cover
Contact Name
Zainun Misbah
Contact Email
jurnaldikmensus@gmail.com
Phone
+6281385279099
Journal Mail Official
jurnaldikmensus@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung D Lantai 12
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Guru Dikmen & Diksus
ISSN : 2655481X     EISSN : 27236404     DOI : https://doi.org/10.47239/jgdd.v1i1.12
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus merupakan wahana saling bertukar pandangan dan pengalaman bagi guru dan pemerhati pendidikan untuk meningkatkan mutu guru dan mutu pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus. Tema-tema pengembangan pendidikan yang dapat diterbitkan diantaranya adalah 1). Pendidikan Inklusif; 2). Penguatan Pendidikan Karakter; 3). Gerakan Literasi di Sekolah; 4). Inovasi Pembelajaran; 5). Manajerial dan Kepemimpinan Pembelajaran. 6). Pengawasan.
Articles 166 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT TEKS EDITORIAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION Agriyati Agriyati
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat teks editorial melalui model pembelajaran Explicit Instruction. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas XII MIPA 1. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kedua siklus tersebut memberikan tindakan penerapan model Explicit Instruction dalam pembelajaran membaca cepat teks editorial dengan standar pencapaian yang ditetapkan 75 untuk Siklus I dan 80 untuk Siklus II. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh hasil Siklus I rerata mencapai 78,61 dan Siklus II 81,90 terjadi peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 3,29 atau 4,01%. Peningkatan secara keseluruhan di setiap aspek dalam hal ini menemukan informasi yang berupa opini, mengklarifikasi informasi yang berupa fakta, menafsirkan alternatif solusi, dan menarik simpulan teks editorial dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Peningkatan yang signifikan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Explicit Instruction berhasil meningkatkan kemampuan membaca cepat teks editorial peserta didik kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 7 Yogyakarta.
BAHASA INGGRIS Dayang Suriani
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v3i1.113

Abstract

This study is directed to obtain information how peer feedback can improve students’ ability in writing. Specifically, it is directed to investigate whether peer feedback works and can improve students’ writing ability in writing sentences and narrative paragraphs, at the first year students of SMA Negeri 1 Balikpapan. The study was conducted based on the result of preliminary study at the school. It is found that the students’ ability in the language skills especially in writing is still insufficient. In the teaching and learning process the teacher provides fewer portions in writing activities for the students in class. In addition, the strategies used in the teaching and learning process are uninteresting because the students have to do the writing activities in under pressure. To answer the problems, a classroom action research is conducted. The teacher as a researcher works in planning the action, implementing the action, observing, and analyzing and reflecting the action. The subjects of the study are the second year students (X-IPA-1) of 2019/2020 academic year consisting of 40 students. The results shows that peer feedback obviously can improve the students’ ability in writing sentences and narrative paragraphs at the first year students of SMA Negeri 1 Balikpapan. It has been observed that the improvements are caused by the regular writing practice done by the students and the teacher’s response given to their writing. It becomes a sort of on going dialogue.
IMPLEMENTASI SCIENTIFIC LEARNING UNTUK MELATIH HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) PESERTA DIDIK Siti Mariyam
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v3i1.177

Abstract

Scientific Learning (SL) helps students observe and imitate any solutions that arise in their groups when they face a problem. SL can also balance the ability of students with the process of assimilation, accommodating problems, developing strategies and finding relationships for each event to solve problems. The SL learning model will produce competencies such as persistence, Student self-control, open thinking through discussion, flexible in making decisions, reasoning to choose the best solution, creative and thinking critically to find solutions where all are the abilities needed to train the HOTS competences of Students. The research was conducted in 3 cycles with 6 learning meetings on the subject of Number Processing / Spreadsheet Applications in class X Accounting at SMK Muhammadiyah Aimas, Sorong Regency. The data analysis technique used triangulation techniques both data and methods from the results of interviews recording, storing visual data, and telephone recordings. The results showed that SL can increase students' HOTS which is marked by increasing high-level thinking competencies including critical thinking, problem solving, adaptability, high initiative, creativity, curiosity to solve problems which are entirely of the students' individual ability. Meanwhile, in terms of social skills, it is marked by improving the communication and collaboration skills of students in solving problems.
MENUMBUHKAN KARAKTER KREATIF DAN PEDULI MELALUI PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA Dina Khairunisa
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v3i1.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter kreatif dan peduli melalui implementasi model project based learning pada pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Dramaga kelas XII MIPA 5 tahun pelajaran 2019/2020. Implementasi model Project Based Learning dilakukan dengan memberikan pengalaman belajar kepada siswa untuk membuat produk yang bermanfaat bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari yaitu berupa mainan anak yang menerapkan konsep listrik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, penilaian hasil belajar pengetahuan dan keterampilan, dokumentasi, serta angket. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi untuk mengamati tumbuhnya karakter kreatif dan peduli pada siswa dalam proses pembelajaran fisika, rubrik penilaian pengetahuan, rubrik penilaian keterampilan bentuk produk untuk menilai produk yang dihasilkan oleh siswa, dokumentasi berupa silabus dan RPP, serta angket yang berisi pertanyaan untuk melihat respon siswa terhadap proses pembelajaran fisika yang mengimplementasikan model project based learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan 2 siklus pembelajaran yang terdiri dari 5 kali pertemuan pada siklus 1 yaitu pada kompetensi dasar listrik searah dan 5 kali pertemuan pada siklus 2 yaitu pada kompetensi dasar listrik statis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kreatif dan peduli dapat tumbuh pada siswa melalui implementasi model Project Based Learning pada pembelajaran fisika.
PENERAPAN DISCOVERY-AFIRMATION LEARNING UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA I Ketut Bawa
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v3i1.192

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan pembelajaran discovery-afirmation. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti tindakan tindakan dari desain Hopkins, dimana setiap siklus termasuk perencanaan, observasi - evaluasi, dan refleksi. Pada akhir siklus data prestasi belajar dikumpulkan melalui tes dan data kedisiplinan belajar matematika siswa dikumpulkan melalui angket online. Setelah semua data terkumpul dan dianalisis secara deskriptif, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran discovery-afirmation dapat meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar matematika siswa.Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan disiplin belajar siswa sebesar 41,51% dari skor rata-rata 93,61 (kategori cukup) pada awal siklus I menjadi 132,47 pada akhir siklus II (kategori tinggi). Dilihat dari prestasi belajar siswa juga peningkatan peningkatan sebesar 11,90% dari nilai rata-rata pada pra siklus 62,38 menjadi 69,80 pada akhir siklus I, dan meningkat lagi sebesar 8,13% menjadi 75. , Dibandingkan DENGAN Nilai PADA SIKLUS I. Kelengkapan Klasik Siswa juga mengalami peningkatan sebesar 13,16%, Yaitu Dari ketuntasan klasikal Dari 64,39% PADA pra-SIKLUS Ke 72,86% PADA Akhir SIKLUS I, Dan MENINGKAT Lagi sebesar 22 .76% menjadi 89,44% pada akhir siklus II dibandingkan dengan siklus I. Sesuai dengan hasil penelitian, agar pendidik yang mengajar matematika dan latar belakang siswa yang relatif sama dapat membantu penemuan pembelajaran dengan memberikan penegasan positif secara terus menerus. 
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU DALAM MENANGANI SISWA SPEECH DELAY Novarida Manurung
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v3i1.229

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang masalah dan tantangan guru dalam menghadapi siswa yang memiliki gangguan bicara atau keterlambatan berkomunikasi atau speech delay, mengetahui kebutuhan siswa yang memiliki gangguan bicara atau keterlambatan berkomunikasi atau speech delay, mengetahui dan menerapkan Solusi pendekatan, metoda dan strategi yang efektif dan efisien dalam menghadapi siswa yang memiliki gangguan bicara atau keterlambatan berkomunikasi atau speech delay, untuk mengetahui hasil hasil dari solusi pendekatan, metode dan strategi yang digunakan siswa yang memiliki gangguan bicara atau keterlambatan berkomunikasi atau speech delay. Dilakukan melalui membaca dari berbagai sumber atau studi pustaka dan pengumpulan data melalui pengamatan serta pengalaman pribadi penulis sebagai guru mata pelajaran kimia dan sebagai wali kelas sepuluh jurusan Nautika Kapal Niaga di SMK negeri 12 Medan, Provinsi Sumatera Utara. Hasil yang diperoleh oleh penulis dalam pengalaman, diperoleh bahwa anak yang mengalami gangguan komunikasi ini memiliki berbagai karakter yang unik, pribadi yang menyendiri dan dari kesendiriannya ternyata dihasilkan suatu karya yang baik. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak yang sering di sebut idola ini melalui komunikasi lewat tulisan dengan karya yang luman bagus perlu diikut sertakan dalam berbagai kegiatan lomba menulis puisi atau pantun. Ini diperlukan seorang pembimbing yang memiliki hati yang tangguh sehingga potensi anak tersebut dapat tergalih dengan baik. Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran guru kimia dalam menangani siswa speech delay.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF DALAM PEMBELAJARAN VPN SERVER MASA PANDEMI COVID-19 Fajar Bakhrun Najkhi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v5i1.278

Abstract

This research aims to determine the implementation of online learning in SMK on VPN Server material combining cooperative learning models and simulation methods through real experience-based learning. The research subjects were students of class XII TKJ. The research method uses a descriptive qualitative approach that records activities along with student learning achievements in online learning. The application of the learning model combines a group of teachers, a group of teachers to a heterogeneous student study group. Miles & Huberman model as a data analysis technique. The results of the study showed that 80% of cognitive learning achievement achieved a value of 95-100 and 1 student who obtained 80-82, 66.66% psychomotor students scored 79-100 and 33% between 75-78. The impact of the study was: facilitating teachers in online learning, providing students with real experiences with simulation and cooperative methods, and parents obtaining information on the progress of student learning outcomes in the publication of their work on the teacher's web blog.
PENGARUH LATIHAN OLAH TUBUH TERHADAP PENINGKATAN KELUWESAN GERAK TARI PADA SISWA TUNARUNGU Indah Widyahety
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v4i2.296

Abstract

Sering kali ditemukan pada saat menari, anak tunarungu menunjukkan gerakan yang kaku dan kurang luwes. Hal tersebut dikarenakan tubuh seseorang belum terlatih dalam melakukan gerakan. Kurangnya kelenturan seseorang dikarenakan kurangnya latihan olah tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan olah tubuh terhadap peningkatan keluwesan gerak tari terhadap siswa tunarungu di SLBN Salatiga. Penelitian ini dikembangkan berdasarkan best practice peneliti sebagai seorang guru seni budaya di SLBN Salatiga. Tahapan penelitian ini yaitu 1) menemukan permasalahan keluwesan gerak anak tunarungu. 2) menyusun rancangan pembelajaran untuk meningkatkan keluwesan gerak tari dan 3) melakukan uji coba pembelajaran olah gerak 4) melakukan pencatatan hasil uji coba terhadap keluwesan gerak tari anak tunarungu dan 5) melakukan analisis hasil. Penelitian ini dilaksanakan di SLBN Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan latihan olah tubuh dapat meningkatkan keluwesan gerak tari siswa tunarungu baik aspek wirogo, wiromo dan wiroso. Anak tunarungu lebih mudah dalam melakukan berbagai gerakan yang diajarkan oleh guru dan terlihat lebih luwes dalam melakukan gerakan – gerakan tari.
PENERAPAN METODE PERMAINAN DENGAN QR CODE UNTUK MENINGKATKAN FOKUS PERHATIAN SISWA DENGAN ADHD: (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas Inklusif X TPM 1 SMK Negeri 3 Singaraja) Luh Eka Yanthi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v4i2.298

Abstract

Siswa dengan ADHD cenderung menunjukan sikap yang kurang bisa memusatkan perhatian saat mengikuti pembelajaran, akibatnya siswa ADHD mengalami masalah dalam hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode permainan dengan QR code dalam pembelajaran Fisika, meningkatkan hasil belajar siswa kelas inklusif X TPM 1 SMK Negeri 3 Singaraja, serta mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan metode permainan dengan QR code dalam pembelajaran Fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas inklusif X TPM 1 SMK Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 36 orang siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran di mana setiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui hasil kuis dan tes akhir siklus. Data tanggapan siswa dikumpulkan dengan metode kuisioner. Data yang telah terkumpul tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan rerata nilai kognitif siswa yaitu dari 67,0 dengan standar deviasi 4,7 dan ketuntasan klasikal 55% pada siklus I menjadi 74,0 dengan standar deviasi 4,2 dan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rerata nilai afektif siswa yaitu 64,0 dengan kategori cukup pada siklus I menjadi sebesar 72,0 dengan kategori baik pada siklus II, (3) terjadi peningkatan rerata nilai psikomotor siswa yaitu 69,0 dengan kategori cukup pada siklus I menjadi sebesar 74,0 dengan kategori baik pada siklus II, dan (4) tanggapan siswa terhadap penerapan metode permainan dengan QR code 52,6 dengan kategori positif. Hasil penelitian ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan hasil belajar dan memusatkan perhatian siswa ADHD dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Fisika di kelas inklusif.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS SKALA MIKRO MATERI STOIKIOMETRI Sri Supatmi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol 5 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47239/jgdd.v5i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapat perlakuan praktikum skala mikro dengan siswa yang mendapat perlakuan praktikum konvensional. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan design pre- and post test design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Santo Yakobus, Jakarta Utara pada semester ganjil tahun ajaran 2019-2020. Sampel penelitian sebanyak 40 siswa kelas XII IPA yang terdiri dari 20 siswa di kelas eksperimen dan 20 siswa di kelas kontrol yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kelas ekperimen diberi perlakuan praktikum skala mikro, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan praktikum konvensional. Kedua kelas diberikan pre-test dan post-test dengan menggunakan instrumen tes yang sama. Instrumen yang digunakan terdiri atas 10 soal uraian yang dibuat berdasarkan 8 indikator keterampilan proses sains dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya (r = 0,919). Untuk melihat keterlaksanaan kegiatan praktikum maka dilakukan pengamatan dengan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapat perlakuan praktikum skala mikro dengan siswa yang mendapat perlakuan praktikum konvensional, (thitung (5,412) > ttabel (2,528)). Praktikum skala mikro lebih efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dibandingkan dengan praktikum konvensional. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan praktikum skala mikro yang dilakukan secara individu memberikan pengalaman langsung untuk membuktikan fakta, teori dan konsep yang telah dipelajari di kelas sehingga siswa mendapatkan pengetahuan secara mendalam.