cover
Contact Name
Hendra Surya
Contact Email
stis.alaziziyah@gmail.com
Phone
+6283124586141
Journal Mail Official
stis.alaziziyah@gmail.com
Editorial Address
Jalan Balohan - Aneuk Laot Jr. Blang Tunong Gp. Balohan Kota Sabang Provinsi Aceh Indonesia
Location
Kota sabang,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kegamaan dan Ilmu Sosial
ISSN : 25282697     EISSN : 27234452     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
AL ILMU adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta di Wilayah Aceh (Kopertais Wilayah 5 Aceh) bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STIS Al-Aziziyah Sabang. Jurnal ini berfokus pada studi Islam dan sosial keagamaan yang mencakup pemikiran keagamaan, pendidikan, politik, sosial dan hukum. Jurnal ini bertujuan untuk memperkaya, memperdalam, dan juga mengembangkan studi komunitas Islam dan sosial di Aceh. Jurnal ini didirikan dan diprakarsai oleh sekelompok ahli di bidang pendidikan, politik, agama dan hukum Islam. Publikasi jurnal akademik ini dimaksudkan untuk memperkaya khazanah keilmuan yang telah berkembang di masa kini. Jurnal ini diterbitkan setiap dua bulan pada bulan Juni dan Desember. Alamat Sektretariat: Jl. Balohan Aneuk Laot Gp Balohan Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. E-mail: stis.alaziziyah@gmail.com
Articles 81 Documents
PEROLEHAN HAK WARIS ANAK MULĀ’ANAH STUDI KOMPARATIF FIKIH DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA (ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46/PUU-VIII/2010) Muhammad Iqbal
AL-ILMU Vol 5, No 1 (2020): AL ILMU: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.976 KB)

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 telah memberikan hak perdata kepada anak yang lahir di luar perkawinan, putusan ini berlaku secara general, baik terhadap anak zina, kawin siri dan  juga anak mulā’anah yang tidak di akui oleh ayahnya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan teori fikih, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan Kompilasi Hukum Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsep perolehan hak waris anak mulā’anah menurut fikih dan Perundang-undangan di Indonesia, serta akibat hukum paska Putusan Mahkamah Konstitusi  Nomor 46/PUU-VIII/2010 khususnya terkait hak waris anak mulā’anah. Penelitian ini tergolong kepada penelitian kepustakaan, yang bersifat deskriptif analysis, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui pendekatan yuridis normatif. Untuk menggali informasi dan data-data yang akurat dalam penelitian hukum, maka diperlukan untuk mengelaborasi antara pendekatan undang-undang, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual, sehingga hukum yang dihasilkan itu memiliki nilai keadilan bagi segenap lapisan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mulā’anah hanya memiliki hubungan saling waris-mewarisi  dengan ibu dan keluarga ibunya, tidak dengan ayah dan keluarga ayahnya. Namun untuk memberikan rasa keadilan, anak mulā’anah  hanya diberikan waşiyyah al-wājibah, agar kehidupan si anak tidak terabaikan.
PERAN HUKUM ADAT DALAM PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM DI ACEH Rahmat Hidayat; Asma Maulidar Afni; Ristia Ananda; Bulan Ningsih
AL-ILMU Vol 5, No 2 (2020): AL ILMU: JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.216 KB)

Abstract

Kajian ini membahas mengenai peran hukum adat di Aceh. Ketika berbicara adat, secara sendirinya telah berbicara dan melibatkan hukum syari’at. Hukum Islam yang telah mengkristal dan menjiwai masyarakat adat Aceh tidak hanya dalam wacana, tetapi juga menjadi kesadaran dan aplikasi moral seluruh masyarakatnya. Hal inilah yang kemudian terekam dalam ungkapan “hadih Madja”, Adat ngon syari’at lagee dzat ngon sifeut. Adat istiadat di Provinsi Aceh memiliki keberagaman sesuai dengan sub-sub etnis masing-masing. Keberagaman tersebut menunjukkan kekayaan dan khazanah dari sub-sub etnis-etnis tersebut. Hukum adat di Aceh telah menjadi perekat dan pemersatu di dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga menjadi modal dalam pembangunan. Oleh karena itu,nilai-nilai adat dan adat istiadat tersebut perlu dilestarikan, direvitalisasikan dandikembangkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Dalam pembahasan tentang peran hukum adat di Aceh ini akan dijelaskan tentang; Pengertian adat dan hukum adat dalam beberapa terminologi, sejarah penerapan adat dan hukum adat di Aceh, Payung hukum penerapan hukum adat di Aceh, legalitas lembaga-lembaga adat Aceh, lembaga lembaga adat pasca penandatanganan MOU Helsinki, peranan lembaga adat dalam penegakan syari’at.
KEMITRAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN SISWA Asmuddin Asmuddin
AL-ILMU Vol 5, No 1 (2020): AL ILMU: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.877 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana kerjasama yang dilakukan antara guru Pendidikan Agama Islam dengan Orang Tua siswa di SMK Negeri 1 Penanggalan khususnya dalam pembinaan keagamaan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun hasil penelitian ini yaitu: (1) Bentuk kerjasama orang tua dengan guru dalam pembinaan keagamaan siswa berupa: melakukan konsultasi secara langsung antara guru dan orang tua melalui buku monitoring, melakukan kunjungan guru ke rumah orang tua siswa, melakukan komukasi via telepon/handphone dan pertemuan dengan wali murid pada setiap pembagian raport di akhir semester; (2) Upaya-upaya yang dilakukan oleh guru dan orang tua dalam pembinaan keagamaan siswa adalah memberikan contoh sifat keteladanan, memberikan contoh sifat kedisiplinan, dan dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan yang baik dan dari orang tua berupa dengan cara membiasakan beribadah, dengan cara menanamkan kejujuran pada diri anak, serta memberikan pengetahuan agama; (3) Faktor pendukung: guru telah memiliki kemampuan mencakup kompetensi personal, sosial, dan profesional yang ditunjang dengan berbagai fasilitas sekolah seperti lingkungan kelas yang kondusif, media pembelajaran yang cukup memadai, serta berbagai program sekolah yang mendukung. Orang tua selalu memberikan nasehat secara terus menerus, selalu membiasakan anak-anak dirumah untuk menjalankan ibadah keagamaan, orang tua melakukan komunikasi yang baik dengan anak, dan orang tua secara terbuka mendukung semua proses pembelajaran. Faktor Penghambatnya adalah kurang maksimalnya guru dalam menangani siswa dikarenakan sebagian guru mengajar tidak hanya di satu tempat, sedangkan faktor penghambat yang berasal dari orang tua adalah karena sebagian dari orang tua mempunyai banyak kesibukan dan adanya kekurangan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak di sekolah.
URGENSI KAIDAH FIKIH DALAM REAKTUALISASI HUKUM ISLAM Zakirun Pohan
AL-ILMU Vol 5, No 2 (2020): AL ILMU: JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.364 KB)

Abstract

Kehidupan manusia yang terus berkembang sesuai dengan fitrah kemanusiannya, menjadikan banyaknya kasus-kasus baru muncul tanpa ada ketentuan hukumnya baik dalam Al-Quran maupun Hadis. Dinamika masyarakat yang terus berkembang tersebut, tak sejalan dengan teks hukum yang sifatnya statis. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan adanya reaktualisasi hukum Islam. Masalah lain yang mengemuka adalah untuk melakukan reaktualisasi tetap harus ada mekanisme atau formula dalam menemukan hukum baru tersebut. Kaidah-kaidah fikih ternyata memberikan solusi konkrit akan kebutuhan metode atau cara dalam menemukan hukum (istinbath al-ahkam) itu. Dengan adanya kaidah-kaidah fikih maka diharapkan masalah-masalah kontemporer dapat ditemukan jawabannya sebagai aplikasi terhadap reaktualisasi hukum Islam.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP TINDAKAN PELAKU USAHA YANG MEMPERDAGANGKAN PAKAIAN BEKAS IMPOR Buyamin Buyamin
AL-ILMU Vol 5, No 1 (2020): AL ILMU: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.057 KB)

Abstract

Sehubungan dengan Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap pakaian bekas impor, dalam hal ini pelakuusaha telah melakukan perbuatan yang dilarang sesuai dengan pasal 8 ayat (2), dan (3) Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 Tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri di atas menyatakan: Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Selanjutnya Pelaku Usaha telah melanggar hak konsumen yang terdapat dalam pasal 4 huruf (a) yang menyatakan bahwa hak konsumen adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa. Bahwa pakaian bekas asal impor berpotensi membahayakan kesehatan manusia sehingga tidak aman untuk dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat. Sehingga Pakaian Bekas dilarang untuk diimpor ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015, menyebutkan: Pakaian Bekas yang tiba di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada atau setelah tanggal Peraturan Menteri ini berlaku wajib dimusnahkan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN PAI DI MIN KOTA BANDA ACEH Kurniawan Syah Putra
AL-ILMU Vol 5, No 2 (2020): AL ILMU: JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.802 KB)

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 menemui sejumlah masalah di lapangan, diantaranya berkaitan dengan kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran dan penilaian yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Hal ini terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Banda Aceh dimana masih terdapat berbagai masalah di Madrasah baik mengenai masih kurangnya pemahaman guru tentang implementasi kurikulum 2013 selain itu kurangnya pemahaman guru tentang penerapan pendekatan saintifik dan penilaian autentik sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 khusunya pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dijabarkan ke dalam beberapa rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah perencanaan pembelajaran PAI dalam kurikulum 2013?; (2) Bagaimanakah penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAI di MIN Kota Banda Aceh?; dan (3) Bagaimanakah pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran PAI pada MIN di Kota Banda Aceh?. Jenis penelitian ini adalah Pendekatan Penelitian Kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan 4 orang kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kota Banda Aceh dari 4 Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Banda Aceh yang dijadikan sebagai sampel. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Temuan penelitian ini sebagai berikut: Pertama, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada 4 (empat) Madrasah Ibtidaiyah di Kota Banda Aceh untuk setiap komponen RPP sudah menggunakan pedoman sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5164 Tahun 2018 tentang Juknis Penyusunan RPP bagi Madrasah dibawah Naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kedua, Penerapan pendekatan saintifik pada MIN 2 Kota Banda Aceh berjalan sesuai dengan langkah dan ketentuannya meskipun pada akhir pembelajaran tidak cukup waktu karena terlalu luas materi yang disampaikan oleh guru. Pada MIN 3 Kota Banda Aceh pendekatan saintifik dalam pembelajaran SKI juga berjalan sesuai dengan langkah-langkahnya, siswa mengalami kendala dalam menguasai materi ajar, karena dalam proses pembelajaran siswa diharuskan menghafal bahan dalam waktu singkat. Ketiga, Secara umum peneliti menyimpulkan bahwa penilaian autentik yang dilakukan guru sudah berjalan namun teknik penulisan soal masih harus di perbaiki lagi agar siswa yang dinilai tidak merasa sulit dan hasil belajar dapat maksimal.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DENGAN METODE JIGSAW Desriadi Desriadi
AL-ILMU Vol 5, No 1 (2020): AL ILMU: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.47 KB)

Abstract

Inti dari pembelajaran koperatif, adalah upaya meningkatkan belajar peserta didik secara berkelompok, dengan berbagai latar belakang kemampuan akademik yang berbeda. Berbagai hasil penelian pembelajaran menunjukkan, bahwa dengan menggunakan metode diskusi, keinginan belajar mahasiswa semakin bertambah, serta memberikan kesadaran kepada mahasiswa akan pentingnya kerjasama dan saling menghargai dalam mencapai prestasi belajar yang lebih baik. Tulisan ini mencoba menguraikan lebih lanjut tentang penggunaan metode diskusi dan tugas kelompok dalam pembelajaran pada pendidikan tinggi, yaitu dalam proses perkuliahan. Secara khusus, penggunaan kedua metode tersebut dalam metode jigsaw. Konsep dan fakta dalam tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang metode jigsaw dalam perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Prodi PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Fokus permasalahan dalam penelitian tersebut adalah bagaimana keaktifan mahasiswa dengan metode jigsaw dalam perkuliahan IPS pada mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini bersifat participant observation. Hasil penelitian menunjukkan, pada siklus pertama, dari empat aspek yang dinilai, yaitu keaktifan berbicara, mendengar, merespon, dan mencatat, menunjukkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi pada keseluruhan aspek tersebut masih rendah. Rendahnya keaktifan ini antara lain, karena kurangnya pemahaman mahasiswa dengan metode jigsaw. Pada siklus kedua sudah mulai terlihat peningkatan keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi. Berbicara sudah lebih fokus, penghargaan terhadap pendapat orang lain sudah mulai tinggi, respon mahasiswa sudah lebih meningkat, dan catatan sudah mulai lebih lengkap. Hasil kuis menunjukkan, adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH Asmuddin Asmuddin
AL-ILMU Vol 5, No 2 (2020): AL ILMU: JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.605 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat peran manajerial kepala sekolah dalam pengembangan sarana dan prasarana di MIN 6 Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian verifikatif (kausalitas) yaitu suatu penelitian yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dari dua variabel atau lebih dalam suatu penelitian atau penelitian yang bertujuan menguji kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 90 kepala sekolah, guru, dan karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment “peran manajerial kepala sekolah dalam pengembangan sarana dan prasarana di MIN 6 Kota Banda Aceh” dikatakan signifikan dengan nilai 0,719. Maka nilai 0,719 menunjukkan bahwa memiliki hubungan yang positif dan tingkat hubungan yang sangat kuat dengan dilihat dari interval koefisien korelasi antara 3,80 – 1,000. Hasil perhitungan regresi linier sederhana yaitu Y = 10.523 + 0,809X  dan R Square sebesar 0,719 berarti bahwa peran manajerial kepala sekolah dalam pengembangan sarana dan prasarana sebesar 80,90%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ho) “Terdapat peran antara manajerial kepala sekolah dalam pengembangan sarana dan prasarana di MIN 6 Kota Banda Aceh”. Sehingga hasil uji hipotesi dapat teruji kebenarannya dalam penelitian ini.
ANALISIS SISTEM PENGUPAHAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN MENURUT ETIKA BISNIS SYARIAH (Studi Kasus di Pabrik Roti Sinar Pagi Kecamatan Delima Kabupaten Pidie) Fakrurradhi Fakrurradhi
AL-ILMU Vol 5, No 1 (2020): AL ILMU: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.52 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengupahan di Pabrik Roti Sinar pagi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie dan bagaimana pandangan etika bisnis syariah terhadap sistem pengupahan pada Pabrik Roti Sinar pagi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie. Metode penelitian yaitu jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pengupahan di Pabrik Roti Sinar Pagi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie sudah sesuai dengan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yaitu pemilik usaha harus menyebutkan terlebih dahulu berapa upah yang akan diterima sebelum karyawan memulai pekerjaan. Sehingga para karyawan mengetahui secara jelas berapa upah yang akan dia dapat perbulannya sesuai dengan tugas mereka masing-masing, mendapatkan bonus kerja dan tunjangan hari raya. Pandangan etika bisnis syariah terhadap sistem pengupahan pada Pabrik Roti Sinar Pagi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie yaitu keadilan, dimana seseorang pemilik usaha harus memberikan upah kepada karyawan apabila karyawan tersebut telah mengerjakan kewajibannya. Kelayakan dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek cukup pangan, sandang dan tempat tinggal. Karena upah yang diterima karyawan dari hasil kerjanya bisa mencukupi untuk kebutuha hidupnya sehari-hari. Dan jika dihitung rata-rata penghasilan yang didapat oleh karyawan pada usaha tersebut sudah diatas rata-rata standar. Selain itu, etika bisnis syariah yang diterapkan juga tidak luput dari 5 (lima) nilai universal landasan dan dasar pengembangan Ekonomi Islam, yaitu tauhid (keimanan), ‘adl (keadilan), nubuwwah (kenabian), khilafah (pemerintahan), dan ma’ad (hasil). Kelima nilai ini menjadi dasar inspirasi untuk menyusun proposisi dan teori Ekonomi Islam pada usaha Pabrik Roti Sinar Pagi.
QIYAS SEBAGAI METODE PENETAPAN HUKUM ISLAM Muhd Farabi Dinata
AL-ILMU Vol 5, No 2 (2020): AL ILMU: JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : AL-ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.147 KB)

Abstract

Dalam hukum Islam, qiyas adalah sebuah solusi yang ditawarkan untuk berbagai kasus hukum yang tidak disebutkan secara eksplisit dalil dalam sumber hukum Islam. Diketahui bahwa Imam Syafi'i adalah penggagas konsep qiyas. Dalam pandangannya, berbagai kasus hukum yang terdapat dalam masyarakat Muslim yang tidak jelas diatur dalam al-Qur’an atau Sunnah dapat diselesaikan melalui qiyas, baik dalam bentuk qiyas jaly atau qiyas khafi . Semua orang mengetahui bahwa hukum Islam terkandung dalam Al-Quran, tradisi kenabian, pendapat dari generasi awal ulama, konsensus dan kontroversi di antara mereka, memiliki kapasitas intelektual yang tinggi dan analisis yang tajam di mana ia dapat mengidentifikasi fakta yang tidak jelas, dan bisa menjadi al-Qais. Konsep qiyas terdiri dari empat elemen al-ashl yaitu hukum asli yang berasal dari teks, al-far, atau dari sebuah al-' illah. Sebuah qiyas tidak boleh melampaui teks dari sumber utama hukum Islam, karena diambil dari teks yang ada.