cover
Contact Name
Zainun Misbah
Contact Email
jurnaldikmensus@gmail.com
Phone
+6281385279099
Journal Mail Official
jurnaldikmensus@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung D Lantai 12
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Guru Dikmen & Diksus
ISSN : 2655481X     EISSN : 27236404     DOI : https://doi.org/10.47239/jgdd.v1i1.12
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus merupakan wahana saling bertukar pandangan dan pengalaman bagi guru dan pemerhati pendidikan untuk meningkatkan mutu guru dan mutu pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus. Tema-tema pengembangan pendidikan yang dapat diterbitkan diantaranya adalah 1). Pendidikan Inklusif; 2). Penguatan Pendidikan Karakter; 3). Gerakan Literasi di Sekolah; 4). Inovasi Pembelajaran; 5). Manajerial dan Kepemimpinan Pembelajaran. 6). Pengawasan.
Articles 166 Documents
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDEED PADA MATERI POLINOMIAL Dewi Adharini
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v5i1.365

Abstract

This study aims to determine the ability to think creatively and learn independently on Polynomial material using an open-ended approach in semester 2 of the 2020/2021 academic year in class XI MIPA7 SMA Negeri 6 Cimahi. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. The implementation of the research starts on February 16, 2021 until May 19, 2021. Cycle I with the sub-themes of dividing polynomials and the remainder theorem is carried out in 4 meetings and ends with tests and filling out a self regulated learning questionnaire; Cycle II with the factor theorem sub-theme was carried out in 2 meetings and ended with a test and filling out a self regulated learning questionnaire. The subjects in this study consisted of 36 students consisting of 24 women and 12 men. Data collection techniques were carried out by using online tests using the Learning Management System (LMS) at school.id and non-tests, namely a questionnaire about learning independence using google form. The data analysis technique is descriptive quantitative. The results showed that learning with an open-ended approach was able to improve creative thinking skills from an average score of 73 in the first cycle to 74 in the second cycle. Independent learning from the mean score of 88 in the first cycle decreased to 87 in the second cycle. Thus, the open-ended approach to polynomial material can improve creative thinking skills but has not been able to increase the learning independence of students in class XI MIPA 7 SMA Negeri 6 Cimahi.
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR TEKNOLOGI PERKANTORAN MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) Sufriadi Sufriadi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v5i1.367

Abstract

The background of this research is due to the low interest in learning of students which results in not maximal learning outcomes that they achieve, this study aims to increase interest and learning outcomes in Office Technology subjects for students in class X Office Automation and Governance (OTKP) SMKN 1 Sinjai, through the Student Facilitator and Explaining (SFAE) technique. The research was carried out in 2 (two) cycles, with stages : 1) planning, 2) observation, 3) implementation and 4) reflection. The research subjects were students of class X OTKP-1 SMKN 1 Sinjai. Data collection techniques for the cognitive domain are in the form of evaluation tests, for the affective and psychomotor domains, interest questionnaires and observation sheets are used. The results showed that there was an increase in the score with the average pretest interest in learning from the first cycle reaching 73 percent (medium category). Cycle II the average value of posttest interest in learning reached 77 percent classically (high category). For learning outcomes also increased, namely: the first cycle reached 80.77 percent. While in the second cycle it reached 96.15 percent. Then the affective domain in the first cycle reached an average value of 61.5 percent. Furthermore, in cycle II it reached 100 percent, meaning an increase of 38.5 percent. While in the psychomotor domain of cycle I the average value reached 61.54 percent. While the second cycle reached 100 percent. This shows that the interest and learning outcomes of students have increased by applying the SFAE learning method.
INOVASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH “SISI PAGI” UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Septa Krisdiyanto
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v4i2.370

Abstract

Pengembangan media teknologi pengolahan limbah SISI PAGI ini dilakukan dalam rangka memberi solusi terhadap problem pembelajaran biologi, seperti: tidak ada media praktik, dominan teori dan kompetensi HOTS rendah. Tujuan penelitian ini: 1) Mengetahui kompetensi HOTS siswa sebelum perlakuan pembelajaran discovery learning berbantu media SISI PAGI; 2) Mengembangkan produk media yang memiliki kelayakan untuk meningkatkan HOTS siswa; 3) Mengetahui pengaruh media yang dikembangkan terhadap HOTS siswa. Data Penelitian diperoleh melalui metode kelompok diskusi (Focus Group Discussion), dokumentasi, observasi, lembar validasi, tes. Data tersebut dianalisis secara diskriptif. Jenis penelitian ini Research and Development (R&D) dengan metode pengembangan menggunakan model 4-D melalui tahapan: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penentuan tingkat kelayak media berdasarkan uji validasi para ahli, uji coba kepada guru dan siswa. Pengujian efektifitas media diterapkan pada kelas X APHP 1 sebanyak 31 siswa. Hasil penelitian: 1) Kompetensi HOTS siswa sebelum perlakuan berada pada level rendah, tingkat penyelesaian soal HOTS kategori membandingkan 25% (8 siswa), menginferensi 19% (6 siswa) dan mengevaluasi 10% (3 siswa); 2) Produk media SISI PAGI yang dikembangkan mengacu model 4-D dengan skor kelayakan 90. kategori sangat baik dengan karakteristik: mudah, murah, efektif, efisien, kontekstual dan menyenangkan; 3) Kompetensi HOTS siswa setelah perlakuan mengalami peningkatan, tingkat penyelesaian soal HOTS kategori membandingkan 65% (20 siswa), menginferensi 55% (17 siwa) dan mengevaluasi 52% (16 siswa).
PENGEMBANGAN TRAINER SISTEM STARTER BERBASIS IDOU++ Eko Marwanto
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v4i2.371

Abstract

Upaya perbaikan proses pembelajaran sistem starter harus diserati dengan ketersediaan sarana pembelajaran yang praktis, aman, multiguna dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan trainer sistem starter berbasis IDOU++ (Identifikasi, Diagnosis, Overhaule dan Ujicoba) serta menguji kelayakannya dalam proses pembelajaran dikompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Penelitian ini mengunakan metode penelitian dan Pengembangan (R and D) model ADDIE. Desain implementasinya menggunakan pre-eksperimen jenis pretest and post test one group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 sampit dan SMK Negeri 3 sampit pada bulan juli hingga desember 2018. Teknik pengambilan data menggunakan Focus Grup Discussion (FGD), kuesioner dan observasi lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif, teknik after- beforepretes-post test serta uji t untuk menguji signifikansi hasil pretest dan post test. Trainer sistem starter berbasis IDOU++ (Identifikasi, Diagnosis, Overhaule dan Ujicoba) merupakan pengembangan simulator sistem starter yang dibuat tahun 2015. Prosedur pengembangan dimulai dari analisa kebutuhan, mendesain dan validasi rancangan. Tahapan pengembangan dimulai dari proses pembuatan trainer, ujicoba terbatas 1 dan 2 serta uji lapangan. Penilaian uji coba terbatas 1 dengan indikator kinerja teknis memperoleh skor 3.19 dan penilaian uji coba terbatas 2 dengan indikator manfaat dalam pembelajaran memperoleh skor 3,55. Hasil pengujian lapangan menunjukan bahwa trainer ini mampu memberikan perubahan positif yang signifikan antara hasil pretest dan post test sebesar 59,07%. Menggunakan uji t, diperoleh t hitung sebesar 23.9 dan t tabel dengan taraf signifikan 5% (2.001) dan t hitung > dari t tabel. Berdasarkan hasil tersebut, trainer sistem starter berbasis IDOU++ layak dijadikan sarana pembelajaran.
PENGGUNAAN MEDIA VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MATERI DAN KEMANDIRIAN SISWA MELAKUKAN PRAKTIKUM Asnita Wati
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v4i2.373

Abstract

Belajar dari rumah menuntut perubahan yang nyata dari kebiasaan yang dilakukan guru. Pembelajaran Biologi khususnya, tidaklah pada aspek kognitif belaka, Biologi identik dengan pengamatan objek yang dilakukan secara praktikum di laboratorium. Kebingungan penulis untuk mengatasi masalah praktikum dimasa pandemi, berawal dari permasalahan, “Media pembelajaran apa yang dapat digunakan sebagai pengganti praktikum pada konsep materi struktur hewan di kelas XI?” Penggunaan media Virtual Laboratory dirancang sedemikian rupa untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang penulis hadapi. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan penguasaan konsep dan kemandirian siswa melakukan praktikum pada materi struktur jaringan hewan. Penelitian ini jenis penelitian pra eksperimen dengan menggunakan angket untuk mengetahui tingkat kemandirian siswa serta menggunakan hasil belajar sebagai indikator meningkatnya penguasaan konsep materi pada peserta didik. Hasil penelitian diperoleh, bahwa penggunaan media Virtual Laboratory dapat meningkatkan kemampuan penguasaan konsep materi siswa, ditunjukkan dari hasil belajar yang lebih baik dari materi yang sebelumnya, dengan perolehan kategori amat baik sebesar 37.0%, 53.3% kriteria baik, dan meningkatkan kemandirian siswa sebesar 85.65. Media Virtual Laboratory dapat juga dijadikan alternatif pengganti praktikum, bagi sekolah yang tidak memilik alat bahan yang lengkap. Media ini juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk melaksanakan praktikum secara mandiri.
PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19: PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INTEGRATIF DAN KOLABORASI BAGI ORANG TUA DALAM PENDAMPINGAN ANAK TUNARUNGU Ludfia Ida Variani
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v4i2.374

Abstract

Tujuan penulisan Best Practise ini adalah untuk 1) mengetahui  gambaran kesiapan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah 2) mengembangkan  modul berbasis inkola sebagai panduan kesiapan orang tua dalam pendampingan anak tunarungu belajar di rumah,  3) mengetahui efektifitas modul berbasis inkola sebagai panduan orang tua dalam pendampingan anak tunarungu belajar di rumah di masa pandemi covid-19. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 di SLB Negeri 1 Mataram.  Sampel penelitian ini adalah 5 peserta didik tunarungu kelas 1 SDLB . Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan  pretest posttest one group design. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan 1) menemukan kebutuhan pembelajaran bagi orang tua , 2) merancang modul , dan 3) melakukan ujicoba modul untuk menemukan efektivitas modul. Teknik yang digunakan wawancara dengan orang dan tes.  Hasil penelitian menunjukkan  terdapat peningkatan kesiapan orang tua dalam mendampingi anak belajar. Pada aspek fisik sebesar 24% , aspek psikis 32% dan aspek material 71,93 %. Modul pembelajaran efektif untuk  memberikan kemudahkan orang tua pada aspek kesiapan baik fisik, psikis dan material dengan baik. Tingginya intensitas kesiapan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah berdampak pada meningkatnya pemahaman orang tua terhafdap peserta didik tunarungu kelas I SDLB dalam menyelesaikan modul yang diberikan sekolah selama mendampingi belajar di rumah di masa pandemic covid-19.
Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Praktikum Fisika Di Sekolah Ikram Ramadhan
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is the main capital that must be instilled in children from an early age, because the concept of character education is indispensable in every dimension of life. Character education in the field of education is the main focus to achieve educational goals. With character education, children will have the ability to behave positively both in the school environment and in the community. This study aims to identify the values of student character behavior that appear according to Presidential Regulation No. 87 of 2017 concerning strengthening character education article 3. This type of research is phenomenological research with data collection techniques using the observation method. The data analysis technique used in this research is to use the method of data reduction, interpretation and drawing conclusions. The results showed 1) of the 18 character behaviors according to Presidential Regulation No. 7 of 2017, there were 15 character behaviors that emerged from students in physics practicum, 2) there were 3 character behaviors that did not appear, namely independent behavior, love for the homeland and national spirit, 3) The character behavior of students in one school illustrates that the leadership of character education-based education in that school is going well.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan LMS Schoology Pada Mata Pelajaran Fisika Edi Supriyanto
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pengembangan media pembelajaran berbasis android menggunakan LMS Schoology pada mata pelajaran Fisika, (2) mengetahui kelayakan hasil pengembangan media pembelajaran berbasis android menggunakan LMS Schoology pada mata pelajaran Fisika, (3) mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis android menggunakan LMS Schoology pada mata pelajaran Fisika. Jenis penelitian yang digunakan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan Siswa Kelas X MIPA1 SMAN 5 Pandeglang. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 90,2% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,5% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan efektivitas pengembangan LMS Schoology menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar Fisika sebelum dan sesudah menggunakan LMS Schoology. Hasil skor pretest 15.50 dan hasil skor posttest 35.25. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Fisika sebelum dan setelah menggunakan media LMS Schoology.
Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Kesehatan Reproduksi Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Peserta Didik Disabilitas Intelektual Desak Ketut Caturwangi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v5i2.440

Abstract

Pembelajaran program khusus yaitu bina diri elemen merawat diri merupakan salah satu kendala yang dialami oleh anak dengan disabilitas intelektual. Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) diimplementasikan dalam pembelajaran bina diri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidikan kespro melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi bagi Peserta Didik Disabilitas Intelektual (PDDI). Subyek dalam penelitian adalah peserta didik kelas IV tunagrahita di SLB Negeri 1 Bangli, sebanyak 5 orang dengan berbagai macam karakteristik. Prinsip utama pembelajaran PDDI adalah memberikan perhatian kita terhadap kepentingan peserta didik, menyesuaikan program dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Pembelajaran yang dilakukan secara menyenangkan, bermakna dan fungsional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain dari PTK ini menggunakan model PTK Kemmis dan Mc Taggart dengan siklus berkelanjutan melalui tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengamatan pembelajaran, dan refleksi hasil pembelajaran. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi, yaitu pembelajaran yang dilakukan dalam kelas yang beragam dengan memberikan layanan dalam diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk atau hasil setiap peserta didik, sehingga peserta didik belajar dengan efektif. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman pembelajaran pendidikan kespro, sehingga peserta didik dapat meningkatkan kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan belajar secara praktik berkelanjutan baik di sekolah maupun di rumah. Program dan kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pendidikan Kespro dilaksanakan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi peserta didik, guru, serta bagi orangtua PDDI. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilakukan memberikan dampak nyata kepada semua pihak yang terlibat secara langsung.
Pengembangan Hybrid Learning Model Pada Pembelajaran Ipa Di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif HIdayat Hidayat
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v5i2.454

Abstract

Pembelajaran di masa pandemi covid-19 diperlukan upaya untuk mengatasi learning  loss, sebagai upaya untuk mengeliminasi dampak tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran hybrid . Penulisan ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran secara tatap muka dan secara jarak jauh secara langsung. Metode penelitian adalah research and development model ADDIE. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik  kelas 6 SDN Pulau Kelapa 02 Pagi tahun Pelajaran 2020/2021 dan terdapat dua peserta didik  berkebutuhan khusus. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes kelayakan dengan subjek penelitian adalah guru dan peserta didik . Hasil penelitian diperoleh gambaran tentang kelayakan pengembangan model pembelajaran hybrid  yang diterapkan di sekolah dasar bahwa model campuran ini layak diterapkan di jenjang SD yang menyelenggarakan pendidikan inklusif dengan memanfaatkan berbagai aplikasi seperti google classroom, zoom dan dilaksanakan dengan moda tatap muka secara langsung. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai efektivitas model hybrid  dalam pembelajaran yang dapat mengurangi keterbatasan peserta didik  dalam menerima pembelajaran di masa pandemi. Hasil kelayakan dari produk ini berdasarkan para ahli materi sebesar 87% yang termasuk ke dalam kategori “baik”, sedangkan uji kelayakan pada ahli media sebesar 91% yang termasuk ke dalam kategori “sangat baik”. Kesimpulan dari hasil penelitian dan pengembangan tersebut adalah penggunaan model pembelajaran hybrid  dapat membantu peserta didik  memahami konsep pembelajaran di masa pandemi dengan teknik campuran antara metode jarak jauh dan tatap muka secara bersamaan yang terdiri dari 50% peserta didik  di rumah dan 50% peserta didik  di sekolah.