cover
Contact Name
Stephanie Dwi Guna
Contact Email
guna5291@gmail.com
Phone
+6287785005714
Journal Mail Official
lppm@payungnegeri.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamtama No 6 Labuh Baru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Health Care : Jurnal Kesehatan
ISSN : 23015209     EISSN : 25990357     DOI : https://doi.org/10.36763/healthcare.v9i1
Core Subject : Health,
Health Care: Jurnal Kesehatan covers all health area including nursing, midwifery and public health and accepts original article, case report and article review. Articles submitted to the journal will be screened by the editor and decide whether the article will be sent to the reviewer or not. The selected article will be sent to the reviewers and return to the authors to revise. These processes take around two- three months. The reviewers should have expertise in health care field.
Articles 191 Documents
EFEKTIFITAS KOMPRES EKSTRAK JAHE TERHADAP NYERI SENDI LANSIA DENGAN ARTHRITIS GOUT DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA KHUSNUL KHOTIMAH PEKANBARU Silvia Nora Anggraini; Novry Fitri Yanti
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.508 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v7i2.31

Abstract

Compress Ginger Extract is non pharmacological treatment to lower joint pain with a variety of good effects such as stimulating an erection, inhibiting the release of enzyme 5-lipooksigenase and cyclooxygenase and increase endocrine gland activity. The number of elderly who experience joint pain in this way is also effective because the compress ginger extract has many benefits one of them meberi sense of warmth in the joints. This study aims to determine the effectiveness of compress ginger extract on the reduction of joint pain in the elderly of panti sosial tresna werdha khusnul khotimah pekanbaru riau. This research type is quantitative with pre experimental design research, Sampling technique by total sampling, the sample of this study amounted to 39 respondents, the intervention is given once for 3 days with 13 respondents every day. Evaluation by filling in the observation sheet. The result of alternative t test of wilcoxon was found the effectiveness of ginger extract compress on the decrease of aged joint pain with mean before ginger extract was given 6.83 with standard deviation 1,298 and after given compress ginger extract was 4,11 with standard deviation 1,410, p value 0,000 was statistically significant (p <0.05). The results of this study can be a consideration of existing nurses in the hospital and in the community in the reduction of joint pain in the elderly.
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Metode Servqual Di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Aceh Timur Tahun 2018 Hermansyah Hermansyah; Ayi Darmana; Nur'aini Nur'aini
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.62 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.32

Abstract

ABSTRACT Introduction, quality health services are health services that must pay attention to four main elements. Based on the survey conducted on the services of Puskesmas to patients as many as 10 people, 6 of them felt that the quality of service in the Puskesmas was not maximal, while the other 4 stated that the service was maximal. The purpose of this study was to determine the factors that influence the quality of health services with the Servqual Method. The method, The research design used in this study was Cross Sectional. The population in this study were 7,635 people and samples taken by accidental sampling were as many as 99 people. Methods of data collection are primary data and secondary data. Data analysis used is binary logistic regression test. Results, the results showed that physical condition has a sig-p value of 0.007 <0.05, reliability of sig-p 0.008 <0.05, responsiveness of sig-p 0.011 <0.05 and sig-p guarantee of 0.034 <0.05 which means physical condition , reliability, responsiveness and assurance have an influence on the quality of health services, while caring does not have an influence on the quality of health services because it has a sig-p value of 0.325> 0.05. Suggested, It is hoped that it can become a reference for the community and for cadres in the Puskesmas to better understand the importance of quality services that are in accordance with the regulations of the health ministry to maximize health services provided to patients. Keywords : Health Service Quality Factors, Servqual Method
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS DALAM MENERAPKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN PROVINSI RIAU Ahmad Hanafi; Misnaimah Misnaimah
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.106 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.35

Abstract

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan pedoman untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instasi pemerintah berdasarkan indikator teknis, administrasif dan procedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, merupakan salah satu laboratorium kesehatan yang ada di Kota Pekanbaru dan telah menerapkan SOP. Akan tetapi masih banyak petugas yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan SOP, hal ini berdampak pada mutu pelayanan yang diberikan oleh laboratorium kesehatan kepada masyarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas dalam menerapkan SOP di Unit Pelayanan Terpadu Laboratorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November tahun 2017 di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dengan jumlah sebanyak 52 orang atau dengan pengambilan sampel secara total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara insiatif, kedisplinan, pelatihan dan otoritas dengan kinerja petugas dalam menerapkan SOP di UPT Laboratoorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Diharapkan kepada petugas di UPT Laboratoorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau agar dapat memperbaiki kinerjanya dan meningkatkan kedisplinan dan motivasi petugas sehingga meningkatkan kualitas kerja.
Uji Validitas Dan Reliabilitas Kuesioner Pengukuran Kompetensi Sistem Informasi Keperawatan Stephanie Dwi Guna; Yureya Nita
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.541 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.36

Abstract

The integration of Information Technology (IT) in healthcare delivery improves the quality of care by enhancing patient safety and efficiency. Electronic health record (EHR) is one of the innovation of IT in healthcare service. EHR is commonly used in developed countries but not in developing country such as Indonesia. Prior to the implementation of a new information system, it is necessary to make sure that user can use it properly in order to achieve the maximum outcome. Nurse is the main user of the EHR in a hospital. A tool to measure the nursing informatics literacy is needed to assess nurses’ ability. One of the tool is NICAT (Nursing Informatics Competency Assessment Tool). The questionnaire was transleted into Indonesian language and was tested through validity and reliability test. The sample of this research was 233 nurses in a Public Hospital in Pekanbaru, Indonesia.The 30 items of questionnaire was valid with Cronbach’s Alpha 0.975. It can be concluded that NICAT Indonesian version is valid and reliable and can be used to assess Indonesian nurses’ nursing informatics competency.
Karakteristik Kejadian Pengabaian Lansia Pada Keluarga Di Puskesmas Harapan Raya Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru Ezalina Ezalina
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.555 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.37

Abstract

Saat ini jumlah lansia di Indonesia mencapai 22,6 juta jiwa atau 8,75%, melebihi angka 7% dari indikator wilayah berstruktur tua yang ditetapka WHO. Meningkatnya populasi lansia di Indonesia perlu diperhatikan bagaimana pengasuhan lansia oleh oleh keluarga, hal ini karena meningkatnya junlah lansia berpacu dengan penyakit dan masalah yang menyertai lansia sehingga diperlukan kepedulian keluarga sebagai pelaku rawat (care giver) dalam menjalankan proses care giving agar lansia tidak terabaikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik lansia ditinjau dari segi umur, pendidikan, jenis kelamin, kepemilikan asuransi dan tempat tinggal, dan angka kejadian kasus pengabaian lansia ditinjau dari pengabaian fisik, pengabaian psikologis, dan pengabaian finansial. Metode penelitian: rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawacara lansung kepada lansia dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari umur, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, kepemilikan asuransi dan tempat tinggal. Populasi adalah seluruh lansia berusia 60 tahun yang berkunjung ke Puskesmas Harapan Raya dengan jumlah 100 orang melalui teknik accidental sampling. Pengolahan data menggunakan computer. Analisis yang digunakan adalah univariat melalui distribusi frekwensi. Hasil penelitian didapatkan 60% lansia berusia 60-74 tahun, 63% berjenis kelamin perempuan, 63% lansia tidak bekerja, 51% lansia tinggal bersama anak, dan 60% lansia mempunyai asuransi. Ditinjau dari pengabaian lansia didapatkan 39% lansia mengalami pengabaian fisik, 46% lansia mengalami pengabaian psikologis, dan 29% lansia mengalami pengabain financial. Rekomensi penelitian yaitu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari faktor faktor yang menyebabkan lansia terabaikan di keluarga serta pemberian pelatihan kepada keluarga untuk mencegah pengabaian lansia melalui model caring elderly.
Hubungan Perilaku Overprotective Orang Tua Terhadap Kualitas Hidup Anak Dengan Acute Lympoblastic Leukimia Dini Maulinda; Hendriyani Hendriyani; Reni Mayasari
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.212 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.39

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama morbiditas (kondisi yang mengubah kualitas hidup dan kesehatan) dan mortalitas (kematian). Prevalensi penyakit kanker pada anak yang paling tertinggi adalah kanker darah (Leukimia). Salah satu dari faktor yang mempengaruhi kualitias hidup seseorang yaitu overprotective, berkaitan dengan perilaku yang dilakukan oleh seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku overprotektif orangtua terhadap kualitas hidup anak dengan Acute Lympoblastik Leukimia. Penelitian dilakukan terhadap 30 responden di Poli Onkologi Anak Kanker Terpadu Seruni RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang diambil dengan teknik purpossive sampling. Penelitian ini kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orangtua memiliki perilaku overprotektif yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), sebagian besar anak memiliki kualitas hidup yang buruk sebanyak 18 orang (60,0%). Berdasarkan uji statistik chi square didapatkan bahwa p value 0,024 (< 0,05) artinya terdapat hubungan antara perilaku overprotektif orangtua terhadap kualitas hidup anak dengan Acute Lympoblastik Leukimia. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan lebih lanjut tentang hubungan sistem dukungan terhadap kualitas hidup anak. Kata kunci : Perilaku overprotektif orangtua, kualitas hidup anak, acute lymphoblastic leukimia
Analisis Pelatihan, Motivasi, Ketersediaan Alat Dan Pengawasan Penggunaan APD Pada Laboran Tb Di Puskesmas Kota Pekanbaru Dwi Sapta Aryantiningsih; Ikke Debora Pardosi
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.214 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.40

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) termasuk penyakit zoonosis, karena penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis (Soedarto, 2009).Berdasarkan Profil Kesehatan di Kota Pekanbaru dari tahun 2015-2017, ditemukan lima Puskesmas dengan kasus Tuberkulosis yang tinggi yaitu Sidomulyo 16% (77,58); Umban Sari 10% (46,63); RI Sidomulyo 6% (29,51); Rumbai Bukit 6% (28,99); dan Lima Puluh 5% (24,64). Dari tingginya data kasus TB yang ada di Kota Pekanbaru juga dapat berdampak pada petugas Laboratorium Puskesmas (Laboran). Menurut Standar Pelayananan Laboratorium Tuberkulosis (2014) Keamanan Kerja di laboratorium biakan dan uji kepekaan harus seusai dengan tata kerja keamanan di fasilitas laboratorium dengan tingkat risiko penularan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelatihan, motivasi, ketersediaan alat, pengawasan dalam pencegahan penularan tuberkulosis pada laboran di Puskesmas Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di lima Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru pada Januari s/d Februari 2019. Informan adalah laboran, pimpinan Puskesmas dan Kepala Tata Usaha. Jumlah informan sebanyak 15 orang. Instrumennya berupa panduan wawancara dan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laboran telah mendapatkan pelatihan TB, motivasi laboran dalam menggunakan alat perlindungan diri cukup tinggi, tersedianya alat perlindungan diri di laboratorium dan adanya pengawasan yang dilakukan oleh tim mutu Puskesmas terhadap Laboran. Dari hasil penelitian ini, dapat direkomendasikan kepada Pimpinan Puskesmas untuk meningkatkan pelatihan khususnya tentang alat perlindungan diri di Laboratorium.
Pengaruh Membaca Al-Qur’an Terhadap Kecemasan Pada Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru Angga Arfina; Yureya Nita; Khairiyati Khairiyati
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.121 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.41

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun. Pada lansia terjadi proses degeneratif yang akan berdampak terjadinya perubahan-perubahan diri manusia. Perubahan yang terjadi pada lansia mengakibatkan berbagai masalah yang kompleks baik secara fisik maupun psikologis. Kecemasan merupakan salah satu respon yang paling dini dan sering muncul pada lanjut usia. Selain dengan farmakologis, kecemasan juga dapat ditangani secara non farmakologis salah satunya dengan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru. Desain penelitian adalah quasy eksperiment dengan metode penelitian one group pretest & posttest. Sampel penelitian adalah lansia berjumlah 42 orang menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi untuk membaca Al-Qur’an dan penilaian kecemasan dengan Hamilton Anxiety Rating Scale. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh membaca Al-Qur’an dengan kecemasan pada lanjut usia dengan p value 0.002 < 0.05. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan gerontik sehingga membaca Al-Qur’an dapat dijadikan salah satu intervensi dalam meningkatkan spiritualitas serta menurunkan kecemasan pada lansia.
Hubungan Lama Rawat Dengan Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Yeni Devita; Hendriyani Hendriyani
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.25 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.42

Abstract

Pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran dilaporkan sekitar 50% - 70% dari semua pasien yang terdiagnosa skizofrenia (Brunelin et al, 2012). Sering kali pasien halusinasi pendengaran mengalami kesulitan dalam mengontrol halusinasinya. Salah satu tindakan yang dapat membantu pasien dalam mengontrol halusinasinya adalah dengan memberikan pengobatan dan perawatan kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama rawat dengan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien RSJ Tampan Provinsi Riau yang mengalami halusinasi pendengaran. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) yang dikembangkan oleh Haddock (2009). Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan lama rawat dengan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia (p value 0,407 > 0,005). . Nilai korelasi spearman sebesar 0,125 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah (0,00-0,199). Disarankan kepada pihak RSJ Tampan Provinsi Riau untuk selalu meningkatkan motivasi bagi pasien dalam mengontrol halusinasinya, dan untuk keluarga sebaiknya dapat memberikan dukungan penuh kepada pasien agar lama hari rawat pasien dapat berkurang dan pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan baik.
Analisa Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal Terhadap Tekanan Darah Eva Santi Hutasoit; Yessi Azwar
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.328 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.43

Abstract

Hypertension is a condition when blood pressure in blood vessels increases chronically (Suiraoka, 2012). The risk of increasing this blood pressure is related to race, family history of hypertension, obesity, diet / food intake, smoking and the length of time the combination hormonal contraceptive is used. Family acceptors who use hormonal contraception over a period of time often complain of health problems, one of the health problems that are often experienced by hormonal contraceptive acceptors is hypertension or high blood pressure. Hormonal contraception can cause high blood pressure (hypertension) in approximately 4-5% of women who have normal blood pressure before taking the drug, and can increase blood pressure in 9-16% of women who have suffered hypertension before. The type of research used in this study is quantitative, with analytic research design and with a cross sectional approach, namely research conducted simultaneously. The number of samples is 54 mothers who are KB KBtor. From the results of the study, it was found that respondents who used hormonal contraception experienced an increase in blood pressure by 37 people (84.1%), while those who did not experience a rise in blood pressure were 7 people (15.9%). Respondents who did not use hormonal contraception experienced an increase in blood pressure by 5 people (50.0%), while those who did not experience an increase in blood pressure were 5 people (50.0%). From the Chi-square test results obtained a value of 0,045 (Pvalue 0,045 <α 0,05) and OR 5,286. This shows that Ha is accepted which means that there is a relationship between the use of hormonal contraception and an increase in blood pressure. OR = 5,286 showed that the use of hormonal contraception 5 times was associated with increased blood pressure.

Page 2 of 20 | Total Record : 191