cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
madaniyapustaka@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
madaniyapustaka@gmail.com
Editorial Address
Divisi Jurnal Pusat Studi Bahasa & Publikasi Ilmiah Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Madaniya
ISSN : -     EISSN : 27214834     DOI : -
Madaniya (ISSN 2721-4834) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2022)" : 39 Documents clear
Pengembangan Keterampilan Guru melalui Pelatihan Khutbah Jumat di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta Rohmansyah Rohmansyah; Kunnu Purwanto
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.221

Abstract

Problem yang dihadapi masyarakat dewasa ini adalah semakin kurangnya minat dan bakat umat Islam terhadap penguasaan ilmu agama apalagi pada era digital dan global seperti sekarang ini. Hal ini berimplikasi kepada sebagian masyarakat yang kurang percaya diri dalam menyampaikan dakwah Islam baik dalam bentuk ceramah pengajian maupun khutbah jumat. Karena itu pengetahuan dan wawasan keilmuan umat Islam terutama dalam berkhutbah perlu dilatih. Pelatihan khutbah jumat ini dilatikan kepada para guru SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Pengabdian ini bertujuan agar para guru bisa menjadi khatib jumat yang ada di sekitar sekolahnya. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktik khutbah jumat. Ceramah berisi penjelasan tentang tata cara khutbah berdasarkan tuntunan syariat, kemudian praktik khutbah yang nanti bisa ditiru oleh para guru laki-laki untuk praktik di depan dengan teks khutbah. Hasil dari pengabdian ini tentunya memberikan kontribusi positif bagi para guru SMP Muhammadiyah 9, yaitu: Pertama, para guru dapat memahami khutbah jumat yang baik berdasarkan Alquran dan hadis. Kedua, para guru mengetahui tata cara dan langkah yang dilakukan dalam melakukan khutbah jumat yang sesuai dengan tuntunan. Ketiga, para guru dapat mempraktekkan khtbah jumat dengan baik. Keempat, para guru dapat mengetahui setelah langsung dengan mempraktekkan khutbah jumat di hadapan semua orang. Kelima, sebagian dari mereka menjadi terbiasa melaksanakan khutbah jumat yang sesuai dengan tuntunan. Kelima, para guru antusias dan menjadi khazanah pengetahuan yang selama ini hanya berkhutbah tanpa didasari dengan ilmunya.
Pendampingan Peningkatan Keterampilan Kader Dalam Perawatan Mandiri Ibu Nifas di Kelurahan 3-4 Ulu Palembang Maliha Amin; Aguscik Aguscik; Hanna Derita Lasmaria Damanik; Intan Kumalasari; Maksuk Maksuk; Rahmad Aswin Juliansyah; Sulaiman Sulaiman
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.222

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan bidang kesehatan adalah menurunnya angka kematian ibu. Peran.tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam penurunan angka kematian ibu. Penyebab kematian ibu paling banyak adalah perdarahan yang terjadi selama masa persalinan dan nifas. Hasil studi pendahuluan di Kelurahan 3-4 Ulu, setelah ibu melahirkan maka orang tua akan meminta bantuan dengan dukun beranak untuk merawat ibu nifas dan bayi baru lahir selama 40 hari. Sementara saat ini dukun beranak yang berpengalaman sudah tidak banyak lagi sedangkan ibu nifas masih tetap ada dalam siklus kehidupan. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan kesehatan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan khususnya pengetahuan dan keterampilan kader tentang perawatan mandiri ibu nifas. Kegiatan pelatihan ini dilakukan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, pemutaran video dan demonstrasi diperoleh hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan ketermapilan perawatan masa nifas. Diharapkan kegiatan ini menjadi awal terjalinnya kerjasama agar terlaksana pelatihan lanjutan, sehingga dihasilkan para kader yang terampil dan cakap dalam melakukan tugas sebagai pendamping di masyarakat, untuk mewujudkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan bayi.
Pemberdayaan Kader dan Ibu-Ibu Balita dalam Mengatasi Infeksi Saluran Pernapasan Atas Pada Balita Maksuk Maksuk; Sri Endriyani; Intan Kumalasari; Sherli Shobur; Maliha Amin; Sumitro Adi Putro
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.223

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas yang banyak menyerang anak-anak dan menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita di Indonesia. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu cara untuk melibatkan masyarakat agar dapat berperan aktif terutama dalam mengatasi kasus ISPA pada balita. Program pengabdian masyarakat ini fokus pada edukasi terhadap ibu-ibu balita, kader posyandu agar berdaya dan mandiri, sehingga diharapkan para kader posyandu dapat menjadi dalam mencegah dan mengatasi penyakit ISPA di keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RT 07 Kelurahan 27 Ilir Wilayah Kerja Puskesmas Makrayu Kota Palembang dengan metode penyuluhan kesehatan kepada kader dan ibu-ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama adalah tahap persiapan yaitu meliputi perizinan, pendataan, analisis situasi, dan brainstorming; tahap kedua adalah pelaksanaan edukasi mengenai cara mengatasi ISPA pada balita. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan observasi pada kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan ibu-ibu balita dan kader posyandu, karena itu keberlanjutan dari kegiatan ini perlu difasilitasi oleh kader dan petugas puskesmas.
Implementasi Hipnoterapi Menghentikan Kebiasaan Buruk Oral Anak TK di Kecamatan Sukarami Palembang Sri Wahyuni; Nur Adiba Hanum; Ismalayani Ismalayani
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.227

Abstract

Anak yang memiliki perilaku kebiasaan buruk oral dan memiliki kelainan pada dentofacialnya, maka biaya perawatan yang dibutuhkan sangat mahal. Saat ini telah dikenal metode perawatan untuk merubah perilaku yang cepat yaitu hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan salah satu terapi psikologis yang diterapkan oleh terapis (hipnosan) dengan metode hipnosis atau mengunakan sugesti berupa kata-kata (saran) kepada klien yang langsung menyentuh alam bawah sadar yakni pada saat tidur trans atau disaat pikiran klien hanya terfokus pada kata-kata terapis (hipnosan) dengan tujuan menyembuhkan permasalahan klien (gangguan psikosomatis). Metode pelaksanaan yaitu pelatihan pada orang tua dan observasi secara langsung pada anak-anak sekolah TK di Kecamatan Sukarame Palembang yang berjumlah 156 Orang, terdiri dari 78 anak TK dan orang tua yang berjumlah 78 orang. Hipnoterapi terbukti dapat dijadikan sebagai metode menghilangkan kebiasaan buruk oral, kebiasaan buruk oral yang paling banyak adalah minum susu dengan menggunakan botol atau dot dan paling mudah dihentikan terbukti 14 (43%) anak berhasil berhenti minum susu dengan botol atau dot dalam 2 kali hipnoterapi.
Pengenalan Bahasa Inggris Dasar Berbasis Audiovisual Pada Siswa SDN Tepusen 2 Kabupaten Temanggung Yulia Mutmainnah; Diana Hardiyanti; Budi Tri Santosa; Daffa Arullah Afif; Ayunda Dwi Ramadanti; Lufi Hendra; Almira Utami; Ismika Putri Nur Safitri; Ulin Nimah; Susanti Susanti; Hesti Dwi Rahayu
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.228

Abstract

Program pengabdian masyarakat di SD Negeri Tepusen 2 Kabupaten Temanggung bertujuan untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada para siswa di SD N Tepusen 2 Kab. Temanggung terutama kosakata bahasa Inggris yang sering digunakan untuk komunikasi sehari-hari menggunakan media audiovisual. Pemakaian media audiovisual dipilih dengan alasan untuk mengimplementasikan salah satu program utama Kampus Mengajar 2, yakni membantu adaptasi teknologi. Selain itu, pemakaian media ini juga karena media audiovisual dirasa sangat atraktif dan dapat menarik minat para siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Fokus pengabdian ini juga berdasarkan roadmap Program Stusi di masa tahun pengembangan 2020-2024. Selain itu, para siswa di SD N Tepusen 2 sama sekali belum pernah mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris karena mata pelajaran ini tidak ada di dalam kurikulum yang diterapkan di Sekolah Dasar. Adapun permasalahan yang dihadapi siswa adalah para siswa tidak memiliki bekal saat memasuki bangku SMP dimana terdapat mata pelajaran Bahasa Inggris di kurikulum SMP. Selain lokasi wilayah mitra yang jauh dari pusat perkotaan, akses mempelajari bahasa Inggris juga sangat terbatas bagi para siswa. Dari permasalah yang dihadapi mitra tersebut, maka Tim IbM dengan mitra menentukan prioritas yang harus ditangani, yaitu: pengenalam bahasa Inggris dasar bagi para siswa khususnya kosakata bahasa Inggris yang sering digunakan sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini mengaplikasikan metode ceramah, pemutaran video, diskusi kelas, praktik speaking, dan role play. Pengabdian masyarakat pengenalan Bahasa Inggris dasar berbasis audiovisual pada siswa SD N Tepusen 2 Kab. Temanggung diterima dengan baik oleh pihak mitra dan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Lebih jauh lagi, para siswa SD N Tepusen 2 Kab Temanggung sudah mulai mengimplementasikan kosakata yang telah mereka dapatkan pada percakapan sehari-hari.
Penguatan Kemampuan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Pada Kader Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Palembang Muliyadi Muliyadi; Azwaldi Azwaldi; Rahmad Aswin
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.229

Abstract

Penyakit Infeksi masih menjadi masalah dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Hasil Riskesdas (2018) memperoleh gambaran bahwa ISPA sebesar 4,4 %, pneumonia 2%, TBC paru 245/100.000 penduduk, diare 6,8% dan diare pada balita 11%. Upaya pencegahan infeksi dapat diperkuat dengan program hand hygiene dan hand wash, peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam pencegahan infeksi melalui Hand Hygiene dan Hand Wash. Metode kegiatan ini dilakukan melalui pelatihan kader kesehatan tentang pengendalian dan pencegahan infeksi melalui cuci tangan/hand hyegiene dan hand wash, dilanjutkan kader kesehatan mentransfer kemampuan pengendalian dan pencegahan infeksi melalui hand hygiene dan handwash kepada individu atau anggota masyarakat dengan ketentuan seorang kader kesehatan mentranfer kemampuan yang diperolehnya dari training kepada 5 anggota masyarakat dan dicatat pada buku kader Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Hasil analisis menunjukkan rata rata kader kesehatan berusia 41 tahun dengan standar deviasi 11,14 tahun dengan umur termuda 17 tahun dan tertua 53 tahun, sebagian besar kader kesehatan berpendidikan SLTA 11 (73,3%). Untuk pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan dan pengendalian infeksi sebelum training/pelatihan rata-rata 3,53 dan setelah dilakukan training/pelatihan adalah 8,73. Hasil analisis didapatkan p-value 0,0005. Melalui kegiatan ini terjadi meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan tentang infeksi dan upaya pencegahaannya, berikut peran sertanya dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang upaya pencegahan pengendalian infeksi melalui cuci tangan/ hand hygiene dan hand wash.
More Easily Managing References: Pelatihan Manejemen Referensi Karya Ilmiah dengan Software Endnote bagi Mahasiswa Semester Akhir Warsidi Warsidi; Andi Syurganda
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.232

Abstract

Identifikasi minimnya pemahaman mahasiswa terhadap gaya kutipan dan referensi dan serta belum adanya pelatihan serupa di lingkungan Fakultas Sastra dan Humaniora, Universitas Islam Makassar telah mendorong kami untuk melakukan pelatihan endnote. Tujuannya adalah untuk membantu mahasiswa menyusun dan mengatur referensi di karya ilmiahnya secara mudah, praktis, akurat, dan efisien. Metode pelatihan ini dilakukan dalam empat tahapan, yaitu tahap identifikasi masalah, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa semua peserta setelah mengikuti pelatihan bisa memahami dan bisa menggunakan aplikasi endnote. Namun, sayangnya hanya sebagian kecil dari mereka yang menggunakannya untuk penyusunan referensi tugas proposal dan skripsinya. Sepertinya, alasannya mereka belum terbiasa menggunakan aplikasi ini sehingga kedepannya, pelatihan sebaiknya dilakukan minimal seminggu agar mahasiswa lebih terbiasa dan familiar dengan endnote.
Pendampingan Program Literasi Berbasis “Ratu Dongeng” Dalam Penguatan Gerakan Literasi Sekolah I Nengah Sueca; Gede Sidi Artajaya; Desak Putu Anom Janawati
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.234

Abstract

SD Negeri 5 Besakih termasuk salah satu sekolah terpencil di Kabupaten Karangasem yang hanya memiliki 5 Guru PNS dan 1 Orang guru honorer. Keadaan tersebut mengakibatkan gerakan literasi sekolah (GLS) di SD 5 Besakih tidak maksimal dan berdampak pada rendahnya kemampuan literasi dan minat baca siswa SD Negeri 5 Besakih. Tujuan pengabdian ini adalah untuk (1) mengatasi permasalahan kegiatan literasi SD Negeri 5 Besakih, khususnya penguatan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berbasis kegiatan Rabu dan Sabtu mendongeng (Ratu Dongeng); (2) meningkatkan kemapuan baca tulis siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih dengan pembinaan dan pendampingan literasi berbasis “Ratu Dongeng”. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode PALS (participatory action learning system). Subjek pengabdian ini adalah siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih yang berjumlah 17 orang. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) kegiatan kegiatan pendampingan program literasi berbasis “Ratu Dongeng” dapat menguatkan kegiatan literasi sekolah (GLS) di SD Negeri 5 Besakih. Dari hasil pendampingan yang dilakukan diperoleh bahwa kegiatan literasi berbasis “Ratu Dongeng” yang dilakukan di kelas I dapat membantu siswa dalam kegiatan menulis dan membaca dini; (2) Kegiatan pendampingan program literasi berbasis “Ratu Dongeng” dapat meningkatkan kemampuan literasi dasar pada siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih. Hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan literasi (menulis dan membaca dini) siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih. Sejalan dengan hasil tersebut kegiatan pengabdian yang melinatkan pihak sekolah ini dapat menguatkan proyek profil pelajar pancasila. Oleh karena itu kegiatan literasi berbasis “Ratu Dongeng” dapat digunakan menguatkan kegiatan proyek profil pelajar pancasila.
Kegiatan Bimbingan Belajar di Desa Kedisan Pasca Covid 19 I Nyoman Sudirman; Ni Wayan Sri Darmayanti; Ketut Dedi Agung Susanto Putra
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.235

Abstract

Terjadinya wabah virus covid 19 di seluruh dunia telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia. Salah satu dampaknya adalah perubahan paradigma pendidikan yang sebelumnya lebih banyak di lakukan tatap muka dengan cara menghadirkan orang banyak serta tanpa perlu ada pembatasan yang ketat, namun seiring berkembangnya virus covid 19 telah merubah kebiasaan manusia yang harus melakukan dalam jumlah terbatas serta mengunakan protocol Kesehatan yang ketet. Dengan adanya kegiatan pembatasan kegiatan maka anak-anak waktunya kebanyakan harus belajar secara mandiri di rumah. Permasalahan yang muncul akibat belajar mandiri di rumah banyak anak-anak kurang bisa memahami materi pembelajaran yang di pelajari. Berangkat dari permasalahan tersebut kami mencoba memberikan solusi kepada anak-anak yang berada di desa kedisan dengan melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan belajar di rumah kepada anak-anak didik di desa kedisan dengan memberikan pembelajaran tambahan kepada anak-anak tersebut. Kegiatan pendampingan belajar belajar yang di lakukan telah memberikan kontribusi yang posistif kepada anak-anak untuk menyelesaikan masalah pembelajaran yang kurang dipahami serta telah membantu Sebagian tugas orang tua untuk tetap memberikan Pendidikan dalam situasi pasca covid 19. Hasil kegiatan ini sangat di respon sangat positif baik dari kalangan orang tua anak-anak maupun anak-anak yang di dampingi belajar oleh tim pengabdian.
Workshop Review dan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur I Wayan Numertayasa; Ni Putu Eni Astuti; I Putu Oka Suardana; Putu Beny Pradnyana
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.236

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendapingan dan mereview Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur dengan bentuk kegiatan workshop. Metode pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode PALS (1) identifikasi masalah tentang permasalahan guru; (2) melakukan analisis kebutuhan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi; (3) merancang pembinaan, pendampingan, workshop kepada guru-guru; (4) melaksanakan workshop kurikulum; (5) monitoring dan observasi kegiatan; dan (6) laporan dan tindak lanjut keberhasilan program. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan guru-guru telah memahami terkait kurikulum merdeka dan telah mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam sebuah perencanaan pembelajaran dalam modul ajar sesuai dengan panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan menengah. Asesmen pembelajaran diharapkan dapat mengukur aspek yang seharusnya diukur dan bersifat holistik.

Page 2 of 4 | Total Record : 39