cover
Contact Name
Arif Fadllullah
Contact Email
jeb.ubt@gmail.com
Phone
+6281258493637
Journal Mail Official
jeb.ubt@gmail.com
Editorial Address
Gedung D Lt. 3 Kampus Universitas Borneo Tarakan. Jl. Amal Lama No. 1, Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia. Kodepos: 77123.
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Elektrika Borneo
ISSN : 24430986     EISSN : 2685001X     DOI : -
Elektrika Borneo (JEB) (p-ISSN 2443-0986 dan e-ISSN 2685-001X) merupakan jurnal saintek yang diterbitkan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan. Fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah penelitian dan kajian tentang isu-isu mutakhir berkaitan dengan bidang ELEKTRIKA (Elektronika, Telekomunikasi, Listrik dan Informatika), khususnya untuk perkembangan kawasan perbatasan dan sumber daya laut tropis. Berikut ini merupakan penjelasan terkait sub bidang ELEKTRIKA: Elektronika (sensor aktuator, sistem elektronika, instrumentasi industri, material, mikroelektronika, embedded system, sistem kendali dan rangkaian terintegrasi). Telekomunikasi (jaringan telekomunikasi, antena, jalur transmisi, pengolahan sinyal dan komunikasi radio, peralatan wireless-mobile, dan skema routing). Listrik (pembangkit listrik, transmisi, distribnusi, elektronika daya, kualitas daya, tenaga dan arus tinggi, proteksi daya, konversi energi, dan energi terbarukan). Informatika (arsitektur komputer, algoritma pemrograman, sistem informasi, komputasi cerdas, visi komputer, sistem temu kembali informasi dan jaringan komputer). Naskah yang masuk merupakan artikel yang up-to-date dan akan diseleksi melalui proses peer reviewers oleh mitra bestari.
Articles 91 Documents
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT PLTMG TANJUNG SELOR 15 MW Eman Dacruz; Sugeng Riyanto; Achmad Budiman
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4397

Abstract

Pengaruh perubahan beban terhadap konsumsi bahan bakar pembangkit PLTMG. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh perubahan beban terhadap biaya bahan bakar pembangkit PLTMG berbanding lurus dimana semakin tinggi perubahan beban yang dihasilkan maka semakin tinggi pula biaya yang dikeluarkan. Biaya bahan bakar suatu kerugian sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan, yang selanjutnya akan mempengaruhi beban. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisa tentang pengaruh perubahan beban tersebut terhadap biaya operasional khususnya pada biaya bahan bakar yang dikeluarkan.Berdasarkan analisis Pemakaian Bahan Bakar Selama satu hari Engine 1 juah lebih besar di bandingkan Engine 2 yaitu sebesar 35,739 Liter dan 24,928 liter, Sedangkan untuk Produksi Listrik Engine 1 jauh lebih kecil di bandingkan Engine 2 yaitu sebesar 142.229 kWh dan 86.027kWh . Sedangkan untuk pemakaian SFC untuk membangkitkan 1 kWh Engine 1 lebih kecil dari pada Engine 2 yaitu 0.251277869 Liter/kWh dan 0.255308617 liter/ kWh. Sedangkan untuk Efesiensi Thermal sendiri jauh lebih bagus Engine 1 dibandingkan Engine 2 yaitu 1.2 % dan 0.8%. Dan untuk Heat rate Engine 1 juah lebih kecil dari pada Engine 2 yaitu sebesar 33.702 Btu/ kWh dan 52.9392 Btu/ kWh karena perawatan Engine 1 lebih sering di bandingkan Engine 2.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR (FIBER & SHELL) DAN AIR PADA BOILER ADVANCE 30 TON PT. CITRA SAWIT LESTARI Alda Juliyanti; Fitriani Fitriani
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.3425

Abstract

PT. Citra Sawit Lestari Tanjung Palas Hilir memiliki PLTU yang menggunakan Boiler Advance 30 Ton. Fungsi utama boiler adalah untuk memproduksi uap yang digunakan dalam membangkitkan listrik untuk kebutuhan pabrik. Jika produksi uap menurun maka terjadi gangguan terhadap generator turbin yang menyebabkan penurunan produksi tenaga listrik dan penurunan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara sistem air umpan dan sistem bahan bakar boiler untuk bisa membangkitkan energi listrik yang digunakan oleh pabrik kelapa sawit. Setelah mengkaji dengan pengamatan analisa data di lapangan kemudian dilakukan perhitungan maka didapatkan hasil perbandingan dengan rata-rata penggunaan bahan bakar (fiber shell) dan air per jam adalah 5.100 kg bahan bakar (komposisi 3.640 kg serabut dan 1.460 kg cangkang, dengan persentase 71%:29%) dan 15.500 kg air umpan. Dengan rata-rata nilai konsumsi spesifik bahan bakar per 1 kWh sebesar 6,21 kg (komposisi 4,44 kg serabut dan 1,77 kg cangkang) dan rata-rata daya listrik yang dibangkitkan sebesar 823 kW.
PERANCANGAN PLTS ATAP ON-GRID RUMAH TINGGAL DI KOTA MAGELANG DENGAN KAPASITAS 0,846 kWP Andriyatna Agung Kurniawan; Ibrahim Nawawi; Bagus Fatkhurrozi
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4422

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dapat dijadikan sebagai salah satu solusi energi bersih. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menuju net zero emission. PLTS Atap yang dirancang pada penelitian ini menggunakan atap rumah tinggal dengan luasan efektif 3,845m2. Kapasitas PLTS Atap yang terpasang adalah 0,846 kWP dengan menggunakan panel surya jenis monocrystalline. Energi listrik yang mampu dihasilkan oleh PLTS Atap ini dalam 1 tahun adalah sebesar 1.289,69 kWH. Nilai investasi awal yang diperolah adalah sebesar Rp 14.765.000,- dengan biaya perawatan pertahun sebesar Rp 147.650,-. PLTS Atap yang dirancang memiliki nilai payback period selama 8 tahun dan berpotensi mengurangi emisi gas karbon sebanyak 2,33 Kg CO2 perhari.
EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI 035 KOTA TARAKAN Imam Prasetiyo Tiyo; Sugeng Riyanto
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.3460

Abstract

Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin besar pula energi listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini bisa kita lihat dari kehidupan sehari-hari, hampir setiap bangunan membutuhkan energi listrik seperti sekolah atau kampus, perkantoran, rumah sakit, hotel, dan sebagainya. Dalam oprasionalnya, gedung-gedung bertingkat tersebut pasti memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik dan berkualitas. Instalasi penerangan merupakan suatu instalasi listrik yang bebannya merupakan komponen penerangan. Rangkaian instalasi penerangan terdiri dari beberapa komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada suatu tempat atau ruangan tertentu.Instalasi penerangan umumnya dirangkai dari beberapa titik cahaya sehingga dapat terbentuk suatu sistem yang mempunyai fungsi untuk menerangi suatu tempat. Untuk merancang suatu sistem rangkaian untuk instalasi penerangan, kita harus mempunyai rencana pemasangan sehingga mempunyai acuan dalam pemasangan instalasi tersebut. Selain itu suatu instalasi penerangan dapat berfungsi dengan baik dan aman apabila memenuhi syarat pemilihan pengaman dan juga penghantar.Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011.Evaluasi instalasi listrik pada bangunan sekolah dasar 035 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1, 2, dan wc bagian luar sebesar 4.636 Watt (4.63) KW dengan kapasitas MCCB panel utama 20 A . pada setiap lantai  menggunakan tegangan 1 fasa, kemudian akan di kelompokkan menjadi  beberapa grup. Grup nya yaitu grup penerangan. Untuk total daya pada lantai 1 sebesar 2.554 Watt (2,55 KW), untuk lantai 2 sebesar 1.938 (1.93 KW) dan pada bangunan wc luar sebesar 144 W. Pada jenis dan luas penampang kabel yang digunakan setiap lantai adalah NYY 3 x 2,5 mm2. Untuk nilai pentanahan sebesar 2,6 Ω, dan pada nilai susut tegangan sebesar 5% dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011.
STUDI SETTING RELE DIFFERENSIAL PADA TRAFO DAYA PT. PLN TARAKAN Muhammad Farhan Jafar; Achmad Budiman
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.3466

Abstract

Trafo daya adalah suatu komponen yang berperan penting dalam menyuplai tenaga listrik, maka dari itu perlu suatu alat proteksi untuk melindunginya. Sistem proteksi yang digunakan adalah rele differensial. Rele differensial bekerja didasarkan atas keseimbangan arus primer dan arus sekunder trafo yang dilindungi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analisis numerik. Hasil yang diperoleh dari perhitungan arus differensial adalah 0,241 A dan arus restrain 4,08 A. Pada sisi 20 kV didapatkan arus sekunder CT (In) sebesar 3,96 A dengan nilai arus pickup adalah 0,5 A. Nilai arus bias1 sama dengan nilai arus restrain yaitu 4,08 A dan nilai arus bias 2 adalah 12,24 A. Pada saat terjadi gangguan arus satu fasa ketanah sebesar 1.723,75 A disisi Tegangan 20 kV maka menyebabkan rele differensial bekerja untuk memproteksi trafo daya PT. PLN Tarakan.
PENGGUNAAN PID PADA AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR (AVR) UNTUK KESTABILAN TEGANGAN TERMINAL GENERATOR SINKRON 3 FASA Abdul Muis Prasetia; Linda Sartika; Al Ma'ruf
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4372

Abstract

Pada masa sekarang ini listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi kita, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sistem pembangkit listrik, salah satunya dapat menggunakan generator sinkron 3 fasa yang berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Besarnya permintaan energi listrik dengan kebutuhan yang beragam menyebabkan listrik yang dihasilkan generator sering kali tidak stabil, maka dari itu diperlukan Automatic Voltage Regulator (AVR) yang berkerja secara kontinyu untuk membaca error tegangan pada terminal generator lalu memperbaikinya. Pada penelitian ini sistem eksitasi AVR telah dirancang menggunakan kendali Proportional Integral Derivative (PID) dengan gain yang digunakan yaitu Kp = 0.25; Ki = 15; dan Kd = 0. Parameter PID ditanamkan pada mikrokontroler dengan bahasa pemrograman, dengan adanya AVR pada generator sinkron 3 fasa sistem pembangkit listrik mampu menghasilkan tegangan yang stabil dan sesuai dengan setandar PLN yaitu 220V baik ketika diberi beban ataupun tidak diberi beban.
KOMPENSASI KAPASITIF DENGAN INJEKSI DAYA REAKTIF UNTUK MEREDUKSI RUGI-RUGI DAYA AKTIF PADA SISTEM DISTRIBUSI SKALA BESAR Patria Julianto
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.3483

Abstract

Pada sistem tenaga listrik, konsumen selain menyerap daya aktif (Watt) juga menyerap daya reaktif (VAr). Namun demikian, jika beban menyerap daya reaktif dalam jumlah yang besar dari generator-generator yang paralel pada sistem, maka akan menyebabkan faktor daya turun, arus total menjadi lebih besar sehingga menyebabkan penurunan pada profil tegangan dan kenaikan pada rugi-rugi daya aktif. Oleh sebab itu, pada sistem tenaga listrik dengan penyerapan daya reaktif besar, sumber daya reaktif harus dikompensasi secara kapasitif dengan injeksi daya reaktif dari luar generator. Salah satu cara untuk melakukan kompensasi kapasitif adalah dengan instalasi kapasitor pada sistem tenaga listrik. Namun demikian, untuk menentukan lokasi dan nilai kapasitor yang tepat dibutuhkan perhitungan yang kompleks karena melibatkan banyak parameter pada sistem tenaga listrik dan akan bertambah sulit jika diterapkan pada sistem dengan skala yang besar. Pada penelitian ini, metode Adaptive Genetic Algorithm (AGA) diterapkan untuk penentuan lokasi dan ukuran kapasitor. AGA merupakan pengembangan dari metode Genetic Algorithm (GA) dengan penerapan nilai fitness yang adaptif dan penambahan operasi mutasi aritmetika pada proses mutasi yang terdapat pada GA. Metode AGA telah diimplementasikan pada sistem distribusi skala besar (IEEE 118 bus) dan hasilnya dibandingkan dengan metode lainnya.
PERANCANGAN SENSOR COS φ UNTUK MONITORING SEGITIGA DAYA PADA JARINGAN 1 FASA Abdul Muis Prasetia; Sugeng Riyanto; Linda Sartika; suriadi suriadi
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4381

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dan berperan penting di lingkungan masyarakat. Banyak peralatan yang membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan demikian, kualitas pasokan energi listrik sangat penting untuk diketahui. Pada segitiga daya, faktor yang mempengaruhi kualitas energi listrik itu adalah tegangan, arus dan faktor daya (cos phi). Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematik antara tipe-tipe daya yang berbeda yaitu daya aktif (Watt), daya reaktif (Var) dan daya semu (VA). Pada segitiga daya perbandingan antara daya aktif dan daya semu adalah faktor daya, disini faktor daya berpengaruh untuk mengetahui nilai segitiga daya. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan pengukuran nilai faktor daya. Dalam penelitian ini penulis merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memonitoring cos phi dan segitiga daya pada jaringan 1 fasa. Adapun metode yang dilakukan ialah melakukan perancangan program sensor cos phi dan melakukan perancangan sistem monitoring segitiga daya. Beban yang digunakan yakni beban induktif 1.7 H dengan variasi penambahan hingga 6 buah beban resistif 920 Ohm yang dihubung paralel. Sehingga pada rancangan sistem monitoring ini berhasil melakukan pengukuran dengan hasil error rata-rata daya semu 2.08%, daya aktif 2.44%, daya reaktif 0.64%  dan cos  0.43%.
EVALUASI PENANGKAL PETIR MENGUNAKAN METODE SUDUT PROTEKSI DAN BOLA GELINDING PADA GADUNG FIKES UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Ronaldo Pati Gaspar Lago; Sugeng Riyanto
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4350

Abstract

Evaluasi penangkal petir mengunakan metode sudut proteksi dan bola gelinding pada gadung Fikes Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektorda di tancap ke tanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering di sebut metode tancap yang ada pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan dua metode yaitu metode sudut proteksi dan metode bola gelinding. Adapun hasil data yang di ukur di lapangan berserta hasil perhitungan data yang di peroleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,23 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar(0,75 ohm)dan Data perhitungan menurut SNI sebsar(4,15 ohm), Data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 14Km2" /tahun, Indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dngan hasil yang di peroleh sebesar(12),data curah hujan dengan hasil perhitungan sebesar 14 5,24 Km2/tahun" , Menghitung area proteksi(Ac) pada gedung yaitu:Atap tengah 100 574,29 14Km2"  dan Atap samping 90 416,08 14Km2" , rata rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 1,0 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,90 sambaran pertahun, Mengitung efesiensi sambaran petir:Atap tengah gedung 0,9% dan Atap samping gedung 0,8%, Data sambaran petir tahun 2022 pada area Universitas Borneo Tarakan sebesar 1,659 A. Nilai probability atau angka perhitungan yang akan terjadi badai petir terdapat sebesar 13,8%, perhitugan jari jari petir 345 m dan hasil lingkaran bola gelinding 67,07 derajatKata kunci - Metode sudut proteksi dan metode bola gelinding, Gedung FIK/Fakultas Ilmu Kesehatas Universitas-Borneo-Tarakan. 
DESAIN SIMULASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) MENGGUNAKAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE (IC) PADA KONVERTER SEPIC (SINGLE ENDED PRIMARY INDUCTANCE CONVERTER) Adithya Nik Chemenk; Abil Huda
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.2935

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir photovoltaic menjadi alat yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik, alat ini mengkonversi energi cahaya dan suhu menjadi energi listrik, photovoltaic sangat bargantung dengan panas dari matahari, agar photovoltaic bekerja dengan maksimal perlu ditambahkan konverter. Konverter SEPIC adalah konverter yang berfungsi sebagai buck boost yang dapat menaik turunkan tegangan inputnya, konverter SEPIC diatur oleh duty cycle, dengan duty cycle 24.3 %. Konverter SEPIC pada pengujian ini berhasil mendapatkan hasil output daya yang sama dengan perhitungan dan simulasi yaitu 200 W. Photovoltaic yang dihubungkan langsung dengan baterai menghasilkan daya yang sangat jauh dari optimal, makanya diperlukan konverter SEPIC yang terhubung dengan photovoltaic untuk membuat hasilnya optimal. Sistem kendali MPPT Incremental Conductance adalah sistem yang digunakan pada pengujian ini, dengan resistor dan baterai yang digunakan sebagai beban. Pada pengujian ini konverter yang menggunakan baterai adalah pengujian yang mendapatkan hasil yang paling optimal dengan daya 204 W

Page 7 of 10 | Total Record : 91