cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024): Juni" : 8 Documents clear
Implementasi manajemen keuangan inklusif bank wakaf mikro dalam mencapai sustainable development goals (SDGs) di Kediri; studi komparasi antara BWM berkah rizki lirboyo dan BWM amanah makmur sejahtera Ririn Tri Puspita Ningrum; Faridatul Fitriyah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5639

Abstract

Abstrak : Hadirnya Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai lembaga keuangan inklusif betujuan untuk menyediakan akses permodalan tanpa bunga, tanpa agunan, imbal hasil rendah, dengan konsep tanggung renteng dan memberikan pendampingan bagi UMK. Lembaga ini mewadahi para pelaku UMK yang mengalami kesulitan mendapatkan aksebilitas pembiayaan pada lembaga keuangan formal (tidak bankable) seperi bank syariah. BWM sejatinya merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong program pembangunan berkelanjutan atau biasa dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan akan terealisasikan pada tahun 2030. Di wilayah Kediri hanya terdapat dua BWM dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda, yaitu BWM Berkah Rizqi Lirboyo Dan BWM Amanah Makmur Sejahtera. Sangat penting mengkomparasikan keduanya sebagai upaya memberikan infomasi tentang pencapaian keuangan inklusif dan tujuan SDGs di lingkup BWM khususnya di Kediri. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskritif. Dengan menggunakan teknik penganmbilan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, penelitian ini bertujuan menjawab rumusan masalah yaitu: bagaimana implementasi manjemen keuangan insklusif dan capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada BWM Berkah Rizqi Lirboyo dan BWM Amanah Makmur Sejahtera. Adapun temuan penelitian ini adalah pertama, implementasi manajemen keuangan insklusif kedua BWM ini memiliki kesamaan dalam hal strategi penggunaan (usage) dan dampak kesejaheteraan kepada nasabah, namun memiliki perbedaan terutama dalam strategi implementasi ketersediaan akses (acces) dan kualitas (quality). Kedua, Capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada kedua BWM ini masih concern pada pilar pertama SDGs yaitu pilar pembangunan sosial yang memuat 5 upaya yaitu: menghilangkan kemiskinan, mengindari kelaparan, mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera, mendapatkan pendidikan berkualitas, serta menjujung persamaan dan kesetaraan gender. Kata Kunci: Keuangan Inklusif, SDGs, BWM Berkah Rizqi Lirboyo, BWM Amanah Makmur Sejahtera
TRANSFORMASI PENDIDIKAN NUR MUHAMMAD DALAM MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS Faizudin; Umi Kultsum; Dayan Fithoroini
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6131

Abstract

Transformasi Pendidikan Nur Muhammad mencakup pendekatan holistik yang mencirikan karakteristik pendidikan akal, makrifat, Arsy, dan di bawah Arsy. Proses ini tidak hanya menitikberatkan pada pengetahuan akademis, tetapi juga bertujuan membentuk generasi berkualitas dengan fondasi kuat dalam kecerdasan, spiritualitas, dan pemahaman mendalam tentang hakikat eksistensi serta hubungan dengan Tuhan. Pendidikan Akal memberikan keahlian intelektual dan kritis, sementara Pendidikan Makrifat menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang Tuhan dan hubungan spiritual. Pendidikan Arsy menyampaikan konsep kebesaran Allah dan nilai-nilai agama, sementara Pendidikan Dibawah Arsy membimbing dalam pencerahan spiritual dan nilai-nilai moral. Diharapkan bahwa generasi hasil dari transformasi ini tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian, dan kesadaran spiritual yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Pendidikan Nur Muhammad menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi yang mampu memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya.
IMPLEMENTASI PEMIKIRAN MUHAMAD ABDUH PADA PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADIST DI MTSN 2 KOTA MAGELANG Muhamad Fahmi Ridho Auliya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh pemikiran Muhammad Abduh terhadap gagasan islamisasi berbasis modern dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian mencakup biografi singkat Muhammad Abduh, prestasinya, serta konsep pembaharuan pendidikan Islam yang meliputi modernisasi pendidikan formal, bidang kurikulum, metode pengajaran, dan pendidikan untuk wanita. Pemikiran Abduh juga mempengaruhi aspek modernisasi dan pemurnian ajaran Islam dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk memahami, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur'an dan Hadits, serta mengembangkan karakter religius pada peserta didik. Selain itu, pembelajaran Al-Qur'an Hadits juga mengadaptasi penggunaan media elektronik untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dan Hadits. Kesimpulannya, implementasi pemikiran Muhammad Abduh dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap gagasan islamisasi berbasis modern.
ROLE MODEL ULAMA PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN KEMASLAHATAN KELUARGA DAN UMAT MELALUI MAJLIS TA’LIM Ulin Na’mah; Moh Ilham Haqiqi
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6133

Abstract

Problem dekadensi moral, krisis ekonomi, ataupun radikalisme atau problem transnasioanal lainnya sebagai imbas dari globlasisasi yang mengancam tergerusnya skat budaya antar bangsa meniscayakan gerak cepat untuk menanggulangi maupun mencegah keterulangan maupun keparahan kondisi. Semua itu membutuhkan upaya dalam bentuk sosialisasi, edukasi, penyadaran, dan pencerahan individunya yang tak lain menunggu peran yang tidak cukup diberikan oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat yang ada, salah satunya peran ulama. Keberadaan ulama yang selama ini diakui masyarakat luas adalah ulama laki-laki saja. Amat disayangkan SDM perempuan yang layak jadi ulama tidak terberdayakan dan tentunya akan semakin cepat dan masif dalam menghadang dan menyelesaikan persoalan di atas. Sedangkan saat ini perempuan yang mengenyam pendidikan sebagaimana yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki juga sudah dilakukan oleh banyak perempuan muslim. Namun karena kuatnya stereotype sebagai akibat budaya patriarkhi yang sulit dieliminir menyebabkan beberapa perempuan yang memiliki background pendidikan sebagaimana pendidikan yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki menjadi berkecil hati. Untuk itulah, kajian ini berusaha memberikan role model bagi kaum perempuan dengan backgrou pendidikan yang sama dengan ulama laki-laki untuk segera memenuhi kualifikasi lainnya sebagai ulama perempuan demi turut serta memberikan edukasi, penyadaran, dan pencerahan kepada masyarakat luas. Role model ulama perempuan yang dikaji mengambil sosok Ibu Nyai Najihah yang merintis perjuangannya dari nol dan mnghasilkan gambaran kualifikasi menjadi ulama perempuan, yakni memiliki niat dan kesadaran yang lurus; memiliki sikap yang penuh kelembutan dan kasih sayang; memiliki kemampuan membaca Kitab Kuning dan Ilmu Agama; memiliki pilihan metode enyampaian materi yang sesuai dan efektif untuk jamaahnya; dan memiliki Perspektif Perempuan.
ANALISIS PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI DALAM BIDANG PENDIDIKAN Bahyati; M.A. Tihami; Umi Kultsum; Dayan Fithoroini
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6138

Abstract

Sheikh Al-Bantani is the leader of the Islamic Community in the Middle East and Southeast Asia, especially in Indonesia. Apart from being the leader of the Islamic Community, Sheikh Nawawi is also known as an expert scholar in his field, especially in the field of education. So this research was conducted to find out how Sheikh Nawawi thought in the field of education. The research method used is literature study, namely a method of reviewing library literature from various sources to mutually strengthen the descriptions presented. Data analysis uses literature descriptive methods which are carried out objectively so that the results of this research are worthy of being a reference for further research and to enrich the repertoire of Islamic religious education research. The results of the research show that Sheikh Nawawi's educational thought has its own characteristics, namely ta'lim, tarbiyah and ta'dib. Education is not only physical education (practical/charity), but also intellectual, mental/spiritual education for life or long-term education, especially from mahdi to death (lahdi).
SINERGI ANTARA BAITUL MAAL WA TANWIL NAHDHATUL ULAMA (BMTNU) DENGAN MUSLIMAT NU KOTA MADIUN DALAM MENGENALKAN PERAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH KEPADA MASYARAKAT Insan Safaat; Ana Indriana
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6139

Abstract

Dengan adanya sinergitas antara lembaga keuangan syariah yakni BMTNU dan organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu teknik yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi Islam, dengan metode penyampaian dakwah, sosialisasi, penyuluhan, serta pengaplikasian di setiap programnya maka akan membawa perekonomian Islam ke kedepannya jauh lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini yakni, sinergitas yang dilaksanakan oleh BMTNU Madiun dan Muslimat NU Madiun berupa pemberdayaan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Muslimat NU. Sinergitas tersebut juga berdampak bagi masyarkat setempat, yakni pahamnya msyarakat akan peran keuangan Syariah serta makin termotivasinya masyarakat untuk mengelola berbagai transaksi keuangan lembaga keuangan Syariah.
PENGANGGURAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KELUARGA Konik Naimah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6140

Abstract

Indonesia terkenal dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Pertumbuhan jumlah penduduk disuatu negara tidak selalu memberikan keuntungan bagi negara, ada juga dampak buruk yang akan terjadi dengan bertumbuhnya penduduk tersebut diantaranya masalah pengangguran. Jumlah pengangguran akan semakin meningkat jika tidak disertai dengan usaha menciptakan lowongan pekerjaan baru, serta upaya penyadaran kritis secara mandiri untuk meningkatkan kualitas SDM yang kreatif dan mandiri. Pertumbuhan ekonomi yang positif dapat menjadi indikator bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah berjalan efektif, infrastruktur memadai, dan sektor-sektor produktif seperti industri, jasa, dan pertanian berkembang dengan baik. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian. Dengan meningkatnya produksi barang dan jasa dari tahun ke tahun, dapat diartikan bahwa ada peningkatan dalam pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam analisis pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berjalan dengan baik dan perekonomian negara atau wilayah tersebut berkembang secara positif.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA TERHADAP DIMENSI, ELEMEN DAN SUBELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA KURIKULUM MERDEKA Arif Shaifudin
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6141

Abstract

Kurikulum pendidikan Islam terus mengalami dinamika perubahan sebagai bentuk Upaya menjawab kompleksitas kebetuhan masyarakat akan pendidikan. Namun demikian, dalam perspektif historis jejak kurikulum pendidikan Islam tetap memiliki benang merah dengan gagasan pemikiran para tokoh terdahulu. Bahkan terkadang produk pemikiran tokoh terdahulu tersebut justru menjadi fondasi perkembangan kurikulum pendidikan Islam saat ini. Peneitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi pemikiran Al-Ghazali tentang materi pendidikan Islam terhadap Dimensi, Elemen Dan Subelemen Profil Pelejar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Imam al-Ghazali tentang materi pendidikan Islam memiliki relevansi yang cukup signifikan Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka, di mana relevansinya tampak pada adanya kesamaan substansi materi pendidikan Islam yang harus diberikan kepada peserta didik baik dalam pandangan Al-Ghazali maupun kebijakan Kurikulum Merdeka tentang Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Di antara buktinya adalah dengan adanya Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia, Elemen (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara, dan Subelemen pada setiap fasenya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8