cover
Contact Name
Jurnal Tarbiyah Al-Awlad
Contact Email
tarbiyah.alawlad@uinib.ac.id
Phone
+6285274713400
Journal Mail Official
tarbiyah.alawlad@uinib.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Guru Madarasah Ibtidauyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Jl. Prof Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Kuranji Kota Padang Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar
ISSN : 20868065     EISSN : 2723004X     DOI : https://doi.org/10.xxx/xxxx
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember mulai tahun 2009, setiap volume ada 2 edisi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pemikiran orisinil dibidang pendidikan khusus pendidikan dasar atau madrasah ibtidaiyah
Articles 171 Documents
Rekonstruksi Karakter Toleransi Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Pendidikan Multikultural Barsihanor Barsihanor; M Fahmi Arifin; M Uhaib; Siti Liani
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v16i1.14807

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia yang ditandai oleh keragaman sosio-kultural dan geografis. Keragaman ini berpotensi memicu konflik apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga pendidikan multikultural hadir sebagai instrumen strategis untuk menanamkan nilai-nilai penghargaan terhadap perbedaan dan memperkuat karakter toleransi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter toleransi melalui pendidikan multikultural di sekolah dasar serta mengidentifikasi berbagai hambatan dalam implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa di Kota Banjarbaru. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter toleransi dilakukan melalui tiga mekanisme utama: internalisasi nilai, pembiasaan sosial, dan keteladanan guru. Sekolah berhasil membangun budaya inklusif dan anti-diskriminatif sebagai wujud nyata agen sosialisasi kebhinekaan. Kendati demikian, implementasi tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan kompetensi pedagogik guru, pendekatan pembelajaran yang masih bersifat simbolik, serta resistensi stereotip budaya. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan serta sinergi kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat esensial untuk mewujudkan pembentukan karakter toleran yang berkelanjutan pada peserta didik.