cover
Contact Name
Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I
Contact Email
irfan.yuhadi@gmail.com
Phone
+62331-326831
Journal Mail Official
almajalis.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. M.H. Thamrin Gang Kepodang No. 5 Jember - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah
ISSN : 23392630     EISSN : 24778001     DOI : https://doi.org/10.37397/almajalis.v7i2
Al Majaalis adalah Jurnal Dirasat Islamiyah diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Al Majaalis awalnya dipublikasikan dalam bentuk cetak, fokus pada ilmu fiqih, hadis, aqidah dan Al Quran. Jurnal dapat dikutip, digunakan untuk kepentingan yang baik dan ilmiah.
Articles 339 Documents
METODOLOGI TAJRIH IBN AL-JAUZI DALAM KITAB AD-DHU’AFÂ WAL-MATRÛKÎN (Bedah Kasus Riwayat Aflah Ibn Sa’id dalam Kitab al-Maudhû’ât) Muhamad Ridwan Nurrohman
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v4i2.66

Abstract

Kondisi objektif yang melatar-belakangi kemunculan karya-karya beliau pun nampaknya begitu berpengaruh terhadap kerangka metodologi Ibn al-Jauzi. Sehingga tidak sedikit ulama yang memberikan catatan-catatan terhadap karya Ibn al-Jauzi ini. Salah satu kasus yang akan dikaji dalam tulisan ini, adalah dicantumkannya sebuah hadis riwayat Muslim, dalam kitab al-Maudhû’ât. Mungkinkah ada hadis Shahih Muslim yang ternyata berderajat dhaif, bahkan maudhu? Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan metodologi (manhaj) jarh Imam Ibn al-Jauzi dalam kitab ad-Dhu’afâ wal-Matrûkîn. Posisi Ibn al-Jauzi yang cukup kontroversial dengan al-Maudhû’ât-nya, tentu saja menyisakan masalah di kitab kumpulan rawinya ini. Penelitian ini juga sekaligus menguji konsistensi Ibn al-Jauzi dalam menerapkan konsep jarh-ta’dil-nya. Lebih khusus lagi dalam menetapkan ke-dhaif-an para perawi. Setelah dilakukan penela’ahan terhadap kasus paling kontroversial dalam karya Ibn al-Jauzi ini. Ditemukan sebuah kesimpulan, bahwa ia tetap konsisten dengan metodologinya, dan berani “tampil beda” dengan ijtihad yang diusungnya. Meskipun landasan metodologis yang beliau gunakan, dinilai tidak dapat dipertanggung-jawabkan.
STUDI ANALISIS EKSISTENSI KEMEWAHAN DALAM KELUARGA NABI MUHAMMAD Muhammad Arifin Badri
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v4i2.67

Abstract

Hidup sederhana bagi orang yang penghasilannya cekak adalah satu hal yang wajar. Namun berbeda halnya bila hidup sederhana dilakukan oleh orang yang memiliki penghasilan melimpah. Sebagaimana orientasi hidup seseorang sering kali mengalami pergeseran seiring dengan perubahan status sosial seseorang. Karena biasanya seseorang menyusun orientasi hidupnya berdasarkan kemampuan dan potensi yang ia miliki. Dengan demikian, seiring dengan perubahan kemampuan dan potensi yang ia miliki maka iapun merubah orientasi hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bahwa perubahan status sosial dan potensi yang dimiliki seseorang bisa saja tidak membawa perubahan orientasinya, yaitu bila perubahan tersbeut terjadi pada diri orang yang beriman kokoh. Dengan mengangkat beberapa kisah nyata dalam kehidupan keluarga Nabi s}allallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bahan kaian utama. Penelitian ini membuktikan bahwa keteguhan iman seseorang yang berorientasi akhirat tidak goyah dan berubah gaya hidupnya walaupun status sosial dan potensi yang dimiliki telah berubah. Meningkatnya status sosial dan pontensi yang dimiliki oleh orang yang beriman terbukti semakin meneguhkan orientasi akhiratnya sebagaimana yang terjadi pada diri dan keluarga Nabi s}allallahu ‘alaihi wa sallam.
KLARIFIKASI SYEIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHA Ali Musri Semjan Putra
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v4i2.69

Abstract

Dalam sepanjang sejarah Islam tidak sedikit kajian para ulama yang membahas berbagai perbedaan dalam pemahaman, akan tetapi para ulama kita dalam mengkaji ataupun mengkritisi sebuah pemikiran dan pemahaman bukan berdasarkan kepada asumsi dan opini publik belaka. Mereka meninjau secara langsung referensi yang menjadi rujukkan utama sebuah pemikiran atau pemahaman tersebut. Mereka benar-benar memiliki sifat Inshaf dalam mengkritisi sebuah pemikiran, jauh dari rasa kepanatikan dan ta’ashub. Dalam penelitian ini penulis ingin mengajak para pemerhati peikiran untuk melihat, menilai dan mengkaji sebuah pemikiran dari sumber aslinya bukan dari opini publik dan asumsi justifikasi. Penelitian ini membahas tentang salah satu surat pribadi Syeihk Muhammad bin Abdul Wahab dalam mengklarifikasi berbagai tuduhan-tuduhan terhadap dakwah beliau. Dimana tuduhan-tuduhan tersebut semenjak zaman beliau sampai sekarang masih disebar dan dijadikan sebagai alat provokasi dalam memecah belah persatuan umat. Penelitian ini merupaka penelitian pustaka yang memusatkan perhatian pada pengkajian terhadap teks surat pribadi Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang beliau kirimkan kepada masyarakat Qoshim. Surat beliau tersebut terdapat pada jilid ke tiga dalam kumpulan karya beliau sebanyak sembilan jilid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar dari tuduhan-tuduhan terhadap dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab telah beliau klarifikasi. Bahwa beliau berlepas diri dari segala tuduhan tersebut.
أثر الأئمة الضلال في حدوث البدعة في نظر علماء الشافعية Muhammad Nur Ihsan
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v4i2.70

Abstract

قد وردت النصوص الكثيرة من الكتاب والسنة في النهي عن الابتداع والتحذير منه، ومع ذلك قد وقعت البدعة في الأمة وانتشرت بين الناس سواء كان في العقيدة أو العبادة، وما أحدثت تلك البدع صدفة دون سبب، بل هناك أسباب كثيرة أدت إلى ظهور البدعة وانتشارها، ومن أعظمها الأئمة الضلال، كما ذكر ذلك علماء الشافعية وغيرهم، إذًا كيف أثر الأئمة الضلال في حدوث البدع وانتشارها بين الناس؟ فهذا البحث المتواضع محاولة في الجواب عن هذا السؤال وذلك من خلال نظر علماء الشافعية. وهذا البحث يعد من البحوث المكتبية التي تعتمد على المنهج الكمي (Kuantitatif) الذي يقوم بجمع أقوال علماء الشافعية من بطون مؤلفاتهم المتعلقة بهذه المسألة، وأما ما يتعلق بعرض البيانان وتقريب المعلومات للوصول إلى نتائج البحث فيستخدم المنهج الوصفي (Deskriptif) والاستقرائي (Dedukatif) وتحليل المحتوى (Analisa isi). ومن خلال دراسة أقوال هؤلاء العلماء واستقرائها وتحليلها يمكن أن يلخص فيما يلي: 1) أن الأئمة الضلال من أعظم الناس ضررا على الدين، وأكبر أسباب ظهور البدعة، 2) وهم صنفان: علماء السوء والسلطان القاهر، فعلماء السوء يعترضون على الشريعة بآرائهم الكاسدة وأقيستهم الفاسدة المتضمنة تحليل ما حرَّم الله ورسوله وتحريم ما أحله الله ورسوله، وأنهم قدوة للناس، فإذا استقاموا استقاموا، واذا زلوا انحرفوا، كما يقال: إن زلة العالِم زلة العالَم،3) فالملوك الظلمة يعترضون عليها بالسياسات الجائرة، ويعارضونها بها ويقدِّمونها على حكم الله ورسوله، ولهم تأثير بالغ في أخذ الناس إلى ما يريدونه إيجابا وسلبا، كما يقال : الناس تبع لملوكهم.
KORELASI ANTARA SURAT AL-NAHL 78 DENGAN GAYA BELAJAR MANUSIA irfan yuhadi
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i1.74

Abstract

Melalui pendidikan seorang manusia mampu memahami perintah dan larangan yang dibebankan kepadanya. Di dalam Surat An-Nahl ayat 78 disebutkan tentang kondisi awal manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berpengetahuan. Namun Allah telah melengkapi manusia dengan tiga perangkat penting dalam mengakses pengetahuan, yaitu; pendengaran, penglihatan dan hati. Ketika ketiga perangkat tersebut dioptimal fungsinya untuk belajar, niscaya hasil pendidikan dapat lebih maksimal dalam durasi waktu yang tidak terlalu panjang. Penelitian ini fokus pada: (1) tafsir dari Surat An-Nahl ayat 78, (2) konsep gaya belajar manusia, (3) korelasi antara Surat An-Nahl ayat 78 dengan gaya belajar manusia. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), Adapun teknik dalam pengumpulan data adalah: pertama, menelusuri tafsir Surat An-Nahl ayat 78 pada beberapa kitab tafsir. Kedua, menelusuri konsep tentang gaya belajar manusia. Ketiga, menganalisis dan menemukan korelasi antara Surat An-Nahl ayat 78 dengan gaya belajar manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara Surat An-Nahl ayat 78 dengan gaya belajar manusia adalah saling terkait dan saling melengkapi. Gaya belajar visual dan auditorial sejalan dengan Surat An-Nahl ayat 78. Jika dalam teori gaya belajar hanya menyebutkan tentang perangkat pengakses keilmuan, maka dalam Surat An-Nahl ayat 78 melengkapinya dengan menambahkan perangkat filter keilmuan, yaitu hati atau akal.
STUDI KOMPARASI ANTARA METODE MTA (MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN) DALAM MENYIKAPI KONTRADIKSI HADITS TENTANG MUSIK DENGAN METODE ULAMA SYAFI’IYAH Nur Kholis bin Kurdian
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i1.75

Abstract

MTA berkembang di tengah masyarakat Nusantara yang mayoritas kaum musliminnya adalah syafi’iyah. Sedangkan MTA tidak bermadzhab empat, tapi bermadzhab Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ustadz Ahmad Sukino sebagai pimpinan MTA. Pernyataan beliau ini menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti, untuk mengetahui bagaimanakah metode MTA dalam menyikapi teks-teks al-Qur’an atau Sunnah yang dzahirnya kontradiksi. Peneliti di sini menjadikan teks-teks hadis tentang musik sebagai kajian utamanya. Kemudian metode MTA tersebut dikomparasikan dengan metode ulama syafi’iyah yang merupakan madzhab mayoritas kaum muslimin di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif komparatif. Hasilnya: Metode MTA dalam menyikapi hadits-hadits tentang musik adalah mengamalkan hadits-hadits yang membolehkan dan mengenyampingkan hadits-hadits yang mengharamkan, meskipun hadits-haditsnya sahih dan meskipun terdapat padanya lafadz sharih yang mengharamkannya. Adapun metode Ulama syafi’iyah dalam hal ini adalah mengamalkan semua hadits-hadits tersebut, baik yang mengharamkan ataupun yang membolehkan, mengamalkan hadits-hadits yang membolehkan sebagai bentuk pengecualian dari apa yang diharamkan. Dengan seperti itu tidak menyisakan kontradiksi. Setelah dilakukan perbandingan, maka metode ulama syafi’iyah lebih baik dan lebih sempurna, obyektif dan adil, tidak ada kecondongan kepada salah satu pihak, baik kepada hadit-hadits yang membolehkan atau yang mengharamkan. Metode MTA dirasa kurang obyektif, karena hanya mengompromikan hadits-hadits yang membolehkan musik dengan satu hadits saja yang mengharamkan musik, sehingga masih menyisakan beberapa hadits sahih lainnya yang mengharamkan musik yang belum dikompromikan, diduga hal itu terjadi karena adanya kecodongan hati sebelumnya terhadap bolehnya musik.
ORGANISASI MASSA DAN ALIRAN BARU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i1.77

Abstract

Indonesia is a country that is loaded with compounds with the pattern of thought to give birth to a variety of religious organizations and the emergence of new flow that starts from the belief that sometimes cause conflict. This paper aims to explore and analyse the principle of mass organization and the new flow in the Qur'an. This paper uses a contextual approach with descriptive analysis method in understanding the Quran about the mass organization and flow. Research results showed the six principles of the Organization, namely staple Istiqamah, al-Mas'uliyah wa al-Amanah, al-Ghardh al-Wadhih, al-Tawassuth, al-Imam, and al-Khudhu ' wa al-Tha'ah. The flow of so-called "firqah" tends to be interpreted as a negative flow (flow left) again went astray due to a pattern of understanding based on the confidence and trust of its own apart from the Qur'an and al-Sunnah.
PERDUKUNAN MODERN DALAM PERSPEKTIF ULAMA SYAFIÍYAH DAN SOLUSI MENANGKALNYA Ali Musri Semjan Putra
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i1.78

Abstract

Masalah perdukunan merupakan suatu maslah yang masih menarik untuk dikaji ditengah hiruk pikuk kemajuan tegnologi informasi. Bahkan perkembangan dan kemajuan pratek perdukunan ikut mengalami kemajuan seiring dengan kemajuan tegnologi tersebut. Sehingga tidak sedikit pratek perdukunan memanfaatkan media sosial untuk mencari order dan pelanggan. Sesungguhnya fenomena pratek perdukunan telah menimbulkan berbagai efek negatif dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian dan pengkajian tentang perdukunan dalam perspektif Syafiíyah. Penelitian ini akan membahas perdukunan dari berbagai segi; mulai dari hakikat dukun dan perdukunan, perdukunan dahulu dan sekarang, hukum pedukunan dalam perspektif ulama syafiíyah dan bagaimana cara menangkal perdukunan. Penelitian ini memusatkan perhatian kepada pengkajian terhadap dalil-dalil Al Quran dan Hadist, serta penjelasan para ulama syafiíyah tentang perdukunan dalam literatur-literatur Islam dengan penedakatan induksi menggunakan analisis kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perdukunan sangat memiliki efek nagatif terhadap tatanan kehidupan sosial agama masyarakat. Maka para ulama syafiíyah melarang dan mengharamkan berbagai bentuk pratek perdukunan, berdasarkan dalil-dalil dari Al Quraán dan Hadis|. Di antara penyebab tersebarnya pratek perdukunan di tenghah masyarakat adalah ketidak tahuan mereka tentang cara melindungi diri dari gangguan makhluk halus atau jin, maka dari itu para ulama juga menjelaskan solusi menangkal perdukunan.
KORELASI ANTARA PERNIKAHAN DENGAN PERDAMAIAN SOSIAL MASYARAKAT (Studi Kasus Terhadap Pernikahan Nabi Muhammad dengan Juwairiyah Binti Al Haris dan Ummu H{abibah Binti Abi Sufyan) Muhammad Arifin Badri
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i1.80

Abstract

Pernikahan yang secara formal mengikat dua insan, yaitu suami dan istri, adalah untuk meraih keharmonisan dan ketenangan. Namun pada kenyataannya, banyak keluarga atau rumah tangga yang kehilangan keharmonisan dan ketenangan yang sebelumnya didambakan. Mulailah muncul pertikaian dan permusuhan antara kedua pasangan suami istri karena masalah masalah KDRT misalnya, bahkan permusuhan itu merambat pada kedua pihak keluarga mereka. Pertikaian itu sering kali menjadikan kedua keluarga bahkan suku tersebut kehilangan ikatan emosional yang erat. Banyak masalah social yang sejak dahulu, sejarah hidup manusia, sering kali diwarnai oleh peperangan, baik antara perorangan, kelompok, suku bahkan negara. Padahal kedamaian dalam hidup adalah hajat setiap insan dan setiap masyarakat, salah satu kunci utama bagi terciptanya kebahagian hidup. Namun demikian, seringkali perseteruan, persaiangan apalagi hingga berujung pada peperangan, seakan memupus semuanya. Karenanya, sudah sepatutnya bila setiap insan, terlebih tokoh di setiap masyarakat dengan berbagai latar belakangnya, berperan aktif mewujudkan dan mengupayakan kembali kedamaian yang telah terenggut oleh pertikaian dan peperangan. Dengan demikian, dampak buruk pasang surut hubungan sosial antara sebagain kelompok masyarakat, dapat ditanggulangi atau diobati. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bahwa pernikahan dapat dijadikan media perajut perdamaian antar kelompok kelompok yang terperangkap dalam pertikaian, yaitu dengan dua kisah pernikahan Rasulullah s}allallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai obyek utama penelitian. Setelah meneliti kedua kasus pernikahan beliau, terbukti bahwa beliau berhasil mengembalikan kedamaian yang sempat sirna akibat peperangan. Kedua kasus tersebut bisa dijadikan pilot projek untuk merajut perdamaian di tengah masyarakat kita yang mulai terasa rapuh akibat maraknya kasus tawuran antar suku, kampung, dan perang antar penganut agama.
INTENSITAS PENGARUH PERIWAYATAN PERAWI PROPAGANDIS TASYAYYU’, SYI’AH DAN RAFIDAH TERHADAP PEMAHAMAN BUKHARI ATAU SUNNI (Studi Analisis Terhadap Riwayat Perawi-perawi Sahih Bukhari) Bisri Tujang
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v4i2.84

Abstract

Ulama ahli hadis menjelaskan bahwa pemahaman Tasyayyu’, Syi’ah atau Rafidah dalam konteks periwayatan hadis merupakan bagian dari perilaku-perilaku bid’ah. Perilaku bid’ah merupakan salah satu sebab yang mencoreng dan merusak ‘ada>lah (kredibilitas) seorang perawi hadis. Hal itu karena seorang mubtadi’ (pelaku bid’ah) dikatakan telah meyakini atau melakukan perilaku yang dikategorikan telah menyelisihi ajaran Islam yang murni dari Nabi. Unsur penyelisihan tersebut, lebih dikhawatirkan jika perawi mubtadi’ adalah seorang da’iyah (propagandis kepada sektenya). Deretan masalah yang diperdebatkan, diskursus periwayatan mubtadi’ propagandis masih menyisahkan pertanyaan besar bagi peneliti hadis, yaitu sejauh mana tingkat pengaruh periwayatan perawi mubtadi’ khususnya Tasyayyu’, Syi’ah atau Ra>fid}ah apalagi propagandis terhadap ajaran sektenya sendiri atau merusak ajaran Islam? Apakah ada pengaruh ajaran perawi mubtadi’ Syi’ah terhadap tipologi pemikiran imam Bukhari pada tema-tema hadis yang beliau buat?. Pada penelitian ini penulis berusaha menelusuri para perawi mubtadi’ yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar sebagai perawi yang dipakai oleh Bukhari dalam kitab Sahih beliau, terkhusus pada perawi yang berpemahaman Syi’ah, Tasyayyu’ dan Rafidah dalam karya beliau “Taqrib al-Tahdzib” dan “Tahdzib al-Tahdzib” disertai riwayat-riwayat mereka untuk kemudian dianalisis. Penulis akhirnya berkesimpulan bahwa pada riwayat-riwayat para perawi propagandis berpemahaman Tasyayyu’, Syi’ah dan Rafidah tidak ada pengaruhnya kepada pemahaman imam Bukhari dalam membuat tema-tema kajian yang beliau kehendaki. Demikian juga tidak ada pengaruh yang hendak disampaikan oleh perawi-perawi tersebut untuk merusak pemahaman umat Islam, ahlussunah waljamaah.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 12 No 2 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 12 No 1 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 11 No 2 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 11 No 1 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 10 No 2 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 10 No 1 (2022): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 9 No 2 (2022): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 9 No 1 (2021): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 8 No 2 (2021): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 8 No 1 (2020): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 2 (2020): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 2 (2020): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 1 (2019): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 1 (2019): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 2 (2019): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 2 (2019): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 1 (2018): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 1 (2018): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 2 (2018): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 2 (2018): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 1 (2016): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 1 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 2 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 2 (2014): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 1 (2013): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 1 (2013): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH More Issue