cover
Contact Name
sajuri
Contact Email
sajuripetani@gmail.com
Phone
+6281371655508
Journal Mail Official
journal.biofarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sriwijaya No.03 Pekalongan
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : 02165430     EISSN : 23016442     DOI : 10.31941
Core Subject : Agriculture,
BIOFARM Jurnal Ilmiah Pertanian merupakan jurnal ilmiah yang berisikan hasil penelitian dan kajian teoritis mengenai masalah-masalah pertanian secara luas (agrokompleks) di Indonesia diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan.
Articles 253 Documents
Pengaruh Faktor Resiko Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi (Oryza sativa L. ) Di Desa Karangklesem Kecamatan Pakuncen Kabupaten Banyumas: The Influence of Production Risk Factors on the Income of Rice Farmers (Oryza sativa L.) in Karangklesem Village, Pakuncen District, Banyumas Regency Mudmainah, Siti
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 2 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama di Indonesia, hampir separuh penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok dan merupakan tanaman budidaya yang sangat penting bagi umat manusia karena lebih dari setengah penduduk dunia tergantung pada tanaman ini sebagai sumber bahan pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras, diperlakukan upaya peningkatan produksi beras, Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian yaitu di Desa Karangklesem Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas memiliki luas panen dan produksi tertinggi, Luas panen usahatani padi masih mengalami fluktuatif yang mempengaruhi pada hasil produksi. Hasil produksi usahatani padi masih mengalami fluktuasi mengindikasikan adanya risiko dalam produksi usahatani padi yang menjadi ancaman terhadap kesejahteraan petani padi. Pelaksanaan usahatani padi sawah mengandung banyak risiko yang berakibat pada penurunan produksi yang sebagian tidak dapat dikendalikan. Usaha pertanian merupakan usaha yang selalu ditandai variabilitas hasil atau risiko yang tinggi. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor risiko dalam produksi yang mempengaruhi pendapatan petani padi resiko tersebut terjadinya perubahan iklim, intensitas curah hujan, serangan hama dan penyakit dan Luas lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 hingga Oktober 2024 di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian digunakan adalah menggunakan metode purposive sampling sebanyak 20 petani. Penelitian ini menggunakan metode analisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi yang ada dan informasi lainnya untuk pendukung yang didapatkan secara langsung dari hasil wawancara dengan petani padi. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pengaruh faktor risiko produksi dengan metode skala Likert dan menghitung pendapatan petani dengan metode analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber resiko produksi yang mempengaruhi pendapatan petani padi, yaitu organisme pengganggu tanaman (19,31%), iklim dan cuaca (19,88%), modal (20,17%), biaya produksi (20,75%), luas lahan (19,88%) . Faktor resiko produksi yang berpengaruh tinggi terhadap pendapatan petani padi, yaitu biaya produksi. Pendapatan petani padi di Desa Krangklesem, Kecamatan Pakuncen sebesar Rp 34.987.216/ha dalam satu kali musim panen. Kata kunci: Faktor Resiko, Padi, Pendapatan, Produksi.
Dampak Penggunaan Pupuk Organik Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah di Kalimantan Timur: Studi Kasus di UPTD BBITPH Loa Kulu : The Impact of Organic Fertilizer Use on the Income of Lowland Rice Farmers in East Kalimantan: A Case Study at UPTD BBITPH Loa Kulu Dewi, Christina Shanti; Muttaqin, Daniel; Pandjaitan, Dewi Erika; Prasetyani, Ertha Dwi; Hidayat, Rachmad
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 2 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i2.7422

Abstract

Pupuk organik menjadi alternatif penting dalam budidaya padi sawah sebagai bagian dari upaya pertanian berkelanjutan. Selain memperbaiki kualitas tanah, penggunaannya diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan berbagai merek pupuk organik komersial terhadap pendapatan petani padi sawah. Kajian dilakukan melalui kegiatan demplot di UPTD BBITPH, Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara pada musim tanam Juli–November 2024. Enam perlakuan pupuk organik yang diuji meliputi Best Farming, Grand Tomiks, Borneo Intech, Biora, Nasa, dan Gema Tani Etam. Analisis menunjukkan bahwa perlakuan Gema Tani Etam memberikan pendapatan usaha tani tertinggi sebesar Rp 17.613.603 per hektar, diikuti oleh Nasa sebesar Rp 13.904.516 per hektar. Pendapatan terendah diperoleh dari perlakuan Borneo Intech sebesar Rp 5.036.333 per hektar. Hal ini menyimpulkan bahwa pemilihan pupuk organik yang tepat dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan berbasis sistem pertanian berkelanjutan. Kata kunci: pupuk organik, pendapatan petani, padi sawah, Kalimantan Timur, usaha tani.
Nilai Kesetaraan Lahan dan Indeks Persaingan Tumpangsari Jagung dengan Kangkung pada Tanah Inceptisol: Land Equivalency Value and Competition Index of Corn and Water Spinach Intercropping on Inceptisol Soil Sari Lubis, Kemala; Khoiriyah, Khoiriyah
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 2 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i2.7455

Abstract

Tumpangsari merupakan program intensifikasi pertanian yang bertujuan memperoleh hasil optimal dan produksi maksimum. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sawit Rejo Deli Serdang yang bertujuan untuk menetapkan nilai kesetaraan lahan dan indeks persaingan tumpangsari jagung dengan kangkung di tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan empat (4) perlakuan (K1: monokultur jagung; K2: monokultur kangkung; K3: tumpangsari jagung dengan kangkung 1:1 dan K4: tumpangsari jagung dengan kangkung 1:2) dan lima (5) ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesetaraan lahan pada tumpangsari jagung dengan kangkung 1:1 dan 1:2 masing-masing sebesar 2,98 dan 2,34 (> 1). Indeks persaingan tumpangsari 1:1 (K3) untuk jagung dan kangkung masing-masing sebesar 0,92 dan 2,06. Sedanglan indeks persaingan tumpangsari 1:2 (K4) untuk jagung dan kangkung masing-masing sebesar 0,90 dan 1,51. Sistem tumpangsari jagung dengan kangkung lebih menuntungkan dibandingkan sistem monokultur jagung atau kangkung. Jarak tanam yang lebih rapat (K3) tidak menimbulkan persaingan antara sesama jenis tanaman baik jagung maupun kangkung. Kata kunci: Tumpangsari; Nilai kesetaraan lahan, Indeks persaingan