Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak tahun 2008. Jurnal ini mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian dalam mengembangkan konsep dan teori berkaitan dengan kajian Bimbingan dan Konseling Islam meliputi bimbingan konseling pendidikan Islam, bimbingan konseling mental Islam, bimbingan konseling karir Islam, bimbingan konseling Keluarga sakinah, bimbingan konseling paska bencana, bimbingan konseling Rohani Islam; penyuluhan Islam: penyuluhan sosial agama, penyuluhan penanggulangan NAPZA, penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan remaja; media BKI: e-counseling Islam; training Islam, dan motivasi Islami. Naskah yang masuk ke editor jurnal sebelum dipublikasikan akan melewati penilaian melalui double blind review, artinya baik penulis maupun reviewer tidak saling mengetahui.
Articles
109 Documents
Bimbingan Akhlak pada Anak melalui Sistem Halaqah Quran
Sinta Hajrina Kuswandi;
Dudy Imanuddin Effendi;
Abdul Mujib
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.211 KB)
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i2.112
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Bimbingan Akhlak pada Anak melalui Sistem Halaqah Quran di SD Al-Quran, untuk mengetahui Faktor Penunjang dan Penghambat Bimbingan Akhlak pada Anak melalui Sistem Halaqah Quran di SD Al-Quran, serta untuk mengetahui hasil yang dicapai dari Bimbingan Akhlak pada Anak melalui Sistem Halaqah Quran di SD Al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu menerapkan fenomena sosial atau suatu peristiwa apa adanya. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa bimbingan akhlak pada anak melalui sistem Halaqah Quran diketahui berlangsung dengan efektif dan cukup berhasil. Dampaknya dapat dirasakan oleh Guru Al-Quran selaku pembimbing dan orang tua siswa yang melaporkan perubahan akhlak siswa yang diaplikasikan di rumah. Secara pemahaman, siswa sudah mampu memahami bagaimana akhlak yang baik yang harus dilakukan. Diantaranya Akhlak kepada Allah Swt, Akhlak kepada sesama dan Akhlak kepada lingkungan. This research aims to find out the Moral Guidance in Children through the Halaqah Quran System at SD Al-Quran, to find out the Supporting Factors and Inhibitors of Moral Guidance on Children through the Halaqah Quran System in the Al-Quran Koran. and to find out the results achieved from Moral Guidance on Children through the Halaqah Quran System in the Al-Quran Elementary School. This study uses descriptive qualitative method, which implements social phenomena or event as they are. From the results of the study, it was found that moral guidance in children through the Halaqah Quran system was known to be effective and quite successful. The impact can be felt by Al-Quran Teachers as mentors and parents of students who report students'moral changes applied at home. In understanding, students have been able tounderstand how good morals must be done. Among there are morals to Allah, morality to others, and morals to the environment.
Layanan Bimbingan Konseling Individual dalam Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Menghafal Al-Barjanji pada Santri
Nurlaela Nurlaela;
Elly Marlina;
Sugandi Miharja
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.508 KB)
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i1.116
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perilaku prokrastinasi, proses pelaksanaan layanan bimbingan konseling individual dan kondisi perilaku prokrastinasi menghafal Al-Barjanji setelah diberikan layanan bimbingan konseling individual. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif, dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara langsung dengan santri pelaku prokrastinasi, pembimbing dan pengasuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan konseling individual dipilih untuk mengatasi permasalahan prokrastinasi. Proses layanan bimbingan melalui beberapa tahapan, dimana layanan bimbingan konseling individual membuat santri memahami potensi dirinya, mampu membuat jadwal kegiatan dan konsisten dalam melaksanakannya. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan konseling individual mengurangi perilaku prokrastinasi menghafal Al-Barjanji pada santri. Ini dibuktikan perubahan perilaku santri berupa pemahaman akan potensi diri, pengendalian diri, peningkatan kemampuan managemen waktu. This study aims to determine the condition of procrastination behavior, the process of implementing individual counseling services and the conditions of procrastination behavior memorize Al-Barjanji after being given individual counseling counseling services. This study uses qualitative methods, with data collection in the form of observation, direct interviews with students of procrastination, mentors and caregivers. Results of research during the field Condition of santri daughter do delay memorize Al-Barjanji. Individual counseling services are selected to address these issues. The process of guidance services through several stages namely, which individual counseling services make students understand their potential, able to create a schedule of activities and consistent in implementing them. It can be concluded that individual counseling counseling services reduce the procrastination behavior of Al-Barjanji memorization to santri. This is evidenced by the change of santri behavior in the form of an understanding of self potential, self control, improvement of time management capability.
Mediasi Perceraian melalui Konseling Keluarga Brimob Polda Jabar
Vina Vionita;
Chatib Saefullah;
Zainal Muttaqin
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.026 KB)
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i1.123
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui proses mediasi yang dilakukan oleh Brimob Polda Jabar dalam menyelesaikan kasus perceraian. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang analisisnya dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan praktek lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksaan proses mediasi ini menggunakan saluran hirarki yakni sesuai urutan tingkatan atau jenjang jabatan serta diberikan tiga kali kesempatan untuk melaksanakan sidang mediasi yang setiap tahapannya terdapat jeda waktu tiga bulan. Kegagalan mediasi dikarenakan tidak adanya keinginan dari kedua pihak untuk memperbaiki, penghambat dikarenakan kurangnya fasilitas sarana prasarana yang memadai dan faktor pendukung dipengaruhi dengan adanya Perkap No. 9 Tahun 2010 telah mengatur perihal nikah,talak,cerai dan rujuk. Dengan menggunakan konseling keluarga tingkat keberhasilan mediasi dapat menunjukan hasil yang lebih optimal, banyak pasangan memilih untuk rujuk kembali. This paper aims to find out the mediation process carried out by the West Java Police Mobile Brigade in resolving divorce cases. The research method uses descriptive methods whose analysis is done qualitatively. Data collection techniques carried out by observation, interviews, and field practice. The results showed that the implementation of the mediation process uses a hierarchical channel that is in the order of the level or level of position and is allowed three times to carry out a mediation session at each stage there is a three-month interval. The mediation failure was due to the lack of willingness from both parties to improve, the obstacle was due to the lack of adequate infrastructure and the supporting factors were influenced by Perkap No. 9 of 2010 has arranged regarding marriage, divorce, divorce, and reconciliation. By using family counseling the mediation success rate can show more optimal results, many couples choose to reconcile.
Bimbingan Agama dalam Meningkatkan Pemahaman Ketauhidan Remaja
Nasep Khirzani;
Dudy Imanudin Effendi;
Abdul Mujib
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 3 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.312 KB)
|
DOI: 10.15575/irsyad.v7i3.168
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses bimbingan agama, tingkat pemahaman ketauhidan dan pengaruh bimbingan agama dalam meningkatkan pemahaman ketauhidan remaja yang dilakukan di pondok pesantren tanjung salam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman santri di ponpes tanjung salam yang meliputi pemahaman tentang dua kalimat syahadat, sifat-sifat Allah, dan rasul-Nya meningkat setelah mengikuti bimbingan agama berupa kajian kitab kuning (tijan ad-darory fi syarhil badjury). Pemahaman tersebut dibarengi dengan kesadaran untuk mengaplikasikannya diaplikasikan dalam kehidupan mereka. The purpose of this study was to determine the process of religious guidance, to determine the level of understanding of monotheism and to determine the effect of religious guidance in improving the understanding of adolescent monotheism that were carried out in Tanjung Salam Islamic boarding school. The method used in this research is to use a type of research with qualitative methods, with data collection techniques using observation, interviews and documentation. Based on this research, it can be concluded that the level of understanding of students in the tanjung salam pesantren which includes understanding of the two sentences of shahada, the attributes of God, and His apostles increased after following religious guidance in the form of a study of the yellow book (tijan ad-darory fi syarhil badjury). This understanding is accompanied by an awareness to apply it to their lives.
Penyuluhan Agama melalui Metode Ceramah dalam Meningkatkan Kesadaran Politik Lokal Masyarakat
Rahmat Nawawi;
syukriadi syambas;
sugandi miharja
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 3 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.122 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Proses Penyluhan Agama di Kecamatan Cileunyi. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Penyuluhan Agama di Kecamatan Cileunyi. Untuk mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam Penyuluhan Agama di Kecamatan Cileunyi. Untuk mengetahui bagaimana Hasil layanan Penyuluhan Agama melalui metode ceramah dalam meningkatkan kesadaran politik lokal masyarakat di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan Observasi dan Wawancara. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik, sehingga hidup dalam bermasyarakat terbentuk sikap saling menghormati satu sama lain, saling peduli satu sama lain, saling mengingatkan satu sama lain dan adanya kesiapan para pendidik dari penerus bangsa kita untuk hidup berbangsa dan bernegara. Abstract The purpose of this research is to find out how the process of religious management in Cileunyi sub-district. To find out how the implementation of Religious Counseling in Cileunyi District. To find out how the supporting and inhibiting factors in Religious Counseling in Cileunyi District. To find out how the results of Religious Counseling services through the lecture method in raising awareness of local political community in Cileunyi District, Bandung Regency. This study uses qualitative research methods, with data collection techniques using the Observation and Interview approach. Based on this research it can be concluded that the community has realized their rights and obligations as good citizens, so that living in a community is formed of mutual respect for each other, caring for one another, reminding each other and the readiness of educators from the nation's successors we are to live nation and state.
Bimbingan Agama Melalui Teknik Clien Centred dalam Pembentukan Kepribadian Remaja
Sri Mulyani;
Sachri Ramdhan;
Dadang Ahmad Fajar
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 3 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (710.213 KB)
|
DOI: 10.15575/irsyad.v7i3.193
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, proses, dan hasil bimbingan agama melalui teknik client centred dalam pembentukan kepribadian remaja di kelas IX. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara dan angket. Bimbingan agama melalui teknik clien centred dilaksanakan melalui Pembelajaran Rumpun PAI, pembiasaan melalui Shalat Dhuha berjamaah, Kuliah tujuh menit, dan ekstrakurikurer Baca dan Tulis Al-Quran (BTQ) yang dilaksanakan setiap hari dan satu minggu sekali, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IX MTS As-Solehhyiah memiliki kepribadian Islami pada kategori tinggi. This study aims to determine the program, process, and results of religious guidance through client-centered techniques in shaping the personality of adolescents in class IX. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach, with observation, interview and questionnaire techniques. Religious guidance through clien centered techniques is carried out through PAI Cluster Learning, habituation through Dhuha Prayers in congregation, a seven-minute lecture, and Al-Quran Reading and Writing (BTQ) extracurricular activities which are held every day and once a week, according to the specified schedule. The results showed that the students of class IX MTS As-Solehhyiah had an Islamic personality in the high category.
Bimbingan Akhlak dalam Membantuk Karakter Anak Asuh di PSAA Rumah Bening Nurani (YABNI) Sumedang
Yuli Nurlianti;
Zaenal Mutaqin;
Chatib Saefullah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.926 KB)
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i2.195
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bimbingan akhlak di PSAA Rumah Bening Nurani (YABNI) Tanjungsari Sumedang yang meliputi proses pelaksanaan dan tujuan tercapainya program bimbingan akhlak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan bimbingan akhlak belum dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan. Beberapa tujuan dari program bimbingan ini telah tercapai, yakni anak asuh mengalami perubahan sikap setelah berada. Adapun karakter berbasis Islami yang ada pada diri anak asuh tidak hanya tercapai melalui proses pelaksanaan bimbingan akhlak saja, tetapi juga faktor kegiatan keagamaan menjadi penguat karakter anak asuh. This study aims to determine the effectiveness of moral guidance at PSAA Rumah Bening Nurani (YABNI) Tanjungsari Sumedang, which includes the implementation process and the goal of achieving the moral guidance program. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. The results showed that moral guidance had not been carried out in a structured and sustainable manner. Some of this guidance program's goals have been achieved, namely that foster children experience a change in attitude after being. The Islamic-based character that exists in foster children is not only achieved through the process of implementing moral guidance, but also the factor of religious activities that strengthen the character of the foster children.
Pendekatan Spiritual dalam Konseling (Konseling Spiritual)
Lilis Satriah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 1 No 1 (2008): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (921.324 KB)
Bimbingan dan Konseling pada awal kelahirannya bersipat sekularistik-materialistik, hal tersebut sesuai dengan pandangan hidup orang–orang barat sebagai pencetusnya dan sesuai dengan tempat kelahirannya yaitu Amerika. Bimbingan dan Konseling di Barat tidak dikaitkan dengan Tuhan ataupun ajaran tertentu, padahal manusia mengakui adanya kekuatan yang lebih tinggi dari dirinya, layanan bimbingan dan konseling semata-mata dianggap sebagai masalah keduniaan, padahal banyak diantara manusia yang mengakui adanya kehidupan setelah mati, semua teorinya merupakan hasil kerja rasio atas dasar pengalaman masa lalu, padahal ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh otak dan pemikiran manusia. Demikian pula masalah-masalah yang dikaji tidak pernah terkait dengan dosa dan pahala sementara dalam batin manusia yang beragama selalu tertanam makna dosa dan pahala. Karenanya Bimbingan dan Konseling saat itu belum dapat menyantuni seluruh umat manusia di muka bumi. Dalam perkembangan selanjutnya mulailah disadari bahwa pada diri manusia ada potensi lain yangturut andil dalam menentukan seluruh aktivitas dan kehidupan manusia yaitu spiritualitas
Dasar-Dasar Psikoterapi Islam
Isep Zainal Arifin
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 1 No 1 (2008): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1483.943 KB)
Dewasa ini kegelisahan jiwa hingga penyakit jiwa manusia sudah melewati ambang batas. Berbagai disiplin ilmu terus dikerahkan untuk mengatasinya. Konon ilmu yang paling berkopenten mengurus kejiwaan manusia adalah Psikologi, turunan dari psikologi yang mengurus berbagai gangguan dan penyakit jiwa adalah Psikiatri dan Psikoterapi. Namun Psikologi sendiri akhir-akhir ini “ketahuan belangnya”, karena pada kenyataannya tidak sanggup menyentuh keadaan jiwa manusia yang sesungguhnya. Ia hanya mampu menangkap gejala-gejala dari jiwa saja, yang sifatnya empiris. Sementara jiwa sendiri bukan sesuatu yang empiris, ia lebih dari itu. Psikoterapi yang berlindung di bawah Psikologi tentu saja terkena imbasnya. Ia menjadi ilmu yang “memulasara” atau merawat dan mengobati berbagai gangguan dan penyakit jiwa, tetapi ia sendiri tidak faham mengenai jiwanya itu sendiri. Psikoterapi yang ada di Barat itu kemudian meminta bantuan pendekatan agama, maka munculah Psikoterapi Religius.
Komunikasi dalam Bimbingan Islam
Enjang AS
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 1 No 1 (2008): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2830.252 KB)
Bimbingan Islam (Irsyad) merupakan salah satu bentuk kegiatan dakwah, yaitu suatu proses penyampaian ajaran Islam oleh seorang mursyid (da’i) kepada seorang mursyad bih (mad’u) atau kepada mad’u dalam kelompok kecil (jamaah) guna memberikan bantuan berupa pengasuhan dan perawatan mengenai aspek kejiwaan mursyad bih (mad’u). Istilah irsyad secara eksplisit disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 19 (sembilan belas) kali dalam 9 (sembilan) bentuk kata.