Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak tahun 2008. Jurnal ini mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian dalam mengembangkan konsep dan teori berkaitan dengan kajian Bimbingan dan Konseling Islam meliputi bimbingan konseling pendidikan Islam, bimbingan konseling mental Islam, bimbingan konseling karir Islam, bimbingan konseling Keluarga sakinah, bimbingan konseling paska bencana, bimbingan konseling Rohani Islam; penyuluhan Islam: penyuluhan sosial agama, penyuluhan penanggulangan NAPZA, penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan remaja; media BKI: e-counseling Islam; training Islam, dan motivasi Islami. Naskah yang masuk ke editor jurnal sebelum dipublikasikan akan melewati penilaian melalui double blind review, artinya baik penulis maupun reviewer tidak saling mengetahui.
Articles
109 Documents
Keterampilan Komunikasi Konselor dalam Pelaksanaan Konseling Islami
Dede Lukman
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i4.2170
ABSTRAKKonseling Islami merupakan pendekatan yang mengutamakan membantu dalam mengatasi permasalahan individu atau kelompok melalui keyakinan. Konseli dapat dibuat sadar akan adanya hubungan sebab akibat dalam serangkaian masalah- masalah yang dialami dalam nilai-nilai pribadi yang terkait dengan keyakinan mereka. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui komunikasi konselor dalam melaksanakan konseling Islami. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus seorang remaja yang telah melakukan dosa besar perzinahan, konseling Islam dapat mengubah cara berpikir mereka melalui kesadaran yang mendalam, dan menjadi lebih yakin bahwa Tuhan akan mengampuni perbuatan yang telah dilakukannya dengan cara bertaubat dan tidak mengulanginya. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi, konseli memutuskan untuk memberi tahu orang tuanya apa yang terjadi dan mengambil keputusan untuk menikah. Konseli merasa lega, tenang dan tidak tertekan lagi.Kata Kunci : Komunikasi, Konseling Islami, Konselor ABSTRACTIslamic counseling is an approach that prioritizes helping to solve individual or group problems through belief. Clients can be made aware of a causal relationship in a series of problems experienced in their personal values related to their beliefs. The purpose of the study was to determine the counselor's communication in implementing Islamic counseling. The research method used in this research is a qualitative research approach with a descriptive analysis method. The results showed that in the case of a teenager who has committed the grave sin of adultery, Islamic counseling could change their way of thinking through deep awareness and become more confident that God will forgive what they have done by repenting and not repeating it. To solve the problem at hand, the counselee decided to tell his parents what happened and decide to get married. The counselee feels relieved, calm, and no longer depressed.Key Words: Comunication, Islamic Counseling, Counselor
Pendidikan Anti Narkotika melalui Bimbingan Agama terhadap Mahasiswa di Universitas Palangkaraya
Ahmad Saefulloh;
Yuyuk Tardimanto;
Dotrimensi .;
Offeny .;
Ahmad Irfan Musthafa
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i4.2197
Penelitian ini berupaya mengidentifikasi peran Pendidikan Agama sebagai salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) di Universitas Palangka Raya dalam mengedukasi Mahasiswa agar menjauhkan diri dari pengaruh Narkotika. Melalui Pendekatan Agama dilakukan analisis terhadap paradigma mahasiswa dalam memahami langkah apa untuk menghindari pengaruh Narkotika bagi Mahasiswa. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui peran Pendidikan Agama dan bentuk rekomendasi pada Pendidikan Tinggi sebagai upaya Anti Narkotika. Penelitian dilakukan secara Kualitatif melalui pendekatan Analisis Deskriptif dengan teknik Snowball Sampling dengan Instrumen penyebaran angket melalui Google Formulir. Penelitian dilakukan terhadap 250 orang mahasiswa, dari 9 Fakultas. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Peran Pendidikan Agama adalah sebagai sarana edukasi preventif dan rehabilitatif. Edukasi preventif dilakukan dengan menerapkan keteladanan, memberikan penyuluhan, serta menanamkan pondasi keimanan. Rehabilitatif dilakukan dengan memberi bimbingan kepada mahasiswa yang terjerat penyalahgunaan narkotika. Peran tersebut dapat dilakukan manakala tidak dalam penanganan kepolisian. Sebagai rekomendasi perlu adanya Unit Kegiatan Mahasiswa khusus pencegahan peredaran narkotika di lingkungan Universitas
Telaah Nilai-Nilai Pribadi Konselor dalam Buku La Tahzan Karya ‘Aidh Al-Qarni
Fahma Islami
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i4.2327
ABSTRACT The purpose of this study is to determine the structure and categorization of motivational messages. Not only that, this research also makes the implementation or use of messages as a material for Islamic Counseling Guidance. The researcher raises a framework of thought using the perspective of Religious Guidance and discourse analysis for the motivational message itself. This research method uses descriptive analysis of van Dijk's model of discourse analysis which states that there are three dimensions of text, consisting of: 1) text, 2) social cognition, and 3) social context, these three dimensions are in 3 levels of structure, namely: 1) macro structure, 2) superstructure, and 3) micro structure. From this explanation, it can be stated that a review of the counselor's personal values in La Tahzan's book can be used as one of the main supports for the success of the process of providing assistance to clients and can be relied on as one of the materials of Islamic Counseling Guidance. Because there is material in a counseling process that will strengthen answers to the root of the problem, answer the real needs of the client and help achieve the goals of the counseling process. Keywords: Counselor; Study; Values.
Profil Self-Comppasion pada Siswa Underachiever di SMA Negeri 11 Bandung
Meilanita Azhar Fauzi
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v8i4.2464
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil self-compassion pada siswa underaciever kelas XI di SMAN 11 Bandung dan bentuk layanan bimbingan konseling yang disampaikan. Underachiever menunjukkan kondisi siswa yang kehilangan tujuan dalam berprestasi yang disebabkan oleh kurangnya perencanaan, penetapan tujuan, manejemen waktu untuk kegiatan belajar dan evaluasi diri. Self-compassion berperan penting dalam achievement goal untuk pembentukan emosi dan kognisi diri siswa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dengan kuisoner, mewawancarai, dan mengobservasi. Subjek penelitian adalah empat orang siswa kelas XI di SMA Negeri 11 Bandung yang teridentifikasi underachiever yang memiliki IQ yaitu 130+ untuk menjadi patisipan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan keempat pertisipan memiliki self-compassion yang rendah yang berarti keempat siswa harus mendapatkan layanan bimbingan dan konseling untuk dapat mengembangkan self-compassion pada diri siswa tersebut. Kata Kunci : self-compassion, siswa, underachiever ABSTRACT This research aims to know the profile of self-compassion on underachiever students in the 11th grade of SMAN 11 Bandung and also to know the form of the guidance and counselling given. Underachiever shows the conditions of the students who are missing the objectives in achieving goals caused by a lack of planning, goal setting, time management for learning activities and evaluation. Therefore, self-compassion plays a significant role in the achievement of goals in the school for self emotion and self- cognition. The research approach uses qualitative. Data collection by questionnaire, interviewing, and observing. The subject of the research is four students of 11th- grade students at SMA Negeri 11 Bandung that classified as underachiever students yet have a more than 130 IQ. The findings show that the participants have low self-compassion which means they should get guidance and counseling services to be able to develop self- compassion. Keyword: self-compassion, students, underachiever
Bimbingan Behavioral dalam Pengembangan Kreativitas Menulis Santri
Rina Rachmawati;
Dindin Solahudin;
Sugandi Miharja
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v9i1.1982
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan dinamika kegiatan bimbingan behavioral dalam pengembangan kreativitas menulis santri di Yayasan Pesantren Yatim Al-Kasyaf. Penelitian ini menggunakan teori bimbingan behavioral dari Albert Bandura. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kegiatan proses bimbingan behavioral dalam pengembangan kreativitas menulis santri dilakukan dengan teknik modelling dan untuk mengatasi dinamika yang terjadi selama proses bimbingan ditangani dengan penggunaan teknik terapi aversi (pemberian reward dan punishment) terhadap para santri, di kalangan santri, menulis menjadi suatu kegiatan yang membudaya, setiap santri berhasil menciptakan karya tulis berupa satu buah buku dalam waktu satu bulan. Bimbingan behavioral terbukti efektif dalam mengembangkan dan meningkatkan kreativitas literasi bagi para santri. This study aims to determine the process and dynamics of behavioral guidance activities in developing students' writing creativity at the Al-Kasyaf Yatim Islamic Boarding School Foundation. This study uses the behavioral guidance theory of Albert Bandura. The method used is descriptive with a qualitative approach. The results showed that the behavioral guidance process activities in developing students' writing creativity were carried out using modeling techniques (imitation). To overcome the dynamics that occurred during the guidance process, it was handled by using aversion therapy techniques (giving rewards and punishments) to students; among students, Writing has become a cultured activity, each student succeeds in creating a written work in the form of one book within one month. Behavioral guidance has proven to be effective in developing and increasing literacy creativity for students. Keywords: Behavioral Guidance; Writing Creativity; Students.
Penerapan Konseling Individu Teknik Reframing Untuk Mengurangi Stres Akademik pada Mahasiswa
Fitria Anita Firdaus;
Febranti Putri Navion
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v9i1.2497
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengamati teknik reframing dalam mengurangi stres akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen subjek tunggal dalam bentuk single subject research dengan rancangan A-B-A. Fase baseline 1 (A) dilakukan dengan tiga kali tahapan, fase intervensi (B) dilakukan sebanyak enam kali sesi konseling, dan fase baseline 2 (A) dilakukan selama tiga kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada fase baseline 1 (A) subjek masih berada pada kondisi yang sama, fase intervensi (B) subjek berada pada kondisi yang sudah stabil, dan fase baseline 2 (A) subjek sudah menunjukkan perbedaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dari sebelum diberikan intervensi dengan setelah diberikan intervensi menggunakan konseling individu teknik reframing untuk mengurangi stres akademik mahasiswa. ABSTRACT This study aims to observe reframing techniques in reducing students' academic stress. This study uses a single subject research experiment method with A-B-A design. Baseline phase 1 (A) is done with three stages, intervention phase (B) is done as many as six counseling sessions, and baseline phase 2 (A) is done for three times. The results of this study showed that in the baseline phase 1 (A) the subject is still in the same condition, the intervention phase (B) of the subject is in a stable condition, and the baseline phase 2 (A) of the subject has shown differences. Therefore, it can be shown that there is a difference from before being given intervention with after intervention using individual counseling reframing techniques to reduce students' academic stress.
Hubungan antara Self-Awareness dengan Academic Procrastination Mahasiswa
Bambang Setiawan
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v9i1.2619
ABSTRAK Procrastination merupakan variabel psikologi yang penting, individu menggunakan pola perilaku ini sebagai cara untuk menyembunyikan ketidakmampuan diri dari diri sendiri maupun orang lain. Salah satu bentuk dari procrastination yaitu academic procrastination, yang diartikan sebagai kecenderungan irasional untuk menunda-nunda penyelesaian tugas-tugas akademik. Procrastinators sering kali menjaga harga diri dan penghargaan sosial dengan memilih lingkungan yang dapat menghambat keberhasilan dalam penyelesaian tugas. Salah satu variabel kepribadian yang diperkirakan berhubungan dan berpengaruh terhadap tinggi ataupun rendahnya academic procrastination adalah self-awareness. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara self-awareness dengan academic procrastination pada mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian korelasional. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu probability sampling, dengan jenis simple random sampling. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukkan bahwa self-awareness berpengaruh terhadap academic procrastination. Hubungan yang sangat kuat tetapi berlawanan arah dapat diartikan semakin tinggi self-awareness maka akan semakin rendah academic procrastination mahasiswa. Kata Kunci : Self-Awareness; Procrastination; Academic Procrastination; Mahasiswa. ABSTRACT Procrastination is an important psychological variable, individuals use this behavior pattern as a way to hide their inadequacy from themselves and others. One form of procrastination is academic procrastination, which is defined as an irrational tendency to delay the completion of academic tasks. Procrastinators often maintain self-esteem and social esteem by choosing an environment that can hinder successful completion of tasks. One of the personality variables that is estimated to be related and influential on the high or low academic procrastination is self-awareness. This study was conducted to examine the relationship between self-awareness and academic procrastination in college students. The research approach used is a quantitative approach, with a correlational research design. The sampling technique used is probability sampling, with the type of simple random sampling. Based on the results of the study, it shows that self-awareness has an effect on academic procrastination. A very strong but opposite relationship can mean that the higher the self-awareness, the lower the academic procrastination of students. Keywords : Self-Awareness; Procrastination; Academic Procrastination; College Students.
Pengaruh Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Burnout pada Guru SLB Di Bandung Timur
Farid Soleh Nurdin;
Dhike Kenia Yudhisti
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v9i1.3209
Guru merupakan seseorang yang terlah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan tersebut. Guru SLB adalah guru yang mengajar di Sekolag Luar Biasa, pekerjaan itu bukan perkara yang mudah, maka diperlukan efikasi diri dan dukungan sosial untuk meminimalisir kelelahan bekerja (burnout). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap burnout pada guru SLB di Bandung Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 136 responden yang memiliki kriteria berpendidikan S1, berusia 25-60 tahun, mengajar lebih dari 2 tahun. Dengan pengambilan sampel berdasarkan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur skala GSS, skala MSPSS dan skala MBI-HSS dengan menggunakan skala likert. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaif, dengan pendekatan kausalitas. Peneliti menggunakan uji Regresi Linear Berganda untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efikasi Diri, Dukungan Sosial, Burnout terdapat pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap burnout.
Spiritualitas Islam sebagai Pendekatan Dakwah Struktural: Studi Kasus Penerapan Nilai-nilai Tasawuf di PT Telkom Indonesia
Abdul Mujib
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/irsyad.v9i1.3328
Penelitian ini menguraikan tentang implementasi nilai-nilai tasawuf dalam budaya perusahaan di PT. Telkom Indonesia dengan kerangka dakwah struktural sebagai salah satu wujud dari spiritualitas di dunia kerja. Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini menampilkan bahwa upaya PT Telkom dalam membangun budaya perusahaan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai tasawuf yang kemudian linier dengan jargon mereka yakni “always the best” sebagai implementasi dari konsep ihsan. Dalam perspektif dakwah, praktik ini merupakan salah satu pendekatan dakwah struktural yakni dakwah yang dijalankan melalui implementasi kebijakan organisasi atau perusahaan. Bekerja dengan tuntutan dan komitmen berdasarkan nilai-nilai spiritualitas agama telah membuktikan PT Telkom sebagai salah satu perusahaan yang sukses dalam membangun sumberdaya manusia yang unggul dan profesional. This study describes the implementation of Sufism values in the corporate culture at PT. Telkom Indonesia with a structural missionary framework as a manifestation of spirituality in the world of work. Using the case study method, this research shows that PT Telkom's efforts to build a corporate culture are strongly influenced by Sufism values which are then linear with their jargon, namely "always the best" to implement the concept of Ihsan. From the perspective of da'wah, this practice is one of the structural da'wah approaches, namely da'wah, carried out through the implementation of organizational or company policies. Working with demands and commitments based on the values of religious spirituality has proven PT Telkom as one of the successful companies in building excellent and professional human resources.