terhadap Covid-19 dan Vaksin dalam Bingkai Pemahaman tentang “Akhir Zaman” Gernaida Krisna Pakpahan
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.130

Abstract

This study aims to determine the views of officials at the Indonesian Bethel Church (GBI) on Covid-19 in the perspective of the end of time. One of the important teaching points in Pentecostal theology is eschatology, which is characterized by wars between nations, natural disasters, famine, economic hardship, cruel leaders, disease, and false prophets, until the second coming of Christ. The phenomenon of the outbreak of the Covid-19 pandemic is a global epidemic that has infected millions of people in more than two hundred countries, and claimed many lives regardless of race, social status, age, education, nation, and other backgrounds. During the pandemic, economic difficulties are experienced globally, restrictions on social interaction, and changes in human life and cultural patterns. Another fact is that there are various views on the vaccination effort, some accept it and some reject it. The community of citizens who refuse vaccinations because of the fear that vaccines are a sign of the anti-Christ as in the book of Revelation. Starting from this background, a descriptive-analytical method will be used to obtain the results. In addition to conducting a biblical study, information was also obtained from 527 respondents who were GBI officials. The results are mixed, there are GBI officials who believe that Covid-19 is a sign of the end times, do not believe that Covid-19 is God's punishment for mankind, do not believe that it is the fulfillment of Revelation 9:7, believe that Covid-19 is a means of purification for mankind. God's church believes that vaccines are the way out to overcome Covid-19. AbstrakKajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pejabat di Gereja Bethel Indonesia (GBI) terhadap Covid-19 dalam perspektif akhir zaman. Salah satu pokok ajaran penting dalam teologi Pentakostal adalah eskatologi, yang dikarakterisasi dengan adanya peperangan antar-bangsa, bencana alam, kelaparan, kesulitan ekonomi, pemimpin yang kejam, penyakit, nabi-nabi palsu, hingga kedatangan Kristus yang kedua. Fenomena merebaknya pandemi Covid-19 merupakan wabah global yang telah menginfeksi jutaan manusia di lebih dari dua ratus negara, merenggut banyak nyawa tanpa memandang ras, status sosial, usia, pendidikan, bangsa dan latar belakang lainnya. Selama pandemi kesulitan ekonomi dialami secara global, pembatasan interaksi sosial, dan perubahan pola kehidupan dan budaya manusia. Kenyataan lain ditemui pandangan yang beragam terhadap upaya vaksinasi, ada yang menerima dan ada juga yang menolak. Komunitas warga yang menolak vaksinasi karena adanya ketakutan bahwa  vaksin merupakan tanda anti-Kristus seperti dalam kitab Wahyu. Bertitik tolak dari latar belakang itu maka untuk memperoleh hasil akan digunakan metode deskritif analitis. Selain mengadakan kajian biblis juga diperoleh informasi dari 527 orang responden yang merupakan Pejabat GBI. Hasilnya beragam, ada pejabat GBI yang yakin bahwa Covid-19 merupakan tanda akhir zaman, tidak yakin bahwa Covid-19 adalah hukuman Allah bagi umat manusia, tidak yakin bahwa itu merupakan penggenapan dari Wahyu 9:7, meyakini Covid-19 sebagai sarana pemurnian bagi gereja Tuhan, dan menyakini vaksin adalah jalan keluar untuk mengatasi Covid-19.  
Penerapan Cyber Counseling dalam Menangani Depresi Remaja pada Masa Pandemi Covid-19 Christopher Alexander; Josef Christianto; Hana Venturini
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.124

Abstract

The presence of the COVID-19 outbreak as a global pandemic has many negative impacts on society, one of which is the mental health of teenagers. Adolescents who are experiencing a period of growth in various aspects often experience obstacles in their growth, especially in the psychological and emotional aspects. Not even a few of them have lost their passion and hope in life due to severe depression. For this reason, the author raised the topic “Counseling Pastoral Services in Dealing with Depression among Adolescents during the COVID-19 Pandemic”, to assist the church in finding the effective and efficient way to solve depression issues in teenagers. The research method used in this research is the library research method. The conclusion of this research is that the church needs to do a counseling pastoral service to reach out to depressed adolescents in this COVID-19 pandemic, by educating through social media as a preventive method, and by using cyber counseling methods in groups as a healing method.  AbstrakKehadiran wabah COVID-19 sebagai pandemi global banyak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, salah satunya bagi kesehatan mental kaum remaja. Remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan dalam berbagai aspek kerap mengalami hambatan dalam pertumbuhannya, khususnya dalam aspek psikologis dan emosional. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang kehilangan gairah dan harapan dalam menjalani hidup akibat depresi yang amat parah. Untuk itu, penulis mengangkat topik “Pelayanan Pastoral Konseling dalam Menangani Depresi di Kalangan Remaja di Masa Pandemi COVID-19”, untuk membantu gereja dalam menemukan cara yang efektif dan efisien untuk menangani permasalahan depresi di kalangan para remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gereja perlu melakukan pelayanan pastoral konseling kepada para remaja yang sedang mengalami depresi di masa pandemi ini, dengan melakukan penyuluhan/edukasi melalui sosial media sebagai metode pencegahan, serta melakukan metode cyber counseling berkelompok sebagai metode pemulihan. 
Merawat Bumi Ciptaan Allah: Tanggung Jawab Ekoteologis GMIT Jemaat Lopo Maus Klasis Kupang Barat dalam Memanfaatkan Lahan Tidur Hanokh A. Tefnay; Ezra Tari; Lanny Isabela Dwisyahri Koroh
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.70

Abstract

This paper will describe the practice of ecological responsibility that has been implemented in the Lopo Maus Congregation. The author began to stir the congregation when he saw land that was not being used. Even though the people around the Lopo Maus congregation have a large land area, striving for this land is to build an economy that is still below the poverty line. The challenge for land management in Kupang is that there is very little water. This writing aims to make the community make the best use of the land. This effort is made so that people love the environment more. The method that I use is qualitative, an objective approach that is carried out in the field. The results of the study found that first, land management requires persistence and patience. Second, good teamwork. Third, creating jobs. Fourth, environmental management as a concrete form of worship. Fifth, it can improve people's lives.
Kajian tentang Ibadah Online Bagi Kaum Lansia di Masa New Normal Pandemi Covid-19 Livia Danita; Maria Evvy Yanti
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.138

Abstract

This paper was written to review the implementation of Online Worship for the elderly in the new normal period in connection with the COVID-19 pandemic which has occurred since December 2019 and has not subsided until November 2021. Government regulations through the new normal protocol have limited social gatherings, including church services, to break the chain of spreading this deadly COVID-19 virus. At this time, the holding of onsite services/church buildings has been allowed as long as it is enforced by complying with strict health protocols, however, the elderly are a group of people who are considered to have high vulnerability or risk and are prohibited from attending worship in the church building. Yet church attendance is one of the foundations of spiritual life associated with worship and fellowship. Therefore, the churches have taken the initiative to hold online services based on the internet, to carry out services in the homes of each congregation. For the elderly, this is something new and becomes a problem in itself because of the need for technological mastery in participating in online worship. This writing is a literature study to review the implementation of online worship for the elderly, whether online worship can fulfill the worship and fellowship of the elderly, and how the church can maximize its services during this pandemic, especially for the elderly. AbstrakPaper ini ditulis untuk meninjau penyelenggaraan Ibadah Online bagi kaum lansia (lanjut usia) di masa new normal sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang telah terjadi sejak bulan Desember 2019 dan masih belum mereda sampai bulan November 2021 ini.  Peraturan pemerintah melalui protokol new normal telah membatasi pertemuan sosial, termasuk ibadah di gereja, demi memutus rantai penyebaran virus COVID-19 yang mematikan ini.  Pada saat ini, penyelenggaraan ibadah onsite/gedung gereja telah diperbolehkan sepanjang diberlakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, namun demikian kaum lansia merupakan golongan kelompok masyarakat yang dipandang memiliki kerentanan atau resiko tinggi dilarang mengikuti ibadah di gedung gereja. Padahal kehadiran di gereja adalah salah satu dasar kehidupan spiritual yang terkait dengan penyembahan, dan persekutuan.  Oleh karena itu gereja-gereja telah berinisiatif untuk mengadakan ibadah secara online yang berbasis internet, untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing jemaat. Bagi kaum lansia hal ini merupakan hal baru dan menjadi kesulitan tersendiri karena diperlukannya penguasaan teknologi dalam mengikuti ibadah online. Penulisan ini merupakan studi kepustakaan untuk meninjau penyelenggaraan dari Ibadah online bagi lansia, apakah ibadah online dapat memenuhi penyembahan dan persekutuan dari bagi kaum lansia dan bagaimana gereja dapat memaksimalkan pelayanannya pada masa pandemi ini terutama bagi kaum lansia.
Teknogogi dalam Pendidikan Kristen: Pendidikan Kristiani Menyambut Perkembangan Teknologi Yusak Noven Susanto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.125

Abstract

Education was the main aspect of human life. Christian education was an education that focuses on Christ in its delivery and is based on the Bible which is the Word of God. The development of the time was a challenge for Christian education today, educators or teachers in Christian education were the main motors in the success of Christian education. Pedagogy is a science or art in teaching that must be mastered by an educator to maximize Christian education. But more than that, nowadays proficiency in educators were used technology is the value in the Christian education process. Educator Skills used technology or technology referenced in the success of the current learning process. Therefore, this study aims to describe the development of technology that can support education and its correlation to the world of Christian education. With the hope that every educator or teacher can maximize his potential in teaching Christian education today. In this study, the author used a qualitative research method with a literature review approach. In the research method, the author conducted a review of the literature that has been published either in journals or books that support the research title. The result of this study is that Christian education welcomes technological development by educators or teachers who use technology for teaching with the fear of God; educators or Teachers follow technological developments in present material without leaving the essence of God’s Word. AbstrakPendidikan merupakan aspek yang utama dalam kehidupan manusia. Pendidikan Kristen merupakan pendidikan yang berfokus pada Kristus dalam penyampaiannya, serta berdasar pada Alkitab yang adalah Firman Tuhan. Perkembangan zaman menjadi tantangan bagi pendidikan Kristen saat ini, pendidik atau pengajar pada pendidikan Kristen menjadi motor utama dalam mensukseskan keberhasilan pendidikan Kristen. Pedagogi sebagai ilmu atau seni dalam mengajar yang harus dikuasai oleh seorang pendidik untuk memaksimalkan pendidikan Kristen. Namun lebih dari pada itu, saat ini kecakapan dalam menggunakan teknologi menjadi nilai lebih seorang pendidik dalam proses pendidikan Kristen. Kecakapan dalam menggunakan teknologi atau Tekno-gogi menjadi acuan dalam keberhasilan proses pembelajaran saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan teknologi yang dapat mendukung pendidikan dan korelasinya pada dunia pendidikan Kristen. Dengan harapan setiap pendidik atau pengajar dapat memaksimalkan potensinya dalam mengajar pendidikan Kristen masa kini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Metode penelitian ini, penulis melakukan peninjauan terhadap literatur-literatur yang telah terpublis baik dalam jurnal ataupun buku yang mendukung judul penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan Kristen menyambut perkembangan teknologi dengan menggunakan teknologi untuk pengajaran dengan takut akan Tuhan; mengikuti perkembangan teknologi dalam penyajian materi tanpa meninggalkan esensi Firman Tuhan.
Konstruksi Identitas Kekristenan Sejati dalam Ruang Publik Virtual Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.123

Abstract

Virtual public space has become a common home for religious communities and includes many social dynamics in it. Christianity is mandated by God to be able to be His representation and direct the flow of life in a virtual public space to be in accordance with His plan of salvation. This study aims to describe the construction of Christian identity in a virtual public space through the formation of a Christian community that strives together to become evangelists of the truth of God's word in virtual media. The research method is a descriptive qualitative approach, through library research techniques and direct observation in the field. The results of the study found that Christianity is not a religion, but a way of life-based on the teachings of the Bible. Therefore, it is necessary to construct identity in a virtual public space to make the Christian way of life the dominant culture in it. Identity construction can be done through the formation and unity of the Christian community. The points that can be applied are first, an active role in expressing Christian morality and values. Second, an expression that demonstrates Christian faith through example. Third, giving the fruits of the spirit that are reflected in the virtual public space. Fourth, encourage efforts to unify denominations and put Christ's teachings first. Fifth, build courage and the spirit of exploration and integration of faith values in real service in the community.  AbstrakRuang publik virtual telah menjadi rumah bersama masyarakat beragama dan menyertakan banyak dinamika sosial di dalamnya. Kekristenan diamanatkan Tuhan untuk mampu menjadi representasiNya dan mengarahkan alur kehidupan dalam ruang publik virtual agar sesuai dengan rencana keselamatanNya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi identitas Kekristenan dalam ruang publik virtual melalui pembentukan sebuah komunitas Kristen yang berjuang bersama menjadi pewarta kebenaran firman Tuhan di media virtual. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui teknik studi pustaka dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa Kekristenan bukan merupakan agama melainkan cara hidup yang berdasarkan ajaran Alkitab. Oleh karenanya perlu dilakukan konstruksi identitas dalam ruang publik virtual agar dapat menjadikan cara hidup Kristen tersebut sebagai budaya yang mendominasi di dalamnya. Konstruksi identitas dapat dilakukan melalui pembentukan dan kebersatuan komunitas Kristen. Poin aplikatif yang dapat dilakukan: pertama, peran aktif mengekspresikan moralitas dan nilai-nilai Kristiani. Kedua, ekspresi yang memperagakan iman Kristen melalui keteladanan. Ketiga, memberikan buah-buah roh yang tercermin dalam ruang publik virtual. Keempat, mendorong pada upaya penyatuan denominasi dan mengedepankan ajaran Kristus sebagai yang utama. Kelima, membangun keberanian dan semangat eksplorasi-integrasi nilai iman dalam pelayanan nyata di tengah masyarakat.  
Pendampingan Orang Tua Terhadap Aktivitas Belajar Anak di Masa Pandemi Covid-19 Kristian Adi Santoso
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.139

Abstract

Parental assistance to children in learning activities at home during the Covid-19 pandemic is mandatory. The form of assistance provided by parents, namely: preparing learning equipment; monitoring children while at home; controlling children's learning time well, and helping children overcome obstacles in learning. In theory, parental assistance has an influence on children's learning activities. Children’s learning activities can be reflected in activities: paying close attention to the teacher's explanation; understanding the teacher's explanation; studying student material; noting down the teacher's explanation; responding to teacher questions; playing an active role in group discussions and the courage to express opinions. The research method uses a correlational. The research was conducted at SMP Negeri 1 Waingapu. The results of the study provide information that there is a positive and significant influence, the variable of parental assistance on children's learning activities can be seen from the correlation coefficient of 0.547 which is significant at  = 0.05. This means that the assistance provided by parents is getting better, so children's learning activities will also increase. AbstrakPendampingan orang tua kepada anak-anak dalam kegiatan belajar di rumah pada masa pandemik Covid-19 wajib dilakukan. Bentuk pendampingan yang diberikan orang tua, yaitu : menyiapkanperlengkapan belajar; memantau anak selama berada di rumah; mengontrol waktu belajar anak dengan baik dan membantu anak dalam mengatasi kendala dalam belajar. Secara teori pendampingan orang tua memberikan pengaruh terhadap aktitivas belajar anak. Aktivitas belajar anak dapat tercermin dari  aktivias : memperhatikan dengan sungguh penjelasan guru; memahami penjelasan guru; mempelajari materi pelajaram; mencatat penjelasan guru; memberi respons atas  pertanyaan guru; berperan aktif dalam diskusi kelompok dan keberanian menyampaikan pen-dapat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Waingapu. Hasil penelitian memberikan infromasi yaitu terdapat penga-ruh yang positif dan signifikan,variabel pendampingan orang tua pada aktivitas belajar anak, dapat dilihat dari nilaikorelasi sebesar 0,547 dan p-value 0,000 pada =0,05. Berarti semakin tinggi intensitas pendampingan orang tua, maka semakin tinggi pula, aktivitas belajar anak.
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen melalui Penggunaan Media Google Classroom dan Disiplin Belajar Siswa Di SD Kwitang 2 PSKD Jakarta Pusat Adelius Waruwu; Junior Natan Silalahi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.126

Abstract

Google Classroom is very helpful for students and teachers in the process of teaching and learning activities during the Covid-19 pandemic. This media is very much needed in the implementation of learning by teachers and students to prevent the spread of the virus. In the context of the current pandemic, every internal element of the school is required to use technology and internet-based media, teachers, and students seem to be forced to adapt to using technology and internet media. The research method used is a quantitative research using SPSS software to process data from the questionnaire. The findings in this study obtained the results of the calculation of the correlation between variables amounted to 0.752 and included in the positive and strong categories. Based on the regression test, the regression results between the two variables were 0.566 or 56.6%, which means the effect of using Google classroom media in SD Kwitang 2 PSKD Central Jakarta for the 2020/2021 academic year contributed 56% to the improvement of learning discipline and contributed 56% to the results. learn Christian religious education students. AbstrakGoogle Classroom sangat membantu siswa dan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19. Media ini sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pembelajaran oleh guru maupun siswa untuk pencegahan penyebaran virus tersebut. Pada konteks pandemi sekarang ini, setiap unsur internal sekolah diwajibkan untuk menggunakan media berbasis teknologi dan internet, guru dan siswa seakan dipaksa untuk beradaptasi  menyesuaikan diri menggunakan media teknologi dan internet. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan perangkat lunak SPSS untuk mengolah data hasil dari kuesioner. Temuan dalam penelitian ini didapat hasil perhitungan korelasi antara variabel adalah sebesar 0,752 dan masuk pada kategori positif dan kuat. Berdasarkan uji regresi didapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,566 atau 56.6%, yang berarti  pengaruh penggunaan media Google classroom di SD Kwitang 2 PSKD Jakarta Pusat tahun ajaran 2020/2021 memberi kontribusi sebesar 56% terhadap peningkatan disiplin belajar dan memberi kontribusi sebesar 56% hasil belajar siswa pendidikan agama Kristen. 
Peran Guru Kristen Sebagai Fasilitator dalam Upaya Pembentukan Keaktifan Belajar Siswa Robet Kristian Lase; Wiyun Philipus Tangkin
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 5, No 1: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v5i1.160

Abstract

The impact of the pandemic requires the world of education to implement the online learning system. However, the implementation of the online learning activity causes students to not be involved in discussions, or not do tasks as a result of boredom arising from monotonous learning systems and dense materials that must be studied. Because of that, the purpose of this research is to examine the role of Christian teachers as facilitators in efforts to establish the student learning activity reviewed from epistemological studies using literature study methods. The role of Christian teachers as facilitators not only facilitates students but also has an obligation to make each student a disciple of Christ and help them to learn actively and more responsibly in developing the talents and abilities given by God to be a blessing to many. Because of that, it takes good communication and cooperation with parents as a supervisor and a motivator of students to active learning from home. Behind it all, Christian teachers must also submit themselves and their classes to the Holy Spirit, so that learning can be according to His will.  AbstrakDampak pandemi mengharuskan dunia pendidikan menerapkan sistem pembelajaran daring. Namun, pelaksanaan pembelajaran daring menimbulkan berbagai permasalahan keaktifan belajar siswa seperti; siswa tertidur selama pembelajaran, tidak terlibat dalam diskusi, atau tidak melakukan tugas sebagai akibat dari kejenuhan yang timbul dari sistem pembelajaran monoton dan materi padat yang harus dipelajari. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peran guru Kristen sebagai fasilitator dalam membentuk keaktifan belajar siswa pada pembelajaran daring yang ditinjau dari kajian epistemologi dengan menggunakan metode kajian literatur. Peran guru Kristen sebagai fasilitator bukan hanya memfasilitasi siswa tetapi juga memiliki kewajiban untuk menjadikan setiap siswa sebagai murid Kristus dan membantu mereka untuk belajar secara aktif dan lebih bertanggung jawab dalam mengembangkan bakat dan kemampuan yang diberikan oleh Allah untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Karena itu, dibutuhkan komunikasi yang baik dan kerja sama dengan orang tua sebagai pengawas dan motivator siswa untuk aktif belajar dari rumah. Di balik itu semua, guru-guru Kristen juga harus menyerahkan diri dan kelas kepada Roh Kudus, sehingga pembelajaran dapat sesuai dengan kehendak-Nya. 

Page 6 of 20 | Total Record : 198