cover
Contact Name
S. Khorriyatul Kotimah
Contact Email
khotim_psi@uinsby.ac.id
Phone
+62817593246
Journal Mail Official
khotim_psi@uinsa.ac.id
Editorial Address
IPR Editorial Office A. Yani Str 117, Surabaya, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Psychological Research
ISSN : 26559013     EISSN : 26551640     DOI : 10.29080
Indonesian Psychological Research aims at a broad area of questions from theoretical and methodological domains of psychology, as well as applications of psychology to everyday life. We propose to publish original articles, reviews, actualities, preliminary methodological notes etc. Our goal is to provide psychologists and authors from related science fields the platform for the public presentation of their research findings, opinions or impressions about recent literature, and for another to offer the opportunity to acquaint the professional community with these findings and views. Indonesian Psychological Research is a journal that contains articles from both quantitative and qualitative research related to the field of Psychology which emphasises the novelty and originality of studies, including the areas of Islamic Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Social Psychology, and other related fields.
Articles 101 Documents
Retraksi : Resiliensi pada Remaja Awal yang Orangtuanya Bercerai Yumna Ulayya Cahyani; Diana Rahmasari
Indonesian Psychological Research Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v1i2.186

Abstract

Artikel ditarik pada 17 Juli 2020 karena telah terbit di Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol.5 No. 2 (2018) https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/25327
Tahsin Al-Qur'an dalam Meningkatkan Spiritual well-Being Remaja dengan Perilaku Delinkuen Ati Kusmawati; Cholichul Hadi; Nur Ainy Fardana N
Indonesian Psychological Research Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.811 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v1i2.191

Abstract

Penelitian ini menguji bagaimana proses tahsin Al-Qur’an dapat meningkatkan spiritual well-beingremaja dengan perilaku delinkuen. Metode yang digunakan ekperimental (The one shot case study). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan dengan treatment membaca Al-Qur’an secara rutin melalui pendampingan yang intensif dan pendekatan persuasive kepada siswa dengan perilaku delinkuen dapat membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik secara bertahap, dan disertai penjelasan dari makna atau arti ayat-ayat yang dibaca. Dukungan yang positif (parenting di sekolah) dan memberikan perhatian ekstra kepada siswa dengan perilaku delinkuen dari sekolah, guru dan orang tua akan memberikan perubahan yang baik khususnya dalam proses belajar.
Gambaran Kepribadian Pengurus OSIS Berdasarkan Myers Briggs Type Indicator (MBTI) Hari Sugiharto Setyaedhi
Indonesian Psychological Research Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.948 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v2i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian peserta didik yang mereka miliki sebagai pengurus OSIS di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah pengurus OSIS SMA dari seluruh Indonesia yang mewakili provinsi dan sekolah. Subyek penelitian sebanyak 235 pengurus OSIS dari seluruh SMA di Indonesia yang mengikuti kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP). Metode pengumpulan data dengan kuesioner Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan dikonfirmasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian peserta didik yang menjadi pengurus OSIS adalah: 42% peserta didik mempunyai tipe kepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Judging (ESTJ), 11% peserta didik berkepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Perceiving (ESTP), dan sebanyak 10% Introvert, Sensing, Thinking, Judging (ISTJ). Keterpaduan pengurus dengan tipe ESTJ, ESTP, dan ISTJ dan tipe lainnya diharapkan dapat menjadi kombinasi yang pas dalam kepengurusan OSIS, dapat saling mengisi kekurangan. Sebagai temuan tambahan, diketahui bahwa analisis data tipe kepribadian berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita dalam kepribadian pengurus OSIS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian peserta didik yang mereka miliki sebagai pengurus OSIS di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah pengurus OSIS SMA dari seluruh Indonesia yang mewakili provinsi dan sekolah. Subyek penelitian sebanyak 235 pengurus OSIS dari seluruh SMA di Indonesia yang mengikuti kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP). Metode pengumpulan data dengan kuesioner Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan dikonfirmasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian peserta didik yang menjadi pengurus OSIS adalah: 42% peserta didik mempunyai tipe kepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Judging (ESTJ), 11% peserta didik berkepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Perceiving (ESTP), dan sebanyak 10% Introvert, Sensing, Thinking, Judging (ISTJ). Keterpaduan pengurus dengan tipe ESTJ, ESTP, dan ISTJ dan tipe lainnya diharapkan dapat menjadi kombinasi yang pas dalam kepengurusan OSIS, dapat saling mengisi kekurangan. Sebagai temuan tambahan, diketahui bahwa analisis data tipe kepribadian berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita dalam kepribadian pengurus OSIS.
Relationship Between Religiosity and the Level of Moral Reasoning of High School Student Fidya Alvi Mufida
Indonesian Psychological Research Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.594 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v1i2.203

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and the level of moral reasoning of high school students. This research is correlation research using data collection techniques in the form of a religiosity scale and moral reasoning scale. The results of this study indicate that there is a relationship between religiosity and students' level of moral reasoning Senior High School, with a correlation coefficient of (-0.049) with a significance of 0.668. This shows that there is no significant relationship between religiosity and the level of moral reasoning of high school students. Based on the negative coefficient price, the higher the level of religiosity followed by the low level of moral reasoning, and vice versa, the higher the level of moral reasoning followed by low religiosity in high school students.
Neuroticism Sebagai Moderator Dalam Hubungan Antara Komitmen Dan Motif Berkorban Dalam Hubungan Berpacaran Sere Eunice Kantate; dian Wisnuwardhani
Indonesian Psychological Research Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.287 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v1i2.210

Abstract

Penelitian korelasional ini bertujuan untuk mengetahui apakah neuroticism dapat memoderasi hubungan antara komitmen dan motif berkorban. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Motives of Sacrifice (Impett, Gable, & Peplau, 2005) untuk mengukur motif berkorban, The Investment Model (Rusbult, Martz, & Agnew, 1998) untuk mengukur komitmen, dan Big Five Inventory (BFI) (Ramdhani, 2012) untuk mengukur neuroticism. Data yang didapat ialah 954 individu, dengan 80,9% responden perempuan, yang sedang menjalani hubungan berpacaran, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motif berkorban baik approach motives (r = 0,26, p = 0,00; p < 0,01, two tails) maupun avoidance motives (r = 0,09, p = 0,00; p < 0,01, two tails) dengan komitmen. Individu yang memiliki komitmen tinggi cenderung berkorban demi pasangannya, baik dengan approach motives maupun avoidance motives. Akan tetapi, ditemukan bahwa neuroticism tidak memoderasi hubungan antara motif berkorban, baik approach motives (t = 0,90, p = 0,27; p > 0,05) maupun avoidance motives (t = 0,51, p = 0,61; p > 0,05) dengan komitmen.
From Editorial From Editorial
Indonesian Psychological Research Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.051 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v1i2.216

Abstract

Psikoedukasi Pendidikan Seks Remaja Dengan Gangguan Spektrum Autisme Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pendidikan Seks Pada Orang tua dan Guru Doni Mustofa; Igaa Noviekayati; Sahat Saragih
Indonesian Psychological Research Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.469 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v2i1.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas pemberian psikoedukasi pendidikan seks untuk meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan seks remaja dengan gangguan spectrum autis kepada orangtua dan guru. Serta menguji perbedaan pemberian psikoedukasi pendidikan seks untuk meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan seks remaja dengan gangguan spektrum autis antara orangtua dan guru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperiment. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik versi SPSS 20, dengan Teknik Wilcoxon dan Mann Whitney U Test. Hasil Penelitian Z hitung > Z tabel = 4.711 > 2.58 yang menunjukkan bahwa pemberian psikoedukasi pendidikan seks untuk meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan seks remaja dengan gangguan spektrum autis kepada orangtua dan guru memberikan pengaruh yang signifikan. Sedangkan hipotesis kedua Z hitung < Z tabel = 0.334<1.96 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberian psikoedukasi pendidikan seks untuk meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan seks remaja dengan gangguan spektrum autis antara orangtua dan guru.
Post Traumatic Growth pada Wanita yang Bercerai siti nur asiyah; Risna Amalia
Indonesian Psychological Research Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.746 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v2i1.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan post traumatic growth menuju perubahan yang positif pada wanita pasca perceraian. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi post traumatic growth menuju perubahan hidup yang positif pada individu setelah perceraian. Partisipan pada penelitian ini terdapat 3 subjek yakni dengan karakteristik jenis kelamin perempuan, telah bercerai, usia dewasa awal (20-30 tahun) dan telah mengalami post traumatic growth. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang berlandaskan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa hal yang menunjang gambaran post traumatic growth dan faktor-faktor yang mempengaruhi post traumatic growth yang meliputi pengolahan emosi yang baik serta menumbuhkan motivasi dalam diri akan kemungkinan-kemungkinan baru. Kemudian terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi aspek post traumatic growth pada wanita yang bercerai. Faktor eksternal adalah dorongan dan motivasi kedua orang tua serta dukungan dari teman-teman terdekat sehingga memicu penguatan faktor internal yang meliputi, faktor peningkatan spiritualitas, kekuatan dalam diri dan relasi sosial semakin baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan post traumatic growth menuju perubahan yang positif pada wanita pasca perceraian. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi post traumatic growth menuju perubahan hidup yang positif pada individu setelah perceraian. Partisipan pada penelitian ini terdapat 3 subjek yakni dengan karakteristik jenis kelamin perempuan, telah bercerai, usia dewasa awal (20-30 tahun) dan telah mengalami post traumatic growth. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang berlandaskan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa hal yang menunjang gambaran post traumatic growth dan faktor-faktor yang mempengaruhi post traumatic growth yang meliputi pengolahan emosi yang baik serta menumbuhkan motivasi dalam diri akan kemungkinan-kemungkinan baru. Kemudian terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi aspek post traumatic growth pada wanita yang bercerai. Faktor eksternal adalah dorongan dan motivasi kedua orang tua serta dukungan dari teman-teman terdekat sehingga memicu penguatan faktor internal yang meliputi, faktor peningkatan spiritualitas, kekuatan dalam diri dan relasi sosial semakin baik.
Pengaruh Pelatihan Konsep Diri terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Remaja Akhir di Kabupaten Tulungagung Putri Dwi Aliyati; IGAA Noviekayati; Muhammad Farid
Indonesian Psychological Research Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.774 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v2i2.227

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan konsep diri terhadap kecenderungan pembelian impulsif pada remaja akhir di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen randomized two group design posttest only dengan sample remaja akhir usia 18-20 tahun sebanyak 20 orang, yaitu 10 orang pada kelompok eksperimen dan 10 orang pada kelompok kontrol. Post test menggunakan skala kecenderungan pembelian impulsif Verplanken dan Herabadi dengan reliabilitas 0.9. Setelah diberikan pelatihan konsep diri dan post test skala kecenderungan pembelian impulsif, hasil perhitungan statistik dengan analisis independent t-test menunjukkan nilai sig= 0.158 (p>0.05) yang berarti bahwa tidak ada pengaruh pelatihan konsep diri terhadap kecenderungan pembelian impulsif.
Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Guru dengan Kematangan Karir Siswa Erlina Fransisca; Suryanto Suryanto; Andik Matulessy
Indonesian Psychological Research Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.017 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v2i1.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial guru dengan kematangan karir siswa SMK “X” Pare, Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas X SMK “X” Pare, Kediri, Sampel penelitian sebanyak 89 siswa, yang diperoleh melalui sampling sistematis. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala Kematangan Karir, skala Efikasi Diri, dan skala Dukungan Sosial Guru. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial guru dengan kematangan karir siswa, ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kematangan karir siswa dan tidak ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial guru dengan kematangan karir siswa. Kematangan karir siswa dapat diprediksi dengan efikasi diri, oleh karena itu disarankan siswa perlu mengembangkan efikasi dirinya sehingga memiliki kematangan karir yang baik. Walaupun dukungan sosial guru tidak secara langsung signifikan, tetapi masih perlu diperhatikan, sebab bagaimanapun peran lingkungan diperlukan untuk peningkatan kematangan karir.

Page 2 of 11 | Total Record : 101