cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2025): Desember" : 8 Documents clear
Strata Sosial Dalam Weda Dan Al-Qur’an Kajian Intertekstualitas Julia Kristeva Dan Etika Global Hans Küng Muqtashid, Zaeef Luqmanul
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6270

Abstract

Pembahasan struktur sosial dalam Weda dan Al-Qur'an sering terjebak pada narasi hierarki dan kasta yang kaku. Penelitian ini menawarkan pembacaan ulang dengan membandingkan konsep strata dalam kedua kitab suci melalui pendekatan dua lapis: intertekstualitas Julia Kristeva dan etika global Hans Küng. Analisis intertekstual mengungkap adanya struktur paralel, di mana Weda dan Al-Qur'an sama-sama menyajikan model stratifikasi fungsional yang tidak bersifat turunan, melainkan berbasis pada partisipasi aktif individu dalam nilai-nilai spiritual, seperti yajña dalam tradisi Veda, serta takwa dan ilmu dalam Islam. Selanjutnya, evaluasi menggunakan etika global Hans Küng menunjukkan bahwa prinsip partisipasi ini secara inheren bersifat positif, namun harus diinterpretasikan dalam kerangka nilai yang terbuka agar tidak menjadi eksklusif dan melanggar prinsip kesetaraan manusia. Temuan ini menegaskan bahwa kitab suci, ketika dibaca melalui lensa etis dan intertekstual, dapat berfungsi sebagai landasan bagi inklusi sosial. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan sebuah metode komparatif baru untuk menemukan nilai-nilai etis universal yang dapat menjembatani dialog antaragama.
Adaptasi Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Integrasi Nilai Toleransi melalui Pembelajaran Digital di SDN Bendogerit 1 Kota Blitar Anang Darun Naja; Miftakhul Rohman
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6453

Abstract

Kajian ini membahas adaptasi strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan nilai toleransi melalui pembelajaran digital di SDN Bendogerit 1 Kota Blitar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan memanfaatkan berbagai media digital, seperti video interaktif, kuis daring, tugas reflektif, dan studi kasus kontekstual. Pembelajaran digital tidak hanya digunakan sebagai sarana penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai toleransi melalui proses dialog, refleksi, dan pembiasaan sikap saling menghargai. Strategi adaptif tersebut mampu meminimalkan keterbatasan pembelajaran digital sekaligus menjaga penguatan aspek afektif dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis digital yang dirancang secara pedagogis dan humanis terbukti efektif dalam menanamkan nilai toleransi pada peserta didik sekolah dasar
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBIASAAN SHOLAT DHUHA DI SEKOLAH Heri Prianto; Anwar Soleh Azarkoni
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan sholat dhuha di TK Dharma Wanita Sareng 2 dan menganalisis kontribusinya terhadap penguatan karakter religius anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping mengaji, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan sholat dhuha dilaksanakan secara konsisten dan terstruktur, dengan guru sebagai teladan religius dan strategi pembiasaan bertahap sesuai kemampuan anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan kedisiplinan, ketenangan, kepatuhan, serta internalisasi nilai religius. Pembiasaan ini juga menumbuhkan perilaku sosial positif, seperti kerja sama dan saling mengingatkan teman. Faktor pendukung meliputi konsistensi program, keteladanan guru, dan lingkungan kondusif, sedangkan hambatan terkait perbedaan kemampuan fokus dan keterbatasan waktu. Temuan ini menegaskan efektivitas pembiasaan sholat dhuha sebagai media pembelajaran karakter religius dan disiplin anak usia dini.
TIPOLOGI KEKAFIRAN DALAM PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONTEKS KEBERAGAMAAN KONTEMPORER Irsyad Kholis Fatchurrozaq
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6456

Abstract

Penelitian ini membahas tipologi kekafiran dalam pemikiran Fazlur Rahman dan relevansinya terhadap konteks keberagamaan kontemporer, dengan latar belakang munculnya praktik eksklusivisme dan intoleransi dalam masyarakat modern yang sering memanfaatkan istilah “kafir” secara sempit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten terhadap karya-karya Fazlur Rahman, khususnya terkait konsep kekafiran dan penerapan metode double movement dalam penafsiran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahman memahami kekafiran bukan sekadar sebagai penolakan teologis, tetapi sebagai pengingkaran terhadap nilai-nilai moral dan etika universal, yang dapat dikategorikan sebagai kekafiran moral, struktural, dan intelektual. Penerapan metode double movement memungkinkan reinterpretasi ayat Al-Qur’an secara kontekstual, sehingga kekafiran dipahami sebagai refleksi etis atas perilaku manusia, bukan label identitas agama. Pemikiran Rahman relevan dalam membangun sikap inklusif, toleran, dan humanistik di masyarakat plural, sekaligus mendorong pendidikan dan praktik keberagamaan yang menekankan keadilan, kemanusiaan, dan solidaritas sosial.
Humanisme Reborn: Membangun Resiliensi dan Afeksi Peserta didik Melalui Kurikulum Cinta Berbasis Hierarki Kebutuhan Maslow Iin Supriyanti; Konik Naimah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6457

Abstract

Penelitian akan mengkaji bagaimana kurikulum tersebut diterjemahkan dari teori Hierarki Maslow ke dalam praktik pendidikan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Kurikulum Cinta, yang diinterpretasikan sebagai model Humanisme Reborn, dalam meningkatkan resiliensi dan afeksi peserta didik dengan mendasarkannya pada kerangka Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada peserta didik di tingkat pendidikan dasar. Lokasi penelitian di MI Mambaul Huda Walisongo Ngabar Ponorogo. Implementasi Kurikulum Cinta difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar (Fisiologis dan Rasa Aman) hingga kebutuhan psikologis (Cinta, Penghargaan, dan Aktualisasi Diri). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta analisis dokumen kurikulum selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Cinta berhasil menciptakan lingkungan yang suportif. Pemenuhan kebutuhan rasa aman dan memiliki secara signifikan berkorelasi dengan peningkatan kualitas interaksi sosial peserta didik. Secara kuantitatif, terdapat indikasi peningkatan afeksi (empati dan kolaborasi) yang terukur melalui interaksi kelas, dan peningkatan resiliensi yang teramati dari kemampuan peserta didik menghadapi kegagalan dan menyelesaikan masalah tanpa putus asa. Dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Cinta berbasis Hierarki Maslow merupakan model Humanisme Reborn yang efektif dalam membentuk individu yang tangguh dan penuh kasih. Model ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk kepribadian seutuhnya, yang merupakan prasyarat krusial bagi terwujudnya tujuan pendidikan untuk kemanusiaan dan keberlanjutan. Penelitian ini merekomendasikan adopsi kerangka humanistik holistik ini dalam reformasi kurikulum nasional.
Analisis nilai-nilai Teologi dan Spiritual dalam Surat Al qodar: Telaah tafsir muqorin dalam perspekti Ibnu Katsir dan Quraish Shihab Ahda Sabiela; Fikriyatul Ilmi
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6458

Abstract

This study aims to conduct a comparative analysis of the interpretations of Surah al-Qadr by Ibn Kathir and M. Quraish Shihab, focusing on their methodological approaches and theological meanings. Ibn Kathir represents the classical exegetical model based on riwāyah (transmitted reports), emphasizing textual authenticity and the authority of the Companions, while Quraish Shihab exemplifies a modern hermeneutic and contextual approach through his work Tafsir al-Mishbah. The research applies a qualitative-descriptive method using library research as the data collection technique and employs content analysis combined with comparative textual analysis (muqāranah) on both primary sources. The findings reveal that Ibn Kathir interprets Lailatul Qadr as a cosmic and transcendental event marking divine decree and the descent of revelation, whereas Quraish Shihab views it as a spiritual and moral moment reflecting human awareness of time, devotion, and peace. These differences illustrate a paradigm shift from a theological-normative orientation toward a humanistic-spiritual. The study highlights the significance of integrating classical and contemporary exegesis to construct a contextual understanding of the Qur’an that remains relevant to modern Islamic spirituality. The study implies that the muqāran method can bridge classical and contemporary interpretations, showing that Qur’anic texts contain layered meanings—literal, contextual, and symbolic. The findings encourage Muslims to internalize Lailatul Qadr not merely as a ritual event but as a moment of moral and spiritual transformation that remains relevant to modern Indonesian Islamic life. The novelty of this study lies in its comparative analysis that integrates Ibn Kathir’s classical riwāyah-based exegesis with Quraish Shihab’s contemporary social cultural interpretation, specifically on Surah al-Qadr. This research fills a gap in previous studies that have not examined both interpretations within a unified theological and spiritual framework.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGELOLAAN TATA LETAK BANGKU DALAM KELAS UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN FIQIH Zakiyyah, Onik
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6465

Abstract

Kurangnya efektivitas proses pembelajaran Fiqih di kelas X Madrasah Aliyah As-Sirajul Munir mendorong perlunya strategi pengelolaan kelas yang tepat. Guru sebagai fasilitator memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tertib, dan terstruktur, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen pengelolaan kelas dalam meningkatkan proses pembelajaran Fiqih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model John Elliot. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran Fiqih dan siswa kelas X. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan kelas yang diterapkan oleh guru berdampak positif terhadap proses pembelajaran. Strategi pengaturan tempat duduk, pengelompokan siswa, penggunaan media pembelajaran, serta pemberian motivasi secara rutin terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, kedisiplinan, serta suasana kelas yang lebih tertib dan fokus. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang baik memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru untuk terus mengembangkan strategi pengelolaan kelas yang efektif demi meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Fiqih di madrasah.
TRADISI LAMARAN (KHITBAH) DALAM PERSPEKTIF METODOLOGI STUDI ISLAM: DIALEKTIKA ANTARA NORMATIVITAS SYARIAT DAN PRAKTIK BUDAYA DI INDONESIA Nur Fadly Hermawan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i2.6474

Abstract

Penelitian ini mengkaji khithbah (lamaran) dalam masyarakat Muslim Indonesia sebagai praktik pra-nikah yang tidak hanya berdimensi normatif keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi sosial, kultural, dan sosiologis yang kompleks. Dalam konteks Indonesia, khithbah berkembang melalui dialektika antara teks syariat dan tradisi lokal, sehingga membentuk variasi praktik yang mencerminkan pluralitas budaya masyarakat. Melalui pendekatan metodologi studi Islam yang integratif—menggabungkan perspektif normatif–tekstual dan historis–kultural—kajian ini menunjukkan bahwa khithbah berperan sebagai mekanisme etis, sarana legitimasi sosial, serta bagian dari hukum Islam yang hidup (living law). Tradisi khithbah berkontribusi pada pembentukan etika sosial, penguatan relasi keluarga, dan konstruksi identitas keislaman yang khas Indonesia, selama tetap berada dalam koridor maqāṣid al-syarī‘ah. Pada saat yang sama, penelitian ini menegaskan perlunya sikap kritis terhadap praktik khithbah yang mengalami distorsi akibat tekanan adat dan komersialisasi, agar tetap selaras dengan prinsip keadilan, kemudahan, dan kemaslahatan. Dengan demikian, khithbah dipahami sebagai institusi sosial-keagamaan yang dinamis, kontekstual, dan senantiasa berdialog dengan realitas sosial masyarakat Muslim Indonesia..

Page 1 of 1 | Total Record : 8