cover
Contact Name
Piter Joko Nugroho
Contact Email
piter@mp.upr.ac.id
Phone
+6281390731979
Journal Mail Official
eejupr@upr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya Kampus UPR Tunjung Nyaho, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia E-mail: eejupr@upr.ac.id
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Equity in Education Journal (EEJ)
ISSN : 26860031     EISSN : 27235904     DOI : https://doi.org/10.37304/eej.v2i1
Core Subject : Education, Social,
Equity in Education Journal (EEJ) is and Open Access national journal that publishes articles focusing on Education Management, Educational Leadership, Educational Supervision and Education Policy that are able to make a positive contribution to improving the quality of schools and/or educational institution. - Change/classroom management, education quality - Computers in educational administration, multimedia environments - Distance education, information systems for education/training support - Education economics/finance/accountability, marketing in education - Educational leadership, systems/strategic planning - Globalization and education, organizations as learning communities - Individual professional learning portfolio, teaching staff professional development - Knowledge and education, lifelong learning, competences development - Management in higher education, management of curriculum/e-education - Policy analysis/evaluation of institutions/study programmes - Research methods in education/school/school system improvement - Transactional education, student/teaching mobility, m-learning - Rural/remote areas education
Articles 122 Documents
PERAN SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ADMINISTRASI GURU DI SEKOLAH DASAR Rina Wahyuni
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1550

Abstract

Abstract: With regard to its role as supervisor, the principal is required to be able to improve the discipline of teachers in the school, including administration. However, in reality there are still some teachers who lack discipline in completing their administration at school. This study used a qualitative approach with case study design. Data collection is done by observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the research obtained indicate the role of supervisors in improving the discipline of teacher administration is good and very solutive in improving the discipline of teacher administration in schools. Although there are still some teachers who are lacking in discipline, this can be overcome by the supervision program provided by the principal as the supervisor. Keywords: Supervisor, Discipline, Teacher Administration Abstrak: Berkenaan dengan perannya sebagai supervisor, kepala sekolah dituntut untuk dapat meningkatkan kedisiplinan guru yang ada di sekolah, antara lain dalam hal administrasi. Namun, pada kenyataannya masih terdapat beberapa guru yang kurang disiplin dalam menyelesaikan administrasinya di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan peran supervisor dalam meningkatkan kedisiplinan administrasi guru sudah baik dan sangat solutif dalam meningkatkan kedisiplinan administrasi guru di sekolah. Meskipun masih ditemukan beberapa oknum guru yang kurang disiplin, namun hal tersebut dapat diatasi dengan adanya program supervisi (pembinaan) yang diberikan oleh kepala sekolah selaku supervisor. Kata Kunci: Supervisor, Kedisiplinan, Administrasi Guru   References: Arikunto, S., & Yuliana, L. (2012). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media Yogyakarta. Asmani. (2012). Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press. Berliani, T., & Wahyuni, R. (2017). Implementasi Supervisi oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 1 (3): 218-226. Bogdan, R. C., & Biklen, S.K. (1992). Qualitative Research for Education, second edition.USA: Allyn and Bacon. Ghony, D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Iskandar. (2011). Kedisiplinan Guru, (Online), (https://urayiskandar.com/2011/02/ kedisiplinan-guru.html), diakses 23 Maret 2019. Masaong, A. K. (2013). Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru. Bandung: Alfabeta. Miles, H., & Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. United States of America: SAGE Publications Inc. Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Muslim. (2013). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Rahman. (2014). Peningkatan Disiplin Kerja Guru di Sekolah Dasar Yayasan Mutiara Gambut. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 2(1): 1-9. Sagala, S. (2013). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta. Sukatin. (2016). Manajemen Supervisi dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam,5(2): 221-240. Usman, H. (2013).  Manajemen; Teori, Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Wandhie. 2017. Pengertian Kedisiplinan, (Online), (https://wandhie.wordpress.com /pengertian-kedisiplinan/), diakses 23 Maret 2019. Witaisma. (2013). Pengertian Kedisiplinan, (Online). (https://witaisma.wordpress.com/ 2013/05/19/a-pengertian-kedisiplinan-kedisiplinan-adalah-suatu-kondisi-yang/), diakses 23 Maret 2019.  
IMPLEMENTASI SUPERVISI PEMBELAJARAN BERBASIS KARAKTER OLEH KEPALA SEKOLAH DI SDN 6 BUKIT TUNGGAL KOTA PALANGKA RAYA Burai; Teti Berliani; Kamid Asngadi
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1551

Abstract

Abstract: This study describes the implementation of the supervision of character-based learning by school principals in 6 Bukit Tunggal Public Elementary School Palangka Raya City. This research uses a qualitative approach with a case study research design. This study refers to aspects of the implementation of the supervision of character-based learning by the principal that focuses on: 1) the strategy of implementing character-based learning supervision; and 2) supporting factors and obstacles in implementing character-based learning supervision. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and documentation. From the results of the study, data were collected and analyzed using interactive patterns from Miles and Huberman (reduction, presentation of data, and drawing conclusions). The results showed that: (1) the strategy of implementing character-based learning supervision by school principals used individual methods which included personal conversations, class visits, classroom observations, and meetings with the teacher council. And (2) supporting factors and obstacles faced by school principals in implementing the supervision of character-based learning namely: (1) supporting factors such as: support from the relevant education office, support from parents of students who want their children to get quality learning. Whereas (2) the obstacle faced is that teachers are still found to avoid even afraid to be supervised, as well as the lack of understanding of teachers regarding the importance of supervision in improving and improving the learning process in the classroom. Keywords: Implementation, Learning Supervision, Character Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan implementasi supervisi pembelajaran berbasis karakter oleh kepala sekolah di SDN 6 Bukit Tunggal Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Penelitian ini mengacu pada aspek implementasi supervisi pembelajaran berbasis karakter yang berfokus pada: 1) strategi implementasi supervisi pembelajaran berbasis karakter; serta 2) faktor pendukung dan kendala dalam implementasi supervisi pembelajaran berbasis karakter. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, data dikumpulkan dan di analisis dengan menggunakan pola interaktif dari Miles dan Huberman (reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi implementasi supervisi pembelajaran berbasis karakter oleh kepala sekolah menggunakan metode bersifat individual yang meliputi percakapan pribadi, kunjungan kelas, observasi kelas, dan rapat dengan dewan guru. Serta (2) faktor pendukung dan kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan supervisi pembelajaran berbasis karakter yakni: (1) faktor pendukungnya seperti: adanya dukungan dari pihak dinas pendidikan terkait, dukungan dari orang tua siswa yang ingin anak-anaknya mendapatkan pembelajaran yang berkualitas. Sedangkan (2) kendala yang dihadapi ialah masih ditemukan guru yang menghindar bahkan takut untuk disupervisi, serta kurangnya pemahaman guru terkait pentingnya supervisi dalam memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: Implementasi, Supervisi Pembelajaran, Karakter   References:   Berliani, T., & Wahyuni, R. (2017). Implementasi Supervisi oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 2(2): 124-135. Burhanuddin, S., Imron, A., Maisyaroh., & Ulfatin, N. (2007). Supervisi Pendidikan dan Pengajaran: Konsep, Pendekatan, dan Penerapan Pembinaan Profesional. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Daryanto., & Rachmawati, T. (2015). Supervisi Pembelajaran.Yogyakarta: Gava Media. Emzir. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif Analisa Data. Jakarta: PT. Rajagrapindo Persada. Gunawan, I. (2009). Sertifikasi Guru: Antara Harapan dan Kenyataan. Banjarmasin Pos, hlm. 6. Gunawan, I. (2015a). Mengembangkan Alternatif-alternatif Pendekatan dalam Pelaksanaan Supervisi Pengajaran. Manajemen Pendidikan, 24(6), 467-482. Gunawan, I. (2016). Manajemen Kelas. Malang: UM Press. Masaong. 2013. Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru. Bandung: Alfabeta. Mulyasa, E. (2013). Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Askara. Muslim. (2013). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Purwanto, N. (2007). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sagala, S. (2009). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta Sahertian, P. A. (2008). Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya. Sutisna. (1989). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa Bandung. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  
PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (POS) TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI SMA NEGERI DI KOTA PALANGKA RAYA Christian Radiafilsan
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1552

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to comprehensively understand the effect of Perceived Organizational Support (POS) on Organizational Commitments of SMAN in Palangka Raya. This research uses quantitative methods. The sample of this study was 389 teachers who served at SMAN in Palangka Raya City. Data collection techniques with survey techniques through questionnaires. The data analysis technique used is descriptive and inferential analysis (hypothesis testing). Inferential analysis (hypothesis testing is used to test research hypotheses through path analysis). Based on the results of the analysis of research data it can be concluded that the POS has a direct positive effect on organizational commitment, so it can be interpreted POS accuracy perceived by teachers has an impact on increasing the commitment of teacher organizations Public High Schools in the City of Palangka Raya. Keywords: Perceived Organizational Support, Organizational Commitment, SMAN Palangka Raya Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara komprehensif pengaruh dari Perceived Organizational Support (POS) terhadap Komitmen Organisasi SMAN di Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 389 orang guru yang bertugas di SMAN di Kota Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dengan teknik survey melalui penyebaran angket. Teknis analisis data yang digunakan adalah secara deskriptif dan analisis inferensial (uji hipotesis). Analisis inferensial (uji hipotesis digunakan untuk menguji hipotesis penelitian melalui jalur analisis alur (Path Analysis). Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan disimpulkan bahwa POS berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi; sehingga dapat diartikan ketepatan POS yang dirasakan guru berdampak pada peningkatan komitmen organisasi guru SMA Negeri se-Kota Palangka Raya. Kata Kunci: Perceived Organizational Support, Komitmen Organisasi, SMAN Palangka Raya   References: Colquitt, J., Lepine, J., & Wesson, M.  (2009). Organizational Behavior: Improving Performance and Commitment in the Worplace. New York: McGraw-Hill Companies Inc. Eisenberger, R., & Huntington, R. (1986). Perceived Organizational Support. Journal of Applied Psychology, (71)3. Giraldi, N. V. N. (2017). Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Kinerja Karyawan dengan Komitmen Organisasional sebagai Variabel Intervening pada Karyawan Bidang Transmisi Distribusi PDAM Delta Tirta Sidoarjo. Skripsi, tidak dipublikasikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya. LaMastro. V. (1999). Commitmen and Perceived Organizational Support”.National Forum of Applied Educational Research Journal, (12)2. Newstrom, J. W., & Davis, K. (2012). Organizational Behavior(New York: International Edition, Inc. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor. Robbins, S. P., & Coulter, M. (2012). Management. United States: Pearson Education, Inc. Slocum. J. W., & Hellriegel, D. (2011). Principles ofOrganizational Behavior. South-Western: Cengage Learning.           Soleh, A. R. (2018). Hubungan Persepsi Dukungan Perceived Organizational Support dengan Komitmen Organisasi pada Pegawai BLU UIN Sunan Ampel Surabaya. Skripsi, tidak dipublikasikan, Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Uc?ar, D., & O?tken, A. B. (2010). Perceived Organizational Support and oOganizational Commitment: The Mediating Role of Organization Based Self-Esteem. Dokuz Eylu?l U?niversitesi I?ktisadi ve I?dari Bilimler Faku?ltesi Dergisi,(5)85-105. www.dergi.iibf.deu.edu.tr. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.  
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH Eric Santosa; Piter Joko Nugroho; Reddy Siram
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1553

Abstract

Abstract: Qualitative research with a case study design aims to describe the implementation of GLS in SDN 5 Menteng Palangka Raya, viewed from aspects: (1) stages of GLS implementation, (2) mechanism of GLS implementation, and (3) supporting factors and constraints in GLS implementation. The data sources in this study are the principal, librarian, and 2 class teachers. Data collection techniques carried out by observation, interviews, and documentation. Data analysis uses interactive data patterns from Miles and Huberman (1994). The results showed that: (1) The stages of GLS were carried out only in the initial stages (habituation of iteration) through reading and writing activities, (2) The mechanism of GLS implementation was carried out based on basic management principles, namely: GLS planning, GLS organizing, GLS mobilization, and GLS monitoring and evaluation, (3) Supporting factors for the implementation of GLS include the high interest of students to titrate, commitment and enthusiasm of teaching teachers, literacy programs carried out on a scheduled basis, the availability of school infrastructure that supports literacy; While the inhibiting factor is the teacher still has not received coaching in the form of training to implement GLS, the condition of the collection of damaged reading books, as well as the evaluation function of GLS that has not been implemented thoroughly. Keywords: Implementation, School Literacy Movements, SDN 5 Menteng Abstrak: Penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Implementasi GLS di SDN 5 Menteng Palangka Raya, dilihat dari aspek: (1) tahapan implementasi GLS, (2) Mekanisme implementasi GLS, dan (3) Faktor pendukung dan kendala dalam implementasi GLS. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, tenaga pustakawan, dan 2 orang guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pola interaktif data dari Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Tahapan GLS yang dilaksanakan baru pada tahap awal (pembiasaan berliterasi) melalui aktivitas membaca dan menulis, (2) Mekanisme implementasi GLS dilaksanakan dengan mendasarkan pada prinsip dasar manajemen yaitu: perencanaan GLS, pengorganisasian GLS, penggerakan GLS, serta pengawasan dan evaluasi GLS, (3) Faktor pendukung implementasi GLS meliputi minat yang tinggi dari siswa untuk berliterasi, komitmen dan semangat guru mengajar, program literasi dilaksanakan secara terjadwal, tersedianya sarana prasarana sekolah yang mendukung pelaksanaan literasi; Sedangkan faktor penghambatnya adalah guru masih belum menerima pembinaan dalam bentuk pelatihan untuk melaksanakan GLS, kondisi koleksi buku bacaan yang rusak, serta fungsi evaluasi GLS yang belum dilaksanakan secara menyeluruh. Kata Kunci: Implementasi, Gerakan Literasi Sekolah, SDN 5 Menteng   References: Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative Research for Education, second edition. USA: Allyn and Bacon. Hendrawati, S. (2018). Fungsi-Fungsi Manaemen Sekolah. Diakses 19 Maret 2018, dari: https://www.academia.edu/11289318/Fungsi_Manajemen_Sekolah. Kemendikbud. (2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Rachmawati, F. (2008). Dunia di Balik Kata (Pintar Membaca). Yogyakarta: Citra Aji Parama. Ulfatin, N. (2014). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Malang: Bayumedia Publishing. Undang-Undang Dasar Tahun 1945.
PEMBINAAN PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR DAERAH TERPENCIL Nunung P. Rahayu; Piter Joko Nugroho; Teti Berliani
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1554

Abstract

Abstract: This study aims to describe the professional development of elementary school teachers in remote areas in the UPTD Damang Batu working area, seen from the aspects of: (1) elementary teacher professional development through: (a) Intensive Development, (b) Cooperative Development, (c) Self Directed Development, and (2) Supporting factors and obstacles encountered in the professional development of remote area elementary school teachers. This research is a qualitative research with a case study design. Data collection is done by methods: in-depth interviews (indepth interview), participant observation (participant observation), and study documentation (study of document). Determination of data sources is done by using purposive sampling technique. Data analysis was performed using the interactive patterns of Miles and Huberman (1994). Checking the validity of the data is done by using a degree of credibility through both source and method triangulation techniques. The results of the study show that: (1) Professional development of elementary school teachers in remote areas, through: (a) Intensive Development, carried out through activities commonly aimed at developing teacher professionals and program activities that are tailored to the needs of teachers; (b) Cooperative Development, carried out through visits to other schools, sharing experiences with colleagues, being active in MGMP activities, and supporting each other to increase work motivation; and (c) Self-Directed Development, carried out through teaching media manufacturing activities, actively reading books in school libraries, actively participating in seminars / training, and actively seeking new teaching materials if they have the opportunity to access the internet; and (2) Supporting factors include the establishment of synergic cooperation between the Education Office, UPTD, supervisors, school principals and teachers; while the constraint factor is not all teachers have the opportunity to participate in a professional development program due to geographical conditions and the difficulty of access to and from the school. Keywords: Professional Development, Elementary Teacher, Remote Area Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Pembinaan profesional guru SD daerah terpencil di wilayah kerja UPTD Kecamatan Damang Batu, dilihat dari aspek: (1) Pembinaan professional guru SD melalui: (a) Intensive Development, (b) Cooperative Development, (c) Self- Directed Development, dan (2) Faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan profesional guru SD daerah terpencil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Penetapan sumber data dilakukan dengan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pola interaktif Miles dan Huberman (1994). Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan derajat kepercayaan (credibility) melalui teknik triangulasi baik sumber maupun metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembinaan profesional guru SD daerah terpencil, melalui: (a) Intensive Development, dilaksanakan melalui kegiatan yang lazim ditujukan untuk mengembangkan profesional guru serta program kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru; (b) Cooperative Development, dilaksanakan melalui kegiatan kunjungan ke sekolah lain, sharing pengalaman dengan sejawat, aktif dalam kegiatan MGMP, serta saling mendukung untuk meningkatkan motivasi kerja; dan (c) Self- Directed Development, dilaksanakan melalui kegiatan pembuatan media ajar, aktif membaca buku di perpustakaan sekolah, aktif mengikuti seminar/pelatihan, serta aktif mencari bahan ajar baru jika memiliki kesempatan untuk mengakses internet; dan (2) Faktor pendukung meliputi terjalinnya kerjasama yang sinergis antara Dinas Pendidikan, UPTD, pengawas, kepala sekolah dan guru; sedangkan faktor kendala belum semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pembinaan profesional disebabkan kondisi geografis serta sukarnya akses dari dan menuju ke sekolah tersebut. Kata Kunci: Pembinaan Profesional, Guru Sekolah Dasar, Daerah Terpencil   References: Arifin. (2011). Kompetensi Guru dan Strategi Pengembanganya. Yogyakarta: Penerbit LILIN. Arnold, P. (2001). Review of Contemporary Issues for Rural Schools. Education in Rural Australia, 11 (1), 30-42. Bafadal, I. (2003). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar: Dalam Rangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Collette, A.T., & Chiappetta, E. L. (1994). Science Instruction in the Middle and Secondary Schools(3rd Edition). New York: Merrill. Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.Departemen Pendidikan Nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas. (2010). Laporan Tahunan DinasPendidikan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2010. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas. (2016). Data Hasil UKG Tahun 2015. Gaffar, F. M. (1987). Perencanaan Pendidikan: Teori dan Metodologi. Jakarta: Depdikbud. Glatthorn, A. A. (1995). Teacher Development. In: Anderson, L. (Ed.). International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Second Edition.London: Pergamon Press. Gorton, R. A. (1976). School Administration Challenge and Opportunity for Leadership.New York: Wm. C. Brown Company Publishers. Hanson, M. E. (1985). Educational Administration and Organizational Behavior. Third Edition. Boston Allyn and Bacon. Heslop, J. (1996). A Model for The Development of Teacher in a Remote Area of Western Australia.Australian Journal of Education. Vol.21: Iss.1, Article 1. Available at: http://ro.ecu.edu.au/ajte/vol21/iss1/1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (2012). Pedoman Uji Kompetensi Guru.Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (2015). Pedoman Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru.Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Khasanah, N. (2014). Ternyata ini Alasan Pendidikan di Jawa Lebih Berkualitas. Diakses pada tanggal 20 Juli 2018, dari: https://www.kompasiana.com/noerchasanahkinar/ 54f868f5a333113a038b4577/ternyata-ini-alasan-pendidikan-di-jawa-lebih-berkualitas. Koswara, D. D., & Triatna, C. (2011). Manajemen Pendidikan: Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan.Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Alfabeta. McPherson, R. B. (1986). Managing Uncertainty: Administrative Theory and Practice in Education. Colombus: Charles E. Merrill Publishing Company. Miles, M., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Mulyasa, E. (2013). Uji Kompetensi Guru dan Penilaian Kinerja Guru.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Mustofa. (2007). Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru di Indonesia.Jurnal Ekonomi Pendidikan, Vol.4 (1). Nugroho, P. J. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru SD Daerah Terpencil Daratan Pedalaman Kabupaten Gunung Mas.Prosiding Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2013. Dies Natalis Universitas Palangka Raya. ISSN: 2354-6727. Nugroho, P. J. (2017). Pengembangan Model Pelatihan Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD Daerah Terpencil. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik, Vol.26 (2). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Rohani, N. K. (2004). Pengaruh Pembinaan Kepala Sekolah dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SLTP Negeri di Kota Surabaya.Jurnal Pendidikan Dasar, Vol.5 (1). Saud, U. S. (2009). Pengembangan Profesi Guru SD/MI. Bandung: Alfabeta. Sher, J. P., & Sher, K. R. (1994). Beyond the Conventional Wisdom: Rural Develop-ment as if Australia’s Rural People and Communities Really Mattered. Journal of Research in Rural Education, Vol 10 No 1. Siram, R. (1992). Pelaksanaan Model Sistem Guru Kunjung Suatu Alternatif Pemerataan Pendidikan Sekolah Dasar Daerah Terpencil di Kalimantan Tengah.Tesis tidak dipublikasikan, PPS IKIP Malang. Snyder, K. J., & Anderson, R. H. (1986). Managing Productivity Schools. Orlando: Academic Press College Division. Supriadi, D. (1990). Pendidikan di Daerah Terpencil: Masalah dan Penanganannya. Analisis CSIS No. 5. Bandung: IKIP Bandung. Tjalla, A. (2010). Potret Mutu Pendidikan Indonesia ditinjau dari Hasil-Hasil Studi Internasional.Diakses tanggal 20 Juli 2018 dari: http://repository.ut.ac.id/2609/1/fkip201047.pdf. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
IMPLEMENTASI “HASUPA HASUNDAU” DALAM MEMBINA PESERTA DIDIK Ahyanati Fitri; Teti Berliani; Reddy Siram
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1555

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of Hasupa Hasundau in fostering students at SDN 5 Menteng Palangka Raya, seen from the aspects of: (1) the process of the Hasupa Hasundau program in fostering students, (2) the mechanism of the Hasupa Hasundau program in fostering students, and from aspects: (3) Supporting factors and obstacles encountered in the implementation of the Hasupa Hasundau program. This study used a qualitative approach with case study design. Data collection techniques carried out by: observation, interview and documentation. Validation of data in this study uses the technique of credibility (triangulation and checking members) and confirmability. The results showed that: (1) The process of the formation of Hasupa Hasundau at SDN 5 Menteng began with a program from the Ministry of Education and Culture which is a partnership program and SDN 5 Menteng Palangka Raya implemented a partnership program, the implementation was carried out in a container that was named Hasupa Hasundau where the activity was to carry out a meeting between the school and parents of students, (2) The mechanism of the program is held 2 meetings per semester, inviting parents through groups in WA or letters, holding discussions to express opinions or needs needed by children in school, and (3) Supporting Factors and Constraints faced in the Implementation of Hasupa Hasundau in Fostering Students, namely: a) Supporting factors for parents' openness or trust in school and vice versa in educating children, parity in parenting, and b) Constraints originating there are some parents who are unable to attend attend because of time problems, like parents y I'm busy working. Keywords: Implementation, Hasupa Hasundau, Students, SDN 5 Menteng Palangka Raya Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Implementasi Hasupa Hasundau dalam Membina Peserta Didik di SDN 5 Menteng Palangka Raya, diilihat dari aspek: (1) Proses terbentuknya program Hasupa Hasundau dalam membina peserta didik, (2) Mekanisme program Hasupa Hasundau dalam membina peserta didik, dan (3) Faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Hasupa Hasundau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kredibilitas (triangulasi dan pengecekkan anggota) dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses terbentuknya Hasupa Hasundau di SDN 5 Menteng berawal dari adanya program dari Kemendikbud yaitu program kemitraan dan SDN 5 Menteng Palangka Raya menerapkan program kemitraan, pelaksanaannya dilaksanakan pada sebuah wadah yang diberi nama Hasupa Hasundau yang mana kegiatannya adalah melaksanakan pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa, (2) Mekanisme program dilakukan 2 kali pertemuan per semester, mengundang orang tua siswa melalui melalui grup WA atau surat, diadakan diskusi untuk menyampaikan pendapat ataupun kebutuhan yang diperlukan anak di sekolah, dan (3) Faktor Pendukung dan Kendala yang dihadapi pada Pelaksanaan Hasupa Hasundau dalam Membina Peserta Didik, yaitu: a) Faktor pendukung adanya keterbukaan atau kepercayaan orang tua terhadap sekolah begitu sebaliknya dalam mendidik anak, kesamaan pola asuh, dan b) Kendala berasal ada beberapa orang tua yang berhalangan hadir karena masalah waktu, seperti orang tua yang sibuk bekerja. Kata Kunci: Implementasi, Hasupa Hasundau, Peserta Didik, SDN 5 Menteng Palangka Raya   References: Burhanuddin., Imron. A., Maisyaroh., Sutopo, H., Supriyanto, A., Bafadal, I., Setyadin, B., Effendi, A.R., Sahertian, P.A., & Sultoni. (2003). Manajemen Pendidikan; Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan (Imron, A., Burhanuddin, & Maisyaroh, Ed).Malang: Universitas Negeri Malang. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. (2002). Jakarta. FKIP. (2017).Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Universitas Palangka Raya. Iper, D. (2009). Kosakata Bahasa Dayak Ngaju-Indonesia. Palangka Raya. CV Anugerah Indah Mandiri. Keith, S. & Girling, R. H. (1991). Educational, Management, and Participation: New Directions in Educa¬tional Administration. Boston: Allyn and Bacon. Komariah, A., & Triatna, C. (2008). Visionary Leadership menuju Sekolah Efektif.Jakarta: PT. Bumi Aksara. Manap, S. (2013). Identifikasi Potensi Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Sarana Pembelajaran di SMPN 1 Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong, Laporan Penelitian Penguatan Pembelajaran Program Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, (Online), (http://repository.unib.ac.id/8057/1/B6%20Manap%2C%202013%20-%20PENELITIAN%20IDENTIFIKASI%20POTENSI%20PARTISIPASI%20MASYARAKAT.pdf), diakses 2 Februari 2019. Moleong, L. J. (2012). Metode Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa, E. (2013). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor: 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pidarta, M. (2011). Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Roadmap Pendidikan Keluarga.(2015). Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Suadin. (2017). Materi umum Kemitraan Sekolah dengan Keluarga dan Masyarakat. Diunduh pada tanggal 22 Oktober 2018. https://suaidinmath.files.wordpress.com Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharto, T. (2012). Pendidikan Berbasis Masyarakat: Relasi Negara dan Masyarakat dalam Pendidikan. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta. Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 7. Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, BAB XV Pasal 54 ayat 1 tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Wahyuni, R. (2015). Manajemen Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan dan Pengembangan Sekolah (Studi Multikasus pada SMA Negeri 4 dan SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah), (Online), (http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/38505), diakses 20 Oktober 2019.
MANAJEMEN SEKOLAH MODEL PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR Indra Pamala; Slamet Winaryo; Teti Berliani
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v3i2.2694

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Manajemen Sekolah Model pada Jenjang Pendidikan Dasar di SD Negeri 1 Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam peneltian ini yaitu: Kepala Sekolah, Ketua TPMPS dan Guru-guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui: Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian Data, dan Penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengabsahan data menggunakan Teknik Triangulasi dan Member Check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan SPMI meliputi: (a) Sosialisasi program SPMI, (b) Pembentukan TPMPS dan Tim Monev, (c) Memetakan mutu, (d) Membuat peta masalah, e) Membuat rencana aksi, (f) Membuat jadwal, dan (g) Menentukan anggaran; (2) Pengorganisasian SPMI: (a) Pengawas: Dinas Pendidikan, TPMPD, Pengawas Sekolah, Penanggung jawab: Kepala Sekolah, Pengelola: TPMPS dan Tim Monev; (3) Pelaksanaan SPMI dilakukan dengan mengikuti jadwal, menentukan Sarpras, mengadakan kegiatan workshop dan TOT; (4) Pengawasan SPMI dilakukan oleh: kepala sekolah, TPMPD, TPMPS, Tim Monev dan Pengawas Sekolah; (5) Evaluasi SPMI dilakukan dengan menentukan jadwal, membuat instrumen/alat ukur, melakukan peninjauan kembali, dan menyusun RTL. Abstract: This study aims to describe the Model of School Management at SD Negeri 1 Menteng, Palangka Raya City. This study uses a descriptive qualitative approach. Sources of data in this research are: Principal, Head of TPMPS and teachers. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and documentation. Data analysis uses: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. Validation of data using Triangulation Techniques and Member Check. The results of this study showed that: (1) SPMI planning includes: (a) Socialization of the SPMI program, (b) Establishment of TPMPS and the Monitoring and Evaluation Team, (c) Mapping quality, (d) Making problem maps, e) Making action plans, (f) ) Make a schedule, and (g) Determine the budget; (2) Organization of SPMI: (a) Supervisor: Education Office, TPMPD, School Supervisor, Person in Charge: Principal, Manager: TPMPS and Monev Team; (3) The implementation of SPMI is carried out by following the schedule, determining the Sarpras, holding workshops and TOT; (4) SPMI supervision is carried out by: school principals, TPMPD, TPMPS, Monev Team and School Supervisors; (5) SPMI evaluation is carried out by determining the schedule, making instruments/measurements, conducting reviews, and making RTL.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Erfinna Lumban Gaol; Piter Joko Nugroho; Christian Radiafilsan
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v3i2.2695

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai PNS di lingkungan LPMP Provinsi Kalimantan Tengah sejumlah 89 orang. Penetapan sampel penelitian menggunakan teknik rumus Slovin dan Umar selanjutnya ditetapkan sampel sejumlah 47 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket (kuesioner). Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana menggunakan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai LPMP Provinsi Kalimantan Tengah. Pengaruh variabel pelatihan terhadap variabel kinerja pegawai adalah sebesar 45,6%; sedangkan sisanya 54,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Abstract: This study aims to determine the effect of training on employee performance at the Education Quality Assurance Institute (LPMP) of Central Kalimantan Province. The population in this study were civil servants in the LPMP of Central Kalimantan Province as many as 89 employees. The research sample was determined using the Slovin and Umar formula technique, then a sample of 47 people was determined. Data collection techniques in research using a questionnaire. The data were processed and analyzed using simple linear regression analysis using SPSS 17. The results showed that training had a positive and significant effect on the performance of LPMP of Central Kalimantan Province employees. The effect of training variables on employee performance variables is 45.6%; while the remaining 54.4% is influenced by other variables not examined.  
MANAJEMEN PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA Jentry Lumban Batu; Teti Berliani; Piter Joko Nugroho
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v3i2.2696

Abstract

Abstrak: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Manajemen Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Melalui teknik purposive sampling ditetapkan sumber data dalam penelitian ini, meliputi: Kepala Sekolah, Tim Pengembang PPK, Koordinator Program PPK, Guru dan Tenaga Kependidikan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pola interaktif data, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program PPK di SMK Karsa Mulya terlaksana dengan efektif dalam menumbuhkembangkan karakter peserta didik, dan menjadikan SMK Karsa Mulya sebagai salah satu sekolah kejuruan swasta rujukan dalam pelaksanaan program PPK di Provinsi Kalimantan Tengah. Abstract: In general, this study aims to describe the Management of Character Education Strengthening Program (PPK) at SMK Karsa Mulya Palangka Raya. This research is a qualitative research with a case study design. Through purposive sampling technique, the data sources in this study were determined, including: Principal, PPK Development Team, PPK Program Coordinator, Teachers and Education Personnel. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. Data analysis used an interactive pattern of data, including: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Validation of data using triangulation of sources and methods. The results showed that the management of the PPK program at SMK Karsa Mulya was carried out effectively in developing student character, and making SMK Karsa Mulya as one of the referral private vocational schools in the implementation of PPK program in Central Kalimantan Province.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Yosi Wit Anggraini; Piter Joko Nugroho; Teti Berliani
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v3i2.2700

Abstract

Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai ASN sejumlah 156 orang. Melalui teknik Proportional Random Sampling dan rumus Slovin ditetapkan sampel sejumlah 61 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket (kuisioner). Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Pengaruh variabel kepemimpinan terhadap variabel kinerja pegawai adalah sebesar 38,1%; sedangkan sisanya 61,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of leadership on the performance of the employees of the Central Kalimantan Provincial Education Office. The population in this study were all 156 ASN employees. Through the Proportional Random Sampling technique and the Slovin formula, a sample of 61 people was determined. Data collection techniques in this study using a questionnaire. The data were processed and analyzed using simple linear regression analysis using SPSS 20. The results showed that leadership had a positive and significant effect on the performance of the Central Kalimantan Provincial Education Office. The influence of the leadership variable on the employee performance variable is 38.1%; while the remaining 61.9% is influenced by other variables not examined.

Page 4 of 13 | Total Record : 122