cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 117 Documents
Representasi Gender dalam Media Sosial TikTok: Kajian Semiotika Visual Sosial Theo van Leeuwen dan Gunther Kress Fadillah, Wulan; Juanda*, Juanda; Nensilianti, Nensilianti
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5889

Abstract

This article will describe forms of gender representation in TikTok video content based on Theo van Leeuwen and Gunther Kress's theory of Social Visual Semiotics. The research was conducted using a descriptive qualitative approach with an analysis of three visual metafunctions: representational meaning, interactional meaning, and compositional meaning. Data were obtained through documentation techniques and non-participant observation of gender-themed TikTok content. The results show that TikTok is a multimodal space that displays various forms of gender representation, ranging from the reinforcement of traditional stereotypes to resistance to gender role constraints. Multimodal elements such as visuals, text, audio, gestures, camera angles, and lighting work simultaneously to shape social meaning. TikTok thus functions as an ideological arena that helps build public awareness of gender equality.Keywords: multimodality; gender representation; social visual semiotics; TikTokArtikel ini akan mendeskripsikan bentuk representasi gender dalam konten video TikTok berdasarkan teori Semiotika Visual Sosial Theo van Leeuwen dan Gunther Kress. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tiga metafungsi visual, yaitu representational meaning, interactional meaning, dan compositional meaning. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dan observasi nonpartisipan terhadap konten TikTok bertema gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok menjadi ruang multimodal yang menampilkan beragam bentuk representasi gender, mulai dari penguatan stereotip tradisional hingga resistensi terhadap batasan peran gender. Elemen multimodal seperti visual, teks, audio, gestur, sudut pandang kamera, dan pencahayaan bekerja secara simultan membentuk makna sosial. TikTok dengan demikian berfungsi sebagai arena ideologis yang turut membangun kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan gender.Kata kunci: multimodalitas; representasi gender; semiotika visual sosial; TikTok 
Kesantunan Berbahasa dalam Novel "Dunia Nadhira" karya Alnira: Kajian Pragmatik Brown dan Levinson Putri*, Ningrum Amalia; Mahmudah, Mahmudah; Faisal, Faisal
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5900

Abstract

This article will describe the forms of politeness strategies in utterances or quotations in the novel and identify the most frequently used strategies in Alnira's novel "Dunia Nadhira" using Brown and Levinson's pragmatics. This research is a qualitative descriptive study using content analysis techniques. The data sources in this study are utterances or quotations contained in the novel published in 2018. Data collection techniques used include documentation techniques, namely listening, reading, and note-taking. The results show that four politeness strategies found by Brown and Levinson in utterances or quotations in the novel: positive politeness strategies, negative politeness strategies, direct strategies, indirect strategies, with the most dominant strategy found being positive politeness strategies. It can be concluded that in this study, politeness is not only found in everyday life but is also applied in literary works, novels, and to understand each context of speech, to whom, when, and where the speaker is communicating.Keywords: language; politeness; novel; pragmatics; strategy Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk strategi kesantunan berbahasa pada tuturan atau kutipan dalam novel dan mengidentifikasi strategi yang paling sering digunakan dalam novel “Dunia Nadhira” karya Alnira dengan menggunakan kajian pragmatik Brown dan Levinson. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif  dengan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan atau kutipan yang terdapat dalam novel yang diterbitkan pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik dokumentasi yaitu simak, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan empat strategi kesantunan Brown dan Levinson yang terdapat pada tuturan atau kutipan dalam novel, yaitu strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, strategi langsung, strategi tidak langsung, dan strategi yang paling dominan yang ditemukan adalah strategi kesantunan positif. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini kesantunan berbahasa tidak hanya terdapat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga diterapkan dalam karya sastra novel dan untuk memahami setiap konteks tuturan kepada siapa, kapan, di mana penutur berkomunikasi.Kata kunci: berbahasa; kesantunan; novel; pragmatik; strategi
Komparasi Karakter Ekstrovert dan Introvert Tokoh Utama dalam Film "200 Pounds Beauty" Versi Korea dan Indonesia: Psikologi Analitik Carl Gustav Jung Nensilianti, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Syafiqah, Nurul
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5986

Abstract

This article describe the comparison between extroverted and introverted characteristics of the main characters in the Korean version (2006) and the Indonesian version (2023) of the film 200 Pounds Beauty using Carl Gustav Jung’s analytical psychology approach. This approach was chosen because it can reveal personality dynamics through four psychic functions thinking, feeling, sensing, and intuition that shape an individual’s extroverted and introverted orientations. The research employs a qualitative descriptive method with a comparative design, using literature study and documentation techniques on both films. The data, consisting of dialogues, scenes, and expressions of the main characters, were analyzed to identify personality traits based on Jung’s theory.The results show that in the Korean version, the character Hanna/Jenny tends to be extroverted, demonstrated by her courage to appear in public and her pursuit of social recognition, while still harboring inner conflicts that reveal her introverted side. Meanwhile, in the Indonesian version, the character Juwita/Angel displays a balance between the two types, with a dominant introverted nature reflected through self-reflection, guilt, and moral awareness of her identity. Cultural differences also influence the expression of personality and the social values presented. This study concludes that Jung’s analytical psychology theory is effective for analyzing personality in cross-cultural films and understanding the process of self-acceptance.Keywords: analytical psychology; Carl Gustav Jung; extrovert; introvertArtikel ini  memaparkan komparasi karakter ekstrovert dan introvert tokoh utama dalam film 200 Pounds Beauty versi Korea (2006) dan versi Indonesia (2023) menggunakan pendekatan psikologi analitik Carl Gustav Jung. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap dinamika kepribadian melalui empat fungsi psikis pikiran, perasaan, pengindraan, dan intuisi yang membentuk orientasi ekstrovert dan introvert individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain komparatif dan teknik studi pustaka serta dokumentasi terhadap kedua film. Data berupa dialog, adegan, dan ekspresi tokoh utama dianalisis untuk menemukan ciri kepribadian berdasarkan teori Jung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam versi Korea, tokoh Hanna/Jenny cenderung ekstrovert dengan keberanian tampil di ruang publik dan pencarian pengakuan sosial, namun tetap menyimpan konflik batin yang memperlihatkan sisi introvert. Sementara itu, tokoh Juwita/Angel dalam versi Indonesia memperlihatkan keseimbangan antara kedua tipe, dengan dominasi sifat introvert yang tercermin melalui refleksi diri, rasa bersalah, dan kesadaran moral terhadap identitasnya. Tokoh utama dalam kedua versi film menunjukkan ekspresi kepribadian yang berbeda dalam menanggapi konflik batin dan pencarian jati diri. Penelitian ini menegaskan bahwa teori psikologi analitik Jung efektif digunakan untuk menganalisis kepribadian tokoh dalam film dan memahami proses penerimaan diri melalui dinamika fungsi psikis.Kata kunci: Carl Gustav Jung; ekstrovert;  introvert;  psikologi analitik
Gangguan Kejiwaan Tokoh Utama “Perempuan dan Ilusinya” Karya Adhyra Pratama: Kajian Psikologi Sigmund Freud Putri, Salsabilla Anggelina
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5903

Abstract

This article will describe the psychological state of the main character in the play "Perempuan dan Ilusinya" by Adhyra Pratama, using the concepts of id, ego, and superego based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory. This study employed a qualitative descriptive method with an analytical critical approach. The research data consisted of dialogue excerpts reflecting aspects of Aini's personality and mental state. The data analysis technique was conducted by reading the play script, taking notes, and identifying dialogue excerpts related to Aini's mental state. The research findings indicate that Aini's mental state is disturbed by loneliness and her desire to feel the warmth of a complete family, leading her to create an imaginary child (AK) through her illusion. Aini's dominant id drives her to create an imaginary child (AK) through her illusion. Aini's ego is so weak that it makes her unable to resist and control her id. The superego, which appears through the Shadow Antagonist (BA), serves as a reminder to Aini that her child is merely an illusion she created.Keywords: drama; illusion; psychology; character Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan  kondisi psikologi tokoh utama dalam naskah drama “Perempuan dan Ilusinya” karya Adhyra Pratama dengan konsep id, ego, dan superego berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kritik analitis. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dialog yang mencerminkan aspek kepribadian dan kondisi kejiwaan Aini. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan cara membaca naskah drama, mencatat, dan mengidentifikasi kutipan-kutipan dialog yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan Aini.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi kejiwaan Aini terganggu akibat dari rasa kesepian dan keinginannya untuk merasakan kehangatan hadirnya sebuah keluarga yang utuh, sehingga ia menciptakan anak khayalan (AK) melalui ilusinya. Id Aini yang begitu mendominasi mendorongannya untuk menciptakan seorang (AK) melalui ilusinya. Ego Aini yang begitu lemah, sehingga membuatnya tidak mampu untuk melawan dan mengendalikan id. Superego yang datang melalui Bayangan Antagonis (BA) menjadi pengingat bagi Aini bahwa anaknya itu hanya sebuah ilusi yang ia ciptakan.Kata kunci:  drama;  ilusi; psikologis;  tokoh
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media TikTok dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Eriska*, Eriska Febrianty; Ristiani, Iis; Hasanah, Aan
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5678

Abstract

This article will explain the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model supported by TikTok in developing expository writing skills in grade 10 students at MA Al-Falah Sukabumi. The background of this study is based on students' low writing skills, particularly in terms of text structure and use of linguistic rules. The approach used was a quasi-experimental with a pretest–posttest control group design. A total of 40 students were sampled and divided into two groups: the experimental group and the control group. Data collection techniques included the use of learning modules, observations, tests, and questionnaires. The results showed a significant increase in posttest scores of students in the experimental group compared to the control group. The average pretest score of 80.20 increased to 98.00 in the posttest, an increase of 22.20%. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05. Thus, the TikTok-based PBL model proved effective in improving the expository writing skills of grade 10 students at MA Al-Falah.Keywords: writing; expository text; PBL; TikTok Abstrak Artikel ini akan memaparkan efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung media TikTok dalam mengembangkan kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas X MA Al-Falah Sukabumi. Latar belakang studi ini didasari oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya dalam hal struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 40 siswa dijadikan sampel dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data mencakup penggunaan modul pembelajaran, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor posttest siswa di kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata pretest sebesar 80,20 meningkat menjadi 98,00 pada posttest, mengalami peningkatan sebesar 22,20%. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model PBL berbasis TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X MA Al-Falah.Kata Kunci: menulis; teks eksposisi; PBL;  TikTok 
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Melalui Pelatihan Model ADDIE dalam Mengimplemetasikan Pembelajaran Mendalam Imas Susilawati*; Yus Rusyana; Iis Ristiani
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.4523

Abstract

This article aims to describe the improvement in the pedagogical skills of Indonesian language teachers through ADDIE training in implementing in-depth learning in assisted schools. The method used was an explanatory sequential experimental design, with a sample of 20 teachers (10 in the experimental group, 10 in the control group) in Cianjur Regency. Data were collected through tests, questionnaires, interviews, and observations. The ADDIE training was conducted over five days, encompassing needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The experimental group's results showed a significant improvement (mean post-test score of 88, p < 0.05) compared to the control group, with teachers able to design contextual and enjoyable learning. Educational institutions need to provide digital resources and increase the frequency of mentoring to support the sustainability of the training, as well as examine the long-term impact on student achievement.Keywords: competence; pedagogy; training; in-depth learning Abstrak Artikel ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan pedagogik guru bahasa Indonesia melalui pelatihan model ADDIE dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah dampingan. Metode yang digunakan desain eksperimen sekuensial eksplanatori dengan 20 guru sebagai sampel (10 kelompok eksperimen, 10 kelompok kontrol) di Kabupaten Cianjur. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, wawancara, dan observasi. Pelatihan ADDIE dilaksanakan selama lima hari, mencakup analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (rata-rata skor post-test 88, p < 0.05) dibandingkan kelompok kontrol, dengan guru mampu merancang pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Institusi pendidikan perlu menyediakan sumber daya digital dan meningkatkan frekuensi pendampingan untuk mendukung keberlanjutan pelatihan, serta meneliti dampak jangka panjang terhadap prestasi siswa.Kata kunci: kompetensi; pedagogik; pelatihan; pembelajaran mendalam
Kesantunan Berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam Terjemah Al-Qur’an Ikhsan Abdul Aziz*; Iis Ristiani; Aan Hasanah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5655

Abstract

This article will describe the politeness of the Prophet Moses (peace be upon him) in the translation of Surah Taha, verses 43–56 of the Qur'an. The approach used is descriptive qualitative, using Leech's theory of politeness. The research instrument used six maxims of politeness. Data were collected through a study of translated texts of the Qur'an. The results show that the politeness of the Prophet Moses' dialogue reflects a communication practice full of submission, gentleness, and wisdom. The six maxims of politeness appear in various forms of speech, such as humble requests, gentle commands, and greetings containing respect. These findings were then used as the basis for developing teaching materials for 11th-grade students that are deemed appropriate, applicable, and capable of shaping students' language character, particularly in delivering lectures. This study recommends that the values of politeness in the stories of the prophets can be used as a reference in the development of Indonesian language teaching materials, to support meaningful, contextual, and character-based learning.Keywords: teaching materials; language; politeness; Prophet Moses Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan kesantunan berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam terjemahan Al-Qur’an Surah Taha ayat 43–56. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori kesantunan dari Leech. Instrumen penelitian menggunakan enam prinsip maksim kesantunan. Data dikumpulkan melalui kajian teks terjemah Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam dialog Nabi Musa mencerminkan praktik komunikasi yang penuh ketundukan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Keenam maksim kesantunan muncul dalam berbagai bentuk tuturan, seperti permohonan yang merendah, perintah yang lembut, dan sapaan yang mengandung penghormatan. Temuan ini kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan bahan ajar siswa kelas XI yang dipandang layak, aplikatif, dan mampu membentuk karakter siswa dalam berbahasa, khususnya dalam menyampaikan ceramah. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai kesantunan dalam kisah para nabi dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, guna mendukung pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.Kata Kunci: bahan ajar; berbahasa; kesantunan; Nabi Musa
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media TikTok dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Eriska Febrianty Eriska*; Iis Ristiani; Aan Hasanah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5678

Abstract

This article will explain the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model supported by TikTok in developing expository writing skills in grade 10 students at MA Al-Falah Sukabumi. The background of this study is based on students' low writing skills, particularly in terms of text structure and use of linguistic rules. The approach used was a quasi-experimental with a pretest–posttest control group design. A total of 40 students were sampled and divided into two groups: the experimental group and the control group. Data collection techniques included the use of learning modules, observations, tests, and questionnaires. The results showed a significant increase in posttest scores of students in the experimental group compared to the control group. The average pretest score of 80.20 increased to 98.00 in the posttest, an increase of 22.20%. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05. Thus, the TikTok-based PBL model proved effective in improving the expository writing skills of grade 10 students at MA Al-Falah.Keywords: writing; expository text; PBL; TikTok Abstrak Artikel ini akan memaparkan efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung media TikTok dalam mengembangkan kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas X MA Al-Falah Sukabumi. Latar belakang studi ini didasari oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya dalam hal struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 40 siswa dijadikan sampel dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data mencakup penggunaan modul pembelajaran, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor posttest siswa di kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata pretest sebesar 80,20 meningkat menjadi 98,00 pada posttest, mengalami peningkatan sebesar 22,20%. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model PBL berbasis TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X MA Al-Falah.Kata Kunci: menulis; teks eksposisi; PBL;  TikTok 
Dialek Minangkabau dalam Novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" karya J.S. Khairen Kurnia Hayunastiti; Suci Ayu Latifah*
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5684

Abstract

This article will describe the Minangkabau dialect in the novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" by J.S Khairen. This novel tells the story of the struggle of a child in the interior to change his fate to be more prosperous, set in the West Sumatra area, Padang City, Minangkabau. The research method uses descriptive qualitative. The object of the research is the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S Khairen. Using library study techniques with data analysis techniques. The results of the research in the form of data that has been found in the form of the Minangkabau dialect are described and analyzed. Minangkabau dialect data is examined with sociolinguistic studies, studies on the relationship between language and its speaking community. The results of the study show the use of the Minangkabau dialect in the novel. The Minangkabau dialect is seen in several terms such as 'umak', 'atuk', 'abak', 'kosak', 'galado', 'pinukuik', and many others.Keywords: dialect; novel; literature; sociolinguistics Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan dialek Minangkabau dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S Khairen. Novel ini bercerita tentang perjuangan hidup anak pedalaman dalam mengubah nasib menjadi lebih sejahtera yang berlatar daerah Sumatera Barat, Kota Padang, Minangkabau. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskripstif. Objek penelitian berupa novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S Khairen. Menggunakan teknik studi pustaka dengan teknik analisis data. Hasil penelitian berupa data yang telah ditemukan berupa dialek Minangkabau dideskripsikan dengan dianalisis. Data dialek Minangkabau diteliti dengan kajian sosiolinguistik, kajian tentang hubungan bahasa dengan masayarakat penuturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan dialek Minangkabau dalam novel. Dialek Minangkabau tampak pada beberapa istilah seperti ‘umak’, ‘atuk’, ‘abak’, ‘kosak’, ‘galado’, ‘pinukuik’, dan masih banyak lainnya.Kata Kunci: dialek; novel; sastra; sosiolinguistik
Social Background Effect on The Choice of The Students Language Rani Sri Wahyuni
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5805

Abstract

This article discusses the influence of social background on the choice of language varieties used in interactions in the STT Wastukancana Purwakarta campus environment.. This social background in question includes the following factors: Like the origin of the region, the level of education of parents, the work of parents, and the social environment. This study uses a descriptive qualitative approach with survey methods and interviews with 50 STT Wastukancana Purwakarta student respondents from various study programs. Data were analyzed through reduction, presentation, and drawing conclusions based on sociolinguistic theory. The results of this study indicate that differences in social background greatly affect the variety of languages used by students, both in the context/formal and non-formal situations. Students from the urban environment and highly educated tend to use standard Indonesian in formal situations, while students from rural environments more often use mixed languages, namely regional languages and non-standard Indonesian language. These findings confirm that the variety of languages among students is not only determined by the situation of communication, but also by social factors that form language habits. This research is expected to contribute to the development of sociolinguistic studies that highlight the dynamics of language among tertiary students, especially in the context of higher education in the region.Keywords: language variety; social background; students 

Page 11 of 12 | Total Record : 117