cover
Contact Name
Kartianom
Contact Email
kartianom@gmail.com
Phone
+6285242704085
Journal Mail Official
jurnalannisa45@gmail.com
Editorial Address
Jl. HOS. Cokroaminoto No. 9, Watampone, 92731, Indonesia
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
An Nisa'
Core Subject : Social,
An Nisa is a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on gender and child, is published two times (June and December) a year. An Nisa is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. The publications through An Nisa include results of research or conceptual studies about gender, women, and child that have never been published elsewhere. The An Nisa is intended for experts, academics, practitioners, state administrators, and NGOs. The aim of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics in the fields ofgender and child.
Articles 119 Documents
ANALISIS TREN CHILDFREE TERHADAP KEBERLANGSUNGAN BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA Mubarokah, Elisya Ahsanal; Salsabil, Adynda Putri; Hidayatullah, Agus Efendi; Hartanto, Dhimas Rudy
AN-NISA Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v18i1.8968

Abstract

The childfree phenomenon, which refers to the conscious decision not to have children, is gaining attention among Indonesia's younger generation. This trend emerges as part of broader social changes, including individual freedom, gender equality, and the role of social media in shaping worldviews. Indonesia, which is projected to reach its demographic dividend peak during the 2030-2040 period, faces potential impacts from this trend on the sustainability of its demographic dividend. Although this phenomenon has not yet become dominant, it could lead to a decline in birth rates and risk accelerating the aging process of the population. The decline in birth rates caused by this trend could threaten the sustainability of Indonesia's demographic structure, which heavily relies on the working-age population to maintain economic growth.This study aims to analyze the impact of the childfree trend on the sustainability of Indonesia's demographic dividend. It also explores whether the influence of Western culture promoting individualism is more dominant than domestic socio-economic factors in influencing the decision to choose a childfree lifestyle. Additionally, this study examines the role of social media in disseminating the childfree discourse. Using a qualitative approach through in-depth interviews with sociologists, this study is expected to provide insights into the social and economic factors underlying this trend, as well as its implications for Indonesia's demographic policies. The findings of this study are expected to contribute significantly to the formulation of policies that balance individual reproductive rights with the demographic needs of the country to avoid threats to national economic growth.   
RELASI GENDER DALAM HADIS: IMPLIKASINYA BAGI PENCEGAHAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK Rahmayani, Della; Nurwahyuningsih, Rahma
AN-NISA Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v18i1.9280

Abstract

Relasi gender krusial, terutama di masyarakat Muslim dengan hadis sebagai rujukan sentral. Pentingnya topik ini timbul dari potensi interpretasi hadis yang patriarkis untuk melanggengkan ketidaksetaraan gender dan memicu kekerasan, suatu isu hak asasi manusia mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi gender dalam hadis serta implikasinya pada upaya pencegahan kekerasan, mengidentifikasi interpretasi dominan dan alternatif. Metode kualitatif studi pustaka digunakan, mengkaji matan hadis muktabar sebagai data primer dan syarah serta karya ilmiah sebagai data sekunder, dianalisis interpretatif. Temuan menunjukkan hadis memuat dimensi relasi gender beragam: dari penggambaran hierarkis (potensi legitimasi kekerasan) hingga dimensi egaliter kuat (kesetaraan spiritual, kemitraan). Interpretasi hierarkis terbukti berpotensi melegitimasi kekerasan. Sebaliknya, pemahaman egaliter, selaras nilai keadilan dan kasih sayang Islam, menjadi fondasi kuat pencegahan kekerasan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis dampak interpretasi hadis terhadap isu kekerasan berbasis gender. Ini menekankan urgensi penyebaran pemahaman hadis yang kontekstual dan sensitif gender demi membangun relasi yang adil dan setara di masyarakat Muslim.
IBU BEKERJA DAN DIGITAL PARENTING: STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM POLA ASUH ANAK DI ERA DIGITAL Nurdiantara, Robby Rachman; Maesurah, Sitti
AN-NISA Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v18i1.9992

Abstract

Artikel ini mengkaji strategi komunikasi interpersonal yang dijalankan oleh ibu bekerja, khususnya dosen perempuan, dalam mengelola pengasuhan anak di tengah tantangan era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, studi ini mengeksplorasi pola komunikasi, bentuk interaksi, serta tantangan dan solusi yang dihadapi oleh ibu dalam praktik digital parenting. Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal yakni afektif, informatif, dan dialogis, dijalankan secara adaptif melalui medium digital dan tatap muka, disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Di sisi lain, keterbatasan waktu, kekhawatiran terhadap paparan konten negatif, serta peran pengasuh yang tidak selalu sejalan menjadi tantangan utama. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis dalam penguatan literatur komunikasi keluarga dan parenting digital, serta memberikan rekomendasi praktis bagi ibu bekerja dalam menjalankan peran ganda. Artikel ini relevan bagi bidang kajian komunikasi interpersonal, gender dan keluarga, serta studi media digital dan anak.
KEBIJAKAN INTEGRAL PERLINDUNGAN HUKUM ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI SATUAN PENDIDIKAN Nurpaikah; Eva Agraini; Sadali
AN-NISA Vol. 18 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the integral policy of legal protection for child victims of sexual violence within educational institutions. The research focuses on the forms of integral policies developed by local governments to protect child victims of sexual violence in schools, as well as the innovative measures and challenges faced by the government in providing such protection. The study employs an empirical legal research method with a case study approach. Both primary and secondary data were utilized and analyzed through a qualitative descriptive method in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the government holds responsibility for protecting child victims of sexual violence in schools through affirmative policies that ensure special protection, as mandated by the Child Protection Law, the Human Rights Law, and the Sexual Violence Crime Law (UU TPKS). In essence, children are entitled to special assistance in the form of psychosocial services involving professionals across various fields to restore their mental well-being, including counseling, trauma therapy, social rehabilitation, and child mentoring. However, the implementation of psychosocial services in schools has not been effective due to several factors: the scope of protection has been limited to juridical aspects without addressing non-juridical dimensions, shortages of professional human resources, underperformance of school committees, lack of an integrated database of child victims, social stigma, low public awareness, and weak inter-institutional coordination. Efforts to enhance legal protection for child victims of sexual violence in educational institutions should be carried out through innovations in integral policies across juridical and non-juridical dimensions. This includes strengthening legal substance by establishing regional regulations on child sexual violence, improving legal structures through the creation of child support institutions in schools and supervisory committees on sexual violence, and cultivating legal culture by fostering awareness among parents, teachers, and communities. Commitment to protecting children from sexual violence must be built through effective communication among the three centers of education (family, school, and community), thereby ensuring that educational institutions become safe and child-friendly environments
MENGURAI MAKNA HADIS-HADIS NABI MUHAMMAD SAW TERKAIT PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN DARI TINDAK KEKERASAN S, Samsidar
AN-NISA Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v17i2.6440

Abstract

Artikel ini mengurai tentang makna hadis-hadis Nabi Muhammad SAW terkait perlindungan terhadap perempuan dari tindak kekerasan, Hadis-hadis Nabi merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur'an. Sebagai sumber ajaran, hadis-hadis Nabi mengandung berbagai petunjuk dan pedoman bagi umat Islam, termasuk dalam hal perlindungan terhadap perempuan dari tindak kekerasan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna hadis-hadis Nabi yang berkaitan dengan perlindungan terhadap perempuan dari tindak kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur penelusuran hadis-hadis Nabi yang relevan untuk mengungkap makna dan implikasinya dalam konteks perlindungan terhadap perempuan dari tindak kekerasan. Hasil menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi mengandung ajaran yang sangat tegas dan jelas dalam menjaga dan melindungi perempuan dari segala bentuk tindak kekerasan. Hadis-hadis tersebut menekankan pentingnya menghormati, menjaga, dan memperlakukan perempuan dengan baik. Implikasinya, umat Islam wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan.
ANALISIS PSIKOLOGI HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP ANAK KORBAN BULLYING DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DPPPA) BENGKALIS Faizza, Nur; Al Mansur, Muhammad
AN-NISA Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v17i2.7041

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Psikologi hukum keluarga Islam mengacu pada pendekatan holistik untuk memahami dan mengatasi masalah Bullying melibatkan pengenalan dan penanganan dinamika keluarga serta pengembangan strategi yang mendukung pertumbuhan emosional dan sosial yang sehat bagi semua anggota keluarga yang memadukan nilai-nilai dan ajaran Islam dengan prinsip-prinsip psikologis untuk memahami dan menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam konteks keluarga. Untuk menghasilkan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai agama serta memenuhi kebutuhan psikologis anggota keluarga secara efektif. Dapat diartikan Bullying  merupakan salah bentuk prilaku yang terjadi pada anak. Bullying merupakan bentuk prilaku dengan adanya kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau kelompok secara kata-kata, fisik dan Psikologis Korban. Dampak yang diterima oleh korban yakni yakni trauma, menyendiri dan sulit berbicara. Dari dampak tersebut korban Bullying memiliki berbagai masalah mental dan keluhan kesehatan fisik. Maka dari itu diperlukan penanganan sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mengetahui dampak psikologi Hukum keluarga Islam terhadap anak korban Bullying, metode yang digunakan dalam penelitian field Research. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah studi dokumen dan wawancara yang berlokasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DPPPA) Bengkalis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa psikologi Hukum keluarga Islam pemahaman tentang jiwa atau mental memiliki peranan penting dalam menangani anak korban Bullying seperti psikis, fisik
FENOMENA INDEPENDENT WOMAN TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA : STUDI KONDISI KURANGNYA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA KARIR GANDA Sari, Muspita; Aprilianti, Andi
AN-NISA Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v17i2.7194

Abstract

Pada dasarnya menikah ialah untuk menata keluarga,, dan setiap keluarga, pastinya memiliki standar keluarga impian dan tentunya ingin mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam suatu hubungan. Memiliki penghasilan yang cukup merupakan salah satu alternatif cara untuk membentuk suatu keluarga yang harmonis. Namun nyatanya hal tersebut juga dapat mengakibatkan retaknya keharmonisan dalam suatu hubungan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mampu mengetahui hubungan komunikasi double role seorang Independent woman yang mengenyam status sebagai istri dalam menjaga keharmonisan di dalam suatu rumah tangga dan karir. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenalogi serta teknik analisis data melalui analisi isi. Penelitian ini juga menggunakan metode library research. Paradigma penelitian menggunakan konstruktivisme. Hasil yang diperoleh peneliti ialah bahwa tidak semua perempuan bekerja karena ingin mengembangkan potensi dengan berkarir atau hanya sekedar hobi dan mengisi waktu luang, terdapat pula yang bekerja semata hanya untuk memperoleh penghasilan yang disebabkan karena adanya tuntutan perekonomian, serta adapula yang menjadikan dunia kerja sebagai kekuatan agar tetap mampu bertahan hidup dalam kondisi di atas kaki sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam menjaga keharmonisan suatu keluarga dan karir bagi seorang independent woman dibutuhkan peran ganda serta support sistem atau dukungan anggota keluarga, management waktu antara dunia kerja dan keluarga, serta interaksi dan komunikasi terhadap keluarga dengan relasi di dunia kerja. Wanita karir pun harus menetapkan prioritasnya yang menjadi tanggung jawab serta tujuan agar dapat menjalankan peran ganda tersebut secara  adil dan seimbang.
KESETARAAN GENDER DAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN; UPAYA KONTEKSTUALISASI AJARAN ISLAM Asadurrohman, Muhammad
AN-NISA Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v17i2.7271

Abstract

Persoalan kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan hingga dewasa ini masih menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan dan terus didiskusikan, kendatipun sudah banyak hasil penelitian yang membahas tentang hal itu. Menjadi sesuatu yang urgen untuk terus dilakukan upaya penelitian lebih lanjut dalam hal ini adalah ketika persoalan tersebut dikaitkan dengan dampak negatif yang kerapkali terjadi, seperti misalnya kekesaran dan diskriminasi. Tentu saja, hal-hal yang semacam itu merupakan sesuatu yang harus dihilangkan untuk konteks peradaban manusia dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu konsep kesetaraan gender dan kepemimpinan yang terdapat di dalam nash-nash ajaran Islam, sekaligus untuk melakukan upaya reinterpretasi nash agar dapat menyesuaikan pemahaman yang hidup di dalam teks dengan kehidupan yang berkembang di dalam komunitas masyarakat dewasa ini. Metode penelitian yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah Library Research, dengan menjadikan sumber data Primer, Sekunder dan Tersier sebagai bahan rujukan untuk mengumpulkan data yang kami butuhkan di dalam proses penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nash-nash ajaran Islam secara esensial mengajarkan tentang konsep kesetaraan gender yang harus dijunjung tinggi dan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki posisi sebagai leader. Pemahaman tersebut tentu saja dihasilkan melalui proses reinterpretasi atas nash-nash yang telah mapan dan pemahaman yang telah eksis hingga dewasa ini, sehingga pada akhirnya yang terjadi adalah kontekstualisasi ajaran Islam itu sendiri. Namun demikian, agar terhindar dari kerancuan sosial dan mendatangkan kemashlahatan, maka dalam hal kepemimpinan perempuan dibatasi pada ranah-ranah sosial-politik yang nota bene terlepas dari ranah-ranah yang bersifat ubudiyah yang sakral.
EFEKTIVITAS PERMAINAN ENGKLEK PADA PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK ANAK USIA DINI Darmawan, Wahyu Hari; Ananta, Juwita Putri; -, Suparmi
AN-NISA Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v17i2.7745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan engklek pada perkembangan psikomotorik anak usia dini, metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Literature Review. Dengan melakukan beberapa  tahapan yaitu mengidentifikasi, mengkaji, dan menafsirkan dari berbagai penelitian. Artikel Literature Review ini menggunakan artikel terbitan dengan rentan tahun 2020-2024 yang diakses melalui Google Scholar  kemudian dilakukan peninjauan literatur untuk menemukan penelitian yang berkaitan. Hasil kajian menunjukkan bahwa engklek tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media untuk mengembangkan kekuatan, keseimbangan, dan daya tahan fisik anak. Selain itu, permainan ini melatih kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang penting bagi perkembangan kognitif anak. Dalam konteks modern, pelestarian permainan tradisional seperti engklek sangat penting untuk memberikan stimulasi fisik dan sosial yang optimal bagi anak, serta menjaga budaya lokal

Page 12 of 12 | Total Record : 119