cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 105 Documents
Tuturan Ilokusi pada Iklan Shopee di Youtube Tayangan Desember 2021-Januari 2022 Izaty*, Firlana; Iswatiningsih, Daroe; Sudjalil, Sudjalil
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i2.2219

Abstract

This article will describe the form and function of illocutionary speech in Shopee ads on YouTube. This research is a type of qualitative research with the descriptive method and uses a pragmatic approach. The source of the data in this study is the Shopee ad video obtained from the Shopee YouTube account. The data were collected by using the documentation technique and taking notes freely, then the data in the research analyzed was reduced, presented the data, and concluded. The results showed that Shopee's advertising speech on YouTube was dominated by assertive function speech. In addition to these speeches, other forms of speech are directive, commissive, and expressive forms. The speech function in Shopee advertisements shows several specific purposes, namely the functions of informing, claiming, reporting, suggesting, requesting, inviting, advising, promising, offering, and thanking.ABSTRAKArtikel ini akan mendeskrispikan bentuk dan fungsi tuturan ilokusi pada iklan Shopee di YouTube. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskripstif dan menggunakan pendekatan pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini yaitu video iklan Shopee yang didapat dari akun YouTube Shopee. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan simak catat bebas, kemudian data pada penelitian dianalisis direduksi,disajikan data, dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan iklan Shopee di YouTube didominasi oleh tuturan fungsi asertif. Selain tuturan tersebut bentuk tuturan lainnya yaitu bentuk direktif, komisif, dan ekspresif. Fungsi tuturan pada iklan Shopee menunjukkan beberapa maksud tertentu yaitu fungsi menginformasikan, mengklaim, melaporkan, menyarankan, meminta, mengajak, menasihati, menjanjikan, menawarkan, dan berterima kasih.Kata kunci: ilokusi; iklan; dan pragmatik
Kemampuan Memahami Kosakata Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SD Kecamatan Banjar Barat Faradina*, Faradina; Effendi, Rustam
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i2.2285

Abstract

The ability of third-grade elementary school students in the West Banjarmasin sub-district in understanding the vocabulary of the Indonesian language field is exactly at the KKM and that is very worrying because if learning is not managed properly, the score could drop to a number below the KKM. The research was conducted to find out how the students' understanding and ability among school clusters was in understand the vocabulary of the Indonesian language field. The research was conducted using qualitative and quantitative methods in the hope of producing more accurate and meaningful information. The results of the study showed the ability to understand the vocabulary of the Indonesian language field with an average value of 58.29 with details of the ability to understand the vocabulary of the Indonesian language field in urban elementary schools 61.24 and suburban areas 52.66. Based on the results of the comparative test, the ability of students in urban and suburban areas is significantly related and the inter-cluster relationship is also significant.ABSTRAKKemampuan siswa kelas III Sekolah Dasar se-Kecamatan Banjarmasin Barat dalam memahami kosakata bidang ilmu bahasa Indonesia nilainya persis pada KKM dan itu sangat menghawatirkan karena jika pembelajaran kurang dikelola dengan baik, nilai  itu bisa saja menurun ke angka di bawah KKM. Penelitian dilakukan untuk mencari tahu bagaimana pemahaman dan kemampuan siswa antargugus sekolah dalam memahami kosakata bidang ilmu bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif  dengan harapan dapat menghasilkan informasi yang  lebih akurat dan lebih bermakna. Hasil peneitian menunjukkan kemampuan memahami kosakata bidang ilmu bahasa Indonesia nilai rata-rata 58,29 dengan rincian kemampuan memahami kosakata bidang ilmu bahasa Indonesia SD Negeri daerah perkotaan 61,24 dan daerah pinggiran kota 52,66. Berdasarkan hasil uji komparasi terhadap kemampuan siswa daerah perkotaan dan daerah pinggiran berhubungan secara signifikan dan begitu juga hubungan antargugus juga  signifikan.Kata Kunci: bahasa Indonesia; kosakata; pemahaman  
Framing Pembunuhan Wanita Hamil di Gunungkidul oleh "Republika" dan "Kompas" Hiranti, Natasya Putri; Setiawan, Hendra
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i1.2966

Abstract

This article discusses the framing of the murder of a pregnant woman that occurred in Gunung Kidul which was toppled from the top of a coastal cliff. The murder occurred because the victim RN (25) refused to have an abortion as a result of his actions with ER (24). This study uses the Zhongdang Pan and Gerald M Koscki framing analysis model. This model assumes that, every news has a frame that functions as the center of the organization of ideas. The media studied were online media "Republika" and "Kompas". The data collection technique used is listening and note-taking techniques. The research object is in the form of news text. The results of the study show that although on the whole the two media use simple words in packaging the news, the framing of the murder incident by the two online media has differences and similarities. The difference can be seen from the picture shown. “Republika” only displays illustrations while “Kompas” displays images of the two perpetrators of the murder at the Gunung Kidul Police Headquarters. The syntactic structure of "Republika" and "Kompas" have something in common, namely explaining clearly and in accordance with the analysis of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki.Keywords: framing; structure; syntaxABSTRAKArtikel ini membahas framing pembunuhan  wanita hamil yang terjadi di Gunung Kidul yang digulingkan dari atas tebing pantai. Pembunuhan  terjadi karena korban RN (25) menolak  menggugurkan kandungan sebagai hasil dari perbuatannya  dengan ER (24).  Penelitian menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M Koscki. Model  ini berasumsi bahwa, setiap berita mempunyai frame yang berfungsi sebagai pusat organisasi    ide. Media  yang ditelaah yaitu media online “Republika” dan “Kompas”.  Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik menyimak dan mencatat. Objek penelitian berupa teks berita.  Hasil penelitian menunjukkan meski secara keseluruhan kedua media ini memakai kata-kata sederhana dalam mengemas berita, framing peristiwa pembunuhan itu oleh kedua media onlne itu memiliki perbedaan dan persamaan. Perbedaannya terlihat dari gambar yang ditampilkan. “Republika” hanya menampilkan gambar ilustrasi sedangkan “Kompas” menampilkan gambar dua orang pelaku pembunuhan  di Mapolres Gunung Kidul. Struktur sintaksis, “Republika” dan “Kompas” memiliki kesamaan,  yaitu menjelaskan dengan jelas dan sesuai dengan analisis  Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.Kata Kunci:  framing; struktur;  sintaktik 
Penggunaan Model Bercerita Berpasangan dalam Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa Rohayati, Eha
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i1.2816

Abstract

This article will discuss improving students' ability to tell stories by using pair storytelling techniques for junior high school students, with a focus on learning processes and outcomes. The research method used is classroom action research. The research sample was class IX E students of SMP Negeri 2 Sukaraja consisting of 36 students. In the pre-cycle, interviews were conducted to find out the causes of the condition of students who could not speak in front of the class. In cycle 1 learning is not maximized. In cycle 2 it can be seen that students' storytelling ability in learning Indonesian has increased. The application of pair storytelling learning techniques shows that students can eliminate psychological obstacles and can also optimize their mastery of storytelling competence by paying attention to the accuracy of intonation, quality of pronunciation, facial expressions, expressions of movement, and sequence of stories. Therefore, this pair storytelling technique can be used to improve students' storytelling skills.Keywords: telling stories in pairs; process and learning outcomes AbstrakArtikel  ini akan mendiskusikan peningkatan kemampuan siswa dalam bercerita dengan menggunakan teknik bercerita berpasangan pada siswa SMP, dengan fokus pada  proses dan hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas.  Sampel penelitian adalah siswa kelas IX E SMP Negeri 2 Sukaraja yang terdiri dari 36 siswa. Pada prasiklus dilakukan wawancara untuk mengetahui penyebab kondisi siswa yang tidak bisa berbicara di depan kelas. Pada siklus 1 pembelajaran belum maksimal. Pada siklus 2 terlihat bahwa kemampuan bercerita siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meningkat. Penerapan pembelajaran teknik bercerita bwrpasangan menunjukkan bahwa siswa dapat menghilangkan kendala psikologis dan juga dapat mengoptimalkan penguasaan kompetensi bercerita dengan memperhatikan ketepatan intonasi, kualitas pelafalan, ekspresi wajah, ekspresi gerak, dan keruntutan cerita. Oleh karena itu, dari itu teknik bercerita berpasangan  ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa. Kata Kunci:  bercerita berpasangan; proses dan hasil belajar
Penggunaan Problem Based Learning (PBL) dalam Menulis Cerita Pendek Secara Blended Luring-Daring Sumyati, Sumyati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i1.2689

Abstract

This article aims to describe the use of the Problem-Based Learning (PBL) model in writing short stories in an offline-online blended manner in class IX of SMPN 3 Cileunyi. The research was conducted using the Classroom Action Research model carried out from September to December for the 2021/2022 school year. The number of students involved in the study was 52 people consisting of 30 men and 22 women. The results of the study show that the use of models is very appropriate and can overcome students' difficulties in writing short stories. This has been proven by the fact that their work resulting from online and offline learning has an average score of 71 out of the five aspects assessed, namely suitability of the theme and content, point of view, characters and plot, and language. In addition, it is known that there is a significant increase in learning outcomes between learning to write short stories before and after online-offline blended learning with the PBL model, namely 63.8 with a significance level of 90%.Keywords: blended; short story; offline and online, PBLABSTRAK:Artikel ini bertujuan akan mendeskripsikan penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dalam menulis cerita pendek secara blended luring-daring di kelas IX SMPN 3 Cileunyi. Penelitian dilakukan dengan model Penelitian Tindakan Kelas  dilaksanakan bulan September hingga Desember tahun pelajaran 2021/2022. Jumlah peserta didik yang dilibatkan dalam penelitian sebanyak 52 orang terdiri atas laki-laki 30 dan perempuan 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model sangat tepat dan dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menulis cerita pendek. Hal ini terbukti karya mereka  yang dihasilkan dari pembelajaran daring dan luring beroleh nilai rata-rata sebesar 71 dari lima aspek yang dinilai, yaitu kesesuaian tema dengan isi, sudut pandang, tokoh dan karakter, alur, bahasa. Selain itu, diketahui terjadi peningkatan hasil belajar secara signifikan antara pembelajaran menulis cerita pendek sebelum dan sesudah pembelajaran blended daring–luring dengan model PBL yaitu 63,8 dengan taraf signifikansi sebesar 90%.    Kata Kunci: blended; cerita pendek;  luring dan daring, PBL
Penggunaan Model Pembelajaran Partisipatif dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Abdul Manan, Imas Masri'ah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i1.2802

Abstract

This article will describe the application of participatory learning methods in improving the speaking skills of class VII students of SMP N 1 Kebonpedes, Sukabumi Regency. This type of research is classroom action research. Sources of data were obtained from interviews, observations, and tests. Data analysis techniques use data reduction, data display, and data verification. The application of participatory learning methods is carried out on the basic competence of retelling the contents of local fables/legends that are read/heard. The results showed that there was an increase in speaking skills from cycle 1 to cycle II. The average score achieved in cycle 1 was 58.7 while in cycle 2 it was 83. As for those who achieved scores above the KKM in cycle 1, only 11 people and in cycle 2 all of them were above the KKM. Thus the participatory method can be used to improve speaking skills, especially in retelling the contents of fables/local legends that are read/heard. Keywords: participatory method; speaking ability ABSTRAKArtikel ini akan memaparkan penerapan metode pembelajaran partisipatif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas  VII SMP N 1 Kebonpedes Kabupaten Sukabumi. Jenis Penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Sumber data diperoleh dari, wawancara, observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Penerapan metode pembelajaran partisipatif dilakukan pada kompetensi dasar menceritakan kembali isi cerita fabel/legenda daerah setempat yang dibaca/didengar. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan keterampilan berbicara dari siklus 1 pada siklus II. Rata-rata nilai yang dicapai pada siklus 1 yaitu 58,7 sedangkan pada siklus 2 menjadi 83. Adapun yang mencapai nilai di atas KKM pada siklus 1 hanya 11 orang dan pada siklus 2 semuanya di atas KKM. Dengan demikian metode partisipatif dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara, khususnya pada materi menceritakan kembali isi cerita fabel/legenda daerah setempat yang dibaca/didengar. Kata Kunci: metode partisipatif; kemampuan berbicara
Transformasi Cerpen "Sang Pendoa" Karya Mahdi Idris ke dalam Naskah Drama Lestari, Indah Mulia; Suryani, Yeni; Hasanah, Aan; Maryam, Siti
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i1.3071

Abstract

This article discusses the transformation of the short story "Sang Pendoa" by Mahdi Idris into a drama script. The method used in this study is a qualitative descriptive method, while the data collection technique used in this study is the record technique and data card. The results showed that there was a process of change from the short story "Sang Pendoa" by Mahdi Idris into the drama script, which is in the form of addition and lounge to the elements of the character, background, and dialogue. Keywords: short story; drama; transformationABSTRAKArtikel ini  membahas transformasi cerpen “Sang Pendoa” karya Mahdi Idris ke  dalam naskah drama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan  dalam penelitian ini yaitu teknik catat dan kartu data. Hasil penelitian menunjukkan terjadi proses perubahan dari cerpen “Sang Pendoa” karya Mahdi Idris ke dalam naskah drama, yaitu berupa penambahan dan penciutan pada  unsur tokoh, latar dan dialog.  Kata kunci: cerpen; drama; transformasi
Implementasi Lesson Study dan Pendekatan Student Centered Learning dalam Pembelajaran Fonologi Adawiyah, Aprilla; Ningsih, D. Nurfajrin
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i2.3037

Abstract

This article will describe improving the quality of learning in Phonology courses with lesson study and student centered learning approaches. The study used the Lewis model lesson study method. Learning is carried out using the flipped classroom model (online and offline). In online classes, students access the Schoology application and actively participate in discussions. Meanwhile, in offline classes, students review online class material with an emphasis on practice or exercises. The results showed that there was an increase in learning from cycle to cycle. The number of students actively participating in learning in online and offline classes is also getting better. Lectures are not boring and students are enthusiastic in learning. The results of the questionnaire showed that 86.2% liked flip classroom learning or online and offline classes.Keywords: flipped; phonology; lesson study; student centeredABSTRAKArtikel ini akan mendeskripsikan peningkatan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Fonologi dengan lesson study dan pendekatan student centered learning. Penelitian menggunakan metode lesson study model Lewis. Pembelajaran dilaksanakan dengan model flipped classroom (daring dan luring). Di kelas daring, mahasiswa mengakses aplikasi Schoology dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Sementara itu, pada kelas luring, mahasiswa merevieu materi  kelas online dengan penekankan pada praktik atau latihan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat peningkatan pembelajaran dari siklus ke siklus. Jumlah mahasiswa yang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran di kelas daring maupun luring juga makin membaik. Perkuliahan menjadi tidak membosankan dan mahasiswa antusias dalam belajar. Hasil angket menunjukkan sebanyak 86,2% menyukai pembelajaran flip classroom atau kelas online dan offline.Kata Kunci: flipped; fonologi; lesson study; student centered 
Realitas Sosial dalam Tiga Cerpen Indonesia Widyastutik, Iin Tri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i2.3322

Abstract

Social reality takes place in life based on facts and facts, while social reality in short stories is the author's interpretation contained in a writing based on the reality he encounters. This research is intended to find out the social reality that occurs in the real world which is interpreted by the author in writing in the form of short stories. The short stories are titled "Moral, Forbidden to Sing in the Bathroom", and "Peter Pan". The method used in this research is descriptive analysis with a sociology of literature approach. The results of the research show that the boundaries and influence of public space in real life can have a negative impact and can be detrimental. In these three short stories, social reality is found which turns out to be detrimental to some parties who do not have enough power to survive. Keywords: short story; social reality; literary sociology ABSTRAKRealitas sosial berlangsung dalam kehidupan berdasarkan kenyataan dan fakta, sementara realitas sosial dalam cerpen merupakan interpretasi pengarang yang tertuang dalam sebuah tulisan berdasarkan kenyataan yang ditemuinya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahu realitas sosial yang terjadi di dunia nyata yang diinterpretasikan oleh pengarang ke dalam tulisan berupa cerpen. Cerpen tersebut berjudul "Moral, Di Larang Menyanyi Di Kamar Mandi", dan "Peter Pan". Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batasan-batasan dan pengaruh ruang publik dalam kehidupan nyata dapat memberikan dampak negatif dan dapat merugikan. Dalam ketiga cerpen ini ditemukan realitas sosial yang ternyata merugikan beberapa pihak yang tidak memiliki cukup kekuasaan untuk tetap bertahan. Kata Kunci: cerpen; realitas sosial; sosiologi sastra
Pemanfaatan Media Interaktif Baamboozle pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Tsurayya, Nabhana Aida
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i2.3343

Abstract

This article describes the use of Bamboozle in learning Indonesian. The research approach uses a qualitative approach with data in the form of words. Library research is carried out by collecting data and information from library sources, such as articles, books, journals, documents, and other library sources. The results of the study show that web-based media on Bamboozle include providing independent learning opportunities, making questions by creating an account on Bamboozle for free, and how to play Bamboozle on Indonesian language material. The disadvantages of Bamboozle include very limited features, the creation of a question maker account and answering questions are not distinguished, there is no access permission to start the game, the game can only be played per team, there are no instruments on Bamboozle, only the back sound when selecting the answer, at the time using media makes it possible for passive students While the advantage of Bamboozle is to access Bamboozle without having to create an account, there are various questions, and it can be used for each level of education. Bamboozle can be accessed via a laptop or cellphone.Keywords: Baamboozle, Indonesian; instructional  mediaABSTRAKArtikel ini mendeskripsikan penggunaan Bamboozle dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data berupa kata-kata. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dari sumber pustaka, seperti artikel, buku, jurnal, dokumen dan sumber pustaka lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis web pada Bamboozle  di antaranya menyediakan kesempatan belajar mandiri, membuat soal dengan membuat akun di Bamboozle secara gratis.dan cara bermain Bamboozle pada materi Bahasa Indonesia. Adapun kekurangan Bamboozle dia antaranya fiturnya  sangat terbatas, pembuatan akun pembuat soal dan menjawab soal tidak dibedakan, Tidak ada perizinan akses untuk memulai game, game hanya bisa dimainkan per tim, instrumen pada Bamboozle ini tidak ada, hanya backsound ketika memilih jawabannya saja, Pada saat menggunakan media sangat memungkinkan siswa pasif Sementara kelebihan dari Bamboozle untuk mengakses Bamboozle tanpa harus membuat akun, terdapat soal yang bermacam-macam, dan bisa digunakan untuk tiap jejang pendidikan Bamboozle bisa diakses melalui laptop atau ponsel.Kata Kunci: Baamboozle, bahasa Indonesia; media pembelajaran

Page 6 of 11 | Total Record : 105